28.5 C
Bogor
Sunday, August 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 715

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, PELNI Hadirkan Rumah Kelola Sampah di Denpasar Bali

0

Denpasar  | Jurnal Inspirasi
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) meluncurkan Rumah Kelola Sampah (RKS) keempat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Denpasar, Bali. Kehadiran RKS diresmikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI Anik Hidayati bersama Sekretaris Kecamatan Denpasar Selatan Ni Komang Pendawati dan didampingi oleh Ketua RKS I Wayan Parna di Denpasar, Bali, Sabtu (18/2).

Anik Hidayati menyampaikan bahwa program RKS PELNI Denpasar merupakan upaya Perseroan untuk membangun program TJSL yang memiliki nilai tambah demi mendukung kesuksesan pelaksanaan program pembangunan berkelanjutan (SDGs). Program ini sejalan dengan SDGs nomor 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. “Pada seluruh kegiatan operasional, kami berkomitmen untuk ikut serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang kami wujudkan melalui program-program TJSL seperti rumah kelola sampah ini,” tuturnya.

Kota Denpasar dipilih sebagai kota keempat program RKS ini karena berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, Provinsi Bali merupakan penghasil sampah terbesar ke-8 di Indonesia dengan menghasilkan 915,5 ribu ton sampah sepanjang tahun 2021 lalu. “Semoga kehadiran BUMN melalui program RKS ini mampu mengurangi jumlah timbunan sampah di Bali serta menjadikan Bali lebih bersih dan sehat”, terangnya.

Sebanyak 4 kapal penumpang milik PT PELNI singgah dan sandar di Pelabuhan Benoa Denpasar Bali, yaitu KM Tilongkabila, KM Awu, KM Binaiya dan KM Leuser. Rata-rata sampah yang dihasilkan oleh kapal PELNI dalam satu hari sebanyak 2,5 ton. “Dalam sebulan RKS PELNI Denpasar bisa mengurangi sampah sebanyak 75 ton per bulan baik itu sampah dari kapal PELNI maupun sampah rumah tangga,” terang Anik.

RKS PELNI Denpasar dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan sampah, antara lain mesin pencacah sampah organik, mesin press sampah, dan motor roda tiga pengangkut sampah. Masyarakaat binaan RKS PELNI Denpasar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menghasilkan output bernilai jual seperti produk kompos, produk pelet pakan untuk unggas, tanaman sayur dengan media tanam kompos hasil olahan serta handicraft seperti pot bunga dan tas.

“Kami berharap RKS PELNI Denpasar ini bisa menghadirkan lingkungan yang sehat, nyaman, bersih dan bisa menciptakan kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan pengolahan sampah menjadi barang bernilai jual,” pungkas Anik.

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 26 Kapal Penumpang yang melayani 1.058 ruas dan menyinggahi 76 pelabuhan.

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 42 trayek Kapal Perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, di mana Kapal Perintis menyinggahi 273 pelabuhan dengan total 3.495 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 16 Kapal Rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 10 trayek Tol Laut serta 1 trayek khusus untuk Kapal Ternak.

Honk | **

Kementan Kukuhkan Guru Besar Pertama Polbangtan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian (Kementan) mengukuhkan Dosen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Lukman Effendy sebagai Guru Besar di bidang penyuluhan. Didirikan baru pada 2018 lalu, pengukuhan menandai kali pertamanya Polbangtan miliki Guru Besar.

Kehadiran Guru Besar Polbangtan pertama ini disambut positif oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Ia mengharapkan Polbangtan bisa segera melahirkan profesor baru.

“Sebuah institusi pendidikan akan semakin baik bila memiliki banyak Guru Besar. Oleh karena itu, saya mengharapkan Polbangtan bisa segera menghadirkan profesor-profesor lainnya setelah ini,” ungkap Syahrul saat memberikan sambutan pada prosesi pengukuhan di Polbangtan Bogor, Bogor pada Jumat (17/02/2023) sore.

