30.7 C
Bogor
Tuesday, May 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 678

Pelatihan Petani Milenial, Mentan: Petani Muda Bisa Bergerak di Produksi dan Pengolahan

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak anak muda untuk tak ragu terjun ke usaha sektor pertanian.

Menurutnya, peluang untuk mendapatkan keuntungan semakin besar. Apalagi petani sekarang tak lagi hanya mengurusi produksi saja, tapi juga pengolahan dan pemasarannya.

“Petani bisa main di awal (produksi.red), tengah, ataupun akhir (pemasaran.red),” ungkap Syahrul saat menghadiri penutupan Pelatihan Teknis Penguatan Kelembagaan Petani bagi Petani Milenial, di Ciawi, pada Jumat (17/02/2023).

Sektor pertanian juga dinilainya menjanjikan. Terbukti ketika masa pandemi semua sektor turun, sektor pertanian bisa tetap tumbuh.

“Pertanian tidak ada matinya. Tidak ada hari yang bisa hidup tanpa pertanian,” ungkap Syahrul.

Ia pun menyebutkan anak muda saat ini berada di era abundance sehingga mereka diharapkan memiliki keterbukaan pemikiran dan sikap militan dalam menghadapi berbagai perubahan.

“Karena itu, kamu harus open minded. Anak muda harus punya militansi,” ujar Syahrul.

Ia pun menyebut Kementerian Pertanian (Kementan) akan memberikan bekal bagi para petani milenial berupa pelatihan. Melalui pelatihan, Syahrul berharap para petani milenial bisa melakukan berbagai terobosan.

“Di balik pelatihan yang diadakan, kita mencoba mendorong perencanaan yang terukur untuk mengembangkan pertanian di hulu hingga ke hilir,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Dedi Nursyamsi mengungkapkan pelatihan dirancang agar peserta dapat memahami pengelolaan kelompok tani dalam upaya pengelolaan usaha tani yang efisien berbasis teknologi informasi, pasar, dan sumber permodalan.

“Pertanian kita di masa yang akan datang menjadi milik petani milenial. Sehingga pelatihan bagi petani milenial menjadi penting. Kita perlu memberikan mereka bekal, mulai dari smart farming, penggunaan KUR, dan pengetahuan agribisnis,” jelas Dedi.

Pelatihan Teknis Penguatan Kelembagaan Petani bagi Petani Milenial dilaksanakan pada tanggal 11 – 17 Februari 2023 secara hybrid. Pembelajaran secara online dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 11 – 15 Februari 2023 dan secara offline tanggal 17 Februari 2023 bertempat di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi.

Peserta pelatihan berjumlah 105 orang petani milenial yang berasal dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.

** Kementan

Mahasiswa STIA Menara Siswa Lakukan Pengabdian Masyarakat di Parung

0

Bogor | Jurnal

Sebanyak 180 mahasiswa STIA Menarasiswa (Mensis) melakukan Kuliah Kerja Pengabdian Masyarakat (KKPM) di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor pada 16 Februari hingga 16 Maret 2023 mendatang. Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara strata 1 atau sarjana sebelum menyusun skripsi ini akan turun di sejumlah desa, RT dan RW menerapkan ilmunya di masyarakat di bidang pembangunan, kemasyarakatan dan pemerintahan.

“Kalau pembangunan lebih kepada SDM. Jadi ada pelatihan-pelatihan, perkuliahan atau kalau spriritualnya ada juga pengajian,” ujar Puket III Bidang Kemahasiswaan STIA Menarasiswa Usep Mahmud, SE, MM, MSi, Jumat (17/2).

Sedangkan untuk bidang kemasyarakatan, Usep menekankan pemberdayaan masyarakat. Dia mencontohkan di Desa Iwul, Parung ada UMKM yang terkendala teknis pemasaran. Nah, mahasiswa Mensis bisa membantu dengan digital marketing agar masyarakat bisa jualan online.

“Di era digital sekarang ini, tentu tidak bisa hanya mengandalkan jualan konvensional saja. Seperti di Desa Iwul produk khas UMKM didorong untuk tembus pasar nasional,” jelasnya.

Bidang kemasyarakatan ini juga mendorong mahasiswa agar bisa melakukan pendampingan terhadap masyarakat. Misalnya soal stunting, gizi buruk dan hal lainnya. Kalau pun ada masalah fisik sarana dan prasarana umum masyarakat, mahasiswa bisa memperbaikinya.

