Dibangun Dana Samisade, Pengaspalan Jalan di Desa Cipicung Sudah Rusak Lagi

0

Cijeruk|Jurnal Bogor

Warga Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mempertanyakan kualitas jalan yang dibangun melalui anggaran bantuan Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Sebab, belum satu tahun dibangun, kondisi aspal ruas jalan penghubung antara Kampung Totopong ke Kampung Pasir Angin, sudah kembali rusak.

Eneng, warga Desa Cipicung mengaku heran dengan kondisi aspal jalan yang baru dibangun melalui program Samisade tahun 2021 tidak tahan lama. Itu terlihat di sekitar ruas Jalan Totopong-Pasir Angin aspalnya sudah mulai bolong-bolong dan retak.

“Ada juga yang amblas, bahkan sampai pinggiran jalan pun aspalnya terbawa longsor,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (10/8).

Padahal, lanjutnya, ruas jalan yang baru dibangun dengan menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah itu, jarang dilintasi kendaraan besar atau bermuatan dengan tonase berat.

“Paling juga sekali-kali dilintasi kendaraan pengangkut bahan material milik warga yang sedang membangun rumah. Dan itu pun bukan kendaraan besar dengan muatan melebihi tonase,” jelas Eneng.

Perempuan yang sehari-hari nya menggunakan hijab itu menduga, pelaksanaan pembangunan jalan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Cipicung dengan melibatkan pihak ketiga yakni PT Prayoga, terkesan asal-asalan dan tidak memperhatikan kualitas.

“Lihat saja mulai dari awal pembangunan sampai akhir di dua ruas jalan yang dibangun, aspalnya tipis sekali,” papar Eneng.

Eneng minta agar dari pihak kepolisian maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, turun ke lokasi ruas jalan yang dibangun dari anggaran Samisade tersebut.

“Bagaimana juga uang nya itukan berasal dari pemerintah, jadi harus ada pengawasan dari pihak terkait, baik itu Polres Bogor dan juga Kejari Cibinong,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Cipicung, Elly Suhaerli menjelaskan dalam pelaksanaan pembangunan Jalan Totopong-Pasir Angin yang menghabiskan anggaran kurang lebih 700 juta dari program Samisade,  dilaksanakan PT Prayoga.

 “Desa saya dan Desa Cibalung menggunakan jasa pihak PT Prayoga untuk pengaspalan jalan bersumber dana dari Samisade tersebut,” ucapnya.

Elly mengakui sebelumnya pernah ada permasalahan yang sempat heboh di masyarakat terkait pelaksanaan pengaspalan yang dilakukan pihak PT Prayoga, Dimana, ada kekurangan volume dalam pengerjaan pengaspalan di dua ruas jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer itu.

 “Tapi masalah itu langsung diselesaikan oleh PT Prayoga,” ujarnya.

Terkait adanya aspal yang sudah bolong dan retak, Elly belum mengetahui hal itu. Pihaknya baru akan melakukan pengecekan ke lokasi ruas jalan yang sudah kembali rusak tersebut.

Informasi yang didapat Jurnal Bogor, pengaspalan jalan lingkar di Desa Cipicung bersumber anggaran Samisade itu, dikerjakan pihak PT Prayoga pada Senin (31/1/2022).

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here