28.7 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 649

Kades Sukaharja Minta Dinas PUPR Gercep Perbaiki Jalan

0

Ciomas | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Sukaharja, Ciomas, Kabupaten Bogor. Rahmat Jebeng mempertanyakan kapan Jalan Sukaharja yang bolong diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.

“Mau sampai kapan jalan bolong diperbaiki oleh PUPR. Jangan sampai sudah ada korban jiwa baru diperbaiki. PUPR harus gercep (gerak cepat) dong, ” ujar Kades Sukaharja Rahmat Jebeng.

Dia menjelaskan, Jalan Sukaharja milik Kabupaten Bogor dan kewenangannya ada di PUPR Kabupaten Bogor bukan desa. Kondisi Jalan Sukaharja yang rusak dan bolong di dua titik tepatnya berada di pertigaan sudah dilaporkan ke  UPT Jalan Dan Jembatan Wilayah Ciomas. Namun, sampai saat ini belum ada perbaikan. 

“Jalan yang bolong di dua titik hanya dipasang water barrier agar pengendara yang melintas tidak terperosok ke dalam lubang,” ungkapnya.

Jebeng mengungkapkan, Jalan Sukaharja merupakan jalan penghubung Kecamatan Ciomas dan Dramaga. Jalan ini setiap hari padat dilalui kendaraan dari dua arah. Untuk itu, perbaikan jalan yang bolong di dua titik sangat urgen. 

“Jika terlalu lama dibiarkan kita khawatir jalan yang bolong semakin lebar dan ruas Jalan tidak bisa dilewati kendaraan,” katanya.

Menanggapi kondis Jalan Sukaharja yang bolong, kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas, Andri meminta masyarakat bersabar. Alasannya, satu per satu dulu, jalan akan diperbaiki.

“Sabar, nanti kita perbaiki,” singkatnya.

** Andres

Membahayakan, Jalan Ace Tabrani Rusak Parah

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Kondisi Jalan Raya Ace Tabrani tepatnya di Kampung Sindangsari RT 01, RW 03, Desa Nanggung, Nanggung, Kabupaten Bogor rusak parah, hingga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Jalan milik Pemkab Bogor itu dikeluhkan oleh warga sekitar. Pasalnya jalan tersebut terdapat lubang-lubang di sepanjang jalan.

Menurut warga sekitar, Mayasari menyatakan bahwa dengan kondisi jalan tersebut tak sedikit pengguna jalan mengalami kecelakaan.

“Dengan kondisi jalan rusak, terlebih kalau di musim penghujan licin dan menimbulkan kecelakan bagi pengguna jalan,” katanya.

Dia mendesak pemerintah agar jalan tersebut untuk segera diperbaiki. “Saya berharap kondisi jalan rusak itu mendapat perhatian pemerintah terkait,” paparnya.

Sebelumnya juga diberitakan, warga Kecamatan Nanggung menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor untuk segera merealisasikan pembangunan Jalan Raya Ace Tabrani. 

Pasalnya, keberadaan jalan milik Pemkab Bogor di Desa Parakanmuncang, Nanggung itu kondisinya rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. 

“Dilihat dari kondisi saat ini banyak sekali jalan yang sudah rusak sampai membahayakan pengguna jalan terutama pengendara roda dua,” kata Aktivis Sosial yang merupakan warga Nanggung, Misbahudin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jurnal Bogor. Andres 

Pemprov Jabar Bakal Perbaiki Jalan Transyogi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Sebanyak 71 ruas jalan di Jawa Barat akan segera diperbaiki, diantaranya Jalan Transyogi di Kabupaten Bogor. Pengerjaan terhadap 71 ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jabar terbagi dalam tiga klasifikasi yaitu pemeliharaan berkala, rekonstruksi, dan peningkatan jalan.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga Perumahan Rakyat (DBMPR) Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, 71 ruas jalan tersebut dibagi dalam 69 paket pekerjaan dan sebagian besar masuk dalam klasifikasi pemeliharaan berkala.

