32.1 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 573

Hadits Hari Ini

0

Keutamaan Madinah

Sahih al-Bukhori:1746

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

لاَ يَدْخُلُ الْمَدِينَةَ رُعْبُ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، لَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ بَابٍ مَلَكَانِ.

Dari Abu Bakrah ra, dari Nabi saw yang bersabda:

Ketakutan yang disebabkan Al-Masih ad-Dajjal tidak akan dapat memasuki kota Madinah. Pada hari itu Madinah memiliki tujuh pintu yang setiap pintunya akan ada dua malaikat (yang menjaganya).

Pesan :
Keutamaan Madinah, kota yang tidak akan dimasuki oleh Dajjal. Riwayat lain mengatakan bahwa Mekkah dan Madinah adalah dua kota yang tidak akan dimasuki Dajjal.

Ada Galian Perusahaan Raksaksa di Hambalang, Wawang Curhat Soal BHPRD yang Kecil

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Kades  Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor, Wawang Sudarwan mempertanyakan perihal pajak dari galian C yang dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk, pada kesempatan sosialisasi Perda tentang Penyelenggaran Pelayanaan Publik yang dilakukan oleh drh.Achmad Ruýat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Dalam sesi tanya jawab, Wawang mempertanyakan apakah ada pajaknya terkait galian C yang dilakukan oleh PT Indocement, mengingat di wilayah Desa Hambalang ada sekitar 300 hektare lahan yang digali oleh perusahaan tersebut, namun desa seolah tidak merasakan bagi hasil pajak dari kegiatan tersebut.

“Disini saya bertanya dan minta bimbingan, jika galian C yang dilakukan oleh PT. Indocement itu ada pajaknya, kok kami tidak merasakan itu. Mengingat, selama saya menjabat sebagai Kepala Desa Hambalang, besaran BHPRD yang kami peroleh justeru menurun. Pertama pernah dapat Rp800 juta kemudian turun menjadi Rp400 juta, dan naik lagi menjadi Rp500 juta, terakhir pada tahun 2023 ini jika tidak ada perubahan desa kami mendapatkan Rp700 juta,” beber Wawang kepada Jurnal Bogor, Senin (19/6/23).

Wawang menyebut, dirinya bersurat kepada Bappenda Kabupaten Bogor, namun ternyata harusnya bukan ke Bapenda melainkan ke BPKAD karena Bappenda hanya memungut pajak, bukan membagikan BHPRD kepada desa.

“Saya hanya ingin tahu sebetulnya desa saya ini menghasilkan pajak berapa banyak, dan cara bagi hasilnya seperti apa, serta dari mana saja sumber pajak di desa saya. Mengingat, ada perusahaan raksasa di desa saya, masa iya BHPRD kami kecil terus, “ herannya.

Lebih lanjut Wawang mengaku dirinya pernah menanyakan hal tersebeut secara lisan, namun tak kunjung digubris, apalagi dijawab.

“ Oleh karena itu saya ingin melayangkan surat kepada BPKAD agar bisa mendapatkan jawaban yang signifikan dari rasa penasaran yang kami rasakan saat ini, “ katanya.

Dirinya berharap, kegiatan sosialisasi seperti ini sering-sering dilakukan, agar dirinya bisa mempertanyakan hal yang memang masih sangat rancu. Dan dirinya butuh sekali penjelasan akan hal yang belum dimengerti.

“Saya harap dewan lain juga mengadakan kegiatan yang sama, sehingga pengetahuan kami semakin bertambah,” pungkasnya.

** Nay Nuráin

Sosialisasi Peraturan Daerah, drh. Achmad Ru’yat Dihujani Keluhan Para Kades

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat drh.Achmad Ru’yat mengadakan Sosialisasi Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik kepada 40 kepala desa yang ada di wilayah Bogor Timur. Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Rumah Makan Porlak, Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (19/6/23).

Pada kegiatan tersebut, Achmad Ru’yat dibanjiri keluhan dari para kades akan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mulai dari keluhan Jalan Provinsi yang lebih banyak rusaknya dari pada jalan yang mulus, begitu pun terkait penerangan Jalan Provinsi yang juga minim, juga terkait Bantuan Keuangan Provinsi yang prosesnya meribetkan namun tak menambah nilai anggaran tersebut.

“ Alhamdulilah dengan langsung turun ke lapangan ini, selain bisa bertatap muka juga bisa mendengar langsung apa yang menjadi kendala di bawah, terutama keluhan yang dirasakan oleh para kepala desa yang pada saat ini hadir,” ungkap Achmad Ru’yat kepada Jurnal Bogor.

Achmad Ru’yat menyebut, keluhan dari para kepala desa ini akan dibawa dalam sidang paripurna nantinya. Maka dari itu dia ingin mendengar langsung dan membawa ke sidang untuk dikemukakan. Bukan hanya itu saja, adanya keluhan terkait keterbukaan BHPRD yang terkesan tidak transparan itu bisa jadi masukan kedepannya, agar Pemda Bogor lebih terbuka akan penghasilan pajak yang diperoleh dari masing-masing desa.

“Tadi saya dengar keluhan 100 hektare wilayah dipenuhi oleh kawasan industri, tapi BHPRD yang diraihnya sangatlah kecil. Ini juga perlu dijelaskan oleh Pemkab, apa yang membuat BHPRD kecil dan seperti apa cara bagi hasilnya,” paparnya.

Begitu pun, sambung Achmad Ru’yat, untuk saat ini memang APBD Provinsi menurun hingga 5 triliun, dimana pasti ada program yang tidak terkaver dengan penurunan pendapatan Pemprov kini.

“Tapi saya tekankan untuk kedepannya bagi hasil pajak Pemprov yang didapat Pemkab dan Pemkot bisa dinaikkan,” janjinya.

Sementara Kades Bantarjati Supena dalam sesitanya jawab mempertanyakan sistem bantuan keuangan provinsi yang terkesan berbelit-belit, sehingga membuat desa pusing dan kehabisan waktu untuk mengajukan proposal bantuan.

“ Padahal kami sudah benahi, tapi masih ada aja yang salah, prosesnya ribet. Pas mau mengajukan lagi sudah tutup, begitu pun anggaran bantuan keuangan yang tak kunjung naik, ya hanya segitu-gitu aja tapi prosesnya yang justeru makin rumit dan memusingkan,” keluhnya.

Sementara hadir dalam sosialisai tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni Kades Gunung Putri Damanhuri, Kades Tarikolot Wawan Kurniawan, Kades Bantarjati Supena, Kades Hambalang Wawang, Kades Tajur, Kades Karanggan Asdi, Kades Bojong Kulur Firman Riansyah, Kades Sukahati, Kades Citeureup, Kades Nambo, Kades Sentul Alex, Kades Pasirmukti, Kades Bendungan H.Nemi, Kades Weninggalih Mamat Rahmat, Kades Sukamaju H.Holil, Kades Sukanegara Ahmad Yani, Kades Singasari, Kades Singajaya, Kades Jonggol, Kades Sukasirna, Kades Balekambang, Kades Sukamanah, Kades Sukagalih, Kades Cibodas, Kades Sukajaya, Kades Sanja, Kades Leuwinutug, Kades Mekarsari, Kades Sukawangi, Kades Sukamakmur, Kades Babakan Raden, Kades Gandoang, Kades Tanjungsari, Kades Cikeas, Kades Cicadas dan Kades Buanajaya.

** Nay Nuráin

Achmad Fathoni Buka Pelatihan Kerja yang Digelontorkan Melalui Anggaran Pokirnya

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor beserta Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni melakukan pembukaan program kerja dan produktivitas tenaga kerja yang diikuti oleh 100 orang peserta yang tersebar di 7 kecamatan.

Pembukaan pelatihan kerja tersebut terdiri dari beberapa kluster kompetensi yakni skema computer dasar, practical office advance dan pengelasan, pembukaan sendiri dilaksanakan di aula Kantor Kecamatan Cileungsi, Senin (19/6/23).

Hadir dalam Pembukaan Pelatihan Kerja tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor Zainal Azhari, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKS Achmad Fathoni, Camat Cileungsi Adhi Nugraha, para pelatih dan 100 peserta pelatihan.

“ Hari ini saya menghadiri langsung pembukaan pelatihan kerja yang saya usulkan dari Pokir saya di tahun 2023. Pokir tersebut saya kerjasamakan dengan Disnaker untuk memberikan pelatihan kepada para pemuda dan pemudi kita khusunya di wilayah Bogor Timur,” ungkap Fathoni sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Anggota Komisi 3 tersebut mengatakan, jika pada tahun sebelumnya dirinya melakukan gerilya kepada masyarakat untuk memastikan apa yang diinginkan masyarakat, dan apa yang dibutuhkan. Namun ternyata banyak dari sebagian besar masyarakat itu terkendala skill saat melamar pekerjaan, maka dari itu dirinya berinisiatif untuk mengucurkan anggaran Pokirnya untuk pelatihan kerja.

“Pokir saya sebesar 1 miliar, saya kerjasamakan dengan Disnaker untuk membina adik-adik kita yang baru lulus dan tidak memiliki pekerjaan. Karena pelatihan ini wajib diikuti selama 30 hari kerja, sehingga memang diutamakan untuk yang belum bekerja,” jelasnya.

Aleg PKS tersebut berpesan agar kedepannya kepada semua peserta yang hadir untuk serius mengikuti pelatihan. Sehingga nantinya ilmu pengetahuan yang diserap dari pelatihan ini bisa menjadi modal untuk melamar pekerjaan, dan bagi yang belum berkesempatan kerja setelah mengikuti pelatihan ini, akan kami ajukan di program berikutnya untuk mendapatkan modal untuk membuka usaha.

“Untuk saat ini baru 9 kegiatan yang kita kerjasamakan dengan Disnaker. Dan kesembilan kegiatan itu berdasarkan permintaan OKP dan Karang Taruna wilayah setempat, karena mereka lah yang lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pemuda diwilayahnya. Nantinya, untuk menghemat anggaran, mereka akan melaksanakan pelatihan di kecamatan tempat mereka tinggal,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor Zainal Azhari mengatakan pelatihan ini akan dilaksanakan selama 30 hari kerja, dan pihak Disnaker turut berterimakasih kepada Achmad Fathoni yang sudah menggelontorkan anggaran pokirnya untuk bekerjasam dengan Disnaker.

“Saya berharap dari 100 orang yang mengikuti pelatihan ini semuanya bisa berhasil, baik bekerja maupun membuka usaha sendiri. Dan nanti pun kami akan mengupayakan untuk menyalurkan mereka kepada perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Pemkab Bogor,” pungkasnya.

** Nay Nuráin

Tribute Coldplay Dihadirkan di Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim barisan sakit hati lantaran tak mujur mendapatkan tiket nonton konser Coldplay jangan bersedih hati. Pasalnya, Dr. dr. Raendi Rayendra menggelar acara yang bertajuk ‘Tribute to Coldplay’.

Acara yang diusung Dokter Rayendra ini rencananya akan digelar di Snday Cofee Kitchen, yang berlokasi di Jalan Panduraya kav 27 , Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utara, pada Sabtu 24 Juni mendatang.

Para pecinta band asal Inggris dipersilahkan mengikuti acara dengan gratis sambil bernostalgia bernyanyi bersama.

Dokter Rayendra menjelaskan, tujuan acara ini sebagai bentuk euforia konser Coldplay yang dilakukan pertama kali di Indonesia.

Namun, sambungnya, untuk mendapatkan tiket konser Coldplay tidaklah mudah. Belum lagi beberapa tiket dijual dengan harga yang tidak wajar.

Dokter Rayendra memahami, banyak orang yang mencari tiket Coldplay, dan tidak sedikit yang tidak berhasil mendapatkannya.

Hal ini membuat Dr. Raendi Rayendra, pendiri Rayendra Dermatology and Aesthetic Center, memberikan wadah kepada pecinta Coldplay untuk berkumpul bersama.

“Kalau gak dapet tiket konser, gimana kalau kita bikin konser yang bisa mengangkat kearifan lokal Kota Bogor?? Ide ini juga datangnya dari netizen,” urai dia.

Dalam unggahan Instagram Dr Rayendra, dirinya sempat bertanya kepada warga Bogor buat yang tidak mendapatkan tiket konser Coldplay dan mengajak menggelar konser di Bogor.

“Buat Sahabat Rayendra yang war tiket Coldplay tapi gak dapet jangan risau. Kita bergabung dan nyanyi sama-sama tanggal 24 Juni nanti ya, silakan klik https://events.rr2024.id/ untuk pendaftaran online nya” ajak dia.

Tak hanya mengundang nyanyi bareng lagu Coldplay, Dokter Rayendra juga mengundang bintang tamu yang akan diisi oleh Band Piknik

Sontak saja, agenda itu mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya di kalangan anak muda.

Della Salbillah, salah seorang remaja yang tinggal di Kecamatan Tanah Sareal menyambut agenda itu dengan antusias.

“Ini beneran?? Seru banget, aku mau ajak temen-temen sekolah aku,” ungkap siswi SMA Negeri 6 Kota Bogor itu.

Dia mengaku, harga tiket konser Coldplay terlalu mahal, sehingga tidak bisa dijangkau oleh kalangan pelajar sepertinya. “Anak sekolah mah paling mahal juga beli tiket konser paling Rp 600 ribu,” kata dia.

Dia juga mengatakan, selama ini belum ada yang membuat acara Tribute to Coldplay seperti yang diadakan Dokter Rayendra ini. “Pasti banyak yang datang nih, jadi gak sabar,” tutup dia.

** Mochamad Yusuf

Jadi Pengagum Rahasia Desa Gunung Putri, Intel Batu Raja Tulis Pesan untuk Pemerintah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Desa Gunung Putri yang saat ini sedang naik daun karena inovasi dan prestasi yang diraihnya mendapatkan pengagum rahasia. Hal tersebut terlihat adanya sebuah tulisan di sebuah pohon seberang Cibinong City Mall (CCM) Cibinong. Dalam tulisan yang dibuat di kertas putih tersebut sang penulis meluapkan kekagumannya kepada Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri.

Menanggapi adanya hal tersebut Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri berterimaksih kepada pemerhati yang meluapkan isi hatinya melalui tulisan dengan menyebutkan namanya. Hal itu membuat dirinya terharu, ternyata masyarakat diluar sana memperhatikan perkembangan dan perubahan Desa Gunung Putri.

“Saya terharu bercampur tak menyangka, jika ada pengagum atau pemerhati kinerja saya sebagai Kepala Desa Gunung Putri. Tulisan yang dibuat wajib untuk kita apresiasi, bukan karena ada nilai positif kepada Desa Gunung Putri, tapi itu bukti perhatian masyarakat,”ungkap  A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Senin (19/6/23).

A  Heri menyebut, adanya tulisan itu bukti kepedulian masyarakat kepada pemerintah, bahwasannya ternyata mereka memantau dan menjadi pengawas tanpa dibayar oleh pemerintah. Mereka bisa menilai setiap kinerja pemerintah, dan mereka luapkan itu dalam sebuah tulisan sebagai bentuk kekagumaan dan kekecewaan.

“Penulis yang menamai dirinya sebagai “Intel Batu Raja” tersebut ternyata secara diam-diam memperhatikan kinerja kita sebagai pelayan rakyat, karena dalam tulisan itu dirinya membandingkan desa satu dan desa yang lainnya,” kata A Heri.

Siapapun anda, sambung A Heri, “Saya ucapkan banyak terimakasih atas kekaguman anda kepada Desa Gunung Putri. Insya Allah kedepannya kami akan selalu memberikan yang terbaik, umumnya untuk Pemerintah Kabupaten Bogor dan terkhusus untuk warga Desa Gunung Putri.”

“ Jangan hanya desanya saja yang dicap berhasil, tapi saya ingin warga Desa Gunung Putri juga bisa sejahtera secara ekonomi, jadi desanya berhasil dan masyarakatnya bisa mandiri,” harapnya.

Sementara, salah satu warga sekitar CCM, Teguh Purwanto (43) mengaku tidak kenal orang yang memasang tulisan di pohon tersebut, tapi dirinya mengetahui jika ada segerombolan orang yang membawa tulisan dan memasang di pohon.

“Gak kenal orangnya, tapi mereka segerombolan, saat saya baca tulisannya cukup bagus, karena kritikan terhadap kinerja pemerintah,” pungkasnya.

Berikut ini tulisan dari sosok yang menamakan dirinya “Intel Batu Raja “

MOHON DILIRIK DAN DIBACA, BUKTI FAKTA TANPA REKAYASA KHUSUSNYA BUAT PARA PEMIMPIN PEMERINTAHAN AGAR MAU BELAJAR SUPAYA LEBIH PINTAR, BAIK RT, RW, LURAH, KADES, CAMAT, BUPATI, KHUSUSNYA DI WILAYAH KABUPATEN BOGOR. COBA ANDA BERJALAN DAN BERGERAK DAN BERWISATA KETEMPAT BAPAK KADES DAMANHURI GUNUNG PUTRI, MAKA ANDA AKAN SADAR DENGAN KEBERSIHANNYA. LINGKUNGANNYA TERTATA RAPI, BERSIH TANPA SAMPAH, MASJID SEDERHANA, KANTOR SEDERHANA. NUR CAHAYA NABI MUHHAMAD SERING NONGKRONG DISANA KARENA BERSIH. KALAU LIHAT CIBINONG, CITEUREUP, NDAS MUMET, SAMPAH, NARKOBA MUMET. “INTEL BATU RAJA “.

Nay Nurain

Kembalikan Amanah Kepada Orangtua, MIN 1 Bogor Lepas Puluhan Siswa-siswinya

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bogor melepas puluhan siswa-siswi tahun ajaran 2022-2023, Senin (19/06/2023). Acara yang berlangsung di halaman sekolah yang terletak di Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor itu berjalan dengan haru dan khidmat.

Acara tersebut merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan setiap setahun sekali, selain sebagai ajang silaturahmi antarsiswa dengan warga sekolah, juga sebagai prosesi melepas pelajar yang telah menyelesaikan masa belajarnya selama enam tahun di jenjang sekolah dasar.

Dalam acara tersebut turut dihadiri Kasubag TU Kemenag Kabupaten Bogor Doktor K.H.Romdon, S.Ag.M.H., Kepala KUA Kecamatan Leuwisadeng Syaeful Anwar,S.Pd.I., Kepala Desa Sadeng Yanwar Lesmana dan Komite MIN 1 Bogor Ace Gozali.

Kepala Sekolah MIN 1 Bogor Samsuri menjelaskan, pelepasan tahun ini adalah berbarengan dengan kehadiran dirinya menjabat di MIN 1 Bogor dengan perjalanannya mengalami masa begitu sulit pada situasi pandemic karena selama dua tahun total belajar online.

“Kehadiran saya di MIN 1 Bogor ini pada tahun 2017 sehingga saat ini saya menyerahkan kembali kepada orangtuanya, tanggung jawab dan kewajiban untuk mendidik di lembaga ini sebanyak 62 orang pelajar MIN 1 Bogor tahun pelajaran 2022-2023 yang masuk pada 2017-2018,” jelasnya.

Jadi kata dia, pihaknya sudah menumpahkan kemampuan menyampaikan amanah keilmuan kepada anak-anak didiknya. Dia berharap orang tua murid yang menyekolahkan anaknya mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupannya.

“Hari ini adalah berawal untuk melangkah selanjutnya. Saya mengembalikan tanggung jawab saya kepada kedua orang tua,” bebernya.

Dia menerangkan, lulusan tahun ini berjumlah 62 siswa dan sudah diterima 18 orang di MTsN 2 Bogor Sebanyak 48 persen ke sekolah umum dan 52 persen memasuki lembaga pendidikan yang menyatu dengan pondok pesantren.

“Jadi animo anak ini cukup tinggi ke pondok pesantren. Mudahan-mudahan harapan dan tujuan orang tua bisa melanjutkan anak anaknya ke Lembaga lebih tinggi mendapatkan rizki yang mudah dan cita citanya dikabul, niat yang baik dari kedua orangtuanya mendapatkan keridhoan dari Allah,” ungkapnya.

Sementara, dalam sambutannya Kasubag TU Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor Dr.K.H.Romdon, mengapresiasi tenaga pendidik yang sudah mendidik anak-anak murid sampai mereka lepas di sekolah tersebut.

“Saya mengucapkan apresiasi dan berterima kasih kepada guru-guru yang telah menumpahkan tenaga dan pikirannya untuk didik anak-anak siswa-siswi MIN 1 Bogor dengan sabar, ikhlas dan tabah. Karena ternyata mendidik anak-anak itu tidak mudah,” katanya.

“Guru-guru MIN ini punya kesabaran dan ketabahan yang lebih, maka pada kesempatan ini saya mengapresiasi penghargaan semoga para guru-guru ini oleh Allah diberikan amal yang baik,” tambahnya.

Dia berharap, pelajar yang sudah lepas di MIN dapat terus meneruskan ke pendidikan yang lebih tinggi.

“Jadi jangan terhenti di MIN ini saja karena ini baru pendidikan dasar, dan enam tahun di MIN ini anak-anak pastinya sudah banyak merasakan suka dan duka. saya berterima kasih terhadap anak anak yang sudah menyelesaikan pendidikan di MIN ini. Semoga selama enam tahun mengemban pendidikan di sekolah MIN ini  ilmu dapat bermanfaat,” pungkasnya.

** Andres

Bogor Kembali Dihantui Bencana

0

jurnalinspirasi.co.id – Ancaman benacana alam kembali menghantui Kota Bogor. Diketahui, sejak hujan deras mengguyur ‘Kota Hujan’ pada Senin (19/6) sedikitnya terjadi tiga bencana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, bencana tersebut adalah banjir lintasan terjadi di lima titik yang berada di di Kecamatan Bogor Utara, yakni di wilayah RW 04 dan RW 06 Kelurahan Cibuluh, lalu di wilayah RT 06/06 Kelurahan Cibuluh, lalu di beberapa RT di Kelurahan Tanah Baru, dan di wilayah TPU Pakuan Jalan Tegal Lega, RT.03/06, Kelurahan Tegallega.

Sementara longsor terjadi di wilayah RT 03/07, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. Bencana didominasi tanah longsor dan banjir.

“Bencana tersebut terjadi pada pukul 01.00 WIB, dimana saat itu terjadi hujan dengan intensitas tinggi terjadi dibeberapa wilayah Kota Bogor khususnya di Kecamatan Bogor Utara yang menyebabkan dari hujan deras ini terjadinya banjir,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas, Senin (19/6).

Akibat peristiwa banjir itu, salah satu tanggul penahan air sungai jebol dan melimbas ke pemukiman warga setinggi kurang lebih 20 cm dan merendam beberapa rumah warga diwilayah Kelurahan Tanah Baru.

Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di Ciheuleut Cibenda RT 004/006, Kelurahan Tegallega, Kecamata Bogor Tengah, akibat hujan dengan intensitas deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Kejadian itu, sambung dia, menyebabkan banjir dan longsor yang mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) dengan panjang 13 meter dan tinggi 10 meter yang berada dekat pemakaman umun (TPU).

“Jadi material longsoran menimpa kamar mandi umum dan menjebol tembok kamar mandi dan menimpa rumah Eti Rohayati yang dihuni dua Jiwa, dan Inah yang juga dihuni dua jiwa, sebagian rumahnya terendam banjir serta sebagian material longsor menutup selokan,” tegasnya.

Sementara bencana longsor terjadi di Kampung Kebondanas RT 003/ 007, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara.
Kejadian ini menyebabkan ambruknya TPT dengan panjang 15 meter dan tinggi 20 meter.

“Material longsoran sebagian menutupi aliran kali Cilimus, dan longsoran sendiri berada di rumah milik Aceng yang kondisinya mengancam terjadi longsor susulan yang berada di teras depan rumahnya,” katanya.* Fredy Kristianto

Kades Bojongjengkol Geram Pembangunan SMPN 2 Ciampea Batal Dibangun

0

Ciampea I Jurnal Bogor

Kepala Desa Bojongjengkol Awaluddin Marifatullah geram ke Pemerintah Kabupaten Bogor akan batalnya pembangunan SMPN 2 Ciampea.

“Saya tidak tahu alasan apa pembangunan SMPN 2 Ciampea tidak jadi dibangun tahun ini. Padahal, ini kebutuhan yang urgen dan salah satu program mencerdaskan bangsa,” ujar pria yang biasa disapa Bolang, Senin (19/6).

Ia mengungkapkan rencananya pembangunan SMPN 2 Ciampea diatas lahan 7 ribu meter yang berada di Kampung Petir RT 01/05, Desa Bojongjengkol sudah matang. Apalagi lahan tersebut milik Pemkab Bogor tidak harus beli.

Adanya rencana pembangunan gedung SMPN 2 Ciampea sudah masuk dalam Musrenbang Kecamatan. Malahan pihak desa sudah dipanggil oleh Dinas Pendidikan, PUPR dan BKAD Kabupaten Bogor guna membahas pembangunan  sekolah.

Untuk menentukan lokasi yang bakal dijadikan SMPN 2 Ciampea tidak sembarang. Dilihat dulu tempatnya harus representatif, status tanah, jarak sebaran sekolah negeri dan aksesibilitas.

“Di Kecamatan Ciampea hanya ada satu SMP negeri, sehingga kebutuhan adanya penambahan sekolah negeri sangat urgen. Seharusnya Dinas Pendidikan peka akan kondisi tersebut, jangan malahan mementingkan kebutuhan yang tidak urgen dulu,” ungkapnya.

Satu sekolah negeri tidak bisa mencover jumlah siswa lulus SDN. Apalagi sekarang ini pakai sistem zonasi, karena desa yang jauh dari sekolah negeri peluang masuk sekolah negeri tipis.

“Lahan untuk sekolah Negeri sudah ada, tidak harus beli. Intinya, kita sangat kecewa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akan gagalnya pembangunan SMPN 2 Ciampea,” tandasnya.

** Arip Ekon

Bikin Pusing Orangtua, Dewan Desak Wisuda Sekolah Distop

0

jurnalinsipirasi.co.id – Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) menerbitkan surat edaran mengenai pelarangan wisuda terhadap TK, SD, SMP, hingga SMA menghentikan kegiatan tersebut.

“Substansi dan urgensi mengenai wisuda TK sampai SMA itu kan tidak terlalu diperlukan,” ujar Sekretaris Komisi IV, Devi P Sultani kepada wartawan, Senin (19/6).

Devie menyebut bahwa selama ini banyak orangtua murid yang mengeluhkan adanya wisuda. Sebab, biaya yang ditarik untuk kegiatan seremonial itu tidak sedikit.

“Memang bilangnya sukarela, tapi disitu kan ada nominal, dan itu memberatkan. Sebab, masih banyak di Kota Bogor yang warganya tertahan ijazahnya karena tunggakan SPP. Artinya banyak orangtua murid yang tak mampu,” katanya.

Disdik, kata Devie, memiliki fungsi dan hak di bidang pengawasan di dunia pendidikan. “Tugas Disdik apa dan fungsi komite. Siapa itu komite dan bertanggungjawab kepada siapa?,” ucapnya.

Devie mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat dengan Disdik, mereka mengaku menghadiri wisuda lantaran adanya undangan. Begitu juga dengan pengakuan pihak sekolah. “Maka kita pertanyakan siapa yang mengawasi komite. Disdik atau sekolah yang mengawasi?,” katanya.

Namun, sambung dia, apabila merujuk SK komite yang mengeluarkan adalah sekolah. “Jadi mestinya kepala sekolah yang mengetahui segala hal yang dilakukan komite,” ucapnya.

Devie menegaskan bahwa dalam aturan dunia pendidikan tidak ada aturan wisuda TK hingga SMA. “Jangan sampai disinyalir terjadi proyek olah-olah tadi, maka Disdik harus melarang wisuda di Kota Bogor. Lebih baik dilakukan secara sederhana dan tak memberatkan,” ungkapnya.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 76 tahun 2016 pasal 3 dan pasal 12, sambungnya, dijelaskan bahwa tidak boleh ada pungutan apapun, termasuk jual buku dan seragam.

“Kepala sekolah harus mengambil tindakan, jangan lempar-lempar mencari pembenaran kami akan memanggil komite, dewan pendidikan, dinas pendidikan, dan kepala sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan bahwa hal tersebut telah menjadi opini publik yang sudah disampaikan ke Kemendikbud. “Kami menunggu regulasi yang menjadi rujukan kita. Kami sih inginnya pelaksaan wisuda tak terlalu mewah tetapi sederhana,” katanya.

Kata dia, polemik takkan terjadi apabila komite mengikuti aturan main. Misalnya dengan menyusun program secara musyawarah. Saat disinggung apakah Disdik akan melarang kegiatan wisuda. Sujatmiko menyebut bahwa itu adalah private sector.

“Kalau melarang, melarang bagaimana? Walaupun sebenarnya kami sudah mengirimkan surat edaraan agar tidak ada pungutan, tidak ada yang memberatkan, dan sebagainya. Tapi mungkin dengan adanya kejadian ini yang secara nasional, pertama kita akan menunggu pasti setelah ini akan ada aturan baru Yang akan menjadi sebuah panduan, karena ini viral pasti disikapi. Kami akan evaluasi,” tuturnya.* Fredy Kristianto