28.5 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 705

Soal Jembatan Cibarengkok, Ini Kata Sekdes Cikahuripan

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Warga Desa Klapanunggal mendesak Pemerintah Desa Klapanunggal segera melakukan perbaikan terhadap Jembatan Cibarengkok yang sudah rusak maupun tumpukan sampah yang ada di Sungai Cibarengkok. Pasalnya, tumpukan sampah di sungai mengakibatkan aliran sungai meluap ke jalan dan mengakibatkan jalan menjadi tergenang hingga mengakibatkan kemacetan.

“Kalau hujan air sungai meluap, kondisi jalan sudah rusak dan macet sampai Jalan Raya Narogong. ini sudah sangat mengganggu dan menghambat aktivitas warga. Tapi sampai kini tidak ada tindakan dari pemerintah desa, kecamatan atau kabupaten,” kata salah satu tokoh masyarakat Desa Klapanunggal, Samin Bahtiar kepada wartawan.

Menurut dia, keadaan jembatan Sungai Cibarengkok sangat memprihatinkan. Selain penyempitan sungai, kondisi sungai juga dipenuhi dengan sampah yang menghambat aliran air. Akibatnya, setiap hujan air meluap ke jalan dan sulit dilintasi, apalagi kondisi jalannya sudah rusak parah.

“Gak mungkin pemerintah gak tahu. Karena sudah banyak warga yang mengeluh tapi pemerintahnya yang diam saja tidak segera melakukan tindakan perbaikan,” tegas Samin. 

Ia menegaskan, permasalahan kemacetan, banjir dan ruas jalan rusak tersebut hanya bisa ditangani dengan segera melakukan perbaikan. Karena jika tidak, persoalan itu tidak akan pernah selesai. Terlebih saat ini, di Klapanunggal curah hujan masih tinggi.

“Warga hanya minta segera diperbaiki. Siapa pun itu yang bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan itu urusan pemerintah,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Desa Cikahuripan, Encin mengatakan, Jembatan Cibarengkok memang merupakan pembatas antara Desa Cikahuripan dan Desa Klapanunggal. Namun, Jembatan Cibarengkok masuk ke dalam wilayah Desa Klapanunggal dan menjadi kewenangan Pemerintah Desa Klapanunggal untuk mengajukan perbaikan.

“Memang sudah dibahas di kecamatan untuk segera dilakukan perbaikan. Rencananya akan dibahas lagi dalam pra musrenbang tingkat kecamatan, namun pihak Desa Klapanunggal yang mengajukan agar dilakukan perbaikan,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (17/01/23).

Sementara untuk aliran Sungai Cibarengkok yang kondisinya semakin sempit dan banyak penumpukan sampah diakui Encin masuk  ke dalam wilayah Desa Cikahuripan. Oleh karena itu, pihaknya pun sudah melakukan permohonan kepada dinas terkait agar segera dilakukan normalisasi Sungai Cibarengkok.

“Kami sudah ajukan agar dilakukan pengerukan dan normalisasi, tapi sampai saat ini belum pernah direalisasikan,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Katar Desa Sukadamai Dilantik, Apud Berharap Bisa Membentuk Pemuda yang Kreatif, Inovatif dan Membanggakan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Karang Taruna Desa Sukadamai periode 2023-2028 resmi dilantik. Kegiatan pelantikan berlangsung di Aula Desa Sukadamai, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Senin (16/01/23).

Turut hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut, OKP, ketua Ormas, Babinsa, Babinkamtibmas, perwakilan Kecamatan Sukamakmur, alim ulama, dan seluruh anggota Karang Taruna Desa Sukadamai.

Ketua Karang Taruna Desa Sukadamai Acep Aang Sulaeman mengatakan, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyatukan visi dan misi pemuda yang ada di Desa Sukadamai, baik dalam program pembangunan, kegiatan kepemudaan maupun kegiatan sosial.

“Amanah yang diberikan ini akan saya upayakan semaksimal mungkin, dan saya pun berharap untuk pemuda yang ada di Desa Sukadamai turut andil dalam memajukan program-program kepemudaan kedepannya. Begitu pun untuk Pemerintah Desa Sukadamai, saya harapkan  terus mensupport kegiatan kami kedepannya, “ ungkap Cecep Aang kepada Jurnal Bogor, Selasa (17/01/23).

Sementara, Kepala Desa Sukadamai Apud Syarifudin mengucapkan selamat atas dilantiknya Ketua Karang Taruna Desa Sukadamai. Dia berharap Karang Taruna bisa berkomunikasi dengan baik kepada pemuda-pemudi dan kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan Sukamakmur.

“Saya berharap melalu Karang Taruna ini, bisa membentuk pemuda yang kreatif dan inovatif, sehingga bisa menjadi pemuda impian untuk memajukan wilayah Desa Sukadamai mendatang,” pungkas Apud.

Ucapan selamat turut disampaikan Ketua Himpunan Masyarakat Bogot Timur (HMBT) Kecamatan Sukamakmur Cep Entoh Sidik yang turut berharap kepemimpinan Karang Taruna Desa Sukadamai membawa ke arah yang positif.

“ Jadilah mitra desa untuk memajukan desa, baik dalam pembangunan desa maupun kegiatan sosial,” tandas Culeng sapaan akrabnya.

** Nay Nur’ain

Wisata Galuh Situ Menteng Sajikan Kolam Renang di Alam Terbuka 

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Mungkin nama Wisata Galuh Situ Menteng yang berada di Desa Bantarkaret, Nanggung. Kabupaten Bogor baru terdengar karena wisata alam tersebut baru saja dibuka kembali untuk umum setelah vakum beberapa tahun. 

Wisata yang bernuansa alam ini sangat menakjubkan. Bagai mana tidak, pemandangan pegunungan yang terlihat membuat kita tak ingin cepat kembali ke rumah.

Wisata yang berada di perbukitan ini menyajikan panorama yang masih alami dan udara sejuk menambah suasana jadi nyaman.

Fasilitas yang disediakan pun cukup beragam, mulai dari kolam renang anak dan dewasa, bebek kayuh, sampai rumah pohon. Jadi selain pemandangannya yang indah, objek wisata ini juga cocok dijadikan lokasi kemah bersama keluarga.

Sebab saat ini wisata tersebut juga menyediakan camping ground dan outbound. Perlu diketahui bahwa wisata ini  dibangun oleh tokoh masyarakat setempat.

Bahkan, khusus untuk Januari tahun 2023 ini, pengelola menerapkan tiket murah dengan harga masuk hanya 5000 ribu rupiah saja dan wisatawan sudah bisa menikmati pemandangan alam terbuka dari ketinggian Gunung Galuh Situ Menteng.

** Andres

Jokowi Ingatkan Makna Toleransi Beragama

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sentul International Convention Center SICC), Desa Cipambuan, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Dalam kegiatan Rakornas yang dibuka langsung oleh Presiden Jokowi dihadiri sebanyak 4.551 undangan dan peserta dari pemerintah pusat hingga daerah Kepala Daerah dan Forkopimda 2023. 

Dalam kesempatan tersebut, Joko Widodo menyinggung kebebasan beragama di hadapan para kepala daerah. Dia menegaskan, setiap pemeluk agama mempunyai hak yang sama dalam beribadah.

“Ini yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Konghucu, hati-hati. Ini memiliki hak yang sama dalam beribadah, memiliki hak yang sama dalam kebebasan beribadah dan beragama,” kata Jokowi dalam acara Rakornas Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di SICC, Selasa (17/01/23).

Jokowi menegaskan, kebebasan beragama dan beribadah setiap warga negara dijamin UUD 1945 pasal 29 ayat 2.

“Ini harus ngerti. Dandim, Kapolres, Kapolda, Pangdam harus ngerti ini. Kajari, Kajati. Jangan sampai namanya konstitusi itu kalah oleh kesepakatan. Konstitusi tidak boleh kalah dengan kesepakatan,” ucap Jokowi .

Presiden Jokowi mengaku prihatin masih adanya larangan membangun tempat ibadah didasarkan kesepakatan segelintir kelompok.

