28.7 C
Bogor
Sunday, August 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 687

Program Jembol, Kang Denz Permudah Administrasi Warganya 

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Dalam rangka mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan warga, Pemerintah Desa Leuwinutug, Citeureup, berkolaborasi dengan Gebyar Adminduk yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor. 

Kepala Desa Leuwinutug Deden Saepul Hamdi,S.Ip kembali mengadakan Program Jempol Adminduk di Aula Kantor Desa Leuwinutug, Rabu (15/03/23).

” Alhamdulillah acara Jembol Desa Leuwinutug berjalan lancar, kurang lebih 900 administrasi kependudukan dicetak secara langsung oleh Disdukcapil Kabupaten Bogor di Kantor Desa Leuwinutug,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/03/23).

Dirinya sangat bangga akan antusias warga yang tadinya hanya diberikan kuota 500 untuk pencetakan, namun ternyata bisa melebihi itu. Menurut dia, kegiatan Jembol Desa Leuwinutug dihadiri langsung oleh Kadis Disdukcapil Bambang Setiawan, Sekdis Capil, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, serta unsur Kecamatan Citeureup.

“Saya sangat bersyukur program Jembol ini sangat membantu masyarakat Desa Leuwinutug. Khususnya mempermudah masyarakat dalam pembuatan Akta Kelahiran dan Kartu Indonesia Anak khususnya. Umumnya pencetakan Akta Kematian, Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk,” bebernya.

Apalagi, sambung dia, dengan adanya kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, S.Si. turut menyapa langsung masyarakat dan memberikan hiburan quis bagi warga desa sebagai relaksasi di sela sela pelaksanaan Jembol tersebut.

Sementara Kadis Disdukcapil Bambang Setiawan mengapresiasi kepada Kepala Desa Leuwinutug yang terus peduli kepada masyarakatnya dalam pelaksanaan Adminduk terlebih dalam peningkatan pelayanan terhadap warganya.

“Ini luar biasa, saya salut dengan Kepala Desa Leuwinutug yang intens dalam memikirkan kebutuhan administrasi warganya. Dengan adanya program Jembol saya menghimbau kepada warga untuk memanfaatkan program yang sudah diusahakan oleh Kades muda ini,” pungkas Bambang.

** Nay Nur’ain

Komisi V DPR RI Lakukan Kunjungan ke Desa Bojongkulur

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Komisi V DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke Desa Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor dalam rangka meninjau pembangunan infrastruktur di desa tersebut, Kamis (16/03/23).

Kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua Delegasi Robert Rouw, salah satunya meninjau Desa Wisata Bojong Kulur.

Dalam kesempatan tersebut Ketua KP2C Puarman memaparkan bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengubah paradigma masyarakat yang tadinya menganggap sungai sebagai sumber bencana menjadi sumber keberkahan.

“Pelestarian sungai ini bertujuan agar masyarakat sadar akan menjaga lingkungan, karena pada dasarnya sungai itu indah dan sangat bermanfaat jika dijaga kelestariannya,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Bojongkulur Firman Riansyah menyampaikan, bahwa kunjungan ini menggambarkan tingginya atensi Komisi V DPR RI terhadap Desa Bojongkulur.

“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Mulyadi yang telah menggunakan kesempatan resesnya pada 1 Maret 2023 dengan melakukan sosialisasi Percepatan Normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas di Bojongkulur,” cetusnya.

Pada kunjungan kali ini juga, Komisi V DPR RI meninjau pengembangan Desa Wisata Bojongkulur dan Pasar Desa Bojongkulur.

“Dengan percepatan pembangunan infrastruktur di Desa Bojongkulur akan sangat memberikan manfaat besar untuk ibu-ibu, juga para milenial dan zenial, serta seluruh masyarakat Desa Bojongkulur”, pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Banyak Kunjungan, tak Ganggu Pelayanan di Desa Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Meski banyaknya kunjungan studi tiru dari berbagai daerah di Indonesia guna melihat dan belajar setiap program yang ada di Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, namun untuk pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

“Kalau untuk pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan normal meski banyak kunjungan. Karena kita sudah siapkan tim untuk menyambut tamu dan melayani masyarakat,” kata Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/3/23).

Setiap adanya kunjungan dari pejabat kota atau kabupaten lain, sambung dia, memang keadaan kantor desa bakal terlihat penuh, baik dari parkiran dan setiap gedung yang ada di desa. Namun hal itu tidak menggangu pelayanan kepada masyarakat.

“Memang bedanya ketika ada kunjungan kantor desa akan dipenuhi oleh tamu yang ingin belajar program dari Pemdes Gunung Putri. Baik itu parkiran, maupun fasilitas yang ada di desa, pasti akan terisi oleh pengunjung,” jelas A Heri biasa disapa.

Menurutnya, meski tengah melayani para tamu yang ingin belajar dari program Pemdes Gunung Putri. Jika ada warganya yang membutuhkan tanda tangan, akan tetap dilayani meski sedang tidak berada di kantor.

“Misalkan saya sedang tidak di desa karena menemani tamu kunjungan, lalu ada warga yang mendesak membutuhkan tandatangan saya, tinggal hubungi langsung pelayan atau langsung ke saya. Jadi nanti berkas tinggal dibawa ke lokasi aja, langsung saya teken pasti,” bebernya.

Ia menghimbau kepada warga Desa Gunung Putri agar tidak sungkan ketika sedang membutuhkan pelayanan, karena meski terlihat ramai, namun setiap pelayanan bagi warga tetap berjalan.

“Himbauan kepada masyarakat, meski sedang ramai kunjungan namun pelayanan tetap berjalan. Jadi jangan khawatir tidak dilayani, intinya datang ke desa maka akan dilayani seperti biasanya,” imbaunya.

Untuk diketahui, Pemdes Gunung Putri bakal menerima kunjungan kerja dari Kepala Desa, Sekdes, dan Camat se-Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

** Nay Nur’ain

Kades Sukaharja Minta Dinas PUPR Gercep Perbaiki Jalan

0

Ciomas | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Sukaharja, Ciomas, Kabupaten Bogor. Rahmat Jebeng mempertanyakan kapan Jalan Sukaharja yang bolong diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.

“Mau sampai kapan jalan bolong diperbaiki oleh PUPR. Jangan sampai sudah ada korban jiwa baru diperbaiki. PUPR harus gercep (gerak cepat) dong, ” ujar Kades Sukaharja Rahmat Jebeng.

Dia menjelaskan, Jalan Sukaharja milik Kabupaten Bogor dan kewenangannya ada di PUPR Kabupaten Bogor bukan desa. Kondisi Jalan Sukaharja yang rusak dan bolong di dua titik tepatnya berada di pertigaan sudah dilaporkan ke  UPT Jalan Dan Jembatan Wilayah Ciomas. Namun, sampai saat ini belum ada perbaikan. 

“Jalan yang bolong di dua titik hanya dipasang water barrier agar pengendara yang melintas tidak terperosok ke dalam lubang,” ungkapnya.

Jebeng mengungkapkan, Jalan Sukaharja merupakan jalan penghubung Kecamatan Ciomas dan Dramaga. Jalan ini setiap hari padat dilalui kendaraan dari dua arah. Untuk itu, perbaikan jalan yang bolong di dua titik sangat urgen. 

“Jika terlalu lama dibiarkan kita khawatir jalan yang bolong semakin lebar dan ruas Jalan tidak bisa dilewati kendaraan,” katanya.

Menanggapi kondis Jalan Sukaharja yang bolong, kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas, Andri meminta masyarakat bersabar. Alasannya, satu per satu dulu, jalan akan diperbaiki.

“Sabar, nanti kita perbaiki,” singkatnya.

** Andres

Membahayakan, Jalan Ace Tabrani Rusak Parah

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Kondisi Jalan Raya Ace Tabrani tepatnya di Kampung Sindangsari RT 01, RW 03, Desa Nanggung, Nanggung, Kabupaten Bogor rusak parah, hingga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Jalan milik Pemkab Bogor itu dikeluhkan oleh warga sekitar. Pasalnya jalan tersebut terdapat lubang-lubang di sepanjang jalan.

Menurut warga sekitar, Mayasari menyatakan bahwa dengan kondisi jalan tersebut tak sedikit pengguna jalan mengalami kecelakaan.

“Dengan kondisi jalan rusak, terlebih kalau di musim penghujan licin dan menimbulkan kecelakan bagi pengguna jalan,” katanya.

Dia mendesak pemerintah agar jalan tersebut untuk segera diperbaiki. “Saya berharap kondisi jalan rusak itu mendapat perhatian pemerintah terkait,” paparnya.

Sebelumnya juga diberitakan, warga Kecamatan Nanggung menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor untuk segera merealisasikan pembangunan Jalan Raya Ace Tabrani. 

Pasalnya, keberadaan jalan milik Pemkab Bogor di Desa Parakanmuncang, Nanggung itu kondisinya rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. 

“Dilihat dari kondisi saat ini banyak sekali jalan yang sudah rusak sampai membahayakan pengguna jalan terutama pengendara roda dua,” kata Aktivis Sosial yang merupakan warga Nanggung, Misbahudin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jurnal Bogor. Andres 

Pemprov Jabar Bakal Perbaiki Jalan Transyogi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Sebanyak 71 ruas jalan di Jawa Barat akan segera diperbaiki, diantaranya Jalan Transyogi di Kabupaten Bogor. Pengerjaan terhadap 71 ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jabar terbagi dalam tiga klasifikasi yaitu pemeliharaan berkala, rekonstruksi, dan peningkatan jalan.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga Perumahan Rakyat (DBMPR) Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, 71 ruas jalan tersebut dibagi dalam 69 paket pekerjaan dan sebagian besar masuk dalam klasifikasi pemeliharaan berkala.

“Kebanyakan dari total panjang ruas jalan 353,822 kilometer yang diperbaiki itu, klasifikasinya adalah pemeliharaan berkala ya, pelapisan kembali atau overlay dengan hotmix” ujar Bambang Tirtoyuliono kepada wartawan.

Bambang juga menyebutkan, dari 69 paket pekerjaan penanganan jalan, 62 di antaranya adalah pemeliharaan berkala yang pemilihan penyedianya melalui e-katalog tanggal 19 Februari lalu sudah tayang.

“Sudah berkontrak 62 paket dengan total panjang 337.342 kilometer. Beberapa paket pekerjaan akan di bulan Maret minggu kedua dan selesai pada akhir bulan Juli. Tetapi untuk mengatasi kerusakan jalan berlubang melalui pemeliharaan rutin gerakan sapu lubang akan diupayakan tuntas agar menjelang Lebaran diselesaikan,” ujarnya.

Ruas jalan yang diperbaiki hampir ada di setiap kabupaten/kota yang menjadi kewenangan Provinsi Jabar atau jalan Provinsi.

“Hampir menyeluruh ya, ada di setiap kabupaten/kota, seperti Bogor, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Garut, Pangandaran dan lainnya” sebut Bambang.

Selain pekerjaan jalan ada tiga jembatan yang diperbaiki, dua diganti yang satu dibangun. Menurut Bambang, tiga jembatan itu di Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut, dan Pangandaran.

Pertama jembatan Cihoe di ruas Jalan Transyogi Kabupaten Bogor.

“Kedua jembatan Citalegong ruas jalan Talegong – Rancabuaya Kabupaten Garut klasifikasinya pergantian jembatan dan yang ketiga jembatan Sodongkopo di Kabupaten Pangandaran, klasifikasinya pembangunan jembatan,” pungkas Bambang.

** Taufik / Nay 

Iluni RM 95 Aktif Kegiatan Sosial, Donor Darah dan Bagikan Bak Sampah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bukan kegiatan hura-hura yang dipilih Ikatan Alumni Angkatan 1995 (Iluni 95) SMA Rimba Madya, Pasir Mulya, Bogor Barat, Kota Bogor dalam menjaga eksistensinya. Namun Iluni RM 95 ini saat berkumpul lebih memilih kegiatan sosial seperti donor darah dan membagikan tempat sampah di Sekolah Islam Al Mustarih, Kamis (16/3).

“Upaya ini wujud kepedulian kita terhadap sesama. Ya, kita bantu PMI Kota Bogor akan ketersediaan darah. Alhamdulillah Camat Bogor Barat, Lurah Pasir Kuda dan Ketua PMI tadi hadir,” ujar Koordinator Kegiatan Donor Darah Siti Aisyah.

Diakuinya, donor darah penting dilakukan karena selain membantu sesama yang membutuhkan darah, juga si pendonor akan sehat. “Alhamdulillah kegiatan kami dapat support, ada sejumlah donator dan respons donor darah juga banyak,” kata dia.

Selain kehadiran komunitas pecinta donor darah dari Iluni RM 95, juga pihak sekolah mendukung kegiatan dengan hadirnya orangtua murid yang dikoordinir via korlas dan komite. “Ratusan ya yang minat donor tapi setelah dicek kesehatannya hanya 83 orang saja yang dilakukan donor,” jelasnya.

Siti Aisyah juga memastikan kegiatan donor darah rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali dan pemberian bak sampah merupakan yang ke-8 kalinya. “Kalau seseorang biasa donor darah pasti nyari tempat donor darah, karena dia merasa perlu badannya lebih bugar dan ada dampak positif terhadap tubuhnya,” tandasnya.

** Asep Saepudin Sayyev

Kementan Gaungkan Genta Organik, TNI-AD Siap Jadi Pelaku Pembangunan Pertanian

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Tahun 2023 dengan tema Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) dan Bimtek Sinergitas TNI – AD dengan Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional resmi dibuka di Gedung Jenderal M. Yusuf, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/3).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas hasil pertanian di Indonesia adalah ketersediaan dan kecukupan pupuk anorganik.

“Sampai saat ini, untuk memenuhi ketersediaan dan kecukupan pupuk organik sangat sulit dan mahal karena beberapa bahan bakunya masih tergantung impor dari negara lain,” kata Menteri Syahrul.

Seperti diketahui bahwa di antara tempat bahan baku maupun produksi pupuk adalah Rusia dan Ukraina yang sedang berperang. Sebab itu, Kementan, mendorong para petani menggunakan pupuk organik dan hayati secara mandiri dan masif.

“Gerakan ini tidak berarti meninggalkan penggunaan pupuk anorganik sepenuhnya, melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau menggunakan konsep pemupukan berimbang,” tutur Syahrul.

Dia berharap melalui Genta Organik, kebutuhan pangan tetap terjaga dan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, penghasil devisa negara, sumber pendapatan utama rumah tangga petani, dan penyedia lapangan kerja.

Pada kesempan yang sama, Mentan juga menyampaikan bahwa keterlibatkan Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin di sektor pertanian akan menjadi energi baru dalam mengakselerasi pertanian yang lebih baik.

“Saya menaruh sekali harapan bahwa inilah implementasi dari kerja sama TNI Kementan secara nasional yang secara konkret langkahnya diambil oleh Bapak Pangdam XIV Hasanuddin,” kata Mentan Syahrul.

Mayor Jenderal atau Mayjen TNI, Totok Imam Santoso mengapresiasi Kementan yang telah yang telah memberikan peluang kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai pelaku di sektor pertanian.

“Beliau pada hari ini memberikan sautu kemudahan-kemudahan dan kerja sama dengan kita, yang tadinya Babinsa hanya pendamping sekarang jadi pelaku. Saya terima kasih,” kata dia.

Dia mengatakan, TNI-AD akan all out membantu mewujudkan ketahanan pangan yang selama ini sedang digencar pemerintah pusat dalam hal ini Kementan.

“Sudah ada arahan dari pimpinan saya dari Panglimana TNI dan Bapak Kasad bahwa keberadaan TNI-AD harus bisa membantu pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat dalam menghadapi masalah,” kata dia.

Totok mengatakan akan mengikutkan 5043 Babinsa yang tersebar Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat. “Walaupun di sini terbatas, tapi nanti akan dilatihkan sendiri. Jadi, harapan saya semua Babinsa tah dan tidak hanya pendampingan dan sebagai pelaku,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya akan membangun 1.020 titik demplot pembuatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah, dan pestisida alami.

“Ini akan menjadi tempat pembelajaran petani dalam mengembangkan sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami, sehingga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya secara mandiri di lahan usaha taninya,” tutur dia.

Peserta yang mengikuti Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh kali ini sebanyak 1.800.000 orang yang terdiri dari 1.761.907 petani dan 38.093 berasal dari penyuluh pertanian. Total keseluruhan yang mengikuti pelatihan ini sejak digulirkan sebanyak 11 juta peserta.

Bukan hanya itu, sejak tahun 2020, BPPSDMP telah melatih petani dan penyuluh secara hybrid melalui berbagai program lainnya, yakni Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP), Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras), Bertani on Cloud (BoC), dan Milenial Agriculture Forum (MAF).

Tahun 2020 jumlah peserta dilatih sebanyak 986.558 peserta. Tahun 2021 jumlah peserta mencapai 2.331.530. Sedangkan di tahun 2022 Kementan melatih sebanyak 6.567.531.

Sementara di awal tahun 2023 peserta yang dilatih sebanyak 319.544. Sehingga secara kumulatif sampai bulan Februari 2023, total peserta yang telah dilatih mencapai 10.205.163.

Hasil pelatihan sejak 2020 sudah dapat dirasakan oleh petani, yaitu sebanyak 546.469 orang Petani Milenial yang dibina Kementan, yang mengakses KUR sebanyak 140.158 orang dengan jumlah akad senilai Rp. 6.570.382.877.462.

Tidak hanya itu, total peserta yang dilatih pada pelatihan sejuta petani dan penyuluh (purnawidya) sebanyak 6.724.637 peserta, 900.155 diantaranya memanfaatkan KUR dengan jumlah akad Rp 29.263.244.103.904.

** Cha/Kementan/PPMKP

TP PKK Sukamakmur Fokus Berdayakan Perempuan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Sukamakmur merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor yang memiliki banyak potensi, baik sektor pariwisata, perkebunan, maupun pertanian. Peran wanita menjadi salah satu faktor penting dalam berkembangnya ekonomi di Kecamatan Sukamakmur. Pasalnya, sebagian besar wanita di Kecamatan Sukamakmur ikut membantu suaminya dalam mencari nafkah.

Selain mengurusi kepentingan rumah, para wanita di Kecamatan Sukamakmur aktif melakukan kegiatan seperti berdagang, berkebun, dan bertani. Hal ini patut diapresiasi karena lewat kontribusi tersebut, para keluarga di Kecamatan Sukamakmur dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. 

“Sebagian besar sih berdagang, ada juga yang ikut bantu suami di kebun, ada juga yang bertani. Tapi banyak juga yang ikut usaha sekitar desa bikin keripik sama bikin boneka,” ujar Ketua TP PKK Kecamatan Sukamakmur, Erni Rohaeni kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/03/23).

Menurut dia, produk kerajinan yang dihasilkan para wanita di Sukamakmur sangat membantu perekonomian keluarga. Selain itu, kondisi geografis yang cukup tinggi membuat lahan pertanian di Kecamatan Sukamakmur sangat subur dan berpotensi tinggi memproduksi hasil tani yang melimpah jika diolah dengan baik.

 “Ibu-ibunya kalo diajak pasti mau gerak, antusiasmenya tinggi,” ungkapnya.

Erni mengatakan antusias ibu-ibu di Kecamatan Sukamakmur sangat besar dalam ikut membantu perkembangan ekonomi keluarga. Dari antusiasme yang besar tersebut, tidak sulit bagi TP PKK Kecamatan Sukamakmur dalam ikut membina para wanita dalam ikut serta membangun ekonomi di sekitar kecamatan Sukamakmur.

 “Kondisi ini didukung juga dengan status demografi yang menunjukan rata-rata usia wanita di Kecamatan Sukamakmur merupakan usia produktif. Hal ini pastinya menjadi keuntungan bagi warga di sekitar Kecamatan Sukamakmur yang mendapatkan peluang besar dalam mengembangkan potensi wanita di sektor perkembangan ekonomi keluarga. Rata-rata masih muda ya, usia produktif, rentang usia 25 sampe 40 tahunan,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Dewan Minta Alfamart Patuhi Aturan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Komisi IV DPRD Kota Bogor mendesak agar Alfamart mematuhi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 tahun 2013 dan Perwali 10 Tahun 2017 yang salah satunya mengatur soal jam operasional minimarket.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mengatakan bahwa semua pengusaha yang menanamkan investasinya di ‘Kota Hujan’ wajib mematuhi seluruh aturan daerah.

“Perlu dicatat bahwa aturan itu dibuat untuk meminimalisir konflik dan menjaga harmonisasi dengan pedagang kecil,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/3).

Selain itu, kata dia, ada kekhawatiran dari Komisi IV apabila minimarket tetap beroperasi tak sesuai jam operasional bakal dijadikan tempat nongkrong sekumpulan remaja yang menunggu waktu sahur.

“Ini kan sebentar lagi Ramadhan, kami khawatir dijadikan tempat nongkrong Sahur On The Road (SOTR), karena tahun 2020 sampai ada korban jiwa dan 2018 belasan pemuda ditangkap saat akan melakukan aksi tawuran diwaktu sahur,” ungkap pria yang akrab disapa Gus M itu.

Apalagi, beberapa waktu lalu di Kota Bogor baru terjadi tindak kekerasan antar pelajar yang berujung meninggalnya AS, siswa SMK Bina Warga. “Kami takut hal itu terjadi saat Ramadhan. Sebaiknya semua minimarket beroperasi sesuai jam operasional,” kata dia.

Gus M menegaskan, jika minimarket seperti Alfamart tetap nekat beroperasi tanpa mengikuti aturan yang tertera dalam perwali, Komisi IV akan merekomendasikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menutup operasional Alfamart.

“Jadi kami berharap, Alfamart taat aturan dan mengedepankan kearifan lokal,” tegasnya.

Selain itu, kata Gus M, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap Indomart untuk menanyakan perihal penyerapan ketenagakerjaan, jam operasional dan lain sebagainya.

“Kami segera agendakan pemanggilan terhadap Indomart,” ucap dia.

Sebelumnya, Government Relation Alfamart Cabang Bogor, Faturrahman mengatakan, perkembangan Alfamart di kota lain memang kerap dikaitkan dengan narasi membunuh pedagang kecil. Namun, kenyataannya banyak di sebelah Alfamart toko klontong yang tetap hidup karena mereka memahami tentang pengelolaan barang dan keuangan.

“Kami sering beri pelatihan. Dan kelemahannya toko klontong disitu (pengelolaan barang dan keuangan). Makanya kami beri pelatihan yang konkret,” katanya.

Saat disinggung mengenai apakah Alfamart akan mengikuti aturan jam operasional di Kota Bogor. Faturrahman menegaskan bahwa jam operasional tak diatur oleh kementerian. “Tetapi, kalau di daerah diatur mengenai jam operasional, ya silahkan,” katanya.

Kendati demikian, ia menyatakan, jam operasional Alfamart di Bogor disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. “Misalnya Saat malam masyarakat ada kebutuhan tapi Alfamart tutup siapa yang disulitkan. Makanya buka ada jam 7 di kadang jam 6 kadang tutup jam 12 malam kalau weekend.sebenarnya kalau tutup cepat kita malah enak,” paparnya.

Ia pun menyebut bahwa Alfamart menghormati dan mengikuti perwali di Kota Bogor. “Ya, aturannya memang jam 10 malam tutup. Tapi kan kita rekondisi kembali lagi ke situasi di daerah,” tegasnya.

Ia berdalih bahwa kebijakan yang dibuat Alfamart adalah dalam rangka membantu pemerintah memulihkan ekonomi pasca pandemi. “Kalau masalah buka tutup kita serahkan ke pemerintah daerah,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai jarak yang begitu dekat antar toko modern. Faturrahman mengatakan, sejauh ini tak ada regulasi tingkat nasional yang mengatur hal itu.

“Kenapa Alfamart sebelahnya Indomart, kan yang diuntungkan masyarakat. Kalau toko sebelah diskon mau nggak mau juga yang lain diskon. Yang diuntungkan pelanggan, begitu juga bila cari sesuatu yang nggak ada di Alfamart, pelanggan bisa ke toko sebelah,” imbuhnya.* Fredy Kristianto