31.2 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 639

Pemdes Weninggalih Gandeng YKKI Gelar Pengobatan Gratis

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Pemerintahan Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Yayasan Kirbat Kasih Indonesia (YKKI) melakukan pengobatan gratis untuk warga. Pengobatan gratis didominasi oleh lansia yang ingin memeriksakan kesehatannya.

Kepala Desa Weninggalih, Mamat Rahmat mengatakan, kegiatan pengobatan gratis ini merupakan wujud kepedulian Pemdes kepada masyarakat yang kebetulan ada tenaga kesehatan yang disediakan oleh YKKI.

“Alhamdulilah, dengan adanya kerjasama ini warga desa bisa memeriksakan kesehatannya secara gratis. Memang untuk pemeriksaan ringan saja, namun jika ada gejala yang memang serius bisa kembali ditindaklanjuti berdasarkan rekom dokter yang memeriksa pada hari ini,” ujar Mamat sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (30/5).

Mamat menyebut, untuk kegiatan pengobatan gratis ini tidak ada batasan kuota peserta, bagi semua warga yang memang merasa ada gangguan kesehatan bisa langsung datang ke balai desa untuk dilakukan pemeriksaan.

“Seadanya warga yang datang aja, tidak ada batasan harus berapa orang, memang didominasi oleh lansia. Karena kan kalo udah tua itu sudah banyak yang dirasa dan sudah seharusnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.

Oleh karena itu, sambung Mamat, mungkin kegiatan pemeriksaan kesehatan secara gratis ini akan kami lakukan secara rutin, dan bekerjasama dengan pihak lain lagi, “Insya Allah bisa jadi kegiatan rutin, kan untuk warga juga, apa yang saya perbuat semata-mata hanya untuk kepentingan warga, warga yang merasakan langsung,” cetusnya.

Sementara, Mak Inah (65) mengucapkan terimakasih kepada Kepala Desa dan dokter yang sudah memeriksa. Dia berharap kegiatan pengobatan gratis seperti ini bisa dilakukan rutin.

“Banyak penyakitnya, darah tinggi, kolesterol, padahal jarang makan daging. Ya namanya sudah tua banyak yang dirasa,” pungkas Mak Inah sambil tertawa. 

** Nay Nur’ain 

Polsek Jonggol Amankan Pelaku Pencurian Kotak Amal Masjid

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pelaku pencuri kotak amal Masjid Jami Nurul Huda Al-Manan yang berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, berhasil diamankan Polsek Jonggol.

Kapolsek Jonggol Kompol Asep Fajar mengungkapkan, aksi pencurian yang terjadi pada Senin, 29 Mei 2023 tersebut gagal, usai warga yang datang ke masjid mengetahui aksi  pelaku inisial RA (25).

“Aksi pelaku ketahuan oleh warga, kemudian pelaku yang langsung diamankan pun diserahkan kepada kami,” katanya kepada wartawan, Selasa (30/5/2023).

Kompol Asep menjelaskan, dalam melancarkan aksinya pelaku ini masuk ke dalam masjid melalui jendela. Setelah di dalam masjid, pelaku melakukan pendobrakan pada pintu ruangan tempat penyimpanan kotak amal masjid dan mengambil kotak amal tersebut.

“Saat ini terhadap pelaku masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya pelaku pun terancam dengan kurungan penjara maksimal 7 tahun,” jelasnya.

Sementara, salah satu warga yang melihat kejadian tersebut Andi Ruhandi (54) mengatakan, kejadian seperti ini sudah terjadi berkali-kali namun memang baru kali ini kepergok langsung.

“Padahal kotak amal itu ditaruh di ruangan terpisah, dan sepertinya dibobol melalui jendela cuma keburu ada yang liat,” jelasnya.

