35.3 C
Bogor
Saturday, August 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 810

8 Tim Masuk ke Babak Selanjutnya Turnamen Acang Suryana Cup Tingkat SMP

0

 Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Sebanyak 16 tim futsal Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bogor, mulai bertanding dalam gelaran Turnamen Futsal Acang Suryana Cup 1 2022 di Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Gunung Putri yang terletak di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (27/10/22).

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gunung Putri, Ormas se-Gunung Putri serta para tokoh pemuda. Turnamen Acang Suryana CUP itu digelar untuk memeriahkan Hari Sumpah Pemuda.

Ketua Panitia Acang Suryana Cup, Iwan Kurniawan mengatakan, dalam pertandingan pembukaan itu sebanyak 16 tim futsal tingkat SMP se- Kabupaten Bogor, bertanding untuk masuk 8 besar atau babak penyisihan.

Terlihat antusias masyarakat serta siswa yang menjadi suporter sangat meriah. Bahkan, dari awal pertandingan semua berjalan tertib dan tanpa hambatan.

“Alhamdulillah, pertandingn hari ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikit pun. Bahkan GOM Gunung Putri ini dipenuhi oleh masyarakat serta suporter masing-masing sekolah. Tidak ada kericuhan yang terjadi,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (27/10).

Iwan menambahkan, selama pertandingan di babak penyisihan, masing – masing tim telah menunjukan skill terbaiknya dalam mengolah si kulit bundar. Hingga akhirnya, tersisa 8 tim dari 4 grup yang terbaik akan bertanding lagi pada Sabtu, 29 Oktober 2022.

“Setelah selesai pertandingan di babak penyisihan tingkat SMP, kini tersisa 8 tim yang akan bertanding pada hari Sabtu nanti,” jelasnya.

Ia berharap, dalam babak 8 besar nanti dapat berjalan seperti saat ini. Selain itu, para tim juga dapat memobilisasi para suporternya agar serta dapat bermain dengan sportif.

Adapun 8 tim tingkat SMP yang lolos ke pertandingan selanjutnya ialah SMPN 01 Gunung Putri, Triple J, SMPN 01 Cileungsi, MTs Fitrah Mulia, SMP PGRI Cibinong, SMPN 04 Gunung Putri, SMPN 03 Gunung Putri dan SMP Yapsa.

Di lokasi yang sama, Acang Suryana mengucapkan terima kasihnya kepada panitia, Polsek dan Koramil serta Kecamatan Gunung Putri yang telah mendukung kegiatan turnamen futsal tersebut. Selain itu, Ormas dan OKP se Kecamatan Gunung Putri dan semua pihak yang terlibat hingga terlaksananya kegiatan olah raga itu tanpa ada hambatan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan turnamen futsal antar pelajar ini. Saya juga memohon dukungan dan partisipasi hingga kegiatan selesai. Juga minta maaf jika ada kekurangan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ratusan KPM di Desa Sadengkolot Terima BLT DD Triwulan IV

0

Leuwisadeng| Jurnal Bogor 

Ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) triwulan IV tahun 2022, Kamis (27/10/22).

Dalam penyaluran tersebut didampingi Sekretaris Kecamatan Leuwisadeng, Hendarsyah dan Pendamping Lapangan Desa (PLD) Ujang.

Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat mengatakan, pihaknya dalam penyaluran BLT-DD tersebut memprioritaskan kepada warga yang telah lanjut usia.

Selain itu kata dia, berdasarkan hasil musyawarah desa jumlah warga kurang mampu yang terdampak pandemi Covid–19 dan yang ditetapkan sebagai penerima atau yang berhak mendapatkan BLT-DD itu adalah warga yang belum mendapatkan bantuan seperti BPNT, PKH, Banpres, Banprov dan lainnya.

“Dalam penyaluran ini kita prioritaskan KPM yang sudah lanjut usia, dan yang belum pernah mendapatkan bantuan dari Presiden, Banprov, PKH dan lainya,” katanya.

