28.5 C
Bogor
Sunday, August 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 691

Bima Arya Launcing Pusat Kuliner Legend Rangga Gading, Pesan Makanan Bisa Tinggal Klik

0

Wali Kota Bogor, Bima Arya melaunching Pusat Kuliner Legend Rangga Gading yang berlokasi di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Kamis, 9 Maret 2023.

Pusat Kuliner Legend ini sendiri bisa menampung sebanyak 25 pedagang yang sudah lama berjualan di kawasan Rangga Gading.

“Jadi ini adalah sentra kuliner baru yang merupakan transformasi dari pusat kuliner yang sudah lama, atau legenda di Kota Bogor,”

“Pedagang yang biasanya disini kiosnya seadanya, ini kami bantu sehingga bisa menjadi lebih layak, rapi, besih dan cantik,”

Menurut Bima Arya, total ada 25 pedagang yang berjualan di Pusat Kuliner Legend Rangga Gading, terdiri dari penjual makanan dan minuman, serta kue-kuean.

Diharapkan, dengan ditatanya kawasan Rangga Gading ini bisa menjadi daya tarik baru bagi warga sekitar, serta warga pecinta kuliner Bogor khususnya Suryakencana.

“Ada kuliner yang legend disini sepeti mie ayam, ada juga es doger, siomay, batagor yang sudah puluhan tahun disini,”

“Jadi semua di akomodir disini dan ini juga jadi tempat shelter untuk Grab, jadi bisa pesen makanan melalui Grabfood disini,”

Tak hanya itu, Bima Arya juga meyakinkan ke depan Pusat Kuliner Legend Rangga Gading ini akan terus berkembang. Salah satunya untuk pembayaran warga cukup tinggal klik melalui hp.

“Untuk pembayaran (ke depan) bisa melalui QRIS. Tapi bisa bayar secara tunai juga,”

Sementara itu, Direktur Bisnis Grab Indonesia, Iki Sari Dewi mengungkapkan, pihaknya sengaja merevitalisasi sentra kuliner lokal di Kota Bogor agar produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa lebih menarik. Serta bisa menarik wisatawan.

Hal ini merupakan komitmen Grab Indonesia untuk terus mendukung dunia UMKM. Mengingat di Kota Bogor juga banyak pedagang UMKM, seperti di kawasan Suryakencana.

“Jadi Grab itu memang mempunyai komitmen untuk membantu UMKM, dan ini salah satu caranya dari banyak cara yang kami lakukan,” tandasnya. ADV

Lagi, Debt Collector Rampas Motor Lunas di Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Maraknya debt collector penarik motor atau biasa disebut mata elang (matel) di Gunung Putri, Kabupaten Bogor membuat resah masyarakat, padahal aturannya tidak boleh ada perampasan di jalan. Bahkan salah satu warga menjadi korban dan dua jurnalis mendapat perlakuan intimidasi, Senin (13/3/2023).

Salah satu warga, Ali mengatakan, kalau dirinya dari Cileungsi menuju Citeureup bersama rekannya, namun di pertengahan jalan tepatnya di depan SPBU Tlajung Udik, Gunung Putri dia distop oleh komplotan matel.

“Saya ingin menuju Citeureup untuk mengantarkan Nangka, tapi malah distop oleh matel di Tlajung Udik-Gunung Putri. Ya sebelum distop, matel ini bilang kalau motor ini Nunggak, dan motor saya dibawa,” katanya kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya komplotan matel tersebut berjumlah 4 orang dengan mengendarai dua sepeda motor.

“Padahal saya sudah kasih tau kalau motor ini sudah lunas tapi mereka tetap ngotot untuk mengambil motor saya,” ungkapnya.

Sementara itu ditempat yang berbeda dua orang jurnalis mendapat perlakuan intimidasi oleh komplotan debt collector si penarik motor tersebut.

Dua jurnalis tersebut terdiri dari wartawan Harian Pakuan Raya (Pakar) dan MNCTV di Jalan Cagak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Sementara itu Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha mengaku kalau dirinya sudah menerima laporan adanya warga dan dua wartawan yang mendapat perlakukan intimidasi.

“Kita sudah terima laporannya, dan kita meminta kepada warga yang menjadi korban itu untuk membuat laporan kepolisian. Dan kita akan segera tangkap pelakunya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Beroperasi lagi, Petugas Gabungan Kembali Segel Tambang Ilegal

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Petugas gabungan kembali menutup tambang emas ilegal di kaki Gunung Sanggabuana, Cibereum, Desa Buana Jaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Razia yang dilakukan pada Sabtu (11/03/23) tersebut langsung ditandai police line oleh unsur dari Koramil Cariu, Kapolsek Cariu, Satpol PP dan Perhutani Kabupaten Bogor.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Cariu, Agustin menjelaskan patroli yang dilakukan bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tanjungsari itu didapat masih adanya kegiatan tambang ilega di Gunung Sanggabuana.

