29 C
Bogor
Saturday, August 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 816

PKL dan Parkir Liar Didepan RSUD Ciawi Ditertibkan

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ciawi bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, melakukan penertiban terhadap para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Raya Ciawi-Gadog, persisnya di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kamis (19/10).

Tidak hanya PKL, parkir liar kendaraan pengunjung RSUD Ciawi yang setiap hari mengganggu arus lalu lintas (Lalin) pun, turut ditertibkan dan tidak diperbolehkan lagi ada kendaraan parkir di jalan depan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut.

Camat Ciawi, Sutisna mengatakan, dalam melaksanakan penertiban pedagang dan parkir liar kendaraan pengunjung RSUD yang setiap hari mengganggu arus lalin ini, pihak kecamatan bekerjasama dengan Dishub dan Satpol PP Kabupaten Bogor.

 “Kami ingin sekitar depan rumah sakit tidak ada lagi PKL maupun parkir liar kendaraan pengunjung di jalan,” ungkapnya kepada wartawan saat ikut melakukan penertiban didepan RSUD Ciawi.

Mantan Camat Ciomas itu pun menyatakan, untuk mengantisipasi adanya aktivitas para pedagang dan parkir liar kendaraan pengunjung kembali, pihaknya melalui anggota Satpol PP kecamatan beserta Dishub akan melakukan penjagaan di sekitar depan RSUD.

 “Jadi setiap hari akan ada penjagaan dari anggota Satpol PP bersama Dishub di sekitar lokasi depan rumah sakit. Tentunya penjagaan itu akan dilakukan sampai tidak ada lagi pedagang atau pun kendaraan yang parkir di jalan,” jelas Sutisna.

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub Ciawi, Iwan Sugito menjelaskan, keberadaan parkir liar kendaraan pengunjung di bahu jalan depan RSUD Ciawi, memang mengganggu arus lalin. Sehingga, harus dilakukan penertiban agar semua kendaraan pengunjung rumah sakit, parkir ditempat yang sudah disediakan.

“Intinya semua kendaraan pengunjung tidak boleh ada yang parkir di jalan. Silakan parkir di tempat yang sudah disediakan pihak rumah sakit,” ujarnya.

Terkait adanya pihak ketiga yang mengakomodir kegiatan parkir liar kendaraan pengunjung dengan dalih mengacu kepada Peraturan Bupati (Perbup) tentang retribusi parkir ditepi jalan umum, Iwan mengaku, saat ini Perbup tersebut sedang dalam tahap revisi.

 “Dan jalan ini masuk ke Provinsi Jawa Barat (Jabar) bukan kabupaten. Makanya, pihak ketiga yang mengakomodir adanya parkir didepan RSUD Ciawi, tidak bisa menerapkan Perbup itu,” paparnya.

Terpisah, Kapala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) RSUD Ciawi, Mardani merasa terbantu dengan adanya penertiban PKL dan parkir liar kendaraan didepan rumah sakit. Alasannya, selain merusak estetika RSUD Ciawi, saat ini kondisi rumah sakit sedang ada penilaian dari pihak BPJS.

 “Di bulan November juga akan ada penilaian akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Makanya, kalau masih ada pedagang dan parkir liar, saya khawatir penilaian yang didapat hanya pratama bukan madya apalagi paripurna,” imbuhnya.

Meski begitu, Mardani mengaku secara hati nurani merasa kasihan kepada para pedagang. Namun, berbeda dengan keberadaan parkir liar yang selama ini banyak dikomplain dari berbagai pihak, termasuk di internal rumah sakit.

 “Parkir kendaraan di depan rumah sakit banyak yang komplain karena dianggap mengganggu, apalagi saat ada pasien yang emergency atau darurat, kendaraan ambulance saat akan masuk ke ruang instalasi gawat darurat (IGD) selalu kesulitan akibat terhalang kendaraan yang parkir di jalan,” akunya.

Mardani berharap, usai dilakukan penertiban, kondisi depan rumah sakit steril dan tidak ada lagi pedagang maupun parkir liar kendaraan. 

 “Kami juga berterimakasih kepada pihak kecamatan, Dishub dan Satpol PP yang sudah melaksanakan penertiban,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Gedung Sekolah MIS PUI Banar Ambruk

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Satu ruang kelas di sekolah MIS PUI Banar di Kampung Banar RT 02 RW 09, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor ambruk lantaran kondisi bangunan yang sudah lapuk termakan usia.

Kepala Sekolah MIS PUI Banar, Ade Saepudin mengatakan, kejadian ambruk satu ruang kelas tersebut terjadi pada Selasa (18/10/2022), pukul 17.00 WIB.

“Penyebab roboh bangunan disebabkan kondisi sekolah yang memang sudah tua,” kata Ade Saepudin.

Selain sudah lapuknya kondisi bangunan sekolah tersebut, Ade Sapudin menjelaskan, saat musim penghujan seperti yang terjadi akhir-akhir ini juga ada rembesan air pada tebingan yang tak jauh dari bangunan sekolah tersebut.

“Ditambah rembesan air hujan dari bawah tebing yang semakin memperparah kondisi bangunan sehingga bangunan sekolahan ambruk,” kata Ade Saepudin.

Ade Saepudin mengatakan, atas kejadian tersebut diharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk meninjau langsung kondisi sekolah dan memberikan solusi terkait pembangunan ruang kelas baru.

“Mudah-mudahan dinas terkait cepat dan tanggap dalam merespons ambruknya satu ruang kelas di MIS PUI Banar dengan memberikan bantuan berupa bangunan ruang kelas baru agar proses belajar dan mengajar kembali berjalan,” tukasnya.

** Andres

TOT Solusi Pupuk Mahal, Kementan Dorong SDM Pertanian Atasi Krisis Pangan

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian terus mendorong SDM Pertanian untuk mengantisipasi berbagai persoalan termasuk ancaman krisis pangan. Dengan melatih SDM-SDM Pertanian diharapkan mampu menggenjot produksi dan produktivitas pertanian. Karena hingga saat ini terbukti jika sektor pertanian sangat penting bagi kehidupan dan juga menjadi penyelamat dari keterpurukan.

Hal tersebut disampaikan saat sosialisasi Training of Trainer (ToT) Solusi Pupuk Mahal, Selasa (18/10/2022).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, peran pertanian sangat vital.

“Karena, pertanian harus memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Oleh sebab itu, pertanian tidak boleh bermasalah. Apalagi ancaman krisis pangan global semakin nyata,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, juga menjelaskan betapa pentingnya pertanian untuk menyangga hidup dan kehidupan. 

“Utamanya saat ini, disaat krisis pangan global yang luar biasa. Dalam kondisi krisis pangan global ini, ternyata sektor pertanian yang menyelamatkan kita dari keterpurukan,” katanya.

Dedi menegaskan, banyak negara, yang saat ini disinyalir lebih dari 60 negara, mengalami krisis pangan. lebih dari 300 juta orang mengalami krisis pangan. 

“Harga pangan melejit tentu disebabkan karena pasokan pangan berkurang signifikan. Dampak utamanya karena covid 19, climate change, serta perang rusia-ukraina. dalam kondisi seperti ini banyak saudara kita yang tak mampu mengakses pangan dengan baik, bahkan banyak yang mengalami stunting,” ujarnya.

Indonesia beruntung, beras sebagai makanan pokok ada dalam kondisi cukup. Indonesia juga berhasil mencapai sistem pertanian pangan yang tangguh, swasembada pangan, 3 tahun tidak impor beras, yaitu 2019 sampai 2021.

“Bahkan, sampai saat ini BPS mengeluarkan rilis bahwa 2022 pasokan beras kita surplus lebih besar dibanding tahun lalu. BPS memprediksi di desember 2022 indonesia surplus beras bahkan meningkat dari tahun lalu. itulah yang menyelamatkan kita dari krisis pangan global,” katanya.

Dedi menambahkan, krisis pangan tidak bisa dianggap remeh karena bersifat global. 

“Kita mesti keluar dari kondisi krisis ini. kita harus antisipasi krisis pangan global, kita kendalikan inflasi yang disebabkan komoditas yang sering mengungkit inflasi, kita mengendalikan produksinya, olahannya, distribusinya,” katanya. 

Menurutnya, produksi mesti digenjot saat off season, gunakan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim, tahan serangan hama dan penyakit. kita harus mempunyai teknologi smart farming. 

“Antisipasi selanjutnya adalah substitusi pangan impor. ganti komoditas pangan impor dengan pangan lokal. pangan impor harganya terus melejit, kalau pangan lokal ada disekitar kita. buat olahan variatif terhadap komoditas lokal,” katanya.

Antisipasi selanjutnya yaitu genjot ekspor komoditas yang berpotensi tinggi. 

Sedangkan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) BPPSDMP, Leli Nuryati, menjelaskan ToT yang akan digelar pada tanggal 26 – 28 Oktober mendatang ditujukan untuk dosen, widyaiswara, penyuluh dan masyarakat. 

“Melalui dosen itu resonansinya sudah luar biasa, kalau 1 dosen dalam 1 tahun mengajar 500 mahasiswa, 500 mahasiswa pada saat melaksanakan merdeka belajar, kampus merdeka pasti juga tersosialisasi kepada petani saat mereka melakukan praktek kerja lapangan maupun pengabdian masyarakat,” katanya.

Begitu juga widyaiswara. Menurutnya, BPPSDMP memiliki 10 UPT pelatihan termasuk UPT provinsi yang banyak widyaiswara.

“Lewat ToT kami yakini mampu memberikan informasi yang lebih luas mengenai ilmu yang terkait dengan antisipasi pupuk yang harganya cukup mahal,” ujarnya.

Leli juga menambahkan ToT turut melatih para penyuluh di seluruh Indonesia, khususnya para penyuluh di tingkat kecamatan. 

“Kami harapkan para penyuluh di balai penyuluhan pertanian bisa mengikuti secara individu, setelah mengikuti pelatihan ini mereka melalui tugasnya melakukan pendampingan dan pengawalan kemudian sharing dan diseminasi informasi terbaru bisa disampaikan kepada para petani,” katanya.

Menurutnya, ToT Solusi Pupuk Mahal bagi widyaiswara, dosen serta guru pertanian, tujuannya diharapkan dapat memberi penjelasan dan pembelajaran kepada petani tentang sosialisasi solusi pupuk mahal. 

“Juga dapat menyusun bahan ajar terkait solusi pupuk mahal dan mendiseminasikan informasi tentang penanganan solusi pupuk mahal serta mendapat wawasan inovasi kambing domba,” katanya.

**kementan

Bahu Jalan Raya Nasional di Leuwisadeng Amblas 

0

Leuwisadeng| Jurnal Bogor 

Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mengakibatkan tanah longsor di sisi kiri ruas jalan nasional di Jalan Raya Sibanteng.

Tanah longsor pada sisi kiri jalan raya Sibanteng dari arah Leuwisadeng ke arah Cigudeg tersebut persis di bawahnya terdapat aliran irigasi yang mengairi areal pesawahan warga.

Akibat kejadian yang terjadi pukul 14.30 WIB tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas, karena banyaknya pengendara yang memperlambat laju kendaraan bahkan ada yang hanya sekedar melihat kejadian tersebut.

Petugas yang datang ke lokasi baik dari pihak kepolisian, TNI, Satpol PP dan pihak Desa Sibanteng membantu mengatur arus lalu-lintas guna memberikan rasa aman terhadap pengendara.

Menurut, Babinsa Sibanteng, Serka Yadhi Mulyadi, akibat tanah longsor di sisi kiri jalan raya tersebut dikhawatirkan kerusakan semakin melebar dan membuat jalan amblas.

“Tanah longsor berada di sebelah kiri jalan ditakutkan ketika kendaraan bermuatan berat dikhawatirkan tidak mampu menahan beban berat ditakutkan jalan ini amblas,” ungkap Yadhi Mulyadi kepada wartawan, Rabu (19/10).

Sementara itu, Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Suprianto mengatakan, akibat kejadian tersebut diimbau kepada pengendara untuk berhati-hati saat melintas jalan tersebut.

Selain membantu mengatur arus lalu lintas, pihaknya juga memasang garis polisi untuk membantu mengingatkan pengendara yang melintas.

“Jalan Sibanteng mengalami longsor dimohon untuk pengendara berhati hati saat melintas terlebih ketika malam hari. Penanganan sementara sudah kami arahkan untuk dikasih police line,” tukasnya.

** Andres

FKP Tentukan Tarif Pelanggan Tirta Kahuripan 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) atas rencana rekategori pelanggan dan struktur tarif pelanggan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang akan berlaku per Januari 2023 untuk tagihan rekening air bulan Februari 2023, Cibinong, Rabu (19/10).

Direktur Operasional (Dirops) Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad mengatakan, FKP tersebit dijalankan menurut amanat peraturan yang berlaku terhadap penerapan tarif air minum.

“FKP tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari konsultasi publik berdasarkan amanat dari Permendagri No.71 Tahun 2016 yang diubah Permendagri No.21 Tahun 2020 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum dan Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 610/Kep.890-Rek/2021 tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum BUMD di Provinsi Jawa Barat,” ujar Abdul Somad kepada Wartawan, kemarin.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah monitoring langsung terhadap pelanggan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam bidang air minum pada beberapa bulan lalu.

“Sebelumnya pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2022, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah melaksanakan sensus pelanggan dan menemukan semakin variatifnya parameter penunjang dan kondisi fisik bangunan yang sudah berubah. Sehingga hal tersebut menjadi dasar program rekategori golongan pelanggan untuk dapat lebih memberikan rasa keadilan bagi pelanggan,” katanya.

Sementara itu, Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Kardenal menambahkan, perusahaan plat merah Kabupaten Bogor yang diwasinya membuat kebijakan untuk pelanggan kalangan ekonomi bawah.

“Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menerapkan tarif untuk kelompok pelanggan sosial dan masyarakat berpenghasilan rendah dibawah harga dasar, dengan kata lain kelompok tersebut mendapat subsidi sedangkan kelompok rumah tangga lainnya untuk pemakaian kebutuhan dasar yang ditetapkan itu masih dibawah tarif dasar,” tambah Kardenal.

Lebih lanjut ia memaparkan, skema pembagian kelompok pelanggan yang baru ini diharapkan tidak ada lagi pelanggan kurang mampu mensubsidi pelanggan yang jelas mampu sehingga menciptakan tarif yang adil dan terjangkau sesuai dengan kemampuan pelanggan.

“Diharapkan dengan penyesuaian golongan pelanggan tersebut dapat meningkatkan kinerja Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sehingga dapat melakukan pengembangan dan optimalisasi pelayanan pelanggan serta meningkatkan cakupan pelayanan yang saat ini baru mencapai 28,01%, masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah pusat yang menargetkan 68% untuk wilayah perkotaan dan 60% untuk wilayah pedesaan,” papar Kardenal.

** Noverando H

Cileungsi Penyumbang Sampah Terbanyak di Bogor Timur

0

Jonggol | Jurnal Bogor  

Kecamatan Cileungsi dari 7 kecamatan di Bogor Timur menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang sampah rumah tangga. Menurut Kasubag TU UPT Pengelolaan Sampah Wilayah 2 Jonggol, Eming, dalam satu hari masyarakat Cileungsi menghasilkan sampah sebanyak 261 ton.

“Produksi sampah di Kecamatan Cileungsi memang sangat banyak dan ini perlu perhatian dari semua pihak,” jelas Eming Sutisna kepada  Jurnal Bogor, Rabu (19 /10).

Banyaknya poduksi sampah, kata Eming, perlu adanya kolaborasi dari semua elemen masyarakat dan instansi pemerintah dan swasta sehingga ada kesadaran dari masyarakat untuk menekan angka produksi sampah.

“Upaya untuk penanganan sampah, pihak UPT telah mengerahkan seluruh kemampuan, yaitu dengan mengerahkan 3  armada sampah yang siap dioperasikan setiap hari dan dua armada compactor sudah diterjunkan khusus untuk Kecamatan Cileungsi, ” paparnya.

“Kita  memaksimalkan sumber daya yang ada di UPT Pengelolaan Sampah wilayah 2 Jonggol. Kalau pun tidak maksimal, kami memohon bantuan dari masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah secara sembarangan dan memilah sampah sebelum dibuang,” harap Eming.

Menurutnya, petugas UPT terus berupaya mengangkut sampah-sampah tersebut. Namun masyarakat juga harus belajar membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan dan tidak membuang sampah di luar tempat yang sudah ditentukan.

“Jangan sampai petugas bekerja dua kali, nantinya mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat lainnya.  Dengan adanya kesadaran masyarakat juga untuk mempercepat pengangkutan sampah,” pungkasnya.

** Ramses/Nay 

Minimarket di Leuwiliang Disatroni Kawanan Perampok 

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Dua orang karyawan sebuah minimarket yang berada di Desa Karacak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor menjadi korban pencurian disertai kekerasan saat hendak menutup toko, Senin (18/10) malam, pukul 22:30 WIB.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Suprianto mengatakan, pelaku yang berjumlah dua orang membawa senjata tajam kabur dengan membawa uang di brangkas beserta rokok di minimarket tersebut.

“Untuk kejadian Selasa malam pukul 22.30 Wib saat toko mau tutup, tiba-tiba ada orang tak dikenal masuk dengan membawa senjata tajam dan meminta membuka brankas serta sejumlah rokok,” ungkap Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Suprianto saat dikonfirmasi wartawan.

Kompol Agus Suprianto mengatakan, kejadian ini merupakan pencurian dan kekerasan karena saat kejadian pelaku langsung mendatangi lokasi toko dengan membawa kabur uang, rokok sampai handphone karyawan penjaga toko tersebut

“Kalau kerugian sekitar 40 juta lebih dan kami masih melakukan penyelidikan dulu karena dua handphone korban juga ikut dibawa kabur pelaku,” jelasnya.

Agus mengungkapkan, kedua pelaku hanya meminta barang berharga ke penjaga dengan membawa senjata tajam tapi tidak sambil mengacungkan ke korban hanya dibawa saja.

“Kami dari Polsek Leuwiliang melakukan pengejaran dan melihat dari pantauan CCTV sementara ini mengecek apa saja yang hilang di tempat kejadian perkara,” tukasnya.

** Andres

Pedagang Pasar Cileungsi Tolak Keberadaan Pasar Tandingan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Pembangunan pasar tandingan yang bersebelahan dengan Pasar Cileungsi terus mendapat penolakan berbagai pihak. Pasalnya, keberadaan pasar tersebut dianggap dapat menggangu kelangsungan usaha para pedagang yang sudah lama berjualan di Pasar Cileungsi.

“Kami jelas menolak pembangunan pasar tandingan yang berada di belakang Pasar Cileungsi. Karena, otomatis akan menggangu kelancaran usaha dagang kami di Pasar Cileungsi,” ujar Andi, perwakilan pedagang Pasar Cileungsi kepada Jurnal Bogor, Rabu (19/10).

Menurutnya, proses pembangunan pasar tandingan tersebut terkesan ditutup-tutupi oleh pihak perusahaan yang membangun pasar tersebut. Di lokasi tidak ada informasi terkait proyek tersebut. Selain itu, pihak perusahaan juga tidak pernah melakukan sosialisasi dan meminta pandangan dari pedagang di Pasar Cileungsi.

“Proyek ini memang ditutup-tutupi, informasi yang beredar memang akan dibangun pasar untuk menampung PKL yang ada di luar Pasar Cileungsi,” paparnya.

Ia menegaskan, jika sudah beroperasi, keberadaan pasar tandingan tersebut sudah pasti akan mengancam keberlangsungan para pedagang yang berjualan secara resmi di Pasar Cileungsi. Ia mencontohkan, keberadaan PKL yang sekarang banyak berjualan di luar Pasar Cileungsi sudah sangat merugikan pedagang yang berjualan di dalam Pasar Cileungsi. Ditambah jika nanti pasar tandingan beroperasi pedagang makin dirugikan.

“Kami akan terus melakukan penolakan terhadap pembanguan pasar tandingan tersebut. Sekarang saja banyak PKL diluar sudah membuat omset kami menurun, apalagi jika ditambah ada pasar tandingan,” keluhnya.

Menurutnya, seluruh pedagang dalam Pasar Cileungsi sudah menyatakan sikap penolakan terkait rencana pembanguan pasar tandingan tersebut. Hal ini akan dibuktikan secara lisan dan administrasi dengan membubuhkan tanda tangan penolakan terhadap pembanguan pasar tandingan.

“Kami juga tidak paham bagaimana hal ini bisa terjadi. Sudah ada pasar resmi malahan membangun pasar sebelahnya, ini sama saja ingin membunuh usaha kami pelan-pelan,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

Makin Semrawut, Pemerintah Setengah Hati Menata Flyover Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di flyover Cileungsi semakin lama semakin meresahkan. Hal ini terlihat dari makin banyaknya PKL yang berjualan di bahu jalan bahkan sampai ke ruas jalan Transyogi. Ditambah lagi, dengan banyaknya oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk kepentingan pribadi dan tidak adanya tindak tegas dari pemerintah setempat disinyalir menjadi penyebab utama semakin menjamurnya PKL.

“PKL di bawah dan samping flyover depan Ramayana kian hari kian tidak terkendali dan semakin banyak. Jelas ini sudah mengganggu para pengguna jalan dan ketertiban di sekitar flyover Cileungsi. Untuk itu, kami meminta agar hal ini segera ditertibkan oleh Pemerintah Kecamatan maupun Pemda Bogor,” ucap Yuyung, tokoh pemuda Cileungsi kepada Jurnal Bogor, Rabu (19/10).

Menurutnya, persoalan PKL di flyover Cileungsi merupakan persoalan klasik yang tidak pernah selesai. Hal ini lantaran tidak adanya upaya yang konsisten dan program yang jelas dari Pemkab Bogor untuk melakukan penataan flyover. Padahal flyover Cileungsi merupakan wajah Bogor Timur dan menjadi lintasan utama warga Bogor Timur.

“Pemerintah harus tegas dan mempunyai program yang sistematis untuk melakukan penataan flyover Cileungsi. Karena jika hal itu tidak dilakukan, maka kedepan flyover Cileungsi akan semakin semrawut,” paparnya.

Bahkan upaya yang dilakukan oleh Pemcam maupun Pemkab terkesan setengah hati dan tidak sunggung-sungguh ingin menata flyover Cileungsi.

“Semua kan tergantung kecamatan dan Pemda Bogor, mau serius atau tidak dalam menata flyover Cileungsi. Kalo cuma dibiarkan dan imbau saja ya makin lama akan makin banyak, padahal Pasar Cileungsi aja masih banyak yang kosong, jika ingin menertibkan kan bisa diarahkan kedalam,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

Pol PP Cigudeg Tertibkan Spanduk Liar di Jalan Raya Cigudeg

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor menertibkan puluhan spanduk liar yang tidak berizin di seputaran Jalan Raya Cigudeg, Senin (17/10/2022).

Anggota Satpol PP Kecamatan Cigudeg Wildan mengatakan, pihaknya  mendapat tugas untuk menertibkan spanduk-spanduk liar atau tak berizin yang ada di wilayah Cigudeg.

“Sebanyak 10 spanduk kita aman kan,” katanya.

Dia menjelaskan, kepada perusahaan atau pemilik spanduk tersebut, agar tertib aturan dengan membayar retribusi sesuai dengan Perda Kabupaten Bogor.

“Diimbau kepada para pemilik spanduk agar tertib dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Pemkab Bogor, yakni dengan mengurus perizinannya juga,” jelas Wildan.

Upaya jajaran Satpol PP Kecamatan Cigudeg pun mendapat sambutan positif dari warga dan para pengguna jalan.

Pasalnya, membersihkan spanduk liar di sepanjang jalan raya, sangat berdampak terhadap keindahan dan meningkatnya kebersihan area sekitar.

** Andres