28.5 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 691

Lapangan jadi Pemersatu, Pasirgintung Sukses Gelar Trofeo

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Warga Pasirgintung, Desa Batu Tulis, Nanggung, Kabupaten Bogor patut menjadi sebuah percontohan bagi wilayah lain.

Pasalnya, lapangan multifungsi yang sebelumnya dibangun hasil swadaya masyarakat itu kini terbukti dengan melalui olahraga terjalinnya silaturahmi.

Bahkan, pertama kalinya di lapangan pemersatu Kampung Pasirgintung di RT 03 RW 04 itu mengadakan sebuah kompetisi bola voli untuk ajang pencarian bakat.

“Alhamdulillah, ini pertama kalinya kita mengadakan pertandingan trofeo, yang mana masyarakat cukup antusias dalam hal ini,” kata penggiat olahraga, Nako kepada JurnalBogor, Minggu (5/02/23).

Menurutnya, turnamen ini selain bertujuan untuk menjalin silaturahmi, menjaga kebersamaan serta persaudaraan antar pemain, juga bertujuan untuk memberikan ruang untuk para generasi selanjutnya untuk menyalurkan bakatnya.

“Selain ajang pencarian bakat juga untuk mempererat tali silaturahmi antar kampung khususnya di Wilayah Desa Batu Tulis umumnya di Kecamatan Nanggung,” ucap Nako.

Jadi kata dia, di wilayah nya terhadap olahraga banyak peminat. Karena, kegiatan olah raga yang sangat efektif untuk meningkatkan mentalitas positif.

“Sarana prasarana olahraga ini juga  merupakan ruang publik yang menciptakan keramaian, generasi muda dapat menyalurkan aktivitas positif dan ada peningkatan perekonomian warga sekitar dalam UMKM,” katanya.

Sementara hasil akhir trofeo tersebut juara 1 oleh Tim Sudirman juara 2 Tim Hasanudin , dan juara 3  Tim Soekarno. Ke depan, Nako berharap, kegiatan tersebut terus diadakan guna memperkuat sinergi antarwarga di wilayah tersebut.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan,  karena kegiatan seperti ini kita dapat melihat potensi-potensi anak muda yang ada di di Kampung Pasirgintung,” tukasnya.

** Andres

Panwaslu Ciampea Akan Dilaporkan ke Bawaslu

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor akan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI oleh Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat (DPP LSM) Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar).

Hal itu, buntut dari adanya indikasi pelanggaran oleh Komisioner Panwaslu Kecamatan Ciampea atas penetapan Panwaslu tingkat desa. 

“Banyak kejanggalan dalam proses penetapan jaringan hingga panwas tingkat desa yang dilakukan panwas Kecamatan Ciampea,” kata Ketua Umum LSM Genpar, Sambas Alamsyah, kepada wartawan kemarin.

Jadi kata Sambas, dalam peraturan Bawaslu nomor 13 tahun 2008 tentang penegakan kode etik  penyelenggaraan pemilihan umum bagi anggota dan jajaran sekretariat Bawaslu, namun dalam temuan kegiatan Fit and Propertest PKD beberapa calon panwaslu tingkat desa diduga telah melakukan pelanggaran.

“Contoh salah satu peserta ada yang datang terlambat sampai satu jam tapi malah lolos seleksi. Ada apa ini?,” ucap Sambas. 

Dalam isi surat pengaduan yang dilayangkan oleh pihak LSM Genpar, bahwa patut diduga adanya peristiwa pelanggaran oleh Komisioner Panwaslu Kecamatan Ciampea, atas penetapan Panwaslu tingkat desa.

Dengan adanya kejanggalan, kata dia, pihaknya akan membuat laporan kepada panwas Kabupaten lanjut ke Bawaslu RI agar Panwas Kecamatan Ciampea lekas dievaluasi.

“Dengan adanya temuan ini akan kami laporkan ke tingkat yang lebih tinggi sebagai bahan evaluasi,” paparnya.

“Karena bagaimana kita akan mendapatkan pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas dalam pemilu nanti, jika integritas panwas nya saja patut dipertanyakan,” sambungnya 

Sementara itu, Panwaslu Kecamatan Ciampea saat dikonfirmasi melalui aplikasi per pesanan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

“Datang saja ke sekretariat ya. Untuk statement tidak bisa sendiri karena Panwascam ada 3 orang,” kata Panwascam Ciampea, Risda Fhiskarya.

** Andres/Arip Ekon 

Tak hanya Pemekaran, Pengawasan Turut Jadi Bahasan di Musrembang Kecamatan Jonggol 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar yang hadir dalam acara Musrembang Kecamatan Jonggol mengajak para stakeholder yang hadir untuk mendukung percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB). Menurutnya, dengan banyaknya PAD yang dihasilkan Bogor Timur, sudah seharusnya wilayah Bogor Timur menjadi prioritas untuk pembangunan.

“Saya dan Pak Sekda sudah mendapatkan lahan untuk pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor Timur, yang letaknya di Desa Singasari, ” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

Dia mengajak menggaungkan terus agar Bogor Timur bisa menjadi kabupaten, karena besar kemungkinan jika menjadi kabupaten per kecamatan akan bisa bertambah untuk anggaran pembangunan di wilayah.

“Kami sudah berjuang semaksimal mungkin, sampai saat inipun kami masih menggaungkan suara agar moratorium dicabut. Mengingat, kita sudah sangat siap untuk mandiri dengan segala potensi yang ada, ” papar anggota Komisi 1 tersebut.

Sementara, Wahyu (35) salah satu warga Jonggol mengatakan dirinya hadir untuk mendengarkan apa saja yang akan menjadi prioritas pembangunan di wilayah Jonggol. Mengingat, masih sangat banyak persoalan di Kecamatan Jonggol yang sampai saat ini belum bisa teratasi.

” Seperti PJU, disini hanya ditulis global, tidak disebutkan titik untuk Kecamatan Jonggol dapat berapa jumlahnya. Kalo setahun cuma dapet 5 titik, harus menunggu berapa tahun untuk membuat jalan ini terang, ” cetus Wahyu kepada Jurnal Bogor, Jum’at (03/02/23).

Bukan hanya itu, menurutnya, tingkat pengawasan juga harus lebih ditingkatkan, tahun ini ada pembangunan jalan yang jumlahnya fantastis sampai Rp 7 miliar itu harus diawasi. 

” Untuk yang sudah-sudah umur jalan beton dan aspal yang diperoleh, hanya hitungan tahun bahkan bulan. Jadi, saya harap Musrembang ini bukan hanya ajang curhat dan pemberitahuan saja, terus bangga udah dapet proyek, pengawasan juga harus lebih ditingkatkan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Danlanud ATS Tasyakuran dan Resmikan Sarana RSAU

0

Kemang | Jurnal Bogor

Komandan Landasan Udara Atang Sendjaja Kolonel Pns Suliono menggelar tasyakuran HUT RSAU dr Hasan Toto yang ke-3, sekaligus meresmikan sarana dan prasarana di lingkungan rumah sakit, Kamis (02/02).

“Saat ini RSAU dr Hasan Toto sudah melaksanakan akreditasi dan paripurna juga sekaligus memberikan keyakinan ke masyarakat terkait pelayanan yang prima,” ungkap Danlanud Atang Sendjaja Kolonel Pnb Suliono ketika menghadiri peresmian.

Dia menjelaskan, agenda ini dalam rangka melaksanakan tasyakuran HUT RSAU yang ke-53 dan meresmikan prasarana sebagai peningkatan pelayanan.

“Kita tentunya tetap mempunyai semangat dan terbukti serta bertahap bagaimana  akan membangun secara ideal sesuai market yang ada,” ucapnya.

Bahkan dirinya mempunyai target sebagai pengembangan dan sudah disampaikan ke pimpinan terkait anggaran ada untuk dukungan terkait alat kesehatan.

“Tapi dengan demikian pembangunan agar seoptimal mungkin sesuai keinginan yang kami planning kedepan bahkan membuat kajian sebelum dilaporkan ke pimpinan atas,” kata dia.

Senada dikatakan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RSAU dr M Hassan Toto, Kolonel Kes Hendro Yulieanto mengungkapkan, visi misi RS Hasan Toto ini dituangkan menjadi RSAU terbaik dalam pelayanan dan fasilitas di kawasan Indonesia barat.

“Kami juga punya kewajiban meningkatkan seluruh hal termasuk prasarana, fasilitas dan pelayanan,” tuturnya.

Selain itu di hari ultah ke-53 ini meresmikan beberapa fasilitas dan juga transformasi dalam menuju yang terbaik.

“Selama menjabat sebenarnya tidak terlalu banyak yang sudah dibangun seperti dua ruangan VIP, dua ruang VVIP, dan khusus VIP kebidanan, kemudian membangun gerbang dan pagar rumah yang dulu masih kumuh jadi kami merapikan sehingga kembali megah,” katanya.

Hendro juga menambahkan sudah memperbaiki tampilan poliklinik RSAU, agar warga yang berobat nyaman, itu diluar rawat inap sebagai syarat standar.

“Makanya dalam hal ini kami tranformasi tampilan, dan tidak lagi berwarna biru, ada warna lain juga, itu mencerminkan kita terbuka melayani masyarakat umum tidak juga harus melayani yang pakaian khusus (TNI),” tutupnya.

** Arip Ekon/Andres

Potensi Sukamakmur Terkendala Akses Jalan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Potensi alam dan wisata di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor sebagai identitas utama Sukamakmur sejauh ini belum dapat dikembangkan secara maksimal. Hal itu lantaran keterbatasan akses jalan menuju beberapa titik lokasi wisata yang sangat sempit dan banyak kerusakan.

Oleh karena itu, Camat Sukamakmur Bakri Hasan berharap jalur Puncak Dua dapat segera direalisasikan sehingga dapat mendukung upaya pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Sukamakmur.

“ Masih ada jalan yang kondisinya rusak. Jalan akses wisata kondisinya juga kurang lebar. Ke Sukamakmur itu belum bisa masuk bus yang ukuran 60 kursi. Bisanya bus tiga perempat, kalau enggak mobil pribadi,” kata Bakri Hasan kepada Jurnal Bogor, Minggu (05/02/23).

Bakri menilai, dibutuhkan jalan yang lebih lebar, sehingga bus berukuran besar bisa masuk ke wilayah Sukamakmur. Dengan begitu, diharapkan tingkat kunjungan wisatawan pun dapat meningkat.

“ Saat ini kondisi arus lalu lintas setiap akhir pekan terbilang padat oleh wisatawan. Selain membutuhkan jalan yang lebih lebar, diperlukan upaya mengurai arus lalu lintas, seperti dengan pembangunan jalur alternatif,” kata dia.

Bakri mengatakan jalur jalan poros tengah timur atau Puncak Dua bisa menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan jalan di Kecamatan Sukamakmur.

“Jadi, enggak macet di jalur Puncak. Mereka bisa lewat sini, jadi dipecah (lalu lintasnya). Kan jalur Sukamakmur ini tembus ke Cianjur juga,” kata dia.

Bakri juga berharap potensi lainnya di Sukamakmur dapat dikembangkan. Ia mencontohkan soal kopi, di mana Kecamatan Sukamakmur merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Bogor. Ia menginginkan petani kopi bisa dioptimalkan dan hasil panennya dikembangkan.

“Sekarang memang banyak tempat ngopi, tapi cuma kelompok tertentu. Yang kita inginkan itu petani kopi yang ada bisa dimaksimalkan,” pungkasnya.

** Taufik / Nay

Percepat Peningkatan Status Jalan Lingkar Klapanunggal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Pembanguan ruas Jalan Lingkar Klapanunggal, Kabupaten Bogor sedang dilakukan proses peningkatan status jalan yang tadinya jalan desa menjadi jalan kecamatan. Hal ini dilakukan lantaran, banyak ruas jalan yang terkena ploting jalan lingkar masih merupakan jalan desa.

“Kami sedang upayakan agar peningkatan status jalan dari desa ke jalan kabupaten ini dapat segera selesai. Sehingga Pemkab Bogor nantinya dapat mengalokasikan anggaran secara maksimal untuk pembangunan jalan ini,” ujar Kosasih kepada Jurnal Bogor, Minggu (05/02/23).

Seperti diketahui, realisasi pembangunan Jalan Lingkar Klapanunggal yang melintasi lima desa yakni Desa Kembang Kuning, Klapanunggal, Cikahuripan, Bojong dan Desa Ligarmukti akan menjadi pintu pembuka bagi perkembangan Kecamatan Klapanunggal.

Selain mempermudah akses transportasi masyarakat, pembangunan ruas jalan tersebut secara tidak langsung akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Klapanunggal.

“Pembangunan ruas Jalan Lingkar Klapanunggal ini menjadi agenda utama Pemkab Bogor untuk direalisasikan karena nilai strategis dari pembangunan jalan ini,” kata Camat Klapanunggal Ahmad 
Kosasih.

Menurutnya, lantaran besarnya anggaran yang harus dikeluarkan untuk merealisasikan jalan tersebut, maka proses pembangunan Jalan Lingkar Klapanunggal akan dilakukan secara bertahap.

“Selain dari Pemkab Bogor, kami juga mengharapkan partisipasi dari swasta guna melancarkan pembangunan ruas jalan ini,” kata dia. 

Sementara itu, salah satu warga Desa Klapanunggal, Ahmad menyatakan dirinya sangat setuju jika proses pembangunan Jalan Lingkar Klapanunggal segera dituntaskan. Pasalnya, ruas jalan tersebut akan mampu mengurai kemacetan di Kecamatan Klapanunggal yang selama ini hanya memiliki satu akses jalan yakni Klapanunggal-Bojong.

“Saat ini akses utama di Klapanunggal hanya jalan Klapanunggal-Bojong. Jadi kalau macet, belum ada alternatif lain. Dan sekarang kondisi jalan tersebut juga sudah sering macet karena banyaknya kendaraan yang melintas,” singkatnya.

** Taufik/Nay 

Tiga Unit Ruko di Cibungbulang Ludes Terbakar

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Kebakaran hebat menimpa tiga ruko di Cibeureum RT 01 RW 02, Desa Cibatok II, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jumat (03/02/2023), sekitar pukul 18.50 Wib. Dalam video yang diterima, api melahap tiga ruko hingga ludes terbakar. 

Komandan Regu Damkar Sektor Leuwiliang, Dudun Syarief mengatakan kronologi awalnya, kata dia, penjual bensin eceran itu sedang isi ulang dan di sebelahnya ada kios penjual bakmie ayam yang kemungkinan dari hawa panas kompor menyambar karena lokasinya bersebelahan.

“Ruko yang terbakar milik pedagang bensin eceran, ruko bakmie ayam, dan ruko sate. Diduga, api tersebut muncul akibat kompor pedagang sekitar menyambar bensin eceran yang sedang isi ulang,” katanya.

Kendati pada kejadian kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena para penghuni di sekitar lokasi menyelamatkan diri. Namun ada kerugian materil yang dialami para pemilik kios.

“Untuk korban tidak ada, jadi pada saat kejadian penjual bensin dan pembeli sekitar situ langsung menyelamatkan diri,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, proses pemadaman berjalan lancar tanpa adanya kendala.

“Kendala alhamdulillah tidak ada, soalnya di pinggir jalan jadi akses jalannya mudah, proses pemadaman kurang lebih 20 menit,” tandasnya.

** Andres

Huntap di Malasari Rusak Berat Akibat Diterjang Angin Kencang 

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Sejumlah hunian tetap (huntap) di Kampung Legok Heulang, Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor porak poranda akibat angin kencang.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 4 Februari 2023 sekitar pukul pukul 01.20 Wib dini hari. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun sekitar ada tiga bangunan huntap atapnya hancur berantakan.

Menurut penghuni rumah Antawi, saat kejadian dirinya sedang tertidur lelap. Dia terbangun setelah mendengar suara atap yang menggunakan rangka baja ringan itu ambruk akibat angin kencang.

“Ada tiga huntap mengalami rusak parah di bagian atap,” katanya.

Dia menilai, bangunan huntap tidak kokoh, bahkan kini warga yang lain khawatir akan terjadinya hal yang serupa.

“Itu bagunannya tidak kokoh, penghuni lain jadi khawatir, takut terjadi lagi,” paparnya.

Dia berharap pemerintah untuk segera memperbaiki huntap yang kondisinya rusak tersebut. Selain itu, sebelumnya huntap yang dibangun terdampak bencana alam pada tahun 2018 lalu, mengalami longsor akibat intensitas hujan terus mengguyur yang cukup lama. Tebing setinggi 20 meter juga mengalami retakan tanah sepanjang 70 meter.

“Harapan saya rumah yang rusak minta diperbaiki dan tebingan yang longsor cepet dibangun,” katanya.

Kedepan kata dia, warga meminta agar pemerintah desa membangun huntap ke tempat yang lebih aman. 

“Kalau ada relokasi di desa Malasari seharusnya direlokasi ke tempat yang aman jangan seperti ini, kan dari pemerintah, ngasih uang untuk rakyat, ini akibat bangunan tidak stabil dan tidak kokoh terjadilah seperti ini,” tukasnya.

** Andres

Menuju Pemilu 2024, Nasdem Targetkan Dua Kursi Tiap Dapil di Kabupaten Bogor

0

Cisarua, | Jurnal Bogor

Menuju Pemilu Tahun 2024, Partai Nasdem Kabupaten Bogor optimis bakal mendulang suara signifikan dan semua daerah pemilihan (Dapil) di daerah berpendudukk 5,6 juta ada kader yang terpilih menjadi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bogor.

Partai besutan bos Media Grup Surya Paloh itu, di Pemilu 2024 mendatang menerjukan calon anggota legislatif (Caleg) berkualitas yang memiliki daya ungkit untuk meraup suara dengan karakter petarung.
Sebagai persiapan menghadapi hajatan politik lima tahunan, Kamis (02/02/2023) bertempat di salah satu hotel di kawasan Cisarua, menggelar konsolidasi internal yang diikuti unsur Pengurus Harian (PH), Dewan Pertimbangan (Wantim) dan Dewan Pakar (Wankar) DPD NasDem Kab. Bogor.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Bogor Friedrich M Rumintjap mengatakan, konsolidasi internal ini membahas sejumlah agenda politik ke depan.

“Dengan agenda politik yang jitu dan solid, NasDem siap mendulang suara terbanyak di Pemilu 2024 mendatang,” katanya,Jum’at (03/02/2023).

Frits, sapaan sang ketua partai yang akan mengusung Anies Baswedan, sebagai calon presiden mengungkapkan salah satu agenda tersebut yakni memantapkan struktural partai di tiap tingkatan.

“Di tingkat DPD sendiri telah dilakukan pemutakhiran kepengurusan. Sejumlah tokoh dari berbagai wilayah dan latar belakang juga telah bergabung. Tentunya kehadiran mereka bakal ikut memperkokoh langkah NasDem Kab. Bogor menuju kemenangan,” ujarnya.

Kolonel purnawirawan itu juga menerangkan DPD NasDem Kabupaten Bogor saat ini tengah mempersiapkan calon anggota legislatif (Caleg) DPRD yang handal, yang akan bertarung di Pemilu 2024 mendatang.

“Proses seleksi telah memasuki babak akhir dan cukup ketat, lantaran bakal caleg yang mendaftar sangat banyak dan jauh di atas kuota kursi tiap-tiap dapil (daerah pemilihan),” kata Frits.

Memiliki struktur kepengurusan yang kokoh dan mumpuni, serta caleg-caleg yang berkualitas, Frits optimis NasDem Kab. Bogor dapat meraih target Pemilu 2024 dan kian eksis di Kabupaten Bogor.

“Seperti yang sudah sering saya sampaikan, kami menargetkan meraih dua kursi di setiap dapil. Kami optimistis akan hal itu,” pungkas Frits.

**Mochamad Yusuf

Polisi Tangkap Pengedar Obat Keras di Baranangsiang

0

Bogor | Jurnal Bogor

Satuan Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota menciduk seorang pengedar obat keras jenis G berinisial MI (22).

Ia diamankan di sebuah kios rokok pinggir jalan di depan Kampus Pakuan, Kelurahan Baranangsiang, Selasa (31/1).

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, MI ditangkap berikut barang bukti (barbuk) ribuan obat terlarang atau obat keras jenis G.

“Setelah dilakukan penggeledahan badan atau pakaian tertutup lainnya ditemukan total ada 1.207 butir obat keras,” ,” ujar Kombes Bismo dalam keterangannya, Jumat (3/2).

Rinciannya, kata dia, terdiri dari 1.032 butir obat keras jenis pil hexymer, 150 butir obat keras jenis tramadol dan 25 butir obat keras jenis pil trihexphenidyl.

Selain itu, polisi juga menyita uang kertas Rp 289.000, diduga hasil penjualan, sebuah tas selempang warna hitam untuk menyimpan obat keras dan satu handphone sebagai alat transaksi penjualan.

Kata dia, MI mengakui bahwa obat keras jenis G tersebut bukan miliknya. “Dia hanya menjualkan dengan upah Rp 500 ribu setiap minggunya,” jelasnya.

Bismo menegaskan, kasus ini masih akan terus didalami. Termasuk siapa pemilik obat keras yang sebenarnya.

“MI dijerat Pasal 196 Undang-undang RI No. 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan,” tandasnya.* Fredy Kristianto