28.7 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 822

Dechan Kunjungi dan Support Latihan Tim Voli Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua PBVSI Kabupaten Bogor periode 2022-2026, Dede Chandra Sasmita langsung melakulan kunjungan kepada para atlet PPOPM binaan Kabupaten Bogor.

Kunjungan yang dilakukan Dede Chandra Sasmita itu dilakukan di GOR Ksatria Arena Karadenan, Cibinong, Senin, 5 September 2022

Pada kunjungan kali ini, Dechan panggilan akrab Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor ini memberikan motivasi kepada semua atlet binaan PBVSI Kabupaten Bpgor yang juga tercatat sebagai atlet PPOPM Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, Dechan juga menerima curhatan para atlet bola voli Kabupaten Bogor yang disiapkan untuk ke Porda Jabar 2022.

“Alhamdulilah saya bisa berkesempatan ketemu dengan para atlet voli Kabupaten Bogor. Ini sebagai kunjungan awal saya kepada para atlet,” ujar Dechan.

Dechan menambahkan, ia juga banyak menampung curhatan para atlet bola voli Kabupaten Bogor. Intinya, kata Dechan, kunjungannya kali ini sebagai bagian sinergitas antara pengurus, pelatih dan para atlet.

“Saya berharap sinergitas ini jadi modal bagi tim voli Kabupaten Bogor untuk mewujudkan prestasi terbaik pada Porda Jabar 2022,” tegas Dechan.

** Asep Syahmid

Ade Yasin CS Beda Kesaksian, Para Terdakwa tak Seragam

0

Bandung | Jurnal Bogor

Meski tetap dibantah terdakwa Ade Yasin, Ikhsan Ayatullah dan Maulana Adam tetap membawa nama Bupati Bogor non aktif  tersebut dalam pemberian sejumlah uang ke oknum auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat (Jabar)

Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung kembali menggelar sidang lanjutan dugaan tindak pidana suap audior BPK perwakilan Jabar dengan terdakwa Bupati Bogor non aktif Ade Yasin dan kawan-kawan, Bandung, Senin (5/9).

Sidang ke-13 dengan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Hera Kartiningsih mengagendakan keterangan para terdakwa yakni Ade Yasin, Ikhsan Ayatullah, Maulana Adam dan Rizki Taufik Hidayat.

Dalam keterangannya di persidangan, Ade Yasin tetap berpegang teguh terhadap tidak adanya perintah untuk menyuap BPK perwakilan Jabar dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2021.

“Saya memang lakukan pertemuan dengan orang BPK perwakilan Jabar pada bulan Oktober 2021. Pertemuan tersebut diawali adanya permintaan Ikhsan untuk memperkenalkan orang BPK tersebut. Pertemuan singkat pagi hari tanpa ada bahasan untuk predikat Wajar Tanpa Pengecualian terhadap LHP Kabupaten Bogor karena saya langsung ada kegiatan upacara Hari Sumpah Pemuda,” ujar Ade dalam keterangannya di persidangan, kemarin.

Sementara itu, Ikhsan Ayatullah mengatakan, bahwa dirinya memberikan ratusan juta rupiah terhadap auditor BPK perwakilan Jabar di salah satu restoran di wilayah Sentul.

“Pada saat itu salah satu auditor meminta uang Rp70 juta dengan alasan untuk uang sekolah Kepala BPK Perwakilan Jabar. Namun uang diberikan oleh saya dengan nilai genap Rp100 juta,” kata Ikhsan.

Ikhsan menambahkan, bahwa sumber uang ratusan juta rupiah tersebut bukan hanya bersumber dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tempat dirinya bekerja yakni BPKAD saja.

“Uang yang diberikan kepada BPK Jabar itu dari PUPR, Bappenda dan BPKAD. Pemberian uang kepada auditor BPK yang bernama Hendra Kartiwa itu,” ungkapnya.

Ia menerangkan, bahwa dirinya menyebut nama Ade Yasin agar pejabat di PUPR tersebut mau berkontribusi terhadap permintaan uang oknum BPK Jabar itu.

“Saya sebut nama ibu Bupati supaya pak Maulana Adam mau memenuhi permintaan uang BPK Jabar,” terangnya.

Ikhsan mengungkapkan, dirinya juga telah menyuap oknum BPK Jabar untuk memuluskan audit pada Tahun Angggaran (TA) 2020 sehingga mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Pada pemeriksaan BPK perwakilan Jabar terhadap tahun anggaran 2020 saya memberikan uang kepada auditor sebesar Rp700 juta rupiah,” ungkapnya.