“Kebanyakan dari total panjang ruas jalan 353,822 kilometer yang diperbaiki itu, klasifikasinya adalah pemeliharaan berkala ya, pelapisan kembali atau overlay dengan hotmix” ujar Bambang Tirtoyuliono kepada wartawan.

Bambang juga menyebutkan, dari 69 paket pekerjaan penanganan jalan, 62 di antaranya adalah pemeliharaan berkala yang pemilihan penyedianya melalui e-katalog tanggal 19 Februari lalu sudah tayang.

“Sudah berkontrak 62 paket dengan total panjang 337.342 kilometer. Beberapa paket pekerjaan akan di bulan Maret minggu kedua dan selesai pada akhir bulan Juli. Tetapi untuk mengatasi kerusakan jalan berlubang melalui pemeliharaan rutin gerakan sapu lubang akan diupayakan tuntas agar menjelang Lebaran diselesaikan,” ujarnya.

Ruas jalan yang diperbaiki hampir ada di setiap kabupaten/kota yang menjadi kewenangan Provinsi Jabar atau jalan Provinsi.

“Hampir menyeluruh ya, ada di setiap kabupaten/kota, seperti Bogor, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Garut, Pangandaran dan lainnya” sebut Bambang.

Selain pekerjaan jalan ada tiga jembatan yang diperbaiki, dua diganti yang satu dibangun. Menurut Bambang, tiga jembatan itu di Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut, dan Pangandaran.

Pertama jembatan Cihoe di ruas Jalan Transyogi Kabupaten Bogor.

“Kedua jembatan Citalegong ruas jalan Talegong – Rancabuaya Kabupaten Garut klasifikasinya pergantian jembatan dan yang ketiga jembatan Sodongkopo di Kabupaten Pangandaran, klasifikasinya pembangunan jembatan,” pungkas Bambang.

** Taufik / Nay 

Iluni RM 95 Aktif Kegiatan Sosial, Donor Darah dan Bagikan Bak Sampah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bukan kegiatan hura-hura yang dipilih Ikatan Alumni Angkatan 1995 (Iluni 95) SMA Rimba Madya, Pasir Mulya, Bogor Barat, Kota Bogor dalam menjaga eksistensinya. Namun Iluni RM 95 ini saat berkumpul lebih memilih kegiatan sosial seperti donor darah dan membagikan tempat sampah di Sekolah Islam Al Mustarih, Kamis (16/3).

“Upaya ini wujud kepedulian kita terhadap sesama. Ya, kita bantu PMI Kota Bogor akan ketersediaan darah. Alhamdulillah Camat Bogor Barat, Lurah Pasir Kuda dan Ketua PMI tadi hadir,” ujar Koordinator Kegiatan Donor Darah Siti Aisyah.

Diakuinya, donor darah penting dilakukan karena selain membantu sesama yang membutuhkan darah, juga si pendonor akan sehat. “Alhamdulillah kegiatan kami dapat support, ada sejumlah donator dan respons donor darah juga banyak,” kata dia.

Selain kehadiran komunitas pecinta donor darah dari Iluni RM 95, juga pihak sekolah mendukung kegiatan dengan hadirnya orangtua murid yang dikoordinir via korlas dan komite. “Ratusan ya yang minat donor tapi setelah dicek kesehatannya hanya 83 orang saja yang dilakukan donor,” jelasnya.

Siti Aisyah juga memastikan kegiatan donor darah rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali dan pemberian bak sampah merupakan yang ke-8 kalinya. “Kalau seseorang biasa donor darah pasti nyari tempat donor darah, karena dia merasa perlu badannya lebih bugar dan ada dampak positif terhadap tubuhnya,” tandasnya.

** Asep Saepudin Sayyev

Kementan Gaungkan Genta Organik, TNI-AD Siap Jadi Pelaku Pembangunan Pertanian

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Tahun 2023 dengan tema Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) dan Bimtek Sinergitas TNI – AD dengan Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional resmi dibuka di Gedung Jenderal M. Yusuf, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/3).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas hasil pertanian di Indonesia adalah ketersediaan dan kecukupan pupuk anorganik.

