26.3 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 638

Aktivitas Truk yang Dikeluhkan Warga Berasal dari Galian C

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Jalan nasional tepatnya di Cibeber, Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang kondisinya di keluhkan oleh pengguna jalan, akibat banyaknya aktivitas truk pengangkut tanah usut punya usut berasal dari penambangan galian C ilegal yang tidak jauh dari jalan tersebut. 

Hal itu, di katakan oleh Ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Padjajaran (Genpar) Sambas Alamsyah, bahwa aktivitas penambangan galian ilegal C (tanah merah) yang sudah beroperasi sekitar tiga tahun yang lalu. Hingga saat ini aktivitas galian tersebut masih beroperasi.

“Mereka ini kucing-kucingan dengan petugas, waktu tahun 2021 BPPHLHK dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor sudah verifikasi lapangan, namun mereka tidak beroperasi,” katanya.

Sambas menjelaskan, pihaknya sudah melayangkan surat pengaduan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2021 silam. Bahkan, aduannya itu sudah diterima dan diregistrasi sesuai bukti dengan nomor #210438.

Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara bersama dengan dinas lingkungan hidup Kabupaten Bogor telah melakukan verifikasi lapangan pada 3-5 Agustus 2021. 

Hasil verifikasi penanganan aduan terkait substansi pelanggaran perijinan dan peraturan perundang-undangan lingkungan hidup dinyatakan terbukti bahwa aktivitas galian itu tidak memiliki dokumen lingkungan dan ijin lingkungan.

“Mereka ini tidak memiliki izin kegiatan tambang galian jenis C. pertama mereka ini sudah menyalahi Perbup, karena Armada ini pagi hari sampai siang sudah mulai beroperasi,” ucap Sambas, saat dihubungi, Rabu (5/04/2023).

Jadi kata, Sambas yang menjadi dasar pihaknya adalah surat dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sambas mendesak  Satpol-PP Kabupaten Bogor dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

“Pol PP Kabupaten Bogor ini tutup mata, seharusnya mereka melakukan penertiban kaitan dengan tugas pungsi mereka,” tegas Sambas. 

Sebelumnya diberitakan, pengguna jalan Muhammad Farhan (35) mengaku terganggu dengan adanya aktivitas truk angkutan truk tanah tersebut. “Jelas terganggu lah, lihat saja jalannya jadi kotor begini akibat keluar masuk truk tanah. Saya hampir setiap hari melintasi jalan ini, bahkan kemarin ada ibu-ibu bawa anaknya jatoh dari motor, untung aja jalan pas sepi,” katanya, Selasa (4/4).

** Andres

Pengusaha Properti Asal Jonggol Diberi Dokumen tak Valid Oleh Kepala Desa di Kecamatan Cigombong

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Berniat untuk melakukan investasi di wilayah Cigombong, pengusaha properti asal Jonggol ini justeru ditipu oleh salah satu kepala desa yang masih menjabat di wilayah kerja Kecamatan Cigombong.

AG (35) mengatakan, kejadian berawal saat dirinya ditawarkan sebidang tanah di Cigombong oleh seseorang, setelah cocok dengan lokasi yang dimaksud, penjual tanah meminta sejumlah uang sebagai tanda jadi. Saat itu AG menyampaikan, akan memberikan tanda jadi jika sudah ada surat dari kepala desa.

“Akhirnya kepala desa mengeluarkan surat terkait tanah tersebut, atas dasar surat yang dikeluarkan oleh kepala desa tersebutlah saya memberikan uang atau mentransfer sejumlah uang kepada penjual tanah sebesar 400 juta rupiah, sebagi DP pembelian tanah tersebut,” papar AG kepada Jurnal Bogor, Rabu (05/04/23).

Namun setelah itu, sambung AG, saat diperiksa oleh legal hukumnya bahwa surat yang dikeluarkan oleh kepala desa ini cacat hukum karena Nomor Letter C yang dicantumkan oleh kepala desa tidak sesuai dengan titik lokasi tanah tersebut.

“Saya sudah membicarakan ini baik-baik dengan kepala desa maupun penjual lahan tersebut, untuk meminta pertanggungjawaban dari persoalan ini. Namun, kepala desa justeru tidak menggubris,” bebernya.

Dugaannya, sambung AG, kepala desa ini seolah bekerjasama dengan penjual tanah ini untuk mendapatkan uang darinya. Fatalnya lagi, dokumen yang dikeluarkan oleh kepala desa tersebut tidak sesuai dengan buku induk yang ada di desa. Sehingga membuat berkas saat ingin naik ke tingkat yang lebih tinggi cacat hukum.

“Sejauh ini saya masih membuka jalur kekeluargaan, baik kepada penjual maupun kepada kepala desa. Saya masih menunggu niat baiknya untuk menyelesaikan persoalan, karena awal niat saya membeli lahan disana untuk berinvestasi dan berbisnis. Jika investor saja dibohongi akan tanah disana, apalagi masyarakat awam,” tutupnya.

** Nay Nur’ain

Bikin Petugas Capek, Razia Berkali-kali THM di Limusnunggal Nekat Beroperasi 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Meski sudah dirazia petugas gabungan dari Sat Narkoba Polres Bogor, tempat hiburan malam (THM) Emse Karaoke and Massage yang berada di kawasan niaga Metland, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, masih saja nekat beroperasi.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Zulkarnain menerangkan, dirinya mengaku dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cileungsi sudah menghimbau seluruh tempat hiburan di wilayah Cileungsi.

“Yang pertama perlu kita ketahui dulu dasar penutupan THM tersubut dasarnya adalah Surat Edaran Bupati Bogor. Kami dari Kepolisian terutama dengan Muspika sudah menghimbau seluruh tempat hiburan di Cileungsi agar tutup sesuai degan Surat Edaran Bupati tersebut,” terang zulkarnain, Rabu (05/4/23).

Menurutnya, kepolisian sudah beberapa kali sidak dan patroli. Jika ditemukan ada pelanggaran hukum, maka kepolisian akan melakukan penutupan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kami terus patroli dan sidak, jadi perlu kita pahami dulu dasar atau landasan hukumnya. Apabila dilokasi tersebut ada tindak pidana dan hal lainnya yang melanggar hukum maka sudah ranah dari Kepolisian untuk menindaknya,” cetusnya.

Namun, sambung dia, jika hanya melanggar peraturan daerah, kewenangannya ada di Satpol PP untuk menyegel melakukan penutupan.

” Untuk kasus ini merupakan ranah Satpol PP untuk melakukan penyegelan apabila tempat tersebut melanggar aturan Perda dan Instruksi Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, jajaran Polres Bogor bersama Subdenpom Kabupaten Bogor gelar razia gabungan ke beberapa THM yang berada di wialayah Kecamatan Cileungsi dan Jonggol Kabupaten Bogor, Senin (3/4/23) malam.

Alhasil, ditemukan beberapa THM yang berada di Komplek Pertokoan Metland Trasnyogi, Cileungsi yang nekad beroperasi meski sudah dihimbau agar tidak melakukan aktivitasnya selama bulan ramadhan.

Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Muhammad Ilham mengatakan, dalam kegiatan razia tersebur, sasaran utamanya ialah menyarsar THM yang berpotensi dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas dan tindak pidana.

“Dari razia ini kami telah menyita beberapa minuman keras ataupun minuman beralkohol tanpa izin dari beberapa tempat hiburan malam yang kita datangi,” katanya kepada Wartawan.

AKP Ilham menambahkan, selain mengangkut minuman beralkohol, pihaknya juga melakukan test urine kepada pengunjung dan dan karyawan THM tersebut.

“Selain itu kami juga melakukan tes urin bagi para pengunjung maupun para karyawan yang bekerja di tempat malam tersebut. Dan dari hasil pengecekan tersebut belum kita dapati adanya pelaku penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin agar kondusifitas dan kenyamanan umat muslim di bulan Ramadhan lebih khusyuk lagi.

“Kedepan kami pun akan terus gencarkan kegiatan patroli ini secara rutin, sebagai upaya menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Bogor,” tegasnya. 

** Nay Nur’ain

PLN Gunung Putri Jamin Pasokan Listrik Selama Ramadhan dan Idul Fitri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Apel Siaga Kelistrikan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H dipimpin langsung oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo  dan diikuti oleh seluruh insan PLN di Indonesia baik secara  offline maupun online digelar di kantor PLN pusat.

Dalam arahannya, Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa PLN dalam kondisi aman mulai dari sisi pembangkit, transmisi, distribusi, hingga pelayanan pelanggan dan  siap memasok listrik yang andal 24 jam selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H kepada seluruh pelanggan.

Pada kesempatan yang sama di PLN UP3 Gunung Putri juga dilaksanakan Apel Siaga Ramadhan dan Idul Fitri, dilanjutkan dengan Gelar Pasukan dan Peralatan Petugas teknik. Gelar pasukan dan peralatan dimaksudkan untuk memastikan kesiapan petugas dalam menjalankan siaga Ramadhan dan Idul Fitri 1444H  selama periode siaga yang dimulai pada tanggal 15 – 29 April 2023.

Manager UP3 Gunung Putri, Rully Indra Ardhyan menyampaikan, untuk menjamin keandalan pasokan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H, PLN Gunung Putri menyiagakan 156  personil teknik, 8 personil PDKB (Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan), 13 unit mobil operasional, 9 unit kendaraan roda dua, serta peralatan pendukung  lainnya yakni 4 unit genset, 4 unit Gardu Bergerak (UGB), 1 unit UKB, 1 Unit UPS, 1 unit Crane dan 1 unit Mobil Deteksi serta penyediaan layanan 24 jam yang mudah dijangkau yakni PLN Mobile.

“Semua peralatan tersebut disiagakan dalam rangka menjamin pasokan listrik ke pelanggan dalam 3 Unit Layanan Pelanggan (ULP), yakni, ULP Jonggol, ULP Cileungsi dan ULP Citeureup,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (05/04/23).

Selain itu, sambung Rully, bagi pelanggan yang menggunakan kendaraan listrik PLN Gunung Putri menyediakan 4 SPKlU, yang berlokasi di ULP Jonggol, ULP Cileungsi dan ULP Citeureup, serta Swap Station Battery yang berlokasi di PLN Cileungsi. PLN Gunung Putri sendiri telah melaksanakan persiapan dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H, mulai dari menyiapkan SOP, melakukan pemeliharaan jaringan, melaksanakan gelar pasukan dan peralatan secara rutin dan melaporkan kondisi kelistrikan secara berkala.

“Semua kesiapan dilakukan dengan berpedoman pada protokol kesehatan dan zero accident. Selain itu kami juga telah menentukan titik penting yang menjadi prioritas pelayanan  seperti tempat ibadah, pusat transportasi, pusat pembelanjaan, dan pusat kesehatan,” paparnya

Dia berharap dengan pasokan listrik yang handal pelanggan dan seluruh masyarakat dapat melaksanakan ibadah yang lebih khusyu  di bulan suci Ramadhan dan dapat merayakan hari Raya Idul Fitri 1444 H dengan berkumpul bersama keluarga.

** Nay Nur’ain

Shop&Drive Menangi Marketeers OMNI Brand of The Year 2023 

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Konsep omnichannel marketing membawa Shop&Drive menjadi salah satu pemenang Marketeers OMNI Brand of The Year 2023 pada kategori Integrated Selling Channel. Penghargaan ini diterima secara langsung oleh Lie Se Chiang, Retail Marketing & Business Development Department Head PT Astra Otoparts Tbk di Sudirman, Jakarta (04/04/23).

Hal tersebut disampaikan Retail Marketing & Bussiness Development Head PT.Astra Otoparts Tbk, Lie Se Chiang. Menurutnya, Marketeers OMNI Brand of The Year 2023 merupakan penghargaan bagi merek Indonesia yang mampu menerapkan strategi omnichannel marketing yang tidak biasa dan berdampak pada bisnis perusahaan. 

“Omnichannel marketing sendiri adalah model bisnis lintas saluran yang mengutamakan pengalaman pelanggan secara optimal pada berbagai channel, baik online maupun offline,” ujar Lie Se Chiang kepada Jurnal Bogor.

Dalam kompetisi ini, sambung Lie Se Chiang,  Shop&Drive mengedepankan penjualan aki mobil melalui e-commerce serta pemanfaatan Shop&Drive Mobile App dalam Gebyar 24 Tahun Shop&Drive yang telah berlangsung pada tahun 2022. Bermula dari belum maraknya transaksi aki melalui e-commerce dan pengamatan akan tingginya potensi pembelian konsumen otomotif melalui e-commerce.

“Shop&Drive berusaha untuk mengubah kebiasaan konsumennya terutama setelah pandemi dengan melakukan serangkaian perbaikan, sehingga konsumen menjadi lebih terbiasa bertransaksi secara online,” jelasnya.

Lebih lanjut Lie Se Chiang menjelaskan, Perbaikan kecil hingga besar dilakukan oleh Shop&Drive, di antaranya menambahkan keterangan yang lebih informatif pada foto produk terkait garansi, keuntungan, dan tipe mobil, hingga berkolaborasi dengan official e-commerce milik PT Astra Otoparts Tbk yaitu www.astraotoshop.com dan juga e-commerce pilihan lainnya.

“Hasilnya, penjualan e-commerce kami mengalami kenaikan. Perbaikan ini juga menghadirkan konsumen baru, meningkatkan image serta awareness Shop&Drive sebagai solusi pembelian aki mobil, sehingga menjadikan kami lebih dikenal di media sosial dibandingkan pelaku bisnis sejenis,” bebernyanya. 

Masih kata dia, hadir dilebih dari 370 gerai diseluruh Indonesia, Shop&Drive terus-menerus melakukan inovasi agar dapat selalu menjadi yang terdepan dalam memenuhi kebutuhan pelanggannya. Tidak hanya hadir di e-commerce, demi memberikan kemudahan dan rasa aman bagi konsumen, Shop&Drive juga hadir di berbagai channel lainnya seperti call center dan official whatsapp terpusat, driver online benefit, used car marketplace, hingga menerapkan Astra Value Chain dengan bekerjasama dengan perusahaan grup Astra, sehingga konsumen dapat menjangkau layanan Shop&Drive di mana pun dan kapan pun. 

“Kami juga menggunakan Shop&Drive Mobile App dalam program Gebyar 24 Tahun Shop&Drive di tahun 2022 yang lalu. Pelanggan harus melakukan verifikasi data untuk mengikuti undian berhadiah mobil tersebut, sehingga transaksi dan kupon dapat terekam,” lanjut Lie Se Chiang. 

Sementara disampaikan Retail Division Head PT.Astra Otopart Tbk, David Antonius mengatakan, pada kampanye Gebyar 24 Tahun Shop&Drive, penjualan Shop&Drive berhasil meningkat di atas pertumbuhan nasional, pengunduh dan pengguna Shop&Drive Mobile App masing-masing meningkat sebesar 31% dan 36%, serta adanya peningkatan jumlah followers Instagram @shopanddrive sebesar 70%.

“Penghargaan Marketeers OMNI Brand of The Year 2023 membuktikan bahwa Shop&Drive masih memimpin di tengah persaingan industrinya. Dengan berbagai perbaikan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, Shop&Drive selalu menjadi pilihan utama baik bagi para franchise buyer maupun pelanggannya,” cetusnya.

“Terima kasih kepada Marketeers, para franchisee, dan juga pelanggan sehingga Shop&Drive dapat menjadi salah satu pemenang Marketeers OMNI Brand of The Year 2023. Shop&Drive akan terus melakukan berbagai improvement, terus berinovasi dan meningkatkan sinergi, terutama bersama www.astraotoshop.com, dengan menambahkan fitur-fitur menarik yang tentunya semakin mempermudah pelanggan,” tutup David Anthonius.

** Nay Nur’ain 

Pergerakan Tanah di Sukamakmur Warning Bagi Pemkab dan Pengusaha

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Pergerakan tanah di wilayah Sukamakmur belum lama ini seakan sudah menjadi suatu tanda alam yang tak lagi bersahabat dengan warganya. Pasalnya, Sukamakmur yang terkenal dengan kontur tanah yang labil dan mudah bergerak tak mengurungkan niat para penjual lahan sehingga mengorbankan ruang hijau yang seharusnya menjadi resapan air, kini banyak tertutup bangunan beton komersil.

Hal tersebut dikemukakan aktivis muda Kecamatan Sukamakmur, Culeng bahwa hukum alam yang menjawab saat aturan tak lagi diindahkan dan seolah dibiarkan. Pasalnya, keberadaan usaha yang berkedok kavling kebun lambat laun akan menjadi kawasan villa dan perumahan yang tak memiliki IMB.

“Sebagai aktivis kami tak bosan untuk menyuarakan persoalan yang ada di Sukamakmur, mungkin kini hanya tinggal menunggu hukum alam yang bicara disaat manusia pemangku kebijakan sudah lagi tak berdaya dalam menegakkan aturan,” imbuh Culeng.

Dirinya memprediksi, pergerakan tanah yang memang sudah menjadi warning untuk warga Sukamakmur tinggal menunggu bom waktunya saja. Apalagi, kini kita bisa lihat, lokasi yang hijau hanyalah kawasan lahan yang berstatus sengketa dengan BLBI dan milik perhutani saja. Untuk tanah yang berstatus adat dan SHGU atau SHGB bisa dibilang tinggal beberapa saja.

“Karena memang sebagian besar warga yang pernah menjual tanahnya kepada para inohong, kini sudah berubah menjadi kawasan wisata dan bisnis kavling yang tak mengantongi izin,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (04/04/23).

Di Sukamakmur, lanjut dia, bukan hanya usaha kavling saja yang jelas-jelas ilegal, tapi masih terdapat beberapa kawasan wisata yang menjadi sasaran para wisatawan justeru masih lenggang dan seolah tak membutuhkan izin untuk melakukan operasi usahanya. Restoran menengah yang mulai menjamur pun turut andil meramaikan wilayah Sukamakmur yang kadang tak jelas aliran pajaknya seperti apa.

“Mungkin ini sudah harapan yang keberapa kalinya yang saya ucapkan, agar adanya penerapan untuk usaha-usaha tak berizin yang menjamur di wilayah Sukamakmur. Jika mau dibuat izinnya, ya gerceplah dibuat, agar ada kontribusi pengusaha ke Pemkab Bogor. Ini kan tidak, para pengusaha itu mungkin berkontribusi cuma masuknya kekantong siapa?,” cetusnya.

Sementara, Pemerhati Tata Ruang dan Infrastruktur Herry HK menyampaikan, warga jangan pasrah dengan berserah dan menyerahkan kepada hukum alam. Karena, andai pun terjadi bencana hebat seperti yang pernah terjadi di Desa Cibadak, Sukamakmur. Wargalah yang pertama dirugikan dan berdampak dari bencana itu.

“Karena para pelaku usaha tak berizin itu, gak tinggal disitu. Mereka lebih safety dalam memilih tempat tinggal, tapi mereka menjual lahan kepada konsumen tidak memikirkan dampak yang akan diterima oleh pembelinya, padahal mereka tahu lokasi tersebut rawan akan bencana,” paparnya.

Bukan hanya pemerintah sebetulnya, sambung Herry, konsumen dan warga pun harus cerdas dalam menyikapi persoalan yang ada di wilayahnya. Kadang warga itu manut kepada yang berduit dan takut kepada yang berseragam, padahal jika ada bencana di wilayah itu mereka saling menyalahkan dan lari dari tanggung jawab.

“Sukamakmur ini sudah menjadi wacana Pemerintah Pusat untuk menjadi proyek nasional jalur Puncak Dua, sudah seharusnya sejak saat ini Pemkab Bogor menyelesaikan persoalan perizinan usaha di wilayah tersebut, jangan kebanyakan janji dan omdo. Bukankah kalian melihat berapa banyak papan peringatan di Sukamakmur yang bertuliskan “ Daerah Rawan Longsor “.

Apa tulisan itu tak cukup besar untuk kalian berpikir seberapa rawan wilayah tersebut. Dia mengingatkan, jika semua cara dan bentuk protes sudah dilakukan tinggal menunggu bencana besar dan viral yang mungkin baru membuat Pemkab gercep mengambil gerakan.

“Belum ada korban, mungkin nunggu bencana ada korban dulu baru dicarikan solusi. Kan biasanya seperti itu, sekarang mereka masih tidur pulas sepertinya. Intinya bencana ini warning untuk Pemkab Bogor dan pengusaha,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Bangunan Yayasan Maghfirah Diduga tak Berizin, DPKPP Disebut Lakukan Pembiaran

0

Ciawi|Jurnal Bogor

Keberadaan Yayasan Maghfirah di Desa Tangkil, Caringin, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian sejumlah kalangan. Sebab, yayasan yang mengelola Islamic Boarding School tersebut diduga tidak mengantongi perizinan dari pemerintah.

Praktisi hukum Bogor, Dwi Asywendo mengaku heran dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang terkesan melakukan pembiaran terhadap Yayasan Maghfirah. Dimana, yayasan yang saat ini melakukan pembangunan besar-besaran itu diyakini belum mengantongi perizinan.

“Bagaimana mau keluar izin, lokasi Yayasan Maghfirah sendiri berada di atas lahan garapan. Tapi kok anehnya malah dibiarkan tanpa ditindak tegas,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi, Senin (3/4).

Menurut Dwi, harusnya Pemkab Bogor melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tata Bangunan wilayah Ciawi kepanjangan dari (Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan/DPKPP), melakukan tindakan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Fungsi UPT itu kan melakukan pengawasan terhadap bangunan tidak berizin dan sudah melanggar peraturan daerah (Perda). Kalau memang fungsinya di jalan kan kenapa sampai sekarang keberadaan Maghfirah masih tetap berdiri,” tegasnya.

Dwi minta agar Kepala DPPKP Kabupaten Bogor mempertanyakan kinerja Kepala UPT Tata Bangunan wilayah Ciawi yang dianggap sudah melakukan pembiaran terhadap Yayasan Maghfirah.

 “Saya yakin kalau memang sudah dilakukan teguran, semua bangunan-bangunan di Maghfirah akan ditindak tegas oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai lembaga penegak Perda,” paparnya.

Sementara, Kepala UPT Tata Bangunan wilayah Ciawi, Agung Tarmedi mengaku sudah melaksanakan tugasnya sebagai pengawasan di wilayah dengan melayangkan surat teguran kepada pihak Yayasan Maghfirah.

 “Surat teguran satu sampai tiga sudah kami berikan kepada pemilik yayasan. Jadi tugas kami sudah selesai dan menjadi tanggungjawab dinas,” tukasnya saat dihubungi melalui WhatsAppnya.

** Dede Suhendar

Lalu-lalang Dump Truck Ganggu Aktivitas Masyarakat

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Jalan Raya Cibeber, Leuwiliang, Kabupaten Bogor dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan. Bukan tanpa sebab, jalan nasional itu banyak lalu-lalang aktivitas dump truck angkutan tanah dan galian kabel fiber optik yang timbulkan serpihan tanah  berhamburan ke badan jalan membuat jalan tersebut kotor dan berdebu. 

Bahkan, saat hujan jalan menjadi licin dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Belum lagi adanya aktifitas galian kabel fiber optik yang diduga mengabaikan keselamatan kerja dan keselamatan pengendara.

Pengguna jalan Muhammad Farhan (35) mengaku terganggu dengan adanya aktivitas truk angkutan truk tanah tersebut.

“Jelas terganggu, lihat saja jalannya jadi kotor begini akibat keluar masuk truk tanah. Saya hampir setiap hari melintasi jalan ini,” katanya, Selasa (04/04/2023).

Hal senada disampaikan pengendara lainnya, Rudi Hartono (30) mengatakan, bahwa serpihan tanah di Jalan Raya Cibeber tersebut sangat menggaggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengendara yang melintas.

“Selain truk tanah jenis cold diesel juga keluar masuk truk teronton di Jalan Raya Cibeber, katanya ada peraturan pembatasan operasional truk tambang, tapi kok seolah melenggang saja,” papar Rudi.

Tak hanya itu, adanya galian kabel Fiber Optik (FO) di samping kiri jalan raya Leuwiliang hingga Cigudeg menambah semrawut, bahkan bekas galian tanah yang selesai digali itu terdapat beberapa titik lokasi yang kurang pemadatan hingga berpotensi amblas.

“Kalau kami sebagai masyarakat sih berharap ini ditertibkan lah, apa lagi ini kan jalan nasional jangan sampai minim juga nih pengawasannya oleh pihak-pihak terkait,” katanya.

Jadi kata dia, adanya aktivitas, baik itu truk angkutan tanah dan juga ditambah galian kabel FO dirinya mengaku harus berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.

“Ya pokoknya harus hati-hati lah, apalagi di bulan Ramadhan ini aktivitas masyarakat yang ngabuburit itu banyak sehingga volume kendaraan juga meningkat,” pungkasnya.

** Andres

Sapma PP Mondok Bersama Santri Ponpes Safinatul Falah

0

Tenjolaya | Jurnal Bogor 

Pengurus Cabang (PC) Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kabupaten Bogor menyelenggarakan kegiatan mondok ber-Sapma di Pesantren (Ponpes) Safinatul Falah, Cibitung Tengah RT 11 RW 03, Desa Cibitung Tengah, Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Ketua Panitia Imam Rahmat Eriansyah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan pertama kalinya dilakukan oleh PC Sapma PP di kepengurusan baru.

Adapun kegiatan tersebut, kata dia, diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya santunan anak yatim, buka bersama, bakti sosial dan edukasi hewan dari Komunitas Hewan Bojong Gede (KHBG) dan RKC kepada anak-anak di Ponpes.

“Acara mondok berSapma ini akan menjadi agenda tahunan kita selama di bulan Ramadhan, acara ini baru kita mulai dari Pesantren Safinatul Falah dan masih ada beberapa pesantren lagi yang akan kita kunjungi selama bulan Ramadhan ini,” katanya.

Sementara, Ketua PC Sapma PP Kabupaten Bogor Fitrah Ade Herdian, mengapresiasi kinerja panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebab kata dia, kegiatan tersebut untuk mengikat tali silaturahmi kepada anak-anak santri juga sesama pengurus.

“Alhamdulillah di kepengurusan yang baru ini dan bertepatan bulan suci Ramadhan saya beserta jajaran pengurus Sapma Kabupaten Bogor melalui bidang keagamaan langsung membentuk kepanitian acara mondok ber-Sapma sebagai bentuk wujud rasa syukur kami atas terpilihnya kepengurusan baru 2023-2025 dan menjadikan program ini menjadi program awal Sapma berbuat untuk masyarakat,” katanya.

Jadi kata dia, Ponpes Safinatul Falah yang memiliki nuansa alam yang elok, berpotensi adanya indikasi konflik antara manusia dan hewan liar di lingkungan pesantren, dengan begitu pihaknya berinisiatif mendatangkan komunitas hewan.

“Kaitan dengan bekerjasama dengan komunitas pecinta komunitas hewan, tentu untuk memberikan edukasi hewan reptil dalam pengenalan jenis hewan reptil serta penanganan apabila bertemu jenis hewan reptil yang berbahaya,” pungkasnya.

** Andres

Persoalan di Gandoang, UPT Dishub Jelaskan Penyebabnya

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Kemacetan yang sering terjadi di perempatan Pasar Gandong, membuat UPT Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor mengambil sikap untuk melakukan penutupan atau penyekatan jalan. Namun, kebijakan yang dipilih tersebut ternyata menuai pro dan kontra khususnya di kalangan para pedagang yang mengeluh karena omzet pendapatannya menurun akibat penyekatan atau penutupan jalan tersebut.

“Jadi perempatan itu kami berikan traffic cone, dimana untuk mengantisipasi adanya kemacetan. Walaupun sebetulnya tidak terlalu signifikan, karena persoalannya bukan hanya soal kendaraan yang menumpuk saja. Melainkan kondisi jalan yang rusak serta hilangnya drainase dan sepadan jalan yang ditutupi oleh pedagang,” jelas Kepala UPT Dishub Kabupaten Bogor, Jaya kepada Jurnal Bogor, Selasa (04/04/23).

Maka dari itu, sambung Jaya, dari hasl survei lapangan yang dilakukan oleh Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, dan hadir juga saat itu anggota DPRD Achmad Fathoni serta Paguyuban Pedagang Pasar Gandoang dengan hasil musyawarah jalan akan ditutup pagi dan sore, dimana waktu tersebut sedang tinggi-tingginya lalu lintas.

“Dan kemudian, dari Binamarga sendiri akan melakukan pemeliharaan pada perempatan jalan Gandoang tersebut, karena memang faktor utamanya terjadi kemacetan bukan intensitas banyaknya kendaraan melainkan rusaknya jalan yang mengakibatkan para pengendara mengurangi kecepatan kendaraannya di jalur tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lebih lanjut dia menjelaskan, jika nanti jalan sudah diperbaiki oleh Binamarga, hal yang tak kalah penting harus diperbaiki di Pasar Gandoang adalah pengelolaan sampahnya, karena sampah di pasar tersebut dikelola oleh individu, dan air dari tumpukan sampahnya itu mengalir ke jalan.

“Jadi banyak faktor dan banyak yang harus diperbaiki untuk mengkondusifkan perempatan Gandoang agar lancar lalu lintasnya. Dan itu bukan hanya dishub saja, tapi harus bergandengan dengan dinas lain,” paparnya.

Sementara, warga sekitar Dani (37) mengatakan, plus minus dengan adanya traffice cone di perempatan Gandoang ini, yang tadinya bisa langsung bablas jika ingin menyebrang kini harus berputar arah dulu.

“Memang agak lancar karena kendaraan tidak numpuk ditengah jalan. Kadang pengguna jalan juga keukeuh gak mau ngalah pengen duluan aja, itu yang bikin macet ditengah dan bisa panjang,” cetusnya.

Untuk saya pribadi, sambung Dani, tidak terlalu berpengaruh adanya traffice cone ini, yang harus diperhatikan pemerintah adalah kondisi jalan disini yang sesegera mungkin harus diperbaiki. Mengingat, tingkat kerusakannya sudah cukup parah dan lobangnya juga sudah cukup dalam.

“Yang penting itu jalannya harus dibagusin dulu, kalo jalan udah bagus pasti kaga macet parah begini. Mau pake sekat apa juga kalo jalannya rusak dan gak ada drainase ya percuma mas bro, ” pungkasnya.

** Nay Nur’ain