Sehingga tim gabungan memasang police line dan menutup semua aktivitas tanpa izin yang ada di area milik Perhutani tersebut.
“Patroli gabungan kemarin dipimpin langsung Kapolsek Tanjungsari Iptu Rustami, Asper, Danramil Cariu dan Kasi Pol PP Tanjungsari. Semua sudah dipasangi police line oleh Polsek Tanjungsari,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Senin (13/03/23).

Menurutnya, petugas berhasil mendata para penambang untuk ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian serta berhasil mengamankan barang bukti karung berisi bebatuan hasil menambang.

“Ada barang bukti yang diamankan berikut orang yang diduga pelaku kegiatan tersebut,” bebernya.

Penambang yang berhasil didata, sambung Agustin, akan dilakukan pemanggilan oleh Polsek Tanjungsari. “Oleh Polsek sudah didata dan besok mereka diminta datang ke Polsek untuk proses selanjutnya,” cetusnya.

Sementara, Kapolsek Tanjungsari Iptu Rustami membenarkan adanya penutupan lokasi tambang tersebut. Menurutnya, saat sampai di lokasi kegiatan, para penambang diduga sudah melarikan diri.

“Pelakunya pada gak ada kosong. Pas saya nyampe lokasi udah kosong, Kita bergerak sama Asper Perhutani dan Danramil,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Usai Pilkades Serentak, Ini Pesan Camat Jonggol untuk Kepala Desa Terpilih

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Usai sudah pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak yang dilaksanakan pada Minggu (12/03/23) di tiga desa yakni Desa Cibodas, Desa Sukagalih dan Desa Sukajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor.

Camat Jonggol Andri Rahman, mewanti – wanti kepada kepala desa terpilih agar jangan mengecewakan masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan untuk memimpin desanya menjadi lebih baik lagi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Forkopimcam, panitia Pilkades Kecamatan Jonggol, Panitia Pilkades Desa Sukajaya, Cibodas dan Sukagalih, dan seluruh unsur yang telah membantu suksesnya Pilkades serentak di wilayah Jonggol, ” ungkap Andri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Senin (13/03/23).

Dia berpesan untuk para kepala desa pemenang agar bersyukur kepada Allah SWT dan tidak ada euporia yang berlebihan, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan. Lebih baik tasyakuran bersama para pendukungnya, dan merangkul kembali seluruh masyarakat dan calon kepala desa yang kalah untuk membangun bersama- sama desanya ke arah yang lebih baik.

“Kemudian untuk para calon kades yang kalah harus dapat menerima kekalahan karena semua itu sudah takdir dari Allah SWT. Masih ada kesempatan kedepannya, tidak ada upaya kontra produktif atau tindakan yang melawan hukum, terutama bagi para pendukungnya. Cobalah untuk bersama-sama calon kades yang menang membangun desanya,” paparnya.

Oleh karena itu, sambung Andri, pesta demokrasi Pilkades sudah usai, jangan sampai ada permusuhan antar calon kepala desa apalagi masih dalam lingkungan tempat tinggal. Namun harus bersama-sama lebih baik untuk membangun desa kedepannya.

“Semua calon kepala desa itu punya niat yang baik untuk memajukan desanya, dan siapapun yang terpilih agar bisa untuk saling mendukung dan beri support dan masukan karena biar bagaimana pun pemimpin di desa hanya satu. Saya ucapkan terimakasih juga kepada semua warga desa yang melaksanakan Pilkades karena sudah tertib, hingga Pilkades berjalan kondusif, ” pungkasnya.

** Nay Nur’ain 

2023, Belasan Piala Diboyong SDN Parakanmuncang 02

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakanmuncang 02, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor pada tahun 2023 ini sudah memboyong belasan piala dari lomba tingkat Kecamatan Nanggung. Prestasi ini diakui pihak sekolah ada peningkatan dari tahun ke tahun dalam seni, olahraga maupun pengetahuan.

“Alhamdulillah kita dapat 11 piala dari berbagai lomba tahun 2023,” kata Kepala Sekolah SDN Parakanmuncang 02 Ondeng Sofwanudin kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sementara piala yang didapat pada 2023 ini yakni kegiatan Kwartir Ranting Pramuka meraih juara satu lomba tingkat dua kategori SD/MI putra dan juara satu lomba tingkat dua kategori SD/MI putri.

Sedangkan pada Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN), SDN Parakanmuncang 02 meraih juara satu bola voli putri dan juara satu bola voli putra. Lalu juara tiga lomba calistung kelas satu, juara satu lomba calistung kelas dua dan juara tiga lomba calistung kelas tiga.

Kemudian pada FLS2N, meraih juara satu menyanyi tunggal atau solo, dan juara satu pantomim. Adapun pada Pasanggiri Sunda, menyabet juara dua pupuh putra, juara dua borangan (bodor sorangan)

dan pada pentas PAI, juara satu lomba MTQ putri, juara satu lomba MTQ putra, serta juara dua pada lomba LCC (Lomba Cerdas Cermat).

“Alhamdulillah bahwa ini sebuah prestasi yang luar biasa, dari berbagai macam lomba kita bisa mendapatkan 11 piala dalam kurun waktu dua bulan, sejak awal tahun 2023,” paparnya.

Dia menegaskan, hal itu dapat menjadi motivasi terhadap anak-anak agar bisa lebih meningkatkan lagi prestasinya pada bidang-bidang tertentu.

“Ini tentu akan membawa harum nama baik SDN Parakanmuncang 02 di Kecamatan Nanggung umumnya dan membawa nama baik kita semua,” katanya.

Jadi kata dia, hal itu berkat kerjasama yang terjalin baik antar guru, siswa dan orang tua siswa hingga membuahkan hasil yang maksimal.

“Kepada anak-anak saya ucapkan selamat untuk piala yang diperolehnya, adapun bagi yang belum mohon bersabar. Yang penting tingkatkan kwalitas belajarnya semaksimal mungkin, masih ada kesempatan kedepan. Mudah-mudahan dapat kita raih apa yang kita inginkan,” pungkasnya.

** Andres

Rawan Kemacetan, Kompol Bayu Usulkan Ada JPO di Jalan Transyogi Nagrak

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Semrawut, itulah sebutan untuk jalan Transyogi Perempatan Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, yang menjadi pemandangan setiap pagi. Mulai dari lalu lalangnya kendaraan roda 4 dan roda dua, hingga warga yang kerap kali menyebrang jalan di sembarang tempat dan ditambah dengan angkutan umum yang berhenti sembarangan membuat kesemrautan di Pertigaan Nagrak tampak komplit.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha yang rutin di setiap pagi melakukan penertiban lalu lintas jalan tersebut meminta instansi atau dinas terkait untuk ikut andil dan turun tangan menangani persoalan Pertigaan Nagrak tersebut.

“Kita lihat kemacetan di pagi hari, dengan disertai banyaknya orang yang ingin menyebrang. Namun yang disayangkan di jalan Tranyogi ini, dengan kepadatan lalu lintas seharusnya memiliki jembatan penyebrangan orang atau minimal ada zebra cross,” ungkap Kompol Bayu kepada Jurnal Bogor, Senin (13/03/23).

Jika ada Jembatan Penyeberangan Orang  (JPO), sambung Kompol Bayu, bisa dipastikan bisa meminimalisir kemacetan di jalan tersebut. Kita bisa lihat, salah satu penyebab kemacetan yaitu putaran arah yang tak jauh jaraknya dari pertigaan, juga kegiatan orang menyeberang menjadi faktor kemacetan lalu lintas juga.

“Untuk menghindari kecelakaan lalu lintas baiknya instansi terkait segera menyediakan JPO atau minimal zebra cross untuk warga menyeberang. Karena tak jarang kami lihat jika tidak ada petugas, orang yang ingin menyeberang kadang tak diberikan kesempatan oleh pengendara yang melintas,” paparnya.

Sementara, pengguna jalan Susanti ( 34) mengaku sangat setuju jika ada jembatan penyeberangan orang, mengingat dirinya yang kerap kali naik angkutan umum harus menyeberang terlebih dahulu. Dan seringkali menggunakan jasa tukang parkir atau tukang ojeg untuk menyeberang karena tidak diberikan kesempatan oleh pengendara mobil atau motor.

“Kadang kalo lagi nyebrang, mobil udah berenti nih tau-tau motor nyalip kencang dari belakang. Pernah kejadian rekan saya keserempet saat menyebrang, ” bebernya.

Menurutnya, kondisi di pagi dan sore hari setiap kali berangkat dan pulang kerja, Pertigaan Nagrak selalu macet parah dan panjang.

“Tiap hari macet panjang dan semrawut belum lagi angkot yang berhenti sembarangan ikut menjadi penyumbang kemacetan,” cetusnya.

” Kalo Kapolsek Gunung Putri mengusulkan untuk dibangun JPO atau zebra cross saya sangat senang sekali. Saya pernah disebrangin juga soalnya waktu mau berangkat kerja, setujulah untuk usulan Kapolsek Gunung Putri yang ganteng,” pungkasnya tersipu malu.

** Nay Nur’ain

Perbaikan Jalan Kabupaten Bogor Nunggu Pertengahan Maret 2023

0

Dramaga | Jurnal Bogor

Pengendara yang melintas di jalan Kabupaten Bogor yang kondisinya masih rusak harus bersabar. Sebab, perbaikan jalan yang dilakukan oleh PUPR Kabupaten Bogor baru dimulai pada pertengahan Maret 2023. 

“Uangnya sudah ada, cuman perlu proses sehingga perbaikan Jalan Kabupaten baru bisa dilakukan di pertengahan bulan Maret 2023,” ujar Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PUPR Kabupaten Bogor, Asman Dila.

Asman Dila mengungkapkan sebelum kondisi jalan di perbaiki, dilakukan survei dulu. Dilihat dulu kerusakan jalan sudah lebih dari 50 persen atau belum. Jika lebih dari 50 persen, tidak lagi dilakukan pemeliharaan akan tetapi dilakukan peningkatan jalan.

Untuk peningkatan status jalan desa menjadi Jalan Kabupaten, hingga saat ini tidak ada. Sebab, untuk baiknya status jalan harus diusulkan ke Pemprov Jawa Barat. Selain itu, ruas jalan desa harus sama dengan Jalan Kabupaten.

“Kalau peningkatan jalan, diperkirakan mulai pekerjaan di bulan April 2023. Hal tersebut karena harus dilakukan lelang dulu,”tukasnya.

** Arif Ekon

Asdi Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Desa Karanggan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Usai menang di Pilkades Desa Kranggan, Gunung Putri, Kabupaten Bogor dengan raihan 4.959 suara, Asdi akan berkomitmen dengan visi dan misinya pada saat pencalonan kepala desa. Antara lain adalah meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan jargon Berani, Jujur dan Transparan, Asdi berjanji akan memajukan Desa Karanggan
agar dapat menjadi desa yang transparan dan maju.

“Program ke depan tentunya menyesuaikan dengan visi dan misi yang saya sampaikan kepada masyarakat pada saat pencalonan. Saya juga berharap partisipasi dan kebersamaan warga Kranggan untuk merealisasikan visi misi tersebut,” kata Asdi kepada Jurnal Bogor, Senin (13/03/23).

Menurutnya, langkah awal yang akan ia lakukan untuk perubahan di Desa Karanggan adalah dengan meningkatkan kualitas aparatur desa yang memiliki kompetensi dan kualitas. Karena, proses pelayanan akan dapat maksimal jika dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kompetensi dan integritas.

“Fungsi utama keberadaan Pemerintah Desa adalah pelayanan. Jadi harus tercipta pelayanan yang efektif dan efisien dengan menggunakan metode digitalisasi, yang juga merupakan salah satu visi dan misi saya,” ujarnya.

Asdi mengatakan, setelah pelaksanaan Pilkades selesai maka pembangunan Desa Kranggan ke depan agar menjadi desa yang lebih baik dan maju menjadi prioritas dan agenda bersama.
Masyarakat Desa Kranggan sudah menentukan pemimpin yang nantinya akan memimpin pembangunan Desa Karanggan selama enam tahun ke depan.

“Sekarang sudah saatnya kita fokus ke depan bersama-sama untuk membangun Desa Karanggan agar lebih baik dan maju,” ujarnya.

Asdi berharap, proses Pilkades yang telah usai tidak lagi menimbulkan efek. Sehingga seluruh unsur masyarakat di Desa Karanggan dapat bersatu kembali dan menyatukan pikiran serta tenaga untuk
kemajuan bersama.

“Secara bertahap tentunya saya akan lakukan pembenahan dan perbaikan di internal aparatur desa. Sehingga nanti aparatur desa ini benar-benar siap untuk bekerja dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Desa Karanggan,” tandasnya.

** Taufik /  Nay

Wali Murid Protes Acara Perpisahan SMAN 1 Leuwisadeng

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Sejumlah wali murid Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mengaku keberatan dengan biaya perpisahan sekolah. Bahkan wali murid menduga pungutan tersebut terkesan adanya ajang bisnis antara komite dan pihak sekolah.

“Para wali murid merasa keberatan dengan biaya perpisahan. Para wali murid juga bertanda tangan dengan keterpaksaan dan banyak yang komplain,” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya kepada Jurnal Bogor.

Dia menjelaskan, biaya yang harus dikeluarkan oleh para wali murid sebesar Rp850.000 ribu per siswa. Sebelumnya telah melakukan musyawarah antara wali murid, komite dengan pihak sekolah.

“Udah bayaran itu tinggi ditambah biaya perpisahan, jadi saya duga ada segi bisnis antara komite dengan pihak sekolahnya. Anehnya panitia minta tandatangan wali murid secara mendadak tanpa mengeluarkan surat, semuanya hanya lisan,” katanya.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 1 Leuwisadeng, Dwi Astuti Indriati ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa biaya acara perpisahan tersebut adalah ranahnya komite sehingga para wali murid yang merasa keberatan  untuk menyampaikan kepada komite.

“Rapat itu silakan dengan komite, kalau kita tidak mengikat, kalau memang keberatan tolong sampaikan dengan komite,” katanya, Senin (13/03/2023).

Jadi kata dia, pihak sekolah tidak mewajibkan perihal biaya acara perpisahan. Hal itu juga sudah memberikan pesan kepada komite.

Karena, kata dia, tujuannya memimpin sekolah itu untuk mencari prestasi agar anak-anak lulus dengan nilai terbaik dan anak-anak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta terfavorit.

“Kita pesan ke komite, wali murid yang mampu atau tidak mampu semua ikut, kita harus mambantu kalau tidak mampu dan pihak sekolah tidak mewajibkan, kan perpisahan ibaratnya sunah hukumnya tidak wajib. Tapi karena kemauan anak dan orang tua sehingga saya serahkan ke mereka,” pungkasnya. Arif Ekon / Andres

Jalan Rusak dan Berlubang, Segera Kirim Foto dan Lokasi ke Dinas PUPR

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Melaksanakan arahan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terkait perawatan infrastruktur yang salahsatunya ditegaskan tidak ada lagi jalan yang berlubang di Kota Bogor. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Bogor melakukan terobosan baru.

“Nah akselerasi itu supaya cepat jadi laporan-laporan dari warga cukup kirim foto dan lokasi (Sherlock-red) terlebih dahulu ke kami ataupun itu baik ke pengaduan atau aplikasi atau bisa DM Dinas Pemukiman,” kata Kepala Dinas DPUPR Kota Bogor, Rena Da Frina kepada wartawan, Senin 13 Maret 2023.

Selain itu, DPUPR akan mengoptimasi fungsi dari wilayah RT RW, serta kelurahan dan kecamatan jika terdapat jalan berlubang di wilayah itu bisa langsung di kirimkan ke akun Instagram resmi @dinaspuprkotabogor atau ke akun pribadi @renadafrina dalam waktu 24 jam.

“DM ke Ig saya atau ke dinas, bisa ke no pengaduan PU bisa juga ke Subadra atau ke lurah dari manapun sumber nya ketika memang ada Sherlock dan ketika memang ada foto itu langsung kita tindak lanjuti tim langsung turun,” tuturnya.

Kita akan intervensi itu juga kita lihat, kalau bisa kita intervensi langsung kerusakan nya itu tidak banyak itu bisa kita pakai anggaran pemeliharaan jalan. Tapi kalau misalnya kerusakan nya itu berat itu akan kami anggarkan di rutin berkala.

Menurut Kepala Dinas yang baru dilantik beberapa hari itu, akselerasi dari pimpinan untuk lebih mempercepat butuh bukti foto dan alamat lokasi saja.

Akan tetapi, jika berbetuk surat itu bisa menyusul tapi yang jelas bagaimana jalan itu bisa segera mulus kembali dan tidak merugikan orang banyak.

Rena mengungkapkan, ketika dirinya mulai menjabat itu banyak banget aduan dari berbagai macam, ada dari Sibdra, adapu melaui DM Instagram langsung pun ada. Itu banyaknya aduan jalan berlubang, kemudian ada saluran dan TPT juga banyak.

Dia menambahkan, untuk jalan berlubang itu ketika masih dalam pemeliharaan pihak ketiga tentunya akan kita komunikasikan melalui pihak ketiga.

“Ketika memang itu tanggung jawab kami, itu akan segera kami tindak lanjuti. Yang penting komunikasi,” pungkasnya. Handy Mehonk