Pelaku mutilasi yang bagian badan tubuh korban dibuang didalam koper berwarna merah pada Rabu, 14 Maret 20223 pekan kemarin diduga dilatarbelakangi hubungan sex menyimpang.
Penemuan potongan tubuh manusia dalam koper berwarna merah di Kampung Baru, Desa Sinabangsa, Kecamatan Tenjo yang sempat bikin geger masyarakat masih terus didalami Polres Bogor.
Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya telah menetapkan DA (35) sebagai pelaku pemutilasi R yang potongan tubuhnya dimasukan dalam koper warna merah dan dibuang di wilayah Tenjo.
“Untuk sementara pelaku mengaku membunuh R dengan senjata tajam karena dipaksa untuk hand job korban. Pembunuhan tersebut dilakukan di apartemen korban di wilayah Tangerang,” ujar AKBP Iman kepada Wartawan, Sabtu (18/3).
Ia menambahkan, DA memutilasi setelah menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam.
“Karena kebingungan membuang mayat korban, pelaku lantas memotong bagian kepala dan kedua kaki korban dengan mesin gerinda. Bagian badan dan tangan yang dimasukan dalam koper lalu dibuang di Tenjo,” katanya.
Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya menjerat DA dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pembunuhan berencana.
“Tersangka DA dikenakan Pasal 338 dan/atau 340 KUHP tentang pembunuhan dan/atau pembunuhan berencana. Dia terancam hukuman mati,” tandasnya.
Jakarta | Jurnalbogor Sosok dokter Rayendra kembali menjadi perbincangan warga kota Bogor. Gambar wajahnya kini sudah ada di sejumlah titik strategis kota Bogor. Pesan yang disampaikannya pun sederhana namun mendalam, “Sehat warganya Glowing Kotanya”.
Rayendra yang lahir dari keluarga sederhana, 27 Maret 1978 kini dikenal sebagai dokter spesialis kulit di kota Bogor dan sekitarnya. Ia tumbuh besar dan menempuh pendidikan SD hingga SMA di Kota hujan, lalu diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung dan keterusan hingga meraih 4 ijazah dari kampus tersebut.
Rayendra tumbuh besar dengan didikan Ayahnya yang merupakan seorangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Ia pun mengaku sangat ingat saat masa remajanya yang tak pernah sedikitpun bercita-cita menjadi seorang dokter. Kala itu, dirinya justru ingin menjadi juru masak (chef).
“Sebetulnya, saat saya lulus SMA 3 Bogor maunya jadi chef. Tapi, Bapak saya yakin betul dengan keinginan agar anaknya jadi dokter,” kenang Reyandra.
Sang bapak meyakinkan Rayendra dengan pemikiran yang simple. “Bapak selalu bilang begini ‘kalau kamu jadi dokter paling tidak kamu enggak susah nyari kerja’,” ujar Rayendra.
“Entah kenapa insting Bapak dan Ibu sangat yakin bahwa saya akan diterima di FK Unpad dan menjadi dokter. Padahal saat itu saya tidak terpikir sedikit pun,” imbuhnya.
Status sebagai dokter umum-pun akhirnya berhasil diraih. Bapak dan Ibunya sangat bangga. Jalur dokter spesialis pun ditempuh. Program Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin UNPAD menjadi pilihannya. Kini, Rayendra memiliki tiga klinik kecantikan yang dibangun secara mandiri.
Tentunya tidak ada sukses yang instan. Setelah kembali ke Bogor, ayah empat anak ini buka praktik kecil-kecilan di sebuah apotek dan rumah sakit. Hampir 11 tahun. Banyak pelajaran dari hal yang dijalaninya hingga lebih dari satu dekade itu. Pengalaman inilah yang membuat suami dari Siti Rahmah Fitria itu membuat klinik kecantikan bernama “Rayendra Dermatology & Aesthetic Center” pada 2013. Hingga terus berkembang dan kini memiliki tiga cabang. Dua di Kota Bogor dan satu cabang di Kota Tangerang Selatan.
“Alhamdulillah. Saya itu orangnya suka tantangan dan selalu terus berupaya mengembangkan potensi diri,” tuturnya.
Tak hanya itu, Rayendra juga kini dikenal sebagai salah satu figur atau sosok yang berpotensi menggantikan Wali Kota Bogor Bima Arya. Kini nama Rayendra dikenal sebagai salah satu sosok yang dinilai berpotensi menggantikan Wali Kota Bima Arya pada 2024 nanti. Ia pun menyatakan diri serius terjun ke belantika politik.
Karena Bima sudah dua periode memimpin kota Bogor. Nama Rayendra sendiri sebetulnya sudah tidak asing lagi di lingkungan pendidikan dan kesehatan, khususnya di Kota Bogor. Pasalnya, ia kerap menjadi pembicara seminar di berbagai tempat dan rajin memberikan edukasi kepada masyarakat umum.
Dalam salah satu seminarnya, Rayendra memberikan edukasi kepada para pelajar tentang kepemimpinan dan pengembangan diri lewat media sosial. Ia juga merupakan founder Rayendra Dermatology dan Aesthetic Center.
Rayendra yang kini sudah berusia 45 tahun tersebut merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta atau UIN Jakarta. Lulusan SMAN 3 Bogor ini juga dikenal hobi sekolah. Meskipun titelnya sudah berderet-deret, dia masih terus menimba ilmu di perguruan tinggi. Saat ini, Rayendra mengambil program magister (S2) hukum di Universitas Pakuan (Unpak) Bogor.
Padahal, sebelumnya dia sudah meraih gelar magister kesehatan di Universitas Padjadjaran pada 2009. Tak hanya itu, dia juga telah menyelesaikan program doktoral di IPB University pada 2017.
Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. di Pengadilan Negeri Bogor berakhir di Komisi Yudisial RI. Dalam keterangan pers Kantor Firma Hukum Edy Suhendar & Paralegal Lembaga Hukum Indonesia, Jumat (17/3/2023), LHI menyebutkan, perkara ini berawal dari adanya utang-piutang atau fasilitas pinjaman dana antara Debitur Kusmana dengan PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. selaku kreditur.
Saat kondisi usaha Kusmana sedang naik daun, dan memiliki rekening tabungan yang bagus secara cashflow di PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Berulang kali sales atau marketing BRI menawarkan pinjaman dana untuk mengembangkan usaha toko material dan alat bangunan yang dijalankan. Kepiawaian sang sales pun untuk meyakinkan bahwa pinjaman BRI sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha dengan jaminan atau anggunan sertifikat toko material yang dimiliki oleh Kusmana. Hingga akhirnya, Kusmana tertarik dengan penjelasan Diki sebagai marketing BRI Cabang Pajajaran Bogor.
Fasilitas pinjaman yang diberikan yaitu program rekening koran (PRK) sebesar Rp. 800.000.000 pada tahun 2018. Dan debitur pun hanya mengeluarkan sejumlah uang diawal sebesar Rp. 10.000.000 untuk biaya provisi, administrasi dan asuransi.
Pinjaman Rekening Koran (PRK) Debitur Kusmana ke PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Cabang Bogor berjalan baik, bahkan sampai diperpanjang sebanyak 2 kali, tahun 2019 dan 2020 dengan angsuran sebesar Rp 9.400.000. Namun, siapa sangka akan terjadi musibah massal pendemi covid 19 di pertengahan tahun 2020 dan berlalu lama.
Musibah pendemi tersebut meluluh-lantahkan perekonomian dan kegiatan sosial di masyarakat, yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut Kusmana, “saat itu orang jangankan untuk membangun rumah, bahkan untuk mencari makan pun sangat sulit. Karena apa-apa dibatasi oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.”
Keadaan tersebut sangat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat termasuk terhadap bahan bangunan. Ketidaksiapan bahkan kepanikan pun semakin nyata, ketika pendemi covid 19 tersebut berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Usaha yang selama ini dikembangkan oleh Kusmana pun, yaitu penjualan material atau toko bangunan semakin lama malah semakin nyusut tergerus oleh gaji karyawan dan operasional lainnya.
Muaranya, di tahun 2021 Kusmana sudah tidak sanggup membayar angsuran pinjaman ke PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Sales atau pihak karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Yang tadinya datang secara baik-baik pun berubah menjadi sangar dan tanpa rasa belas kasian. Mereka menyarankan ke Kusmana untuk menjual aset atau toko tersebut supaya utangnya ke BRI sanggup dibayarkan.
Proses penjualan pun dengan arahan karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. coba dijalankan. Akan tetapi, lagi-lagi dimasa pendemi siapa orang yang mau beli aset sesuai harga pasar, yang ada semuanya beramai-rami jual aset kata Kusmana.
Namun Kusmana seperti tersambar petir di siang bolong. Pada tahun 2022. Bukannya pembeli yang diharapkan yang datang, malah datang orang mengaku-ngaku sebagai pemenang lelang aset tersebut, yang bernama Herman. Ketika coba dikonfirmsi oleh Kusmana ke pihak bank BRI, dari pihak BRI menjawab, “sekarang bukan urusan kami lagi, silahkan langsung berurusan dengan Pak Herman saja.” Begitu jawaban diujung telepon dari pihak kredit Bank BRI.
Ditengah kebingungan atas perlakuan dari pihak BRI Cabang Bogor, Kusmana disarankan oleh kawannya untuk meminta bantuan mencari perlindungan atau keadilan ke Kantor Firma Hukum Edy Suhendar & Paralegal Lembaga Hukum Indonesia yang berkantor di Depok, Jawa Barat.
Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. pun dilayangkan melalui kompetensi relatif Pengadilan Negeri Bogor pada medio Januari 2023 dengan Register Perkara Nomor : 15/Pdt.G/2023/PN Bgr.
Pada sidang pertama, Selasa, 31 Januari 2023, penggugat hadir dan tergugat tidak hadir, dengan agenda verifikasi legal standing. Selanjutnya, sidang kedua pada sidang kedua pada Kamis, 09 Februari 2023 penggugat hadir dan tergugat tidak hadir dan Penasehat Hukum Penggugat menyampaikan kepada Majelis Hakim, sesuai aturan 125HIR apabila Tergugat tidak hadir pada sidang selanjutnya atau sidang ketiga maka Majelis Hakim untuk mengambil keputusan Verstek, dan Majelis Hakim pun mengamini dan pasti akan mengambil putusan Verstek.
Pada sidang ketiga Kamis, 16 Februari 2023, Penasehat Hukum Penggugat hadir, dan Tergugat diwakili utusannya yaitu karyawan hadir dengan surat tugas dari Kepala Cabang BRI Bogor Pajajaran. Penasehat Hukum Penggugat keberatan dengan kehadiran utusan karyawan dari PT. BRI karena tidak memiliki legal standing yang sesuai aturan, harus memiliki surat kuasa langsung dari Direktur dan membawa atau dilengkapi akta pendirian dan perubahan perusahaan.
Keberatan Penasehat Hukum tergugat disetujui dan dicatat oleh Majelis Hakim, bahkan Majelis Hakim menanyakan kepada kedua orang karyawan BRI tersebut apakah masih mau duduk di tempat tergugat atau di kursi pengunjung. Akan tetapi, Majelis Hakim masih memaksakan kepada Penasehat Hukum Penggugat untuk melakukan mediasi yang dpimpin oleh Hakim Mediator, Deva Indah, SH.
Disaat sidang mediasi, prinsipal Kusmana selaku Debitur Hadir di dampingi kuasanya, dan Prinsipal Tergugat yaitu Direktur BRI tidak hadir dan utusannya yang tidak memiliki legal standing duduk mewakili pihak BRI. Mediasi berakhir gagal karena tidak dihadiri prinsipal tergugat. Disaat yang bersamaan, Penasehat Hukum Penggugat Kusmana melayangkan Surat Keberatan dan Permohonan Verstek kepada Majelis Hakim perkara a-quo.
Selanjutnya pada sidang kelima Kamis, 2 Maret 2023 berakhir ricuh. setelah diketuk palu sidang dinyatakan dibuka oleh Ketua Majelis Hakim, UKP. SH.,MH., sebelum masuk ke pokok perkara, Penasehat Hukum Penggugat melalui Advokat Edy Tjahjono, SH. mempertanyakan; permohonan Verstek dari Penggugat. Akan tetapi Majelis Hakim menyampaikan bahwa sidang akan dimulai masuk ke pokok perkara.
Penasehat Hukum Penggugat tetap menolak untuk melanjutkan sidang ke pokok perkara dikarenakan sidang seharusnya sudah diputus verstek disaat sidang ketiga, dikarenakan tergugat sudah tidak hadir sebanyak 3 kali persidangan. Oleh karena itu, sesuai 125 HIR maka sidang harus diputus verstek. Hakim Anggota HE., SH.,MH. menyatakan bahwa sesuai dengan buku Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Syarifudin, SH.,MH. maka siapa saja karyawan atau utusan boleh mewakili perusahaan baik diluar dan didalam persidangan.
Perselisihan pun semakin runcing karena perbedaan pendapat tersebut. Penasehat Hukum Penggugat menyatakan berdasarkan 125 HIR Jo. Pasal 1 angka 5, 92, 97 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Jo. Perma No. 1 Tahun 2016 Pasal 6 angka 1 disaat mediasi.
Suhendar melaporkan aduan ke KY
Sedangkan Majelis Hakim tetap berdasarkan buku Ketua MA yang berjudul Small Claim Court hal. 101. Akhirnya karena perselisihan pendapat tersebut tidak menemukan titik temu, Ketua Majelis Hakim mengetuk palu berkali-kali dan akan mengeluarkan Penasehat Hukum penggugat apabila tidak mau menerima pendapat Majelis Hakim.
Akhirnya, Penasehat Hukum Penggugat pun keluar dari persidangan dikarenakan Majelis Hakim memaksakan / tidak bersifat netral atas kehadiran utusan karyawan Bank BRI yang tidak memiliki legal standing/ ilegal tersebut pun untuk hadir dan duduk dikursi Tergugat.
Untuk mencari kepastian hukum, Tim Penasehat Hukum Penggugat melayangkan laporan atau aduan atas Pelanggaran Etika Hakim ke Komisi Yudisial RI sesuai dengan kewenangan KY; Pasal 20 Angka 1 Huruf e, KY dapat mengambil langkah hukum dengan 2 alat bukti cukup, Majelis Hakim PN Bogor dapat diproses hukum, karena telah melanggar 421 KUHPidana Jo. UURI No. 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman. Hal itu, demi tegaknya hukum tanpa pandang bulu sesuai azas Equality Before The Law.
Pemerintah Kabupaten Bogor, cairkan bonus atlet dan pelatih peraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV, dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2022.
Penyerahan bonus langsung diserahkan Plt Bupati Bogor, H Iwan Setiawan, di Renotel Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Jumat (18/3/2023).
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP, menjelaskan, perolehan medali Kontingen Porprov Kabupaten Bogor, berjumlah 385, dengan rincian 139 medali emas, 130 medali perak, dan 123 medali perunggu.
Sementara perolehan medali Kontingen Peparda sebanyak 355 medali, dengan rincian 209 medali emas, 92 medali perak, dan 54 medali perunggu.
Selain itu, Asnan mengatakan, tujuan dari pemberian bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali di ajang Porprov dan Peparda Jabar 2022, merupakan apresiasi dan penghargaan serta sebagai , sebagai wujud rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada para atlet, pelatih, asisten pelatih, official maupun manajer kontingen ‘Bumi Tegar Beriman’ yang telah berjasa mengharumkan nama Kabupaten Bogor dikancah Porprov dan Peparda Jabar 2022.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut serta berperan memajukan prestasi olehraga di Kabupaten Bogor. Dan kami juga berharap, bonus yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor kepada atlet dan pelatih ini, dapat memicu semangat dan jadi motivasi untuk berprestasi di ajan olahraga yang lebih tinggi dimasa yang akan datang,” kata Asnan AP.
Ditempat yang sama Plt Bupati Bogor, H Iwan Setiawan, menyampaikan, bahwa apa yang sebelumnya dijanjikan Pemkab Bogor, sudah terealisasikan kepada para atlet dan pelatih.
“Alhamdulillah, terim kasih dengan APD dan juga Kadispora yang terus mendorong bagaimana segera sebelum puasa bonus atlet dan pelatih ini bisa segera dicairkan,” kata Iwan Setiawan.
Meski demikian, Plt Bupati Bogor, menegaskan, kaitan dengan pajak bonus, dirinya meminta tolong diselesaikan dengan prosedur dan aturan yang berlaku.
“Kalau pajak itu sudah diatur dalam undang undang. Jadi ada proses perhitungan yang menurut versi kita benar, tapi versi yang lain kurang pas. Jadi saya minta urusan pajak ini harus lebih ekstra hati-hati,” kata Iwan menjelaskan.( asep syahmid)
Bangunan pondok pesantren Nurul Hidayah Tahtasama yang terletak di Kampung Sadeng RT 02 RW 02, Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor terbakar dilahap si jago merah.
Video kebakaran hebat itu beredar di grup perpesanan WhatsApp, terlihat warga panik dan mencoba memadamkan api yang membumbung tinggi dengan kepulan asap.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/3/2023) sekitar pukul 11.44 WIB yang mana warga dan santri hendak melaksanakan sholat Jumat.
Dua unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) dari sektor Leuwiliang diterjunkan. Api dapat dipadamkan sekitar setengah jam oleh anggota damkar.
Komandan Regu (Danru) Damkar Leuwiliang Refgi Raulian mengatakan, diduga api berasal dari korsleting listrik dari bagian lantai atas, api begitu cepat menjalar karena bangunan terbuat dari kayu.
“Bangunan permanen, tapi bagian lantai dua dari kayu,” katanya.
Beruntung kata dia, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun pondok pesantren milik KH. Syafieq Kholqy itu sebanyak 7 ruangan nyaris rata dengan tanah dan tidak ada barang milik santri yang tersisa.
“Proses pemadaman berjalan dengan lancar, tanpa ada kendala. Namun, terjadi hambatan dilapangan dikarena lokasi masuk gang kecil dan susahnya sumber air,” pungkasnya.
Polisi Resort (Polres) Bogor berhasil menangkap terduga pelaku mutilasi yang mayatnya dibuang di dalam koper warna merah di Kampung Baru, Desa Sinabangsa, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Humas Polres Bogor, Iptu Desi Triana mengatakan, pihaknya telah berhasil mengungkap kasus mayat mutilasi yang ditemukan di Tenjo pada Rabu, 14 Maret 20223.
“Alhamdullilah Satreskrim Polres Bogor telah menangkap pelaku mutilasi di Tenjo berinisial R. Pelaku ditangkap di Yogyakarta dan saat ini masih dalam perjalanan dibawa ke Mako Polres Bogor,” ujar Iptu Desi kepada Wartawan, Jumat (17/3/2023).
Lebih lanjut ia memaparkan, bahwa pihaknya masih akan melakukan pendalaman atas tindak pidana yang menjerat R tersebut.
“Satreskrim Polres Bogor masih akan melakukan tindakan kepolisian atau penyidikan lanjutan,” paparnya.
Sebelumnya, warga Kecamatan Tenjo dibuat geger oleh penemuan mayat mutilasi di dalam koper yang dibuang di kebun pisang.
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, tim Inafis masih menyelidiki potongan tubuh apa saja yang ditemukan di dalam koper tersebut. Sementara ini koper dibawa ke Mako Polsek Tenjo.
“Hasil olah tempat kejadian di Polsek Tenjo sama tim Inafis, masih terus didalam. Ciri-ciri korban mutilasi memiliki tato manusia abstrak ditangan kirinya,” jelasnya.
Lebih lanjut ia memaparkan, penemuan mayat termutilasi dalam koper merah di Tenjo berawal dari laporan warga yang hendak berangkat kerja. Warga yang berjalan kaki melihat bagian koper yang sedikit terbuka.
“Tadi ditemukan pertama kali oleh pejalan kaki, dia mau berangkat kerja melihat ada koper warna merah terbuka sedikit, tergeletak. Di dalamnya ada semacam daging,” tutupnya.
Cibinong | Jurnal Bogor Berhasil menggagalkan peredaran 3 kilogram ganja anggota Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, dihadiahi penghargaan oleh masing-masing pucuk pimpinannya.
Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin menegaskan, pihaknya sangat apresiasi tinggi terhadap personelnya yang telah ungkap peredaran barang haram berjenis ganja tersebut.
“Babinkamtibmas dan Babinsa secara bersama-sama telah berhasil menggagalkan peredaran ganja seberat 3 kilogram. Khusus untuk Babinkamtibmas, akan saya kasih penghargaan atas prestasi tersebut,” tegas AKBP Iman.
Mantan Kapolres Tangerang Selatan itu mengatakan, reward diberikan untuk motivasi terhadap personel lainnya untuk bergerak aktif dalam memerangi peredaran narkotika.
“Babinkamtibmas ini telah menjalankan tugasnya diluar tugas pokok. Penghargaan sebagai motivasi terhadap anggota lainnya sebab narkoba itu merusak generasi penerus bangsa,” kata AKBP Iman.
Senada, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Kav. Gan Gan Rusgandara mengungkapkan, prestasi yang dilakukan Babinsa Kelurahan Harapan Jaya itu patut diapresias tinggi.
“Penghargaan bukan hanya diberikan oleh Kodim 0621 tapi juga saya akan usulkan ke tingkat Korem hingga Kasad. Jangan segan-segan masyarakat untuk lakukan aduan ke Babinsa atau Babinkamtibmas terhadap segala hal khusunya yang bertentangan dengan hukum utamanya mengganggu keamanan negara,” ungkap Letkol Kav. Gan Gan.
Lebih dari satu juta petani dan penyuluh di seluruh pelosok Indonesia mengikuti pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh yang digelar oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), dibuka pada Kamis (16/03/2023) di Makassar. Tercatat lebih dari 1.800.000 petani dan penyuluh terdaftar dalam pelatihan tersebut.
Genta Organik merupakan program andalan Kementerian Pertanian yang baru-baru ini dilaunching sebagai alternatif solusi kelangkaan dan harga pupuk mahal dengan mengkombinasikan pemakaian pupuk organik/hayati dan kimia dengan porsi yang berimbang.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas hasil pertanian di Indonesia adalah ketersediaan dan kecukupan pupuk anorganik.
“Sampai saat ini, untuk memenuhi ketersediaan dan kecukupan pupuk organik sangat sulit dan mahal karena beberapa bahan bakunya masih tergantung impor dari negara lain,” kata Menteri Syahrul.
Seperti diketuahui, ketersediaan pupuk dalam negeri saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan para petani. Karenanya, Mentan mengimbau agar mengoptimalkan pemakaian pupuk organik dalam menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
“Kita besok berharap produksi kita akan meningkat jauh bahkan melonjak dari sebelumnya. Caranya satu, perbaiki pupuk kita sekarang jangan pakai pupuk kimia saja, tetapi lebih pupuk organik”, kata Mentan SYL.
Meski demikian, sambung Mentan SYL, pemakaian pupuk kimia masih dapat ditoleransi asalkan tidak berlebihan.
“Kalau mau pakai pupuk kimia tidak perlu banyak, sehingga efek sampingnya bisa dikurangi”, sambung Mentan SYL.
Dia berharap melalui Genta Organik, kebutuhan pangan tetap terjaga dan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, penghasil devisa negara, sumber pendapatan utama rumah tangga petani, dan penyedia lapangan kerja.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya akan membangun 1.020 titik demplot pembuatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah, dan pestisida alami.
“Ini akan menjadi tempat pembelajaran petani dalam mengembangkan sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami, sehingga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya secara mandiri di lahan usaha taninya,” tutur dia.
Dedi pun meyakini Genta Organik mampu menjadi solusi jitu dalam mengatasi kelangkaan dan harga pupuk mahal.
“Dengan memaksimalkan pupuk organik dan pupuk hayati, pembenah tanah, dan pestisida nabati yang dapat dibuat oleh petani sendiri, kemudian dikombinasikan dengan penggunaan pupuk kimia berimbang, permasalahan pupuk akan dapat diatasi dan produktivitas pertanian akan meningkat”, ucap Dedi.
Selanjutnya Dedi berharap seluruh petani dapat mengetahui dan mengimplementasikan “Genta Organik”
“Solusi ini harus diberitahukan kepada petani untuk menggenjot produktivitas pertanian kita”, lanjut Dedi.
Melalui Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol 5, petani akan dibekali pengetahuan dan pemahaman mengenai Program Genta Organik. Pelatihan tersebut juga sekaligus tahapan capacity building yang dilakukan Kementan agar para petani memiliki pemahaman, kemampuan, dan kamuauan untuk mengimplementasikan inovasi dan teknologi pertanian dalam rangka menggenjot produktivitas pertanian.
Pelatihan digelar selama tiga hari pada Kamis (16/03/2023) hingga Sabtu (18/03/2023) secara hybrid dengan menggandeng Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin sebagai energi baru dalam mengakselerasi pertanian yang lebih baik.
Saat ini, Pelatihan Sejuta dan Penyuluh telah menembus angka 11 juta peserta. Pelatihan ini memiliki efektivitas dan anusiasme tinggi dari para peserta.
Ritel Alfamart, berikan bantuan untuk korban terdampak tanah longsor yang menimpa wilayah Kampung Sirna Sari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Aksi Peduli Alfamart dalam menyalurkan bantuan bencana tanah longsor ini diterima Sumartini, dari Dinas Sosial Kota Bogor.
Bantuan yang diberikan berupa ratusan paket sembako seperti mie instan, telur, air mineral, gula, teh dan bahan-bahan lain yang siap diolah untuk para korban terdampak. Sebagai informasi, hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Bogor hingga memicu terjadinya tanah longsor Rabu (15/03) kemarin.
Rani Wijaya, Corporate Communication General Manager Alfamart menjelaskan Alfamart berkomitmen penyaluran bantuan bencana sebagai bentuk kepedulian perusahaan sekaligus memberikan nilai lebih akan hadirnya Alfamart di Kota Bogor. Terlebih lokasi Alfamart yang ada di mana-mana membuat Alfamart gerak cepat untuk berikan bantuan langsung ke tempat terjadinya bencana.
Bantuan tersebut bisa digunakan warga terdampak di Posko saat darurat. “Bantuan ini bisa langsung dimanfaatkan oleh warga pasca bencana dan sedikitnya bisa meringankan beban para korban di lokasi,” kata Rani, dalam keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/03).
Senada ketua Posko dari Dinsos Kota Bogor pengungsian Sumartini mengucapkan terima kasih kepada Alfamart atas bantuan yang diberikan dan bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan untuk korban terdampak.
“Merupakan kewajiban kami untuk memberikan bantuan ini sebaik-baiknya kepada korban, karena merupakan amanah dari donator dan penyumbang lainnya juga,” ujar Sumartini menutupi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah melalangkan Proyek jembatan Jalan Otto Iskandardinata (Otista) di unit kerja bagian pengadaan barang dan jasa (PBJ).
Diketahui, pada laman LPSE Kota Bogor, tender proyek yang digawangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bernilai pagu anggaran Rp52,6 miliar.
Kepada wartawan, Kepala Dina PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina mengatakan bahwa proses lelang proyek jembatan Otista hingga penentuan pemenang tender akan berlangsung selama sebulan.
“Proyek Ktista sudah tayang lelang, mudah-mudahan sebulan dari sekarang bulan April sudah dapat pemenangnya,” ujar Rena kepada wartawan, Kamis (16/3).
Rena berharap, proses lelang proyek jembatan Otista berjalan lancar sesuai jadwal dengan kata lain tidak ada gagal lelang.
“Mudah-mudahan tidak gagal lelang karena kemaren juga sudah disampaikan bahwa tidak ada yang ‘mengunci’. Nggak ada spek-spek yang terlalu mengunci atau mengarah pada satu orang serta satu perusahaan,” jelasnya.
Menurut dia, pembangunan ditarget akan dimulai sepekan setelah hari raya Idul Fitri.“Karena pekerjaan itu yang besar dan harus dibongkar semua bangunannya, jadi tidak ada lalu lalang, clear area pekerjaan,” katanya.
Ia menuturkan, penutupan area pekerjaan 150 meter dari bibir sungai Ciliwung hingga ke arah SD Negeri Bangka Kota Bogor. Pada sisi sebelahnya, 50 meter hingga arah ke Warung Bogor.
“Jadi area kerja di situ. Karena memang ada crane juga yang masuk, ada damp truk, dan alat-alat besar yang masuk. Itu sudah kita sosialisasikan ke kecamatan dan kelurahan,” ucap Rena.
Kata dia, area pekerjaan akan tertutup dengan seng, sehingga tidak bisa diakses sembarangan dengan waktu pelaksanaan selama tujuh bulan.
Kendati demikian, ia memastikan untuk akses trotoar masih bisa dipergunakan. Hanya saja mobil tidak bisa parkir di area depan akses pekerjaan.
“Nanti ada u-turnnya di sana dekat jalan Bangka, bisa belok di situ, bisa parkir di situ dan satu lagi di depan bebek pak Aris,” bebernya.
Rena menjelaskan, para pedagang di sekitar lokasi pembangunan, Dinumkmdagin telah mengumpulkan untuk langkah-langkah ke depan selama masa pelaksanaan nanti. Ia juga menyampaikan, untuk getaran saat pekerjaan, dari perencanaan bilang jika untuk paku bumi tidak ada, hanya pengeboran.
“Ngebor pun getarannya tidak, karenakan khawatir rumah- rumah warga yang dipinggir kali itu takutnya goyang. Cuma nanti setelah dapat pemenang akan kita sampaikan bahwa mereka akan menjamin bahwa tidak ada dampak dipinggir -pinggir warga sekitar. Kalaupun berdampak mereka harus bertanggungjawab,” tutur dia.
Ia menambahkan bahwa proyek jembatan dengan bentangan 50 meter tersebut juga meliputi pelebaran ruas Jalan Otista, pedestrian, dan jalur moda transportasi berbasis trem.* Fredy Kristianto