28.5 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 704

Warga Desak Polisi Tertibkan Debt Collector

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Warga Cileungsi yang biasa melintas di ruas Jalan Raya Transyogi sudah terbiasa melihat sekelompok orang yang berkumpul di pinggir jalan yang kerap memantau kendaraan bermotor yang melintas.

Keberadaan kelompok tersebut memang tidak lain adalah debt collector alias mata elang yang biasa mencari kendaraan bermotor untuk ditarik dengan alasan mendapat tugas dari leasing kendaraan bermotor.

Di kecamatan Cileungsi ada beberapa lokasi yang kerap dijadikan para debt collector tersebut berkumpul, diantaranya di dekat Terminal Cileungsi dan pintu masuk perumahan Metland Transyogi.

“Keberadaan mata elang ini sudah sangat meresahkan dan mengganggu. Beberapa waktu lalu malahan nyaris terjadi bentrokan antara debt collector dan pemilik kendaraan yang mau ditarik tapi menolak dan melawan,”kata Abdul, salahsatu warga Cileungsi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Menurut dia, keberadaan debt collector di Cileungsi saat ini mulai kembali marak. Karena sebelumnya, beberapa bulan yang lalu sudah tidak ada debt collector yang biasa berkumpul di pinggir jalan. 

“Mungkin sekarang sudah tidak ketat lagi, jadi mereka beraksi lagi. Kami tidak suka melihat keberadaan mereka sebenernya,” kata Abdul.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak kepolisian agar segera menertibkan keberadaan para debt collector tersebut untuk mengantisipasi adanya persoalan bentrokan atau keributan di jalan akibat persoalan kendaraan bermotor.

“Kami hanya meminta kepada pihak kepolisian agar ditertibkan jangan biarkan mereka mengambil kendaraan di jalan,” tukasnya.

** Taufik / Nay 

Pemuda Harus Tampil di Perhelatan Politik 2024

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Dua tokoh muda pergerakan bawah tanah terus membangun konstelasi politik menjelang Pemilu 2024 mendatang. Keduanya yakni Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Irfan Darajat, dan Didik Ruyatman, salah satu tokoh muda asal Rancabungur.

Keduanya duduk bersama di salah satu tempat di bilangan Rancabungur, Selasa (17/1).

“Mungkin berbicara ikhtiar politik, melakukan ijtihad politik, mungkin saya akan coba lakukan itu untuk Pileg 2024” kata Irfan Darajat, Rabu (18/01/2023).

Hal tersebut dilakukan Irfan bukan tanpa alasan, atau hanya sebatas ambisi yang haus akan kekuasan. Melainkan, berangkat dari sebuah keprihatinannya melihat generasi muda saat ini.

“Menurut saya, selama ini pejabat itu belum konsen bagaimana mengembangkan generasi muda, bagaimana membina generasi muda yang terstruktur, sistematis dan masif, padahal pemuda itu akan menjadi generasi pembangun di masa depan, kan seperti itu,” kata dia.

Hal serupa disampaikan Didik Ruyatman, yang tampaknya satu frekuensi dengan Irfan Darajat yang sama-sama dalam menatap bonus demografi pemuda harus berani keluar dari zona nyaman dan berani tampil bertarung pada setiap perhelatan politik.

Pasalnya, kata Didik, sadar ataupun tidak, segala sesuatu yang mencakup hajat hidup orang banyak diatur dalam keputusan politik melalui kebijakan-kebijakan setiap lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

“Saya sepakat kalau pemuda harus berani keluar dari zona nyaman dan berani tampil bertarung pada setiap kancah perpolitikan” ungkap bendahara DPK KNPI Rancabungur, Didik Ruyatman itu.

“Pemuda harus melek politik, pemuda harus berani jadi petarung, bukan hanya penonton apalagi hanya sekedar pesuruh para politisi yang tidak pyur (murni) membela kepentingan masyarakat,” tukasnya.

** Andres

RPH Tutup Lubang Diduga Tambang Emas di Kaki Gunung Sanggabuana Tanjungsari

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Resort Pemangku Hutan (RPH) Cariu menutup lubang yang diduga merupakan tambang emas ilegal yang terletak di Kaki Gunung Sanggabuana, Kp Cibereum, Desa Buana Jaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Rabu (11/1/23).

Penutupan tersebut dilakukan bersama unsur Kepolisian Tanjungsari, Koramil Cariu, Satpol PP Kecamatan Tanjungsari, dan Linmas Desa Buana Jaya.

