26.3 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 639

Bazar Ciawi Fair Bantu Warga Berbelanja Kebutuhan Idul Fitri

0

Ciawi|Jurnal Bogor

Warga Kabupaten Bogor persisnya yang berada di Kecamatan Ciawi, Caringin hingga Cigombong, merasa terbantu adanya Bazar Ciawi Fair 2023 yang dilaksanakan di lapangan Lorena tepatnya di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Sebab, keberadaan bazar tersebut dinilai membantu warga menjelang Idul Fitri untuk membeli kebutuhan sandang.

Ramainya pengunjung bukanlah tanpa alasan, selain ratusan stan dengan berbagai macam produk makanan hasil UMKM hingga pakaian dijual dengan harga yang terjangkau.Tak hanya itu, berbagai macam wahana permainan pun tersedia dan menjadi daya tarik tersendiri.

Yudi Hermawan, warga Kampung Bakom Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi mengaku terbantu adanya bazar yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya tersebut. Selain menyediakan berbagai wahana permainan, di bazar itu juga terdapat penjual kebutuhan jelang Idul Fitri mulai dari pakaian untuk solat ied, sarung, celana, hingga sandal dan lainnya.

 “Jadi saya tidak harus pergi ke pasar atau mall untuk berbelanja pakaian, baik pakaian anak maupun pakaian saya solat ied. Karena semua sudah ada di bazar itu dengan harga sangat murah dan terjangkau,” akunya kepada Jurnal Bogor.

Pantuan di lokasi, wahana permainan yang tersedia di bazar Ciawi fair 2023 ini di antaranya kincir, ombak banyu, ontang-anting, kora-kora hingga beragam permainan adu ketangkasan. Ada pula sejumlah wahana yang aman dinaiki anak-anak seperti kereta lokomotif mini, trampolin, perahu air, hingga mandi bola. Bermodal Rp 15 ribu, masing-masing wahana dapat dicoba.

Usai mencoba berbagai wahana permainan, pengunjung yang merasa haus dan lapar pun tidak perlu kuatir karena terdapat berbagai macam pedagang makanan dan minuman yang harganya merakyat.

”Bazar Ciawi Fair 2023, bertujuan meningkatkan ekonomi kerakyatan karena pedagang disini semua merupakan pelaku UMKM, untuk wahana permainan itu agar menjadi daya tarik masyarakat sehingga mau berkunjung,” ujar Agus Chandra pengelola Bazar Ciawi Fair 2023 kepada wartawan.

Agus juga menambahkan, digelar kegiatan tersebut sesuai dengan program pemerintah dalam rangka peningkatan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 yang menimbulkan keterpurukan ekonomi nasional. Total stan yang tersedia, kata dia lagi, berjumlah hampir 150 dengan 11 unit wahana permainan.

”Disini masyarakat bisa bermain dan berbelanja kebutuhan menjelang Idul Fitri dengan harga yang terjangkau. Disisi lain, rekrutmen warga sebagai tenaga kerja juga menjadi hal utama meskipun bersifat sementara,” imbuhnya.

Terpisah, pengamat ekonomi Andika Pakpahan menjelaskan, pemerintah pusat dan daerah harus memberikan ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM karena dampak pandemi Covid-19 yang beberapa tahun ini melanda sangat berdampak terhadap ekonomi kerakyatan. Disisi lain, harusnya ada peran pemerintah dalam memberikan berbagai peluang sekaligus permodalan bagi masyarakat pelaku UMKM.

“Pasca Covid-19, pemerintah harus memberikan peluang seluas-luasnya bagi kegiatan UMKM agar ekonomi masyarakat bisa kembali terdongkrak. Bila perlu, berikan mereka (pelaku UMKM,red) modal usaha agar bisa kembali berusaha demi mencukupi kebutuhan sehari-hari,” tandasnya. 

** Dede Suhendar

Lalai, Lapak Rongsokan Ludes Dilalap Api

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Amukan si jago merah melalap habis lapak rongsokan yang berada di jalan Gas Alam, Kampung Rawa Bule, RT 4 RW 5, Desa Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (3/4/23) malam.

Warga sekitar Wido Wardani menceritakan, api berasal dari tumpukan sampah yang dibakar oleh warga, yang berada persis di samping kos-kosan tempat dia tinggal.

“Berawal saat salah seorang warga bakar sampah, kemungkinan api tertiup angin. Sehingga merembet ke lapak sampah, kemudian sempat membesar,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (04/03/23).

Karena khawatir merembet lebih luas, sambung Wido, warga berinisiatif melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Mengingat, lokasi kebakaran sangat dekat dengan permukiman warga.

“Sambil menunggu petugas datang, warga memanfaatkan alat seadanya untuk berupaya memadamkan api agar tidak terlalu membesar. Soalnya, lokasi rongsokan notabene adalah barang-barang yang sangat mudah terbakar,” jelasnya.

Sementara Komandan Regu (Danru) Pemadam Kemakaran (Damkar) Sektor Cileungsi, Rivaldi mengaku kesulitan untuk menuju lokasi kebakaran, lantaran akses jalan yang sempit dan padat dengan pemukiman warga.

” Akses jalan mengalami kesulitan untuk menuju ke lokasi, sebab padat penduduk dan jalan kecil,” keluhnya.

Menurutnya, penyebab kebakaran karena ada warga membakar sampah dan tertiup angin sehingga merembet ketempat sampah yang didominasi oleh bahan yang mudah terbakar.

“Sampah plastik yang mudah terbakar, beruntung petugas dapat menangani dengan dibantu dari Damkar Unit Citerueup. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian,” cetusnya. 

Rivaldi menghimbau, kepada warga yang melakukan aktivitas membakar sampah di lokasi ruang terbuka, jangan lalai apalagi meninggalkan lokasi pembakaran.

” Jangan sekali-kali meninggalkan lokasi saat sedang melakukan pembakaran sampah di ruang terbuka, apalagi di sekitar terdapat tumpukan barang yang mudah terbakar. Lalai sedikit bisa berakibat fatal,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Guru Honorer Berjuang di Pelosok Cigudeg

0

Menembus Jalan Rusak dan Minim Fasilitas

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Pengabdian para guru yang mengajar di pelosok negeri layak dihargai. Mereka berjuang bertahan hidup bertemu siswa-siswi ditengah keterbatasan fasilitas terutama akses transportasi.

Seperti halnya seorang guru honorer Yuli Oktavia yang sudah mengajar lebih dari 14 tahun di Sekolah Dasar Negri (SDN) Cilangkap, Kampung Cilangkap, Desa Banyuasih, Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Yuli Oktavia menyampaikan, lokasi sekolah tempatnya mengajar berada di pelosok Kecamatan Cigudeg. Setiap pagi dirinya harus rela menembus jalan rusak dan kotor dengan diantar oleh sang suami. Sedikitnya ada sekitar 300 siswa dan siswi yang bersekolah di sana.

“Pokoknya sekolah itu menurut saya berada di wilayah 3T deh Terluar, Tertinggal dan Terpencil,” kata Yuli Oktavia seraya tersenyum.

Meskipun menggunakan sepeda motor hasil pinjamannya itu bukan berarti pakaian yang dikenakan bebas dari tanah becek. Jalan yang dilaluinya itu melewati jalan rusak, bahkan ada beberapa kilometer jalan yang sudah tidak beraspal dan hanya menyisakan bebatuan dan tanah merah.

“Ditambah lagi kan kalau hujan itu jalan sudah dipenuhi lumpur dan makin membuat jalan itu jadi licin, pokoknya jadi coklat semua jalannya,” kata Yuli Oktavia kepada wartawan, Senin (3/03/2023).

Yuli Oktavia mengatakan, dari rumahnya menuju sekolah tempat dia mengajar berjarak sekitar 32 kilometer.

“Jarak sekolah 32 kilometer kalau di lihat dari jarak Kecamatan Cigudeg ke Desa Banyuasih,” kata dia.

Yuli Oktavia mengaku, bahwa sebelumnya dia bersama keluarga sempat tinggal di daerah Desa Banyuasih dekat dengan sekolah dimana dia mengajar. Namun, lantaran minim fasilitas seperti terkendala sinyal sehingga dia bersama keluarga sejak tahun 2015 lalu tinggal di wilayah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg.

“Sekarang turun gunung karena terlalu minim fasilitas, sinyal gak ada. Jadi, buat guru tidak berkembang untuk pengetahuan seputar pendidikan, kalau disini bisa internet untuk menambah pengetahuan,” katanya.

Ibu tiga anak itu menyampaikan, suka duka saat menempuh jarak untuk mencapai sekolah dimana dia mengajar tersebut. Tak hanya jalan rusak yang harus dilaluinya setiap hari, tak jarang ia mengaku khawatir lantaran jalan yang dilintasinya itu sepi ditambah minim penerangan terlebih saat dia harus bekerja hingga malam.

“14 tahun mengajar suka dukanya tentu banyak. Motor butut kemarin turun mesin di tengah-tengah jalan mogok, kehujanan itu hal yang sudah biasa, belum lagi kita pernah jatuh ke jurang bareng anak murid karena jalanya luar biasa,” katanya.

Tak hanya itu, guru kelas 4 itu juga menyampaikan, kondisi sekolah tempatnya mengajar membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

“Saya titip pesan buat pemerintah tolong untuk diperhatikan daerah kami dan fasilitas pengen ada perhatian masalah sinyal dan bangunan yang layak juga mebeler yang masih kurang. Bahkan, banyak anak-anak didik masih ngesot (Lesehan) di bawah saat mengikuti kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Yuli Oktavia berharap, kepada pemerintah untuk memprioritaskan rekrutmen pengangkatan CPNS terhadap guru honor seperti dirinya.

“Jadi tolong pengangkatannya diprioritaskan. Untuk masalah akomodasi  kalau misalkan pemerintah bisa menyediakan menolong kita untuk masalah akomodasi menyediakan kendaraan operasional sangat bersyukur, karena kendaraan hambatan kita pengen punya motor yang sesuai dengan treknya,” pungkasnya.

** Andres

Polsek Babakan Madang Tangkap Remaja yang Viral Konvoi Bawa Sajam

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Menanggapi viralnya aksi sekelompok remaja yang berkonvoi dengan sepeda motor dan membawa senjata tajam (sajam ) jenis pedang, direspons pihak kepolisian Polsek Babakan Madang Polres Bogor Polda Jabar dengan bergerak cepat menangkap para remaja tersebut, Minggu (2/4).

Yang mana dari penyelidikan yang dilakukan, pihak kepolisan berhasil mengamankan sebanyak 5 orang remaja berinisial MR (17), SY (15), IK (16), CR (17) dan MR (16). Dari kelima remaja tersebut diamankan barang bukti satu unit sepeda motor yang digunakan para remaja tersebut dari hasil pelacakan pelat nomor kendaraan sepeda motor tersebut.

Kapolsek Babakan Madang Polres Bogor Polda Jabar AKP Susilo Tri Wibowo S.H.,M.H mengatakan, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan, aksi para remaja tersebut dilakukan bukan pada hari Minggu dinihari 2 April 2023, melainkan kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 23 Maret 2023, saat awal Ramadhan lalu. 

“Dari pemeriksaan yang kita lakukan juga kita dapati bahwa kejadian tersebut merupakan aksi perkelahian antarkampung yang terjadi di Kecamatan Babakan Madang,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Senin (03/04).

Sementara itu, sambung AKP Susilo, kelima remaja tersebut pun telah dilakukan pemeriksaan di Polsek Babakan Madang Polres Bogor, serta para orang tua dari masing-masing remaja tersebut juga dilakukan pemanggilan. 

“Kita panggil orang tuanya dari masing-maing remaja tadi, serta kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pembeli Timun Suri Menurun

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Timun suri biasanya di bulan Ramadhan menjadi buah andalan yang digandrungi masyarakat. Buah yang tak lepas dari menu buka puasa. Karena dapat menyegarkan terlebih dijadikan campuran minuman yang manis. 

Namun, di bulan suci ramadhan 1444 hijriah ini peminat untuk buah timun suri terbilang sepi. Hal itu diakui oleh para petani buah timun suri warga Batu tulis, Nanggung, Kabupaten Bogor. 

Para petani hanya panen untuk dibagikan ke tetangga. Tidak seperti biasanya para petani menjual ke pasar atau ke tengkulaknya. 

“Saat ini peminat timun suri menurun, sehingga kita panen lebih banyak dibagikan ke tetangga,” kata salah satu petani, Abah kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Biasanya kata dia, hasil panen selain dijual ke pasar juga didagangkan di lapak, tidak untuk bulan Ramadhan tahun ini para petani harus gigit jari.

“Mungkin dampak Covid-19 masih terasa. Karena penjual timun suri biasanya sering bermunculan dari dua hari sebelum puasa, ini mah sepi dari awal sampe sekarang,” papar Abah.

Hal itu juga diakui oleh pedagang lapak buah timun suri Andi, yang mana dalam satu hari dirinya hanya terjual 5 kilogram. Menurut dia, sepinya peminat buah musiman ini tidak seperti biasanya. 

“Biasanya lapak pedagang timun suri sampe berjejer di pinggir jalan ini, kalau sekarang cuman satu dua,” pungkasnya.

** Andres 

Minim Penerangan, Warga Coco Garden Minta Developer Pasang Lampu Jalan

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Gelap gulita, itulah suasana jalan Perumahan Coco Garden, Desa Klapanunggal, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Jalan yang menjadi akses warga yang ingin ke Cileungsi dan Jonggol tersebut sangat minim penerangan.

Terlihat, lampu penerang jalan hanya ada dari rumah warga perumahan, dan warung angkringan serta kendaraan yang sedang melintasi jalan tersebut.

Salah satu warga Perumahan Coco Garden, Wita (38) mengatakan, jika malam hari jalan ini sangat gelap sekali. Padahal, lalu lintas disini bisa dibilang tinggi, karena jalan ini jadi akses jalan motong warga yang ingin ke Cileungsi maupun ke Jonggol.

” Walaupun banyak yang melintas tapi gak ada penerangan, apalagi ada 2 polisi tidur besar yang cukup tinggi yang dibuat oleh pihak perumahan. Kadang, ada pengendara yang menghantam polisi tidur tersebut,” ungkapnya.

Pernah kejadian, sambung dia, kendaraan roda 4 jenis Ayla nyungsep ke pinggiran. Mungkin dalam keadaan kencang dan dia tidak tau ada polisi tidur yang tinggi hingga menghantam dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Alhasil, mobilnya terguling. Untungnya pengendara hanya luka ringan saja.

” Sudah pernah diajukan untuk penerbangan jalan, tapi sampai saat ini belum juga dipasangkan. Pokoknya jika melintas jalan Perumahan Coco Garden lepas Magrib harap berhati-hati, selain minim penerangan, lalu lintas mobil tambang juga aktif dari siang sampai malam hari,” bebernya.

Dirinya berharap, agar pihak Perumahan Coco Garden untuk memberikan lampu penerangan jalan. Selain, rawan kecelakaan tak jarang dipakai mojok oleh kaum muda-mudi.

” Apalagi tidak ada patroli khusus yang dilakukan, kebanyakan security hanya standby di gerbang cluster masing-masing. Tolong secepatnya, apalagi menjelang Idul Fitri penerangan sangat dibutuhkan, ” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

KPUD Kabupaten Bogor Sambangi Kantor Partai Prima

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor melaksanakan verifikasi faktual Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Kabupaten Bogor, di Kantor Sekretariat DPK PRIMA Kabupaten Bogor di Gunung Putri Utara RT 01 RW10 Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (03/04).

Sebelumnya, Partai Prima dinyatakan memenuhi syarat dalam verifikasi administrasi perbaikan yang digelar KPU sejak akhir Maret lalu. Keputusan itu tertuang dalam surat Pengumuman Nomor 31/PL.01.1-PU/05/2023 yang ditandatangani Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari di Jakarta, Jumat, 31 Maret 2023.

Ketua KPUD Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni mengatakan kedatangannya ke kantor sekretariat Partai Prima DPK Kabupaten Bogor guna memverifikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan.

“Hari ini kita verifikasi kepengurusan dan keanggotaan bersama teman-teman KPU dan Bawaslu, kita melakukan verifikasi kepengurusan KSB, Kantor dan dilanjut dengan keanggotaan. Hanya tadi keanggotaannya belum komplit, namun masih ada waktu hingga besok,” ujar Ummi Wahyuni kepada Jurnal Bogor.

Dirinya menyampaikan kepada Partai Prima untuk melengkapi verifikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan hingga 4 April 2023.

“Kami sudah menerima data kepengurusan tinggal data ke anggotaan, kami masih memberikan waktu sesuai dengan tahapan sampai tanggal 4 besok,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPK Kabupaten Bogor Partai Prima Nedi Linardi merasa optimis jika Partai Prima dapat ikut sebagai partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Tadi KPUD datang untuk verifikasi faktual, kita sudah siapkan berkas SK kepengurusan, domisili, nomor rekening, stampel, atribut yang menjadi syarat kantor, dan diverifikasi kalau yang tidak ada maka dilakukan proses video call dan kalau yang ada ya sudah, saya optimis semua sudah sesuai standarnya,” cetusnya.

Menurutnya, kepengurusan Partai Prima DPK Kabupaten Bogor sudah terbentuk 21 kepengurusan di tingkat kecamatan dan jumlah anggota mencapai 1.014 orang.

“Dengan berkas yang ada saya berharap Partai Prima dapat menjadi partai peserta Pemilu 2024,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Puskesmas Curug Selenggarakan Vaksinasi Polio Serentak

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Pelaksanaan vaksinasi polio untuk anak usia 0-59 bulan digelar secara serentak di seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan pos pelayanan terpadu (Posyandu) di seluruh Jawa Barat, Senin (3/4). Seperti halnya Puskesmas Curug, Jasinga, Kabupaten Bogor, melakukan pelaksanaan Sub PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio wilayah Puskesmas Curug dengan sasaran 2.866 anak usia 0 – 59 bulan.

“Hari pertama pelaksanaan Sub PIN Polio di wilayah Puskesmas Curug diikuti antusias ibu-ibu yang membawa anaknya untuk mendapat vaksin polio,” ucap Kepala Puskesmas Curug, Alih Yuliadi.

Alih Yuliadi memaparkan, vaksinasi polio berupa vaksin oral atau tetes sehingga tidak akan menimbulkan efek samping pada balita seperti badan menjadi panas atau demam. 

“Pelaksanaan Sub Pin Polio di wilayah Puskesmas Curug kami sudah menjadwalkan pada setiap desa wilayah kerja Puskesmas Curug,” kata Alih Yuliadi.

“Untuk saat ini kami Puskesmas Curug belum menemukan kendala apapun dalam pelaksanaan vaksinasi polio ini sendiri adapun kegiatan vaksinasi polio ini sendiri kami bekerjasama semua lintas sektor baik dari kecamatan, Polsek, Koramil, aparat desa dan juga yang paling utama yakni kader Posyandu dengan target 95 persen masyarakat di wilayah Puskesmas Curug tervaksin,” ungkap alih Yuliadi.

Dia berpesan kepada masyarakat yang mempunyai anak usia 0 – 59 bulan agar ikut serta mendukung dengan membawa anak-anak mereka ke tempat pos-pos PIN Polio yang telah disediakan.

** ass/rls-Andi Suprihadi

Gebyar Ramadhan KNPI Parungpanjang Santuni Yatim Piatu

0

Parungpanjang | Jurnal Bogor 

Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK)  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  Parungpanjang, menggelar santunan terhadap 114 anak yatim piatu jilid 2 dibarengi dengan buka puasa bersama pada Gebyar Ramadhan KNPI di Millennium Festival (MFest), Desa Kabasiran, Parungpanjang, Kabupaten Bogor, kemarin.

Menurut Ketua DPK KNPI Parungpanjang Susi Damayanti atau yang sering disapa Ayya, kegiatan santunan tersebut diisi dengan berbagai acara untuk menumbuhkan mental dan potensi pemuda-pemudi Parungpanjang untuk maju.

“Kegiatan ini diisi dengan pentas seni islami, rampak bedug, qasidah, tilawatil qur’an, karate, tausiyah, band religi, puisi islami, pertunjukan komunitas hewan reptil, dan juga ada perkenalan dari  bakal calon legislatif (Bacaleg) asli Parungpanjang yang akan maju di pileg 2024,” ungkapnya.

Menurut dia, Gebyar Ramadhan ini digelar setiap tahun dan sudah menjadi agenda tahunan yang kedua kalinya dari tahun 2022 dan 2023.

“Gebyar Ramadhan KNPI ini sudah tahun kedua dilaksanakan di kepengurusan saya dan dihadiri Forkopimcam, Kepala Desa, Ketua PPK, Ketua Panwascam, Ketua PAC Partai, Pemerintah Desa setempat, tokoh masyarakat, dan Ketua PGRI Kabupaten Bogor,” paparnya.

Kedepan dia berharap, KNPI bisa terus menjadi organisasi kepemudaan yang aktif serta selalu memberikan kontribusi positif untuk Parungpanjang dan bisa menjadi pelopor persatuan dalam perbedaan warna ataupun kelompok, sehingga semua elemen di Parungpanjang selalu bersatu bersama untuk satu tujuan yaitu Parungpanjang lebih baik.

Sementara itu apresiasi penuh diungkapkan Ketua  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor Amsohi yang juga merupakan senior pengurus DPK KNPI Parungpanjang pada masanya. Menurutnya, apa yang dilakukan pengurus KNPI sudah membuat agenda yang sangat menyentuh di masyarakat

“Ya artinya saya apresiasi agenda ini luar biasa sangat menyentuh ya kepada masyarakat langsung, saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada pengurus DPK KNPI Parungpanjang, sudah menunjukkan hasil kolaborasi karena terbukti semua tidak ada yang susah selama kita mau membangun komitmen, link dan informasi yang mantap bisa terlaksana,” ucapnya.

Amsohi mengharapkan, kepada pengurus DPK KNPI Parungpanjang, terus mencetak regenerasi baru untuk membangun generasi selanjutnya.

“Saya berharap KNPI ini kan sebagai wadahnya untuk membina diri di organisasi yang jelas-jelas sangat memantapkan diri, semoga lewat organisasi ini juga semua kita bisa bergerak dengan cara hal-hal yang positif, sehingga nanti akan tumbuh kader-kader berikutnya, karena pengurus harus memperhatikan cara untuk membangun generasi berikutnya, karena KNPI ada batasan usia, sekarang telah kelihatan telah terjadi regenerasi dan tahun ini agenda kedua yang masih bertahan,” pungkasnya.

** Andres

Pemerintah Kecamatan Gunung Putri Laksanakan Vaksinasi Serentak, Ini Pesan Didin Wahidin 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor  

Kementerian Kesehatan menggencarkan program vaksinasi polio untuk anak usia 09 sampai 59 bulan, yang dilaksanakan secara serentak di wilayah kabupaten dan kota, Senin (03/04/2023). 

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Rochady HS Wibawa, imunisasi harus dilaksanakan secara penuh atau dalam dua tahap agar tuntas. 

“Sedikitnya 95 persen dari target di Jabar, yakni 3,9 juta balita harus tercapai,” ujar Rochady yang menghadiri vaksinasi massal di Kecamatan Gunung Putri.

Menurutnya, vaksinasi akan dilakukan di seluruh Puskesmas dan Posyandu serta tempat lain yang ditunjuk. 

“Seperti sekolah taman kanak-kanak. Seminggu kemudian setelah dilaksanakan vaksin, tim akan melakukan sweeping mencari balita yang belum terjangkau vaksinasi,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Senin (03/04).

Untuk jenis vaksin sendiri, sambung Rochady, ada dua jenis vaksinasi polio. Pertama berupa vaksin oral atau tetes, sehingga tidak akan menimbulkan efek samping pada balita seperti badan menjadi panas atau demam.

“Dari 250 juta vaksinasi di dunia tidak ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Namun memang ada pengecualian, dimana vaksin jangan diberikan kepada anak yang sedang dalam kondisi daya tahan tubuh lemah, akibat sakit panas atau demam tinggi, diare atau menderita HIV,” paparnya.

“Petugas vaksin juga sudah siap untuk melaksanakan imunisasi serentak di Jabar, ” tambahnya.

Sementara Camat Gunung Putri, Didin Wahidin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu takut dan datangi Puskesmas atau Posyandu dimana vaksinasi polio dilaksanakan secara serentak di seluruh desa yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Putri.

” Sub PIN Polio ini sangat penting untuk dilaksanakan dan mari kita bersama-sama menjaga proses tumbuh kembang anak, salah satunya dengan pemberian imunisasi yang teratur agar generasi muda kita nantinya dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain