27.7 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 810

Gol Tunggal Rio Ferdinan Menangkan Rans Nusantara FC Saat Bungkam Borneo FC 1-0

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Ambisi Rans Nusantara FC U-18 berhasil memetik poin penuh dalam laga lanjutan Kompetisi Elite Pro Acdemy (EPA) U-18 Gtup A.

Rans Nusantara FC U-18 yang dibesut M Qodrat menumbangkan Borneo FC dengan skor 1-0 dalam laga yang berlangsung di lapangan Jakarta Internasional Stadium (JIS Jakarta, Selasa, 20 September 2022

Kemenangan Rans Nusantara FC U-18 atas Borneo FC berkat gol tunggal Rio Ferdinan pada menit ke-61 yang bersarang ke gawang Borneo FC yang dikawal Arya Handika Pratama.

Manager Rans Nusantara FC U-18, Gautama Bayu tampak bangga dan senang dengan kemenangan yang diraih Rio Ferdinan cs.

” Alhamdulilah kita. Kembali memetik poiin penuh. Saya apressiasi kerja keras semua pemain dan jajaran pelatih,” ujar Gautama Bayu, Selasa, 20 September 2022

Mudah mudahan, kata Gautama Bayu, kemenangan lawan Borneo FC ini akan jadi modal penting dalam menatap laga selanjutnya.

Saat ini, Rans Nusantara FC sudah mengemas 16 poin dan menempati posisi ketiga klasemen Grup A.

Pada laga selanjutnya, anak anak asuhan M Qodrat ini akan meladeni Dewa United FC dan Persikabo 1973.

“Target kami tentunya meraih poin maksimal dalam dua laga tersisa pada Konpetisi EPA U -18 kali ini dan finish pada posisi runner up ” pungkasnya.

** asep syahmid

Andre Wisnu Adi dkk Dipanggil Seleksi Timnas Softenis Untuk SEA Games Kamboja 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Meskipun baru menggeluti cabor softenis baru dua tahun, namun Andre Wisnu Adi, salah satu pemain softenis binaan Pesti Kabupaten Bogor sudah memikat perhatian pengurus pusat softenis.

Tak heran jika PP Pesti memangil Andre Wisnu Adi yang juga andalan Tim Softenis Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022 bulan November mendatang untuk ikut dalam Seleknas Tim Softenis untuk persiapan SEA Games 2023 di Kamboja.

Pemanggilan Andre Wisnu Adi masuk dalam Seleknas Tim Softenis ini berdasarkan undangan seleknas dari PP Pesti melalui surat No: 084/ SRT/ PESTI/ IV / 2022 tertanggal 19 September 2022 yang ditanda tangani secara langsung oleh Sekjen PP Pesti, Agus Rosadi.

Ketua Pesti Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Chechanova mengaku bangga dengan dipangilnya empat atlet Softenis Kabupaten Bogor termasuk Andre Wisnu Adi untuk ikut seleknas Tim Softenis Indonesia menuju Sea Games 2022.

Vio panggilan akrab dari Ketua Pesti Kabupaten Bogor optimis Andre Wisnu Adi akan masuk dalam skuad Timnas Softenis Indonesia pada Sea Games 2022.

” Kami bangga walaupun Pesti Kabupaten Bogor baru berusia 2 tahun. Namun kami sudah mampu mengirimkan perwakilan dalam Seleknas kali ini.,” ujar Vio

Sementara itu, Agus Althaf salah satu pelatih Tim Softenis Kabupaten Bogor mengatakan, selain Andre Wisnu Adi ada tiga pemain Kabupaten Bogor lainnya yang dipanggil selknas kali ini.

Agus menambahkan, tiga pemain Softenis Kabupaten Bogor lainnya yang ikut seleknas kali ini diantaranya Angelica, Hemat Bhakti Anugerah dan Daniel Sanger.

Pelaksanaan Seleknas Tim.Softenis untuk SEA Games 2023 di Kamboja itu akan dilakukan pada tanggal 8 -9 Oktober di Lapangan Tenis Klub Eksekutif Persada, Jalan Raya Protokol, Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur.

Pada seleksi nasional kali ini, PP Pesti memanggil sebanyak 15 pemain putra dan 8 pemain putri yang akan mengikuti seleknas awal bulan depan.

** asep syahmid

Tiga Atlet Hockey Kabupaten Bogor Lolos Seleksi Tim Hockey U-21 Jawa Barat

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Tiga atlet hockey binaan FHI Kabupaten Bogor menuai prestasi gemilang dalam seleksi Tim Hockey Outdoor U-21 Jawa Barat yang diikuti 186 atlet hockey di Jawa Barat.

Ketiga atlet hockey Kabupaten Bogor yang lolos seleksi Tim Hockey Outdoor U-21 Jabar diantaranya Lutfi Sahid Asyidiq Ibnu Kamal (putra) Ade Nisa Oktaviyani dan Safira Qurotun A’ Yuni (putri).

“Alhamdulilah tiga atlet hockey binaan FHI Kabupaten Bogor lolos seleksi Tim Hockey Outdoor U-21 Jabar,” ujar Ketua FHI Kabupaten Bogor, M Saepudin, Selasa, 18 September 2022.

Aep menambahkan, pelaksanaan seleksi pemain putra dan putri U-21 Jabar itu dilakukan di Lapangan Hockey Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada tanggal 17 sampai 18 September 2022.

Selanjutnya, kata Aep, pada seleksi kali ini FHI Kabupaten Bogor mengiirimkan 5 orang atlet.

“Tim Hockey Outdoor Kabupaten Bogor ikut seleksi tim Hockey Jabar . Dari 5 atlet yang dikirim ada 3 atlet yang lolos seleksi yakni 2 putra 1 putri, ” bebernya.

Disamping itu, kata Aep, seleksi Tim Hockey Jabar U-21 masih akan berlanjut pada akhir pekan nanti untuk nomor Hockey Indoor.

” Lolosnya tiga atlet binaan FHI Kabupaten Bogor ini adalah buah kerja keras dan proses pembinaan yang kami lakukan selama ini,” pungkasnya.

Nama yang lolos seleksi tahap 1 tim Hockey Field Jabar U-21 dari Kabupaten Bogor :

  1. Lutfi Sahid Asyidiq Ibn Kamal
  2. Ade Nisa Oktaviyani
  3. Safira Qurotun Ayuni

** asep syahmid

14 Atlet NPCI Kabupaten Bogor Lakukan Pemeriksaan Mata Sebagai Syarat Klasifikasi Peparda Jabar 2022

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sebanyak 14 atlet NPCI Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Pelatcab Peparda Jabar 2022 mengikuti test pemeriksaan mata.

Pemeriksaan mata yang diikuti 14 atlet NPCI Kabupaten Bogor ini dilakukan di RS Mata Cicendo, Kota Bandung, Selasa, 20 September 2022.

Sebelumnya, NPCI Kabupaten Bogor juga telah melakukan test fisik dan kesehatan kepada semua atletnya yang akan diberangkatkan ke Peparda Jabar 2022.

Ketua Umum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach mengatakan, pemeriksaan mata kepada para atlet NPCI Kabupaten Bogor ini sebagai salah satu program yang memag sudah jadi agenda sebelum menatap Peparda Jabar 2022.

Ia menambahkan, pemeriksaan mata ini sifatnya wajib dilakukan kepada para atlet yang tuna netra.

“Pemeriksaan mata yang dilakukan kepada 14 atlet NPCI Kabupaten Bogor ini sebagai syarat klasifikasi untuk tuna netra yang akan ikut dalam Peparda Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi,” ujar Ketua Umum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach, Selasa, 20 September 2022.

Lebih lanjut, kata Misbach, 14 atlet yang melalukan pemeriksaan mata itu berasal dari cabor Atletik, Angkat Berat, Renang, Tenis Meja dan Goal Ball.

** asep syahmid

Mentan SYL Minta Mahasiswa PEPI Bangun Sektor Pangan Yang Lebih Kuat

0

Tangerang | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta mahasiswa Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) ikut membangun sektor pangan nasional yang jauh lebih kuat. Dia ingin, mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menjadikan pertanian sebagai kekuatan utama membangun bangsa dan negara.

“Kita berharap mahasiswa PEPI lebih berkualitas di bidang pertanian dan enjiniring pertanian. Tentu saja mereka harus mampu mengenergi pertanian dimasa yang akan datang,” ujar SYL saat meresmikan Asrama Politeknik PEPI di Pagedangan, Tangerang, Banten, Senin, 19 September 2022.

SYL percaya kemampuan intelektual mahasiswa PEPI dapat berkembang dengan baik sesuai materi perkuliahan yang ada. Namun lebih dari itu, yang terpenting adalah menentukan langkah dan konsep ke depan agar lebih tertata, terstruktur dan terprogram.

“Salah satu konsep di pertanian adalah menghadirkan petani milenial kita agar demografis dari bangsa ini bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin melalui anak-anak muda yang besok memiliki ilmu pertanian lebih baik dan tentu saja etos kerja mereka, manajemen konsepsi mereka akan lebih terstruktur,” katanya.

SYL mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang terbukti mampu menjadi tumpuan ekonomi bangsa. Selaras dengan hal itu, pemerintah melalui Kementan juga sudah menyiapkan berbagai program dan kebijakan yang bisa diakses oleh semua petani muda di seluruh Indonesia.

“Kita harus terus dorong anak-anak milenial ini berkreasi. Yang paling penting ada kemauan dan semangat, dan paham bangsanya ini bangsa besar yang memiliki alam luar biasa. Oleh karena itu, pendidikan ini diharapkan menjadi bagian-bagian yang besok bisa lahir di PEPI ini,” katanya.

Yang pasti, menurut SYL, keilmuan PEPI tidak boleh kalah dari ilmu pertanian di negara lain. Pertanian harus menjadi harapan semua orang dalam memperbaiki ekonomi kebangsaan. Karena itu, mengelola pertanian harus dimulai dari kebersamaan dan networking yang kuat.

“Saya kira banyak petani milenial kita yang menunjukkan hasil yang lebih baik, karena dunia pertanian itu menjanjikan bagi kita. Karena itu tanam sebanyak-banyaknya apa yang ada di depan kita, pertanian itu penting bagi bangsa ini,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sektor pertanian di tiga tahun terakhir tumbuh meyakinkan. Produksi meningkat dan ekapor melesat. Terbaru, Indonesia dinyatakan swasembada oleh lembaga penelitian beras Internasional IRRI.

Pada saat yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengapresiasi penuh kerja keras seluruh pihak dalam menghadirkan PEPI dengan gedung perkuliahan dan asrama yang sudah berdiri, Dormitori dengan 8 lantai yang terdiri dari 64 kamar dengan kapasitas daya tampung 384 orang ini harapnya dapat memacu semangat para generasi muda sehingga menghasilkan lulusan – lulusan yang Profesional.

“Dengan Penyelenggaraan Pendidikan vokasi pertanian yang ada di PEPI komposisi beban SKS mencakup 40 % Teori dan 60% Praktik. Sehingga Profil lulusan PEPI sendiri adalah sebagai qualified job creators dan qualified job seekers di bidang enjiniring pertanian dapat terpenuhi”ujar Kabadan.

Saat ini Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengelola tiga (3) program studi yaitu Teknologi Mekanisasi Pertanian, Tata Air Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian dengan jumlah mahasiswa sebanyak 265 yang berasal dari putra putri terbaik dari seluruh wilayah Indonesia.

** ppmkp/kementan

PBVSI Kejar Juara di Porprov Jabar 2022

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bogor menggelar rapat perdana pasca terpilihnya Dede Chandra Sasmita sebagai ketua umum. PBVSI jelang even terakbar di Jawa Barat yang tinggal hitungan hari menargetkan medali emas atau juara pertama di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2022.

“Harapan kami bisa meraih prestasi di Porprov 2022 dengan meraih emas,” ujar Kang Dechan, yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.

Kini, PBVSI menyusun kepengurusan dan semua yang terlibat adalah pihak-pihak yang telah lama berkecimpung di dunia voli Kabupaten Bogor. Sekaligus menyusun berbagai kebutuhan dalam rangka meraih prestasi tertinggi di Porprov Jabar 2022.

“Yang meliputi, pemain, pelatih, akomodasi, peralatan, TC dan lain-lain untuk mendongkrak prestasi bola voli,” jelasnya. Seperti diketahui, prestasi terbaik PBVSI Kabupaten Bogor adalah peringkat ke-3

Kemudian dibahas pula terkait program jangka panjang, pembinaan usia dini dan pelatihan yang sebelumnya belum pernah dlaksanakan.

“Kami mempersiapkan upaya agar kontingen voli khususnya tim putra agar bisa masuk di Poprov 2022, karena KONI tidak mendaftarkan, jadi harapan saya semoga semua pemangku kebijakan di luar PBVSI bisa mendukung rencana ini,” jelas Kang Dechan.

** Asep.S.Sayyev

Pulihkan Trauma, Kades Cileuksa Buat Sirkuit Motor Trail

0

Sukajaya | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi membuat sirkuit motor trail untuk memulihkan trauma warganya pasca bencana beberapa waktu lalu. Idenya mengkonsep lahan yang bekas longsoran itu dibuat trek motor trail.

Alhasil setiap sore masyarakat Cileuksa khususnya, umumnya Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor bisa mendapatkan sarana hiburan. Bahkan kaum emak-emak hingga anak kecil berkumpul setiap sore sembari menikmati pemandangan alam di wilayah tersebut.

“Ini bagian pengabdian untuk masyarakat agar mereka mendapatkan hiburan. Karena pasca bencana lalu mereka tentu masih merasaka trauma terlebih saat ini sebagian mereka masih ada yang tinggal di huntra meskipun proses pembangunan huntap secara swakelola sedang dikerjakan oleh pokmas,” kata Ujang Ruhyadi kepada wartawan, kemarin.

Dia menjelaskan, pihaknya juga akan membuat kolam dan menyediakan lahan untuk ketahanan pangan masyarakat disana. “Insya Allah masyarakat disana secara perekonomian akan lebih bangkit,” katanya.

Lebih lanjut Kades yang biasa disapa Jaro Apih itu mengatakan, pihaknya juga meminta kepada Dinas Perhubungan untuk turun ke wilayah Sukajaya karena sampai saat ini wilayah tersebut minim penerangan jalan umum alias PJU.

“Meskipun minim kriminal tentu kan ini wilayah pegunungan kalau malam gelap dan sangat bahaya jika tidak ada PJU. Saya harap dinas terkait segara memasang PJU bagaimana pun Sukajaya ini bagian dari Kabupaten Bogor,” tukasnya.

** Andres

Kavling Arjuna Hill Muncul tak Berizin

0

Fungsi Pemerintah Dipertanyakan

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Belum genap sebulan Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor meminta usulannya terkait Perda Kavling Kebun dikeluarkan dari Propemperda, kini di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor kembali adanya kavling baru dengan nama Arjuna Hills.

Ketua Himpunan Masyarakat Bogor Timur (HMBT) Kecamatan Sukamakmur Culeng menyatakan keprihatinannya atas makin maraknya kavling kebun yang tak berizin dan justru cuma menjadi tontonan Muspika semata. Dimana ada Satpol PP di Kecamatan Sukamakmur, tapi cuma jadi penonton tidak ada tindakan apapun akan kemunculan kavling-kavling baru.

“Mereka berdalih usaha, dan sekarang justeru dianggap sebagai hal biasa, dimana usaha ilegal menjadi tontonan Pemkab Bogor dan Pemcam Sukamakmur,” kesalnya.

Menurutnya, jika Pemkab Bogor serius dalam menangani persoalan kavling bisa saja diselesaikan sejak kemarin. Hanya hal ini tidak adanya keseriusan, baik dari Pemcam Sukamakmur maupun Pemkab Bogor dan saling tunggu, jadi sangat wajar jika regulasi menjadi acak-acakan dan banyak yang diterobos.

“Mungkin karena adanya sebuah bekingan. Kavling itukan bukan seperti usaha yang umpet-umpetan, ini terbuka, alat berat masuk melewati beberapa kantor pemerintah. Kok ditonton bukan distop, ini ada apa, mungkin jika terus diabaikan seperti ini Sukamakmur bisa bernasib seperti bencana di Palu atau bahkan di Bojong Koneng yang terjadi baru-baru ini,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Senin (19/9).

Menurutnya, warga tak lagi bisa bergantung kepada pemilik kebijakan dan aturan yang hanya menunggu hukum alam dan kemarahan sang pencipta, mengingat semakin lama akan semakin berkurangnya pohon untuk resapan air karena dipangkas jadi kavling yang berdalih untuk perkebunan tapi nyatanya untuk dibuat rumah.

“Mungkin kita sudah lelah meminta ketegasan pemerintah, Satpol PP sebagai penegak perdanya pun tak bisa berbuat apa-apa. Tinggal menunggu longsor dan bencana baru lah mereka menyadari, mungkin itu juga, walaupun jika ada bencana yang dijadikan alasan pasti karena intensitas hujan,” cetusnya.

Dia berharap masih ada pemangku kebijakan yang peduli akan keberlangsungan lingkungan, dan masyakayat sekitar. “Jika pun tidak ada yang peduli, tinggal nunggu bencananya aja,” ujarnya.

Terpisah disampaikan Iman (45) warga sekitar, ambat laun keasrian gunung yang ada di Sukamakmur akan tergerus seiring banyaknya pemilik uang yang serakah dan tidak memikirkan lingkungan sekitar.

“Mereka itu tidak tinggal di Sukamakmur, hanya mencari peluang uangnya saja, nanti dampaknya kepada warga jika sudah terjadi bencana, baru pada gercep dan seolah pura-pura tidak tahu dan saling menyalahkan. Itu sudah model lama seperti itu, makanya jangan salahkan warga jika sudah hilang kepercayaan kepada pemerintah yang tidak bisa dengan sigap menyikapi setiap permasalahan, ” ujarnya.

Pasalnya, tidak berizin saja berani terang-terangan apalagi jika diizinkan penyimpangan bakal besar-besaran terjadi. “Jadi lucu aja jika pemerintah kalah dengan pengusaha illegal,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Polisi Amankan Pelaku Asusila Anak Dibawah Umur

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Seorang pria yang belum diketahui indentitasnya warga Desa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor diduga telah melakukan tindak asusila terhadap anak dibawah umur.

Akibat perbuatannya, pelaku telah diamankan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Leuwiliang.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto membenarkan kejadian yang berada di wilayah hukumnya.

“Di Polsek kan tidak ada PPA-nya, jadi korban sedang dikoordinasikan ke PPA Polres Bogor,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Saat ini, pelaku yang sudah berada di Polsek Leuwiliang sedang dilakukan pemeriksaan.

“Untuk kronologisnya masih pendalaman, tadi pelaku diamankan warga dan langsung dibawa ke Polsek,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Kasie Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana bahwa untuk perkara tersebut terkonfirmasi sudah dilimpahkan ke PPA Polres. “Tapi masih proses pemeriksaan,” tukasnya.

** Andres

Tak Bisa Bayar Pajak BPHTB, Warga Sukamulya Minta Penjelasan Bappenda 

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor diblokir oleh Bapendda Kabupaten Bogor hingga mengakibatkan warga tidak bisa melakukan transaksi administrasi pembayaran pajak atau untuk balik nama surat menyurat.

Hal tersebut dirasakan M (35) warga Desa Sukamulya yang mengaku tidak bisa melakukan transaksi administrasi saat ingin balik surat menyurat dan harus bayar BPHTB. Namun hal itu tidak bisa dilakukan karena statusnya diblokir.

“Saat saya ingin membayar BPHTB ke Bappenda Kabupaten Bogor ternyata tidak bisa karena statusnya untuk Desa Sukamulya diblokir,” jelas M kepada Jurnal Bogor, Senin (19/9).

Dia jugamerasa heran, karena dengan membayar BPHTB otomatis akan menambah pendapatan ke Pemerintah Kabupaten Bogor, tapi ini malah tidak bisa dilakukan.

“Akhirnya saya bertanya ke Kantor Desa, dan ternyata desa pun baru mengetahui hal itu setelah dikroscek ternyata memang bukan hanya saya yang tidak bisa melakukan pembayaran BPHTB, tapi se – Desa Sukamulya tidak bisa dilakukan,” paparnya.

Terpisah, Kepala Desa Sukamulya Komar menjelaskan jika pemblokiran sudah berlangsung selama 3 bulan terakhir ini, dimana untuk Kecamatan Sukamakmur ada 2 desa yang diblokir tidak bisa melakukan pembayaran BPHTB, yakni Desa Sukamulya dan Sukaharja.

“Kami sudah melayangkan surat permohonan pembukaan blokiran ke Bappenda Kabupaten Bogor, dan saat itu juga saya berkonsultasi kepada Camat Sukamakmur akan hal pemblokiran ini, sama pak camat disuruh bersurat kesana, nanti juga Kecamatan akan ikut bersurat kesana agar blokirannya bisa dibuka,” jelas Komar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk penyebab diblokirnya sendiri dirinya belum mengetahui apa penyebabnya, sampai saat ini pun belum ada penjelasan resmi dari Bappendai.

Terpisah disampaikan Korlap Bappenda Kabupaten Bogor Itang. Sebab tidak mungkin dilakukan pemblokiran terhadap desa yang ingin melakukan pembayaran pajak, mengingat pajak itu adalah pemasukan untuk Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Adapun persoalannya adalah biasanya desa itu bekerja sama dengan notaris untuk melakukan pembayaran pajak, namun ternyata tidak dibayarkan oleh notaris tersebut jadi akun si notaris itu yang kita blokir bukan akun desanya, dan akan kita buka lagi nanti setelah mereka melunasi pembayaran BPHTB,” jelas Itang melalui telepon selular.

Intinya, Bappenda kata dia, tidak pernah memblokir akun desa yang ada, namun akan memblokir akun notaris yang belum melakukan pembayaran transaksi pajak.

** Nay Nur’ain