Selanjutnya Jaksa Penuntut KPK dalam persidangan menunjukan bukti percakapan antara Ikhsan dan Maulana Adam terkait uang untuk auditor BPK Jabar tersebut.

“Iya Ikhsan hubungi saya ngomong kalau uang yang diminta untuk sekolah Kepala BPK Jabar itu disuruh ibu Bupati digenapan jadi Rp100 juta,” terang Adam.

Lebih lanjut Adam memaparkan, bahwa uang yang diberikan dinasnya tersebut bersumber dari para pegawai struktural di PUPR Kabupaten Bogor.

“Uang yang saya kasih untuk BPK Jabar itu dari para Kabid dan Kepala UPT. Kalau dari penyedia jasa, saya minta orang BPK itu langsung. PUPR hanya fasilitator saja untuk kedua belah pihak itu,” tandasnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Tonny Frenky Pangaribuan menegaskan, bahwa Ade Yasin dan kawan-kawan terbukti dalam dugaan suap BPK Perwakilan Jabar.

“Saya yakin para terdakwa akan divonis penjara. Nanti dalam agenda tuntutan akan kami buka semua,” tegas Tonny.

** Tim Redaksi

Demokrat Tolak Kenaikan Harga BBM, tak Ada Upaya Penghematan Rezim Jokowi

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan langsung Presiden Joko Widodo pada akhir pekan kemarin menjadi keprihatinan Partai Demokrat ditengah rakyat kesulitan ekonomi akibat belum pulih dari pandemi Covid-19. Partai Demokrat bahkan tidak melihat upaya pemerintah berhemat sebelum meminta rakyat untuk hidup lebih sulit dengan kenaikan harga BBM yang akan berimplikasi terhadap kenaikan harga lainnya, termasuk bahan pokok.

“Tidak ada upaya penghematan yang dilakukan pemerintah. Anggaran digelontorkan untuk pembangunan proyek pencitraan,” ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Senin (5/9).

Justeru kata Herzaky, para pejabat dan aparat pemerintah memperlihatkan gaya hidup yang jauh dari kesengsaraan rakyat. Tidak terlihat tanda-tanda upaya untuk mengencangkan ikat pinggang dari operasional pemerintah.

“Selain itu, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM di Indonesia tidak turun. Lalu, uangnya sekarang kemana?,” ungkapnya heran.

Ditegaskan Partai Demokrat, kenaikan harga BBM membuat kehidupan rakyat yang sudah sulit menjadi semakin sulit. Pemerintah bukannya mengurangi beban rakyat, tetapi malah menambah beban rakyat.

“Kondisi rakyat belum pulih akibat pandemi, malah semakin diperberat oleh pemerintah dengan kenaikan BBM,” jelas Herzaky.

Sebelumnya, anggota Komisi V DPR RI Fraksi Demokrat Irwan mendesak kenaikan harga BBM dibatalkan segara karena membuat rakyat menderita.

“Kenaikan harga BBM ini adalah bentuk abai dan tidak pedulinya pemerintah terhadap derita dan kesusahan rakyat saat ini. Pemerintah lebih memilih menambah masalah rakyat dibanding memenuhi amanat untuk menyejahterakan rakyat,” kata Irwan.

Menurut Wasekjen Demokrat ini, Presiden Jokowi tak mempedulikan suara masyarakat agar harga BBM tak dinaikkan. Kenaikan harga BBM, menurut Irwan, berdampak langsung pada masyarakat kecil.

“Presiden telah abai mendengarkan suara rakyat. Kenaikan BBM ini akan berdampak langsung pada rakyat kecil menengah, seperti UMKM, buruh, tani, nelayan, bahkan karyawan-karyawan swasta maupun pegawai pemerintahan itu sendiri,” ujarnya.

Harga BBM naik juga akan berdampak pada harga kebutuhan pokok lainnya, sehingga harga kebutuhan masyarakat yang diperlukan pun akan meningkat pula. Karena itu, Demokrat menolak tegas kenaikan harga BBM.

“Sektor-sektor lain akan terdampak kenaikan BBM, seperti biaya pendidikan, kesehatan, pariwisata, infrastruktur, dan lain-lain. Pemerintah tidak konsisten dan komitmen untuk menjaga inflasi yang mereka targetkan, yaitu 3,3 persen. Kenaikan harga BBM ini akan menaikkan inflasi dan serta-merta menambah kemiskinan,” ucap Irwan.

“Kami nyatakan menolak kenaikan BBM ini. Demokrat memilih bersama rakyat. Batalkan kenaikan BBM!” tegasnya.

** Asep Saepudin Sayyev|*

Minim Perhatian, SDN Cipicung 04 Sedekah Jumat untuk Beli Meja Kursi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Sebanyak 3 ruang kelas di SDN Cipicung 04 yang berada di Jl.Harvest City, Kp.Cigarogol RT.06 RW.02 Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, tak memiliki kursi dan meja belajar.

Oyib

Tampak pemandangan siswa yang belajar dengan menggunakan bangku dari plastik dan bangku hajatan, mengingat kondisi bangku kayu siswa sudah banyak yang tidak layak.

Plt Kepala Sekolah SDN Cipicung 04 Oyib mengatakan pemandangan seperti ini sudah ada disaat dirinya menjadi Plt di sekolah tersebut. “Ada sekitar 40 unit bangku dan 20 unit meja yang kondisinya sangat memprihatinkan makanya kami inisiatifkan dengan menggunakan bangku plastik dan bangku guru agar anak bisa duduk saja,” papar Oyib kepada Jurnal Bogor, Senin ( 05/09/22).

Menurutnya, pihak sekolah sudah meminta bantuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan CSR setempat untuk ketersediaan meja kursi minimal untuk 1 ruang kelas. “Proposal sudah disebar namun sampai saat ini belum ada yang nyangkut termasuk dari Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, orang tua murid berinisiatif untuk membelikan bangku dan kursi dari uang iuran infak Jumat Berkah yang dikelola oleh Komite Sekolah. “Komite Sekolah mengadakan program Jumat berkah, dan melihat kondisi kekurang bangku dan meja ini mereka berinisiatif untuk membelikan meja dan kursi walaupun sejatinya sarpras untuk sekolah negeri itu adalah tangguh jawab Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak sekolah tidak pernah meminta orang tua untuk memikirkan kekurangan bangku dan kursi di sekolahnya. “Saya berharap, paling tidak CSR Perumahan Harvest untuk memberikan perhatian akan kekuatan bangku dan kursi di sekolah kami, mengingat sekolah ini berada di lingkungan perumahan elit, namun tidak punya sarana yang memadai ” pungkasnya Oyib yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Cipicung 03.

** Nay Nur’ain

Disidak Dewan, Bacingplant Janji Seminggu Rapikan Jalan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni kembali turun lapangan untuk meninjau langsung hasil pekerjaan peningkatan Jalan Bojong Kulur- Bantar Gebang yang dikerjakan oleh CV.Intan Perkasa dengan memakan anggaran sebesar Rp1,9 miliar.

“Hari ini saya melihat langsung hasil pekerjaan dan saya meminta ada tindakan yang harus dilakukan akan kondisi keretakan pada jalan ini,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Senin (05/09/22).

Menurutnya, dengan kondisi jalan seperti ini dia menyarankan untuk dibongkar, namun dia akan melihat kontrak kerjasama terlebih dahulu antara Dinas PUPR dengan penyedia jasa.

“Saya akan lihat kontraknya, jika dalam kontrak kerja tertulis boleh kalo retak-retak seperti ini, maka saya kalah, tapi jika tidak ada dalam kontrak,  saya akan tegaskan untuk dibongkar,” paparnya.

Dia mengaku sangat kecewa setelah meminta Konsultan dan UPT PUPR Jalan dan Jembatan untuk hadir dan PPK DPUPR, namun ternyata hanya dihadiri oleh penyedia jasa dan pihak plant saja.

“Saya kecewa kenapa UPT tidak hadir, Pak Zulkifli yang menjadi PPK pun tidak hadir, oke jika hasil pekerjaan ini baik, ini kan hasil pekerjaannya mengecewakan, hariannya memberikan penjelasan, ini malah tidak hadir,” pungkasnya.

Ditempat yang sama disampaikan Wahyu Bacingplant Fress Beton yang mengatakan keretakan ini karena adanya tekanan dan pergerakan tanah yang menimbulkan keretakan pada beton.

