30.6 C
Bogor
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 573

Hadiri Seren Taun, Kadisbudpar Serahkan SKT Padepokan Buana Raksa Budaya

0

Nanggung | JurnalBogor

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Deni Humaedi menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Padepokan Buana Raksa Budaya kepada pimpinan padepokan Uchu. Kadisbudpar juga bermalam di homestay pada puncak acara kegiatan Seren Taun Kesepuhan Malasari, akhir pekan kemarin.

“Alhamdulillah Kadis Kebudayaan dan Pariwisata menyerahkan langsung surat keterangan terdaftar dari Disbudpar Kabupaten Bogor kepada kami,” kata Uchu, Selasa (25/7/2023).

Kedatangannya Kadisbudpar disambut antusias oleh kasepuhan, kepada desa dan warga Malasari. Padepokan Buana Raksa Budaya pada Seren Taun menjadi pengisi acara dan penampilannya disaksikan langsung oleh Deni Humaedi.

“Setelah perjalanan sembilan tahun berjalan baru mengajukan permohonan SKT tahun 2023 ini, alhamdulillaah memenuhi syarat dan langsung mendapatkan surat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” jelas Uchu.

Padepokan Buana Raksa Budaya yang berada di Kampung Kopo, Desa Malasari ini diceritakan Uchu, bermula pada tahun 2014  dengan beberapa anak muda melakukan latihan di halaman rumahnya sehingga banyak warga sekitar yang minat.

“Awal tampil pada tanggal 17 Agustus yang awalnya 20 orang lambat laun banyak anggota yang masuk sampai 150 orang,” ucapnya.

Jadi kata dia, setiap 17 Agustus Padepokan Buana Raksa Budaya merayakan milangkala atau ulang tahun berdirinya. Padepokan ini melestarikan budaya pencak silat yang berjiwa spiritual keagamaan, berbudi pekerti luhur, berkesenian, berjiwa kesatria, dan berprestasi.

“Di padepokan ini bukan hanya anak remaja, tapi dari kalangan anak-anak yang masih PAUD sebelum sekolah dasar, sampai orang tua bapak-bapak dan ibu- ibu ada,” kata Uchu.

Dia pun mengucapkan terima kasih terhadap Kadis Dispudpar Kabupaten Bogor yang sudah melihat langsung penampilan Padepokan Buana Raksa Budaya di acara Seren Taun Kesepuhan Malasari.

Dengan telah terdaftarnya padepokan tersebut bisa meningkatkan lagi peralatan kesenian dan dapat bantuan untuk pembangunan padepokan tersebut.

“Harapan saya selaku pimpinan setelah terdaftar, dari dinas terkait mendapatkan pembinaan dan bantuan peralatan kesenian pencak silat,  kesenian jaipong, sound sistem dan peralatan latihan lainnya,”

Sementara, saat dihubungi melalui WhatsApp Kepala Disbudpar Deni Humaedi mengatakan, sangat mengapresiasi acara kegiatan Seren Taun Kesepuhan Malasari tersebut.

“Kita beserta jajaran mengapresiasi Seren Taun Kasepuhan Malasari yang begitu kompak, begitu kehadiran unsur Forkopicam Nanggung dan para kasepuhan diluar Desa Malasari yang turut menjadi bagian rangkaian acara Seren Taun,” katanya.

Dia berharap, kedepannya selain melaksanakan acara tradisi juga menjadi atraksi yang mengundang wisatawan untuk datang.

Selain menghadiri Seren Taun, Kadisbudpar juga mengunjungi Rumah Sejarah Pendopo Bupati Bogor pertama. “Selain tradisinya Malasari tak dapat dipisahkan dari sejarah Pemerintahan Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Andres

Edukasi Keselamatan Kelistrikan, PLN Gunung Putri Goes To School

0

Jonggol | Jurnal Bogor

PT PLN (Persero) UP3 Gunung Putri menggelar PLN Goes To School dengan tema Berbagi Terang Untuk Generasi Cemerlang di SD Islam Cikal Harapan II Citra Indah Jonggol, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini untuk mengedukasi generasi muda sedini mungkin untuk  mengenal Keselamatan Kelistrikan (K2).

Kepala Sekolah SD Islam Cikal Harapan 2, Diki Muhammad menyampaikan dukungan dan  terima kasih atas kepedulian PLN untuk mengedukasi tentang keselamatan kelistrikan dan berharap dapat dimengerti dan dipahami oleh anak-anak didiknya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SD ini diikuti oleh pengajar dan siswa-siswi kelas 5 yang berjumlah kurang lebih 94 orang. 

Sementara, Manager PLN UP3 Gunung Putri yang diwakili oleh Manager ULP Jonggol, Dimas Aditya Nugroho menyampaikan terima kasih atas support yang diberikan oleh pihak sekolah dalam kegiatan edukasi.

“Edukasi yang diberikan PLN antara lain penjelasan terkait pendistribusian aliran listrik yang dimulai dari pembangkit sampai ke pelanggan dan potensi bahaya listrik di sekitar masyarakat yang perlu diwaspadai, serta kiat dan kebiasaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan karena sengatan listrik,” jelas Dimas.

Terpisah disampaikan Manager PLN Gunung Putri, Rully Indra Ardhyan, melalui PLN Goes to School, dia ingin bekerja sama dengan sekolah-sekolah, memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya  generasi muda, untuk menjaga aset-aset kelistrikan dari aktivitas atau keadaan yang berpotensi bahaya. Masyarakat yang sudah teredukasi harapannya akan mendukung menjaga keselamatan instalasi pelanggan dan PLN karena hal ini akan berdampak pada pelayanan PLN yang lebih baik.

“Dengan edukasi ini, kami harap peserta dapat memahami potensi-potensi bahaya kelistrikan dapat menghindari masyarakat dari terjadinya kebakaran bahkan hingga timbul korban jiwa,” cetus Rully.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, sambung Rully, PLN juga memperkenalkan aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi ini, masyarakat yang mengetahui keadaan yang berbahaya  terkait kelistrikan dapat segera melapor ke PLN.

” Dengan PLN Mobile masyarakat juga dapat mengakses layanan kelistrikan di manapun dan kapanpun  termasuk pembayaran listrik, pembelian token, pengaduan gangguan, hingga informasi-informasi terkini dari PLN dapat diperoleh di PLN Mobile,” tandasnya.

Hal senada pun disampaikan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Susiana Mutia yang mendukung penuh kegiatan edukasi kelistrikan dan mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap bahaya listrik.

” PLN terus berkomitmen memberikan listrik yang andal dan aman bagi masyakarat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Hadits Hari Ini

0

Ketika Umar meminta izin kepada Aisyah untuk dikuburkan bersama kedua sahabatnya

Sahih al-Bukhori:6783

عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ: أَنَّ عُمَرَ أَرْسَلَ إِلَى عَائِشَةَ: ائْذَنِي لِي أَنْ أُدْفَنَ مَعَ صَاحِبَيَّ فَقَالَتْ:

إِي وَاللَّهِ. قَالَ: وَكَانَ الرَّجُلُ إِذَا أَرْسَلَ إِلَيْهَا مِنْ الصَّحَابَةِ، قَالَتْ: لاَ وَاللَّهِ لاَ أُوثِرُهُمْ بِأَحَدٍ أَبَدًا.

Dari Hisyam, dari bapaknya: Bahwa Umar pernah mengutus utusan kepada Aisyah (yang membawa pesan): Izinkanlah aku agar aku dikuburkan bersama kedua sahabatku. Maka ia menjawab:

Ya, demi Allah. Dia berkata: Sebelumnya jika ada sahabat laki-laki yang mengutus utusan kepadanya (meminta izin agar dikuburkan bersama Nabi dan Abu bakr), dia selalu menjawab: Tidak, demi Allah, selamanya aku tidak akan mendahulukan siapapun dalam hal ini.

Pesan :
Sebelum Umar meminta izin kepada Aisyah, sudah ada sahabat yang lebih dulu meminta izin kepada Aisyah agar dikuburkan di kamar Aisyah, dekat dengan Rasulullah dan Abu Bakr, namun Aisyah selalu menolak karena ia berkeinginan untuk dikuburkan disana. Namun ketika Umar meminta izin, maka Aisyah pun membolehkannya. Sementara itu ketika Aisyah meninggal dunia, ia dikuburkan di Baqi bersama kaum Muslim lainnya.

Masih Soal Sertifikat PTSL Desa Sukamakmur yang Belum Juga Beres, Ini Ungkapan Hati Ujang Sunandar

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Kepala Desa Sukamakmur Ujang Sunandar terus menanyakan kepastian sertifikat tanah warga ke BPN Bogor 2. Pasalnya, sudah lebih dari satu tahun program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) warga Desa Sukamakmur tak kunjung selesai, dari 2500 bidang yang harusnya mendapatkan buku sertifikat, baru kurang dari 500 buku yang jadi dan dibagikan kepada warga.

“Saya baru pulang ibadah haji, makanya saya coba untuk kembali menggeber ke BPN Bogor 2, akan kejelasan kapan sertifikat warga saya bisa selesai,” ungkap Ujang kepada Jurnal Bogor, Senin (24/7/23).

Ujang menyebut, untuk dirinya pribadi sangat paham jika memang harus selesai agak lambat. Mengingat, BPN dikejar banyak program dan pembuatan sertifikat itu bukan hanya di Desa Sukamakmur saja.

“Tapi lain halnya dengan warga yang belum tentu mengerti pekerjaan, yang mereka hitung hanya waktu yang sudah sangat lama dan sertifikat mereka belum juga jadi,” cetusnya.

Kemarin saja, sambung Ujang, saat pembagian yang kedua, dengan jumlah 180 buku, informasi dari Sekdes dirinya disambangi beberapa warga yang tidak mendapatkan undangan untuk mengambil buku sertifikat.

“Tidak kisruh saja sudah bagus, maka dari itu saya berharap setiap minggunya ada yang jadi dari berkas-berkas yang sudah kami verifikasi ulang karena masih ada kekurangan syarat,” tandasnya.

Paling tidak, lebih lanjut Ujang mengatakan, jika setiap minggunya buku sertifikat tanah milik warga itu bisa dibagikan, minimal bisa membuat mereka sedikit tenang. Sehingga dirinya pun tidak seperti orang diteror karena setiap ketemu warga itu yang ditanyakan hanyalah kapan sertifikat jadi.

“Sebagai kepala desa, saya jadi beban moral. Betul itu risiko saya menjadi orang nomor satu di desa, tapi saya berharap juga  sertifikat segera selesai, karena yang harus diurus itu masih banyak sekali,” imbuhnya.

“Belum kasus sengketa lahan, belum lagi anggaran BHPRD yang tak kunjung cair. Nasib gaji staf saya yang harus dipikirkan, ditambah pertanyaan-pertanyaan warga soal sertifikat yang gak juga jadi. Rungkad lah, ” pungkasnya.

Sementara, salah satu warga Sukamakmur, Reza menanyakan sebetulnya sistemnya seperti apa, karena ternyata berkas yang sudah diberikan harus dikembalikan lagi dengan alasan masih ada kekurangan. Jika pun ada berkas yang kurang lengkap, seharusnya jangan sampai menahun begini. Karena kejadian seperti ini menandakan kinerja BPN kurang teliti.

“Saya baca di salah satu media yang dishare oleh Pemdes. Statament dengan kenyataannya tidak singkron, diberita itu 1000 buku akan dibagikan, eh taunya cuma 180 buku. Bukan medianya yang saya salahkan, tapi ucapan kepala kantor BPN yang berani mengatakan seperti itu hingga membuat kami berharap,” kesalnya.

Menurut Reza, dia sangat setuju jika ada kegiatan pembagian buku sertifikat di setiap minggunya. Karena dengan begitu lambat laun bisa terselesaikan. ” Biarin ratusan juga yang penting dibagiin, lama-lama kan beres itu,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Samisade Cair, Pajak Jangan Telat Bayar

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Program Samisade di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor baru turun di 7 desa dari 13 desa dan hanya Desa Ciampea Udik yang mendapat anggaran kurang dari satu miliar.

Kasi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Ciampea, Bedi Rusmana menjelaskan yang mendapat Samisade diantaranya Desa Cibadak, Bojongjengkol, Cihideung Udik, Ciampea Udik, Ciampea, dan Desa Benteng. Sedangkan sisanya lima desa lagi masih dalam proses Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). “Dana sesuai dengan usulan desa masing-masing. Desa Ciampea Udik mendapat bantuan program Samisade yang terkecil yakni Rp 845 juta. Sedangkan dlainnya mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 miliar,” ujarnya.

Bendi mengungkapkan rata-rata peruntukan Program Samisade di wilayah Kecamatan Ciampea digunakan  untuk pembangunan jalan desa dan TPT. Sedangkan alasan berbeda-beda pencairan  program Samisade disebabkan kelengkapan berkas administrasinya yang berbeda.

Ketika pekerjaan Samisade tahap pertama sudah selesai 75 persen, desa bisa mengajukan  Samisade tahap kedua. Ia mewanti-wanti agar Pemdes lebih berhati-hati lagi menggunakan anggaran Samisade.

“Ketika uang sudah masuk ke rekening desa, pemdes harus segera merealisasikan dan melaporkan progres pekerjaan perminggu. Kemudian, pembangunan agar kualitas dan kuantitasnya . Terakhir pajak di bayar bertahap dan tidak sampai nunggak pajak,” tukasnya.

** Arif Ekon

Karakteristik dan Dampak Limbah B3 Terhadap Lingkungan

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – PT. Hijau Lestari Prakarsa Utama mendefinisikan limbah B3 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, yaitu zat, energi ataupun komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup atau membahayakan lingkungan hidup dan kesehatan.

Berdasarkan penjelasan atau definisi tersebut, kita mengetahui bahwa limbah B3 dapat berdampak sangat buruk bagi makhluk hidup dan lingkungan. Padahal, lingkungan sangat berarti bagi makhluk hidup.

Karakteristik Limbah B3 mudah meledak, limbah yang mudah meledak atau explosive adalah limbah yang saat suhu dan tekanan standar dapat meledak. Kondisi tersebut dapat terjadi sebab limbah ini bisa menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi melalui reaksi fisika atau kimia sederhana. Adapun beberapa contoh limbah B3 yang mudah meledak yaitu asam prikat.

Pengoksidasi adalah sampah anorganik berbahaya yang bisa melepaskan panas karena teroksidasi. Limbah ini dapat menimbulkan api ketika bereaksi dengan bahan lain. Jika pengelolaan limbah ini tidak ditangani dengan serius maka dapat menyebabkan kebakaran besar di lingkungan tersebut. Contohnya yaitu kaporit.

Kemudian sifat limbah yang mudah menyala atau Flammable. Limbah ini adalah sampah berbahaya yang mudah terbakar karena kontak dengan udara, nyala api, air, atau bahan lain walaupun suhu dan tekanan standar. Contoh limbah B3 yang mudah menyala yaitu benzena, pelarut toluena atau pelarut aseton dari industri cat, tinta, pembersih logam, dan laboratorium kimia.

Ada juga Limbah beracun, merupakan limbah yang mengandung zat beracun bagi makhluk hidup. Limbah ini dapat menyebabkan keracunan, sakit, bahkan kematian jika terjadi kontak pernapasan, kulit, atau mulut. Contoh limbah ini yaitu limbah pertanian seperti pestisida.

Lalu limbah Korosif. Limbah ini memiliki ciri bisa menyebabkan iritasi kulit, menyebabkan karat pada baja, memiliki pH ≥ 2 (jika bersifat asam) dan ≥ 12,5 (jika bersifat basa). Contoh limbah B3 ini yaitu sisa asam sulfat untuk industri baja, limbah asam dari baterai. serta limbah pembersih sodium hidroksida di industri logam.

Selanjutnya, Bersifat Iritasi. Limbah yang bersifat iritasi adalah limbah yang bisa menyebabkan peradangan ataupun iritasi pernapasan, pusing, dan mengantuk saat terhirup. Contoh limbah ini yaitu asam format dari industri karet.

Selain itu ada yang Bersifat Karsinogenik, Teratogenik dan Mutagenik. Limbah dengan sifat karsinogenik adalah limbah yang bisa menyebabkan munculnya sel kanker. Limbah teratogenik merupakan limbah yang dapat mempengaruhi pembentukan embrio. Sementara itu, limbah mutagenik yaitu limbah yang menyebabkan perubahan kromosom.

Dampak yang dihasilkan jika tidak dikelola dengan baik antara lain. Untuk tanah atau lahan yang tercemar limbah B3 akan mengakibatkan penurunan kualitas tanah, sulitnya melakukan budidaya tanaman di lahan tersebut karena tanaman-tanaman sulit untuk tumbuh pada kondisi tanah yang tidak layak.

Tidak hanya tanah, bahan-bahan beracun yang tercampur pada tanah juga dapat mencemari air dan mendatangkan berbagai penyakit. Hasilnya, semuanya menjadi terganggu bila limbah B3 telah mencemari tanah atau lahan, bukan saja tanaman yang mati akan tetapi lingkungan secara luas akan mati.

Penulis:

Cahya Fadilah
(Pegiat Lingkungan)

Pendekatan Persuasif, Kriminalitas di Nanggung Menurun

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Angka kriminalitas di wilayah hukum Polisi Sektor (Polsek) Nanggung, Polres Bogor menurun. Hal itu setelah Polsek Nanggung melakukan upaya pendekatan persuasif di masyarakat.

Kapolsek Nanggung AKP Jony Handoko mengatakan, selama tahun 2023 ini di wilayah hukumnya sudah tidak adalagi kasus pencurian.

“Saat ini sudah tidak ada lagi kasus pencurian-pencurian baik itu pencurian hewan ternak maupun ranmor di wilayah hukum Polsek kita,” katanya, belum lama ini.

“Kami Polsek bekerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama Muspika dan para kepala desa untuk mengaktifkan kembali Siskamling di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Menurut Handoko, pihaknya selalu menghimbau untuk peduli terhadap diri sendiri dan mengamankan barang berharga miliknya.

Jadi selain anggota kepolisian juga melakukan patrol, juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu peduli keamanan terhadap diri sendiri dan lingkungan dan yang lebih penting menjaga barang berharga miliknya.

“Meskipun kita selalu gencarkan patroli kadang tidak berpengaruh. Karena anggota yang terbatas juga para pelaku pencurian memanfaatkan waktu,” katanya.

Dia juga menjelaskan, menurunnya angka kriminalitas di wilayah Nanggung setelah potensi-potensi yang ada di wilayah dimanfaatkan.

“Jadi dengan adanya trobosan dari Ciguha River kedepannya bisa menghilangkan masyarakat yang mengambil tambang emas yang resikonya tinggi,” kata dia.

Handoko memaparkan bahwa saat ini masyarakat sadar yang mana tidak selamanya emas itu ada terus. Mereka juga tidak tumbuh dan tidak berkembang dan suatu saat pasti akan habis. 

“Tokoh-tokoh masyarakat yang membuat terobosan karena mereka sadar bahwa emas itu tak selamanya ada. Sekarang sekarang ini sudah berkurang dan hasilnya sudah minim,” bebernya.

Dia berharap dengan terobosan tokoh-tokoh masyarakat dampaknya nanti bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar, baik dari hasil wisata dan tanamannya.

“Yang mana nantinya UMKM disana juga terdampak. Tokoh masyarakat dan tokoh agama disana punya ide dan gagasan untuk memperdayakan alam yang ada disana,” tukasnya.

** Andres

Pemukiman Sering Kebanjiran, Desa Parakanmuncang Bangun Drainase

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor membangun drainase sepanjang 845 meter di wilayah RW 07. Kini, pembangunan drainase tersebut telah mencapai 50 persen.

Drainase itu awalnya berupa saluran tanah dan setiap hujan melanda, pemukiman warga terendam banjir. Pemdes Parakanmuncang merespons aspirasi masyarakat dengan membuat drainase permanen menggunakan anggaran Samisade tahap pertama tahun 2023.

“Samisade tahun 2023 ini kita ada disatu titik, tepatnya di RW 07 yang  tersebar di  RT 1 dan RT 2 itu peruntukannya karena memang aspirasi dari masyarakat, ketika di musim penghujan drainase yang ada di wilayah tersebut berupa tanah. Di musim hujan itu biasanya meluap sampai ke pemukiman warga,” kata Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin kepada Jurnal Bogor, Senin (24/07/2023).

Dia membeberkan, drainase tersebut memang cukup penting untuk  dilakukan pembangunan. Terlebih sumber air muncul dari gunung dan lapangan yang mana sering terjadi  banjir saat hujan.

“Drainase yang meliputi RT 01 dan RT 02 karena di dua wilayah tersebut ketika di musim penghujan yang satu air dari gunung itu masuk ke pemukiman warga, yang satu lagi dari lapangan dan ada dari pemakaman air masuk juga,” katanya.

Dia membeberkan tak hanya drainase juga ada tebing penahan tanah (TPT) untuk antisipasi longsor yang mana di atasnya berdiri bangunan sekolah PAUD. dan hotmix jalan lingkar  RT 02 dan jalan menuju akses Desa Sukaraksa dengan pembetonan yang akan dilakukan pada tahap kedua.

Dengan panjang  845 meter sepanjang jalur drainase dari Gunung Pasir Ahad  sampai ke aliran kali Cihoream.

Dia menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan 1 miliar dengan harapan bisa terwujud.

“Alhamdulillah kita di Desa Parakanmuncang tahun 2003 kita mengusulkan 1 miliar. Kita baru tahap 1 dengan progres pengerjaan sudah mencapai kurang lebih 50%, kita akan segera genjot lagi untuk tahap berikutnya,” katanya.

Mauludin menjelaskan, program Samisade ini bisa mengatasi persoalan masalah tersebut.

“Adanya Samisade tentu menjawab semua aspirasi masyarakat, pertama karena dikeluhkan ketika akses jalan-jalan dan drainase tersebut adalah pemanfaatannya kurang maksimal. Ketika memang jalan tersebut belum dibangun sampai hari ini kan jalan tersebut kondisi rusak parah yang mana dibangun oleh kepala desa sebelumnya,” pungkasnya.

** Andres

Ngeri Pengakuan Amil Pudin, Rp120 Juta Dibagi-bagi dan Anggaran Batu Nisan Dilebihkan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Disaat dipertanyakan oleh panitia lokal terkait transparansi anggaran relokasi pemakaman Kp.Cohak, Amil Pudin sebagai Panitia Pelaksana kegiatan relokasi makam mengatakan bahwa Rp 120 juta lebih anggaran dibagikan kepada beberapa unsur dan pihak-pihak terkait.

“Kelebihan dari uang tahlil itu kami alokasikan untuk operasional dan membagikan kebeberapa pihak, dan menurut pihak jalan tol itu tidak apa-apa, asal bisa ngaturnya saja dan pelaporannya pas saat nanti ditanyakan,” ungkap Amil Pudin kepada Jurnal Bogor beberapa hari lalu.

Dirinya menyebut, Kades, Camat, Perwakilan Dinas DPKPP yang turut dibagikan dan kurang lebih anggaran yang dibagikan itu ada sekitar Rp 120 jutaan.

“Memang tidak minta, tapi kami memberikan sebagai ucapan terimakasih, katanya itu gak apa-apa, asal bisa ngaturnya aja,” cetusnya.

Selain itu, dirinya mengaku bahwa ada kelebihan angka untuk pembelian batu nisan yang dibelinya dari Sukabumi dan Depok. Karena, jika harga pada umumnya memang hanya berkisar 150 sampai 200 ribu, tapi kami anggarkan sebesar 300 ribu untuk sekaligus membentuk makam.

“Jadi, anggaran 300 ribu per makam untuk batu nisan itu sekaligus pembentukan makamnya, biar terlihat rapi jadi anggarannya kami lebihkan,” dalihnya.

Dirinya menyebut, kondisi sudah aman dan gak akan ada pemeriksaan seperti anggaran pada umumnya.

“Kondisi sudah aman dan berkas pelaporan sudah saya kirim ke DPKPP, Insya Allah tidak akan diperiksa,” tandasnya.

“Dan untuk kelebihan anggaran ada 35 juta akan kami belikan rumput, tapi itu pun uangnya belum keliatan,” tambahnya.

Sebelumnya, HM yang dimintai Amil Pudin untuk memimpin tahlil dengan hanya diberikan uang sebesar Rp 125 juta dari anggran yang diminta panitia kurang lebih 500 juta. HM menyebut, dirinya merupakan panitia lokal yang sama sekali tidak mengetahui berapa besaran pengeluaran yang sesungguhnya, hanya KSB panitia saja yang mengetahui itu dan tidak pernah dibuka dalam forum rapat panitia.

“Mungkin keluarga ahli waris tidak mempersoalkan karena tidak tahu, tapi kami ini sangat tahu, dan ada beberapa ribuan makam yang tidak ada ahli warisnya,” bebernya.

Bukan hanya itu, ketidakrtransparanan itu terlihat saat dirinya diberikan uang secara bertahap oleh orang yang berbeda-beda. Menurut HM, dia pernah menegur langsung Ketua Panitia di hadapan kepala desa dengan meminta ketransparanan laporan hasil pengeluaran biaya semuanya.

” Jika memang bisa kami akan mengajukan laporan agar diperiksa dan diaudit oleh pihak terkait, agar ketahuan siapa saja yang menjadi penikmat uang tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui berikut anggaran permakam yang diminta oleh panitia untuk merelokasi makam Kp.Cohak

1. Tenaga Gali Rp500 ribu/makam
2. Perbait / Kain Kafan Rp300 ribu/makam
3. Bumbu Rp30 ribu/ makam
4. Bambu/Papan Rp40 ribu/ makam
5. Penggalian Lalandak Rp30 ribu/makam
6. Batu Nisan Rp300 ribu/makam
7. Pengurusan Pemulasaraan Rp100 ribu/makam
8. Pengajian Tahlil Rp200 ribu/makam

** Nay Nur’ain

Pemilik Pabrik di Desa Weninggalih Diberikan Sosialisasi Izin dan Dampak Pengeboran untuk Air Tanah

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Sejumlah pengusaha yang mendirikan pabrik di Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor diberikan pemahaman terkait izin dan cara melakukan pengeboran sumur untuk perusahaan mereka. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Weninggalih, Mamat Rahmat yang mengatakan adanya pemahaman ini berharap pihak perusahaan bisa mengikuti aturan sesuai yang diarahkan.

“Saya hadir disini hanya sebagai kepala desa saja, memang sejauh ini kendala di Desa Weninggalih adalah air. Mengingat, bukan hanya kering, tapi air yang ada kadang itu hitam dan tidak layak sekali untuk dipakai,” ungkap Mamat kepada Jurnal Bogor, Senin (24/7/23).

Menurutnya, hal yang sama pasti dirasakan oleh para pengusaha yang berada di Desa Weninggalih. Dia hanya berharap agar adanya ubah fungsi status desa menjadi kawasan industri bisa membantu warga yang kesulitan air bersih.

“Kepada Pemda Bogor saya sudah mengajukan berkali-kali, untuk dibangunkannya embung sebagai penampungan air, tapi sampai saat ini belum direalisasikan, bahkan beberapa kali dicoret dari anggaran,” bebernya.

Pernah saat itu pihak dinas mengatakan, sambung Mamat, bahwa alasan tidak dibangunkannya embung karena tidak ada sumber air. Tapi menurutnya, justeru karena tidak ada air dibuat embung untuk menampung air hujan yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat.

“Namun menurut Pemda itu tidak efisien, dan sejauh ini solusi satu satunya adalah dengan memakai saluran air dari PDAM,” cetusnya

Lebih lanjut Mamat mengatakan, dengan adanya sosialisasi dari Dinas ESDM ini berharap pihak perusahaan tidak hanya terfokus membuat sumur untuk kepentingan mereka saja, melainkan juga memikirkan nasib warga yang juga pasti akan kesulitan air jika mereka membuat pengeboran dengan kedalaman diatas rata-rata.

“Saya sih berharap, pihak perusahaan turut memikirkan nasib warga, mereka memang punya modal untuk membangun apapun, terlepas itu ada izinnya atau tidak. Tapi warga saya yang hanya berpenghasilan menengah kebawah, belum tentu bisa mengebor sumur dengan kedalaman seperti mereka,” tandasnya.

” Sudah pasti, nantinya akan berdampak kurang baik kepada warga. Oleh karena itu, pihak ESDM Provinsi Jabar saya harapkan untuk mendatangi perusahaan satu persatu agar mengetahui kedalaman sumur yang mereka gali sekaligus dampaknya kepada lingkungan,” tambah Mamat.

** Nay Nur’ain