Menurut Syahrul, Polbangtan menjadi institusi yang sangat penting bagi bangsa. Polbangtan memiliki peran strategis karena pendidikan menjadi standar penting dalam pembangunan pertanian.

“Pendidikan berperan dalam membangun pertanian yang kokoh dan juga menjadikan Indonesia negara yang hebat,” tegasnya.

Dirinya pun berharap Polbangtan hadir di setiap provinsi. Ke depannya, Polbangtan bisa memiliki coaching clinic bagi para penyuluh.

“Kita bisa memperbaiki keadaan jika intelektual kita perkuat. Pertanian membutuhkan akselerasi. Pertanian tidak boleh ada campur tangan. Kita tidak boleh main-main dengan pertanian,” ujarnya.

Merespon orasi ilmiah yang disampaikan Lukman dengan judul “Penyuluhan: pendidikan bagi petani untuk ketahanan pangan berkelanjutan”, Syahrul menyebutkan penyuluh memiliki peran penting di sektor pertanian.

“Untuk itu, riset harus terus dikembangkan. Penyuluhan pun harus bisa memanfaatkan sistem digital,” terangnya.

Pada orasi ilmiahnya, Lukman Effendy menyebutkan untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan, diperlukan petani yang memiliki kemampuan dalam mengelola usaha tani secara menyeluruh.

“Tidak hanya kemampuan budidaya, akan tetapi harus mempersiapkan sarana produksi, pemilihan teknologi yang dianjurkan, pengelolaan pertanaman, penanganan panen dan pasca panen, serta pemasaran hasil,” papar Lukman.

Untuk menguatkan kemampuan petani tersebut, penyuluhan perlu terus diperbaiki, baik dari sisi metode hingga media penyampaiannya.

“Kita harus perbaiki penyuluhannya. Materi penguluhan mesti diformulasi sesuai kebutuhan petani (real need), bukan berdasarkan keinginan (felt need),” jelasnya.

Lukman juga menyebutkan media penyuluhan yang digunakan tidak hanya media konvensional. “Kita juga harus memanfaatkan media sosial berbasis internet,” pungkasnya.

** Kementan

Pelatihan Petani Milenial, Mentan: Petani Muda Bisa Bergerak di Produksi dan Pengolahan

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak anak muda untuk tak ragu terjun ke usaha sektor pertanian.

Menurutnya, peluang untuk mendapatkan keuntungan semakin besar. Apalagi petani sekarang tak lagi hanya mengurusi produksi saja, tapi juga pengolahan dan pemasarannya.

“Petani bisa main di awal (produksi.red), tengah, ataupun akhir (pemasaran.red),” ungkap Syahrul saat menghadiri penutupan Pelatihan Teknis Penguatan Kelembagaan Petani bagi Petani Milenial, di Ciawi, pada Jumat (17/02/2023).

Sektor pertanian juga dinilainya menjanjikan. Terbukti ketika masa pandemi semua sektor turun, sektor pertanian bisa tetap tumbuh.

“Pertanian tidak ada matinya. Tidak ada hari yang bisa hidup tanpa pertanian,” ungkap Syahrul.

Ia pun menyebutkan anak muda saat ini berada di era abundance sehingga mereka diharapkan memiliki keterbukaan pemikiran dan sikap militan dalam menghadapi berbagai perubahan.

“Karena itu, kamu harus open minded. Anak muda harus punya militansi,” ujar Syahrul.

Ia pun menyebut Kementerian Pertanian (Kementan) akan memberikan bekal bagi para petani milenial berupa pelatihan. Melalui pelatihan, Syahrul berharap para petani milenial bisa melakukan berbagai terobosan.

“Di balik pelatihan yang diadakan, kita mencoba mendorong perencanaan yang terukur untuk mengembangkan pertanian di hulu hingga ke hilir,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Dedi Nursyamsi mengungkapkan pelatihan dirancang agar peserta dapat memahami pengelolaan kelompok tani dalam upaya pengelolaan usaha tani yang efisien berbasis teknologi informasi, pasar, dan sumber permodalan.

“Pertanian kita di masa yang akan datang menjadi milik petani milenial. Sehingga pelatihan bagi petani milenial menjadi penting. Kita perlu memberikan mereka bekal, mulai dari smart farming, penggunaan KUR, dan pengetahuan agribisnis,” jelas Dedi.

Pelatihan Teknis Penguatan Kelembagaan Petani bagi Petani Milenial dilaksanakan pada tanggal 11 – 17 Februari 2023 secara hybrid. Pembelajaran secara online dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 11 – 15 Februari 2023 dan secara offline tanggal 17 Februari 2023 bertempat di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi.

Peserta pelatihan berjumlah 105 orang petani milenial yang berasal dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.

** Kementan

Mahasiswa STIA Menara Siswa Lakukan Pengabdian Masyarakat di Parung

0

Bogor | Jurnal

Sebanyak 180 mahasiswa STIA Menarasiswa (Mensis) melakukan Kuliah Kerja Pengabdian Masyarakat (KKPM) di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor pada 16 Februari hingga 16 Maret 2023 mendatang. Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara strata 1 atau sarjana sebelum menyusun skripsi ini akan turun di sejumlah desa, RT dan RW menerapkan ilmunya di masyarakat di bidang pembangunan, kemasyarakatan dan pemerintahan.

“Kalau pembangunan lebih kepada SDM. Jadi ada pelatihan-pelatihan, perkuliahan atau kalau spriritualnya ada juga pengajian,” ujar Puket III Bidang Kemahasiswaan STIA Menarasiswa Usep Mahmud, SE, MM, MSi, Jumat (17/2).

Sedangkan untuk bidang kemasyarakatan, Usep menekankan pemberdayaan masyarakat. Dia mencontohkan di Desa Iwul, Parung ada UMKM yang terkendala teknis pemasaran. Nah, mahasiswa Mensis bisa membantu dengan digital marketing agar masyarakat bisa jualan online.

“Di era digital sekarang ini, tentu tidak bisa hanya mengandalkan jualan konvensional saja. Seperti di Desa Iwul produk khas UMKM didorong untuk tembus pasar nasional,” jelasnya.

Bidang kemasyarakatan ini juga mendorong mahasiswa agar bisa melakukan pendampingan terhadap masyarakat. Misalnya soal stunting, gizi buruk dan hal lainnya. Kalau pun ada masalah fisik sarana dan prasarana umum masyarakat, mahasiswa bisa memperbaikinya.

“Ya bisa juga renovasi Puskesmas atau mushola. Tapi yang terpenting adalah ada kontribusi nyata dari mahasiswa untuk masyarakat,” kata dia.

Seperti di bidang pemerintahan, jika di suatu desa dalam pengarsipan berkas misalnya masih manual, maka hadirnya mahasiswa Mensis bisa membuat arsip itu jadi digital.

“Jadi kami bantu pihak desa dalam sistem informasi teknologi digital,” jelasnya.

Mahmud juga memastikan, meskipun pelaksanaan KKPM terbilang relatif singkat sebulan, namun setidaknya ada yang diberikan untuk masyarakat. Bahkan mahasiswa Mensis yang berhasil melakukan KKPM diberikan reward.

“Ya setelah diseminarkan dan diuji panelis hasilnya dimuat di jurnal. Karena tidak mudah juga melakukan KKPM ini bagi mahasiswa yang sudah bekerja harus meluangkan waktu, dan lain sebagainya,” tandasnya.

** Asep Saepudin Sayyev

Semua Harta Pasti Dihisab

0

Bogor | Jurnal Bogor

Setiap muslim percaya bahwa semua perbuatan akan diselesaikan nanti di yaumil akhir. Bukan hanya amal, tapi semua yang kita miliki.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya (dijelaskan) tentang umurnya, kemana ia belanjakan, ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya, hartanya, dari mana ia menerima itu dan di mana dia menghabiskannya, dan dari tubuhnya di mana itu digunakan.” (HR.  Tirmidzi)

Adapun peruntungannya, dari mana asalnya dan digunakan untuk apa, ini adalah kalimat yang perlu digarisbawahi. Terkadang wanita sangat senang membeli barang bukan karena membutuhkannya, tapi karena menginginkannya. Kemudian benda-benda tak kasat mata menumpuk tidak terpakai di dalam rumah.

Barang-barang yang tidak terpakai yang terkumpul menjadi tidak berguna dan ini bisa menjadi bagian dari perhitungan kekayaan nanti di akhirat.

Diskon selalu menjadi daya tarik utama. Kadang-kadang tanda “diskon” dan “obral” jadi menghipnotis, membuat ingin membeli padahal seharusnya tidak. Tidak hanya baju, tas, sepatu dan segala aksesorisnya, perabot rumah, perabot dapur juga sama.

Islam tentu tidak melarang seorang muslim membelanjakan hartanya untuk apapun yang disukainya. Tapi menggunakan harta apakah itu membawa kebaikan atau keburukan? Jika menyukai suatu barang, misalnya tas, kita mengambilnya dan kemudian menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat atau merawat tas tersebut. Bukankah itu berarti telah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang melemahkan kita?

Selain itu, Islam mengajarkan untuk tidak menyia-nyiakan dan sifat berlebihan lebih dekat dengan setan, hal itu harus dihindari. Pilihlah produk yang memang disukai dan bermanfaat. Jika dirasa sudah tidak berguna lagi atau sudah tidak suka lagi, bisa menyumbangkannya atau bahkan menjualnya. Jika barang-barang ini masih berharga dan berguna, bahkan dapat menyumbangkannya ke institusi yang membutuhkan, sehingga barang-barang ini benar-benar memberikan hadiah permanen.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ رِجَالاً يَتَخَوَّضُونَ فِي مَالِ اللَّهِ بِغَيرِ حَقٍّ، فَلَهُمُ النَّارُ يَومَ القِيَامَةِ

“Ada sejumlah orang yang membelanjakan harta Allah secara serampangan atau asal-asalan dengan cara yang tidak benar, maka untuk mereka neraka pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari)

** Qurratul Ain Arifah B/mg-jb

Camat Cileungsi Minta 7 Perumahan Segera Serahkan Fasos Fasum

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Kapok akan terjadi lagi banjir besar seperti November 2022 lalu yang terjadi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dan beberapa titik lokasi perumahan yang ada di Desa Situsari, Camat Cileungsi Adhi Nugraha berharap kejadian tersebut tak terjadi lagi. Dia juga meminta agar 7 perumahan segera menyerahkan fasos fasum.

“Jadi, 7 perumahan yang menjadi langganan banjir itu ada di dua desa yaitu, Desa Situsari dan Desa Cipeucang,” ucap Adhi kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/02/22).

Menurutnya, diawali dari pembangunan Perumahan Bukit Putra, saat perumahan ini dibangun tanpa perencanaan timbul perumahan – perumahan lain sehingga penanganan pembangunan drainasenya itu hanya di sekitar perumahannya saja. Muncul perumahan – perumahan baru itu seiring adanya perubahan tata ruang dan perkembangan wilayah.

“Seperti Perumahan Panorama dan dan yang lainnya, sehingga aliran saluran drainase antar perumahan jadi terlupakan,” paparnya.

Adhi menjelaskan banjir besar pada November 2022 itu biasanya hanya sekedar air limpasan dalam kurun waktu 2 jam sudah surut, tapi saat itu air tak kunjung surut sampai dini hari. Memang saat itu debit hujan tinggi dan terus menerus, membuat air menggenang sampai jalan raya Transyogi. Sehingga mengakibatkan macet berkilo-kilometer karena banyak kendaraan yang mati mesin.

” Untuk Perumahan PS3 sendiri, jika banjir datang itu bisa mencapai ketinggian 80 centimeter,” ungkapnya.

Dari tinjauan Pemerintah Kecamatan Cileungsi, yang menyebabkan terjadinya banjir adalah saluran perumahan yang memang variatif, ada yang besar ada yang kecil. Bahkan di perumahan Bukit Putra drainasenya besar tapi membelah menjadi dua dan itu masuk ke saluran – saluran warga.

“Ini yang saya kira harus menjadi evaluasi bagi Pemerintah Daerah. Pertama terkait dengan fasos fasumnya, penyerahan proses fasos fasum kewenangannya ada di DKPP. Kami tentu saja mendorong agar pihak perumahan untuk segera menyerahkan fasos fasumnya. Mekanismenya itukan, baik yang masih ada developernya maupun yang sudah tidak ada kan sudah diatur dalam Perbup,” bebernya.

Tinggal bagaimana kita mendorong, lanjutnya, karena kedepannya masih banyak wilayah yang potensial di Kecamatan Cileungi. Pembangunan perumahan subsidi sangat dimungkinkan sekali di wilayah ini sehingga kebijakan buat Pemerintah Daerah supaya nanti kedepannya lebih memikirkan efek atau dampak terbangunnya wilayah sehingga nanti tidak ada kejadian lagi seperti Desa Situsari.

“Saya hari ini apresiasi yang sangat luar biasa buat pak Achmad Fathoni Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Kabid DKPP yang sudah mengakomodir dan merespons kebutuhan kami disini, ” cetusnya.

lebih lanjut Adi menjelaskan, salah satu poin yang harus dievalusi terkait dengan siteplan dari setiap perumahan dan untuk persoalan 7 perumahan yang sedang ditangani saat ini, masyarakat sudah membuka jalan untuk dilakukan swadaya pembuatan saluran drainase, begitupun developer yang siap menata kembali saluran drainasenya. Hanya tinggal menunggu surat persetujuan tertulis dari Pemda termasuk juga dukungan penganggaran dari dewan.

“Saya hanya berharap segera direalisasikan dan dibenahi salurannya, agar insiden November tak terjadi lagi,” pungkasnya.

** Nay 

Camat Sahib Pastikan tak Ada Pesta Gay di Tanah Sareal

0

Bogor | Jurnal Bogor

Viralnya video berdurasi 28 detik di media sosial dengan menyertakan caption adanya dugaan pesta gay pada salah satu cafe di kawasan Kecamatan Tanah Sareal, dipastikan tidak benar.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Camat Tanah Sareal, Sahib Khan ketika mendatangi lokasi cafe yang diduga menjadi tempat pesta tersebut. Menurut Sahib, begitu mendapat informasi dirinya langsung mengklarifikasi ke lokasi cafe, apakah pemberitaan yang viral ini benar terjadi atau tidak. 

Ternyata, lanjut Sahib, ketika ditelusuri cafe tersebut memang menyelenggarakan acara Valentine Day. Namun itu bersifat hiburan dan umum.

“Jadi pesta gay atau LGBT dan sebagainya itu tidak benar. Pengelola mengaku tidak bisa mensortir tamu yang datang, jadi bukan berarti acara itu dikhususkan bagi LGBT,” ucapnya kepada awak media di lokasi cafe, Kamis (16/2).

Sahib menyebut, pengelola dan owner telah menyadari bahwa cafe tersebut akan melakukan pengawasan yang lebih ketat.

Sahib menegaskan, sudah menjadi tugas aparatur wilayah untuk menjaga kondusifitas dan membantu warga yang bekerja dalam meningkatkan ekonomi. Tetapi, perlu diingat tetap harus menjaga kenyamanan warga.

“Kalau dugaan yang diberitakaan itu benar, tentunya kita harus memberikan sanksi, jangan sampai ini seolah-olah ada pembiaran karena jika sampai seperti itu ini akan menjadi “bola liar” yang sangat berdampak,” jelasnya.

Sahib mengimbau, kepada kepada para pelaku usaha seperti cafe dan resto utnuk lebih kooperatif menjaga kenyamanan warga sekitar, apalagi jika mengadakan event yang bersifat keramaian bisa berkoordinasi dengan aparatur wilayah.

Sebab, kata Sahib, sering kali pihaknya mendapat laporan terkait jam operasional cafe atau resto yang melebihi batas waktu, misal harusnya sampai jam 10 malam, ternyata hingga larut malam. Apalagi ada live musik dan sebagainya, hal itu yang sering menjadi gangguan masyarakat.

“Bagi para pengusaha cafe dan resto hargailah warga sekitar, jangan hanya mengambil untung ekonomi, kenyamanan warga, parkir itu yang sering menjadi masalah dan harus diperhatikan,” tegasnya.

Sementara itu, Irvan selaku pengelola cafe membantah adanya dugaan tersebut.

“Berita yang simpang siur di media sosial itu tidak benar, kita tidak pernah mendukung komunitas LGBT, apalagi membuat acara khusus untuk mereka. Kami hanya menggelar acara di tanggal 11 Februari 2023 kemarin, acara biasa pada umumnya. Kita juga tidak pernah tahu kalau ada customer yang memiliki background tersebut. Tentunya kita tidak bisa mensortir itu,” paparnya.

Irvan pun menyayangkan viralnya video yang diduga ada pesta gay atau LGBT. “Kami menyayangkan viralnya video tersebut, apalagi tidak ada konfirmasi juga ke kami. Sekali lagi kami tegaskan bahwa kami tidak pernah mendukung komunitas LGBT, memang ada acara tetapi bukan terkhususkan untuk komunitas tertentu. Jadi event biasa saja,” katanya.

Irvan mengaku bahwa viralnya video tersebut berdampak pada bisnis usahanya. Namun pihaknya belum memiliki rencana apakah akan menempuh jalur hukum atau tidak. 

“Kedepan kami akan evaluasi, lebih selektif juga terhadap customer maupun event yang akan dilaksanakan selanjutnya. Soal langkah hukum nanti kami bicarakan kembali dengan owner dan pengurus lainnya,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Agar Pemilu Berkualitas, Bawaslu Ajak Elemen Masyarakat Jadi Pengawas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor mengajak elemen masyarakat untuk berperan aktif mengawasi jalannya tahapan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024.

Hal itu disampaikan Bawaslu Kota Bogor saat sosialisasi pengawasan partisipatif pada tahapan Pemilu 2024 di Hotel Izi, Baranangsiang, Bogor Timur, Kamis, (16/02).

“Kegiatan pengawasan partisipatif ini kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersinergi dengan Bawaslu dalam hal pengawasan. Sebab, kami menyadari sepenuhnya bahwa pengawasan yang berhasil itu adalah pengawasan yang melibatkan masyarakat,” kata Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi dan Humas Bawaslu Kota Bogor Ahmad Fathoni.

Menurut Fathoni, pengawasan partisipatif yang melibatkan elemen masyarakat dengan tujuan untuk memastikan bahwasannya hasil Pemilu berkualitas, berintegritas, dan berasas kepatuhan prosedur.

Fatoni  mencontohkan pengawasan partisipatif pada tahapan Pemilu salah satunya dengan memastikan diri tercatat sebagai pemilih. Dimana Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekarang tengah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemuktahiran Daftar Pemilih (Pantarlih).

“Nah di sinilah masukan dari masyarakat ketika itu ada informasi di lapangan bahwa nama selama ini tercantum daftar pemilih sudah meninggal, pindah domisili itu bisa disampaikan kepada Pantarlih, dan selanjutnya untuk dicoret atau tidak memenuhi syarat sebagai daftar pemilih,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi yang dibuka  Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Elyas Mau ini diikuti unsur penyuluh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Bogor.

Selain kegiatan itu dilaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu Kota Bogor dengan FKDM dan penyuluh agama Kota Bogor.

“Penandatanganan MoU ini untuk pengawasan partisipatif, artinya kepada pihak yang bersangkutan berhak untuk melakukan pemantauan di lapangan kaitan setiap tahapan Pemilu. Apakah nanti ada dugaan pelanggaran atau tidak, atau misalkan titik kerawanan pelanggaran menyampaikan ke Bawaslu,” papar Fathoni.

Pihaknya juga akan memberikan edukasi berkaitan dengan kepemiluan kepada mereka yang nantinya akan menjadi narasumber untuk masuk ke semua elemen masyarakat agar menjadi agen-agen sel pengawasan.

Untuk angka partisipasi masyarakat pada Pemilu periode tahun 2019, terang Fathoni, sangat tinggi sebesar 82 persen. Karenanya, pihaknya juga mengharapkan bisa meningkat pada Pemilu 2024.

“Kami berharap kedepan bisa lebih maksimal lagi menjadi 95 persen. Karena sejatinya ini kewajiban kita untuk mengawal bersama seperti diatur dalam perundang-undangan,” ucap Fathoni menutupi.

** Mochamad Yusuf

Harga Beras di Ciampea Alami Kenaikan

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Harga beras mulai merangkak naik sejak awal Februari 2023. Kenaikan harga beras seperti terjadi di Pasar Ciampea Baru.

Salah satu pedagang beras, Haji mengatakan, kenaikan harga tersebut disebabkan pasokan beras yang sampai ke pedagang dinilai kurang.

Ia berharap pemerintah dapat segera memenuhi suplai pasokan beras dan mengatur kebijakan pendistribusian beras secara ketat hingga tingkat pedagang.

“Harga sekarang sudah dari November tahun lalu. Ya kemungkinan menjelang Ramadhan naik lagi,” ujarnya, kemarin.

Saat ini harga beras yang paling murah berada di kisaran harga Rp 11.000 per kilogramnya yang sebelumnya Rp 9.500 dan yang paling mahal saat ini dapat dibeli dengan harga Rp 12.000 per kilogram sebelumnya hanya Rp 10.000.

Sementara itu Kemas, pengunjung Pasar Ciampea menuturkan, dengan adanya kenaikan harga dirinya tidak bisa berbuat banyak, namun harus mengatur keuangannya dengan baik.

“Mau gimana lagi, gak beli tapi butuh jadi ya udah dibeli aja,” ujarnya.

Ia berharap, agar pemerintah bisa melakukan langkah terbaik guna mempersiapkan stok kebutuhan makanan jelang bulan puasa agar tidak melonjak tinggi.

“Ya semoga aja pemerintah bisa menurunkan harga beras di Pasar Ciampea terutama, jujur ya harga segini sangat memberatkan. Apalagi ini menjelang puasa, takut nanti naik lagi,” tandasnya.

** Andres

Melalui Ketahanan Pangan, Pemdes Pangkaljaya Programkan Penggemukan Sapi

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan program ketahanan berupa hewan ternak dan pertanian, diantaranya pembelian 10 ekor sapi melalui dana desa tahun anggaran 2022 dan selama beberapa bulan kedepan dilakukan penggemukan.

“Program ketahanan pangan, selain hewan ternak sapi termasuk budidaya ikan serta pemanfaatan lahan perkebunan masyarakat dengan ditanaminya sayur mayur seperti buncis  dan bawang.

Namun, untuk peternakan  yang dipilih, yakni  hewani sapi,” jelas Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/2/2023).

Penggemukan tersebut menempati kandang seluas 5×8 meter yang berada di Kampung Gunung Malang. Proses penggemukan sapi ini melibatkan kelompok tani dan mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi.

Diakui Kades Sumarna, modal pembelian sapi mamang cukup besar, tetapi keuntungan hasil penjualan sapi pun diharapkan bisa maksimal. “Target, jelang Idul Adha 10 ekor sapi sudah bisa terjual. Hasil penjualan sapi itu kemudian bisa digulirkan kembali,” paparnya.

Ia berpesan sapi yang sedang proses penggemukan itu, terus  dijaga  dan dirawat dengan baik sehingga kedepan dapat memenuhi kebutuhan pangan hewani yang ada di desanya. Tak sampai disitu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat  pihaknya bakal melakukan budidaya hewan ternak jenis ayam kampung. “Jelang Idul Fitri, nantinya ayam tersebut bisa dijual langsung,” jelasnya.

** Arip Ekon