“Jangan sampai namanya konstitusi itu kalah oleh kesepakatan. konstitusi tidak boleh kalah dengan kesepakatan. Ada rapat FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) misalnya sepakat tidak memperbolehkan membangun tempat ibadah,” tuturnya.

Rakornas diikuti oleh Gubernur, Bupati, Wali Kota se-Indonesia dan unsur-unsur Forkopimda, yaitu pimpinan DPRD, pimpinan kepolisian, pimpinan kejaksaan, dan pimpinan satuan teritorial TNI di daerah.

Turut hadir dalam pembukaan Rakornas ini, Menkominfo Johnny G Plate, Menhan Prabowo Subianto, Menkeu Sri Mulyani, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menhub Budi Karya Sumadi, Mentan Syahrul Yasin Limpo, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, MenPANRB Azwar Anas, Kepala Bappenas Soeharso Monoarfa, Gubernur BI Perrywarjio, hingga KSAD Dudung Abdurrachman.

Hadir juga Mendagri Tito Karnavian, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Panglima TNI Yudo Margono, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

** Taufik /Nay 

Insiden Bikin Konten Mematikan di Exit Tol Gunung Putri, Ini Pesan Kasat Binmas Polres Bogor 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Adanya remaja asal Kota Bogor yang meninggal setelah membuat konten stop truk di exit tol Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kasat Binmas Polres Bogor, AKP Hendra Kurnia meminta semua pihak bekerjasama melakukan pencegahan sejak dini. Hal tersebut disampaikan saat berkunjung ke Desa Gunung Putri, Senin (16/01/23).

Menurut AKP Hendra, pihaknya melalui Bhabinkamtibmas di setiap desa sudah rutin melakukan pengawasan, bahkan patroli guna menertibkan para remaja yang sedang membuat konten yang sangat membahayakan nyawa tersebut.

” Sebetulnya dari pihak desa dan kepolisian sudah rutin melakukan upaya dalam rangka Harkamtibmas. Jadi, upaya itu sudah dilakukan jauh hari oleh desa dan kepolisian baik Polsek maupun Polres Bogor, terkait pembuatan konten yang sangat beresiko,” katanya kepada Jurnal Bogor, Senin (16/1/23).

Kejadian bocah yang terlindas trus usai bikin konten yang terjadi di exit tol Gunung Putri, sambung mantan Kanit Intel Polsek Gunung Putri ini, meminta kepada semua pihak ikut terlibat agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

“Kami meminta kepada semua pihak agar bekerjasama untuk tidak berhenti mengingatkan kepada remaja atau anak sekolah, agar kejadian kemarin tidak terjadi lagi. Peristiwa kemarin itu sebagai musibah, makannya kami minta agar semua pihak bersama – sama mencegah sejak dini mungkin agar tidak terulang kembali,” pintanya.

Dari setiap Bhabinkamtibmas di setiap Polsek, kata Hendra, bakal melakukan patroli secara intens dan bakal memberikan pengarahan kepada orang tua dan masyarakat.

“Kami akan kerahkan Bhabinkamtibmas agar patroli lebih intens lagi. Selain itu akan turun langsung kepada masyarakat dan mengumpulkan perangkat lingkungan, orang tua dan para anak sekolah agar tidak mengikuti pembuatan konten yang sangat berbahaya tersebut,” tegasnya.

** Nay Nur’ain

Warga Cigudeg Minta GOM Dibangun Tahun Ini

0

Cigudeg l Jurnal Bogor 

Warga Cigudeg meminta Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) segera merencanakan pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) tahun 2023.

Hal ini dikatakan tokoh masyarakat Desa Cigudeg  M. Mukhlis yang meminta Dispora fokus merencanakan pembangunan GOM tahun ini.

Mengingat lahan untuk GOM sudah ada. Ini dasar keinginan masyarakat karena potensi bibit olahraga di Cigudeg cukup luar biasa.

“Kami harapkan GOM di Cigudeg bisa dibangun tahun ini,” kata tokoh masyarakat Cigudeg M. Mukhlis kepada Jurnal Bogor, Senin (16/1).

“Kami mewakili masyarakat Cigudeg mengharapkan GOM bisa dibangun 2023,” tambah tokoh masyarakat lainnya Suherdi.

Alasannya, lantaran GOM di Cigudeg itu belum ada sehingga sangat mendukung GOM di Cigudeg untuk segera dibangun.

Sebelumnya Kepala Desa Cigudeg Andi Supriyadi atau yang akrab disapa Bram menerangkan hasil ekspos yang disampaikan melalui Dispora, bahwa rencana pembangunan GOM ditargetkan 2023 . Keberadaan GOM salah satu aspirasi masyarakat yang sudah tercetus beberapa tahun lalu.

Begitu juga dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor  Nurodin yang meminta Pemkab Bogor untuk mempercepat proses rencana pembangunan GOM di Kecamatan Cigudeg itu bisa dibangun 2023.

Pasalnya, keberadaan GOM di wilayah Bogor barat sangat langka. Dengan begitu Nurodin yang biasa disapa Jaro Peloy itu menyatakan,  sekarang ini masyarakat di wilayah Bogor barat masih memanfaatkan lapangan-lapangan  tradisional seadanya.

“Maka, rencana dibangunnya GOM di Cigudeg pada  2023  ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Peloy 

Menurut Peloy dibangunnya  GOM atau stadion mini kedepan ini bisa muncul bakat-bakat terpendam yang kemudian bisa menjadi andalan atlet muda Kabupaten Bogor 

Salah satu agenda yang sudah masuk dalam rencana pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dispora dengan dibangunnya fasilitas olahraga di kawasan Kecamatan Cigudeg.

Bahkan rencana itu telah dikukuhkan Detail Engineering Design (DED) oleh pihak Dispora.

“Karena penyusunan DED-nya sudah dibiayai, sehingga pada pelaksanaan pembangunan GOM itu  bisa dipercepat,” papar Peloy 

Pasalnya, kalau  terlalu lama khawatir realisasi pembangunannya, ini malah tidak efektif dan juga bisa terjadi banyak perubahan di lapangan, “Mungkin saja, baik segi situasi persoalan harga yang kemudian bisa berubah,” katanya.

Dia menjelaskan, GOM di Cigudeg sangat strategis karena nanti yang menggunakan GOM tersebut kepentingannya tidak hanya orang Cigudeg itu sendiri.

“Jadi bisa dimanfaatkan juga untuk masyarakat di sekitar Bogor barat. Baik Sukajaya maupun Leuwisadeng dan Jasinga jadi masyarakat ini juga bisa memanfaatkan GOM itu,” paparnya.

Jadi kata dia, walaupun di tahun 2023 anggaran yang terjadi defisit dan banyak juga yang kemudian dikurangi, dia menginginkan pembangunan GOM di Cigudeg dipercepat.

“Mudahan-mudahan bisa ada terobosan pembangunan dipercepat di 2023 meski kondisi di 2023 itu dalam kondisi defisit. Jadi kemarin pun memang banyak didrop anggaran-anggarannya,” tegasnya.

Nurodin berharap progres yang sudah ke tahap penyusunan DED karena itu kebutuhan juga, untuk konsisten perencanaan dan tidak berubah-rubah.

“Kita lihat memang beberapa poin penting di Bogor Barat ini salah satunya adalah GOM. Kita juga berterima kasih kepada pemerintah desa yang sudah mempersiapkan lahan untuk GOM ini. Jadi apresiasi ini yang harus. Karena kebutuhan ya harus diimbangi dengan keseriusan dari pemerintah daerah,” tukasnya.

** Arip Ekon

Diminta Mengundurkan Diri Pihak SMAN 1 Cileungsi, KPAD Kabupaten Bogor: Kesalahan tak Mutlak Dilakukan Siswa 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, Waspada menegaskan, pihaknya siap menerima pengaduan dari 7 siswa SMAN 1 Cileungsi yang diminta mengunduran diri oleh pihak sekolah untuk dilakukan mediasi.

“Terkait siswa SMAN 1 Cileungsi yang diminta mengundurkan diri oleh pihak sekolah, kami siap menerima pengaduan. Nantinya kami akan panggil pihak sekolah untuk melakukan mediasi agar menemukan solusi yang terbaik,” kata Waspada, saat dikonfirmasi Jurnal Bogor, Senin (16/1/23).

Menurutnya, adanya aksi menenggak minuman keras (miras) saat study tour ke Bali yang diadakan oleh pihak SMAN 1 Cileungsi, bukan sepenuhnya kesalahan siswa. Disana terlihat ada kelalaian dari pihak sekolah dalam pengawasan kegiatan anak selama di Bali.

“Tidak dibenarkan memang jika minum minuma keras. Akan tetapi bagaimana pengawasannya dari pihak sekolah saat para siswa keluyuran ke berbagai tempat. Bukankah harus diawasi juga oleh pihak sekolah, jangan dibiarkan begitu saja, hingga akhirnya ditemukan ada siswa yang sedang meminum minuman keras,” tegasnya.

Ia menceritakan, beberapa waktu lalu pihaknya bersama siswa pesantren pernah mengadakan study tour ke Bali. Karena budaya Bali memang bebas, dengan begitu pihaknya memperketat pengawasan dengan cara memberi satu pengawas di setiap kelompok siswa.

“Saya pernah study tour ke Bali dengan anak pesantren. Disana kami menginap di hotel tepat di depan pantai Kuta, banyak pemandangan yang memang tidak seharusnya dinikmati oleh siswa. Namun karena kita mengawasi dengan ketat, kejadian yang tidak diinginkan alhamdulillah tidak terjadi,” bebernya.

Artinya, lanjut Waspada, jika memilih tempat study tour harus yang minim anak didik melakukan kesalahan. Terlebih, siswa yang diminta untuk mengundurkan diri sudah kelas 12 dan sebentar lagi mau menginjak ujian, artinya jika sampai dikeluarkan maka siswa tidak mendapatkan hak pendidikannya.

“Ini kan siswa sudah kelas 12, kalau disuruh mengundurkan diri sekolah mana yang mau menerima. Saya meminta agar pihak sekolah tetap memberikan ke 7 siswa tersebut kesempatan, agar mendapatkan haknya sebagai siswa,” tukasnya.

** Nay Nur’ain

Polsek Parung Amankan Tiga ABG Diduga Geng Motor Bersenjata Tajam

0

Parung | Jurnal Bogor 

Tiga orang yang merupakan masih anak baru gede (ABG) diduga geng motor hendak melakukan kekerasan dengan senjata tajam diamankan Polisi Sektor (Polsek) Parung, Polres Bogor. 

Kejadian tersebut terjadi di depan gang Serius, Desa Waru, Parung, Kabupaten Bogor pada Minggu (15/01/23) dini hari pukul 03.30 WIB.

Pelaku yang diamankan Polsek Parung berinisial I (15), AR (22) dan MFS (16). Dari hasil penyelidikan Polsek Parung, Kompol Sularso mengatakan, aksi penyerangan oleh diduga geng motor dilakukan oleh ketiga tersangka beserta 27 rekannya dengan menggunakan 12 sepeda motor sambil membawa sajam berjenis celurit.

“Dari hasil penyidikan terhadap pelaku, diketahui sebelumnya sudah direncanakan maupun janjian melalui pesan singkat WA,” katanya.

Menurut dia, sesampainya di tempat kejadian, terlihat sudah banyak warga sekitar sehingga pelaku dikejar yang hendak melarikan diri ke arah Ciseeng sambil membawa senjata tajam.

“Dikarenakan ada laporan warga, piket patroli mengejar para pelaku tersebut yang sehingga pelaku berhasil diamankan oleh piket patroli Polsek Parung dan warga sekitar,” paparnya.

Namun barang bukti berupa celurit dibuang pelaku di sekitar jalan, akan tetapi dua sepeda motor berhasil diamankan oleh warga sekitar, setelah itu ketiga pelaku di amankan ke Polsek Parung untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dari hasil penyidikan sementara, dikarenakan barang bukti sudah dibuang di jalan oleh pelaku (belum ditemukan) dan tidak ada korban yang melakukan laporan selama lebih dari 24 jam, maka terhadap pelaku dikenakan pembinaan oleh pihak Polsek parung,” tukasnya.

** Andres

Lakukan Assessment, Damanhuri Berharap Warga Mencintai Pojok Baca Digital 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pascalaunching Pojok Baca Digital di Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Pustaka Kementerian Pertanian kembali datang berkunjung untuk melakukan assessment untuk 17 lokasi pojok baca khusus untuk literasi sosial, Senin (16/01/23).

Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri mengatakan, kunjungan Pustaka Kementerian Pertanian perihal kebutuhan yang diperlukan oleh setiap pojok baca yang ada di 14 RW di Desa Gunung Putri.

“Dari 14 RW itu ada 17 titik Pojok Baca Digital yang tersebar, dan saat ini dikhususkan untuk literasi sosial. Jadi, targetnya adalah warga masyarakat umum yang mengalami kesenjangan sosial agar dengan membaca bisa menambah ilmu pengetahuan,” papar Daman Huri kepada Jurnal Bogor.

Selain itu, sambung A Heri, selain membaca nanti mereka yang menggeluti pertanian dan akan diberikan pemahaman secara langsung, berupa literasi, dan pembelajaran. Selain membaca tata cara bertani mereka juga akan mendapatkan pelatihannya, karena dari Pustaka Pertanian ini akan melakukan kunjungan rutin nantinya setiap 2 kali seminggu.

“Jadi, jika nanti dalam buku yang dibaca ada hal yang tidak dipahami, dan sebagainya bisa langsung ditanyakan saat ada pelatihan nantinya. Oleh karena itu, saya undang hari ini 17 ketua pojok baca yang tersebar di 14 RW tersebut agar nantinya bisa mensosialisasi apa yang didapatkan dari pertemuan hari ini,” papar A Heri sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, setelah adanya Pojok Baca Digital ini ada sedikit perubahan, dimana minat baca di kalangan remaja dan milenial mulai bertambah dan berdatangan. Maka, untuk fasilitas kami upayakan bisa membuat nyaman para pembaca.

“Memang untuk buku di pojok baca itu hanya sedikit, karena kami sudah menyediakan tablet yang berisikan aplikasi dan langsung berpusat di Perpustakaan Nasional. Jadi, semua jenis buku yang dibutuhkan ada disana, dan untuk yang menginginkan buku tersebut dibawa pulang bisa ngeprint dengan biaya ditanggung masing-masing,” ujarnya.

Dia berharap, adanyanya Pojok Baca Digital ini bisa meningkatkan minta baca para remaja di Desa Gunung Putri khusunya, agar nantinya kita bisa mempersiapkan calon pemimpin masa depan untuk Gunung Putri. 

“Buku itu sumber ilmu, dan hanya mereka yang ingin menambah pengetahuanlah yang akan mendekat ke Pojok Baca Digital ini. Kegiatan ini bagian dari upaya kami untuk menciptakan bibit-bibit baru pemimpin masa depan Desa Gunung Putri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Petugas Damkar Selamatkan Pria di Rancabungur yang Tercebur ke Sumur

0

Rancabungur | Jurnal Bogor 

Petugas Damkar Kabupaten Bogor berhasil menyelamatkan seorang pria berinisial IW (38) yang tercebur ke sumur di Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Komandan Regu 3 Rescue Damkar Kabupaten Bogor Syabudin mengatakan, peristiwa itu terjadi pukul 04.15 WIB. Warga yang sedang nongkrong mendengar suara terjatuh di belakang warung.

“Curiga dengan suara tersebut, warga langsung mengecek ke sumber suara. Setelah dicek ternyata ada orang jatuh ke dalam sumur,” kata Syabudin dalam keterangannya, Senin (16/1/2023).

Melihat kondisi korban yang meminta tolong, warga pun berinisiatif meminjam tali untuk pegangan korban agar tidak tenggelam. Setelah itu, menelepon petugas pemadam kebakaran untuk meminta evakuasi.

Mendapat laporan tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergegas menuju lokasi kejadian.

Dengan berbagai peralatan seperti tali caremantel, helm, tripod dan lainnya petugas berupaya mengevakuasi korban. 

“Evakuasi dilakukan selama 30 menit (korban) berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ucapnya.

** Andres