26.6 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 823

Tinjau Pencarian Mahasiswi IPB, Bima Temui Keluarga Korban

0

JURNAL INSPIRASI – Wali Kota Bogor, Bima Arya turun langsung memantau operasi tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian terhadap mahasiswi IPB University yang terseret aliran air di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (13/10).

Setibanya di lokasi sambil didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, Camat Tanah Sareal, Sahib Khan, dan Komandan Regu BPBD Kota Bogor, Maruli Sinambela, Bima Arya langsung melihat titik pencarian yang berjarak sekitar 50 meter hingga 100 meter dari titik lokasi pencarian.

Di sana Bima Arya memastikan proses pencarian dilakukan secara maksimal di titik yang diperkirakan keberadaan mahasiswi yang terseret arus.

Setelah itu Bima Arya pun menemui pihak keluarga yang ikut menunggu proses pencarian.

Sambil memegang tangan pihak keluarga dengan erat, Bima Arya terus menguatkan pihak keluarga agar tabah dan bersabar serta berdoa agar proses pelaksanaan pencarian bisa segera ditemukan.

Bima Arya memastikan bahwa proses pencarian mahasiswi IPB yang terseret arus dilakukan secara maksimal.

“Yang sabar ya bu, yang sabar, kita akan terus melakukan upaya maksimal, ini juga akan kita bongkar (lokasi saluran air untuk mencari),” kata Bima arya dengan suara lirih.

Tak hanya titik awal, Bima Arya juga menyampaikan kepada pihak keluarga pencarian juga dilakukan hingga ke wilayah hilir di Manggarai.

“Kami berkordinasi juga dengan teman-teman BPBD dari Kabupaten Bogor, termasuk seluruh wilayah sampai pintu air Manggarai. Kami sudah menyebarkan informasi ini dan pencarian dilakukan serentak sampai di hilir kita monitor terus,” katanya.** Fredy Kristianto

Peduli Sesama, PUAN Kota Bogor Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana

0

JURNAL INSPIRASI – Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Kota Bogor menyalurkan sejumlah bantuan kepada korban bencana tanah longsor dan banjir di tiga Kecamatan, Kamis (13/10).

Bantuan yang diberikan oleh organisasi sayap (orsap) PAN itu berupa uang tunai dan kebutuhan sehari-hari bagi warga Kecamatan Bogor Tengah, Selatan, dan Utara.

“Ini adalah atensi sosial dan bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah,” ujar Ketua PUAN Kota Bogor, Hakanna saat ditemui wartawan di Kampung Buntar RT 04 RW 08 Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (13/10).

Kata dia, kendati bantuan yang diberikan tidak terlalu besar, namun diharapkan dapat meringankan warga terdampak.

Selain memberikan bantuan, PUAN juga ingin silaturahmi dengan korban bencana sambil menampung aspirasi warga.

Aspirasi itu, sambung dia, akan didorong PUAN Kota Bogor kepada legislator dari PAN. Hakanna juga tak lupa mengimbau kepada warga agar lebih berhati-hati, mengingat curah hujan saat ini di Kota Bogor sangat tinggi.

“Curah hujan saat ini sangat tinggi, warga agar tetap waspada dan lebih berhati-hati, karena bencana bisa terjadi tanpa bisa diprediksi, bisa di rumah atau jalan raya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, korban longsor Kampung Buntar, Sutarkem mengaku bersyukur dengan bantuan yang diberikan PUAN Kota Bogor. Sebab, dapat meringankan keluarganya.

“Alhamdulillah diberi bantuan. Kalau kita berharap ke depannya bisa diperbaiki lagi rumahnya,” paparnya.n Fredy Kristianto

Dua Rumah Rusak Berat Terdampak Longsor

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sebanyak dua rumah di Kampung Cogreg, RT 02 RW 03 Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor mengalami rusak berat, akibat longsor.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (11/10) lalu, sekitar pukul 15:00 WIB. beruntung tidak ada korban jiwa, namun 11 jiwa harus diungsikan. “Dua rumah kena longsoran,”kata Camat Nanggung Ae Saefuloh, Kamis (13/10).

Ae mengatakan, pihaknya sudah melakukan assessment melalui Satpol PP dan sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor.

“Insya Allah aman tidak ada korban, Pol PP sudah saya perintahkan ke lokasi untuk melakukan assessment data sementara dua rumah rusak,” katanya.

Dia menjelaskan longsor sepanjang 5 meter dan lebar 4 meter akibat intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Bogor.

“Dua unit rumah atas nama Bapak Indra usia 30 tahun, dan Bapak Atang 30 tahun 2 KK 8 jiwa dan Bapak Dahong usia 50 tahun 1 KK, 3 jiwa,” kata Camat.

Kini warga yang rumahnya rusak akibat longsor diungsikan sementara ke rumah saudaranya. “Untuk menghindari longsor susulan sementara diungsikan dulu ke tempat yang lebih aman,” tukasnya.

** Andres

Lima Korban Bencana di Kota Bogor Belum Ditemukan

0

JURNAL INSPIRASI – Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian terhadap lima orang yang hanyut maupun tertimbun longsoran material.

Seperti diketahui, terdapat tiga orang yang masih dalam proses pencarian dalam musibah longsor di Gang Kepatihan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu (12/10).

Kemudian, terhadap mahasiswi IPB, Adzra Nabila yang hilang di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (11/10), dan Komar, lelaki 66 tahun yang hanyut terbawa banjir lintasan Sungai Ciharahas, Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu (12/10).

“Sampai hari ini belum ada yang ditemukan. Besok pencarian akan kembali dilanjutkan,” kata Theo kepada wartawan.** Fredy Kristianto

Soal Pemekaran Botim, Ini Kata Apdesi Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor  

Adanya pro dan kontra dari sejumlah warga Kecamatan Gunung Putri, terkait pemekaran Bogor Timur yang digaungkan oleh Presidium Bogor Timur, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Gunung Putri, Udin Saputra ikut angkat bicara.

Menurutnya, gejolak dalam sebuah kebijakan atau keputusan di setiap organisasi merupakan hal yang wajar. Apalagi kaitan pemekaran Bogor Timur menjadi kabupaten mandiri ini sangat banyak pertimbangan.

Selain sudah diketok oleh DPRD Kabupaten Bogor dan Provinsi Jabar, pusat pemerintahan Bogor Timur ini sudah ditentukan yakni di Kecamatan Jonggol. Bagi sebagian warga Kecamatan Gunung Putri, merasa lebih dekat ke Kecamatan Cibinong untuk mengurus segala adminisrtasi.

“Karena merasa lebih dekat ke Cibinong untuk urus administrasi, kalau ke Jonggol mungkin terlalu jauh apalagi kalau macet gak ada jalan lain lagi. Mungkin itu yang menjadi alasan beberapa warga Kecamatan Gunung Putri yang menolak pemekaran,” kata Udin Saputra kepada Jurnal Bogor, Kamis (13/10).

Oleh karena itu semestinya, jelas Udin yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Ciangsana menambahkan, persoalan ini harus diakomodir oleh Presidium Bogor Timur agar tidak menjadi gejolak yang berkepanjangan.

“Saya rasa Presidium Bogor Timur harus turun ke bawah lagi untuk mensosialisasikan kenapa harus dimekarkan Bogor Timur ini. Untuk penolakan dari beberapa warga saya rasa sah sah saja, agar Presidium mendapatkan masukan dari masyarakat Bogor Timur,” jelasnya.

Sekretaris Apdesi Kecamatan Gunung Putri, Amir Arsyad menegaskan, meski ada pro dan kontra dari masyarakat terkait pemekaran Bogor Timur ini merupakan hal yang wajar. Namun harus dilihat urgensinya terkait percepatan pembangunan infrastruktur dan SDM masyarakat, maka harus dilakukan pemekaran.

“Kalau ada segelintir yang menolak itu merupakan hal yang wajar. Berarti warga Gunung Putri peduli dengan pergerakan Presidium Bogor Timur agar lebih terarah. Artinya tidak manut saja namun ada masukan agar pemekaran bisa segera terwujud,” ucap Amir.

Namun para kepala desa yang ada di Kecamatan Gunung Putri mendukung penuh untuk pemekaran Bogor Timur. Mengingat, Kabupaten Bogor memang sangat luas sehinggai harus dimekarkan.

“Pertama kaitan pembangunan infrastruktur maupun SDM-nya biar berimbang. Lalu jika terjadi pemekaran secara jarak memang lebih dekat ke induk untuk mengurus administrasi. Tapi apapun itu pasti ada konsekuensinya, kalau mau mandiri ya harus dilakukan pemekaran,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

KPU Gelar Sosialisasi Verifikasi Faktual

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi verifikasi faktual (verfak) kepengurusan dan keanggotaan partai poltik calon peserta Pemilu tahun 2022, di Grand Hotel Orri, Mayor Oking Jaya Atmaja, Citeureup, Kabupaten Bogor, Kamis (13/10/2022). 

Namun dari kehadiran parpol yang diundang hanya dihadiri oleh LO parpol dan terkesan diabaikan parpol calon peserta pemilu 2024.

“Kalo untuk undangan, tentunya KPU Kabupaten Bogor sudah berupaya mengundang namun dari parpolnya ya tentunya parpol yang memahami masalah mereka,” kata Ketua Divisi Teknis KPU Provinsi Jawa Barat, Endun Abdul Haq saat menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Endun memaparkan, sesuai dengan jadwal ditetapkan untuk verfak calon peserta partai politik mulai 15 Oktober- 4 Nopember 2022. Karena itu, agar setelah sosialisasi verfak kepada para calon peserta partai politik untuk  persiapan diri verfak di kantor KPU Kabupaten Bogor dan verfak keanggotaan, kepengurusan, Kartu Tanda Anggota (KTA) dan KTP.

Di Kabupaten Bogor nanti akan ada sampel anggota yang harus diverifikasi faktual, daftar sampel itu ditentukan oleh KPU RI yang akan dikirim ke Kabupaten Bogor untuk dilakukan verifikasi faktual. 

“Jika saat diverifikasi faktual, anggota parpol itu tidak bisa ditemui, maka KPU akan beritahukan ke LO parpol bahwa anggota tersebut tidak dapat ditemui, maka parpol diimbau untuk mengumpulkan di kantor parpol. Jika tidak datang maka anggota itu akan ditelepon dari kantor parpol tersebut. Jika tidak ada juga klarifikasinya maka anggota itu dicoret,” jelas Endun kepada Jurnal Bogor, Kamis (13/10).

Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni menjelaskan sosialisasi  verfak bagian terpenting untuk menjadi peserta Pemilu tahun 2024. Hal ini sejalan dengan persiapan sebelum menerima lolos tidaknya verifikasi administrasi. Perlu dipersiapkan verfak sesuai dengan tahapan-tahapannya. 

Oleh karena itu, ia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan stakeholder serta  jajaran terbawah ikut membantu pelaksanaan vervak nanti mengingat Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan dan 435 desa/kelurahan se Kabupaten Bogor. 

“Hal ini atas keterbatasan  Sumber Daya Manusia (SDM) di KPU Kabupaten Bogor, sangat terbatas sudah barang tentu mohon dibantu untuk verfak nanti, ” kata Ummi Wahyu dihadapan calon peserta politik Pemilu dan sekaligus membuka sosialisasi verfak peserta dengan peserta  partai politik. 

Sementara Kadiv Teknis KPU Kabupaten Bogor Yana Nurheryana, sebagai moderator  membuka sosialisasi verfak dengan menghadirkan narasumber Bidang Teknis KPU Provinsi Jawa Barat guna menjabarkan berbagai mekanisme untuk persiapan verfak.

“Nanti kami dari KPU akan datang door to door ke anggota parpol yang namanya tercantum sebagai sampel yang dikirim KPU RI. Dimohon agar para anggota parpol tersebut bersiap menerima kedatangan KPU,” ujar Yana. 

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Abdullah Dahlan mengatakan secara tugas fungsi adalah sebagai pengawas pelaksanaan Pemilu peserta partai politik. Oleh karena itu Bawaslu berharap agar semua prosedur dalam regulasi dipenuhi dan dijalankan. 

“Kami juga berharap, pendekatan persuasif dalam tahapan verfak ini dikedepankan. Tetap berkomunikasi dan bersinergi sebagai penyelenggara Pemilu,” tandas Abdulah.

** Nay Nur’ain

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, 5 Rumah Rusak Berat

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Akibat  hujan disertai angin kencang mengakibatkan 6 rumah di Desa Petir, Dramaga, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan. Saat ini petugas BPBD dan Pemdes setempat sedang melakukan pendataan terhadap korban.

“Kejadian Rabu malam saat hujan deras disertai angin kencang ada 6 rumah yang rusak,” kata Kades Petir Dramaga, Sukardi kepada wartawan, Kamis (13/10).

Sukardi menyebutkan, rumah yang rusak berat berada di wilayah RT 03/06, RT 03/07 dan Kampung Sempur RT 04/04 itu milik Suryadi. Sementara rusak ringan ada di Kampung Cikiruh RT 01/03.

“Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa tapi pemerintah desa melakukan evakuasi warga yang rumahnya rusak ke rumah tetangga yang tidak terdampak angin kencang,” jelasnya.

Dia mengungkapkan rumah warga yang rusak sudah didata oleh BPBD untuk dilakukan pengajuan perbaikan secepatnya.

“Kami imbau agar rumah yang terdampak jangan dulu dihuni sampai kondisi aman dan menunggu perbaikan dulu,” tukasnya.

** Arip Ekon

Korban Hanyut Tegal Lega Belum Ditemukan

0

JURNAL INSPIRASI – Tim SAR gabunhan masih melakukan pencarian terhadap Komar (66), warga RT 03 RW 01, Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah, yang hanyut akibat terbawa arus banjir lintasan pada Rabu (12/10) sekitar pukul 15.30 WIB.

Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid mengatakan bahwa pencarian korban diperluas hingga ke aliran sungai di kawasan Olympic, Kecamatan Bogor Utara.

“Pencariam diperluas sampai Kamis (13/10) sore masih belum ditemukan,” ujar Wahid kepada wartawan.

Wahid menjelaskan, korban hanyut akibat banjir lintasan Sungai ciharahas lantaran meluap setinggi 3 meter. Akibat luapan itu, saung lapak Komar teredam dan terbawa hanyut.

“Disaat yang bersamaan korban ikut terbawa arus sungai. Ia hanyut lantaran menyelamatkan barang-barang miliknya. Itu berdasarkan keterangan saksi,” ucapnya.

Kata dia, pada saat kejadian korbam tidak mengenakan bajilu, dan hanya menggunakan celana pendek. Pencarian, sambung dia, dimulai dari titik awal kejadian, dan sempat dihentikan ketika hujan deras.

“Sampai sekarang belum ditemukan, besok akan dilanjut,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Pemcam Gunung Putri Adakan Maulid Nabi Sekaligus Penyerahan Piala Kejuaraan MTQ

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul awal 1444 hijrah 2022, di halaman Kantor Kecamatan Gunung Putri, Kamis (13/10).

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut sekaligus penyerahan piala lomba MTQ Tingkat Kabupaten, Kecamatan Gunung Putri meraih juara ke-2 dalam kategori ta’aruf.

“Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini kita mengundang semua unsur dari Muspika, kepala desa se-Kecamatan Gunung Putri, tokoh agama, tokoh pemuda, Ormas, dan ibu-ibu pengajian dari majlis ta’lim yang ada di Kecamatan Gunung Putri, yang intinya untuk silaturahmi,” ucap Camat Gunung Putri Didin Wahidin kepada Jurnal Bogor, Kamis (13/10).

Ia menyampaikan, peringatan Maulid Nabi ini untuk meningkatkan ketakwaan kepada kepada Allah SWT agar bisa mengikuti sunah-sunah Rasulullah yang telah diajarkan dalam Al-Quran.

“Semoga dengan diadakan Maulid Nabi ini, kita bisa lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, sebagaimana yang sudah diajarkan dalam Al-Quran dan hadis, semoga senantiasa kita ada pada lindungannya,” ucap Didin Wahidin,

Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri Udin Saputra menyampaikan, Apdesi Kecamatan Gunung Putri memenuhi undangan dari Pemerintahan Kecamatan Gunung Putri.

“Alhamdulillah kita bersama kepala desa yang lain hadir di acara Maulid Nabi ini memenuhi undangan Camat Gunung Putri, sekaligus silaturahmi dan mendengarkan tausiah agar kita bisa memahami tentang makna dari Maulid Nabi itu sendiri ,” ucapnya.

Ia juga berharap tidak hanya sebatas hadir dan ikut meramaikan saja. “Kita sebagai umat muslim harus bangga dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW sebagi rasul yang diturunkan Allah SWT, dan kita juga harus mengikuti jejak, dan susah-sunahnya menjadi manusia yang beriman bertakwa,” pungkasnya.

Sementara turut hadir dalam kegiatan tersebut Apdesi Kecamatan Gunung Putri, Kapolsek Gunung Putri, Danramil Gunung Putri, tokoh agama, tokoh masyarakat, KNPI, dan Ormas.

** Nay Nur’ain

Camat Nanggung Minta Warga Waspada

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Dalam rangka mengantisipasi dan kesiapan menghadapi bencana, Camat Nanggung, Ae Saepuloh menginstruksikan jajarannya termasuk para kepala desa di Kecamatan Nanggung dan warga agar meningkatkan kewaspadaan ditengah musim penghujan seperti sekarang ini.

Dia membenarkan apa yang disampaikan Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin bahwa sekarang ini memasuki bulan musim penghujan, sehingga dia pun melakukan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam.

“Sekarang ini bulan-bulannya masuk musim penghujan,” ungkap Camat Nanggung Ae Saepuloh kepada wartawan, kemarin.

Selain imbau warga waspada bencana, Ae Saepuloh juga menyampaikan, pentingnya meningkatkan komunikasi dan sinergitas di wilayahnya.

“Dan kami pun sama melakukan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana,” katanya.

Imbauan itu, kata Ae Saepuloh, disampaikan melalui rapat koordinasi bersama semua leading sektor di wilayah Kecamatan Nanggung termasuk dengan para kepala desa.

“Imbauan kami sampaikan kepada masyarakat melalui rapat koordinasi dengan kepala desa di wilayah,” katanya.

Ae Saepuloh mengatakan, dia menginstruksikan kepada para kepala desa di wilayah Kecamatan Nanggung agar mengimbau warga mewaspadai bencana-bencana alam yang berkaitan dengan curah hujan tinggi seperti tanah longsor, banjir dan juga pohon tumbang.

“Memerintahkan kepala desa agar menyampaikan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungannya masing-masing,” tukasnya.

** Andres