“Kita sudah melakukan sesuai dengan volume yang dipesan oleh penyedia jasa, jika terjadi hal seperti ini kita pun akan coba melakukan grouting suntik dengan alat dan nantinya kita lihat apakah grouting itu bisa meminimalisir atau tidak, jika tidak maka akan kita bongkar, seminggu kita akan rapikan dengan alat, ” papar Wahyu.

** Nay Nur’ain

100 Petani Dapat Pelatihan Penggunaan Herbisida Terbatas 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) dan Badan Penyuluhan  Pertanian Wilayah XI Jonggol memberikan pembekalan kepada 100 petani Kecamatan Jonggol dan Sukamakmur tentang penggunaan herbisida yang aman dan efektif agar terhindar dari dampak negatif pada tubuh dan lingkungan.

Pelatihan yang digelar sehari di Halaman Water Fark Per Citra Indah Kecamatan Jonggol menitikberatkan pada pemahaman label, pelindung diri hingga prosedur pencegahan keracunan dan pertolongan darurat.

“Pelatihan ini fokus  untuk memberikan ilmu kepada para petani, yang menggunakan pestisida Parakuat Diklorida. Kami juga mempunyai tanggungjawab memberikan informasi terkait dengan penyemprotan yang aman dan efektif. Tujuannya untuk meminimalkan dampak negatif dari  penggunaan pestisida ini terhadap petani dan juga lingkungan sekitar,” kata Kepala Kepala Badan  Penyuluhan Pertanian wilayah XI   Jonggol Jajang kepada Jurnal Bogor, Senin (05/09/22). 

Menurutnya, para petani yang menggunakan pestisida belum sesuai aturan. Terkadang, penggunaanya berlebihan dan mengesampingkan aturan pakai. “Terkadang ada yang berlebihan, jadi semua alangkah baiknya jika sesuai dosis,” jelasnya.

Harusnya, penggunaan pestisida yang baik dan benar adalah sesuai takaran, mengenakan pelindung diri dan membaca label. Selama ini, banyak dijumpai para petani mengabaikan membaca label penggunaan, dan tidak mengenakan pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.

” Kebanyakan petani itu merasa panas, gerah alasan mereka tidak menggunakan APD, padahal dengan menggunakan APD minimal  baju lengan panjang, celana panjang, sepatu boot, sarung tangan, ataupun masker itu sudah bisa melindungi diri dari dampak pestisida tersebut. Namun, petani masih mengesampingkan, ada yang pakai baju lengan pendek, kemudian tidak membaca lebel,” papar Jajang

Selain itu, penggunaan pestisida berlebihan yang tidak sesuai dengan ketentuan akan berdampak negatif pada tubuh dan lingkungan.

“Dampaknya gak langsung. Ada tiga dampak negatif, mulai sedang, ringan dan fatal. Kalau kita menggunakanya tidak dalam penggunaan normal, pasti akan berdampak serius, Maka dari itu, di pelatihan ini ada materi penyemprotan yang aman dan efektif. Harapannya kedepan petani bisa memahami agar bisa menggunakan pestisida sesuai dengan takaran dan sesusi dengan anjuran penggunaan,” tutupnya

Sementara kegiatan tersebut diisi oleh narasumber yang berasal dari Ketua Alister Pusat  Mulyadi Benang, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Dr Risdiana, dan dari Kementerian Pertanian Yuni Kuncari.

** Ramses / Nay 

Kini Tiga Ruang SDN Ciketug Rusak Parah

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Sebanyak enam ruang belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciketug, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tengah mengalami kerusakan dan tiga diantaranya rusak parah.

Kepala SDN  Ciketug Mursid menjelaskan, dari tujuh lokal berikut kantor dan enam ruang belajar secara umum mengalami kerusakan. “Secara umum sudah rusak, namun yang rusak berat itu tiga ruangan, yakni kelas satu, dua dan tiga,” kata Mursid kepada Jurnal Bogor, Senin (5/9).

Menurutnya, kondisi SDN Ceketug cukup mengkhawatirkan, terutama bangunan bagian atas dimana kondisinya sudah lapuk.

Ia mengatakan gedung SDN Ciketug itu telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun. Bahkan setiap tahunnya terus diajukan dan meminta pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk segera ada perbaikan gedung SDN Ciketug.

“Belum ada kabar pasti, kapan SDN Ceketug ini akan diperbaiki.”  ungkap Mursid.