“Sampai saat ini, untuk memenuhi ketersediaan dan kecukupan pupuk organik sangat sulit dan mahal karena beberapa bahan bakunya masih tergantung impor dari negara lain,” kata Menteri Syahrul.

Seperti diketahui bahwa di antara tempat bahan baku maupun produksi pupuk adalah Rusia dan Ukraina yang sedang berperang. Sebab itu, Kementan, mendorong para petani menggunakan pupuk organik dan hayati secara mandiri dan masif.

“Gerakan ini tidak berarti meninggalkan penggunaan pupuk anorganik sepenuhnya, melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau menggunakan konsep pemupukan berimbang,” tutur Syahrul.

Dia berharap melalui Genta Organik, kebutuhan pangan tetap terjaga dan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, penghasil devisa negara, sumber pendapatan utama rumah tangga petani, dan penyedia lapangan kerja.

Pada kesempan yang sama, Mentan juga menyampaikan bahwa keterlibatkan Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin di sektor pertanian akan menjadi energi baru dalam mengakselerasi pertanian yang lebih baik.

“Saya menaruh sekali harapan bahwa inilah implementasi dari kerja sama TNI Kementan secara nasional yang secara konkret langkahnya diambil oleh Bapak Pangdam XIV Hasanuddin,” kata Mentan Syahrul.

Mayor Jenderal atau Mayjen TNI, Totok Imam Santoso mengapresiasi Kementan yang telah yang telah memberikan peluang kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai pelaku di sektor pertanian.

“Beliau pada hari ini memberikan sautu kemudahan-kemudahan dan kerja sama dengan kita, yang tadinya Babinsa hanya pendamping sekarang jadi pelaku. Saya terima kasih,” kata dia.

Dia mengatakan, TNI-AD akan all out membantu mewujudkan ketahanan pangan yang selama ini sedang digencar pemerintah pusat dalam hal ini Kementan.

“Sudah ada arahan dari pimpinan saya dari Panglimana TNI dan Bapak Kasad bahwa keberadaan TNI-AD harus bisa membantu pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat dalam menghadapi masalah,” kata dia.

Totok mengatakan akan mengikutkan 5043 Babinsa yang tersebar Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat. “Walaupun di sini terbatas, tapi nanti akan dilatihkan sendiri. Jadi, harapan saya semua Babinsa tah dan tidak hanya pendampingan dan sebagai pelaku,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya akan membangun 1.020 titik demplot pembuatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah, dan pestisida alami.

“Ini akan menjadi tempat pembelajaran petani dalam mengembangkan sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami, sehingga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya secara mandiri di lahan usaha taninya,” tutur dia.

Peserta yang mengikuti Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh kali ini sebanyak 1.800.000 orang yang terdiri dari 1.761.907 petani dan 38.093 berasal dari penyuluh pertanian. Total keseluruhan yang mengikuti pelatihan ini sejak digulirkan sebanyak 11 juta peserta.

Bukan hanya itu, sejak tahun 2020, BPPSDMP telah melatih petani dan penyuluh secara hybrid melalui berbagai program lainnya, yakni Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP), Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras), Bertani on Cloud (BoC), dan Milenial Agriculture Forum (MAF).

Tahun 2020 jumlah peserta dilatih sebanyak 986.558 peserta. Tahun 2021 jumlah peserta mencapai 2.331.530. Sedangkan di tahun 2022 Kementan melatih sebanyak 6.567.531.

Sementara di awal tahun 2023 peserta yang dilatih sebanyak 319.544. Sehingga secara kumulatif sampai bulan Februari 2023, total peserta yang telah dilatih mencapai 10.205.163.

Hasil pelatihan sejak 2020 sudah dapat dirasakan oleh petani, yaitu sebanyak 546.469 orang Petani Milenial yang dibina Kementan, yang mengakses KUR sebanyak 140.158 orang dengan jumlah akad senilai Rp. 6.570.382.877.462.

Tidak hanya itu, total peserta yang dilatih pada pelatihan sejuta petani dan penyuluh (purnawidya) sebanyak 6.724.637 peserta, 900.155 diantaranya memanfaatkan KUR dengan jumlah akad Rp 29.263.244.103.904.

** Cha/Kementan/PPMKP

TP PKK Sukamakmur Fokus Berdayakan Perempuan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Sukamakmur merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor yang memiliki banyak potensi, baik sektor pariwisata, perkebunan, maupun pertanian. Peran wanita menjadi salah satu faktor penting dalam berkembangnya ekonomi di Kecamatan Sukamakmur. Pasalnya, sebagian besar wanita di Kecamatan Sukamakmur ikut membantu suaminya dalam mencari nafkah.

Selain mengurusi kepentingan rumah, para wanita di Kecamatan Sukamakmur aktif melakukan kegiatan seperti berdagang, berkebun, dan bertani. Hal ini patut diapresiasi karena lewat kontribusi tersebut, para keluarga di Kecamatan Sukamakmur dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. 

“Sebagian besar sih berdagang, ada juga yang ikut bantu suami di kebun, ada juga yang bertani. Tapi banyak juga yang ikut usaha sekitar desa bikin keripik sama bikin boneka,” ujar Ketua TP PKK Kecamatan Sukamakmur, Erni Rohaeni kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/03/23).

Menurut dia, produk kerajinan yang dihasilkan para wanita di Sukamakmur sangat membantu perekonomian keluarga. Selain itu, kondisi geografis yang cukup tinggi membuat lahan pertanian di Kecamatan Sukamakmur sangat subur dan berpotensi tinggi memproduksi hasil tani yang melimpah jika diolah dengan baik.

 “Ibu-ibunya kalo diajak pasti mau gerak, antusiasmenya tinggi,” ungkapnya.

Erni mengatakan antusias ibu-ibu di Kecamatan Sukamakmur sangat besar dalam ikut membantu perkembangan ekonomi keluarga. Dari antusiasme yang besar tersebut, tidak sulit bagi TP PKK Kecamatan Sukamakmur dalam ikut membina para wanita dalam ikut serta membangun ekonomi di sekitar kecamatan Sukamakmur.

 “Kondisi ini didukung juga dengan status demografi yang menunjukan rata-rata usia wanita di Kecamatan Sukamakmur merupakan usia produktif. Hal ini pastinya menjadi keuntungan bagi warga di sekitar Kecamatan Sukamakmur yang mendapatkan peluang besar dalam mengembangkan potensi wanita di sektor perkembangan ekonomi keluarga. Rata-rata masih muda ya, usia produktif, rentang usia 25 sampe 40 tahunan,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Dewan Minta Alfamart Patuhi Aturan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Komisi IV DPRD Kota Bogor mendesak agar Alfamart mematuhi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 tahun 2013 dan Perwali 10 Tahun 2017 yang salah satunya mengatur soal jam operasional minimarket.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mengatakan bahwa semua pengusaha yang menanamkan investasinya di ‘Kota Hujan’ wajib mematuhi seluruh aturan daerah.

“Perlu dicatat bahwa aturan itu dibuat untuk meminimalisir konflik dan menjaga harmonisasi dengan pedagang kecil,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/3).

Selain itu, kata dia, ada kekhawatiran dari Komisi IV apabila minimarket tetap beroperasi tak sesuai jam operasional bakal dijadikan tempat nongkrong sekumpulan remaja yang menunggu waktu sahur.

“Ini kan sebentar lagi Ramadhan, kami khawatir dijadikan tempat nongkrong Sahur On The Road (SOTR), karena tahun 2020 sampai ada korban jiwa dan 2018 belasan pemuda ditangkap saat akan melakukan aksi tawuran diwaktu sahur,” ungkap pria yang akrab disapa Gus M itu.

Apalagi, beberapa waktu lalu di Kota Bogor baru terjadi tindak kekerasan antar pelajar yang berujung meninggalnya AS, siswa SMK Bina Warga. “Kami takut hal itu terjadi saat Ramadhan. Sebaiknya semua minimarket beroperasi sesuai jam operasional,” kata dia.

Gus M menegaskan, jika minimarket seperti Alfamart tetap nekat beroperasi tanpa mengikuti aturan yang tertera dalam perwali, Komisi IV akan merekomendasikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menutup operasional Alfamart.

“Jadi kami berharap, Alfamart taat aturan dan mengedepankan kearifan lokal,” tegasnya.

Selain itu, kata Gus M, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap Indomart untuk menanyakan perihal penyerapan ketenagakerjaan, jam operasional dan lain sebagainya.

“Kami segera agendakan pemanggilan terhadap Indomart,” ucap dia.

Sebelumnya, Government Relation Alfamart Cabang Bogor, Faturrahman mengatakan, perkembangan Alfamart di kota lain memang kerap dikaitkan dengan narasi membunuh pedagang kecil. Namun, kenyataannya banyak di sebelah Alfamart toko klontong yang tetap hidup karena mereka memahami tentang pengelolaan barang dan keuangan.

“Kami sering beri pelatihan. Dan kelemahannya toko klontong disitu (pengelolaan barang dan keuangan). Makanya kami beri pelatihan yang konkret,” katanya.

Saat disinggung mengenai apakah Alfamart akan mengikuti aturan jam operasional di Kota Bogor. Faturrahman menegaskan bahwa jam operasional tak diatur oleh kementerian. “Tetapi, kalau di daerah diatur mengenai jam operasional, ya silahkan,” katanya.

Kendati demikian, ia menyatakan, jam operasional Alfamart di Bogor disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. “Misalnya Saat malam masyarakat ada kebutuhan tapi Alfamart tutup siapa yang disulitkan. Makanya buka ada jam 7 di kadang jam 6 kadang tutup jam 12 malam kalau weekend.sebenarnya kalau tutup cepat kita malah enak,” paparnya.

Ia pun menyebut bahwa Alfamart menghormati dan mengikuti perwali di Kota Bogor. “Ya, aturannya memang jam 10 malam tutup. Tapi kan kita rekondisi kembali lagi ke situasi di daerah,” tegasnya.

Ia berdalih bahwa kebijakan yang dibuat Alfamart adalah dalam rangka membantu pemerintah memulihkan ekonomi pasca pandemi. “Kalau masalah buka tutup kita serahkan ke pemerintah daerah,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai jarak yang begitu dekat antar toko modern. Faturrahman mengatakan, sejauh ini tak ada regulasi tingkat nasional yang mengatur hal itu.

“Kenapa Alfamart sebelahnya Indomart, kan yang diuntungkan masyarakat. Kalau toko sebelah diskon mau nggak mau juga yang lain diskon. Yang diuntungkan pelanggan, begitu juga bila cari sesuatu yang nggak ada di Alfamart, pelanggan bisa ke toko sebelah,” imbuhnya.* Fredy Kristianto

Jangan Sampai Salah !, Inilah Perbedaan Mobil Ambulance dan mobil Jenazah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Salah satu kendaraan medis untuk kondisi kegawatdaruratan adalah ambulans. Namun tidak sedikit masyarakat yang belum memahami fungsi dan penggunaannya.

Tak heran, di berbagai rumah sakit kerap kali terjadi protes dari masyarakat karena rumah sakit sering disebut tidak mengizinkan keluarga membawa jenazah dengan ambulans di Rumah Sakit.

Padahal ambulans dan mobil jenazah memiliki fungsi yang berbeda. Lantas apa perbedaannya?. Berikut keterangan Kabag Hukum Dan Umum RSUD Kota Bogor, Irfan Zaki.

Secara fungsi mobil ambulans diperuntukan untuk memindahkan orang sakit atau cidera dari suatu lokasi ke sebuah unit perawatan.

Dalam Peraturan Mentri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 Pasal 29 berbunyi pelayanan ambulans merupakan pelayanan transportasi rujukan dengan kondisi tertentu antar fasilitas pelayanan kesehatan sebagai upaya atau kegiatan menjaga kestabilan kondisi pasien untuk kepentingan keselamatan pasien.

Sedangkan mobil jenazah berfungsi untuk mengantar jasad secara aman ke rumah duka atau pemakaman.

“Dari fungsi sangat jelas perbedaanya,” tegas dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI Nomor 143/Menkes-Kesos/SK/II/2001 tentang Standarisasi Kendaraan Pelayanan Medik, disebutkan perbedaan ambulans untuk orang sakit dan mobil jenazah.

Pada mobil ambulans, terdapat peralatan medis, seperti tabung oksigen, obat-obatan gawat darurat, dan cairan infus.

Sedangkan mobil jenazah secara umum lebih sedikit perlengkapannya. Namun yang harus ada, yaitu sabuk pengaman untuk peti jenazah.

Selanjutnya, masih kata dia, perbedaan kedua terletak pada warna putih cerah untuk ambulans transportasi dengan stiker ambulans berwarna merah. Sementara pada mobil jenazah berwarna putih tulang dengan stiker ambulans berwarna hitam.

Selain itu, jumlah petugas pada mobil ambulans hanya terdapat dua personel yang terdiri dari pengemudi dan petugas. Sementara pada mobil jenazah, biasanya diisi oleh lima personel yang terdiri dari satu pengemudi dan empat petugas pengangkut jenazah.

“Petugas pada mobil ambulans harus memahami Basic Life Support. Sementara mobil jenazah tidak,” sebutnya.

Irfan Zaki juga mengatakan, sebagai angkutan darurat, ambulans diperbolehkan menyalakan sirene ketika dalam perjalanan menjemput pasien dan keberadaanya harus didahulukan di jalan raya. Sedangkan mobil jenazah tak punya keunggulan serupa karena tugasnya untuk mengantar mendiang dengan aman serta nyaman dan bukan soal kecepatan.

Irfan Zaki berharap melalui pemaparannya terkait perbedaan mobil ambulans dan jenazah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perbedaan fungsi dan fisik dari kedua mobil tersebut.

“Karena minimnya sosialisasi kepada masyarakat, berdampak pada ketidaktahuan masyarakat terhadap perbedaan fungsi ambulans dan mobil jenazah. Alhasil, masyarakat menyamaratakan kedua mobil tersebut,” sebutnya.

Sementara itu, Subkordinator Humas RSUD Kota Bogor, dr. Utami Sulistyaningsih menambahkan, bila mobil ambulans dan mobil jenazah di dalam Rumah Sakit memiliki SOP dalam penggunaannya.

“Dimana, mobil ambulans tidak diperkenankan untuk membawah jenazah,” sebutnya.

Saat ini, di RSUD Kota Bogor terdapat 2 unit mobil jenazah dan 4 unit mobil ambulans. Jumlah tersebut, dinilai masih kurang bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan masyarakat pada RSUD Kota Bogor.* Fredy Kristianto

Jam Operasional Melebihi Batas Waktu, Dewan Ultimatum Alfamart

0

Bogor | Jurnal Bogor

Menjamurnya gerai Alfamart di Kota Bogor, terus menjadi sorotan. Selain jaraknya yang berdekatan, penyerapan tenaga kerja lokal pun dinilai belum adik, dan ditambah dengan jam operasional yang tak menentu.

Berdasarkan data Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) di Kota Bogor terdapat 157 gerai Alfamart. Sementara total karyawan sebanyak 1.330 orang, sedangkan yang ber-KTP Kota Bogor hanya 600 orang.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Shendy Pratama mengatakan bahwa permasalahan Alfamart merupakan problem klasik. Seharusnya manajemen Alfamart harus berpihak kepada tenaga kerja lokal lantaran mereka menanamkan investasinya di ‘Kota Hujan’.

“Kami garisbawahi, apabila tak ada perubahan manajemen dan pengelolaan Alfamart. Komisi IV akan merekomendasikan penutupan operasional,” ucapnya kepada wartawan usai melakukan rapat dengan Alfamart di Gedung DPRD, Rabu (15/3).

Shendy menegaskan bahwa Alfamart harus menghormati Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 Tahun 2023 yang mengatur soal operasional serta tenaga kerja.

“Yang harus diutamakan adalah tenaga kerjanya kemudian manajemen termasuk perizinan,” ucapnya.

Shendy menegaskan bahwa dalam rapat kerja itu ditemukan adanya ketidakcocokan data antara DPMPTSP dan Dinkukmdagin. “Kan disitu dilaporkan bahwa ada 157 gerai, dan 600 pegawai ber-KTP Kota Bogor, sementara total karyawan ada 1.330. Artinya tidak setengahnya warga Kota Bogor,” jelasnya.

Kendati demikian, sambung dia, Alfamart berdalih bahwa tenaga kerja asal Kota Bogor lainnya tersebar di kota dan kabupaten lain. “Ini akan kami cek, termasuk kaitan gaji dan BPJS. Kami ingin memastikan agar itu tak bertentangan dengan aturan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor, Atep Budiman mengatakan bahwa Kota Bogor memiliki regulasi yang dituangkan Perwali 37 tahun 2013 dan Perwali 10 Tahun 2017 yang mengatur soal jam operasional, jarak, pelayanan, dan kemitraan dengan UMKM. Namun, seiring diterbitkannya UU Ciptaker, Permendag, dan peraturan pemerintah, daerah tak lagi diberi ruang untuk melakukan pengaturan. Sehingga perwali lama tak bertentangan dengan aturan di atasnya.

“Kami nggak mau melaksanakan pengaturan di lapangan tetapi menggunakan legal standing yang rawan bertentangan dengan aturan di atasnya,” ucapnya.

Atep menegaskan bahwa perwali harus disesuaikan dengan acuan regulasi di atasnya. Namun, sambung Atep, pengusaha harus mengedepankan kearifan lokal agar tak terjadi gesekan.

Sebab, tujuan pemerintah menerbitkan perwali untuk menjaga keharmonisan antara semua pihak, termasuk mengikis persaingan dengan pedagang kecil. “Memang ada anggapan dari pedagang kecil, bila mereka (toko modern) berbuat semaunya,” ungkap Atep.

Lebih lanjut, kata Atep, UU Ciptaker justru memudahkan dan membantu pemerintah dalam memajukan perekonomian, termasuk penyerapan tenaga kerja.

“Tapi apapun aturannya ketika stabilitas tak bisa dijaga tidak enak kepada semua pihak. Uuntuk menjaga stabilitas, kearifan lokal mesti dirawat jangan sampai gesekan dengan pelaku ekonomi lain,” tandasnya.

Terpisah, Government Relation Alfamart Cabang Bogor, Faturrahman mengatakan, perkembangan Alfamart di kota lain memang kerap dikaitkan dengan narasi membunuh pedagang kecil. Namun, kenyataannya banyak di sebelah Alfamart toko klontong yang tetap hidup karena mereka memahami tentang pengelolaan barang dan keuangan.

“Kami sering beri pelatihan. Dan kelemahannya toko klontong disitu (pengelolaan barang dan keuangan). Makanya kami beri pelatihan yang konkret,” katanya.

Saat disinggung mengenai apakah Alfamart akan mengikuti aturan jam operasional di Kota Bogor. Faturrahman menegaskan bahwa jam operasional tak diatur oleh kementerian. “Tetapi, kalau di daerah diatur mengenai jam operasional, ya silahkan,” katanya.

Kendati demikian, ia menyatakan, jam operasional Alfamart di Bogor disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. “Misalnya Saat malam masyarakat ada kebutuhan tapi Alfamart tutup siapa yang disulitkan. Makanya buka ada jam 7 di kadang jam 6 kadang tutup jam 12 malam kalau weekend.sebenarnya kalau tutup cepat kita malah enak,” paparnya.

Ia pun menyebut bahwa Alfamart menghormati dan mengikuti perwali di Kota Bogor. “Ya, aturannya memang jam 10 malam tutup. Tapi kan kita rekondisi kembali lagi ke situasi di daerah,” tegasnya.

Ia berdalih bahwa kebijakan yang dibuat Alfamart adalah dalam rangka membantu pemerintah memulihkan ekonomi pasca pandemi. “Kalau masalah buka tutup kita serahkan ke pemerintah daerah,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai jarak yang begitu dekat antar toko modern. Faturrahman mengatakan, sejauh ini tak ada regulasi tingkat nasional yang mengatur hal itu.

“Kenapa Alfamart sebelahnya Indomart, kan yang diuntungkan masyarakat. Kalau toko sebelah diskon mau nggak mau juga yang lain diskon. Yang diuntungkan pelanggan, begitu juga bila cari sesuatu yang nggak ada di Alfamart, pelanggan bisa ke toko sebelah,” imbuhnya.* Fredy Kristianto

Bangun Pasar Tradisional Parungpanjang, PT HPJ Diapresiasi Ketua Komisi II dan Dirut PD Pasar Tohaga

0

Parungpanjang | Jurnal Bogor

Sebanyak 1.290 unit toko di Pasar Tradisional Parungpanjang, Kabupaten Bogor, resmi dibuka oleh PD Pasar Tohaga, Rabu (15/03/2023). Keberadaan toko di pasar tersebut mendapatkan apresiasi dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Gerindra Sastra Winata.

Pasar Tradisional Parungpanjang sendiri dibangun dan dikelola oleh PT HPJ (Hendra Putra Jaya) dengan waktu singkat yakni hanya 12 bulan, yang mana PD Pasar Tohaga memberikan target 18 bulan harus sudah selesai dan dapat beroperasi.

“Segini megahnya Pasar Tradisional Parungpanjang mau pasar mana lagi yang akan dibangun oleh PT HPJ agar sama menjadi seperti ini,” kata Sastra Winata.

“Kita liat dari ujung sampai kita berkeliling begitu luar biasanya pembangunan yang dilakukan oleh PT HPJ, tentu kami dari DPRD Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT HPJ dalam pembangunan Pasar Tradisional Parungpanjang ini,” katanya.

Sastra Winata pun mengajak masyarakat Parungpanjang yang biasa berjualan untuk berjualan di pasar ini dan bagi masyarakat umum diajak berbelanja di Pasar Tradisional Parungpanjang agar lebih ramai lagi.

Sementara Itu Direktur Utama PD Pasar Tohaga Haris Setiawan menuturkan, awalnya dia ragu dalam pembangunan Pasar Tradisional Parungpanjang dengan target hanya 18 bulan, namun ternyata hanya dengan waktu 12 bulan PT. PHJ sudah menyelesaikannya.

“Saya sangat meapresiasi kepada bapak Khadafi dari PT. PHJ yang telah menyelesaikan pembangunan hanya dengan waktu 12 bulan saja dengan pembangunan yang sangat baik dan rapi,” ungkap Haris Setiawan.

Bahkan atas dukungan para pedagang dan tokoh masyarakat, pembangunan pasar berjalan dengan sukses. “Karena tanpa adanya pedagang dan tokoh, pembangunan rehabilitasi ini tidak akan berjalan dengan sebaik ini,” tuturnya.

“Mudah-mudahan dengan kemegahan yang luar biasa ini tidak hanya megah secara fisik tetapi oprasional pun bisa semakin hebat, Pasar Tradisional Parungpanjang bisa semakin ramai dan masalah klise di Pasar Tradisional Parungpanjang yaitu sering banjir dan hari ini dapat teratasi tanpa ada lagi cerita para pedagang kebanjiran,” kata Haris Setiawan.

Dari kemegahan Pasar Tradisional Parungpanjang ini dia berharap pengunjung  semakin ramai bukan hanya dari Kecamatan Parungpanjang sajam melainkan dari tetangga wilayah sebelah bahkan dari BSD.

**ass/rl