“Ya bisa juga renovasi Puskesmas atau mushola. Tapi yang terpenting adalah ada kontribusi nyata dari mahasiswa untuk masyarakat,” kata dia.

Seperti di bidang pemerintahan, jika di suatu desa dalam pengarsipan berkas misalnya masih manual, maka hadirnya mahasiswa Mensis bisa membuat arsip itu jadi digital.

“Jadi kami bantu pihak desa dalam sistem informasi teknologi digital,” jelasnya.

Mahmud juga memastikan, meskipun pelaksanaan KKPM terbilang relatif singkat sebulan, namun setidaknya ada yang diberikan untuk masyarakat. Bahkan mahasiswa Mensis yang berhasil melakukan KKPM diberikan reward.

“Ya setelah diseminarkan dan diuji panelis hasilnya dimuat di jurnal. Karena tidak mudah juga melakukan KKPM ini bagi mahasiswa yang sudah bekerja harus meluangkan waktu, dan lain sebagainya,” tandasnya.

** Asep Saepudin Sayyev

Semua Harta Pasti Dihisab

0

Bogor | Jurnal Bogor

Setiap muslim percaya bahwa semua perbuatan akan diselesaikan nanti di yaumil akhir. Bukan hanya amal, tapi semua yang kita miliki.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya (dijelaskan) tentang umurnya, kemana ia belanjakan, ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya, hartanya, dari mana ia menerima itu dan di mana dia menghabiskannya, dan dari tubuhnya di mana itu digunakan.” (HR.  Tirmidzi)

Adapun peruntungannya, dari mana asalnya dan digunakan untuk apa, ini adalah kalimat yang perlu digarisbawahi. Terkadang wanita sangat senang membeli barang bukan karena membutuhkannya, tapi karena menginginkannya. Kemudian benda-benda tak kasat mata menumpuk tidak terpakai di dalam rumah.

Barang-barang yang tidak terpakai yang terkumpul menjadi tidak berguna dan ini bisa menjadi bagian dari perhitungan kekayaan nanti di akhirat.

Diskon selalu menjadi daya tarik utama. Kadang-kadang tanda “diskon” dan “obral” jadi menghipnotis, membuat ingin membeli padahal seharusnya tidak. Tidak hanya baju, tas, sepatu dan segala aksesorisnya, perabot rumah, perabot dapur juga sama.

Islam tentu tidak melarang seorang muslim membelanjakan hartanya untuk apapun yang disukainya. Tapi menggunakan harta apakah itu membawa kebaikan atau keburukan? Jika menyukai suatu barang, misalnya tas, kita mengambilnya dan kemudian menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat atau merawat tas tersebut. Bukankah itu berarti telah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang melemahkan kita?

Selain itu, Islam mengajarkan untuk tidak menyia-nyiakan dan sifat berlebihan lebih dekat dengan setan, hal itu harus dihindari. Pilihlah produk yang memang disukai dan bermanfaat. Jika dirasa sudah tidak berguna lagi atau sudah tidak suka lagi, bisa menyumbangkannya atau bahkan menjualnya. Jika barang-barang ini masih berharga dan berguna, bahkan dapat menyumbangkannya ke institusi yang membutuhkan, sehingga barang-barang ini benar-benar memberikan hadiah permanen.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ رِجَالاً يَتَخَوَّضُونَ فِي مَالِ اللَّهِ بِغَيرِ حَقٍّ، فَلَهُمُ النَّارُ يَومَ القِيَامَةِ

“Ada sejumlah orang yang membelanjakan harta Allah secara serampangan atau asal-asalan dengan cara yang tidak benar, maka untuk mereka neraka pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari)

** Qurratul Ain Arifah B/mg-jb

Camat Cileungsi Minta 7 Perumahan Segera Serahkan Fasos Fasum

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Kapok akan terjadi lagi banjir besar seperti November 2022 lalu yang terjadi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dan beberapa titik lokasi perumahan yang ada di Desa Situsari, Camat Cileungsi Adhi Nugraha berharap kejadian tersebut tak terjadi lagi. Dia juga meminta agar 7 perumahan segera menyerahkan fasos fasum.

“Jadi, 7 perumahan yang menjadi langganan banjir itu ada di dua desa yaitu, Desa Situsari dan Desa Cipeucang,” ucap Adhi kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/02/22).

Menurutnya, diawali dari pembangunan Perumahan Bukit Putra, saat perumahan ini dibangun tanpa perencanaan timbul perumahan – perumahan lain sehingga penanganan pembangunan drainasenya itu hanya di sekitar perumahannya saja. Muncul perumahan – perumahan baru itu seiring adanya perubahan tata ruang dan perkembangan wilayah.

“Seperti Perumahan Panorama dan dan yang lainnya, sehingga aliran saluran drainase antar perumahan jadi terlupakan,” paparnya.

Adhi menjelaskan banjir besar pada November 2022 itu biasanya hanya sekedar air limpasan dalam kurun waktu 2 jam sudah surut, tapi saat itu air tak kunjung surut sampai dini hari. Memang saat itu debit hujan tinggi dan terus menerus, membuat air menggenang sampai jalan raya Transyogi. Sehingga mengakibatkan macet berkilo-kilometer karena banyak kendaraan yang mati mesin.

” Untuk Perumahan PS3 sendiri, jika banjir datang itu bisa mencapai ketinggian 80 centimeter,” ungkapnya.

Dari tinjauan Pemerintah Kecamatan Cileungsi, yang menyebabkan terjadinya banjir adalah saluran perumahan yang memang variatif, ada yang besar ada yang kecil. Bahkan di perumahan Bukit Putra drainasenya besar tapi membelah menjadi dua dan itu masuk ke saluran – saluran warga.

“Ini yang saya kira harus menjadi evaluasi bagi Pemerintah Daerah. Pertama terkait dengan fasos fasumnya, penyerahan proses fasos fasum kewenangannya ada di DKPP. Kami tentu saja mendorong agar pihak perumahan untuk segera menyerahkan fasos fasumnya. Mekanismenya itukan, baik yang masih ada developernya maupun yang sudah tidak ada kan sudah diatur dalam Perbup,” bebernya.

Tinggal bagaimana kita mendorong, lanjutnya, karena kedepannya masih banyak wilayah yang potensial di Kecamatan Cileungi. Pembangunan perumahan subsidi sangat dimungkinkan sekali di wilayah ini sehingga kebijakan buat Pemerintah Daerah supaya nanti kedepannya lebih memikirkan efek atau dampak terbangunnya wilayah sehingga nanti tidak ada kejadian lagi seperti Desa Situsari.

“Saya hari ini apresiasi yang sangat luar biasa buat pak Achmad Fathoni Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Kabid DKPP yang sudah mengakomodir dan merespons kebutuhan kami disini, ” cetusnya.

lebih lanjut Adi menjelaskan, salah satu poin yang harus dievalusi terkait dengan siteplan dari setiap perumahan dan untuk persoalan 7 perumahan yang sedang ditangani saat ini, masyarakat sudah membuka jalan untuk dilakukan swadaya pembuatan saluran drainase, begitupun developer yang siap menata kembali saluran drainasenya. Hanya tinggal menunggu surat persetujuan tertulis dari Pemda termasuk juga dukungan penganggaran dari dewan.

“Saya hanya berharap segera direalisasikan dan dibenahi salurannya, agar insiden November tak terjadi lagi,” pungkasnya.

** Nay 

Camat Sahib Pastikan tak Ada Pesta Gay di Tanah Sareal

0

Bogor | Jurnal Bogor

Viralnya video berdurasi 28 detik di media sosial dengan menyertakan caption adanya dugaan pesta gay pada salah satu cafe di kawasan Kecamatan Tanah Sareal, dipastikan tidak benar.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Camat Tanah Sareal, Sahib Khan ketika mendatangi lokasi cafe yang diduga menjadi tempat pesta tersebut. Menurut Sahib, begitu mendapat informasi dirinya langsung mengklarifikasi ke lokasi cafe, apakah pemberitaan yang viral ini benar terjadi atau tidak. 

Ternyata, lanjut Sahib, ketika ditelusuri cafe tersebut memang menyelenggarakan acara Valentine Day. Namun itu bersifat hiburan dan umum.

“Jadi pesta gay atau LGBT dan sebagainya itu tidak benar. Pengelola mengaku tidak bisa mensortir tamu yang datang, jadi bukan berarti acara itu dikhususkan bagi LGBT,” ucapnya kepada awak media di lokasi cafe, Kamis (16/2).

Sahib menyebut, pengelola dan owner telah menyadari bahwa cafe tersebut akan melakukan pengawasan yang lebih ketat.

Sahib menegaskan, sudah menjadi tugas aparatur wilayah untuk menjaga kondusifitas dan membantu warga yang bekerja dalam meningkatkan ekonomi. Tetapi, perlu diingat tetap harus menjaga kenyamanan warga.

“Kalau dugaan yang diberitakaan itu benar, tentunya kita harus memberikan sanksi, jangan sampai ini seolah-olah ada pembiaran karena jika sampai seperti itu ini akan menjadi “bola liar” yang sangat berdampak,” jelasnya.

Sahib mengimbau, kepada kepada para pelaku usaha seperti cafe dan resto utnuk lebih kooperatif menjaga kenyamanan warga sekitar, apalagi jika mengadakan event yang bersifat keramaian bisa berkoordinasi dengan aparatur wilayah.

Sebab, kata Sahib, sering kali pihaknya mendapat laporan terkait jam operasional cafe atau resto yang melebihi batas waktu, misal harusnya sampai jam 10 malam, ternyata hingga larut malam. Apalagi ada live musik dan sebagainya, hal itu yang sering menjadi gangguan masyarakat.

“Bagi para pengusaha cafe dan resto hargailah warga sekitar, jangan hanya mengambil untung ekonomi, kenyamanan warga, parkir itu yang sering menjadi masalah dan harus diperhatikan,” tegasnya.

Sementara itu, Irvan selaku pengelola cafe membantah adanya dugaan tersebut.

“Berita yang simpang siur di media sosial itu tidak benar, kita tidak pernah mendukung komunitas LGBT, apalagi membuat acara khusus untuk mereka. Kami hanya menggelar acara di tanggal 11 Februari 2023 kemarin, acara biasa pada umumnya. Kita juga tidak pernah tahu kalau ada customer yang memiliki background tersebut. Tentunya kita tidak bisa mensortir itu,” paparnya.

Irvan pun menyayangkan viralnya video yang diduga ada pesta gay atau LGBT. “Kami menyayangkan viralnya video tersebut, apalagi tidak ada konfirmasi juga ke kami. Sekali lagi kami tegaskan bahwa kami tidak pernah mendukung komunitas LGBT, memang ada acara tetapi bukan terkhususkan untuk komunitas tertentu. Jadi event biasa saja,” katanya.

Irvan mengaku bahwa viralnya video tersebut berdampak pada bisnis usahanya. Namun pihaknya belum memiliki rencana apakah akan menempuh jalur hukum atau tidak. 

“Kedepan kami akan evaluasi, lebih selektif juga terhadap customer maupun event yang akan dilaksanakan selanjutnya. Soal langkah hukum nanti kami bicarakan kembali dengan owner dan pengurus lainnya,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Agar Pemilu Berkualitas, Bawaslu Ajak Elemen Masyarakat Jadi Pengawas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor mengajak elemen masyarakat untuk berperan aktif mengawasi jalannya tahapan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024.

Hal itu disampaikan Bawaslu Kota Bogor saat sosialisasi pengawasan partisipatif pada tahapan Pemilu 2024 di Hotel Izi, Baranangsiang, Bogor Timur, Kamis, (16/02).

“Kegiatan pengawasan partisipatif ini kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersinergi dengan Bawaslu dalam hal pengawasan. Sebab, kami menyadari sepenuhnya bahwa pengawasan yang berhasil itu adalah pengawasan yang melibatkan masyarakat,” kata Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi dan Humas Bawaslu Kota Bogor Ahmad Fathoni.

Menurut Fathoni, pengawasan partisipatif yang melibatkan elemen masyarakat dengan tujuan untuk memastikan bahwasannya hasil Pemilu berkualitas, berintegritas, dan berasas kepatuhan prosedur.

Fatoni  mencontohkan pengawasan partisipatif pada tahapan Pemilu salah satunya dengan memastikan diri tercatat sebagai pemilih. Dimana Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekarang tengah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemuktahiran Daftar Pemilih (Pantarlih).

“Nah di sinilah masukan dari masyarakat ketika itu ada informasi di lapangan bahwa nama selama ini tercantum daftar pemilih sudah meninggal, pindah domisili itu bisa disampaikan kepada Pantarlih, dan selanjutnya untuk dicoret atau tidak memenuhi syarat sebagai daftar pemilih,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi yang dibuka  Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Elyas Mau ini diikuti unsur penyuluh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Bogor.

Selain kegiatan itu dilaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu Kota Bogor dengan FKDM dan penyuluh agama Kota Bogor.

“Penandatanganan MoU ini untuk pengawasan partisipatif, artinya kepada pihak yang bersangkutan berhak untuk melakukan pemantauan di lapangan kaitan setiap tahapan Pemilu. Apakah nanti ada dugaan pelanggaran atau tidak, atau misalkan titik kerawanan pelanggaran menyampaikan ke Bawaslu,” papar Fathoni.

Pihaknya juga akan memberikan edukasi berkaitan dengan kepemiluan kepada mereka yang nantinya akan menjadi narasumber untuk masuk ke semua elemen masyarakat agar menjadi agen-agen sel pengawasan.

Untuk angka partisipasi masyarakat pada Pemilu periode tahun 2019, terang Fathoni, sangat tinggi sebesar 82 persen. Karenanya, pihaknya juga mengharapkan bisa meningkat pada Pemilu 2024.

“Kami berharap kedepan bisa lebih maksimal lagi menjadi 95 persen. Karena sejatinya ini kewajiban kita untuk mengawal bersama seperti diatur dalam perundang-undangan,” ucap Fathoni menutupi.

** Mochamad Yusuf

Harga Beras di Ciampea Alami Kenaikan

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Harga beras mulai merangkak naik sejak awal Februari 2023. Kenaikan harga beras seperti terjadi di Pasar Ciampea Baru.

Salah satu pedagang beras, Haji mengatakan, kenaikan harga tersebut disebabkan pasokan beras yang sampai ke pedagang dinilai kurang.

Ia berharap pemerintah dapat segera memenuhi suplai pasokan beras dan mengatur kebijakan pendistribusian beras secara ketat hingga tingkat pedagang.

“Harga sekarang sudah dari November tahun lalu. Ya kemungkinan menjelang Ramadhan naik lagi,” ujarnya, kemarin.

Saat ini harga beras yang paling murah berada di kisaran harga Rp 11.000 per kilogramnya yang sebelumnya Rp 9.500 dan yang paling mahal saat ini dapat dibeli dengan harga Rp 12.000 per kilogram sebelumnya hanya Rp 10.000.

Sementara itu Kemas, pengunjung Pasar Ciampea menuturkan, dengan adanya kenaikan harga dirinya tidak bisa berbuat banyak, namun harus mengatur keuangannya dengan baik.

“Mau gimana lagi, gak beli tapi butuh jadi ya udah dibeli aja,” ujarnya.

Ia berharap, agar pemerintah bisa melakukan langkah terbaik guna mempersiapkan stok kebutuhan makanan jelang bulan puasa agar tidak melonjak tinggi.

“Ya semoga aja pemerintah bisa menurunkan harga beras di Pasar Ciampea terutama, jujur ya harga segini sangat memberatkan. Apalagi ini menjelang puasa, takut nanti naik lagi,” tandasnya.

** Andres

Melalui Ketahanan Pangan, Pemdes Pangkaljaya Programkan Penggemukan Sapi

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan program ketahanan berupa hewan ternak dan pertanian, diantaranya pembelian 10 ekor sapi melalui dana desa tahun anggaran 2022 dan selama beberapa bulan kedepan dilakukan penggemukan.

“Program ketahanan pangan, selain hewan ternak sapi termasuk budidaya ikan serta pemanfaatan lahan perkebunan masyarakat dengan ditanaminya sayur mayur seperti buncis  dan bawang.

Namun, untuk peternakan  yang dipilih, yakni  hewani sapi,” jelas Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/2/2023).

Penggemukan tersebut menempati kandang seluas 5×8 meter yang berada di Kampung Gunung Malang. Proses penggemukan sapi ini melibatkan kelompok tani dan mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi.

Diakui Kades Sumarna, modal pembelian sapi mamang cukup besar, tetapi keuntungan hasil penjualan sapi pun diharapkan bisa maksimal. “Target, jelang Idul Adha 10 ekor sapi sudah bisa terjual. Hasil penjualan sapi itu kemudian bisa digulirkan kembali,” paparnya.

Ia berpesan sapi yang sedang proses penggemukan itu, terus  dijaga  dan dirawat dengan baik sehingga kedepan dapat memenuhi kebutuhan pangan hewani yang ada di desanya. Tak sampai disitu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat  pihaknya bakal melakukan budidaya hewan ternak jenis ayam kampung. “Jelang Idul Fitri, nantinya ayam tersebut bisa dijual langsung,” jelasnya.

** Arip Ekon

Meresahkan Masyarakat, Anjal dan Gepeng di Ciawi Ditertibkan

0

Ciawi | Jurnal Bogor 

Sejumlah pengamen dan anak jalanan (anjal), serta gelandangan dan pengemis (gepeng) di simpang empat Ciawi dirazia petugas Trantib, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Ciawi Rahmat mengatakan, razia yang dilakukan bersama para anggotanya tersebut berawal dari aduan masyarakat yang mengaku resah, sebab kehadiran mereka kerap berbuat onar.

“Ini adalah sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat terhadap mereka, karena dinilai seringkali mengganggu ketertiban, kerap kali terjadi keributan,” katanya seusai razia, kemarin.

Dia juga mengatakan, sesuai kewenangannya, Trantib Kecamatan Ciawi melakukan penertiban.

“Kami sebagai petugas Trantib Ciawi, disini hanya sebatas eksekusi saja, untuk selanjutnya kami serahkan ke Dinas Sosial,” ungkap Rahmat.

Ada belasan orang yang terjaring razia, kata dia yang merupakan warga luar wilayah Ciawi.

“Ada 15 orang keseluruhan yang kena razia saat ini, pengamen, anak jalanan, pengemis dan badut jalanan, asal mereka ada warga kota Bogor, Cianjur, bahkan ada dari Tasikmalaya,” tandasnya.

Ketua Tenaga Sosial Kecamatan (TKSK) Ciawi Yoyoh juga menjelaskan, para gelandangan, pengamen dan pengemis, yang beroperasi di simpang empat Ciawi memang warga luar Ciawi.

“Saat ini kami bergabung bersama Pol PP Ciawi terjun eksekusi ke lapangan, menindak lanjuti aduan masyarakat, bahwa para pengamen dan anjal sering berbuat rusuh,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, sesuai SOP bila ada pihak kelurganya, maka TKSK akan mengembalikan ke keluarga untuk mendidiknya.

Syarat pengambilannya adalah dengan membuat pernyataan oleh pihak desa atau kelurahan dimana tempat mereka tinggal.

“Intinya mereka tidak melakukan kembali mengemis atau mengamen di wilayah ini,” pungkasnya. 

** Andres

Isra Mi’raj SMAN 1 Cigudeg Tekankan Akhlakul Karimah

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Sekitar 1.300 siswa SMAN 1 Cigudeg, Kabupaten Bogor memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Pada Isra Mi’raj ini pihak sekolah menekankan pentingnya budi pekerti yang baik atau akhlakul karimah.

“Selain melaksanakan program sekolah (Isra Mi’raj) sebagai syiar Islam dan memberikan pengetahuan keagamaan yang berkenaan dengan akhlakul karimah kepada anak anak muda SMA ini,” kata Kepala Humas SMAN 1 Cigudeg Abah Pepe kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/2/2023).

Isra Mi’raj yang merupakan agenda tahunan SMAN 1 Cigudeg, melibatkan guru, ikatan remaja masjid SMAN 1 Cigudeg, OSIS dan beberapa masyarakat di lingkungan sekitar. Adapun kegiatan yang dilakukan seperti tadarusan, Jumat Bersih, sholat Dhuha dan tausiah.

“Hadirnya penceramah guna memberikan pencerahan di momen Isra Mi’raj dan diharapkan bukan hanya syiar Islam saja, tetapi seluruh siswa bisa mengimplementasikan apa yang disampaikan dari kegiatan Isra Mi’raj ini. Tak hanya itu,  ada beberapa siswa yang akan diberangkatkan umroh oleh ketua komite bulan depan,” ujarnya.

Sementara peringatan Isra Mi’raj kali ini mengusung tema mengimplementasikan nilai-nilai Islam diantaranya peran pemuda dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW.

** Arip Ekon