Belum lama ini, pada pukul 6:30 pagi pada bagian plafon SDN Ciketug pernah mengalami ambruk. “Beruntung bukan di jam belajar, plafon sekolah itu jatuh.

Meski was was, kata Mursid sementara  ruang kelas yang mengalami kerusakan itu tetap digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Dari 294 siswa di SDN Ciketug, namun untuk kelas dua, tiga dan lima kegiatan belajar mengajar di jadwal menjadi dua sift.

Mursid mengatakan, kondisi kerusakan  ruangan di sekolahnya itu telah terjadi selama bertahun-tahun.

“Semoga tidak ada kejadian apa-apa terhadap siswa dan guru selama menunggu  SDN Ciketug untuk diperbaiki,” harapnya.

Kerusakan sekolah tidak sampai disitu, termasuk rencana Ruang Kelas Baru (RKB) di  SDN Sidamulya, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung yang urung dilaksanakan.

Salah satu tenaga pengajar di SDN Sidamulya Rohadi  sebelumnya menyebutkan, waktu 2020 lalu,  penambahan RKB itu sudah direncanakan bahkan lokasi lahan yang akan dijadikan bangunan RKB itu  sudah disurvei olah  konsultan perencana.

“Sudah 2022 ini bangunan RKB itu tak kunjung dibangun,” kata dia.

Sembari menunjukkan lokasi lahan, Rohadi menjelaskan, lokasi untuk bangunan RKB itu sudah ada. Bahkan pihak konsultan pun pernah mengatakan bahwa lokasi untuk bangunan RKB di SD Sidamulya kata dia telah memenuhi syarat.

“Lokasinya untuk RKB-nya telah memenuhi syarat,” kata Rohadi seraya menirukan ucapan si konsultan.

Pihak sekolah sendiri mengharapkan RKB itu untuk segera dibangun, karena 328 siswa selama kegiatan belajar terpaksa harus berdesakan karena dari 6 ruang belajar itu rata rata diisi sebanyak 58 siswa dengan satu meja 3 siswa. “Belum lagi kegiatan belajar dijadwalkan menjadi 2 shift,” terang Rohadi.

Ditemui terpisah, Sekretaris Desa Cisarua Ali Akbar membenarkan rencana pembangunan RKB di SDN Sidamulya sebelumnya telah disurvei konsultan perencana, namun hingga sekarang pembangunannya urung dilakukan. Sebetulnya, penambahan RKB di SDN Sidamulya itu sudah masuk perencanaan  tahun tahun 2021.

“Tahun 2021 list rencana pembangunan RKB, berikut  di SDN Parigi  itu sudah masuk. Diatas lahan sekitar seluas 200 meter rencana dibangun 3 lokal di SDN Sidamulya. Dikira  RKB itu akan dibangun tahun 2022. Ternyata tahun ini hanya dibangun MCK saja,” imbuhnya.

Dia berharap untuk RKB di SDN Sidamulya untuk disegerakan pembangun. Begitu juga dengan SDN Parigi mengingat jumlah murid juga banyak, namun fasilitas sekolah terbatas.

“Kami anggap kondisi ini sangat darurat. Ya, sangat darurat karena fasilitas belajarnya terbatas,”papar Ali Akbar.

Informasi diperoleh Jurnal Bogor, kondisi bangunan SDN  banyak yang rusak  berat di  Kecamatan Nanggung seperti SDN Parakanmucang 01, Desa Parakannuncang, SDN Parigi Desa Cisarua, toilet siswa dan guru di SDN Pasireurih Desa, Hambaro juga sudah lama tak berfungsi lantaran rusak berat.

** Arip Ekon

Didorong Kapolsek Gunung Putri, PT.Tirta Investama Hotmix Jalan Kabupaten 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor.

Sebanyak 6 titik jalan rusak yang berada di dua desa di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, diperbaiki oleh PT. Tirta Investama (Aqua) melalui program CSR (Corporate Sosial Resposibity). Perbaikan tersebut dilakukan atas inisiatif dari Polsek Gunung Putri yang sudah melayangkan surat ke PT. Aqua untuk menjaga keamanan, keselamatan dan ketertiban kelancaran lalu lintas, pada Minggu (4/9/22) lalu.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat mengatakan, perbaikan jalan Kabupaten ada di dua Desa diantaranya Desa Cicadas dan Desa Tlajung Udik. Dengan disalurkannya bantuan CSR PT.Tirta Investama tersebut akhirnya 6 titik jalan Kabupaten yang rusak di dua desa di Kecamatan Gunung Putri, telah diperbaiki dengan cara dihotmix.

“Alhamdulillah sudah dilaksanakan perbaikan jalan sebanyak 6 titik yang mana memang jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten, namun kami berinisiatif melayangkan surat ke PT.Tirta Investama demi untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalulintas,” ucap Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat kepada Jurnal Bogor, Senin (05/09/22).

Ia memaparkan, jalan rusak yang paling utama berada di simpang pertigaan Tlajung Udik-Cicadas, dimana lokasi jalan tersebut sering menelan korban dari pengendara sepeda motor.

“Dengan adanya perbaikan jalan ini membuat kita menjadi lebih peduli terhadap lingkungan yang ada disekitar kita,” papar Kompol Bayu yang pernah menjabat sebagai Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota ini.

Menurutnya, upaya ini merupakan dorongan dari Polsek Gunung Putri, berawal ketika pernah terjadi truk patah as roda yang menyebabkan kemacetan panjang akibat melindas lubang yang cukup dalam. “Jadi pada waktu itu dari PT.Tirta Investama memang sudah berinisiatif, untuk memperbaiki jalan Kabupaten yang rusak, tapi tidak ada yang respons,” ujarnya.

“Awal kami menjabat kemudian kami mencari kira kira perusahaan mana yang mau peduli akan keadaan lingkungan sekitar, akhirnya kami bisa bertemu dengan manajemen PT.Tirta Investama Bapak Mohammad efendy  (Plant Director ), kemudian melalui Pak Efendy Alhamdulillah beliau bersedia membantu untuk perbaikan jalan tersebut sehingga bisa terwujud sekarang ini,” jelasnya.

Ia berharap, kepada perusahaan yang ada di Kecamatan Gunung Putri, agar bisa peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. CSR perusahaan merupakan suatu komitmen perusahaan untuk membangun kualitas kehidupan yang lebih baik bersama dengan para pihak yang terkait, utamanya masyarakat di sekelilingnya dan lingkungan sosial dimana perusahaan tersebut berada, yang dilakukan terpadu dengan kegiatan usahanya secara berkelanjutan.

“Perusahaan-perusahaan yang sudah lama berdiri maupun yang baru harus tetap peduli dengan lingkungan di sekitarnya, dari mulai masalah pencemaran lingkungan, juga terhadap prasarana jalan yang menjadi akses jalan mereka berusaha maupun masyarakat sekitar,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Khawatir Dampak Limbah, Kades Mekarjaya dan Kalong Sawah Datangi Pabrik Sawit

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, dan Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor mendatangi pabrik kelapa sawit PKS Cikasungka (PTPN VIII), Senin (5/09/22).

Kedatangan mereka ke perusahaan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan yang telah mencemari lingkungan sungai Cikalong yang terkena dampak dari pencemaran limbah sawit.

Pasalnya, belum lama ini Sungai Cikalong tercemar oleh limbah yang kondisinya menghitam pekat dan menimbulkan bau aroma tak sedap. Dengan begitu menyebabkan sungai tersebut tidak dapat digunakan oleh masyarakat.

Menurut Kepala Desa Mekarjaya Ismail Abraham membenarkan ada tuntutan dari masyarakat agar pihak perusahaan tidak merugikan masyarakat yang terdampak.

“Jadi ini harus ada solusi seperti terkait MCK, sarana air bersih dan sodetan untuk lintasan limbah itu disalurkan ke sawah warga agar menjadi pupuk,” ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, antara pabrik dengan masyarakat agar masyarakat bisa terbantu dengan adanya perusahaan. jadi masyarakat minta dibuatkan sodetan lintasan untuk ke lahan pertanian warga. “Karena pupuk dari limbah ini luar biasa bagus, dengan begitu bisa saling menguntungkan,” ucapnya.

Menurut dia hal tersebut memang sering terjadi terlebih di musim penghujan. “Karena tampungan itu satu satunya solusi itu dari penampungan limbah terakhir bisa di salurkan ke sawah untuk pupuk,” tegasnya.

Sementara Satgas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Fery Herianto menjelaskan, akibat dampak dari bocornya pipa milik pabrik kelapa sawit itu Desa Kalong Sawah terdampak. Bahkan pihaknya selalu berkoordinasi dengan satgas di Kecamatan Cigudeg agar terjalin komunikasi.

