26.1 C
Bogor
Tuesday, May 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 675

Apa Itu Down Syndrome?

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sindrom Down atau Down Syndrome merupakan kelainan genetik yang terjadi akibat kelebihan kromosom.

Normalnya, manusia memiliki 46 kromosom di setiap selnya dengan 23 diwarisi dari ibu dan 23 lainnya dari ayah.

Namun, penderita Down Syndrome memiliki kelebihan kromosom pada kromosom 21 sehingga mereka memiliki 47 kromosom di setiap selnya. Kelebihan kromosom ini memengaruhi ciri fisik dan kemampuan intelektual penderita Down Syndrome.

Pada sebagian kasus, anak yang lahir dengan Down Syndrome juga memiliki masalah medis lainnya, seperti penyakit jantung, gangguan pendengaran, atau penglihatan.

Down Syndrome merupakan kondisi seumur hidup yang tidak dapat disembuhkan. Meskipun demikian, perawatan yang tepat dapat membantu penderita Down Syndrome tumbuh dengan sehat dan produktif bagi lingkungan.

Merangkum Better Health Channel dan Penn Medicine, setiap penderita Down Syndrome memiliki karakteristik fisik yang khas, seperti:

• Ukuran kepala lebih kecil dan bagian belakang kepala datar
• Mata sedikit naik ke atas dengan lipatan kulit keluar dari kelopak mata atas dan menutupi sudut mata bagian dalam
• Muncul bercak atau bintik-bintik putih pada bagian hitam mata yang disebut Brushfield spot
• Bentuk wajah yang berbeda dari orang normal, seperti tulang hidung yang rata dan telinga yang kecil
• Berat dan tinggi badan lebih rendah dibandingkan rata-rata, seperti berat bayi lahir rendah
• Otot kurang terbentuk dengan sempurna sehingga otot menjadi lemah dan sangat lentur
• Kulit di belakang leher terlihat kendur
• Telapak tangan lebar dengan satu garis tangan
• Mulut kecil
• Tungkai kecil dan jari-jari pendek

Perkembangan fisik anak dengan Down syndrome cenderung lebih lambat daripada anak sebayanya yang tidak menderita Down Syndrome.

Down Syndrome disebabkan oleh kelebihan kromosom akibat adanya satu salinan ekstra dari kromosom nomor 21.

Kromosom atau struktur pembawa informasi genetik, normalnya berpasangan dan diwariskan dari masing-masing orang tua. Ketika sel-sel bayi berkembang, setiap sel seharusnya menerima 23 pasang kromosom dengan total 46 kromosom.

Pada penderita Down Syndrome, kromosom 21 memiliki satu salinan ekstra sehingga menjadi tiga dari yang seharusnya dua. Kromosom ekstra inilah yang menyebabkan gangguan pada fisik dan kecerdasan anak.

Tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah Down Syndrome. Namun, seseorang yang berisiko memiliki anak dengan Down Syndrome dapat melakukan konseling genetik untuk mengetahui peluang kelainan bawaan yang mungkin diturunkan.

Source: klikdoter

** Disya Firnanda/mg-jb

Mantan Pemain Chelsea, Christian Atsu jadi Korban Gempa Turki

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemain Hatayspor Christian Atsu ditemukan meninggal dunia setelah dikabarkan hilang seusai gempa yang terjadi di Antakya, Hatay, Turki pada 6 Februari lalu. Peman berusia 31 tahun, mantan pemain Chelsea dan Newcastle itu ditemukan di bawah puing-puing bangunan yang ditinggalinya pada Sabtu 18 Februari 2023.

“Dengan hati terberat saya harus mengumumkan kepada semua simpatisan bahwa jenazah Christian Atsu telah ditemukan pagi ini,” Nana Sechere, agen dari Christian Atsu, menulis di Twitter. “Belasungkawa terdalam saya untuk keluarganya dan orang-orang terkasih.”

Nana Sechere juga mengatakan Atsu telah ditemukan di Provinsi Hatay di selatan Turki, salah satu daerah yang paling parah terkena gempa.

Klubnya juga membenarkan kabar tersebut dan mengatakan dia sedang dipulangkan ke Ghana.

“Kami tidak akan melupakanmu, Atsu. Assalamu’alaikum, beautiful person, ”kata Hatayspor dalam sebuah pernyataan di Twitter pada akhir pekan kemarin.

Atsu termasuk di antara ribuan orang yang hilang sejak 6 Februari ketika gempa dengan magnitudo 7,8 melanda Turki dan Suriah. Dia mencetak gol kemenangan timnya dalam pertandingan melawan Kasimpasa, hanya beberapa jam sebelum gempa.

Atsu juga merupakan anggota tim Piala Dunia Ghana pada tahun 2014, menghabiskan sebagian besar karirnya dengan klub-klub Eropa, dan menandatangani kontrak dengan Porto, Chelsea, dan Newcastle United. Dia bergabung dengan Hatayspor tahun lalu.

Belasungkawa mengalir di media sosial, termasuk dari Newcastle United, Liga Premier dan FIFA, badan pengatur sepak bola dunia. Asosiasi Sepak Bola Ghana mengatakan bahwa pertandingan akhir pekan mengheningkan cipta untuk Atsu.

Lebih dari 45.000 orang tewas dalam gempa bumi di Turki dan Suriah, menurut otoritas Turki dan dari PBB, dan jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat.

** Intan Husna Fahrunnisa/mg-jb

DPR Dukung Percepatan Normalisasi Sungai Cileungsi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Banjir yang kerap terjadi di wilayah sekitar aliran Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw. Ia pun mendukung akselerasi normalisasi kawasan Sungai Cikeas dan Cileungsi yang berdasarkan laporan dari warga sekitar, banjir bandang dikawasan tersebut kerap terjadi hampir setiap tahun tanpa adanya penanganan yang berarti. Maka, jika dibiarkan bertahun-tahun hal itu tentunya akan sangat merugikan.

“Banjir ini harus ditangani segera. Tidak bisa hanya ditangani oleh satu instansi saja. Maka kami minta juga partisipasi dari pemerintah daerah. Ini kan tidak mungkin kami akan paksakan buat tanggul setinggi-tingginya. Itu berbahaya,” ujar Roberth.

Menurutnya, DPR akan mengawasi proses pelaksanaan normalisasi sungai tersebut. Kementerian pekerjaan umum dan perumahan Rakyat (PUPR) diminta untuk segera melakukan studi Land Acquisition And Resettlement Plan (LARAP). Hasil studi tersebut akan menjadi sebuah kajian menyeluruh dan nantinya menjadi landasan untuk melahirkan solusi yang tuntas.

“Normalisasi kawasan Sungai Cikeas dan Cileungsi ini adalah untuk kepentingan masyarakat umum. Ini adalah untuk kepentingan kita semua,” kata Roberth

Ia menegaskan, untuk melaksanakan normalisasi kawasan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi, para pengembang properti disekitar kawasan tersebut harus terlibat dan mendukung. Tidak hanya itu, masyarakat sekitar juga harus terlibat, dengan demikian masing-masing pemangku kepentingan bisa saling berkolaborasi untuk menjaga keberlangsungan proses penanganan normalisasi sungai.

Sementara itu, Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia mengatakan bahwa salah satu solusi untuk menuntaskan masalah banjir dikawasan Sungai Cikeas dan Cileungsi adalah dengan menerapkan kebijakan Zero Delta Q. Oleh karena itu, demi menerapkan kebijakan ini, dukungan pemerintah daerah menjadi sangat krusial.

“Kebijakan Zero Delta Q telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang diterbitkan tanggal 10 Maret 2008. Kebijakan ini menegaskan agar tiap bangunan tidak mengakibatkan bertambahnya debit air ke sistem saluran drainase atas sistem aliran sungai,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Drainase tidak Berfungsi, Warga Citeko Kebanjiran 

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Akibat drainase yang berada di bahu jalan di wilayah Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor tidak berfungsi dengan baik, wilayah tersebut acap kali banjir kala musim penghujan. Kondisi ini membuat masyarakat kewalahan dan kecewa. 

Seperti yang terjadi di jalan alternatif Cikopo Selatan, tepatnya di wilayah Desa Citeko, Cisarua. Sejak satu pekan ini masyarakat disana selalu disibukkan dengan air yang masuk ke rumah, akibat luapan air dari badan jalan yang menggenang seperti sungai.

“Di lokasi ini tidak ada drainase, ditambah banjir di setiap turun hujan ini terjadi akibat ada tembok benteng setinggi 2 meter, hingga disaat hujan air memenuhi badan jalan,” kata warga sekitar Edi, Minggu (19/02).

Untuk mengatasi banjir tersebut, kata dia, warga sudah berupaya dengan membuat lubang pembuangan. Namun kondisinya tidak maksimal hingga jika volume air besar, dan saluran itu menjadi tersumbat.

Terkait hal ini, warga dan pengendara berharap adanya langkah kerja dari instansi terkait.

“Ini tidak bisa dibiarkan, instansi PUPR Ciawi harus turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini,” harap warga lain, Heri.

 Dengan terjunnya petugas teknis, sambungnya, diyakini banjir disini akan tertangani.

“Selain membuat tidak nyaman, juga bisa merugikan pemerintah. Karena badan jalan yang tergenang air layaknya sungai akan merusak kondisi badan jalan itu sendiri,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, petugas pengawas dari PUPR wilayah Ciawi, Yanto mengatakan, di tahun ini Pemkab Bogor akan melakukan penangan terhadap perbaikan badan jalan yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua.

“Perbaikan drainase dan betonisasi badan jalan akan dilaksanakan di tahun ini. Titiknya adalah ruas jalan yang mau ke Pasar Cisarua,” tukasnya.

** Andres

Perbaikan Jalan Provinsi di Botim Jadi Prioritas

0

Cariu | Jurnal Bogor

Keluhan masyarakat Bogor Timur terkait rusaknya sejumlah jalan milik Provinsi mendapat perhatian dari anggota DPRD Jawa Barat, Prasetyawati. Sebagai anggota legislatif, ia berjanji akan memprioritaskan dan memperjuangkan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera melakukan perbaikan jalan tersebut. Pasalnya, hal itu berkaitan dengan keselamatan para pengguna jalan yang kerap melintas, seperti di Jalan Raya Cibubur-Jonggol dan Jalan Raya Narogong.

“Jalan Provinsi yaitu jalan Cibubur – Jonggol akan segera dilakukan perbaikan karena kondisi jalan yang rusak dan kerap itu menyebabkan terjadi kecelakaan. Kondisi jalan yang rusak dan membahayakan para pengguna ini harus menjadi prioritas agar segera dilakukan perbaikan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Prasetyawati kepada wartawan, Senin (20/02).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki anggaran kurang lebih Rp 1 triliun guna perbaikan infrastruktur jalan. Salah satunya, kata dia, adalah ruas jalan Provinsi yang ada di Kabupaten Bogor. 

“Kesiapan anggaran ini merupakan atensi dari pemerintah guna meningkatkan

pelayanan dan pembangunan infrastruktur yang layak guna menunjang aktivtitas masyarakat,” ujarnya.

Prasetyawati mengatakan, pihak Pemerintah Provinsi Jabar melalui DBMTR Jabar, perlu segera melakukan pemetaan terkait kerusakan jalan provinsi, termasuk di Kabupaten Bogor, khususnya wilayah Bogor Timur. Dari hasil pemetaan itu, lanjutnya, seluruh jalan Provinsi yang masuk kategori rusak dan membahayakan pengguna jalan harus menjadi prioritas dan segera dilakukan kegiatan pemeliharaan berkala.

“Dalam APBD Provinsi Jabar tahun 2023, pemeliharaan berkala itu mencapai 748,347 KM. Dari target itu bisa menyelesaikan kerusakan jalan provinsi dalam kategori kecelakaan tinggi,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Rampas Sepeda Motor di Jalan Berakhir Bui

0

Rancabungur | Jurnal Bogor

Modus pelaku perampasan sepeda motor di tengah jalan berakhir di jeruji besi. Pasalnya, dua pria yang merupakan pelaku spesialis perampasan sepeda motor dan handphone ini sebelum berurusan dengan pihak kepolisian berpura-pura jadi korban salah paham hingga harus babak belur dihajar massa.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, baru-baru ini. Menurut Ahmad, warga Rancabungur, Ikhwal kejadian tersebut terjadi saat dua orang pelajar yang masih SMP hendak pulang diberhentikan paksa oleh dua orang pelaku di tengah perjalanan.

“Jadi pelaku ini memberhentikan anak sekolah ditengah jalan, dengan  modus matanya terkena debu rokok yang diisap korban, salah satu pelaku yang merupakan eksekutor mencekik salah satu korban dari belakang lalu meminta handphone dan juga sepeda motor agar diserahkan,” katanya. 

Namun kata Ahmad, salah satu pelajar lolos dari sekapan para pelaku dan meminta pertolongan kepada warga sekitar dan menghubungi keluarganya. Setelah itu warga mempertanyakan kepada para pelaku yang masih berada di lokasi. Akan tetapi para pelaku mengelak apa yang diceritakan oleh korban. 

“Saya tanya kepada anak sekolah ini karena mereka menangis, tapi pelaku mengelak hingga pelaku akhirnya terpojok dan mulai ketakutan, kemudian salah satu pelaku yang duduk di motor melarikan diri,” ucap Ahmad. 

Kejadian itu pun menjadi perhatian warga dan pelaku jadi bulan-bulan warga, hingga pihak kepolisian datang ke lokasi bersama salah satu pelaku yang diduga para pelaku menyiapkan skenario.

“Pelaku yang melarikan diri tadi ternyata ke kantor polisian, dengan dalih menjadi korban salah paham. Kedua pelaku itu langsung diamankan oleh kepolisian Polsek Rancabungur, saat dimintai keterangan, dua pelaku membalikan fakta seakan dirinya korban salah paham,” kata Ahmad. 

Setelah ramai informasi ini, ternyata ada korban lain yang sama-sama korbannya merupakan anak-anak yang mengenali muka pelaku. Jadi kata dia, Pelaku merupakan DPO Polsek Tanah Sareal Kota Bogor.

“Korban lainnya datang ke Polsek Rancabungur dengan membawa sejumlah barang bukti dan disitu pelaku tidak bisa mengelak dan akhirnya mengakui perbuatannya,” katanya.

Pelaku yang merupakan DPO Polsek Tanah Sereal, kata dia langsung diserahkan dengan barang bukti berupa enam buah handphone hasil perampasan dan obat-obatan berjenis tramadol.

“Pelaku merupakan warga Kota Depok sudah diamankan Polsek Tanah Sereal untuk pengembangan kasusnya,” katanya.

Sementara Kapolsek Rancabungur Iptu Hartono membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayah hukumnya. Akan tetapi pelaku dilimpahkan ke Polsek Tanah Sareal. 

“Kalau di kita belum terjadi tindak pidana pelaku ini. Karena kronologisnya baru memberhentikan dengan cara motor di palang melintang menghalangi dan nanya kepada korban dengan alasan mata kelilipan,” katanya.

Tetapi korban, kata dia merasa  curiga kemudian meminta bantuan warga kemudian warga menghubungi Polsek Rancabungur, dan petugas datang ke lokasi membawa kedua pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan interogasi bahwa melakukan tindakan pidana tersebut di daerah Kayu Manis, kebetulan korban disana masih mengenali kedua pelaku tersebut, sehingga kini dibawa ke Polsek Tanah Sareal,” pungkasnya. 

** Andres 

Mahasiswa STP Trisakti Bebersih Sungai Cikeas 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Dalam mengisi program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti melakukan kegiatan bebersih Sungai Cikeas, sepanjang kurang lebih 5 kilometer dengan kedalaman sungai 1-6 meter, Sabtu (17/02).

Kegiatan bersama para pegiat lingkungan dimulai pukul 08.30, kegaiatan diawali dari Dermaga6 Vila Nusa Indah 3, Desa Bojongkulur, Gunung Putri, hingga Dermaga2 Bendung Koja. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Dermaga6 hingga Dermaga2 yang menjadi titik poin akhir kegiatan susur sungai selama kurang lebih 1 jam 15 menit. 

Ketua Desa Wisata Bojongkulur Puarman mengatakan, kegiatan bebersih sungai sudah dilengkapi dengan safety untuk para peserta.

“Mulai dari penggunaan life jacket dan juga helmet, sebelum memulai kegiatan juga di perlukan warming up atau pemanasan badan yang di pandu oleh guide yang menemani selama susur sungai,” papar Puarman kepada Jurnal Bogor, Senin (20/02).

Selain bebersih sungai, sambung Puarman, kegiatan susur Sungai Cikeas menambah pengalaman baru bagi mahasiswa STP Trisakti dalam mengenal ekosistem sungai, karakter sungai serta menikmati keindahan sungai Cikeas nan asri, serta kehidupan sekitar sungai Cikeas.

“Wisata susur sungai diadakan oleh Desa Bojongkulur mempunyai tujuan selain untuk bersenang-senang tetapi ada edukasi yang bisa dipelajari ketika wisatawan yang mengikuti kegiatan susur sungai dengan apa saja yang sudah dilakukan oleh desa Bojongkulur guna untuk mencegah terjadinya banjir dan juga melestarikan sekitaran sungai dengan kegiatan bebersih sampah yang ada di sekitaran sungai,” jelas Puarman.

Puarman yang merupakan Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) memberikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut bebersih sungai guna melestarikan sungai dan menumbuhkan rasa cinta sungai.

“Apresiasi ini saya diberikan dalam bentuk cinderamata atau souvenir khas Desa Bojongkulur dari hasil olahan daur ulang sampah seperti taplak meja dan kain perca yang di produksi oleh UMKM desa Bojongkulur sendiri,” pungkasnya. 

Sementara, Ketua Kelompok KKN Mahasiswa STP Trisakti, Yemmina menyampaikan kegiatan susur sungai ini bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang menjadi salah satu kegiatan kemahasiswaan. Mengingat, Desa Bojongkulur sudah menjadi desa wisata yang dimana susur sungai menjadi salah satu potensi daya tarik wisata edukasi yang diminati. 

“Dan kami memilih Desa Bojong Kulur karena ingin berkontribusi, mengingat Desa wisata Bojongkulur yang sedang mengembangkan wisata susur sungainya,” ungkap Yemmima, Ketua kelompok KKN mahasiswa STP Trisakti.

** Nay Nur’ain

Warga Citoh Desak Pengembang Bangun Masjid

0

Cibungbulan | Jurnal Bogor

Warga perumahan Citoh, Cibungbulang, Kabupaten Bogor menuntut pihak pengembang PT Tri Mitra Prawata Goldland segera membangun sarana masjid di komplek perumahan tersebut yang jadi kebutuhan warga.

Menanggapi permintaan warga tersebut, Pemerintah Kecamatan Cibungbulang akan mempertemukan warga dan developer perumahan, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

“Rencana pertemuan ini kaitan dengan pembangunan masjid. Informasi dari masyarakat memang ingin mendirikan masjid besar, karena belum ada, baru mushala,” ujar Camat Cibungbulang, Agung Ali, baru-baru ini.

Pemerintah Kecamatan Cibungbulang sengaja akan memfasilitasi pertemuan antara warga dan pengembang untuk mengetahui persoalan permintaan masjid di komplek perumahan, dengan harapan kedua belah pihak bisa saling menemukan solusi yang bisa bermanfaat.

“Harapan kami pasti ingin ada win-win solution agar pihak warga bisa terfasilitasi. Kedua, developer juga bisa memberikan solusi seperti apa terkait rencana pembangunan masjid,” tandas Agung.

Sementara itu, Kuasa Hukum Developer Perumahan Citoh Muhammad Frizal Hematang mengatakan, pihak pengembang tak akan mengganggu hak ibadah warga, dan pemasangan papan nama PT Tri Mitra dilakukan untuk menghindari persoalan sehingga sarana dan fasilitas akan terbangun sesuai dengan peruntukannya.

“Kami sengaja menertibkan dan memasang plang nama dari PT Tri Mitra untuk menghindari hal lain dan titik lain akan digunakan fasilitas dan sarana sesuai peruntukannya,” kata Frizal.

Pihak pengembang juga memastikan pembangunan masjid yang dibutuhkan warga warga akan segera terlaksana dan hingga saat ini, manajemen sedang mempersiapkan untuk pembangunan masjid.

“Kami usahakan paling cepat akhir tahun ini. Kalaupun tidak, pertengahan tahun depan itu sudah menjadi rencana yang memang sempat terhambat Covid-19,” tungkasnya.

** Andres

Harlah ke-3, IKBPC Santuni 160 Anak Yatim 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Memperingati hari lahir yang ke-3 sekaligus Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Ikatan Keluarga Besar Pedagang Pasar Cibinong (IKBPC) mengadakan santunan anak yatim di halaman Pasar Tohaga Cibinong, Jalan Raya Mayor Oking Jayaatmaja Cibinong, Minggu (19/2).

Hadir dalam acara tersebut, Babinmas Cirimekar, Danramil Cibinong Kapten Inf Muhamad arifin, Kepala Tata Usaha Pasar Tohaga Cibinong Elis Nurhayati, Lurah Cirimekar Irwan Sajarudin, tokoh agama dan masyarakat, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Ahmad Maulana menyampaikan, sedikitnya 163 anak yatim yang menerima santunan, dan diutamakan anggota pasar dan warga sekitar Pasar Cibinong seperti wilyah Tapos, Cirimekar, Pabuaran, dan Ciriung  yang mendapatkan santunan dengan mekanisme pembagian sistem kupon dan ditukar ke panitia kemudian diberi sembako dan uang.

“Alhamdulillah, hari ini kami sudah menyelenggarakan kegiatan santunan kepada kurang lebih 163 anak yatim yang tersebar di sekitar Pasar Cibinong. Hal ini kami lakukan sebagai wujud kepedulian kami sebagai pedagang, terhadap sesama, khususnya anak yatim,” ujar Ahmad Maulana kepada Jurnal Bogor, Senin (20/02).

Dengan kegiatan ini, sambung Ahmad Maulana, dirinya mencoba merubah image negatif menjadi image yang positif. Dimana penilaian masyarakat tentang orang pasar yang identik dengan hal yang negatif, melalui kegiatan sosial ini kami menunjukkan bahwa orang pasar bisa juga berbuat baik yang positif.

” Alhamdulilah dari awal berdiri, anggota IKBPC hanya 18 orang, dan kini sudah mencapai 500 orang anggota. Semoga kedepannya makin solid, sukses selalu,” harapnya.

Sementara, Babinmas Cirimekar mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan IKBPC tersebut, dimana kegiatan ini menjadi kegiatan rutin IKBPC di setiap harlahnya.

“Saya berharap dengan kegiatan seperti ini, akan terjalin silaturahmi yang baik antara pengunjung dan pedagang pasar itu sendiri. Semoga kegiatan ini, terus  selenggarakan, di tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan, Danramil Cibinong Kapten Inf. Muhamad Arifin yang juga  Mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh IKBPC. Menurutnya, berbagi dengan yatim bisa sedikit meringankan beban mereka yang sudah tidak memiliki orang tua.

“Harapanya semoga berlajut tidak sampai disini aja dan lebih besar dari ini, hingga bisa menyentuh kaum dhuafa, fakir miskin,” katanya.

Ditempat yang sama, Lurah Cirimekar Iwan Tajarudin mengucapkan selamat harlah yang ke-3, dan berharap kedepannya IKBPC lebih baik lagi dan memberikan manfaat terhadap masyarakat lingkungan pasar terutama warga pedagang dan baru warga lingkungan sekitarnya.

“Terimakasih kepada keluarga besar Pasar Cibinong yang telah peduli terhadap warga saya, pesan saya selalu  jaga kebersihan jangan buang sampah ke kali seperti dilakukan pedagang yang viral kemarin, jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pasar,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Setu Cigudeg Dibangun Zaman Belanda yang Terjaga Keasriannya

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Masyarakat Kabupaten Bogor mungkin sudah tak asing dengar nama Setu Cigudeg yang terletak di Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Keberadaan danau yang berada di pinggir jalan raya penghubung Kota Bogor dengan kota-kota lain di Provinsi Banten, seperti Cipanas, Rangkas Bitung dan Pandeglang.

Bagi sebagian orang mungkin belum mengetahui asal-usul danau yang berada di tengah-tengah perkebunan kelapa sawit tersebut. Kini kondisi Setu Cigudeg tersebut telah asri dan bersih tak banyak lagi sampah-sampah seperti sebelumnya.

Bahkan pemerintah setempat telah mempercantik area tersebut dengan membangun Letter Sigen yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk berfoto. Tempat tersebut juga sangat cocok buat menenangkan hati dan pikiran terlebih di saat cuaca sedang panas, adanya pohon beringin dan kelapa sawit dengan udara semakin sejuk ditambah jajanan es kelapa.

Tempat tersebut juga jadi pavorit para pemancing ikan dan warung-warung dipinggir danau, membuat para pengunjung bisa berhenti berlama-lama.

Dikutip dari laman Pemerintah Kecamatan Cigudeg danau yang luasnya kurang dari 1,5 hektar ini merupakan danau buatan yang diperkirakan dibangun pada masa pemerintah kolonial Belanda pada pertengahan abad ke-19 setelah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels selesai membangun Jalan Raya Pos (de Groote Postweg) Anyer-Panarukan pada tahun 1808.

Danau ini terbentuk oleh adanya pembangunan dam atau tanggul sepanjang 300 meter dimana diatasnya dibuat jalan yang menghubungkan Kota Bogor (Buitenzorg) dengan Rangkas Bitung dan Pandeglang.  

Air yang tertampung di danau ini pada saat itu dipergunakan untuk irigasi pesawahan dan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri oleh sebuah pabrik pengolahan teh yang kemudian beralih ke karet milik pengusaha perkebunan bangsa Belanda yang berada di sekitar Cigudeg.

Pada awalnya, danau ini memiliki kedalaman 0,5 sampai 20 meter yang memegang air dari dua mata air yang terletak di sisi timur dan selatan. 

Waktu berlalu dan Setu Cigudeg hampir satu abad telah menciptakan ekosistem baru yang terbentuk secara alami dan menciptakan habitat yang lebih baik bagi tanaman dan hewan air di sana pada waktu itu, dengan berbagai ikan dan udang sampai tahun 1942, ekosistem di sini disimpan baik dan tidak terganggu.

** Andres