31.2 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 781

Soal Dugaan Pungli SMKN 1 Cileungsi, GSPI Desak Inspektorat untuk Audit 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Praktik dugaan pungutan liar di SMKN 1 Cileungsi mendapat sorotan Gerakan Sosial Peduli Indonesia (GSPI) yang mengecam keras adanya pungli tersebut.

Pengurus GSPI Jawa Barat, Mahfudin mengatakan, pungutan liar yang dilakukan oleh SMKN 1 Cileungsi harus diproses secara hokum karena seluruh kebutuhan lembaga pendidikan tingkat menengah atas saat ini sudah ditanggung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Dengan alasan apapun praktik pungutan liar di sekolah jelas tidak diperbolehkan dan itu sudah merupakan tindakan pidana. Jadi harus diproses secara hukum melalui proses audit terlebih dahulu,” jelas  Mahfudin kepada Jurnal Bogor, Selasa (18/10).

Dia mengatakan, nilai pungutan liar jika diakumulasikan dengan jumlah siswa yang diterima, angkanya mencapai ratusan juta rupiah. Nilai ini tentunya bukan nilai yang sedikit dan harus diaudit penggunaannya.

“Jangan sampai lembaga pendidikan negeri ini menjadi ajang oknum untuk memperkaya diri dan merugikan banyak pihak. Ini harus jadi perhatian semua pihak terkait,” tegasnya.

Menurut Mahfudin, pihaknya akan mendesak Inspektorat Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk mengaudit penggunaan dana di SMKN 1 Cileungsi, yang meliputi penggunaan dana bos, pungutan dari orang tua hingga dana bantuan lain dari pemerintah.

“Hasil audit nantinya akan menjadi dasar apakah ada double anggaran, penggelapan anggaran dan lainnya, hingga dapat ditindaklanjuti ke proses hukum,” pungkasnya.

Sementara humas SMKN 1 Cileungsi dikonfirmasi terkait hal ini belum mau memberikan penjelasan.

** Taufik/Nay 

Ringankan Beban Warga, Pemdes Sukamanah Salurkan BLT DD Tahap 3 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor kembali mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap 3 kepada 121 keluarga penerima manfaat (KPM), Selasa (18/10).

Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi  disela penyaluran BLT-DD mengatakan, angka 121 KPM BLT DD tahap 3 ini merujuk pada pagu anggaran dana desa yang diterima Desa Sukamanah.

“ Dari hasil musyawarah desa, didapat keluarga penerima manfaat sebanyak 121 KPM,” terang Hadi Sutardi.

Menurutnya, BLT-DD diperuntukan untuk bulan Juli hingga September, dan masing-masing KPM mendapat sebesar 900 ribu rupiah. Sedangkan untuk penentuan KPM sendiri kolaborasi antara Pemerintah Desa, melalui Ketua RT, kepala dusun, serta anggota BPD di tiap dusun, dan menghasilkan data KPM penerima BLT DD yang saat ini  disalurkan.

 “Pendataannya oleh RT dan kadus bersama anggota BPD dari tiap dusun, tentu juga atas bimbingan dan arahan dari kepala Desa Sukamanah, saya berharap BLT DD yang disalurkan  dapat meringankan beban masyarakat di masa pandemi,” pungkas Hadi.

Ditempat yang sama Ucih (55), salah satu KPM mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemdes dimana dirinya yang hidup sendiri bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Dulu tidak pernah dapet, tapi sekarang selalu dapet bantuan kadang beras, kadang uang, dan alhamdulilah sekarang dapat uang jadi bisa beli kebutuhan di rumah,” ujarnya senang.

** Ramses/Nay 

5 Tips Mudah Temukan Film dan Serial Favorit di Netflix

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Netflix merupakan salah satu platform streaming film berbayar yang banyak disukai orang. Pasalnya, platform tersebut menyuguhkan beragam film mulai dari genre komedi, aksi, drama romantis, hingga dokumenter.

