30.9 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 695

5 Kandidat Ramaikan Pilkades Sukajaya

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Lima orang kandidat calon kepala desa akan bersaing untuk menarik simpati warga Desa Sukajaya pada Pilkades yang akan dilaksanakan pada Maret 2023 mendatang. Hal itu dipastikan usai panitia menggelar penetapan calon Kepala Desa Sukajaya untuk Pilkades 2023.

“Kemarin panitia Pilkades Sukajaya menggelar acara penetapan calon di aula Desa Sukajaya. Dimana calon yang ditetapkan ada lima orang yakni Oyim, Nanang, Didi, Wahyudi dan Usman Nasution,” kata Camat Jonggol, Andri Rahman kepada Jurnal Bogor, Senin (30/01/23).

Menurut Andri, kelima calon tersebut ditetapkan setelah sebelumnya pihak panitia menggelar seleksi tambahan, lantaran bakal calon kepala desa yang mendaftar ada tujuh orang.

“Setelah proses seleksi selesai digelar dan lima calon ini yang lolos, maka akhirnya panitia melakukan penetapan calon,” ujarnya.

Andri mengatakan, kelima calon kepala desa tersebut harus mampu menjaga kondusifitas pada saat awal pelaksanaan hingga usai pelaksanaan Pilkades. Karena, kelima calon ini adalah putra terbaik di Desa Sukajaya yang nantinya layak menjadi kepala desa.

“Jadi semua calon harus dapat merekatkan kebersamaan dan menyatukan semua warga Desa Sukajaya siapapun nanti yang terpilih sebagai kepala desa,” tandasnya.

Lebih lanjut Andri menjelaskan, proses pelaksanaan Pilkades sendiri nantinya akan dilaksanakan di 10 TPS yang tersebar di beberapa titik.
Ia berharap, proses pemilihan nantinya dapat berjalan secara demokratis dan kondusif.

“Pemilihan Kepala Desa Sukajaya merupakan bagian dari tahapan pembangunan Desa Sukajaya ke depan. Jadi siapa pun nantinya yang terpilih itu adalah pilihan dari warga Desa Sukajaya jadi harus didukung untuk kemajuan Desa Sukajaya ke depan,” pungkasnya mengakhiri.

** Taufik/Nay

Kandang Dilahap Si Jago Merah, Puluhan Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang

0

Tenjo | Jurnal Bogor 

Kandang ternak ayam di wilayah Kampung Cilaku Tegal, Desa Cilaku, Tenjo, Kabupaten Bogor hangus terbakar si jago merah, Senin (30/01/23) sekitar pukul 09.30 WIB.

Dalam kejadian itu membuat panik warga sekitar. Pasalnya, kobaran api cukup besar yang dikhawatirkan merembet ke rumah warga.

Menurut salah satu pekerja, Galih, api diduga bersumber dari korsleting listrik yang menyebabkan timbul percikan api sehingga menghanguskan bangunan kandang yang terbuat dari kayu dan bambu tersebut.

“Diduga ini karena korsleting listrik yang menimbulkan percikan api, setelah kami lihat api membesar para pekerja disini langsung berlarian menyelamatkan diri,” katanya.

Sebanyak 3 unit pemadam kebakaran (Damkar) Sektor Parungpanjang dan Leuwiliang diturunkan dan dibantu oleh masyarakat memadamkan api.

Beruntung dalam peristiwa itu, kata dia tidak menelan korban jiwa, namun puluhan ribu ekor ayang mati terpanggang.

“Alhamdulillah kalau korban jiwa maupun luka para pekerja tidak ada. Hanya sebanyak 20 ribu ekor ayam yang baru diternak selama 4 hari tak terselamatkan dan mati,” tukasnya.

** Andres

Agar Jadi Petarung Tangguh di Pileg, Hazaky dan Jansen Semangati Caleg PD

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Demokrat Kabupaten Bogor, yang akan diterjunkan pada Pemilu 2024 mendatang, harus menjadi petarung-petarung tangguh dan bisa merebut hati rakyat.

“Semua Bacaleg Partai Demokrat harus jadi petarung tangguh karena saat masa kampanye, para Caleg akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan, ketika berinteraksi dengan masyarakat,”kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita, Minggu (29/01).

Dede menjelaskan, agar semua Caleg menjadi petarung dan memiliki semangat pantang menyerah, DPC Sabtu lalu mengundang Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, serta Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Jansen Sitindaon.

“Kedua politisi muda kita undang ke DPC untuk menyemangati para Caleg, sekaligus diberi bekal mensosialisasikan program-program Partai Demokrat, jika diberi kepercayaan oleh rakyat untuk menjalankan pemerintahan,” ujarnya.

Khusus untuk Jansen, kata Dede Chandra, dalam pemaparannya selama 1 jam 56 menit menginformasikan kepada semua Caleg, terkait keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan Presiden SBY selama 10 tahun memimpin Indonesia.

“Bahkan, Bung Jansen juga menyampaikan program-program yang sebelumnya dilaksanakan Pak SBY sekarang dilaksanakan pemerintah,” ungkap Dede mengutip pemaparan dari Jansen Sitindaon.

Dede menjelaskan, kegiatan yang disebut dengan kelas politik ini akan terus digelar hingga mendekati Pemilu 14 Februari 2024 mendatang. “Ini atas saran dan masukan dari Bung Jansen, bahkan beliau siap hadir ketika DPC Demokrat Kabupaten Bogor mengadakan kelas politik seperti ini,” terangnya.

Kelas politik yang dilaksanakan DPC Partai Demokrat ini direspon positif semua Caleg, pasalnya dengan adanya pemaparan dari pengurus DPP, semisal dari Ketua Badan Komunikasi Strategis  Herzaky Mahendra Putra dan Wakil Sekretaris Jenderal Jansen Sitindaon, semua Caleg lebih percaya diri untuk berlaga di masa kampanye mendatang.

“Kelas politik ini tak cukup satu kali, minimal  satu bulan sekali hingga menjelang pencoblolas. Pemaparan yang disampaikan baik itu dari Bung Herzaky maupun Bung Jansen menjadi bekal berharga bagi kami (Caleg) ketika bertarung di lapangan saat masa kampanye,” kata sejumlah Caleg dari daerah pemilihan (Dapil) 1.

** Mochamad Yusuf

RSUD Parung Jadi Klinik, Wawan Salahkan Pemkab

0

Parung | Jurnal Bogor

Kebijakan petinggi Kabupaten Bogor menetapkan RSUD Parung menjadi Klinik Utama menuai kecaman dari Ketua DPD Partai Golkar Wawan Haikal Kurdi. “Penetapan RSUD Parung menjadi Klinik Utama itu melenceng dari tujuan awal yang digembar-gemborkan. Ini murni kesalahan Pemerintah Kabupaten Bogor, karena tidak matang dalam perencanaan,”kata Wawan, dihubungi Jurnal Bogor, Minggu (29/01).

Menurut Wawan, RSUD Parung itu perjuangannya sangat panjang, bahkan kader Partai Golkar, turut andil dari merealisasikan rumah sakit untuk wilayah Kabupaten Bogor bagian utara itu.

“Almarhum Pak Tohawi, sangat konsisten memperjuangkan agar di wilayah utara ada RSUD, namun apa yang terjadi, pada akhirnya hanya jadi klinik,”ujarnya.

Wawan mengatakan, karena RSUD Parung itu satu dari beberapa proyek strategis daerah, DPRD akan terus mendorong RSUD Parung itu terealisasi. “Usia klinik itu tak boleh terlalu lama, kenapa ? karena target utama kita adalah RSUD, makanya DPRD akan memberikan dukungan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) dari sisi anggaran untuk melengkapi fasilitas di klinik utama itu,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor drg/ Mike Kaltarina menjelaskan, penetapan RSUD Parung jadi klinik utama itu karena beberapa syarat belum terpenuhi, satu diantaranya fasilitas untuk keadaan darurat atau emergenci.

“Gedung di RSUD Parung itu baru ada satu yang dibangun tahun 2022 dengan sumber anggaran dari bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nah di gedung baru itu fasilitas alat kesehatannya belum lengkap, padahal itu menjadi syarat untuk sebuah rumah sakit,”ujarnya.

Selain itu, kata Mike, RSUD Parung belum memiliki dokter poli spesialis. “Makanya, secara bertahap layanan spesialis akan dilengkapi,”kata Mike.

Camat Parung Adi Hendrayana  mengatakan, meski baru sebatas klinik, namun masyarakat Parung yang membutuhkan layanan kesehatan mengaku sangat terbantu”Kami ucapkan terima kasih kepada Plt Bupati Bogor yang sudah meresmikan.  Sehingga bisa beroprasi walaupun baru sebatas klinik utama,” bebernya lagi.

Sebagian warga, lanjut Adi, juga sudah memahami hal tersebut,  kecamatan pun, akan terus mendorong agar proses pembangunan gedung berikutnya bisa dilaksanakan.

“Terlepas dari siapapun yang akan menganggarkan baik Pemda Kabupaten Bogor atau pihak Pemprov Jabar kami akan dorong supaya pembangunan bisa dilaksanakan,” tutupnya.

 ** Yosan Hasan

Bisa Berkontribusi Nyata, Demokrat Kabupaten Bogor Beri Pendidikan Politik Bacaleg, PAC dan DPC

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pendidikan politik dan penguatan struktural digelar DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor yang dipimpin Dede Chandra Sasmita, Sabtu (28/1/2023). Kegiatan ini wajib diikuti para bakal calon legislatif untuk DPRD Kabupaten Bogor, ketua PAC dan pengurus DPC agar bisa berkonstribusi nyata untuk bangsa.

Seperti diketahui, Partai Demokrat pernah memimpin kejayaan bangsa ini, sejak tahun 2004 pascaterpilih Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI ke-6. Selama 10 tahun masa kepemimpinan SBY, banyak hal yang sudah dilakukan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. Oleh karenanya, manakala di Pemilu 2024 yang akan datang, Demokrat diberikan kepercayaan kembali oleh rakyat, maka berbagai hal yang berorientasi pada perubahan dan perbaikan bagi masyarakat, pasti akan kembali dilakukan bahkan akan lebih baik lagi.

Pokok pikiran di atas menjadi salah satu bahan materi yang dibahas dan disampaikan dalam kegiatan pendidikan politik dan penguatan struktural tersebut. “Tujuannya adalah agar para Bacaleg, strutuktural Partai Demokrat memahami betul konstribusi nyata Demokrat untuk bangsa ini,” kata Kang Dechan, sapaan akrab Dede Chandra Sasmita.

Terkait penguatan struktural, Kang Dechan menyampaikan, bahwa strukutral partai sudah terbentuk dari mulai PAC sebanyak 40, pengurus ranting atau pengurus partai setingkat desa ada 435, dan bertahap sudah terbentuk ratusan kepengurusan tingkat anak ranting atau RW dari total 3800-an RW di Kabupaten Bogor.

Pada kegiatan tersebut, walaupun hujan tiada henti sejak pagi, acara yang dibuka pukul 9 pagi dan berakhir pukul 4 sore tersebut, sangat antusias diikuti seluruh peserta, tidak bergeser sedikitpun dari tempat duduknya. Kegiatan di akhiri dengan yel yel Demokrat, juga yel AHY Presiden, Kang Anton Suratto DPR RI, Kang Dede Chandra Bupati. Semangat ini menunjukan sekali totalitas Ketua PAC, pengurus DPC dan para Bacaleg menyongsong Pemilu dan Pilpres 2024.

Sementara narasumber yang memberikan pemaparan pendidikan politik adalah Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon, Kepala Bakomstra dan Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaki Mahendra, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah dan Komisioner KPUD Kabupaten Bogor Herry Setiawan.

**assayyev/rl-pd

5 Tahun Permohonan Pembatalan NIB tak Digubris BPN

0

Siapa Mafia Tanah di Balik Blok Balukbuk Sukamakmur?

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Warga Kp Parakan Panjang, Blok Balukbuk, Desa Sukamakmur, Sukamakmur, Kabupaten Bogor geram saat tanah yang ditempati bertahun-tahun tiba-tiba ada yang mengklaim dan menjual, padahal warga tidak pernah menjual lahan  tersebut.

Bahkan hal yang paling mengerikan adalah permainan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan pejabat RT dan RW, serta ketidaksinkronan nama Kepala Desa saat tahun dibuat dengan Kepala Desa yang bertanggungjawab menandatangani surat segel tahan tersebut.

Seperti hal yang disampaikan Aher (45), salah satu perwakilan keluarga mengatakan, tanah yang diklaim oleh orang lain adalah lahan milik nenek dari istri, luasannya 5 hektare lebih, padahal setiap tahunnya keluarga selalu membayar PBB, dan mengantongi girik dan letter C yang masih nama neneknya.

“Kami baru tahu jika tanah kami kena plotingan itu saat pihak BPN melakuakan pengukuran di Blok Balukbuk, kebetulan tukang ukurnya adalah rekan saya, dan saya minta tolong dicek apakah lahan keluarga kami masuk kedalam plotingan yang mau dia ukur atau tidak, “ ujar Aher saat dihubungi Jurnal Bogor, Minggu (29/01/23).

Dia kaget, ternyata lahan keluarganya masuk kedalam plotingan atas nama  Tjong Lyanti Tedjakusuma, yang beralamat di Pal Meriam Jakarta timur. Dia pernah dipanggil oleh BPN Cibinong, namun bukan mediasi, tapi lebih ke ngobrol dan mencarikan solusi. Karena yang datang saat itu bukan pemiliknya melainkan hanya perantara atau biongnya saja yang membeli lahan tersebut yaitu Nuralamsyah.

“Hasil pembicaraa tersebut akhirnya ada obrolan dan kesepakatan, bahwa pihak dari Tjong Lyanti Tedjausuma dan Johannes akan membatalkan NIB yang sudah diajukan. Namun kenyataannya, dari tahun 2019 sampai saat ini belum ada pembatalan dari pihak BPN, yang kami sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan BPN seolah enggan untuk membatalkan NIB tersebut. Padahal sudah ada kesepakatan,” papar Aher.

Akhirnya, dia kembali mengajukan surat permohonan kepada BPN, meminta membatalkan NIB  tersebut. Kebetulan kata dia, ada rekan di BPN untuk melihat alas hak apa yang dimiliki oleh Tjong Lyanti Tedjakusuma hingga bisa naik untuk dijadikan sertifikat dan ternyata dia punya segel jual beli, tahun 1993. Namun anehnya, mengetahui dalam segel tersebut bukan Kades pada zaman itu, justeru Kades lain yang menandatangani.

“ Jika terjadi transaksi jual beli tahun 1993, harusnya yang bertanggungjawab dan mengetahui Kepala Desa saat itu adalah Pak Maskur. Tapi ini yang menandatangani bukannya Pak Maskur melainkan Pak H.Ansori Setiawan dan dimajukanlah segel tersebut menjadi tahun 2021,” beber Aher.

Keganjilan selanjutnya adalah, lanjur Aher, nama para penjual dipalsukan dan bukan orang yang memilik lahan tersebut seperti Dana, Ayubkan, dan Mad Yusuf yang tercatat sebagai penjual adalah orang-orang yang tidak punya lahan di lokasi tersebut. Kemudian, seolah lahan tersebut diukur selimut, dan mengukur diatas meja.  Karena luasan pemilik yang mengklaim pernah membeli lahan, luasannya sama,
masing-masing  1 hektare.

“Mereka masih satu kampung dengan kami, dan masih hidup. Saat saya menanyakan itu mereka tidak pernah merasa menjual lahan orang lain,” papar Aher.

Lebih lanjut Aher menjelaskan, adanya dugaan pemalsuan tanda tangan RT dan RW pada segel jual beli tersebut, karena lebih dari 20 surat segel yang ditandatangani oleh H.Ansori Setiawan sebagai Kepala Desa, tanda tangan RT dan RW tidak sama. Hal itu sudah dibuktikan saat mereka ke BPN dan disuruh membuat tandatangan.

Artinya, kata dia, adanya kejanggalan tersebut sudah sangat cukup untuk membuat BPN membatalkan
NIB pemohon yang mengklaim, apalagi untuk pemohon atas nama Johannes dan Tjong Lyanti Tedjakusuma sudah membuat surat pernyataan agar NIB yang dimohon dibatalkan oleh BPN.

“Lalu apa hal yang membuat BPN tidak melakukan itu, ini kan belum jadi serifikat, jadi sangat bisa untuk dibatalkan tanpa harus di PTUN kan. Jangan selalu anggap kami orang bodoh sehingga hak kami seenaknya dikuasai, “ kesalnya.

Dia mengaku sering bertanya kepada Ansori kala itu, namun sampai saat ini belum juga ada realisasi persoalan di Blok Balukbuk, dari saat jadi Kades sampai jadi Dewan. Padahal, dia pun tidak akan mempersulit, jika memang tanahnya sudah masuk plotingan. Namun silakan bayar, dan jangan hanya diklaim dan diambil karena lahan hanya segitu-gitunya.

“Seperti terorganisir, karena saya yakin, jika BPN teliti dan tidak ada sesuatu hal ini tidak akan terjadi, hingga kami dirugikan tidak bisa mengikuti program pemerintah untuk membuat sertifiat gratis untuk tanah kami sendiri. Akibat dari kelambatan proses yang dilakukan BPN untuk membatalkan NIB. Ini bukan tanah kavling, tapi tanah kebun, dan tidak mungkin bentuknya sama semua, “ pungkasnya.

Dirinya berharap, agar pemerintah pusat menindak mafia tanah di Sukamkmur yang selalu merugikan dan menyusahkan warga, dan jika Pemkab tidak mampu untuk menyelesaikan persoalan ini dia akan melanjutkan ke tingkat yang tinggi.

“Kami yakin, masih ada orang yang punya kebijakan dan berhati mulia untuk menyelesaikan persoalan lahan kami, dan untuk mereka yang sudah dholim mari kita sama-sama doakan agar mendapatkan teguran dari Allah SWT, karena jabatan tidak selamanya. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada media Jurnal Bogor yang mau membantu kami meng-up persoalan ini saat kami bingung mau minta bantuan kepada siapa lagi, “ keluhnya.

Sementara, H.Ansori Setiawan yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Sukamakmur, saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp tidak memberikan tanggapan apapun meskipun sudah membaca isi chat yang dikirimkan.

** Nay Nur’ain

Desa Nanggung Lakukan Diversifikasi Ketahanan Pangan

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor telah melaksanakan musyawarah keterkaitan program ketahanan pangan dan sarana air bersih.

Hal itu dilakukan untuk diversifikasi dari program ketahanan pangan. Pihak desa akan menggali dan meningkatkan penyediaan berbagai komoditas pangan, sehingga nantinya terjadi penganekaragaman konsumsi pangan di masyarakat.

Kepala Desa Nanggung Ahmad Sodik mengatakan, saat ini program ketahanan pangan di desanya tengah fokus bidang peternakan dengan budidaya kambing sebanyak 20 ekor, budidaya perikanan, penanaman padi dengan luas area 25 hektar, bawang daun dan sejenis yang lainnya, serta tanaman palawija.

“Program ketahanan pangan saat ini sedang dilaksanakan dan dirancang hewani dan nabati,” katanya.

Selain itu, Pemdes Nanggung bersama masyarakat ingin menciptakan desanya menjadi sebuah desa yang mandiri, jadi kata dia perlu adanya peningkatan dan saat ini sedang  berbenah untuk mencapai desa mandiri.

“Sementara dengan desa mandiri kami ingin memiliki toko atau pertokoan outlet dan sarana air bersih,” paparnya.

Dia menjelaskan keinginannya memiliki tempat wisata yang berlokasi di dua tempat diantaranya kampung Kebon Awi RW 02  dan Kampung Peteuy RW 06. 

Desa Nanggung, kata Sodik memiliki lahan hak guna usaha (HGU) seluas 90 hektare yang saat ini sudah habis masa kontrak dengan pihak ketiga. 

Dia berharap kepada para pihak terkait agar tanah HGU tersebut dijadikan tanah ‘bengkok’ untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Desa Nanggung.

“Kami berharap desa ini memiliki tanah ‘bengkok’ seperti di desa-desa daerah lain, karena tanah itu yang saat ini HGU  ingin dibudidayakan untuk arung jeram, kafe sawah dan budidaya lainnya. Dengan adanya program desa mandiri ini, Desa Nanggung menjadi sebuah desa percontohan dan segala program desa ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

** Andres  

UPT Kebersihan Kekurangan Tenaga Pengawas

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Persoalan penangan sampah dan kebersihan di wilayah Bogor Timur merupakan fokus utama UPT Kebersihan Wilayah II. Namun, keterbatasan armada dan sumber daya manusia kerap menjadikan persoalan sampah masih banyak yang belum tertangani dengan baik.

Ditambah, banyaknya TPS Ilegal yang dapat mencemari lingkungan yang juga masih belum ditertibkan. Hal itu lantaran minimnya jumlah pengawas kebersihan di wilayah Bogor Timur sehingga membuat kinerja pengawasan menjadi belum maksimal.

“Salah satu persoalan kami selain armada, adalah keberadaan pengawas kebersihan yang jumlahnya tidak sesuai dengan luas wilayah,” kata Pengawas Kebersihan wilayah II, Eko kepada Jurnal Bogor, Minggu (29/01/23).

Menurutnya, idealnya jumlah pengawas kebersihan adalah satu orang per kecamatan. Namun untuk saat ini hal itu belum terpenuhi lantaran masih terbatasnya sumber daya manusia.

“Jadi sekarang proses pengawasan belum dilakukan per kecamatan dengan satu orang pengawas jadi masih global. Padahal keberadaan pengawas ini sangat penting,” ujarnya.

Untuk persoalan sampah, sambung dia,  merupakan tanggungjawab bersama yang harus diselesaikan antara pemerintah tingkat kecamatan, desa bersama dengan UPT. Karena, jika hanya mengandalkan UPT untuk menangani permasalahan sampah di Bogor Timur maka hal itu tidak akan mungkin, lantaran produktivitas sampah yang sangat tinggi serta wilayah yang luas.

“Kadang pemerintah pecamatan dan desa melimpahkan sepenuhnya kalau masalah sampah itu masalah UPT yang harus menyelesaikan. Padahal tidak seperti itu, persoalan sampah adalah masalah yang harus diselesaikan bersama,” tukasnya.

Eko mencontohkan keberadaan TPS Ilegal di Bogor Timur. Menurut dia, pihaknya hanya melakukan pengawasan kemudian melaporkan ke dinas. Nanti dinas berkordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Bogor untuk melakukan penindakan.

“Ada beberapa TPS yang sudah disegel oleh Pol PP Kabupaten Bogor bahkan pemilik lahan dan pengelola juga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak beroperasi. Tapi sekarang beroperasi lagi,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Januari, Lima Rumah Warga di Bantarkaret Disatroni Maling

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sejak awal Januari 2023 sekitar lima rumah warga di Kampung Gunung Dahu, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dibobol pencuri atau maling. Pencuri itu menggasak barang-barang berharga pemilik rumah yang masuk lewat jendela.

Menurut warga Komarudin (30), rumahnya dibobol maling pada malam pergantian tahun. Yang mana diketahuinya pada pagi hari barang berharga miliknya hilang digasak maling.

“Waktu itu pas pergantian malam tahun baru, saya sama keluarga lagi bakar-bakar jagung dan mengadakan acara makan-makan. Setelah itu sekitar jam 20.00 Wib saya tidur duluan, gak tau kenapa pada saat waktu itu sudah pengen tidur,” katanya, kemarin.

“Handphone sama uang tiga ratus ribu yang ilang, kemungkinan maling itu beraksi dibawah jam 12 malam, kayaknya lewat jendela. Soalnya pas saya periksa di sekitar rumah, cuma jendela yang rusak, dicongkel,” tambahnya.

Selain itu, warga lain Reza (31) mengatakan, bahwa tetangganya mengalami hal yang serupa, yakni kemalingan dua buah handphone, satu laptop dan kamera merk Canon.

“Ada lima rumah yang mengalami kemalingan dalam satu malam, termasuk tetangga saya belum lama di bobol maling, yang hilangnya dua buah hp, laptop dan kamera merk canon  menjelang Subuh,” tutur Reza.

Hal senada juga diceritakan oleh warga Kampung Bantarkaret Dua, Asep Sopandi (45), dirinya telah merasa kehilangan beberapa ekor ayam miliknya pada saat tengah malam.

“Saya juga mengalami kejadian kemalingan, waktu itu ada beberapa ayam saya hilang. Pas saya cek pagi-pagi saat mau ngasih makan, ada dua ayam saya hilang. Gak tau kenapa makin kesini maling makin merajalela, saya rasa kamtibmas atau keamanan di tiap wilayah perlu ditingkatkan lagi, karena sudah tidak nyaman dan bikin resah warga,” tukasnya.

** Andres

Setelah Ketahanan Pangan, Kades Ciangsana Akan Coba Alokasikan Dana Desa untuk Membantu UMKM

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Ikuti Gebyar UMKM Muspika Gunung Putri, Ketua Apdesi Gunung Putri Udin Saputra meminta kegiatan seperti ini bisa menjadi hal yang dirutinkan, apalagi pascapandemi Covid-19 membuat pengusaha UMKM cukup terpuruk, bahkan ada  yang sampai gulung tikar.

“Alhamdulilah ini kegiatan yang luar bisa,  disamping diadakan jalan sehat, juga ada pameran UMKM. Sehingga kita bisa mengajak warga untuk berjualan di acara  ini, mengingat  masing-masing desa diberikan space 2 stand untuk memasarkan prodak unggulannya,” ujar Udin Saputra yang juga sebagai Kepala Desa Ciangsana kepada Jurnal Bogor, Sabtu (28/01/23).

Untuk Desa Ciangsana sendiri, Udin menjelaskan, tidak ada produk unggulan yang menonjol, dan lebih menjual hasil bumi seperti ubi, jagung, rambutan, minuman jamu dan kripik. Namun yang mungkin bisa dibilang hampir semua stand menjual prodak yang sama, di Desa Ciangsana sendiri sudah berhasil membina ratusan UMKM mengingat di Desa Ciangsana terdapat  beberapa tempat wisata, dan pelaku UMKM-nya mengutamakan warga sekitar yang ada di daerah wisata tersebut.

“Kedepan, mungkin kami akan coba mengalokasikan Dana Desa untuk pengembangan UMKM, untuk tahun ini, sementara kita adakan untuk ketahanan pangan. Jika dari Dana Desa bisa dibantu untuk mendongkrak ekonomi warga, kenapa tidak untuk kita mencoba,” pungkasnya.

Sementara, Camat Gunung Putri Didin Wahidin mengucapkan rasa syukur akan kegiatan Gebyar UMKM yang berjalan dengan lancar. Menurutnya, semua berawal  atas  inisiatif  Kapolsek yang menginginkan Kecamatan Gunung Putri diadakan Gebyar UMKM. Walaupun, kondisi tempat  belum bisa menampung keseluruhan UMKM yang ada di Gunung Putri.

“Tapi ini merupakan awal untuk memulai adanya pertemuan atau kegiatan UMKM di wilayah  kita, memang untuk sementara ini tempatnya masih belum memungkinkan untuk menampung semua UMKM, paling tidak kegiatan ini bisa menghidupkan UMKM yang ada  di desa,” terangnya.

Dia berharap kedepannya, akan lebih layak lagi untuk tempatnya, sehingga bisa lebih banyak UMKM  yang akan diikutkan. Kemungkinan akan dibuat di desa lain secara bergiliran, sehingga memudahkan untuk pembinaan dan pemberdayaan UMKM, hingga bisa mendeteksi dan mengetahui apa saja  produk-produk UMKM yang ada di wilayah.

“Yang nantinya, bisa kita  bantu untuk pengembangannya bahkan untuk pemasaran di wilayah kita. Caranya bisa dengan di masing-masing desa membuat shelter khusus memasarkan UMKM,” tandasnya.

Lebih lanjut Camat Didin mengatakan,  kedepannya akan dibuat paguyuban khusus  pegiat UMKM yang ada di Gunung Putri, agar bisa terdeteteksi mana UMKM yang maju, berkembang, atau bahkan bangkrut. Diharapkan, UMKM  yang maju dan berkembang bisa saling  membantu UMKM  lain yang kondisinya memprihatinkan, misalnya mungkin bisa membantu dengan cara pemasaran produknya.

** Nay Nur’ain