Dia menjelaskan, jumlah keseluruhan KPM sebanyak 266. Masing-masing KPM menerima sebesar Rp 300.000 per bulan.

Dia berpesan kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan untuk menggunakan uang yang diberikan pemerintah pusat dengan sebaik-baiknya.

“Belanjakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, karena kita tau naiknya bahan bakar minyak pasti berpengaruh kepada faktor ekonomi yang ikut naik, jadi saya himbau kepada semuanya untuk belanjakan keperluan rumah dengan benar dan semoga adanya bantuan ini dapat membantu perekonomian masyarakat saya,” tukasnya.

** Andres

Ibu Muda di Jonggol Pingsan Saat Donor Darah

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

R (25) ibu muda asal Jonggol tiba-tiba pingsan usai mengikuti kegiatan donor darah yang diadakan PMI Kabupaten Bogor di halaman Kantor Kecamatan Jonggol, Kamis (27/10).

Dian (28) rekanan R mengatakan, R memang baru pertama kalinya mengikuti donor darah dan dia menduga temannya itu kaget. 

“ Dia memang sering pingsan, ditambah lagi ini pertama kalinya dia melakukan donor darah,” ujar Dian kepada Jurnal Bogor, Kamis (27/10).

Terlihat, petugas medis dan staf Palang Merah Indonesia (PMI) dan dokter dari Puskesmas  Jonggol pun langsung memberikan pertolongan. 

“Ibu muda tersebut saat diambil darah langsung mengalami pusing, mual dan kepala pening. Jika pemula memang banyak yang mengalami semacam itu mereka tak biasa melihat tetesan darah dan menjadi kepala pening atau bisa saja sebelum diperiksa mereka kurang tidur,” jelas Betty pengurus PMI Kecamatan Jonggol yang juga anggota TSK.

Betty  menambahkan, setelah mendapatkan penanganan, R yang pingsan tersebut akhirnya kembali seperti sediakala.

“Untuk saat ini kami menyiapkan kuota sebanyak 150 orang, semoga bisa lebih dari itu, ” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

TPS Ilegal Dayeuh, Kabid Dardak Akan Turunkan Personil 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Mendapati adanya pengaduan perihal adanya tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang berada di Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kabid Dardak UU Pol PP Kabupaten Bogor Wawan akan melakukan komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satgas Kecamatan Cileungsi untuk menindaklanjuti keberadaan TPS ilegal tersebut.

“Saya akan koordinasi dengan DLH dan Kecamatan Cileungsi, serta berkoordinasi dengan pegawai DLH dan Kanit Pol PP Cileungsi,” ujar Wawan kepada Jurnal Bogor, Kamis (27/10).

Menurutnya, setelah berkoordinasi pihaknya akan melihat lokasi yang dimaksud dengan menurunkan personil untuk menertibkan. “Nanti kami tertibkan dan akan kami kabari,” jelasnya.

Sebelumnya, keberadaan TPS ilegal di Desa Dayeuh mendapat sorotan dari UPT Pengelolaan Sampah Wilayah II Jonggol. 

Kepala UPT Sampah Jonggol Heri mengatakan, keberadaan lokasi pembuangan sampah tersebut dapat membahayakan warga sekitar akibat adanya pencemaran sampah. Untuk itu, UPT mendesak agar Pol PP Kabupaten Bogor maupun Pol PP Kecamatan Cileungsi untuk segera melakukan tindakan dan menutup aktivitas di TPS tersebut.

“Kami sudah mengetahui keberadaan lokasi TPS tersebut, dan memang tidak pernah izin atau tembusan kepada kami. Untuk itu kami meminta kepada Pol PP untuk segera melakukan penertiban dan penutupan lokasi tersebut,” kata staf UPT Pengelolaan Sampah Wilayah II Jonggol, Heri kepada Jurnal Bogor, Rabu (26/10).

Menurut dia, pihak UPT memang tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap keberadaan TPS ilegal yang sampai saat ini masih beroperasi. Karena ranah penindakan dan penertiban menjadi kewenangan Pol PP.