Kepala RPH Cariu Agustin menjelaskan, saat meninjau lokasi tambang ilegal tersebut, tidak ditemukan penambang yang sedang malakukan aktivitas. Namun terdapat beberapa gubuk dan lubang sedalam 5 meter dengan diamter 1 meter.

“Kemungkinan seperti baru coba – coba. Yang pasti pada saat kami ke lokasi tidak ada siapapun dan tidak ada kegiatan,” kata Agustin saat dikonfirmasi Jurnal Bogor, Rabu (18/1/23).

Menurutnya, untuk kegiatan penambangan yang dilakukam oleh warga itu, apakah untuk menambang emas atau bukan, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Mengingat, sampai saat ini belum ada eksplorasi secara resmi terkait kandungan yang ada didalam Gunung Sanggabuana tersebut.

“Kami tidak tahu (ada kandungan emas atau tidak) karena belum pernah ada eksplorasi secara resmi,” jelasnya.

Untuk lahan yang ditambang, lanjut Agustin, merupakan kawasan Perhutani. Ia menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di lokasi milik Perhutani itu.

“Lokasi merupakan kawasan hutan Perhutani. Sudah kami sampaikan kepada masyarakat agar menghentikan semua kegiatan tersebut,” tegasnya.

Jika masih nekat melakukan aktivitas, Agustin mengaku akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Terlebih, dengan adanya kejadian itu, pihaknya akan rutin melakukan patroli hutan guna mengamankan aset milik Perhutani.

“Kami akan tetap menghentikan semua kegiatan tersebut, dan akan terus melakukan patroli keamanan hutan, serta tetap berkoordinasi dengan aparat terkait. 

Apabila tertangkap tangan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya lagi.

Sementara, Camat Tanjungsari Totok Supriyadi membenarkan adanya aktivitas penambangan di Kaki Gunung Sanggabuana, namun saat ini sudah ditutup.

“Udah dihentikan, itu lahan perhutani. Gak tau (terdapat kandungan emas) belum ada hasil lab,” singkatnya.

** Nay Nur’ain

Dua Pelaku Pemerkosaan di Klapanunggal Harus Ditindak Tegas

0

Bogor | Jurnal Bogor 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mendorong aparat menindak tegas dua pelaku pemerkosaan dan penganiayaan terhadap remaja perempuan AR (14) di Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

“Perlu tindakan tegas dan hukuman berat terhadap para pelaku untuk memberikan efek jera agar tidak terulang kejadian serupa,”kata Bintang Puspayoga kepada wartawan, kemarin.

Bintang Puspayoga mengapresiasi Polres Bogor yang telah menangkap dua pelaku, yakni MD (19) dan AS (19). Apresiasi kepada Polres Bogor yang telah melakukan penangkapan terhadap pelaku pemerkosaan sekaligus penganiayaan.

Pelaku yang berjumlah dua orang telah melakukan tindak kekerasan seksual sekaligus kekerasan fisik, hingga korban ditemukan dalam kondisi lemas dan tak berdaya oleh warga,” kata Bintang.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini berasal dari perkenalan korban dan dua pelaku melalui media sosial. Dalam perkenalan tersebut, korban diiming-imingi dengan pekerjaan bergaji sebesar Rp300 ribu per hari. Lalu, dari perkenalan tersebut, korban dijemput untuk bertemu dan langsung dibawa ke lokasi kejadian.

Di lokasi tersebut, pelaku melakukan pemerkosaan dan penganiayaan terhadap korban. Kemudian, pelaku juga mengambil ponsel milik korban dan korban ditemukan oleh warga dalam keadaan lemas dan tak berdaya.

Terkait hal itu, UPTD PPA Bogor telah melakukan home visit secara berkala kepada korban untuk memantau perkembangan kondisi korban untuk mempercepat proses pemulihan fisik dan psikologis.

** Taufik / Nay

Ngeri, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Jasad bayi berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan baru berusia satu hari, ditemukan mengapung di aliran Sungai Cileungsi Leuwi Bunyamin, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (18/1/23) pagi.

Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen menyampaikan, penemuan jasad bayi tersebut sendiri pertama kali ditemukan oleh dua orang warga yang sedang mencari ikan di aliran Sungai Cileungsi.

“Mereka berdua kemudian mendapati adanya sosok bayi yang sudah dalam keadaan mengapung,” ungkap Kompol Zulkarnaen kepada wartawan.

Saat ditemukan, sambung Kompol Zulkarnaen, kondisi jasad bayi itu dalam keadaan tidak mengenakan busana sama sekali. Bahkan masih terdapat ari – ari, namun sudah terlepas dari perut jasad tersebut.

“Dari gelar olah TKP yang kita lakukan, kondisi bayi ini masih terdapat tali ari-ari namun sudah terputus,” bebernya.

Menurutnya, saat ini jasad bayi sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jasad bayi saat ini sudah kita evakuasi ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Lebih lanjut Kompol Zulkarnaen menjelaskan, guna mengungkap pelaku pembuang bayi itu, pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

** Nay Nur’ain

Pascadiserahkan Lahan oleh Pemkab Bogor, Gedung Presidium Bogor Timur Siap Dibangun

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Presidium Bogor Timur kini sedang berbenah untuk melakukan pembangunan gedung setelah diberikan lahan untuk pembangunan Kantor Presidium oleh Pemkab Bogor. Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium Bogor Timur Alhafiz Rana, yang berharap dengan adanya gedung tersebut bisa menambah kekompakan diantara anggota Presidium Bogor Timur yang sangat menginginkan pemekaran untuk wilayah Bogor Timur.

“Perjalanan perjuangan sampai ke titik sekarang, tak luput dari kerja keras rekan-rekan semua. Tekad yang luar biasa agar Bogor Timur menjadi sebuah kabupaten seolah sudah mendarah daging di masyarakat Bogor Timur, keinginan untuk adanya perubahan-perubahan besar sangat terlihat dari antusiasnya masyarakat yang bergabung ke dalam Presidium Bogor Timur,” ujar Alhafiz kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/01/23).

Menurutnya, dengan adanya Gedung Presidium Bogor Timur, akan menjadi jejak sejarah perjuangan masyarakat jika nanti pemekaran benar-benar terwujud. Peninggalan perjuangan ini akan terus dikenang oleh pejuang-pejuangnya.

“Dan saya berharap, dalam hal ini kepada  masyarakat Bogor Timur khususnya, untuk selalu bisa mensupport kegiatan Presidium Bogor Timur, karena saat wilayah ini mekar nanti seluruh masyarakat Bogor Timur akan merasakan manfaatnya,” paparnya.

Oleh karena itu, Alhafiz mengajak sama-sama berjuang membangun rumah bersama diatas lahan yang sudah diberikan oleh Pemda. Dia juga berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang sudah ikut berpartisipasi dalam pembanguan. Begitu juga  kepada para donatur yang tidak bisa disebutkan satu persatu, tapi sangat membantu untuk terwujudnya pembangunan Gedung Presidium Bogor Timur ini.

“Begitupun kepada awak media yang eksis di Bogor Timur dan senantiasa mengawal segala kegiatan Presidium Bogor Timur sejauh ini, jika tidak ada campur tangan media dalam perjuangan Presidium Bogor Timur tidak mungkin bisa segempar seperti saat ini,” cetusnya.

Sementara, Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri Udin Saputra mengatakan, dirinya akan selalu mensupport kegiatan Presidium Bogor Timur. Apalagi, kegiatan yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat Bogor Timur.

“Kami menginginkan pemekaran, agar bisa mandiri, dengan keyakinan ekonomi masyarakat bisa meningkat. Mengingat Bogor Timur merupakan penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Bogor,” ujar Udin.

Udin yang juga Kepala Desa Ciangsana tersebut mengajak kepada seluruh warga Bogor Timur, untuk memberikan dukungannya kepada Presidium Bogor Timur yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan gedung.

” Gedung itu akan menjadi rumah juang warga Bogor Timur nantinya, jadi saya berharap kepada seluruh masyarakat Bogor Timur, mari kita bantu Presidium Bogor Timur untuk mewujudkan impian kita semua dalam mendorong pemerintahan agar pemekaran wilayah Bogor Timur segera terealisasi, karena Gedung Presidium Bogor Timur akan jadi rumah kita bersama,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Mentan SYL Dorong Pengembangan Integrated Farming di Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong pengembangan pertanian terpadu (integrated farming) dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah usaha tani. Ini dapat diwujudkan salah satu dengan mengoptimalkan eksistensi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), seperti yang dilakukan P4S Swen Inovasi Mandiri di Bogor.

“Ibu Sri adalah contoh orang yang bisa memanfaatkan segala kemampuan dan ilmunya dengan ketekunan yang kuat dengan mengembangkan integrated farming dilahan seluas 1500 m² dengan pengelolaan yang efektif,” kata Mentan Syahrul saat meninjau integrated farming yang dikelola P4S Swen Inovasi Mandiri di Ciomas, Bogor usai menghadiri pelantikan Rektor IPB periode 2023-2028, Rabu(18/1/23).

Ia meminta agar kawasan integrated farming P4S Swen Inovasi Mandiri Bogor bisa dikembangkan di daerah lain melalui peningkatan peran program P4S pada petani dan penyuluh. Ini mampu menambah pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Seperti yang barusan kita tinjau, di lahan yang tidak terlalu luas, bisa dijadikan lahan pertanian yang efektif. Ada tanaman pangan, ada ayam, ada sapi, ada domba, lele dan lainnya. Bahkan semua bisa dimanfaatkan dengan baik seperti kotoran ternak untuk pemanfaatan biogas,” ucap SYL.

Mentan SYL menambahkan terjun dan mengurus sektor pertanian tidak ada ruginya bahkan mampu memberikan hasil yang luar biasa saat diurus secara serius. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian juga terus meningkatkan SDM pertanian untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan tantangan yang ada.

“Kita bisa lihat, disini mulai dari in farm hingga off farmnya ada. Dari domba, selain daging dan kotoran, bulunya pun dimanfaatkan dengan baik diproses dan diolah menjadi karpet yang mewah yang bisa dijual,” tandasnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kemetan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan P4S merupakan lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki, dan dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok. P4S diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian, yaitu dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya.

“Melalui pelatihan yang kita laksanakan, diharapkan akan muncul para generasi petani yang mampu terus menerus berkreativitas untuk peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi. Sehingga muncul banyak pemuda tani atau petani milenial yang kreatif dan inovatif,” terang Dedi.

** Kementan

Itjen Kemendikbud Ristek Turun, 7 Siswa SMAN 1 Cileungsi Bisa Kembali Bersekolah

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) merespons pemberitaan di media dengan mendatangi SMAN 1 Cileungsi, dimana akhirnya 7 siswa yang sempat disodorkan surat pengunduran diri oleh Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Cileungsi yang disebut melanggar tata tertib sekolah saat study tour ke Bali akhirnya bisa kembali bersekolah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat Nonong Winarti yang mengatakan tidak ada permintaan pengunduraan diri dari pihak sekolah dan siswa tidak keluar apalagi dikeluarkan.

“Siswa tetap mengikuti pembelajaran seperti biasa, orang tua sudah diundang, diberi penjelasan dan ada pernyataan siswa. Tahap penyelesaiannya sudah dilakukan sejak kemarin, dengan Itjen Kemendigbud, KCD, dan pihak sekolah, “ ujar Nonong saat dihubungi, Selasa (17/01/23).

Sebelumnya, 7 Siswa SMAN 01 Cileungsi, Desa Cileungsi, Cileungsi, Kabupaten Bogor, diminta pihak sekolah untuk mengundurkan diri, lantaran kedapatan melanggar tata tertib sekolah saat melakukan kegiatan study tour.

Salah satu orang tua siswa, HA mengeluhkan keputusan pihak sekolah yang meminta 7 siswa tersebut untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri. Menurutnya, setelah anaknya pulang dari studi tour ke Bali, pihak dari sekolah melakukan pemanggilan kepada para orang tua murid dan menyampaikan jika anaknya terlibat minum-minuman keras.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Cileungsi, Etty mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak pernah mengeluarkan siswa, jadi yang sekarang terjadi adalah pelanggaran terhadap tata tertib, yang sebelumnya sudah diingatkan.

** Nay Nur’ain

Tingkatkan Kompetensi, Guru di Nanggung Bimtek Susun SKP

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Guna meningkatkan kompetensi kualitas sumber daya manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN), sejumlah guru di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek).

Bimtek dilakukan dalam rangka merancang penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) selama satu tahun.

Pengawas Sekolah Kecamatan Nanggung Asep Saepulloh mengatakan, SKP itu merupakan sebuah komitmen diri dari pegawai yang diharapkan pegawai itu bisa merancang kegiatan yang harus ditempuh selama satu tahun dan mereka harus bisa menyusun perencanaan yang terarah sesuai dengan tupoksi dari pegawai itu sendiri.

Contoh, salah satu pegawai itu misalnya kepala sekolah, guru atau pengawas itu harus ada kesepakatan diri terhadap tupoksinya. Sehingga di awal tahun ini harus menyusun perencanaan, kemudian nanti selama satu tahun lagi harus bisa mengintegrasikan apa yang sudah direncanakan di awal tahun.

“Proses itu berjalan dalam satu tahun, mereka akan dipantau oleh atasannya,” kata Asep Saepulloh kepada Jurnal Bogor, Selasa (17/1).

Proses pemantauan ini kata dia berlanjut sampai nanti di akhir atau mendapatkan sebuah penilaian dari atasannya. “Di akhir tahun mereka akan dinilai oleh atasannya,” ujarnya.

Kemudian mereka juga bisa menyelesaikan SKP-nya dan penilaian dari atasannya sudah dilakukan terutama guru oleh kepala sekolah. “Hanya untuk kepala sekolah menunggu penilaian dari kasi kurikulum,” tambahnya.

Sementara terkait SKP ini bertujuan agar pegawai ini mempunyai arah yang jelas terhadap apa yang sudah dilakukan selama satu tahun ini.

Punya program tersendiri  yang mana program itu akan mengacu kepada tugas dan tanggungjawab selaku pegawai. “Tahun 2022 ini cukup Excel atau di computer, kalau sekarang sudah teraplikasi SKP-nya,” jelas Asep.

Dengan melakukan bimtek secara menyeluruh semua ASN yang ada di Nanggung kata dia, digiring untuk melakukan penyusunan SKP secara serempak.

Menurutnya, kalau tidak dilakukan secara serempak dikhawatirkan akan santai, sehingga yang sudah direncanakan oleh pemerintah atau oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ini tidak terlaksana dengan sempurna.

“Alhamdulillah dengan bimtek itu semua pegawai yang ada di Nanggung dapat melaksanakan kegiatannya bersama,” tandasnya

Dia berharap di tahun 2023 ini sesuai rencana. “Setiap bulan kami akan coba pantau, bagaimana implementasi dari SKP yang mereka buat itu,” tukasnya.

** Arip Ekon

Pekerjaan yang Tidak Selesai di Kabupaten Bogor, Ini Tanggapan Achmad Fathoni

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Adanya keterlambatan pekerjaan infrastuktur di Kabupaten Bogor telah mengakibatkan sebagian dari perkejaan tersebut terkena luncuran bahkan pemutusan kontrak kerja atau black list.

Hal tersebut turut dibenarkan oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi 3 Achmad Fathoni, dimana ada beberapa hal yang perlu menjadi pembahasan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.

“Memang banyak hal yang sampai ke telinga saya, akan penyebab pekerjaan infrastuktur di Kabupaten Bogor itu tidak selesai bahkan ada yang sampai diputus kontrak, dan kita akan mengkaji itu saat RDP dengan dinas terkait,” ucap Fathoni kepada Jurnal Bogor di ruang kerjanya, Selasa (17/01/23).

Menurutnya, penyebab tidak selesainya pekerjaan tersebut harus digali dari dua sisi, baik dari pihak kontraktor maupun  dinas terkait. Mengingat pekerjaan infrastuktur tidak hanya ada di DPUPR saja melainkan Disdik, DPKPP juga ada infrastrukturnya, namun tak dipungkiri yang selalu mencolok ada di DPUPR.

“Kadis PUPR kan pernah mengatakan bahwa untuk infrastktur tingkat keberhasilanya sudah 90%, berarti hanya ada 10% yang tidak selesai dan itu akan diselesaikan di tahun 2023 ini, dalam arti terkena luncuran, itupun untuk pekerjaan yang sudah dikerjakan lebih dari 50%. Jika yang pekerjaannya belum sampai 50% dan waktu masa kontrak serta waktu tenggang sudah habis maka perusahaan tersebut wajib di blacklist,” papar Aleg yang berasal dari Dapil 2 tersebut.

Oleh karena itu, Fathoni mengajak sama-sama untuk melakukan kontrol terhadap pekerjaan pembangunan yang ada di Kabupaten Bogor, karena sumber keuangan dari pembangunan itu adalah uang rakyat. Pasalnya, di tahun 2022 ada pekerjaan di beberapa kecamatan yang tidak selesai.

“Pesan saya dalam hal ini, ada dinas terkait, ada pokja ULP dan ada konsultan pengawas, semua keterkaitan ini harus sinkron dan terbuka. Artinya, jika terjadi kesalahan terhadap suatu pekerjaan tak mutlak kesalahan ada di penyedia jasa, karena dalam hal ini ada konsultan pengawas, ada pengamat dari PUPR, semua pihak tersebut ada keterkaitan, jadi jika ada pekerjaan yang bermasalah pertanyakan
tanggung jawab mereka juga dan jangan dibiasakan untuk saling lempar, tapi di lapangan saling senyum,” sindir Fathoni. Nay Nur’ain