Kendati tergolong komplit, tidak sedikit penonton yang justru merasa kebingungan dalam memilih film yang pas ditonton di Netflix. Sebab, hampir setiap minggu Netflix menyuguhkan film baru yang berkualitas untuk disaksikan saat waktu luang.

Buat Anda yang bingung kebanyakan konten di Netflix, berikut beberapa tips untuk memudahkan Anda memilih tayangan yang sesuai.

1.      Ketahui Genre Favorit Anda

Mengetahui genre atau selera film merupakan hal pertama yang harus Anda sadari, dengan begitu Anda akan lebih mudah untuk mengerucutkan film atau serial yang ditonton berdasarkan genre yang disukai.

Tidak hanya menyediakan konten terbaru semata, film dan serial lawas dari genre favorit Anda pun sangat banyak tersedia di Netflix. Dengan mengetahui genre favorit, Anda akan lebih mudah untuk memprioritaskan tayangan yang ingin ditonton.

2.      Manfaatkan Fitur ‘My List’

Untuk memanjakan para penonton, Netflix sengaja menghadirkan fitur ‘My List’. Fitur ini bisa mempermudah Anda dalam menentukan film atau serial prioritas yang bakal ditonton pertama kali. Khusus bagi Anda yang kerap lupa judul film, fitur ini akan mempermudah dalam menemukan film atau serial yang bakal ditonton.

Untuk penggunaan fitur tersebut cukup mudah. Jika suatu film sudah ditonton tinggal sekali klik ‘remove from my list’, konten tersebut akan hilang dari daftar ‘My List’ Anda.  Begitu juga sebaliknya, cukup klik ‘add to my list’ terhadap suatu konten, maka konten tersebut akan segera terpampang di daftar ‘My List’ Anda untuk ditonton kapan pun.

3.      Pilih ‘Popular on Netflix’

Bagi yang masih bingung juga untuk menonton film atau serial apa, Anda bisa memanfaatkan fitur ‘Popular on Netflix’. Melalui fitur ini Anda dapat mengetahui daftar tontonan yang sedang hits berdasarkan jumlah penonton. Fitur ‘Popular on Netflix’ juga tersedia dalam daftar yang lebih spesifik seperti ‘Popular Dramas on Netflix’ dan ‘Popular Movies on Netflix’.

4.      Minta Rekomendasi Pilihan dari Netflix

Netflix dilengkapi dengan fitur ‘Top Picks for You’ yang didukung dengan teknologi artificial intelligence yang dengan pintar merekomendasikan konten tayangan apa saja yang cocok untuk ditonton.

Sistem rekomendasi Netflix ini bekerja dengan menemukan komunitas global yang paling relevan berdasarkan selera dan preferensi pribadi pengguna.  Kemudian sistem memanfaatkan wawasan tersebut untuk menyajikan judul yang lebih baik bagi setiap pengguna di mana pun penonton tinggal.

5.      Pilih Provider Penyedia Jaringan Internet yang Handal

Jaringan internet yang tidak stabil pastinya bakal membuat momen menonton film atau serial di Netflix terganggu. Apalagi kalau gangguan jaringan terjadi saat adegan seru pastinya hal itu akan terasa menyebalkan.

Oleh karena itu memanfaatkan provider penyedia jaringan internet berkualitas merupakan pilihan yang tepat, salah satunya dari IndiHome. IndiHome bisa menjadi solusi Anda untuk menikmati tayangan di Netflix.

 Vice President Marketing Management Telkom Indonesia E. Kurniawan mengatakan pihaknya memastikan jaringan internet yang diterima para pengguna memiliki kecepatan dan kestabilan yang mumpuni.

“Kestabilan koneksi yang sempurna dari IndiHome tersebut memudahkan pelanggan menikmati semua fitur Netflix yang sudah disebutkan diatas dengan optimal,” kata Kurniawan dalam keterangan tertulis, Kamis (6/10/2022).

Ia menambahkan pihaknya pun menghadirkan sejumlah paket layanan yang bisa dimanfaatkan oleh para penonton Netflix.

“Melalui Paket IndiHome (akses Netflix), pelanggan akan menikmati layanan streaming Netflix dengan kecepatan internet hingga 100 Mbps,” tutupnya. 

**prast-rls

Yani Hasan Agendakan Ulang Monitoring Venue Porprov Jabar 2022

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua Kontingen Kabupaten Bogor Yani Hasan, mengatakan pihaknya harus melakukan monitoring venue pertandingan Porprov 2022 Jawa Barat, yang akan berlangsung di 10 kota pada November mendatang.

Menurut Yani, monitoring diperlukan mengingat kontingen Kabupaten Bogor melihat ada beberapa venue yang masih dalam proses pengerjaan .

Venue yang dianggap belum siap, di antaranya lokasi pertandingan bersifat khusus, seperti lapangan tenis dan renang.

“Yang perlu kita monitoring kesiapan venue masing-masing, meskipun dari kacamata kita kurang, tapi spirit mereka jadi tuan rumah harus kita maklumi,” kata Yani Hasan, pada Selasa, 18 Oktober 2022

Ia menyebut, kontingen juga sudah melakukan beberapa venue melalui bidang akomodasi.

“Ya, balik lagi, spirit tuan rumah harus kita maklumi,” terang dia.

Terkait kesiapan kontingen jelang Porprov 2022 Jawa Barat, Kepala BPBD Kabupaten Bogor itu menyebut masih melakukan penyempurnaan.

Saat ini, bidang yang sudah siap 99 persen, adalah akomodasi. Sebab, akomodasi ini harus diselesaikam Untuk memenuhi kebutuhan atlet, ofisial hingga perangkat pertandingan.

Begitu juga dengan Keputusan Kontingen yang sudah selesai. “Tapi masih ada yang harus diselesajkan, salah satunya keabsahan atlet,” ujar Yani.

Selain itu, pihaknya juga harus memikirkan soal penambahan cabang olahraga, yakni Sambo, Kuras dan layar dan tiga cabor ekspedisi, yakni e-sport, triathlon dan pentathlon.

“Ini jelas akan mempengaruhi target kita di Porprov 2022 Jawa Barat,” imbuh dia.

** asep syahmid

Tak Jua Diusut, SMKN 1 Cileungsi Patok DSP Sampai Rp7 Juta

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Lembaga pendidikan tingkat menengah atas dan kejuruan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sepertinya memang sudah melekat dengan dugaan praktik pungli. Seperti hal yang terjadi di SMKN 1 Cileungsi, dimana orang tua siswa yang anaknya sudah diterima harus mengeluarkan dana sumbangan pendidikan (DSP) mencapai Rp 7 juta untuk keperluan seragam, pembangunan gedung, operasional sekolah dan lain-lain.

Hal tersebut disampaikan GS (45), salah satu orang tua siswa yang anaknya diterima di SMKN 1 Cileungsi pada tahun 2022 mengaku diminta uang sebesar Rp 7 juta oleh pihak sekolah untuk keperluan seragam, pembangunan gedung dan lainnya.

“Tahun ini saya diminta oleh sekolah untuk membayar Rp 7 juta untuk keperluan seragam, katanya juga buat uang pembangunan,” kata dia kepada Jurnal Bogor, Senin (17/10).

GS mengaku kaget dengan besarnya dana yang harus ia keluarkan agar anaknya bisa menempuh pendidikan di SMKN 1 Cileungsi. Padahal, niatnya menyekolahkan anak di sekolah negeri adalah untuk meminimalisasi biaya pendidikan yang mahal.

“Tapi ini sekolah negeri juga bayarnya mahal. Padahal semuanya sudah dibayarkan oleh pemerintah,” keluhnya.

GS yang juga aktivis buruh mengaku sangat keberatan dengan besaran dana yang diminta oleh pihak sekolah. Karena situasi pada saat ini ekonomi sedang sulit dan penghasilan dirinya sebagai buruh juga sangat minim.

“Buat sekarang nilai 7 juta itu sangat besar dan memberatkan. Apalagi kondisi ekonomi saat ini sedang sulit,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Jawa Barat, Ricky Kurniawan mengatakan, masyarakat berhak melaporkan adanya pungutan di SMA/SMK negeri yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Karena, seluruh kebutuhan sekolah tingkat menengah sudah difasilitasi oleh Pemprov Jabar sehingga tidak dibolehkan lagi adanya pungutan.

“Laporkan ke penegak hukum atau ke dewan, nanti kita yang proses itu ke Dinas Pendidikan dan Inspektorat,” jelasnya.

Sementara itu, humas SMKN 1 Cileungsi yang dikonfirmasi terkait hal ini belum mau memberikan penjelasan.

** Taufik / Nay 

Pemkot Dinilai tak Serius, Pelaksanaan Perda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Dipertanyakan

0

JURNAL INSPIRASI – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mitigasi bencana dipertanyakan. Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri menyebut bahwa seharusnya pemkot sudah melakukan pemetaan potensi bencana beserta titik rawannya.

“Saat ini cuaca begitu ekstrem, harusnya sudah dipetakan dong. Mestinya ada early warning score (EWS). Kalau tidak ada berarti pemkot lemah dalam manajemen kebencanaan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (17/10).

Menurut dia, dalam Perda 1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Pada pasal 5 ayat (1) disebutkan bahwa Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kemudian di ayat (2) Dalam melaksanakan tanggung jawab penanggulangan bencana, pemerintahan daerah, melimpahkan tugas pokok dan fungsi kepada BPBD.

“Sedangkan pada ayat (3) BPBD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat melibatkan unsur-unsur antara lain masyarakat, lembaga kemasyarakatan, lembaga usaha, dan lembaga internasional,” ucapnya.

Sementara di pasal 6 disebutkan pada huruf b pemerintah daerah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan dampak bencana. Di huruf c tertera pemerintah melakukan pengurangan risiko bencana dan pemaduan pengurangan risiko bencana dengan program pembangunan.

“Di huruf e juga jelas bahwa harus melakukan penguatan kapasitas terhadap ForumPengurangan Risiko Bencana Daerah (FPRB),” jelasnya.

Sedangkan di pasal 7 huruf a penyusunan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah dan pembangunan jangka panjang daerah yang memasukkan unsur-unsur kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana.

“Selain itu penetapan kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana pada wilayahnya selaras dengan kebijakan pembangunan jangka menengah daerah dan pembangunan jangka panjang daerah;. Kemudian soal pengaturan penggunaan teknologi yang berpotensi sebagai sumber ancaman atau bahaya bencana pada wilayahnya serta menyusun perencanaan, pedoman dan prosedur yang berkaitan dengan penyelenggaraan penanggulangan bencana,” tuturnya.

Selain itu, pada pasal 8 ayat (2) disebutkan Pelaksanaan penyelenggaraan penanggulangan bencana dilakukan secara berjenjang mulai dari kota, kecamatan, dan kelurahan.

“Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah pemkot sudah memasang pagar pengaman di gorong-gorong Jalan Dadali, sebelum kejadian yang menimpa mahasiswi IPB? Kemudian bagaimana dengan peristiwa Gang Barjo,” urainya.

“Apakah Perda itu sudah dijalankan dengan baik dan benar? Seharusnya disiapkan peta lokasi rawan bencana oleh BPBD, lalu dilakukan penbangunan di lokasi rawan bencana sebagai antisipasi dan pencegahan. Kalau hal itu dilakukan, Pemkot Bogor berarti sudah meminimalisir akan adanya bencana di lokasi tersebut,” tambahnya.

Kata dia, Pemkot Bogor seharusnya sudah menyiapkan deliniasi longsor dan banjir pada saat pra bencana. Tetapi faktanya, tidak ada kegiatan pra bencana dari BPBD. “Yang ada, ketika terjadi bencana, Pemkot sibuk melakukan kegiatan pra bencana. Ini sudah salah kaprah dan tidak menjalankan amanat perda, sehingga masyarakat jadi korban,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Gus M ini juga menyinggung mengenai anggaran BTT. “Kita tahu BTT itu mesti ada SK wali kota, dan mesti 1×24 jam anggaran dicairkan untuk kepentongan darurat. Harusnya, kita lihat kebutuhan kedaruratannya. Bukan Kebutuhan, yang bisa dilihat dari laporan yg diciptakan oleh BPBD di lapangan dengan sistem prioritas,” ucapnya.

Ia juga menilai bahwa pemkot tak mempunyai strategi penanganan kedaruratannya dengan sistem ICS (incident commander system).

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga Desember mendatang.

Saya instruksikan seluruh aparat untuk siaga dan meminta kepada warga betul- betul waspada.
Kita semua siaga menghadapi kemungkinan kemungkinan terburuk dan kami akan bergerak cepat juga tidak hanya solusi jangka pendek tetapi solusi permanen,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Wali Kota Bima Arya meminta jajarannya untuk siaga di Kota Bogor alias tidak ke luar kota jika dirasa tidak ada yang mendesak.

“Saya tidak melarang ke luar kota, tapi tolong diprioritaskan yang betul-betul penting saja. Kalau terkait koordinasi kebijakan silahkan, tidak apa-apa, tapi kalau tidak urgent, ya standby di Kota Bogor seminggu ke depan,” ujar Bima Arya, Minggu (16/10).

Status ini, kata dia, yang membuat Kota Bogor juga bisa bergerak dengan cepat dalam proses pengalokasian bantuan, pembangunan fisik, anggaran, mitigasi bencana dan lainnya karena ada payung hukumnya.

“DPRD ada Rp 25 miliar di anggaran perubahan. Angka ini harusnya leluasa untuk tanggap darurat bencana sampai tahun anggaran selesai tapi untuk relokasi tidak cukup,” katanya.

Bima menuturkan, situasi ini harus disikapi tidak hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Jangka pendek akan dilakukan normalisasi pembersihan di sungai, sementara jangka menengah memastikan logistik di posko terpenuhi dan updating data.

Untuk jangka panjang memetakan titik-titik rumah yang akan direlokasi.

“Dalam satu minggu saya sudah memberikan deadline untuk lakukan pemetaan berapa rumah yang wajib direlokasi, karena lokasinya berbahaya atau melanggar aturan di seluruh Kota Bogor. Jadi tahu penganggarannya berapa dan tahapannya,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa posko bencana dipusatkan di Kantor Dinsos, Dinas Kominfo melakukan update data bencana secara realtime, percepat proses penanganan dan pemulihan fisik titik bencana dengan dana BTT (biaya tak terduga)

Bima juga menginstruksikan seluruh Camat dan Lurah beserta aparatur wilayah untuk melakukan kegiatan pemeriksaan dan normalisasi saluran air secara terjadwal;

Dinas teknis berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota agar antisipasi titik rawan kecelakaan melalui pemasangan pagar atau rambu-rambu peringatan.

Seluruh Camat dan Lurah juga diminta melakukan pendataan seluruh rumah tinggal yang berlokasi di daerah rawan bencana dalam tenggat waktu maksimal satu minggu.

BKAD Kota Bogor agar menyampaikan data opsi lahan untuk warga yang mau direlokasi tempat tinggalnya secara permanen.** Fredy Kristianto

Desa Sirnagalih Lantik Panitia PAW Pilkades

0

 

Jonggol | Jurnal Bogor

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sirnagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor mengukuhkan dan melantik Panitia Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW), Senin (17/10 ).

Bertempat di aula Desa Sirnagalih, pelantikan dan pengambilan sumpah panitia pemilihan PAW dilakukan oleh Ketua BPD Desa Sirnagalih Solehudin yang didampingi Kasi Pemerintahan Kecamatan Jonggol Dedi Hidayat, Babinsa Serda Ponimin, serta disaksikan Pjs Kepala Desa Sirnagalih Dadang, perangkat desa dan elemen masyarakat.

Pjs Kepala Desa Sirnagalih Dadang dalam sambutannya berpesan agar Panitia PAW menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya, melaksanakan setiap tahapan demi tahapan yang ada dengan komunikatif, informatif dan bersikap netral.

” Saya minta agar Panitia PAW bisa netral dan menjalankan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing, jangan menyimpang dari aturan apalagi berbenturan,” pesannya.

Ditempat yang sama disampaikan Dedi Hidayat. Dia meminta  panitia untuk tidak memihak kepada calon peserta dan menjalankan tahapan-tahapan Pilkades sesuai dengan mekanisme yang ada agar tercipta suasana kondusif dalam Pilkades nanti.  

” Panitia pemilihan PAW harus bisa melaksakan tugasnya dengan baik, kompak,  netral  dan saling berkordinasi dengan baik. Dengan Pjs Kades dan pihak Pemerintahan Kecamatan Jonggol, juga dengan calon dan masyarakat yang punya hak suara,” pungkasnya.

** Ramses/Nay 

Duh, Cileungsi Punya Pasar Tandingan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Pembangunan pasar swasta yang dibangun bersebelahan dengan Pasar Cileungsi milik PD Pasar Tohaga membuat resah berbagai pihak. Pasalnya, selain melanggar aturan, keberadaan pasar tersebut dianggap akan menggangu aktivitas Pasar Cileungsi yang saat ini kondisinya pun semakin sepi.

“ Kami sangat kurang setuju dengan adanya pembangunan pasar tersebut,  walaupun alasannya untuk menampung PKL yang masih berjualan di luar. Karena di Pasar Cileungsi juga masih bisa menampung para pedagang yang masih berjualan di luar,” papar Kepala Pasar Cileungsi, Aldi Nung kepada Jurnal Bogor, Senin (17/10).

Menurutnya, para pedagang di Pasar Cileungsi belum terlampau bereaksi terkait pembangunan pasar tandingan yang lokasinya tepat di belakang Pasar Cileungsi. Karena sejauh ini memang belum ada sosialisasi atau pemberitahuan dari pihak pengelola kepada pedagang pasar di Cileungsi.

“yang kami tahu ya hanya untuk menampung pedagang atau PKL yang masih berjualan di pinggir jalan sekitar flyover Cileungsi,” ujarnya.

Aldi berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor segera turun tangan untuk mengatasi hal ini sehingga ke depan tidak ada persoalan. Hal ini lantaran proses pembangunan pasar tersebut masih berlangsung belum pada tahap penyelesaian.

“Ya mumpung belum selesai juga kan bisa diganti peruntukannya. Kalau sudah jadi pasti nanti akan ada persoalan,” tukasnya.

Sementara itu, Ahmad salah satu pedagang yang berjualan di sekitar flyover Cileungsi mengaku sudah mengetahui rencana pemindahan PKL ke dalam lokasi pasar yang baru dibangun. Namun ia tidak mengetahui pasti kapan hal itu akan dilaksanakan, mengingat pasar masih dalam proses pembangunan.

“Kami juga tidak tahu nantinya bagaimana, biayanya berapa dan hal lain-lainnya. Jadi kalau kita nunggu saja,” pungkasnya.

** Taufik / Nay 

Satpol PP Layangkan Surat, Nasib PKL di Banjarsari Diujung Tanduk

0



Ciawi | Jurnal Bogor
Nasib puluhan para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Banjarwaru hingga Banjarwangi, Ciawi, Kabupaten Bogor, diujung tanduk. Sebab, instansi penegak peraturan daerah (Perda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, sudah melayangkan surat pemberitahuan penertiban terhadap semua pedagang yang berada di garis sempadan jalan (GSJ) dan garis sempadan sungai (GSS), baik yang berjualan di wilayah Desa Banjarwaru, Banjarwangi maupun Banjarsari.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nomor : 330-1/1342 – Tibum tanggal 11 Oktober 2022 tentang pemberitahuan pelaksanaan penertiban ditujukan kepada para pemilik bangunan atau PKL dan sejenisnya yang berada disekitar bantaran Kali Caringin serta di sempadan Jalan Veteran III Desa Banjarsari. Dimana dalam surat itu disebutkan bahwa dalam waktu 7X24 jam para pemilik bangunan, PKL dan sejenisnya harus membongkar sendiri bangunannya.

Apabila dalam waktu yang sudah ditentukan setelah para pemilik bangunan atau PKL dan sejenisnya menerima surat pemberitahuan tersebut, tetapi belum juga ada penertiban secara mandiri, maka Satpol PP Kabupaten Bogor akan melaksanakan penertiban langsung.

Bahkan, sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum (Tibum), pelanggar peraturan daerah dapat dikenakan sanksi pidana kurungan minimal selama 3 bulan dan denda sebesar 50 juta.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Banjarsari, Samsul membenarkan adanya surat pemberitahuan pelaksanaan penertiban dari Satpol PP Kabupaten Bogor kepada para pedagang yang berjualan di sempadan Jalan Veteran III.

“Semua pedagang diberikan surat tersebut, termasuk ke desa juga ada pemberitahuan,” akunya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Samsul mengatakan, di wilayah Desa Banjarsari banyak pedagang yang menggunakan bahu jalan untuk mencari rezeki. Sehingga jumlahnya pun bisa mencapai puluhan.

“Kalau untuk jumlah yang pastinya, saya kurang tahu. Yang jelas banyak lah,” paparnya.

Selain pedagang di wilayah Desa Banjarsari, pedagang yang berada di sekitar SMAN 1 Ciawi pun mendapatkan surat pemberitahuan sama.

“Saya sih hanya bisa pasrah saja kalau memang harus ditertibkan. Karena saya sadar, tempat jualan saya ada di sempadan jalan,” ujar Rudi, salah seorang pedagang makanan disekitar Jalan Banjarwaru.

** Dede Suhendar  

Bogor Bersholawat di Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami Leuwiliang

0

 

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Mengusung tema “Bogor Bersholawat” Ketua Panglima Santri Nasional Muhaimin Iskandar (Cak Imin) resmi melantik 50 ustad pada kegiatan Safari Santri yang berlokasi di Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami, Desa Leuwimekar, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Minggu (16/10) malam.

Ketua Panitia, Suherman menjelaskan, bahwa kegiatan Bogor Bersholawat merupakan rangkaian memperingati Hari Santri yang bertujuan untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing.

“Total ada 50 ustad yang dilantik malam tadi langsung oleh panglima Santri Nasional sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar,” kata Suherman kepada wartawan disela kegiatannya.

Ia menjelaskan, tujuan ini tak lain untuk memberitahukan bahwa santri memiliki masa depan yang cerah, bukan hanya sebagai pemuka agama tapi ilmu dan teknologi berbagai lini itu menjadi penyemangat sendiri dari santri indonesia.

“Artinya itu diceritakan menjadikan sebagai kebanggaan Gus ketum bahwa yang namanya santri tidak dianggap sebelah mata saatnya santri memimpin negeri ini,” kata Suherman yang juga Wakil Ketua Daerah Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selain itu, dia menyampaikan kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami yang telah mengijinkan kegiatan Bogor Bersholawat tersebut sehingga acara dapat berjalan dengan sukses.

“Tak lupa kepada sahabat Tommy Kurniawan (Anggota DPR RI FPKB Dapil Kabupaten Bogor) yang mensupport kegiatan ini beserta seluruh pihak yang terlibat mensukseskan acara ini. Semoga dapat menjadi ladang amal ibadah, keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan bagi kita semua,” katanya.

Senada dikatakan Panglima Santi Nasional, Muhaimin Iskandar menegaskan, Safari panglima santri ini sudah berlangsung selama dua hari dan akan berakhir di Jawa Timur sebagai puncak acara Hari Santri Nasional.

“Berbicara Kabupaten Bogor warganya luar biasa, pesantren banyak, penduduk banyak jadi ada tiga level, fasilitas memadai, ada yang biasa saja, dan tugas saya di pemerintah terutama DPR RI harus benar-benar diprioritaskan terkait pondok pesantren,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin.

** Andres