Dirinya berharap orang yang datang ke masjid mestinya meniatkan untuk ibadah bukan niat lain apalagi sampai mencuri kotak amal. “Lebih terhormat menjadi pemulung daripada mencuri kotak amal masjid, kalo apes kan bisa dikeroyok warga, padahal isi kotak amal juga belum tentu banyak,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Korban Bencana Alam, Misri Janda Tua Tiga Tahun Tinggal di Rumah Tetangga

0

Genpar: Kami Minta DPKPP Untuk Segera Bangun Huntap  di Curugbitung

Nanggung l Jurnal Bogor

Misri (65) janda tua warga Kampung Sibongkok RT 02 RW 01, Desa Curugbitung, Nanggung, Kabupaten Bogor, salah satu korban bencana alam awal tahun Januari 2020 sudah tiga tahun tinggal di rumah tetangga lantaran rumah miliknya porak-poranda akibat bencana alam.

Kepada Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar) Sambas Alamsyah, Misri menceritakan  sudah tiga tahun tinggal di rumah tetangga. Sebelumnya Misri bersama 3  anaknnya memang ngontrak lantaran sudah tak mampu bayar akhirnya sama tetangga dibebaskan dan tidak bayar lagi.

Sambas Alamsyah memaparkan, sejak rumahnya diterjang bencana alam, kini Misri tak memiliki rumah tinggal, bahkan ia sudah tiga tahun lebih tinggal di rumah tetangga.

“Mengingat kejadian bencana alam itu  sudah cukup lama, kami minta Pemkab Bogor untuk segera membangun hunian tetap (Huntap). Setahu kami pengerjaan cut and fill 2022 lalu  penyediaan lahan untuk warga korban  itu sudah ada, jadi apalagi. Pemkab Bogor, melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahanan (DPKPP) agar serius menangani pembangunan hunian tetap,” kata Sambas kepada Jurnal Bogor, Senin (30/5).

Diketahui bukan hanya Misri, sekitar 30 warga korban bencana alam lainnya warga Desa Curugbitung tentu sangat menantikan bangunan Huntap itu segera terwujud. Warga korban bencana alam berasal dari Kampung Sipandan, Gunungsali, serta Kampung Nunggul dipastikan mereka menunggu pembangunan huntap tersebut.

“Sejauh ini seperti di Kecamatan Sukajaya termasuk di beberapa desa di Kecamatan Nanggung pengerjaan huntap kini telah berlangsung, bahkan  proses pengerjaannya sudah ada dua tahap.

Maka itu, kami pertanyakan kenapa huntap di Desa Curugbitung hingga kini tak kunjung dibangun,” tanya dia.

Sementara Ketua Pokmas pembangunan Huntap di Desa Curugbitung Dede Taupik saat dikonfirmasi tak merespons.

** Arip Ekon

Dianggap Lakukan Pengrusakan, PT BSS Terancam Dilaporkan ke APH

0

Cijeruk | Jurnal Bogor

PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS) yang saat ini sedang mengklaim kepemilikan lahan garapan di Gunung Salak, persisnya di Desa Cijeruk, Cijeruk, Kabupaten Bogor, terancam akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum (APH) oleh pemilik. Sebab, pihak PT BSS diduga sudah melakukan pengrusakan terhadap lahan miliknya.

Hendro, pemilik lahan garapan di Desa Cijeruk mengaku akan meminta pihak PT BSS untuk duduk bareng dan menyelesaikan persolan ini dengan baik. Sehingga tidak harus ditempuh melalui jalur hukum.

“Kalau niat baik saya tidak digubris pihak PT BSS dengan penyelesaian secara baik, terpaksa saya akan laporkan kepada APH,” katanya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi di lokasi lahan garapannya di Desa Cijeruk, Selasa (30/5).

Menurutnya, tindakan tegas dengan cara melaporkan ke APH, bukan tanpa dasar. Pasalnya, kurang lebih sudah puluhan tahun menggarap lahan yang luasnya mencapai 12 hektare tersebut  tersebut dari over alih milik warga. “Dan surat over alih garapannya pun saya punya,” ungkap Hendro.

Selain itu, lanjut Hendro, bukti surat kepemilikan lain terhadap lahan seluas 12 hektar yang dimilikinya saat ini, yakni dengan keluarnya izin lokasi dan sedang dalam prosesnya sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor.

Hendro pun menjelaskan, semenjak tahun 2010 saat adanya program sismiop, untuk pembayaran pajak yang awalnya hanya ke desa dengan menjadikannya pendapatan asli desa, kini sudah berubah dan membayar pajak ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Mulai tahun 2010 pembayaran pajak langsung ke Pemda dengan keluarnya PBB (Pajak Bumi Bangunan). Bukti pembayaran pajaknya pun ada,” paparnya.

Hendro menegaskan, pihaknya tidak akan diam saja dengan tindakan yang sudah dilakukan pihak PT BSS. “Sebelumnya memang pernah ada surat somasi dari pihak PT BSS, tapi tidak pernah mengundang saya untuk diajak bicara, tahunya ada tindakan seperti sekarang saja dan itu pun tidak ada konfirmasi terlebih dulu,” tegasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi dengan mendatangi kantor PT BSS di Pasir Pogor, Desa Cijeruk, tidak satu pun dari pihak perusahaan yang bersedia diminta keterangan, alasannya tidak ada yang berkompeten.

“Yang bisa dikonfirmasi lagi di atas (lahan garapan,red). Kalau mau bersurat saja dulu,” kata salah seorang bapak-bapak yang saat itu berada di tempat jaga dengan tidak bersedia memberitahukan namanya.

** Dede Suhendar

Polisi RW Direspons Positif Warga Nanggung

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor merasa puas dengan kehadiran Polisi RW. Pasalnya, di wilayah binaan Polsek Nanggung kini telah tercipta suasana kondusif di masyarakat.

Seperti dikatakan warga Pasirgintung Ahmad, kehadiran Polisi RW sangat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah kampungnya.

“Sangat membantu sekali, karena kalo ada permasalahan di kampung ini kita cukup menanyakan langsung kepada Polisi RW yang selalu hadir di Pos Kamling ini,” katanya.

Sementara Kapolsek Nanggung Joni Handoko mengatakan, Polisi RW memang bertugas melayani aduan masyarakat di tingkat Rukun Warga.

“Jika masyarakat memiliki keluhan ataupun aduan terkait kejahatan dan tindak kriminalitas dapat langsung melapor kepada Polisi RW yang ada di lingkungannya,” katanya, Selasa (30/05).

Dia menjelaskan, di wilayah Polsek Nanggung Polisi RW masih terbatas. Sebab satu polisi bertugas ke beberapa RW di satu desa.

Kendati demikian, diakuinya di wilayah Polsek Nanggung tercipta Kamtibmas pada lingkungan dan dapat meningkat kepercayaan publik kepada polisi.

“Alhamdulillah sejak sebelum bulan puasa kemarin sampai sekarang tindak kriminal seperti curanmor terus narkoba tawuran sangat minim sekali,” ucapnya.

Jadi kata dia, hal itu adalah upaya pihaknya dalam rangka meningkatkan usaha preventif menghimbau mengajak masyarakat secara pro aktif menjaga Kamtibmas.

“Polisi RW  dalam rangka menampung aspirasi dari masyarakat keluhan saran ataupun komplain terhadap kinerja kepolisian kami tampung untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik kami. Jadi tidak ada hal yang lain semata-mata dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.

** Andres

Tinggal Sendiri, Perempuan Muda Meninggal di Ruang Tamu Rumahnya

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Seorang perempuan muda berusia 25 tahun di Desa Cibeber II, Leuwiliang, Kabupaten Bogor ditemukan dengan keadaan meninggal dunia di ruang tamu rumahnya, Selasa (30/05). Pihak kepolisian pun langsung menggelar olah TKP dan memberikan garis polisi di area rumah tersebut.

Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto mengatakan, diduga korban berinisial AS, seorang perempuan yang tinggal sendiri dan jauh dari keluarganya di Ciluar, Sukaraja.

“Meninggalnya seorang perempuan ini  diduga karena sakit, jadi yang bersangkutan ini sakit jantung,” katanya.

Awalnya kata dia, tetangganya korban  mencium bau kurang sedap dan di depan pintunya itu banyak lalat. Dengan pintu terkunci, terpaksa pintu rumah korban harus di dobrak.

“Sebelah rumahnya itu ada saudaranya. Posisi rumah dalam keadaan terkunci, meninggalnya dalam posisi lagi tidur di lantai,” ungkapnya.

Jadi kata dia terakhir korban pada hari Sabtu masih keliatan membeli pulsa, sampe Senin engga keliatan.

“Punya penyakit jantung, keluarganya juga menerangkan, dibawa ke RS juga divisum, engga ada luka apa-apa. Keluarganya ikhlas engga mau diautopsi jadi langsung dimakamkan,” pungkasnya.

** Andres

Desa Kalongliud Peringati HLUN dengan Skrining PTM

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Puskesmas Nanggung menggelar acara Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang ke-27 dan melakukan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM).

“Kami Pemerintah Desa Kalongliud menyelenggarakan HLUN dan ditunjuk sebagai tuan rumah acara bersama Puskesmas Nanggung,” kata Kepala Desa Kalong Liud Jani Nurjaman kepada wartawan, Selasa (30/5).

Selain itu pada acara ini pihaknya menghadirkan khusus manula terdiri dari 7 desa yang ada dibinaan Puskesmas Nanggung.

“Rangkaiannya diawali kegiatan senam lansia dan memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah, dan potong kue serta tiup lilin,” jelasnya.

Adapun kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi warga khusus Kalong Liud yang masuk kriteria PTM.

“Harapan kedepan semua pihak dapat memberikan edukasi agar tetap menjaga kesehatan,” ucapnya.

Menurut Jani, di musim pancaroba ini tentu harus meningkatkan kebersihan supaya terhindar dari penyakit demam berdarah dengue.

“Karena saat ini lebih banyak musim kemarau, dan kerap diwaspadai demam berdarah dengue (DBD), diutamakan perlu menjaga kebersihan lingkungan rumah,” pungkasnya.

** Andres

Eks Karyawan PT Intinusa Selareksa Tunggu Niat Baik Perusahaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Mantan karyawan PT Intinusa Selareksa Tbk, Priatno alias Neno masih menunggu niat baik perusahaan bisa membayar uang pesangon sesuai aturan. Hal itu dia katakan usai mediasi di Dinas Tenaga Kerja ((Disnaker) Kabupaten Bogor, Selasa (30/5/2023).

“Saya masih nunggu pekan depan ada mediasi lagi,” kata Neno.

Dia menjelaskan, pertemuan mediasi pertama dengan HRD PT Intinusa Selareksa masih sebatas menyampaikan duduk perkara persoalan dan pihak perusahaan yang berada di Citeureup itu belum bisa mengabulkan permintaa. Namun pihak perusahaan tak menyangkal kalau dia tak bermasalah dalam kinerja sehingga PHK dilakukan sepihak.

“Dilaporkan dulu ke pimpinannya. Saya sih inginnya tidak berlarut- larut. Toh, yang diminta saya itu adalah hak saya yang harus diberikan perusahaan,” jelasnya.

Kuasa hukum Neno, Edison dari Serikat Pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia ’98 (SP-PPMI ’98) menjelaskan, sesuai Undang-undang Cipta Kerja, pihak perusahaan telah melanggar ketentuan. Pasalnya, Neno di-PHK bukan karena keinginan Neno tetapi alasan kontrak sudah habis.

“Padahal kan Neno udah bekerja hampir 9 tahun harusnya kan diangkat sebagai pegawai tetap bukan kontrak. Nah, sekarang tiba-tiba diputus (PHK),. Ketentuan kontrak saja sudah melanggar. Ya sekarang harusnya bayar pesangonnya sesuai ketentuan atau pekerjakan lagi'” ungkapnya.

Sementara dari pihak perusahaan, HRD Dept. PT Intinusa Selareksa Tbk, Yoyon Setiawan ketika diminta penjelasannya usai mediasi tak bersedia memberikan keterangan. “Tidak tidak,” seraya menggelengkan kepalanya.

** Asep S.Sayyev

Belanja Fashion Mudah Tidak Bikin Ribet, Aplikasi Urban&Co Solusinya

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Bertempat di Atrium Cibinong City Mall (CCM) 2 kabupaten Bogor. Aplikasi Urban&CO resmi diluncurkan pada Minggu 28 Mei 2023, belum lama ini.

Pada launching tersebut, juga ditampilkan fashion show dari koleksi-koleksi Urban&Co yang bertemakan office look. Bahkan, ada juga pembagian hadiah dan voucher untuk pengunjung CCM 2 dengan nominal jutaan rupiah.

Manager E-Commerce PT Urban Niaga Citralestari atau Urban&Co, Tito Sulistiantoro mengatakan, 12 tahun berdiri, Urban&Co sudah memiliki 79 store yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan sekarang aplikasi Urban&Co bisa diunduh atau download  di Google Play dan Apple Store.

“Dengan hadirnya aplikasi Urban&Co para customer bisa menikmati promo-promo yang lebih menarik,” kata Tito.

Dengan adanya aplikasi Urban@Co, lanjut Tito, bisa mempermudah masyarakat untuk belanja produk-produk Urban&Co.

“Jadi, dimana saja dan kapan saja bisa berbelanja koleksi-koleksi fashion dari Urban&Co,” ucapnya.

Tito berharap ,adanya aplikasi Urban&Co dapat lebih memperkaya dunia fashion dengan menunjukan produk asli Indonesia . ” Dan siap bersaing dengan produk-produk dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.

Handy Mehonk | **

Jelang Hari Jadi Bogor, Ini Yang Dipersiapan Apdesi Gunung Putri untuk Memeriahkan Acara

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Jelang peringatan Hari Jadi Bogor yang ke-541 tahun 2023, Pemerintah Kecamatan Gunung Putri beserta jajaran dan kepala desa kompak mempersiapkan acara HJB agar lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri Udin Saputra mengatakan, pihaknya mengadakan rapat untuk kegiatan HJB yang ke 541 nanti, dimana kegiatan akan dilaksanakan di area kantor Kecamatan Gunung Putri.

“Akan dibuat lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, akan ada pesta rakyat, gebyar UMKM, pentas seni, kegiatan senam massal, dan upacara pastinya dengan menggunakan pakaian adat Jawa Barat, ” beber Udin kepada Jurnal Bogor, Selasa (30/5/23).

Udin yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Ciangsana mengatakan, pihak desa akan mengirimkan perwakilan UMKM untuk dipamerkan di acara HJB nanti. Selain itu juga akan mengirim peserta untuk mengikuti pentas seni dan senam bersama.

“Untuk partisipasi yang ditetapkan memang tidak ada, tapi sudah sepatutnya kita saling bahu membahu, karena hari jadi Bogor ini ya hari jadi kita bersama,”cetusnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Apdesi H.Amir Arsyad yang menginginkan kegiatan HJB nanti bisa berjalan dengan baik dan meriah sesuai yang diharapkan. Mengingat, begitu banyak potensi yang memang bisa dipamerkan pada acara besar seperti HJB nanti.

“Ini akan jadi pesta rakyat yang besar dan meriah, oleh karena itu dalam perbincangan tapi kami membutuhkan semua peran serta kerjasama dengan berbagai instansi,” ungkap H.Amir yang juga sebagai Kepala Desa Bojong Nangka.

Dirinya berharap kepada masyarakat untuk turut memeriahkan acara HJB nanti, bukan hanya dari kalangan pemerintahan saja, melainkan semua unsur harus ikut partisipasi.

“Semua harus ikut, agar meriah, kan ini hari jadi kita warga Kabupaten Bogor yang ada di Kecamatan Gunung Putri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain