30.9 C
Bogor
Saturday, August 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 811

Damanhuri Pertanyakan Tanah Kas Desa Seluas 4 Hektare di Persil No 84

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Disebut ada tanah kas milik Desa Gunung Putri saat mediasi bersama Sekretaris Daerah Pemkab Bogor Burhanudin dan jajarannya, Damanhuri mempertanyakan letak persis tahan Kas Desa seluas 4 hektare yang berada di Persil No 84 yang sampai saat ini masih dalam keadaan bersengketa.

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri mengatakan, atas dasar dari mediasi pertama tersebut pada akhirnya Pemdes mempertanyakan kepada BPN Cileungsi terkait letak persis tanah kas Desa Gunung Putri dengan melayangkan surat kepada BPN Cileungsi.

“Kita sudah melayangkan surat sebanyak 3 kali kepada BPN Cileungsi, namun sampai saat ini kami tidak ada balasan maupun ajakan mediasi dari BPN Cileungsi terkait tanah kas desa yang kami pertanyakan,” ujar A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (26/10).

Menurutnya, kasus semrawutnya tanah di Persil No 84 itu sudah terjadi sejak 30 tahun lalu dan ini seolah dibiarkan dan diabaikan. Dia mempertanyakan entah karena banyaknya oknum yang terlibat jika kasus Persil 84 ini terkuak atau memang sengaja dibiarkan. Padahal persoalan di Persil no 84 ini bisa diselesaikan Pemkab.

“Tapi inikan seolah ada pembiaran dan ada yang disembunyikan, nyatanya kami minta data peta kas desa yang disebut-sebut baik saat mediasi maupun saat dalam persidangan Pak Lurah Miming, BPN tidak memberikan keterangan apapun,” paparnya.

Pihak desa mengaku minim data dan informasi tapi Pemkab, baik saat mediasi maupun persidangan ada tanah kas Desa Gunung Putri seluas 4 hektare. “Kami mempertanyakan hal itu kepada yang berwenang,” cetusnya.

Ia menjelaskan, jika sampai akhir Oktober 2022 ini Pemdes Gunung Putri tak jua mendapatkan jawaban terkait letak tanah kas desa di Persil no 84, maka dirinya akan langsung mendatangi BPN Cileungsi untuk meminta mediasi. “Jika tak jua ada jawaban dari berkas yang kami minta, saya atas nama Pemdes Gunung Putri akan lanjut ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Mantan Karyawan Lakukan Percobaan Perampokan Alfamart

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Seorang mantan karyawan Alfamart nekat melakukan percobaan perampokan Alfamart Kalong liud, Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor. Kanit Reskrim Polsek Nanggung IPDA Rahman menyatakan, pelaku merupakan seorang diri nekat melakukan tindakan percobaan perampokan terhadap karyawan toko Alfamart. 

“Pelaku seorang diri, dalam aksinya pelaku tidak menggunakan senjata tajam. Namun pelaku melakukan penyekapan terhadap dua karyawan Alfamart,” katanya.

Dia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB,  pelaku ini bermodus membeli minuman lalu membayar ke kasir dan keluar toko namun berselang 30 menit pelaku kembali masuk ke dalam toko untuk kembali membeli minuman dan berpura-pura menanyakan ketersediaan satu dus indomie goreng kepada penjaga toko.

“Seorang Kasir bernama Yadi  yang mencoba melakukan pengecekan ketersediaan mie goreng ke dalam gudang, diikuti oleh pelaku yang kemudian langsung mencekik dan membawanya kasir ke dalam toilet, pada saat di dalam toilet tersebut terjadi pemukulan hingga korban ini berpura-pura pingsan,” jelasnya.

Sementara polisi berhasil mengamankan barang bukti sejumlah alat milik pribadi pelaku. Dari hasil penyidikan pihak kepolisian, pelaku MH ini diketahui mantan karyawan Alfamart.

“Dari tangan pelaku kita amankan barang bukti berupa satu unit motor milik pelaku, satu buah handphone, pakaian milik pelaku, tas, tali rafia, lakban dan masker yang dibalut lakban,” 

Pengungkapan kasus tersebut tak lepas dari peran masyarakat dalam menjaga kondusifitas melalui pemberdayaan masyarakat, Poskamling, dan ronda keliling. “Hingga dapat meminimalisir terjadinya tidak kejahatan pada malam hari,” tukasnya.

** Andres

Camat Jonggol Tinjau Korban Abrasi Sungai Cipamingkis 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Camat Jonggol Andri Rahman meninjau warga yang terdampak abrasi Sungai Cipamingkis di Kampung Jagaita RT 02 RW 06 Desa Jonggol, Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa malam (25/10).

Andri Rahman menuturkan, warga yang masuk dalam tenda pengungsian ini sebanyak 67 jiwa dari 22 kepala keluarga untuk mengamankan diri karena curah hujan masih turun.

“Pengurus lingkungan berinisiatif bahwa warga lebih baik tinggal di tenda pengungsian, karena lebih aman dan terkontrol,” ucap Andri Rahman kepada Jurnal Bogor, Rabu (26/10).

Perihal kebutuhan yang diperlukan warga, ia menyampaikan sudah ada bantuan yang diberikan oleh Dinas Sosial berupa sembako.

 “Alhamdulillah paket sembako yang berjumlah 22 paket sudah diterima warga tadi pagi,” jelasnya.

Kemudian ia juga menyampaikan akan mendirikan dapur umum ditempat pengungsian warga. 

“Hasil dari musyawarah warga dapur umum akan ditempatkan di rumah gede, jadi warga masyarakat akan memasak untuk kepentingan para pengungsi,” paparnya.

Menurutnya, untuk logistik yang diperlukan oleh warga di tenda pengungsian itu juga akan disampaikan kembali karena posisinya ini masih hujan, dan warga masyarakat disini memang sangat memerlukan bantuan logistik.

“Nanti juga akan ada bantuan dari ‘Si Mamat Peduli’ yang akan membuat dapur hangat, mungkin nanti ada snack, bubur kacang, dan adapun makanan-makanan ringan yang akan membantu masyarakat supaya tidak terlalu dingin,” bebernya.

Selain itu, warga juga membutuhkan selimut agar di malam hari tidak kedinginan, dan alat-alat lainnya yang bisa menghangatkan masyarakat.

“Warga yang berada di tenda pengungsian,  cuacanya juga masih turun hujan, jadi akan kami sampaikan bahwa ada kebutuhan warga untuk menghangatkan badan seperti selimut dan lain sebagainya,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait dengan kesehatan, pihak dari Dinas Kesehatan akan segera turun untuk mengecek kesehatan masyarakat yang ada di pengungsian ini.

“Pihak Kecamatan sudah menyampaikan kepada Puskesmas Jonggol, insya Allah bersama-sama tim yang ada akan membuat juga posko kesehatan disini, semoga kita berdoa semuanya masyarakat sehat, jikapun ada yang sakit bisa ditanggulangi di posko kesehatan tersebut,” ungkapnya

Untuk relokasi warga yang terdampak ia juga menjelaskan akan secepatnya dicarikan tempat baru yang lebih aman, dan jauh dari bantaran sungai, agar warga tidak takut lagi menempatinya.

“Kami sudah menyampaikan terkait relokasi warga yang terdampak abrasi  kepada kepala desa, selanjutnya kepala desa juga sudah mensosialisasikan kepada warga masyarakat, bahwa warga masyarakat yang benar-benar tidak layak lagi tinggal di sana akan secepatnya direlokasikan,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Serahkan Bantuan untuk Korban Abrasi

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Muad Khalim menyerahkan bantuan untuk korban abrasi di Kp Jagaita RT.02 RW.06  Desa Jonggol, Jonggol, Kabupaten Bogor yang diterima langsung oleh ketua RT setempat di posko pengungsian yang dibuat BPBD Kabupaten Bogor, Rabu (26/10).

Khalim sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan musibah abrasi yang menimpa pemukiman yang mengakibatkan 4 rumah ambruk, 22 rumah terancam dan musholla yang sudah memprihatinkan.

“Kami berharap kepada korban abrasi  diberikan kesabaran, kekuatan dan mengikhlaskan atas kejadian tersebut dan Insya Allah apa yang terjadi ini akan diganti oleh Allah SWT dengan yang lebih baik lagi. Jadikan ini sebagai ujian bagi warga yang terkena musibah,”ungkap Khalim kepada Jurnal Bogor, Rabu (26/10).

Politisi PDI Perjuangan tersebut berharap apa yang diberikan pihaknya ini mampu meringankan beban korban abrasi dan hal ini juga merupakan kepedulian dirinya untuk turut andil untuk memberikan bantuan kepada korban. 

“Harapan kami kedepannya, agar para korban abrasi ini dapat membangun kembali kediamannya jika perlu untuk direlokasi agar bisa terbebas dari abrasi . Semoga bantuan yang diberikan dari PDI ini dapat bermanfaat bagi korban abrasi,” pungkas Aleg yang berasal dari dapil 2 tersebut.

** Ramses / Nay 

UPT Desak Pol PP Tutup TPS Ilegal

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di Kampung Babakan, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor mendapat sorotan dari UPT Pengelolaan Sampah Wilayah II Jonggol. 

Kepala UPT Sampah Jonggol Heri mengatakan, keberadaan lokasi pembuangan sampah tersebut dapat membahayakan warga sekitar akibat adanya pencemaran sampah. Untuk itu, UPT mendesak agar Pol PP Kabupaten Bogor maupun Pol PP Kecamatan Cileungsi untuk segera melakukan tindakan dan menutup aktivitas di TPS tersebut.

“Kami sudah mengetahui keberadaan lokasi TPS tersebut, dan memang tidak pernah izin atau tembusan kepada kami. Untuk itu kami meminta kepada Pol PP untuk segera melakukan penertiban dan penutupan lokasi tersebut,” kata Heri kepada Jurnal Bogor, Rabu (26/10).

Menurut dia, pihak UPT memang tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap keberadaan TPS ilegal yang sampai saat ini masih beroperasi. Karena ranah penindakan dan penertiban menjadi kewenangan Pol PP.

“Tapi kami sudah sampaikan ke Pol PP tingkat Kecamatan dan Kabupaten untuk segera melakukan tindakan dan penutupan,” tukasnya.

Hal itu, kata Heri menjadi hal yang sangat penting lantaran keberadaan tempat penampungan sampah tersebut dapat membahayakan lingkungan sekitar akibat adanya pencemaran. Jika hal tersebut didiamkan, maka semakin lama sampah akan semakin menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

“Ada beberapa lokasi yang sudah kami minta kepada Pol PP agar segera ditutup. Salahsatunya yang di Cileungsi,” tegasnya.

** Taufik / Nay 

TPST3R MBR Panen Bawang dan Jadi Pusat Pembelajaran

0

Bawang merah, biasanya banyak dihasilkan dari wilayah Brebes. Namun kini dengan bantuan teknologi pertanian, bawang merah dapat dipanen di Kota Bogor. Setidaknya, itulah yang telah dibuktikan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Mutiara Bogor Raya (MBR). Akhir September lalu mereka berhasil memanen bawah merah, yang ditanam dengan menggunakan teknologi pertanian Smart Agriculture System bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BRI Jabar.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, yang menyaksikan panen tersebut mengatakan,  atas bantuan BRIN dan BI Jabar, ada pengembangan semacam pupuk organik dari kasgot yang ternyata hasilnya bisa meningkatkan kualitas panen dari bawang merah. “Ada perbedaan dimana yang sebelumnya memakai pupuk non-organik, kemudian sekarang menggunakan pupuk hasil penelitian BRIN hasilnya luar biasa berbeda. Dan mudah – mudahan meningkatkan produktivitas hasil panennya,” kata Dedie.
Dampaknya, sambung Dedie, masyarakat sekitar tidak perlu lagi membeli bawang ke tempat lain. Bawang yang dihasilkan di KWT Berkah MBR ini selain memiliki kualitas yang baik dan organik, juga memiliki harga yang bisa ditekan lebih murah. “Sehingga tingkat inflasi di Kota Bogor juga bisa semakin menurun. Nah, harusnya ini bisa direplikasi di KWT yang lain. Produksi bawang merah, putih, cabai itu diperlukan. Tiga komoditas pertanian ini menjadi pemicu inflasi selain BBM,” ungkapnya.
Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Ahmad Fathoni mengatakan, pihaknya sudah melakukan sinergi dengan KWT Berkah MBR untuk mengimplementasikan apa yang sudah dihasilkan di dunia riset dan teknologi. “Yang kita kenalkan saat ini adalah tekonologi mikroba pembenah tanah dan juga pupuk organik hayati. Untuk aplikasi ke bawang merah, ada pengurangan pupuk yang selama ini digunakan petani disubtitusi oleh teknologi kami,” kata Ahmad Fathoni.

Inovasi teknologi ini menjadi prototype dan role model yang nantinya bisa diaplikasikan lebih luas lagi di Kota Bogor. Tak hanya dengan KWT Berkah MBR, BRIN juga bisa berkolaborasi dengan stakeholder lainnya untuk mengembangkan inovasi teknologinya. “Kami ingin teknologi kami bisa betul – betul dirasakan masyarakat. Ada impact lewat tagline nasional kita yakni kedaulatan pangan dan energi. Sehingga teknologi bisa tepat guna,” bebernya.
Ketua KWT Berkah MBR, Karsiati menambahkan, berawal dari sinergitas KWT dengan BRIN dan BI Jabar ini diharapkan ada solusi bagi penanaman bawang merah secara hidroponik untuk mendapatkan hasil panen yang optimal. Karsiati juga berharap akan ada riset lainnya untuk perkembangan KWT Berkah MBR ke depan.

KWT Berkah MBR adalah komunitas yang menjadi bagian dari TPST3R MBR, Katulampa Bogor. Menurut Ketua TPST3R MBR, Bandung Sahari, saat ini lembaganya tidak hanya sebatas mengelola sampah, melainkan juga mengembangkan pertanian perkotaan. “Kami memanfaatkan lahan  terlantar untuk bersama-sama warga di perumahan MBR mengelola sampah dari 3 RW secara terpadu,” katanya. Keterpaduan itu yang membuat tempat ini multi fungsi. Selain mengolah sampah, juga ada kegiatan menanam sayur termasuk bawang merah, memproduksi pupuk organik, mengembangkan magot sampai beternak lele dan burung puyuh.

Tetapi setelah lebih dari 10 tahun beroperasi, menurut Bandung, TPST3R MBR juga telah berfungsi sebagai sebuah learning center. “Alhamdulillah, kami telah memperoleh banyak kepercayaan dari tamu  berbagai kalangan untuk mempelajari berbagai hal disini,” katanya. Mulai dari lembaga-lembaga pemerintah, para pelajar, mahasiswa sampai komunitas-komunitas sejenis.
Mereka tidak hanya tamu dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, seperti Australia dan Korea Selatan. “Baru-baru ini kami juga menerima kunjungan belajar mahasiswa dari Natinal University of Singapore,” katanya. Mereka yang datang dalam dua gelombang antara lain mempelajari manajemen urban farming. Terakhir juga datang rombongan mahasiswa dari Malaysia. Sedangkan dari dalam negeri, selain IPB, juga ITB dan UI serta UIN Jakarta. Sebagian dari mereka juga melakukan penelitian-penelitian.

Menurut Bandung, pencapaian kinerja TPST3R MBR hingga sejauh ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Bogor. Namun yang tak kalah penting adalah adanya semangat kebersamaan, kerjasama dan kekompakan diantara sesama warga perumahan MBR. Inilah keunikan yang dimiliki TPST3R MBR, bagaimana kebersamaan antar warga bisa terkelola dengan baik. “Semoga kami bisa mempertahankan ke-guyuban ini, untuk bisa menghasilkan banyak kemanfaatan bagi kami sendiri maupun warga Kota Bogor lainnya,” harap Bandung.  (Advertorial)

Kekurangan Guru PNS Dikeluhkan SDN Parakanmuncang 02

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Kepala Sekolah SDN Parakanmuncang 02, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor Ondeng Sofwanudin mengeluhkan kondisi kekurangan tenaga guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di sekolahannya. 

Pasalnya, saat ini sekolah negeri tersebut hanya memiliki 6 guru PNS dan dibantu 4 guru honorer. Sementara jumlah murid  memiliki 430 lebih, jika di bagi rombel itu satu berbanding 28 murid sebanyak 14 rombel.

“Kita minta sekolah ini ditambah lagi guru PNS-nya, karena guru yang masih dinyatakan honor ada 3 dan 7 PNS dengan kepala sekolah,” kata Ondeng Sofwanudin kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Dia menjelaskan, dengan kekurangan PNS dari sisi hitungan waktu siswa belajar di kurangi. Idealnya satu orang guru memegang satu ruang kelas.

Dengan kekurangan ini guru harus merangkap atau memegang dua kelas atau dua rumble.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Dinas pendidikan Kabupaten Bogor bisa memfasilitasinya. 

“Ada 4 guru yang merangkap. Artinya dari sisi efektif dan efisiennya seorang guru mencurahkan perhatiannya kepada siswa berkurang dan membuat proses belajar mengajar terhambat,” tukasnya.

** Andres

Tim Atletik Kabupaten Bogor Siap Wujudkan Target 12 Medali Emas

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Cabang olahraga atletik termasuk salah satu lumbung medali emas bagi Kontingen Kabupaten Bogor pada tiap pelaksnaan event Porda atau Porprov Jabar.

Pada Porda Jabar 2018 lalu yang digelar di Kabupaten Bogor, tim atletik Bumi Tegar Beriman mampu mendulang 11 medali emas.

Ketua PASI Kabupaten Bogor, Algusri secara tegas mengatakan, tim atletik Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022 mentargetkan 12 medali emas.

” Kami hanya mentargetkan 12 emas saja dan itu juga tidak kami hitung dengan nomor estafet,” ujar Algusri, Rabu, 26 Oktober 2022.

Algusri menambahkan, pada Porprov Jabar 2022 kali ini tim atletik Kabupaten Bogor akan berkekuatan 26 atlet terbaiknya.

” Kami optimis untuk 12 medali emas masih bisa kami raih dari nomor perorangan pada Porprov Jabar 2022,” tegas Algusri.
Namun, tambahnya, raihan medali emas bisa bertambah dengan nomor nomor estafet.

” Intinya target 12 medali emas pada Porprov Jabar 2022 masih sangat realistis, karena mayoritas skuad atletik Kabupaten Bogor masih diperkuat para atlet peraih medali emas Porda Jabar 2018,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin yang akrab disapa Junsam minta cabor atletik bisa mendulang sekitar 18.medali emas.

” Saya yakin tim atletik Kabupaten Bogor bisa meraih banyak medali emas pada Porprov Jabar 2022. Bahkan untuk 18 medali emas juga bisa tercapai,” tuntas Junsam.

** asep syahmid

Tim Tenis Meja Akan All Out Wujudkan Target Tiga Emas

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Cabor tenis meja Kabupaten Bogor telah mematok target tiga medali emas pada pelaksanaan Porprov Jabar 2022. Pada pelaksanaan Porprov Jabar 2022, Tim Tenis Meja Kabupaten Bogor akan menurunkan sembilan pemain terbaiknya

” Target kami hanya 3 emas dan peluangnya sangat.terbuka lebar untuk mewujudkan target itu, ” ujar Ketua PTMSI Kabupaten Bogor, H. Nurdin, Selasa (25/10/2022.

Nurdin menambahkan, kekuatan.pada cabang.olahraga Tenis Meja sudah sangat merata di Jawa Barat.

” Intinya kami dan semua pemain akan all out memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022, ” bebernya

Nurdin menambahkan, PTMSI Kabuoaten Bogor sudah menggelar TC Tim Tenis Meja yang akan berangkat ke Porprov Jabar 2022 sejak bulan Oktober 2022 di Hotel Mars, Megamendung.

Selain itu, kata Nurdin, menghadapi Porrov Jabar 2022, tim Tenis Meja Kabupaten Bogor akan berkekuatan sembilan pemain.

Sembilan pemain tenis meja yang akan tampil pada Porprov Jabar 2022 diantaranya terdiri dari empat pemain putra seperti Daniel, Febri, Syakur dan Arjuna .

” Sedangkan lima pemain putri yang akan membela Tim Tenis Meja Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022 yakni Wiwin, Lani, Gina, Gading dan Meilaisania,” pungkasnya.

** asep syahmid

Program Digitalisasi Pasar, Padagang Pasar Cibinong Siap Terapkan QRIS

0

Bogor | Jurnal Bogor

Program digitalisasi pasar yang dijalankan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bank Indonesia (BI) mulai diterapkan di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor. Di Pasar terbesar yang berlokasi di Jalan Raya Jakarta – Bogor itu semua pedaganganya sudah siap menerima transaksi non tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Asisten Direktur Bank Indonesia Yusi Yuliana mengatakan di era kecanggihan teknologi digitalisasi saat ini sudah merambah semua sektor, termasuk dalam perdagangan. Makanya, BI kata Yuli mengajak, semua semua pedagang di pasar tradisional mulai menerapkan pembayaran non tunai.

“Penggunaan QRIS untuk pembayaran non tunai ini tentunya akan meningkatkan daya saing pasar tradisional, sekaligus memudahkan konsumen yang selama ini melakukan pembayaran tidak cash. Apalagi digitalisasi perintah atau amanat dari Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi di Daerah,” kata Yuli, di Pasar Cibinong, Selasa (25/10).

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga Haris Setiawan mengatakan, digitalisasi pasar merupakan salah satu program utama yang sedang dicanangkan perusahaan. Saat ini sudah ada 8 dari 30 pasar yang ada di Kabupaten Bogor yang sedang dalam progress struktur digital.

“Kedelapan pasar itu, diantaranya Cibinong, Ciawi , Cariu, Cisarua, Cigombong ,Leuwiliang, Ciluar dan Ciseeng. Program digitalisasi pembayaran non tunai ini berkolaborasi dengan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Nah, untuk Pasar Cibinong, kami berkolaborasi dengan Bank Mandiri,” jelas Haris.

Kolaborasi dengan Bank Mandiri ini, kata Haris, sebelumnya dilakukan dalam program elektronik Kartu Tanda Berdagang (e-KTB), dimana Bank Mandiri bertindak sebagai supporting e-KTB. Di era sekarang ini sambung Haris, pasar tradisional saatnya melek digital.

“Program digitalisasi tentunya butuh dukungan dari perbankan, makanya kita menjalin dengan Himbara, pedagang pun secara bertahap kita ajak untuk hijrah agar semua sistem pembayaran tak lagi tunai, tapi diarahkan dengan memanfaatkan QRIS,”pinta Haris menutupi.

** Mochamad Yusuf