“Tapi kami sudah sampaikan ke Pol PP tingkat Kecamatan dan Kabupaten untuk segera melakukan tindakan dan penutupan,” tukasnya.

Hal itu, kata Heri menjadi hal yang sangat penting lantaran keberadaan TPS tersebut dapat membahayakan lingkungan sekitar akibat adanya pencemaran. Jika hal tersebut didiamkan, maka semakin lama sampah akan semakin menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

“Ada beberapa lokasi yang sudah kami minta kepada Pol PP agar segera ditutup. Salahsatunya yang di Cileungsi,” tegasnya.

** Taufik / Nay 

5 Rumah di Sadengkolot Terancam Longsor

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor 

Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Cimandi Rasa RT 05 RW 02  Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Longsor ini telah menggerus kandang ternak dan 5 rumah rawan terbawa longsor.

“Longsor terjadi pada dua pekan lalu,” kata Ketua RT setempat Iwan kepada Jurnal Bogor, Kamis (27/10).

Tebingan yang dilanda longsor memiliki ketinggian 10 meter dengan panjang  25 meter dan terdapat 5 rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Selain rumah RT Iwan, kata dia, pemilik rumah yang teracam atas nama Yadi, Hendra, Erum, dan Rahmat.

Iwan menjelaskan, kejadian tebingan longsor sudah kedua kalinya, pada 2019 lalu di wilayahnya sempat diterjang longsor. Namun kali ini longsor terbilang cukup besar sehingga tebingan  bergeser hingga berjarak  dua meter dari rumah warga.

Sementara, Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman membenarkan terjadi longsor di tengah pemukiman penduduk. Hal ini terjadi bukan hanya di Kampung Cimandirasa,  termasuk di kampung Sindangwangi disebabkan faktor alam dan nyaris memutus akses jalan di kampung itu.

“Namun masalahnya jelang tahun 2023 ini, semua anggaran sudah terploting dimasing-masing wilayah untuk pembangunan 2022,” tukasnya.

Warga berharap tebingan yang diterjang longsor itu dilakukan  pemasangan beronjong  maupun TPT dari BPBD Kabupaten Bogor.

** Arip Ekon

Ada Anak Kab Bogor Kena Gagal Ginjal, Ketua DPD Nasdem Minta Masyarakat tak Panik

0

Sukaraja |Jurnal Inspirasi

Kasus gagal ginjal akut pada anak mulai ditemukan di Kabupaten Bogor. Seorang bocah asal Kecamatan Cileungsi berinisial AP (2 tahun), didiagnosa dokter menderita gangguan ginjal akut.

Bocah malang itu kini dirawat secara intensif di RSCM Jakarta.Kasus yang diderita bocah AP tersebut belum terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor, Kolonel (Purn) dr. Friedrich M. Rumintjap, Sp.OG (K), MARS mengaku prihatin dan berharap balita AP mendapatkan perawatan terbaik dari tim medis.

Dengan munculnya kasus gagal ginjal akut pada anak di Kabupaten Bogor ini, dr. Frits, sapaan akrab Friedrich meminta masyarakat agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Tetap waspada dan melakukan pemeriksaan rutin anak-anak ke rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya seperti Puskesmas,” kata dr. Frits dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/10/2022).

Frits mengatakan, kasus gangguan ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak telah menyebar di 26 provinsi di Indonesia. Tercatat, kasus gagal ginjal akut pada anak telah mencapai 245 kasus hingga Senin (24/10/2022).

Untuk menahan laju penyebarannya, dr. Frits berpendapat diperlukan sinergitas dari seluruh pihak terkait. “Para pemangku kepentingan di tingkat daerah maupun pusat harus saling mendukung dalam penanganan kasus yang menimpa anak-anak ini. Fokus pada upaya pencegahan, penyebaran, dan yang terpenting juga upaya penyembuhan terhadap anak-anak yang telah terserang penyakit ini,” papar pria yang berprofesi sebagai dokter lebih dari 35 tahun ini.

Selain itu kata Frits koordinasi antarlembaga mutlak berjalan baik lantaran sebagai kunci dari berhasil tidaknya penanganan kasus ini.

“Semua pihak harus saling bekerjasama, bukan larut dalam silang pendapat. Ini penting agar para orang tua tetap tenang dan anak-anak yang terkonfirmasi ginjal akut dapat tertangani dengan baik,” tandas ketua umum Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) itu.

Frits berharap agar pemerintah juga melengkapi berbagai fasilitas kesehatan dalam upaya penanganan kasus gagal ginjal akut yang banyak menyerang anak-anak Balita.

“Setidaknya untuk di Kabupaten Bogor ini, langkah melengkapi fasilitas kesehatan itu bertujuan sebagai upaya antisipatif, guna memudahkan proses penanganan pasien anak yang teridentifikasi menderita ginjal akut bisa tertangani dengan cepat,” imbuhnya.

Frits mengimbau agar para orang tua tidak cemas dan tetap waspada terhadap kondisi kesehatan anak-anak mereka, serta selalu mencari informasi dari sumber terpercaya agar mendapatkan informasi yang akurat dan tidak simpang siur.

“Jika ada indikasi volume buang air kecil anak menurun atau hanya sedikit, kemudian juga mengalami demam, batuk dan flu bahkan diare atau infeksi saluran pencernaan, segeralah periksakan anak ke pusat pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.

Frits menjelaskan,kasus gagal ginjal akut pada anak ini akan menjadi salah satu perhatian NasDem Kabupaten Bogor, khususnya dalam rangka HUT Partai NasDem ke-11 pada 11 November mendatang.

“Kami ingin membantu masyarakat dan pemerintah dalam upaya mencegah merebaknya penyakit gagal ginjal akut pada anak, khususnya di Kabupaten Bogor. Kami akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, dengan memberdayakan kader NasDem baik di kepengurusan tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa,” papar dr. Frits menutupi.

*** Mochamad Yusuf

Kementan Masifkan Penggunaan Pupuk Organik, Alternatif Tingkatkan Produktivitas

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas. Di antaranya menggunakan varietas unggul, memperluas penggunaan pupuk organik dan melakukan pemupukan secara berimbang. Langkah ini penting dilakukan untuk menghasilkan padi berkualitas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa pertanian adalah sektor kunci yang bisa memperkuat ekonomi. Karena itu, diperlukan pendekatan baru dalam meningkatkan produktivitas. Caranya adalah memperkuat networking dan mengembangkan pupuk organik sebagai penyubur tanaman.

“Untuk mengantisipasi dan beradaptasi kita perlu 3 hal. Pertama memperkuat pendidikan, teori dan pertemuan seperti ini untuk membangun networking. Kedua kita bangun agenda dan manajemen sistem sebagai sebuah ilmu yang akan kita terapkan. Dan Ketiga merubah mindset dari para pelaku pertanian untuk berubah dengan kondisi yang ada. Salah satunya mengembangkan pupuk organik,” ujar SYL dalam acara Training of Trainer (TOT) yang digelar secara virtual, Rabu, 26 Oktober 2022.

Menurut SYL, sektor pertanian sudah sejak lama menjadi bantalan ekonomi nasional. Pertanian juga terbukti menjadi sektor pembuka lapangan kerja hingga berjuta-juta. Karena itu, generasi yang ada saat ini harus memperkuatnya dengan bekerja lebih keras lagi.

“Pertanian itu harus kita jaga bersama. Dan kita yang menjadi pejabat jangan sampai salah maintenance. Yang paling penting, kita jangan menjadi orang yang menghilangkan nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa salah satu yang harus dilakukan bersama adalah melakukan pemupukan berimbang. Sistem tersebut sangat penting untuk mendukung tumbuh kembangnya sebuah tanaman. Namun, kata dia, pemupukan juga tidak boleh berlebih karena bisa mengakibatkan erosi dan gagal tanam.

“Pemupukan tidak boleh berlebih. Kalau pupuk urea berlebih dia memasamkan tanah dan berbahaya. Akibatnya gampang tererosi dan cepat jenuh airnya. Disitulah bisa mengakibatkan gagal tanam,” ujarnya.

Menurut Dedi, pemupukan adalah komponen utama pada sebuah tanaman. Karena itu diperlukan keberimbangan baik urea maupun dengan proses perawatan. Salah satunya mengatur aliran air. Air sangat diperlukan pada sawah yang baru proses tanam. Namun pengairan tidak boleh berlebih karena dapat merusak akar tanaman.

“Air adalah infiltrasi. Dan air harus kita jadikan anugrah. Dengan kita belokan airnya ke lahan pertanian untuk irigasi makan dengan sendirinya ia akan menghasilkan karbohidrat dalam bentuk beras. Disitulah pentingnya kita membuat sumur resapan sebanyak banyaknya. Yang pasti, pemupukan harus benar dan di imbangi dengan pupuk organik, kalau di lahan miring imbangi dengan guludan agar erosi tidak banyak,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menyediakan pupuk subsidi dengan kapasitas 9 juta ton. Para petani bisa mendapatakan pupuk tersebut melalui sistem e-RDKK. Sistem itulah yang akan mendata siapa saja para petani yang berhak menerima pupuk.

“Basis dari pengajuan subsidi pupuk adalah RDKK. Jadi manakala ada lahan yang diluar domisili kecamatan, dia tidak mendapatkan pupuk. Solusinya kompromi saja, tidak boleh ada lahan yang tidak kebagian pupuk kalau sudah berhak dan sesuai SOP yang dikeluarkan oleh kementan,” katanya.

Di samping itu, pemerintah juga mendorong para petani untuk membuat pupuk organik yang bisa dilakukan menggunakan bahan alami seperti jerami dan kotoran hewan ternak. Petani bahkan bisa membuat sertifikasi untuk pembuatan pupuk organik berbasis bisnis.

“Bagaimana caranya mendapatkan sertifikasi? kalau untuk komersial itu harus uji mutu dan efektifitas bersama sama dengan kementan. Jadi di dalam sertifikasi organik itu yang paling penting adalah prosesnya, bukan hanya produknya,” jelasnya.

Sebagai informasi, kegiatan TOT ini dihadiri 7.680 peserta yang terdiri dari widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian seluruh Indonesia. Namun demikian, realisasi registrasi peserta secara online mencapai 12.228 pendaftar atau 159,22 persen.

*ppmkp/Kementan

Koordinator P3MD Anggap Samisade Sekarang Pemdes Rawan Terjerat Kasus Hukum

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Bantuan keuangan yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kepada 416 desa, melalui Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2022, dianggap rawan terjerat hukum untuk pemerintahan desa (Pemdes).

Hal itu dikatakan Kordinator Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bogor, Dadan Syarif Mutoan.

Menurutnya, sangat terlihat perbedaan saat masih Bupati Bogor dipimpin Ade Yasin dengan sekarang. Dimana, awal pelaksanaan program Samisade, setiap desa yang merupakan perwakilan kecamatan melakukan ekpos atau melaunching program tersebut dengan melibatkan seluruh jajaran Muspida Kabupaten Bogor.

“Ketika desa launching program Samisade, Bupati Bogor mengajak semua jajaran Muspida, baik itu Kejaksaan Negeri (Kejari), Polres, Kodim serta Pengadilan Negeri dan Agama,” ungkap Dadan, kepada wartawan saat melaksanakan rapat kordinasi (Rakor) dengan seluruh pendamping desa se-Kabupaten Bogor, di Hotel Bayak di Desa Cilember, Cisarua, Rabu (26/10).

Namun, lanjutnya, setelah Ade Yasin tersandung kasus, jajaran Muspida dalam mengawal serta mengawasi program Samisade seakan tidak dilibatkan Pemkab Bogor. Karena, kegiatan launching yang dilakukan desa dengan mengundang Bupati Bogor, Kejari, Polres, Kodim, Pengadilan Negeri dan Agama saat ini tidak dilakukan.

“Salah satu alasan saya menganggap program Samisade tahun ini Pemdes rawan terjerat hukum, karena hal itu,” jelas Dadan.

Meski dijajaran Muspida tidak ikut turun menyaksikan ekpos atau launching Samisade, sambung Dadan, tetapi ada beberapa desa saat akan melaksanakan pembangunan infrastruktur yang didanai Samisade, mengundang pihak Muspika, baik itu kecamatan, Polsek maupun Koramil.

“Itu sih balik lagi ke desa masing-masing. Ada yang mengundang Muspika dan tidak saat akan mulai pengerjaan pembangunan,” paparnya.
Selain itu, Dadan mengaku pesimis pelaksanaan pembangunan program Samisade, dapat terlaksana 100 persen pengerjaannya hingga akhir tahun oleh semua desa. Terlebih, masih banyak bantuan keuangan dari pemerintah seperti Dana Desa (DD) dan lainnya yang belum semua terserap hingga menumpuk diakhir tahun.

Dadan menambahkan, masih adanya beberapa desa yang belum mengerti pelaksana program Samisade. Bahkan, saat anggaran bantuan keuangan dari Pemkab Bogor itu sudah diterima, pihak desa malah baru akan melakukan rapat atau musyawarah terkait lokasi yang akan dilaksanakan pembangunan.

“Ini nyata. Masih saja ada desa yang seperti itu. Anggaran sudah cair dan diterima, tapi lokasi pelaksanaan pembangunan nya baru akan dirapatkan atau dimusyawarahkan,” ungkap Dadan, kepada wartawan.

Terkait progres penyerapan anggaran program Samisade dari Pemkab Bogor pun, Dadan menyatakan, sampai sekarang masih ada sekitar 25 desa lagi yang belum melakukan pencairan.

“Ada persyaratan pengajuan yang harus direvisi lagi oleh desa di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Mudah-mudahan hari ini sudah selesai dan bisa segera dicairkan,” kata Dadan.

Dadan berharap, para kepala desa yang menerima dana Samisade untuk taat aturan, termasuk dana sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dari anggaran pendapatan belanja desa (APBDes) ke APBD Kabupaten Bogor.

“Biar tidak terjerat kasus hukum, saya minta Pemdes harus betul-betul melaksanakan penyerapan anggaran bantuan sesuai dengan pengajuan,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

Hujan Lebat dan Angin Kencang Robohkan Pohon dan Timpa Pengendara Motor di Leuwisadeng

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Sebuah pohon di Jalan Raya Sadeng tepatnya di Kampung Kosol RT 07 RW 04, Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor roboh dan menimpa pengendara sepeda motor.

Warga sekitar, Rudy Hermawan mengatakan, pada saat kejadian cuaca sedang Hujan deras dan disertai angin kencang. “Hujan deras ditambah angin kencang kemarin sore saat kejadian,” katanya.

Dia menjelaskan, pohon tumbang ke badan jalan di jalan nasional itu menimpa salah satu pengendara yang melintas di jalan tersebut.

“Motor itu dari arah leuwiliang menuju arah Cigudeg, pengendara itu sendirian,” katanya.

Menurut Rudy Hermawan, korban pengendara jika dilihat dari pakaian yang dikenakan celana abu-abu tersebut merupakan seorang pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, belum diketahui korban siswa sekolah mana.

“Kayaknya itu anak sekolah SMA tapi belum tahu siswa mana, kemudian korban ditolong dan dibawa oleh pengendara lain yang melintas saat kejadian itu terjadi,” katanya.

Sebelumnya, Camat Leuwisadeng, Rudy Mulyana menyampaikan, terkait banyaknya pohon di sepanjang jalan Jalan Raya Leuwisadeng seharusnya sudah dipetakan oleh dinas terkait.

“Memang UPT DLH juga bisa melihat dan bisa memetakan ini mana (pohon) yang sudah tua mana yang dianggap berbahaya seperti di Kota Bogor gitu kan,” ucapnya.

Meski begitu, Rudy Mulyana meminta, baik kepada warga maupun pihak pemerintah desa untuk dapat memprediksi ketika ada sebuah pohon yang dianggap berbahaya untuk segera disampaikan dan pihak kecamatan siap membantu melaporkan.

“Karena wilayah kita yang sangat luas. Tapi, minimal saya harapkan pihak desa maupun warga sekitar sudah bisa memprediksi pohon yang sudah tua disampaikan dan kami akan bantu untuk melaporkan,” katanya.

Menanggapi kejadian itu, Kanit Lantas Polsek Leuwiliang, Iptu Tri Aryanto mengimbau kepada pengendara roda dua atau lebih untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara terlebih di musim penghujan tak jarang disertai angin kencang seperti sekarang ini.

“Saat ini untuk di wilayah Polsek Leuwiliang masih kondusif, tapi kami mengimbau khususnya dari jajaran lalu lintas Polsek Leuwiliang khususnya bagi pengendara sepeda motor apabila keadaan cuaca sedang hujan, lebih baik menepi dahulu, berteduh dahulu ditempat yang aman dan jangan dipaksakan kendaraan tersebut untuk melaju,” ujarnya.

Iptu Tri Aryanto menambahkan, untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Di imbau sekali lagi agar mengutamakan keselamatan saat berkendara apalagi di musim hujan seperti yang terjadi akhir-akhir ini,” tukasnya.

** Andres 

Damanhuri Pertanyakan Tanah Kas Desa Seluas 4 Hektare di Persil No 84

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Disebut ada tanah kas milik Desa Gunung Putri saat mediasi bersama Sekretaris Daerah Pemkab Bogor Burhanudin dan jajarannya, Damanhuri mempertanyakan letak persis tahan Kas Desa seluas 4 hektare yang berada di Persil No 84 yang sampai saat ini masih dalam keadaan bersengketa.

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri mengatakan, atas dasar dari mediasi pertama tersebut pada akhirnya Pemdes mempertanyakan kepada BPN Cileungsi terkait letak persis tanah kas Desa Gunung Putri dengan melayangkan surat kepada BPN Cileungsi.

“Kita sudah melayangkan surat sebanyak 3 kali kepada BPN Cileungsi, namun sampai saat ini kami tidak ada balasan maupun ajakan mediasi dari BPN Cileungsi terkait tanah kas desa yang kami pertanyakan,” ujar A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (26/10).

Menurutnya, kasus semrawutnya tanah di Persil No 84 itu sudah terjadi sejak 30 tahun lalu dan ini seolah dibiarkan dan diabaikan. Dia mempertanyakan entah karena banyaknya oknum yang terlibat jika kasus Persil 84 ini terkuak atau memang sengaja dibiarkan. Padahal persoalan di Persil no 84 ini bisa diselesaikan Pemkab.

“Tapi inikan seolah ada pembiaran dan ada yang disembunyikan, nyatanya kami minta data peta kas desa yang disebut-sebut baik saat mediasi maupun saat dalam persidangan Pak Lurah Miming, BPN tidak memberikan keterangan apapun,” paparnya.

Pihak desa mengaku minim data dan informasi tapi Pemkab, baik saat mediasi maupun persidangan ada tanah kas Desa Gunung Putri seluas 4 hektare. “Kami mempertanyakan hal itu kepada yang berwenang,” cetusnya.

Ia menjelaskan, jika sampai akhir Oktober 2022 ini Pemdes Gunung Putri tak jua mendapatkan jawaban terkait letak tanah kas desa di Persil no 84, maka dirinya akan langsung mendatangi BPN Cileungsi untuk meminta mediasi. “Jika tak jua ada jawaban dari berkas yang kami minta, saya atas nama Pemdes Gunung Putri akan lanjut ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain