30.9 C
Bogor
Saturday, August 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 812

Antam Pongkor dan Warga Jaga Kelestarian Air

0

Bogor | Jurnal Bogor
PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Penambangan Emas (UPBE) Pongkor, bersama warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, berkolaborasi menjaga kelestarian ekosistem dan kemurnian air Sungai Ciguha dan Cikaniki.

Kolaborasi tersebut sudah membuahkan hasil, bahkan Sungai Ciguha, saat ini sudah menjadi kawasan wisata sungai. Peresmian kawasan wisata itu dilakukan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, awal tahun 2022 ini, saat orang nomor dua di Provinsi Jawa Barat bertandang ke Bogor.

“Kolaborasi antara PT Antam UBPE Pongkor dengan masyarakat berhasil, pengelolaan lingkungan hidup di sekitar Gunung Pongkor sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Uu, dalam sambutannya disela peresmian kawasan wisata Sungai Ciguha.

Selain Ciguha, di Kecamatan Nanggung, ada satu sungai lagi yang bernama Cikaniki. Sungai Cikaniki lokasinya berada pada radius yang lebih jauh dari area Antam dibandingkan dengan sungai Ciguha yang lebih dekat.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pakar bernama Dr. Sc. Agr. Yudi Nurul Ihsan, dalam laporan Studi Kualitas Perairan Sungai Cikaniki, membuktikan kualitas air di aliran tersebut masih alami.

Pengambilan sampel air dilakukan pada Maret 2022 di lima titik Sungai Cikaniki, di mana titik yang airnya diambil jadi sampel areanya didominasi pemukiman dan persawahan di sekitar sungai.

Berdasarkan kajian analisis parameter yang meliputi bidang fisika, kimia dan biologi, secara umum dapat disimpulkan bahwa kondisi perairan sungai Cikaniki masih berada dalam kondisi yang baik ditandai dengan tidak ditemukannya bahan yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan, baik yang berasal dari industri tambang maupun kegiatan rumah tangga dan pertanian.

Antam, yang memiliki wilayah operasi di sana juga memastikan pengelolaan lingkungan di wilayah operasinya sudah sesuai dengan standar baku mutu yang berlaku dan telah menerapkan kebijakan dan prosedur pengelolaan limbah berdasarkan karakterstiknya.

Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie menekankan Antam UBPE Pongkor melakukan pengawasan yang ketat dalam pengelolaan lingkungan.

“Kami selalu melakukan pemantauan lingkungan secara rutin, sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan. Khusus pengelolaan air, berbagai program dalam upaya penurunan beban pencemaran air dan efeisiensi air dilakukan guna memastikan air yang mengalir keluar dari wilayah operasi sudah sesuai standarisasi baku mutu,” papar Faisal.

Faisal menambahkan, melalui instalasi advanced water treatment plant sebagai upaya meningkatkan kualitas air olahan IPAL yang menjadi air bersih dan aman digunakan. “Antam memanfaatkan air dari pengolahan itu untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, cuci dan kakus,” tutup Faisal.

Keberhasilan Antam UBPE Pongkor mengelola lingkungan 29 September 2022 lalu, Antam UBPE berhasil meraih penghargaan “Aditama” dari Dirjen Minerba, Kementerian ESDM sebagai apresiasi atas keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup yang baik.

Adapun Antam UBP Emas juga menyabet dua penghargaan pada kategori lain yaitu peringkat “Utama” pada aspek pengelolaan teknis dan pengelolaan konservasi. Melalui pemberdayaan masyarakat, Antam UBP Emas tanggal 13 Oktober 2022 juga mendapatkan penghargaan ISDA 2022 kategori Platinum atas kontribusinya dalam pencapaian SDGs 15 Ekosistem Daratan dengan program berbasis pelestarian Lingkungan di Kampung Cisangku, Desa Malasari.

** Mochamad Yusuf

Kejuaraan Futsal Antar Pelajar Siap Dimulai, Total Hadiah Rp50 Juta 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kejuaraan Futsal Antar Pelajar Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Bogor, yang digelar oleh pengusaha muda sekaligus tokoh masyarakat Gunung Putri, Acang Suryana akan dimulai.

Dalam turnamen tersebut, para peserta akan memperebutkan Piala dan Piagam Kadispora Kabupaten Bogor, Ketua Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Kecamatan Gunung Putri dan Kepala Desa Tlajung Udik.

Kegiatan olahraga itu akan dimulai pada Kamis, 27-30 Oktober 2022 di Gedung Olahraga Masyarakat (GOM) Gunung Putri yang terletak di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Acang Suryana inisiator kegiatan tersebut mengatakan, untuk kesiapannya saat ini sudah sangat matang. Bahkan, perizinan pemakaian GOM pun sudah didapat dari Kadispora Kabupaten Bogor. Lalu sarana dan prasarana kegiatan sudah tersedia dan siap untuk digunakan saat pertandingan nanti.

“Semuanya sudah selesai dan siap untuk dimulai pertandingannya. Dari mulai tempat kegiatan hingga hadiah sudah tersedia, jadi tinggal bertanding saja. Izin lingkungan pun dari warga lingkungan stempat, RT RW dan diketahui kepala desa sudah ada,” katanya kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

Menurutnya, untuk peserta sudah terseleksi sebanyak 16 tim terbaik dari SMP dan 16 tim SMA se-Kabupaten Bogor. 

“Alhamdulillah dari beberapa tim yang mendaftar, kini sudah ada 16 tim yang terseleksi dapat mengikuti turnamen futsal ini,” jelasnya.

Menurutnya, hadiah yang bersumber dari kantong pribadinya itu dirasa cukup fantastis. “Untuk hadiah sudah saya sediakan sebesar Rp 50 juta,” beber Acang sapaan akrabnya.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan guna meningkatkan skill bermain bola bagi para pelajar. Selain itu, untuk mempererat tali silaturahmi antat siswa, dimana saat ini sedang maraknya aksi tawuran di kalangan pelajar.

“Tujunnya untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan skill para pelajar. Apalagi saat ini sedang marak aksi tawruan. Nah, dengan adanya kegiatan olahraga ini mudah – mudahan dapat meminimalisir kegiatan yang negatif dan merugikan tersebut,” harapnya.

** Nay Nur’ain

UPT 2 Dishub Cileungsi Bakal Tertibkan Parkir Liar Bogor Timur

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Maraknya keberadaan parkir liar di wilayah Bogor Timur membuat Dinas Perhubungan akan mengambil tindakan tegas dengan melakukan penertiban. Hal itu lantaran, potensi pajak parkir di wilayah Bogor Timur belum terserap secara maksimal karena banyaknya lokasi parkir ilegal.

Kepala UPT 2 Dishub, Jaya mengatakan, rencananya UPT Dishub Bogor Timur akan melakukan penertiban secara berkelanjutan untuk menekan keberadaan oknum yang mencari keuntungan pribadi dari keberadaan tempat parkir.  

“Kita akui memang sejauh ini masih banyak lokasi parkir ilegal di beberapa titik yang sampai saat ini masih berjalan.  Umumnya memang parkir tersebut dikelola oleh lingkungan, tapi sejauh ini memang tidak ada koordinasi dengan kami dari Dishub apalagi sampai ada setoran retribusi,” kata Jaya kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

Menurut dia, UPT 2 secara kelembagaan memang memiliki target retribusi yang harus disetorkan ke kas daerah sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu sumbernya adalah pengelolaan parkir tepian jalan umum dan lokasi parkir lainnya sebagaimana ditetapkan oleh peraturan daerah Kabupaten Bogor.

“Ke depan kami akan lebih optimalkan lagi pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir ini,” ucapnya.

Jaya mengatakan, langkah penegakan aturan dan penertiban lokasi parkir ilegal akan segera dilakukan bekerjasama dengan aparatur terkait, baik dari pihak kepolisian, kecamatan, maupun desa. Hal ini, guna mengurangi praktik pungutan liar dari lokasi parkir yang saat ini masih marak.

“Tentunya kita arahkan agar keberadaan lokasi parkir ini memenuhi aturan dan bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah. Jadi ke depan tidak ada lagi praktik pungutan liar dari lokasi parkir yang hanya menguntungkan oknum dan segelintir pihak,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Depan RSUD Ciawi Terus Dijaga Ketat Petugas Gabungan

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Pasca ditertibkan oleh Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ciawi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, area depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi terus dijaga ketat.

Penjagaan depan RSUD Ciawi agar tidak ada lagi para pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar kendaraan itu dilakukan petugas dari Dishub dengan anggota Satpol PP Kabupaten Bogor.

Raka, anggota Satpol PP Kecamatan Caringin mengaku, setelah adanya penertiban enam hari lalu, lokasi depan RSUD Ciawi terus dilakukan penjagaan oleh petugas gabungan.

Bahkan, lanjutnya, tidak hanya Satpol PP Kecamatan Ciawi maupun Kabupaten Bogor saja yang terlibat dalam pengamanan area depan rumah sakit tersebut, anggota Satpol PP yang bertugas di kecamatan wilayah selatan juga ikut diperbantukan.

“Seperti saya yang tugas di Kecamatan Caringin, diminta untuk ikut menjaga area depan rumah sakit agar tidak ada lagi pedagang dan parkir liar kendaraan,” aku Raka, kepada wartawan saat membagikan surat pemberitahuan kegiatan di Desa Ciderum, Selasa (25/10).

Raka mengungkapkan, setiap hari puluhan petugas gabungan antara Satpol PP dan Dishub diturunkan untuk bertugas melakukan penjagaan secara bergilir.

“Kalau petugas yang berjaga pagi, batas waktunya itu sampai sore. Penjagaan langsung dilanjutkan petugas yang giliran malam,” ungkapnya.

Raka mengaku tidak tahu sampai kapan penjagaan itu dilakukan petugas gabungan. Alasannya, karena belum ada informasi atau pemberitahuan dari pimpinan.

“Sampai kapan waktunya, saya tidak tahu. Yang jelas setiap hari penjagaan dilakukan secara bergilir dengan petugas berbeda-beda,” paparnya.

Diberitakan Jurnal Bogor edisi Senin (19/10), Camat Ciawi, Sutisna mengatakan, dalam melaksanakan penertiban pedagang dan parkir liar kendaraan pengunjung RSUD yang setiap hari mengganggu arus lalin ini, pihak kecamatan bekerjasama dengan Dishub dan Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Kami ingin sekitar depan rumah sakit tidak ada lagi PKL maupun parkir liar kendaraan pengunjung di jalan,” ungkapnya kepada wartawan saat ikut melakukan penertiban didepan RSUD Ciawi.

Mantan Camat Ciomas itu pun menyatakan, untuk mengantisipasi adanya aktivitas para pedagang dan parkir liar kendaraan pengunjung kembali, pihaknya melalui anggota Satpol PP kecamatan beserta Dishub melakukan penjagaan di sekitar depan RSUD.

“Jadi setiap hari akan ada penjagaan dari anggota Satpol PP bersama Dishub di sekitar lokasi depan rumah sakit. Tentunya penjagaan itu akan dilakukan sampai tidak ada lagi pedagang atau pun kendaraan yang parkir di jalan,” jelas Sutisna.

** Dede Suhendar  

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik UI Ditutup Pembagian Sembako

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) melakukan pembagian sembako  kepada warga Desa Sirnagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor sebagai salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.  

Ketua Tim Mahasiswa Tito yang tergabung dalam wadah Metal Lenner Daya mengatakan, aksi nyata yang dilakukan berupa pemeriksaan kesehatan warga dan memberikan pengetahuan umum ke para siswa SDN Sirnagalih dan membagikan 30  paket sembako untuk warga yang dilaksanakan di Kantor Desa Sirnagalih.

“Penyerahan sembako dibagikan oleh beberapa perwakilan mahasiswa yang diberikan langsung kepada 30 perwakilan  kepala keluarga dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh perangkat desa, dan sebagai akhir dari kegiatan pengabdian masyarakat yang memang wajib kami lakukan,” ujar Tito kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

PJS Kades Sirnagalih Dadang mewakili Pemerintahan Desa Sirnagalih mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa yang sudah bersedia melakukan aksi nyata ke desa dengan memberikan sembako dan memberikan pengetahuan umum di bidang teknik.

“Saya berharap kegiatan aksi nyata dapat dilanjutkan tahun depan sehingga warga Desa Sirnagalih bisa mendapat lebih ilmu pengetahuan yang diberikan oleh adik-adik mahasiswa,” pungkas Dadang.

** Ramses/ Nay 

Penuhi Lumpur di Jalan, Galian C Ilegal di Sukajaya Ditutup

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Mendapati banyaknya pengaduan masyarakat yang jatuh karena jalan dipenuhi lumpur akibat adanya Galian C ilegal yang berkedok cut and fill membuat Camat Jonggol Andri Rahman menugaskan Kasat Pol PP Kecamatan Jonggol untuk menutup galian yang merugikan pengguna jalan, Selasa (25/10).

Terlihat, lumpur yang mengotori jalan hingga membuat pengendara motor harus berhati-hati melintasi jalan tersebut.

Rusdi (35) warga sekitar mengatakan, galian ini sudah beroperasi sepekan yang lalu, saat mengambil tanah yang dibawa puluhan mobil berjejer dengan ukuran 7 kubik antre bergantian untuk mengangkut tanah di lokasi yang pernah dicetuskan ingin dibangun Pondok Pesantren tersebut.

“Lokasi ini sudah sepuluh tahun digembor-gembor akan dibangun untuk pondok pesantren. Nah baru minggu kemaren banyak mobil ngantre ngangkut tanah dari lokasi yang sekitar hampir 10 hektare lebih tersebut, ” papar Rusdi.

Menurutnya, saat adanya antrean mobil untuk mengangkut tanah tersebut dirinya sempat mengadukan kepada aparat setempat. “Udah kami adukan dan alhamdulilah kalo sekarang akhirnya ditutup karena meresahkan kami sebagai pengguna jalan, apalagi ini musim hujan, barusan aja ada 2 motor yang jatuh,” ujarnya.

Sementara itu Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan, Pemerintah Kecamatan Jonggol sudah melakukan tindakan penutupan lokasi galian melalui Satpol PP Kecamatan Jonggol.

“Hari ini sudah lakukan penutupan galian tanah yang berlokasi di Kp. Sodong RT 01/03 Desa Sukajaya. Di lokasi sudah tidak ada kegiatan, namun ada 1 mobil dan alat berat sedang menunggu operator untuk dikeluarkan. Serta kami meminta kepada pelaku usaha cut and fill tersebut untuk merapikan tanah yang berceceran di lokasi,” beber Andri kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

Menurutnya, hadir ke lokasi Kasi Trantib Kecamatan Jonggol, anggota Satpol PP Kecamatan Jonggol, Kepala Desa Sukajaya, Bimaspol Desa Sukajaya, Babinsa Desa sukajaya, serta RT/RW Desa Sukajaya.

“Untuk wilayah Jonggol sudah saya pastikan bahwa tidak boleh ada lagi galian-galian tanah merah. Bila terdapati sesuai kewenangan kecamatan akan menutup dengan turun ke lokasi dan memberikan surat penutupan atau pemberhentian galian. Dan untuk yang memang akan ada aktivitas di masyarakat yang memiliki izin diimbau untuk cut and field sementara dihentikan dulu selama musim penghujan karena tanah yang berceceran di jalan akan membahayakan pengguna jalan,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Jonggol Bersiap Jadi Kawasan Industri

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sebagai calon Ibu Kota Bogor Timur, Kecamatan Jonggol terus melakukan pembenahan guna meningkatkan kelayakan secara sosial maupun ekonomi jika terjadi pemekaran wilayah. Salah satunya adalah dengan menyiapkan wilayah khusus industri yang dapat menunjang aktivitas perekonomian warga.

Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan, selama ini Kecamatan Jonggol memang dikenal sebagai salah satu basis sektor pertanian yang menyumbang besar terhadap program ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

“Kita berharap Jonggol sebagai kawasan industri nanti bisa terwujud. Untuk wilayah sendiri memang sudah diploting untuk Desa Weninggalih nanti sebagai wilayah yang menjadi basis industri di Kecamatan Jonggol,” ujar Andri Rahman kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

Menurut dia, guna mewujudkan Jonggol sebagai wilayah dengan zona industri tentunya dibutuhkan investor yang dapat bekerjasama untuk mewujudkan hal tersebut. Dan sejauh ini, kata dia, pihak Pemerintah Kabupaten Bogor masih terus membuka kesempatan kepada para investor untuk berinvestasi di Kecamatan Jonggol terkait pembentukan kawasan industri.

“Tidak kita pungkiri jika peran investor sangat penting untuk mewujudkan pembentukan zona industri di Kecamatan Jonggol. Pemerintah dalam hal ini tentunya hanya menyiapkan infrastruktur pendukung dan regulasi untuk mempermudah investor berinvestasi di Kecamatan Jonggol,” cetusnya.

Andri mengatakan, masyarakat Jonggol secara umum sangat berharap dan menunggu terealisasinya zona industri di Kecamatan Jonggol. Karena, keberadaan zona industri akan berdampak besar terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat juga terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga.

“Masyarakat tentunya berharap dan sangat mendukung, karena keberadaan kawasan industri akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat yang selama ini sangat mengandalkan sektor pertanian,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Camat Nanggung Sosialisasikan Perbup Samisade

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) akan segera direalisasikan. Pemerintah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2022 soal bantuan keuangan desa tersebut yang berlangsung di aula kecamatan, Senin (24/10).

“Kami melakukan sosialisasi Perbup berkaitan dengan juklak juknis pelaksanaan program Samisade. Kenapa harus disosialisasikan? Karena memang SK yang baru ini sebagai pengganti SK tahun pertama untuk penyempurnaan yang belum sempurna dan sekarang tinggal pelaksanaan,” ungkap Camat Nanggung Ae Saepuloh dijumpai disela kegiatannya.

Dari sosialisasi tersebut, Ae Saepuloh mengatakan, pihak TPK, BPD, kepala desa dan seluruh stakeholder yang ada di desa memahami bahwa program ini regulasinya sesuai dengan aturan yang ada.

“Sehingga nanti tidak terjadi keluar dari regulasi, tinggal desa dalam pelaksanaan Samisade ini sesuai dengan aturan,” katanya.

Dalam sosialisasi itu, Ae Saepuloh mengatakan, tentu banyak pertanyaan dari peserta rapat sosialisasi tentunya yang merujuk kepada regulasi.

“Itulah gunanya sosialisasi, sifatnya tidak saru arah, sifatnya membuka forum diskusi. Sehingga dengan diskusi semua permasalahan bisa terselesaikan, kita mencari solusi terbaik dalam rangka menjalankan aturan yang ada tentunya dengan tidak mengambil kebijakan yang lain tapi melaksanakan ini dengan cara yang benar sehingga bisa maksimal dilakukan,” katanya.

Di wilayah Kecamatan Nanggung, Ae Saepuloh menyampaikan bahwa semua desa mendapat bantuan progam unggulan Kabupaten Bogor tersebut.

“Ada 11 desa dan alhamdulillah semuanya mendapatkan bantuan Program Samisade berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Untuk itu, dirinya menekankan, bahwa pelaksanaan Samisade tersebut harus sesuai dengan regulasi yang ada dan sedikit pun tidak boleh keluar dari itu. Meskipun, pelaksanaan Samisade di tahun sebelumnya di wilayah Kecamatan Nanggung sudah berjalan cukup baik.

“Sekurang-kurangnya kebaikan di tahun pertama itu bisa dipertahankan bahkan kalau perlu ditingkatkan dan tidak perlu neko-neko kesana kemari, sesuai saja dengan anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor kemudian direalisasikan sesuai itu sudah bersyukur,” katanya.

Tahun ini, ada 22 titik pekerjaan se-Kecamatan Nanggung dari 11 desa tersebut, mulai dari peningkatan jalan lingkungan, saluran irigasi dan lain sebagainya.

“Sesuai usulan desa berdasarkan hasil Musdes yang dilakukan oleh tingkat desa,” tukasnya.

** Andres 

Selain Dapat Satu Miliar, Desa Cigudeg Sudah Jadi Desa Mandiri 

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Dua titik pembangunan yang bersumber dari program anggaran bantuan infrastruktur desa atau satu miliar satu desa (Samisade) di Desa Cigudeg, Kabupaten Bogor akhirnya dilaunching.

“Sebesar satu miliar kita bangun di dua titik kegiatan pembangunan,” kata Kepala Desa Cigudeg Andi Supriyadi, Selasa (25/10/22).

Dia menjelaskan, titik pertama dilakukan pembangunan di ruas jalan yang meliputi di dua kampung. Diantaranya Kampung Babakan Cijengkol dan Kampung Cijengkol dengan jenis kegiatan pengaspalan jalan desa berupa hotmix dan TPT serta sarana perlengkapan.

“Dengan volume panjang 1.474 meter, lebar 3 meter dan tinggi 0,3 m. Termin pertama tahun 2022 ini alhamdulillah sudah cair sebesar 60 persen,” ucapnya.

Menurut Andi, jalan tersebut perlu dilakukan peningkatan. Sebab di wilayah Kampung Cijengkol termasuk padat penduduk, sehingga peningkatan jalan dari aspal lapen yang kondisinya sudah rusak ke hotmix.

“Dengan lancarnya akses jalan, tentu akan mempermudah memulihkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Selain itu, pihaknya optimistis dengan target yang sudah ditentukan, yang mana dengan batas waktu hingga sebelum pada 25 Desember 2022 nanti akan selesai.  

“Kita akan tepat waktu dan berupaya semaksimal mungkin dan menjaga kualitas dengan spek yang ada,” katanya.

Kata dia, Desa Cigudeg sendiri ini sudah ditetapkan menjadi desa mandiri oleh Kementerian Desa. Pihaknya menerima lencana Desa Mandiri belum lama ini, dengan begitu pihaknya akan berbeda dengan desa yang lain di Kecamatan Cigudeg.

“Tentu dengan meningkat menjadi Desa Mandiri maka pemerintah pusat baik provinsi maupun kabupaten akan lebih memperhatikan. Dari fasilitas program tentu akan berbeda dengan desa yang masih tertinggal,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Cigudeg Pardi memaparkan, di wilayah Kecamatan Cigudeg ada 15 desa, tujuh desa di antaranya Desa Cigudeg mendapatkan satu miliar.

Pardi menjelaskan, tidak mendapatkannya angaran satu miliar di beberapa desa di wilayahnya. Karena pada tahun 2021 akhir lalu ada terjadi kesalahan dalam input Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) sehingga tidak mendapatkan satu miliar.

“Yang kita ketahui pada saat selesainya Musrenbangdes pihak desa harus menginput SIPD. Pada tahun 2021 akhir kemarin sedikit ada kesalahan dalam input SIPD makanya di beberapa desa tidak mendapatkan satu miliar,” jelasnya.

Dia berharap di tahun depan bisa tepat dalam input SIPD, sehingga di 15 desa Kecamatan Cigudeg segala prioritas di tahun 2023 bisa terpenuhi oleh program Samisade tersebut.

“Jadi tim pelaksana kegiatan (TPK) untuk segera menyelesaikan  pelaksanaan kegiatan pembangunan ini dan selesai mempertanggung jawaban bantuan. Sehingga  bisa langsung mengusulkan untuk pencairan tahap keduanya, sayang kalau sampai tidak sampai terserap,” tukasnya.

** Andres

14 Pelajar Disanksi Baca Pancasila Hingga Putar Balik  

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kepolisian Sektor Gunung Putri memberikan sanksi terhadap pelajar SMP dan SMA yang kedapatan tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor.

Alhasil sebanyak 14 pelajar diberikan sanksi membacakan Pancasila. Hal itu dilakukan Polsek Gunung Putri agar pengendara, baik warga atau pelajar mematuhi peraturan lalu lintas.

Kegiatan yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha itu dilakukan di jalan Transyogi, Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (24/10/22).

“Kami dari Polsek Gunung Putri melaksanakan pengaturan lalu lintas pagi dan ditemukan masih banyak pelajar SMP SMA yang masih belum menggunakan helm padahal itu untuk keselamatan mereka sendiri,” katanya kepada Jurnal Bogor, Senin (24/10).

Menurutnya, kegiatan itu akan terus dilakukan mengingat sudah seringnya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukum Polsek Gunung Putri, namun dalam pelaksanaannya masih belum mendapatkan dukungan dari pihak sekolah.

“Oleh karena itu kami berharap kepada para orang tua untuk bisa lebih ketat memperhatikan keselamatan putra-putrinya dengan membelikan helm,” tegasnya.

Kompol Bayu mengingatkan, seharusnya para guru juga bisa menerbitkan aturan bagi yang tidak menggunakan helm dilarang sepeda motornya masuk ke area sekolah.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga putra-putri kita sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan mereka sejak dini memahami aturan.

“Dan juga karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan mendapatkan musibah di jalan sehingga langkah baiknya kita berikhtiar,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain