27.9 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 688

Lepasliarkan Elang Jawa, PPLI Pantau Perkembangan Burung Endemik Pulau Jawa

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Elang Jawa atau nama lain dari Burung Garuda yang hidup di alam liar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) jumlahnya kian menyusut, diperkirakan burung khas Pulau Jawa itu tinggal 300 sampai 500 ekor.

Penyusutan jumlah Elang Jawa, dihabitat aslinya karena penangkapan liar dan pengaruh ekosistem lingkungan.

Sejumlah upaya untuk melestarikan dilakukan sejumlah elemen, satu diantaranya, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).

Berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK), akhir Januari 2023 lalu melepasliarkan dua pasang atau empat ekor Elang Jawa, hasil.penangkaran kandang milik PPLI yang berlokasi di Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

“Dua pasang Elang Jawa yang diberi nama Parama dan Jelita ini dianggap sudah cukup dewasa untuk dilepas ke alam liar. Namun dengan tetap dipasang GPS, alat pemantau pergerakannya,” ungkap Kepala Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Sapto Aji Prabowo, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (07/02/2023)..

Sapto, pada kesempatan pelepasliaran menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan perusahaan pengolah limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang telah berpartisipasi dalam penyelamatan hewan langka tersebut.

Dalam kesempatan yang sama pihak PPLI menyambut positif pelepasan Elang Jawa ke alam bebas tersebut.

“Pelepasan ini merupakan yang perdana sejak kami terlibat dalam pembuatan kandang besar untuk konservasi Elang Jawa di Gunung Halimun Salak,” ujar Manajer CSR PPLI, Ahmad Farid.

Dukungan tersebut lanjut Farid sebagai wujud peran serta perusahaan yang fokus pada masalah lingkungan hidup untuk turut melestarikan satwa langka dari kepunahan,” tegas Farid.

Disinggung dukungan dana untuk program konservasi tersebut Farid menyebutkan hingga Rp 300 juta.

“Sejak dua tahun silam sudah terlibat aktif dalam konservasi itu dan terus kita pantau dari mulai perkawinannya, bertelurnya hingga akhirnya dilepas ke alam bebas,” tandasnya.

Burung predator satwa endemik Pulau Jawa tersebut juga diketahui mirip dengan icon lambang negara, Garuda Pancasila.

“Proses perkawinan burung ini unik dan langka. Mereka kawin disaat terbang di udara, jadi untuk pengembangbiakannya ngga bisa di dalam sangkar kecil seperti burung lain pada umumnya,” ungkap Farid.

Melalui program CSR perusahaan, lanjut Farid, pihaknya membangun “kandang” raksasa bagi burung tersebut di kaki Gunung Halimun Salak.

Di dalam ekosistem, lanjut Farid, Elang Jawa mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai indikator terjaganya suatu kawasan hutan. Secara umum, habitat Elang Jawa berada pada hutan primer dan sebagian kecil hutan sekunder yang berdekatan/ berbatasan dengan ecotone.

“Menurun atau meningkatnya jumlah Elang Jawa ini menjadi salah satu indikasi utama kualitas ekosistem di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak tempat populasi Elang Jawa itu berada,’ katanya
Selama program ini dijalankan, menurut Farid di kandang PPLI berhasil dua kali melakukan penetasan anakan Elang Jawa.

PPLI akan terus terlibat dalam program konservasi Elang Jawa ini hingga kembali memiliki populasi yang besar.

“Kita targetkan minimal 5 tahun bisa terjadi peningkatan populasi yang signifikan,” ujarnya seraya mengungkapkan dokumen MOU antara pengelola Taman Nasional Gunung Salak dan PPLI sejak 2019.n

** Mochamad yusuf

Duh, Korban Kebakaran tak Kunjung Dapat Bantuan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto, disela kegiatan resesnya menemukan adanya dua unit rumah di Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat yang belum mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Kota Bogor.

Rumah pertama yang disambangi oleh Iwan adalah kediaman milik Entut di RT 02, RW 06, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat. Atap rumah yang bolong, tembok penuh dengan bercak hitam sisa kebakaran dua tahun silam, menjadi gambaran tempat tinggal milik bu Entut.

“Kondisi rumah ini sangat memprihatinkan. Saya akan minta kepada Kadis Perumkim dan DInas Sosial untuk langsung mengintervensi rumah bu Entut ini. Dua tahun lalu jadi korban kebakaran, namun sayangnya hingga hari ini tak kunjung dapat bantuan. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Iwan, Selasa (7/2).

Lalu, rumah kedua yang disambangi oleh Iwan adalah kediaman milik Aci di RT 03, RW 06 Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat. Tempat tinggal seorang janda ini, nyatanya tak kunjung dapat perbaikan. Meski sudah mengajukan beberapa kali melalui kelurahan. Nyatanya, program RTLH dari Pemerintah Kota Bogor, belum juga ia rasakan.

Iwan pun menyayangkan program yang seharusnya bisa dirasakan manfaatnya oleh warga miskin yang membutuhkan, namun tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh warga di Kelurahan Loji.

“Jadi memang proses pengajuannya perlu diperbaiki. Pemkot harus tahu mana yang prioritas. Kondisi rumah Bu Aci ini sudah sangat tidak layak. Nanti akan saya sampaikan ke dinas-dinas terkait untuk segera memberikan intervensi,” pungkasnya.n Fredy Kristianto

Parah! Narapidana Ajarkan Residivis Narkoba Racik Tembakau Sintetis

0

Bogor | Jurnal Bogor

Seorang narapidana yang masih mendekam di dalam penjara nekat mengajarkan Azis Suherman (35), residivis kasus narkoba untuk meracik tembakau sintetis melalui video call.

Diketahui, Azis memproduksi tembakau sintetis di kontrakannya di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Dalam penangkapan itu, polisi menyita 2 kilogram sintetis siap edar. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah cairan kimia untuk campuran tembakau.

“Seorang tersangka memproduksi dan meracik sendiri tembakau sintetis kami tangkap,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Selasa (7/3).

Menurut dia, Azis merupakan residivis dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Sebelumnya, ia sempat mendekam di Lapas Paledang Bogor selama 3 tahun 11 bulan, dan baru dibebaskan pada 12 September 2022.

“Nggak lama setelah keluar penjara, produksi tembakau sintetis,” jelas Kapolresta.

Kombes Pol Bismo menegaskan bahwa barang haram itu diracik menggunakan cairan kimia sehingga efeknya lebih parah dari ganja biasa. Adapun cairan kimia untuk mencampur tembakau diantaranya cairan lem acrilyc, metanol, alkohol absolut, dan aseton.

“Pelaku ini meracik sendiri ganja sintetis dan untuk dijual. Campuran ganja sintetis ini sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Agus Susanto menegaskan bahwa Azis mengaku meracik ganja sintetis itu dipandu oleh seorang narapidana yang masih mendekam di penjara bernama Deni.

“Jadi Deni di dalam penjara memandu Azis meracik lewat video call. Yang punya keahlian itu si Deni,” jelasnya.

Selain memandu, sambung dia, Deni juga yang menyediakan bahan-bahan kimia cair, antara lain, penguat rasa, alkohol absolute, cairan lem acrilyc, cairan metanol, alkohol absolut, dan cairan aseton dan bahan kimia lain.

“Ia yang memesan bahan-bahan kimia dari dalam lapas untuk untuk si Azis,” paparnya.

Lebih lanjut, kata dia, Azis mengaku baru memproduksi 2 kilogram tembakau sintetis. Saat ini, pihaknya sedang memburu pelaku bernama Deni yang berperan sebagai pemandu.

“Informasi dari Azis seperti itu, tapi kami belum tahu dimana keberadaan Deni. Masih di dalami,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Pemkot Lelangkan Posisi Kepala Dinas PUPR dan Diarpus

0

Bogor | Jurnal Bogor

Seleksi terbuka atau open bidding pada dua posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau kepala dinas resmi dibuka Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada Rabu (8/2).

Seperti diketahui, pasca rotasi dan promosi pejabat di lingkungan Pemkot Bogor, beberapa waktu lalu. Wali Kota Bima Arya memilih mengosongkan dua posisi kepala dinas, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus).

Menurut Bima, pendaftaran untuk posisi dua kepala dinas akan dibuka pendaftarannya untuk seluruh Indonesia. Ia pun meminta agar ASN di Kota Bogor yang masuk secara persyaratan untuk ikut serta dalam seleksi tersebut.

“Saya dorong semua untuk mendaftar silakan. Terutama eslon IIIA karena ini open bidding, berarti yang bawah bisa naik,” katanya kepada wartawan, Selasa (7/2).

Bima mengatakan, khusus Dinas PUPR, orang yang akan menjabat adalah mereka yang dapat memastikan semua pekerjaan fisik di Kota Bogor mempunyai kualitas, tepat waktu, dapat menyerap anggaran maksimal serta tidak dapat diintervensi.

“Jadi prinsipnya harus transparan, dan sesuai dengan sistem,” ungkap Bima.

Lebih lanjut, ia mengaku akan lebih selektif dalam proses open bidding, sebab banyak program prioritas yang harus berjalan pada tahun anggaran 2023.

“Jadi ada 11 program prioritas, pedestrianisasi, pemenuhan jalan, Pembangunan Jembatan Otista, RSUD, dan sebagainya,” tegasnya.

Diketahui, sebelumnya jabatan Kepala Dinas PUPR diduduki oleh Chusnul Rozaki, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Sementara Diarpus sebelumnya dipimpin Agung Prihantono yang kini dijadikan staf ahli.* Fredy Kristianto

Nasib RSUD Parung Terkatung-katung

0

2023 tak Ada Alokasi Anggaran

Cibinong | Jurnal Bogor

Proyek RSUD Utara Parung, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian khusus dari Ketua Komisi IV DPRD Fuad Khalim. Menurut politisi PDI Perjuangan, karena proyek puluhan miliar tersebut bakal mandek apabila kasus ini lambat diputuskan.

“Sebetulnya sudah kami rencanakan untuk anggaranya. Tapi karena tersangkut kasus hukum akan tunda sampai selesai,” terangnya kepada Jurnal Bogor, Selasa  (07/02).

Lanjut Fuad, apabila kasus tersebut selesai pada tahun berjalan 2023 ini akan masuk dalam rancangan anggaran perubahan dan itu tidak besar.

“Sebetulnya, keberadaan RSUD Utara Parung sangat ditunggu oleh masyarakat. Karena diharapkan menjadi fasilitas kesehatan diwilayah setempat,” ujarnya.

Fuad menyampaikan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor mengklaim setiap harinya tak kurang dari 500 hingga 600 pasien rawat jalan untuk mendapatkan kesehatan dari RSUD Parung.

Kendati begitu berbanding terbalik dengan hasil reportase Jurnalis Jurnal Bogor ketika manyambangi lokasi RSUD yang berada di wilayah Kecamatan Parung tersebut.

“Data terakhir yang kami terima 500 sampai 600 pasien rawat jalan. Data ini dari Kadinkes. Tapi apabila sepi, akan kami kroscek kembali ke lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Fuad melanjutkan, karena kasus hukum itu layanan jadi tersendat. Padahal, kata Fuad, pihaknya sudah mewanti – wanti agar pyoyek tersebut kedepan tidak terjadi masalah.

“Tapi apa boleh buat pihak ke tiga pun membuat masalah dengan mark up anggaran sehingga terjadinya keterlambatan,” terangnya.

Diprediksi, kata Fuad, apabila kasus ini lambat, tahun ini tidak ada anggaran untuk RSUD tersebut.

** Yosan Hasan | Moch Yusuf

Reses Dewan Achmad Fathoni Dihadiri Ratusan Peserta 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Reses Masa Sidang II DPRD Kabupaten Bogor, Anggota DPRD Kabupten Bogor Achmad Fathoni menggelar kegiatan resesnya di Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (06/02/23) malam.

Reses hari pertama yang diadakan di kediaman Muchlis berjalan dengan kondusif dan dihadiri oleh ratusan peserta.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Gunung Putri, Engkar Karyana mewakili Camat menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Achmad Fathoni yang tidak pernah absen dari kegiatan pengabdiannya sebagai anggota dewan.

“Setiaap hari saya lihat statusnya penuh kegiatan kedewanan,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (07/02/23).

Sementara Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra juga turut menyampaikan terima kasih atas perjuangan dan pengawalan program-program untuk Desa Ciangana.

“Sampai Kepala Dinas menyampaikan ke saya, pak Dewan ini diapain sampai ngawal programnya betul-betul luar biasa, ngejar-ngejar terus,” ujar Udin Saputra.

Dalam sesi dengar pendapat, Fathoni menyampaikan permintaan maaf jika belum maksimal dalam memperjuangkan aspirasi warga Ciangsana. Menurutnya, sejak dia menjabat, sudah memperjuangkan berbagai program. Namun Qadarullah kena refocusing karena pandemi.

” Alhamdulillah awal tahun ini drainase yang menyambungkan Dusun 1, 2 dan komplek AL sudah dimulai, dan insya Allah 2 drainase lingkungan senilai 400-an juta serta 1 TPT senilai 900-an juta akan terealisasi dalam waktu dekat ini,” ujar Fathoni sapaan akrabnya.

Politisi PKS tersebut pun menyampaikan, tahun 2023 ini akan mengalokasikan pokirnya, sebesar 1 miliar untuk pembinaan dan sarana KRL, dan 1 miliar lagi untuk pelatihan kerja pemuda.

“Saya akan kawal agar Desa Ciangsana bisa dapat 2 program pelatihan KRL dan memberi kesempatan pemuda-pemudi Ciangsana ikut pelatihan kerja berlisensi atau sertifikat selama 30 hari,” bener Aleg dapil 2 tersebut.

Selain itu, sambung dia, melalui reses ini dirinya berharap bisa menyerap usulan dan aspirasi warga. Lalu usulan-usulan melalui reses menjadi usulan resmi yang menjadi dasar penyusunan APBD. Dalam kesempatan tersebut Ketua DMI Ciangsana H.Darma Agusman Putra turut menyampaikan usulan pembebasan beban listrik untuk masjid serta perbaikan akses jalan serta pagar ke makam.

” Untuk peserta yang tidak sempat menyampaikan langsung akan diberikan form usulan untuk diisi dan akan menjadi materi usulan atau aspirasi hasil reses-reses berikutnya,” pungkas Fathoni.

Acara semakin meriah dengan adanya lontaran2 pantun yang diawali dari Dewan Achmad Fathoni,

Ikan pepes sambel terasi

Ditambah babat jadi nikmat

Lakukan reses serap aspirasi

Terus berkhidmat untuk rakyat

Di stasiun aku menanti

Menjemput Sang kekasih yang sangat dirindukan

Beberapa tahun aku berbakti

Saya ucapkan terima kasih dan mohon dimaafkan

Jalan sehat setiap pagi

Cipta suasana untuk kesehatan

Mari semangat untuk bersinergi

Bangun Ciangsana gapai kemajuan”.

Pantun dewan ini dibalas Kadus 1, 2 dan Kades saat dialog,

“Punya bini orang bekasi

Untuk Pak Fathoni terima kasih

Beli karung goni ke Bekasi

Buat Pak Fathoni kami ucapkan terima kasih”.

** Nay Nur’ain

TPT Huntap Dibangun Tahun Ini

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi hunian tetap (huntap) yang terdampak longsor tepatnya di Kampung Legok Heulang, Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor akan segera dibangun. Kepastian ini diperoleh dari keterangan anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung yang belum lama ini telah komunikasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP).

DPKPP sudah merencanakan, 2023 ini di kawasan Hunian tetap Malasari akan segera dibangun TPT.

“Pihak DPKPP menyatakan akan segera membangun TPT di tahun ini,” ujar Permadi Dalung kepada Jurnal Bogor, Selasa (7/2).

Tak hanya TPT yang mesti dibangun, kata Permadi Dalung, berikut beberapa bangunan hunian tetap mengalami rusak berat akibat amukan angin kencang yang terjadi pada Sabtu (4/2) harus menjadi perhatian serius dinas terkait.

“Jadi dinas terkait harus segera melakukan penanganan pada beberapa rumah yang rusak itu,” pinta wakil rakyat ini.

Sebelumnya diberitakan, penghuni hunian tetap Antawi menceritakan saat kejadian dirinya dalam tertidur lelap. Diaterbangun setelah mendengar suara atap yang menggunakan rangka baja ringan itu ambruk akibat tertiup oleh angin yang sangat kencang.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun sekitar ada tiga bangunan hunian tetap atapnya hancur berantakan.

“Akibat tiupan angin yang sangat kencang mengakibatkan sebanyak tiga huntap mengalami rusak parah di bagian atap,” katanya.

Dia menilai, bahwa kejadian tersebut selain oleh angin kencang diduga disebabkan bangunan huntap tidak kokoh, bahkan kini warga yang lain khawatir akan terjadinya hal yang serupa.

** Arip Ekon

Terbakar Si Jago Merah, Satu Kandang Ayam di Pamijahan Rata dengan Tanah

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Akibat dari pemanas serbuk, satu kandang peternakan ayam milik warga Kampung Pasarean Pelton RT 02/02 Desa Pasarean, Pamijahan, Kabupaten Bogor hangus terbakar. 

Kejadian tersebut terjadi, Selasa (7/2) sekitar pukul 06.05 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian nahas itu. 

“Tim datang ke lokasi 06.20 dan selesai untuk penanganan kebakaran pukul 09.30 WIB, menurunkan dua unit sektor Leuwiliang dan dibantu satu unit sektor Ciomas,” ungkap Komandan Sektor Leuwiliang Edi Sukmayadi ketika dikonfirmasi wartawan.

Objek yang terbakar satu kandang ayam dan penyebab kebakaran akibat pemanas serbuk.

 “Proses pemadaman terjadi hambatan di lapangan karena lokasi masuk gang kecil dan susahnya sumber air,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan saat ini proses sudah selesai ditangani tinggal pembersihan material dibantu warga sekitar.

“Yang menangani unit 16, unit 28 dan perbantuan satu unit sektor Ciomas, untuk sekarang tim sudah selesai penanganan,” pungkasnya.

** Andres 

Kepala Kantor BPN Bogor 2, Wilayah Bogor Timur Berupaya Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Banyaknya persoalan tanah dan pembuatan sertifikat yang tak jarang menjadi polemik karena lamanya pelayanan, hingga memakan  waktu yang cukup lama, membuat Pemda Kabupaten Bogor berinisiatif untuk memberikan pelayanan terbaik dengan mendekatkan pelayanan untuk bidang pertanahan.

Kepala Kantor (Kakan) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bogor 2 wilayah Bogor Timur Uunk Din Parunggi menjelaskan, pada dasarnya BPN di Bogor itu menjadi dua, yang pertama luas wilayahnya dan penduduknya sangat banyak, yang mengakibatkan proses layanan di kantor pertanahan Bogor 1 membludak.

“Sehingga kantor pertanahan berinisiatif untuk mendekatkan layanan,  karena  warga yang berasal dari Kecamatan  Jonggol, Sukamakmur, Cariu jika harus ke Cibinong akan memakan waktu yang cukup lumayan. Oleh karena itu kita berinisiatif untuk mendekatkan layanan sehingga ada kantor BPN di wilayah Cileungsi,” ujar Uunk sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Selasa ( 07/02/23).

Ternyata, sambung Uunk, tanggapan masyarakat sangat luar biasa, sehingga ditindaklanjuti dengan mendefinitifkan Bogor 2 yang meliputi  7 kecamatan yakni, Gunung Putri, Klapanunggal, Sukamakmur, Cariu, Jonggol, Tanjungsari dan Cileungsi yang ada di wilayah Bogor Timur.

“Pada dasarnya kami ingin melayani masyarakat Bogor Timur dengan baik, agar layanan pertanahan mereka juga seimbang dengan Bogor Tengah yang ada di Cibinong. Nantinya wilayah Bogor Barat pun akan dibuatkan Kantor BPN seperti Bogor Timur, karena untuk warga yang berada diperbatasan sana jika harus ke Cibinong itu jauh sekali, sehingga masyarakat bisa lebih dekat dalam mengajukan layanan pertanahan,” jelasnya.

Di Bogor Timur sendiri, lanjut Uunk,  Untuk persoalan sengketa, dirinya tidak melihat sisi sengketanya. Dia mengutamakan dari sisi pelayanan yang harus dilakukan kepada masyarakat dengan baik, untuk masalah sengketa itu memang bawaan, dan itu nanti akan diselesaikan secara perlahan.

“Kalo dari awal kita datang sudah men-just sengketa, berarti kita sudah mendiskreditkan berarti disitu ada sengketa, tujuan kami datang kesini yang utama adalah untuk memperbaiki layanan, terlepas adanya masalah sengketa nanti kita selesaikan bersama, karena sengketa lahan itu tidak bisa dihilangkan, hanya bisa diminimalisir,“ paparnya.

“Salah satu yang menjadi persoalan adalah pembuatan sertifikat yang berlarut, untuk proses pembuatan  sertifikat  sendiri, jika berkas komplit sudah masuk ke BPN, untuk pengakuan itu memang ada tahapan yang tidak bisa terlewati. Itu pengumuman kulang lebih satu bulan (30 hari), itu tidak bisa terlewatkan,” sambungnya

Lebih lanjut Uunk menjelaskan, karena memang kita belum bisa melayani masyarakat dengan baik, jika dihitung estimasi waktu untuk proses pengakuan hak itu maksimal dua bulan. Apalagi untuk persoalan tanah yang datanya masih nyangkut di BPN Bogor 1, diakuinya agak masih ribet dan pelan-pelan akan diperbaiki semuanya.

“Untuk saat ini saya itu tanda tangan berkas yang harusnya ditandatangani oleh Kepala Kantor terdahulu, karena mungkin mereka hanya sebentar belum sempet tanda tangan tapi sudah diganti, akhirnya saya yang tanda tangan, dan itu kita coba cek perlahan, yang tadinya pengakuan itu bener-bener macet sekarang udah mulai kelar,” ungkapnya.

Dirinya berharap kedepannya untuk administrasi pertanahan khusunya di wilayah Bogor Timur bisa membaik, dan untuk  persoalan proses pembuatan  sertifikat yang selama 1 tahun belum juga selesai. “Mudah-mudahan dalam kepemimpina saya tidak terjadi lagi. Kendala pelayanan kurang maksimal juga ialah persoalan gedung atau tempat untuk kami belum ada, ini hanya gedung sementara, sedangkan kita melayani layanan satu bulan sebanyak 9000 layanan. Dengan personil yang terbatas, kita mau tambah orang tapi terkendala tempat, seiring akan kita perbaiki nanti,” bebernya.

Rencana kedepan, BPN Bogor 2 akan menyewa tempat  di Citra Indah Jonggol, dan berharap entah dari Pemda Bogor atau dari pusat diajukan untuk pembangunan gedung. “Jika sudah itu terealisasi insya Allah kita bisa menambah pegawai, layanan bisa lebih cepat. Patokannya adalah personil,“ pungkas Uunk mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Membahayakan, Jembatan Cinunggul Berlubang

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Jalan raya Kalongliud-Bantarkaret tepatnya di Jembatan Cinunggul, Kampung Bongas RT 03 RW 05, Kecamatan Nanggung mengalami kerusakan berlubang cukup dalam.

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman menjelaskan, kondisi tersebut terjadi abrasi, mengakibatkan pondasi bawah jembatan jebol terkikis air, sehingga terjadi jalan tersebut berlubang. 

“Jembatan tersebut berada di bagian batas Desa Kalongliud – Pangkal Jaya, sudah 5 hari yang lalu terjadi abrasi,” katanya.

Saat ini jalan menuju ke perusahaan PT Antam pongkor itu rawan untuk dilewati. Kendati pengguna jalan bisa digunakan sebelah. 

“Karena kondisi di bawah aspal  nyaris tidak ada tanah penyangga, sehingga sangat rawan untuk di lewati kendaraan,” papar Jani, saat dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (7/02/2023).

Jembatan yang dibangun sekitar pada  tahun 1985 itu. Jadi kata Jani, sangat layak untuk dibangun total. Karena  jalan tersebut satu- satunya menuju ke perusahaan PT. Antam TBK UBPE Pongkor yang setiap harinya di lewati kendaraan besar seperti bus, dan truk tronton.

“Sepengetahuan kami, jembatan tersebut sudah puluhan tahun belum pernah dilakukan pembangunan, saya berharap perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mengingat jembatan itu bagian dari aset Pemkab,” paparnya.

Terlihat di lokasi  warga sekitar lakukan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi hal yang diinginkan bagi pengguna jalan.

“Saya berharap ingin segera dipercepat dilakukan perbaikan, jangan lama-lama supaya tidak menelan korban terhadap penggunaan jalan,” tukas salah satu warga Ahmad. 

** Anders