“Hari ini kita sudah sepakati bersama disaksikan dengan Kepala Desa Mekarjaya dan perwakilan dari Desa Kalong Sawah yang di area terdampak air limbah itu.

“Dari kejadian insiden memang yang sifatnya ada kebocoran di penampungan nomor 9 upaya dari dari pihak pabrik sudah menutup, cuman nanti jangka pendeknya mereka akan mengupayakan pakai media bronjong agar tidak terlalu besar alirannya ke sungai Cikalong sampai ke Cidurian,” tegasnya. 

Jadi kata dia nanti akan diajukan permintaan kita itu untuk membuat sodetan yang akhirnya dari limbah tersebut bisa mengaliri pesawahan untuk pemupukan.

“Akan menjadi produk turunan yang berasal dari limbah tersebut dan juga mengajukan sarana air bersih yang terkait dengan penanggulangan awal,” sebutnya.

Pihaknya kata dia hanya sebatas menginformasikan hal itu kepada atasannya dalam hal ini DLH Kabupaten Bogor mengenai  informasikan apa yang terjadi di lapangan.

“Kita sudah mengambil sampel untuk dijadikan acuan ke DLH apakah itu air limbah berbahaya nanti hasil dari analisis mereka dan pihak pabrik sawit juga mengakui air itu berasal dari mereka karena jebol penampungannya,” paparnya.

Ditempat yang sama Masinis Kepala PKS Cikasungka Pandu Gemilang membenarkan, bahwa kejadian itu  limbah yang berasal dari pabrinya. Dia beralasan bahwa kejadian tersebut karena iklim.

“Force majeure suka gak suka kami harus tangani karena itu sifatnya ya berhubungan dengan iklim,” katanya.

Menurut dia, dengan kejadian tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan kantor pusat yang mempunyai kebijakan. Bahkan pihaknya mempunyai kewajiban untuk membuat program jangka panjang.

“Kemarin kami dapat program untuk normalisasi untuk kolam ipal itu, sudah kita laksanakan, untuk menambah retensi  kolam itu juga sudah kita lakukan hanya saja kemarin ini faktor alam,” tegasnya lagi. 

Dia berharap  perusahaan bukan menjadi sumber masalah tapi bisa memberikan reseptif untuk masyarakat sekitar. “Baik itu dari sosial maupun ekonominya. sebab 80 persen perusahaan ini berdayakan masyarakat sekitar,” tukasnya.

** Andres

Hari Pelanggan, Radjak Hospital Cileungsi Bagikan Souvenir

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Bertepatan Hari Pelanggan Nasional 2022, Radjak Hospital Cileungsi membagikan souvenir sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia. Demikian dikatakan Direktur Rumah Sakit MH Thamrin (Radjak Hospital) Cileungsi dokter Mastika Talib, MARS.

“Kami memberikan apresiasi kepada pasien sebagai pelanggan setia rumah sakit dalam menyemarakkan Hari Pelanggan Nasional 2002,” ujar dokter Ika beserta manajemen pada saat membagikan souvenir kepada pelanggannya pada Minggu (4/9) dan Senin (5/9).

Menurutnya, di tengah kegiatan bagi-bagi souvenir tersebut, pihaknya menegaskan, betapa pentingnya pasien yang merupakan pelanggan bagi rumah sakit. “Sudah sepantasnya kami memberikan apresiasi kepada mereka yang sudah setia bersama kami,” ucap dokter Ika.

Menurutnya, apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan kepada para pelanggan yang menjadi subyek pelayanan. Di sini pihaknya kembali menegaskan, akan selalu memberikan pelayanan prima kepada para pelanggan, sebab kepuasan pelanggan menjadi prioritas pelayanannya.

“Selain itu, jajaran manajemen Radjak Hospital Cileungsi memberikan kejutan kepada para pesien rawat jalan dan rawat inap,” ungkapnya.

Bahkan seorang pasien yang enggan disebut namanya mengaku terkejut ketika mendapat souvenir  yang dibagikan oleh manjemen rumah sakit melalui kegiatan bagi-bagi souvenir yang dibagikan kepada pasien pelanggan.

”Kami surprise, mendapat hadiah kejutan dari pimpinan rumah sakit. Semoga komitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada kami terus ditingkatkan, sehingga kami semakin puas dengan pelayanan rumah sakit. Selamat Hari Pelanggan Nasional.” imbuhnya.

** Nay Nur’ain