28.7 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 823

Tak Ada Perbaikan, Akses ke Pasar Leuwiliang Dibiarkan Rusak

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Kondisi jalan ke arah Pasar Leuwiliang mengalami rusak parah dan dikeluhkan pengguna jalan yang setiap hari melintas. Musababnya, ketika hujan turun kondisi jalan mirip kolam ikan.

“Kalau ini lebih dikenal Jalan Lingkar Pasar Leuwiliang dan kondisi sudah rusak parah karena menjadi salah satu akses warga yang belanja ke pasar,” kata Kepala Unit Pasar Leuwiliang Mulyadi kepada wartawan, Senin (5/9).

Dia juga mengatakan tentunya kerusakan jalan ini pihal pasar merasa dirugikan karena salah satu akses lewat belakang. Meskipun statusnya bukan milik Perumda Pasar Tohaga.

“Ada sebagian jalan lingkar masuk area pasar batasnya yang sudah dicor dekat pasar ikan, sisanya jalan desa karena kemungkinan sudah dibebaskan,” jelasnya.

Namun dampak kerusakan jalan warga menjadi tidak nyaman kemudian akses masuk ke area pasar berkurang karena semuanya pasti mengarah lewat depan jalan utama.

“Kalau jalan ini bagus otomatis mobilitas warga yang ke pasar bisa lebih terurai untuk kemacetan didepan jalan utama yang kerap macet,” tuturnya.

** Arip Ekon

Sambut HUT Partai Demokrat ke-21, DPC Demokrat Kabupaten Bogor Bangun Lapangan Voli

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Menyambut hari ulang tahun Partai Demokrat ke-21, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bogor, terus melakukan bersih-bersih dan rehab ringan kantor DPC serta fasilitas pendukung lainnya seperti Lapangan Indoor Demokrat Sport Center, Mushola, Saung Ngopi Barokah dan yang paling terbaru DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, membangun sarana lapangan bola voli  ukuran 11×22 m2 yang dibangun persis di halaman depan kantor.

“Alhamdulillah, pembangunan lapangan bola voli berjalan lancar, hingga saat ini progressnya sudah mencapai 90% dan akan rampung Senin (5/9/2022), hal ini kami lakukan guna mensukseskan tournament Bola Voli AHY Cup 2022 di Kabupaten Bogor, karena turnamen ini di gagas langsung oleh Ketua Umum kami Mas Agus Harimurti Yudhoyono atau yang akrab disapa AHY,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang Decan’s menuturkan akan banyak manfaat kedepan setelah lapangan ini selesai dibangun, ia mengatakan setelah gelaran tournament AHY CUP 2022 selesai, lapangan voli ini dapat digunakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor sebagai sarana olahraga bola voli.

“Jadi dasar pemikiran pembangunan lapangan ini untuk jangka Panjang, setelah saya dan tim berhitung anggaran jika menyewa lapangan untuk tournament dengan membangun lapangan itu selesihnya tidak begitu mencolok, maka dari itu kami putuskan untuk membangun lapangan saja, agar bisa memberi manfaat bagi masyarakat ke depannya,” papar Kang Decan’s.

“Saya berharap pembangunan lapangan voli ini dapat memberi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya para pecinta olahraga bola voli yang ada di Kabupaten Bogor, dan hal ini juga senada dengan tagline HUT partai Demokrat ke-21 ‘Demokrat Bersama Rakyat Memperjuangkan Perubahan dan Perbaikan’ jadi mari kita bersama-sama untuk berjuang untuk perubahan dan perbaikan,” pungkasnya.

** bma-pd/gp

The Jungle Perpanjang Promo KTP Jabodetabek

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Kabar baik untuk yang belum sempat berlibur ke The Jungle Waterpark Bogor, promo KTP khusus Jabodetabek atau bagi teman-teman yang berdomisili di Jabodetabek ( Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) diperpanjang.

Dengan menunjukkan KTP domisili Jabodetabek saat pembelian tiket, pengunjung akan mendapatkan harga tiket khusus Rp. 47.000 per orang pada Senin-Kamis, Rp. 45.000 per orang pada hari Jum’at dan Rp. 55.000 per orang pada Sabtu dan Minggu. Promo ini berlaku hingga 30 September 2022 dan berlaku mulai jam 11.00 WIB.

“Promo KTP hanya berlaku untuk pembelian tiket langsung di loket The Jungle saat kedatangan mulai pukul 11 siang. Satu KTP berlaku untuk maksimal 4 orang, “ jelas Minia, Marcomm Manager The Jungle.

Tidak ketinggalan, The Jungle Waterpark Bogor juga memberikan promo gratis untuk teman-teman yang berulang tahun pada bulan September. Dengan menunjukkan bukti identitas seperti fotokopi KTP/SIM/Akte Lahir/KK/Kartu Pelajar di loket tiket maka gratis masuk bagi yang ulang tahun.

“Jangan lupa yang ulang tahun syaratnya wajib membawa minimal 2 orang pendamping yang akan mendapatkan harga khusus tiket masuk. Boleh datang tidak pas tanggal ultah ya, yang penting bulan September,” papar Minia. 

The Jungle beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 s/d 17.00 WIB dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Setiap pengunjung wajib mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yaitu dengan menerapkan aplikasi Peduli Lindungi, cek suhu tubuh dan memakai masker. The Jungle juga menyiapkan tempat cuci tangan di seluruh area.

**handymehonk

Kawasan Wakaf Terpadu Teras Lembang Kembali Dibanjiri Ratusan Ibu-ibu Majelis Taklim

0

Bandung | Jurnal Bogor

Kawasan Wakaf Terpadu Teras Lembang untuk yang kesekian kalinya mengadakan kegiatan yang bertema: “Rihlah dan Tabligh Akbar” yang diikuti oleh ratusan ibu-ibu dari berbagai perwakilan majelis taklim dari Kota Bandung yang bertempat di Kawasan Wakaf Terpadu Teras Lembang pada Rabu (30/08).

Kegiatan yang mengusung konsep kajian dan tadabur alam ini merupakan hasil kolaborasi Sinergi Foundation dengan Muslimat Al-Ittihadiyah Jawa Barat, Masjid Daarul Aulia dan Pengajian Muslimah Sinergi Foundation.

Kegiatan berlangsung di Masjid Daarul Aulia yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ustazah Nani, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Bunda Emma. Kemudian sambutan dari DKM Daarul Aulia yang disampaikan oleh Sigit Yunanto. Dilanjutkan sambutan dari Kepala Cabang Utama JNE Regional Bandung oleh Iyus Rustandi dan sambutan dari Owner Ina Cookies oleh Ina Wiyandini. Setelah sambutan selesai, Sinergi Foundation berkesempatan menyampaikan program Wakaf Masjid Daarul Aulia, yang disampaikan oleh Asep Muad.

Di sela sambutan yang disampaikan oleh Iyus Rustandi. JNE Regional Bandung memberikan santunan zakat sebesar 25 juta untuk anak yatim-dhuafa. Santunan tersebut secara simbolis langsung diserahkan oleh Iyus Rustandi dan diterima oleh CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan.

Tak lupa, Ina Wiyandini dalam sambutannya, menceritakan sedikit perjuangannya sebagai perempuan yang berusaha merintis usaha kue nya tersebut. Ina dengan penuh haru memberikan wejangan kepada para ibu-ibu majelis yang hadir untuk selalu semangat dalam mencapai mimpi yang diinginkan.

“Bukan kesulitan yang membuat kita sulit melainkan mindset kita sendiri. Harus tetap beriktiar untuk mencapai impian yang diinginkan” tutur Ina.

Hal tersebut disampaikannya karena kegiatan kali ini mengusung tema yang berkaitan dengan seorang wanita muslim yang harus tangguh dalam menjalani kehidupan.

Ratusan ibu-ibu majelis taklim yang hadir sangat antusias mendengarkan kajian yang disampaikan oleh Teh Ninih Mutmainnah. Kajian yang disampaikan mengangkat tema Muslimah Tangguh.

Dalam kajiannya, Teh Ninih menyampaikan, bahwa di zaman sekarang para wanita harus memiliki pandangan hidup seperti yang dicontohkan oleh istri baginda Rasulullah, Khadijah radhiyallahu ‘anha. Di mana Teh Ninih memberikan contoh nyata terkait kehidupan istri Rasulullah tersebut yang menjadi wanita sukses dan menjadi suri tauladan bagi seluruh wanita muslim saat ini. 

Kajian yang disampaikan oleh Teh Ninih mendapatkan banyak respon positif dari para ibu-ibu majelis yang hadir. Tak sedikit banyak ibu-ibu yang ingin bertanya kepada Teh Ninih terkait dengan persoalan hidup yang dihadapi oleh para kaum ibu saat ini. Ditambah lagi pihak penyelenggara telah menyiapkan doorprize untuk peserta yang bertanya. Hal tersebut membuat ibu-ibu majelis yang hadir semakin antusias dan membuat suasana semakin ramai.

Di akhir kajian, Sinergi Foundation memberikan santunan berupa paket sembako kepada anak yatim-dhuafa. Paket tersebut diserahkan oleh Manager Program, Rahmi Indriyani, kepada perwakilan anak yatim-dhuafa yang hadir.

Kegiatan berlangsung dengan ramai, karena setelah kajian selesai para ibu-ibu majelis langsung mengerumuni pasar bahagia. Di mana para ibu-ibu majelis yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan kupon yang kemudian bisa ditukarkan dengan makanan secara gratis. Selain itu, Sinergi Foundation memberikan sayuran yang ditanam langsung di kawasan Teras Lembang tersebut secara gratis kepada para peserta.

Di akhir kegiatan, ibu-ibu majelis melakukan rihlah di kawasan Teras Lembang. Di mana di kawasan tersebut tidak hanya terdapat Masjid Daarul Aulia saja, melainkan terdapat berbagai macam tempat wisata halal berbasis wakaf. Di antaranya opieun Bandung, kebun stroberi, kebun anggrek, kebun sayuran, arena berpanah hingga berkuda.

Terlihat rasa bahagia dari para ibu-ibu majelis taklim saat mengikuti kegiatan Rihlah dan Tabligh Akbar ini. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu peserta yang hadir mengikuti kegiatan ini, Lia Amaliana, saat ditemui di sela kajian berlangsung.

“Alhamdulillah pagi hari ini kita melaksanakan kegiatan rihlah dan tabligh akbar di masjid Daarul Aulia Teras Lembang. Dengan banyaknya jamaah yang hadir pagi hari ini dari Bandung, Lembang dan sekitarnya. Mudah-mudahan untuk ke depannya lebih banyak jamaah lagi yang hadir. Semoga masjid Daarul Aulia ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Lembang pada khususnya, dan umumnya bagi kita semua,” tutur Lia.

Hal yang tak luput ditinggalkan oleh ibu-ibu majelis taklim adalah berswafoto di kawasan Teras Lembang. Tak dipungkiri lagi suasana sekitar Teras Lembang yang dikelilingi oleh pegunungan hijau yang memanjakan mata yang melihat. Ditambah lagi tempat wisata yang tersedia membuat foto selfie menjadi bucket list ibu-ibu majelis yang hadir.

Tujuan diadakannya kegiatan ini selain untuk menimba ilmu, di sisi lain mengajak para ibu-ibu majelis taklim menikmati suasana Teras Lembang yang dibangun di atas tanah wakaf, dengan melihatkan semua fasilitas yang bisa di bangun dengan konsep berbasis wakaf produktif.

Diharapkan kedepannya akan lebih banyak kegiatan yang dilakukan di Kawasan Wakaf Terpadu Teras Lembang. Sehingga banyak masyarakat yang berkunjung dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan adanya pemanfaatan kawasan berbasis wakaf.

Kawasan Wakaf Terpadu Teras Lembang sendiri merupakan kawasan berbasis wakaf yang dikelola oleh lembaga non-profit Sinergi Foundation yang menyajikan wisata religi. Terdapat berbagai fasilitas yang dikelola dengan dana berbasis wakaf seperti Masjid Daarul Aulia. Selain itu terdapat berbagai fasilitas lain, di antaranya opieun Bandung, kebun anggrek, kebun stroberi, kebun sayuran, arena berpanah dan berkuda.

**prast

UPT Bakal Gelar Pepeling Adminduk, Warga: Pemdes Malasari Segera Blow Up

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menyambut baik rencana digelarnya jemput bola pembuatan akta kelahiran yang digagas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disdukcapil.

Salah satu warga Desa Malasari Sukandar menyebut upaya ini kesempatan, sebab sekitar 3 tahun lalu saat dirinya menjabat sekretaris desa di Desa Malasari kepemilikan akta lahir warga Desa Malasari hanya sekitar 45 persenan.

“Sejauh ini kepemilikan akta lahir bagi warga malasari, kami rasa belum signifikan. Dengan hadirnya program UPT Dukcapil pelayanan jemput bola pembuatan akta lahir, kami harap Pemdes Malasari segera memblow up-nya,” harap Sukandar kepada Jurnal Bogor, Minggu (4/9)

Meski Kabupaten Bogor telah mempermudah pelayanan administrasi pembuatan akta lahir, namun tetap saja bagi warga Malasari  untuk mencapai ke UPT Dukcapil jaraknya itu cukup jauh.

“Jarak tempuh ke UPT itu cukup jauh, belum lagi insfratruktur jalan di Malasari dalam keadaan rusak, semisal kalau ada warga kondisi hamil untuk bermaksud membuat akta ke UPT kan  prihatin,” kata dia.

Meski demikian, program penyelenggaraan pelayanan keliling pembuatan administrasi kependudukan upaya positif. “Kami sangat berterimakasih kepada UPT Disdukcapil karena akta lahir salah satu kebutuhan masyarakat,” kata dia lagi.

Sukandar yang merupakan staf pelasana Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) di Kecamatan Nanggung merespons  jemput bola yang diprogramkan UPT Dukcapil. “Kami sebagai warga Malasari tentu menyambut baik rencana pembuatan akta lahir ini,” kata Sukandar.

Bukan hanya dia, termasuk Kepala Seksi pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Nanggung Ridwan mengakui setuju ihwal rencana penyelenggaraan jemput bola pembuatan akta kelahiran dilaksanakan di Desa Malasari. “Agenda UPT untuk  jemput bola pelayanan akta lahir, kami pasti setuju, begitu juga Pemerintah Desa Malasari juga setuju,” jelasnya.

Sebelumnya, UPT Dukcapil melaksanakan penyelenggaraan pelayanan keliling (Pepeling) Administrasi kependudukan (Adminduk) di Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg pihaknya berencana akan menyambangi wilayah Desa Malasari di Kecamatan Nanggung.

“Program Pepeling Adminduk ini, yang kami sambangi yakni, utamanya Desa yang jauh dari pusat pelayanan kecamatan maupun UPT Dukcapil, salah satunya Desa Malasari. Untuk itu kami berinisiatif, jemput bola tingkat desa pembuatan akta lahir rencananya digelar di Malasari,” ujar Kepala UPT Disdukcapil Toni Topandi.

Namun kata dia, itupun tergantung kesiapan  Pemerintah Desanya sebab pelaksanaannya pada Sabtu atau Minggu. “Karena jadwal hari Senin hingga Jumat kami biasa melayani di kantor,” tukasnya.

** Arip Ekon.

Hapelnas, Alfamart dan Alfagift Ajak Pelanggan Lebih Smart & Green 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Menyemarakkan Hari Pelanggan Nasional pada 4 September 2022 ini Alfamart menggelar program-program menarik bagi pelanggannya. Ada tiga CERIA (Cashback Ekstra dari Alfagift) yang diunggulkan ialah  potongan harga eco bag, paper bag hingga kegiatan member gathering.

Pada kegiatan member gathering kali ini diikuti lebih dari 1600 member loyal Alfamart yang diadakan serentak di 32 kota, pada Minggu (4/09/22), Alfamart memberikan sejumlah voucher belanja bagi member melalui aplikasi Alfagift yang sudah diunduh. Bukan itu saja, member loyal juga beramah tamah dengan manajemen sekaligus mendapatkan sosialisasi keuntungan berbelanja menggunakan Alfagift.

Branch Manager Alfamart Cabang Cileungsi Mulyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap pelanggan dan member loyal yang sudah setia berbelanja di Alfamart, juga menjadi momen untuk semakin mendekatkan Alfamart dengan pelanggan setianya.  

“Dengan berbelanja di Alfagift, pemenuhan kebutuhan sehari-hari akan lebih praktis dan instan, plus banyak program menarik yang ditawarkan Alfagift. Saatnya masyarakat modern mulai memanfaatkan kemudahan teknologi, salah satunya beralih berbelanja melalui Alfagift,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (04/09/22).

Lalu CERIA (Cashback Ekstra dari Alfagift)?, kata dia, merupakan program khusus pelanggan yang berbelanja di Alfagift minimal 100 ribu rupiah (kecuali minyak goreng, rokok, gula, pulsa, susu bayi dan produk segar) akan mendapat voucher cashback sebesar 10 ribu rupiah. Sebanyak 45.000 pembeli pertama yang berhak mendapat voucher cashback tersebut. Masa belanja CERIA dan voucher berlaku dari 4 – 8 September 2022.

“Sedangkan program lainnya ialah potongan harga berlaku 1 hari di 4 September 2022 untuk tas belanja ulang kali pakai (eco bag dan paper bag).  Bagi pelanggan yang berbelanja minimal 150 ribu rupiah bisa mendapat potongan harga spesial 2000 rupiah untuk eco bag atau 500 rupiah untuk paper bag. Ini adalah upaya Alfamart agar konsumen semakin terbiasa menggunakan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali,” paparnya Mulyanto.

 Terpisah, Corporate Communication GM Alfamart, Rani Wijaya menjelaskan, tiga program ini adalah program spesial Hari Pelanggan Nasional dan juga bentuk penghargaan bagi pelanggan dan member setia Alfamart, agar belanja dengan Smart & Green. Harga spesial untuk eco bag dan paper bag ini adalah salah satu cara membiasakan kepada masyarakat pakai tas belanja pakai ulang setelah berbelanja, alih-alih kantong plastik sekali pakai yang mempunyai efek buruk jangka panjang bagi lingkungan.

“Kami ingin agar masyarakat terbiasa tidak meminta atau bahkan menolak kantong plastik dan membiasakan diri membawa tas ramah lingkungan.  Semoga kebiasaan kecil ini berdampak besar untuk lingkungan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ribuan Warga Lumpang Rayakan HUT Desanya dengan Pawai Karnaval

0

Parungpanjang | Jurnal Bogor 

Ribuan masyarakat meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor yang ke-102 tahun dengan berbagai kreasi budaya melalui pawai karnaval, Minggu (04/09/22).

Acara yang bertajuk ‘Pandemi Pamit Desa Lumpang Bangkit’ tersebut diharapkan Pemerintah Desa Lumpang bisa bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19 yang melanda selama hampir tiga tahun.

Kepala Desa Lumpang HM. Rodis Faisal menyatakan, acara tersebut baru dilakukan kembali setelah dua tahun pandemi Covid-19 tidak dilakukan.

Tampak animo masyarakat untuk mengikuti acara tersebut cukup antusias, dengan berbagai seni budaya dan pawai karnaval kreasi seni budaya di masing-masing lingkungan yang diperlombakan. 

“Saya berharap sesuai tema, Pandemi Pamit Desa Lumpang Bangkit. Artinya kami bangkit dari perekonomian untuk Desa Lumpang,” ujarnya.

Menurut dia, para peserta pawai karnaval dari setiap RT di wilayah desa tersebut. Pawai karnaval dari titik keberangkatan di lapangan Sanelux Perdayu berjalan menuju Kamaya Hill.

Di titik itu para pawai disambut oleh Anggota DPR RI Fraksi PPP Hj. Elly Yasin, dengan Pemerintah Kecamatan Parungpanjang.

“Ini sangat luar biasa, saya sangat mengapresiasi. Karena kegiatan ini begitu besar dan sangat antusias dari masyarakat, bahkan ini lebih besar dari acara di tingkat kecamatan,” kata Anggota DPR RI Fraksi PPP Hj. Elly Yasin, seusai kegiatan kepada wartawan. 

Kata Elly, bahwa di usianya yang bertambah semakin matang, diharapkan semakin tahun semakin bijaksana. “Pemdes Lumpang ini sangat memperhatikan masyarakatnya dan mempersatukan masyarakat yang bagaimana menerima aspirasi masyarakat,” paparnya.

Di tempat yang sama Camat Parungpanjang Icang Aliyudin mengaku, momen tersebut sangat besar. Sebab HUT Desa Lumpang yang ke-102 merupakan HUT yang sangat luar biasa.

“Karena kita saat pandemi kita terpuruk selama hampir tiga tahun dan sekarang bangkit dan ini atas dukungan warga,” kata dia.

Dengan begitu, warga ingin Lumpang bangkit kembali. Kegiatan ini yang tidak terlepas dari dorongan pihaknya.

“Ini adalah kebersamaan dan ajang silaturahmi. Sebab Lumpang ini adalah riwayat dari zaman Belanda. Bahkan nama Lumpang lebih tua dari nama Kecamatan Parungpanjang,” tukasnya.

** Andres

Hampir Satu Bulan Terkendala Jaringan, Paten di Nanggung Kembali Normal Besok

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Setelah hampir satu bulan terkendala jaringan, Senin (5/9) besok, Pelayanan Administrasi Terpadu di Kecamatan Nanggung (Paten), Kabupaten Bogor kembali normal.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Nanggung Ridwan. “Insya Allah kalau tidak ada kendala jaringan lagi, Senin (5/9) pelayanan di Nanggung normal seperti biasa,” kata Ridwan saat dihubungi Jurnal Bogor, Minggu (4/9).

“Pembuatan Kartu Keluarga (KK) dipastikan sudah bias dilakukan,”timpal Teti salah satu petugas di pelayanan di Kecamatan Nanggung.

Sebelumnya disebutkan, sepanjang  Agustus 2022 para pegawai di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Wilayah IV  lebih ekstra.

Pasalnya, UPT Dukcapil  diketahui yang setiap hari buka melayani warga masyarakat dari 7 kecamatan yakni Leuwisadeng, Leuwiliang, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga hingga warga  Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor belakangan membeludak.

Kepala UPT Dukcapil Wilayah IV Toni Topandi mengakui dalam beberapa pekan terakhir Dukcapil yang berkantor di lingkup Kecamatan Leuwisadeng dipenuhi pemohon  pembuatan akta kelahiran.

“Sebetulnya kita disini hanya melayani pembuatan akta saja mengingat pelayanan di Kecamatan Nanggung sekitar tiga pekan ini masih offline.

Di Kecamatan Nanggung, salah satu penyebab terkendalanya adalah jaringan, jadi pelayanan dari Nanggung sementara dialihkan ke UPT,” jelas Toni.

Ditambah lagi kata dia, di Kecamatan Nanggung itu kekurangan SDM hingga pelayanan terhadap masyarakat belum maksimal. Akibatnya, banyaknya pemohon  pembuatan KTP dan KK  terkendala hingga membludak karena pelayanan dari Nanggung sementara dialihkan.

** Arip Ekon

Miris, Telat Cutting Beton Jalan Bojong-Linggarmukti-Cibodas Patah-patah 

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Peningkatan jalan Bojong-Linggarmukti-Cibodas Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor yang di kerjakan oleh CV.Delapan Sodara dengan PT.Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas dengan memakan anggaran sebesar Rp.3,4 miliar sudah mengalami patahan pada beton.

Konsultan Pelaksana Sarwendy mengatakan sudah melakukan peneguran kepada pelaksana pekerjaan dan sudah mempertanyakan juga kepada pihak bacingplant apa yang membuat beton pada jalan tersebut patah.

“Kita sudah melakukan kinerja sesuai dengan prosedur, mempertanyakan kepada bacingplant penyebab keretakan tersebut. Adapun nanti solusinya harus melakukan grouting pada beton yang sudah patah tersebut, dugaan sementara ialah telat cutiing,” ujarnya kepada Jurnal Bogor di lokasi perkerjaan.

Di lokasi yang sama, Imam warga sekitar mengatakan jalan yang sedang dibeton ini tidak ada yang melintasi dan memang ditutup total oleh pekerjanya. “Jalan sudah ditutup total selama seminggu kurang lebih, gak boleh ada yang melintasi,” paparnya.

Menurutnya, jika kondisi beton saat ini sudah rusak atau patah, berarti ada kesalahan dari proses betonisasi tersebut. “Saya gak paham teknik ya, tapi kalo belum dipake udah ada patahan kerjanya asal-asalan berarti,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Jumat (02/09/22).

Dia berharap pemborong untuk lebih serius mengerjakan jalan tersebut, mengingat kondisi jalan tersebut sudah lama rusak dan sangat dirindukan oleh warga. “Yang lewat itu jika jalan ini aktif paling mobil pribadi aja yang ke pemandian Sodong, atau mobil petani yang membawa hasil panen, gak pernah di lintasi mobil-mobil besar. Jadi seharusnya kalo dibeton pasti lama umurnya,” pungkasnya Imam.

Saat dimintai keterangan via telepon selular perihal penyebab terjadinya keretakan pada beton baik Pengamat dari UPT Jalan dan Jembatan PUPR Cileungsi Didin maupun pelaksana dari CV.Delapan Saudara Ipul tidak memberikan tanggapan.

** Nay Nur’ain 

Jalan Bojong Kulur – Bantar Gebang Memprihatinkan

0

Udel: Kami Minta Pertanggungjawaban Bacingplant Fress Beton

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pekerjaan peningkatan jalan Bojong Kulur – Bantar Gebang yang dikerjakan oleh CV.Intan Perkasa dan PT.Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas dengan memakan anggaran sebesar Rp1,9 miliar memprihatinkan hingga mendapatkan teguran Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Dirut CV Intan Perkasa Dahlan mengakui memesan produk pada Fress Beton sesuai dengan RAB yaitu Fc’30 yang sudah mengering selama 3 hari. Namun kondisi kondisi beton tersebut tak sesuai harapan.

“Kami sudah memesan sesuai dengan prosedur, dan kami sudah meminta kepada Fress Beton untuk bertanggungjawab dan meminta di-grouting,” ujar Udel biasa disapa kepada Jurnal Bogor di ruang kerjanya, Jumat (02/09/22).

Menurutnya, saat mendapati kondisi beton tersebut, dia langsung mempertanyakan kepada bacingplant untuk bertanggungjawab akan kondisi beton yang sudah retak tengah dan patah, mengingat beton itu pabrikasi jadi harus ada pertanggungjawaban dari bacingplant.

” Hasil pembicaraan kemarin bacingplant siap untuk bertanggungjawab dan akan melakukan grouting pada beton yang sudah rusak tersebut, hanya sekarang sedang melakukan perbaikan di titik yang lain,” beber Udel.

Padahal, kata dia, pihak bacingplant sendiri bingung apa yang membuat beton produksinya cepat retak dan patah, meski sudah sesuai uji mutu.

“Pada intinya kami pihak perusahaan sudah memesan sesuai dengan RAB dan spek dengan volume P – kiri 315, panjang kanan 295, dan ada penambahan tutup udit ukuran 1 meter dengan panjang 145 meter, box colvet 33 meter , dan U-dict 40 meter,” paparnya.

Dia menegaskan, bacingplant harus dan siap untuk bertanggungjawab dengan kondisi beton pada Jalan Bojong Kulur-Bantar Gebang yang memprihatinkan.

Pengamat UPT Jalan dan Jembatan Kecamtan Cileungsi Badru mengatakan, pihaknya sudah melaporkan ke PPK DPUPR, dan masalah ini telah dirapatkan dan pihak plant juga sudah dipanggil.

” Untuk lebih jelasnya silakan tanya ke PPK karena kami hanya selaku monitoring, hanya sekedar melaporkan apa yang ada di lapangan, dan untuk kebijakan serta keputusan ada di PPK,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain