32.1 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 572

Pastikan DD Tepat Sasaran, Camat Cigudeg Lakukan Monev

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Camat Cigudeg Pardi  melakukan monitoring dan evaluasi (monev) sekaligus launching program ketahanan pangan budidaya hewan ternak diantaranya di Desa Sukamaju, Cintamanik dan Desa Batujajar.

Monev ketahanan pangan tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023.

“Monev dilakukan untuk memastikan pencapaian  progam di semua desa bisa terealisasi dan tepat sasaran,” kata Camat Cigudeg kepada Jurnal Bogor.

Adapun tempat yang dilakukan monev tentu saja secara berkala di semua desa di Kecamatan Cigudeg agar selaras dengan dasar kebutuhan masyarakat, maka semua  pembangunan desa harus dilakukan pengawasan monitoring langsung untuk bisa mengetahui kwalitas hasil pekerjaan di semua desa.

** Arip Ekon

Galuga Center Nilai PKS Bupati dan Walikota tak Dijalankan Sepenuhnya

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor terus menjadi sorotan dan desakan sejumlah pihak. Pasalnya, tempat pembuangan akhir sampah dari dua kepentingan administratif Kabupaten dan Kota Bogor ini dinilai omong doang alias omdo karena hanya sekitar 10 persen yang dijanjikan ke masyarakat baru terealisasi, sementara deadline waktu tinggal empat semester lagi.

Ketua Galuga Center (GC) Asep Saepudin mengatakan, aktivitas TPAS Galuga sudah berlangsung selama puluhan tahun yakni dari tahun 1991 sampai dengan saat ini. Namun Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bupati dan Walikota Bogor, secara hampir 99% Pemerintah Daerah tidak menjalankan PKS tersebut secara baik dan benar.

“Desa Galuga, Desa Cijujung, dan Desa Dukuh merupakan salah satu desa yang dijadikan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dari dua kepentingan administratif Kabupaten dan Kota Bogor,” kata Ketua GC yang biasa disapa Doris, Senin (19/06/2023).

Dia menjelaskan TPAS Galuga tersebut seharusnya tertutup atau Sanitary Landfill (satu metode pengelolaan sampah yang modern dan efektif untuk digunakan di tempat penampungan sampah), seperti mana yang tertuang dalam Undang-undang tahun 2008 tentang pengelolaan akhir sampah.

“Harusnya Sanitary Landfill, namun faktanya TPAS Galuga masih Open Dumping (sampah dibuang begitu saja dalam pembuangan akhir tanpa ada perlakuan apapun),” jelasnya.

Bahkan kata dia, akses jalan menuju TPAS Galuga saja masih menggunakan akes jalan desa atau jalan adat yang dimiliki oleh warga. Sehingga, hal ini dinilai mengganggu aktivitas.

Untuk itu, menyikapi polemik TPAS Galuga, Ketua Galuga Center menegaskan, Pemkab dan Pemkot Bogor harus lebih konsen terhadap persoalan-persoalan yang ada di TPAS Galuga.

“Bukan hanya konsen dalam soal sisi pengelolaan sampahnya, lebih jauh dari itu harus lebih konsen terhadap pengelolaan Sumber Daya Manusianya (SDM). Karena bagai manapun, masyarakat sekitar TPAS Galuga dihadapkan dengan berbagai macam risiko kesehatan, mental, dan dan risiko materil dan non materil,” paparnya.

Dia menegaskan, Pemkab dan Pemkot Bogor seharusnya berkolaborasi agar dapat membangun jalan sendiri untuk menuju akses jalan TPAS Galuga.

Selain itu, dia menyoroti terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bupati dan Walikota Bogor. Sebab, secara fakta Galuga Center menilai bahwa hampir 99% Pemerintah Daerah tidak menjalankan PKS tersebut secara baik dan benar.

“Kita perlu menyikapi hal ini secara serius, ap kah pemerintah baik Kabuaten maupun Kota Bogor itu benar-benar siap atau tidak untuk konsen terhadap pengelolaan TPAS Galuga?,” bebernya.

Dia pun prihatin  sektor kesehatan di sekitar sampah tersebut bahwa sudah puluhan tahun TPAS Galuga beroperasi, sektor kesehatan tidak terjamah sama sekali oleh Dinas Kesehatan yang dimiliki Pemkab maupun Pemkot Bogor.

“Pelayanan kesehatan untuk orang sakit, pengadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) tidak ada,” ucap Doris dengan penuh keprihatinan.

Selain itu, sektor UMKM pun diungkapkan Galuga Center, bahwa tidak tersentuh pemberdayaan ekonominya. Padahal sudah jelas, masyarakat sekitar TPAS Galuga itu hampir 70% mengalami degradasi ekonomi lantaran kehilangan mata pencaharian akibat lahan pertanian tidak produktif. Sehingga dalam klausul PKS tersebut tercatat bahwa Pemkab dan Pemkot Bogor  akan memberdayakan sektor ekonomi melalui koperasi dan UMKM.

Akan tetapi pada faktanya, sampai dengan saat ini tidak terlaksana seperti halnya sektor kesehatan dan juga sektor pendidikan.

Padahal, dalam klausul PKS sudah dijelaskan bahwa Pemkab dan Pemkot Bogor sama-sama berkewajiban bertanggung jawab untuk memberdayakan sumber daya manusia yang berada di sekitar wilayah TPAS Galuga dalam hal pendidikan.

“Baik lembaga pengembangan keterampilan maupun PKBM semuanya tidak ada dan sebenarnya kalau kita mau buka-bukaan masih banyak point lagi di PKS untuk dikaji dan ditinjau ulang,” terangnya.

Sebagai mana yang tertuang dalam UU Pengelolaan Sampah Tahun 2008 Pasal 8 disebutkan bahwa masyarakat seharusnya dilibatkan dalam monitoring, dalam pengawsan terkait perjanjian yang dilakukan oleh dua kepala daerah.

Tapi faktanya, setiap evaluasi dari PKS itu masyarakat tidak pernah dilibatkan sehingga progresnya tidak jelas dan tidak terarah antara mana yang sudah dilakukan mana yang belum.

“Yang sudah dilakukan bagaimana perawatanya, monitoringnya dan lain-lain. Yang belum dilakukan bagai mana progresnya. Untuk itu Galuga Center mengajak kepada pihak terkait untuk bersama-sama menyikapi PKS ini mau dijadikan apa? apa hanya catatan di kertas? atau memang sebagai acuan untuk dilaksanakan di wilayah TPAS Galuga,” pungkasnya.

** Andres

Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Pantau Pemilihan RW di Cihideung Ilir

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Ciampea, Polres Bogor melakukan pemantaun pemilihan ketua Rukun Warga (RW) di Desa Cihideung Ilir, Ciampea, Kabupaten Bogor. Pemantauan ini untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Brigadir Kepala (Bripka) Heru Purnomo menyampaikan, pihaknya memberikan pesan Kamtibmas juga imbauan di wilayah desa binaanya.

“Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai anggota Polri dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengamanan serta pemantauan kegiatan ini agar dapat berjalan aman, nyaman, terkendali dan kondusif tidak ada permasalahan maupun provokasi yang bisa menimbulkan gangguan kamtibmas menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah Desa binaan,” katanya, Senin (19/06/2023).

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin yang disampaikan melalui Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto berpesan, untuk ikut serta bersama Polri dalam kerjasama meningkatkan pemiliharaan Kamtibmas.

“Agar warga senantiasa menjaga keamanan dalam pemilihan Ketua RW menjadi aman, nyaman dan kondusif,” katanya.

Lebih lanjut, Kompol Suminto menyampaikan harapannya agar para pemilih yang hadir dalam pemilihan ketua RW tersebut untuk tetap selalu menjaga situasi agar kegiatan berjalan aman dan nyaman.

“Ini sebagai wujud tanggungjawab kami dari aparat kewilayahan dalam menciptakan situasi kondusif bersama masyarakat, dan saya harap proses pemilihan ini berjalan kondusif dan lancar sampai selesai,” pungkasnya.

** Andres

Kadispora Akan Lakukan Percepatan Pembangunan Lapangan Tenis Pakansari

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan pihaknya akan melakukan percepatan pembangunan lapangan tenis dan sarana lainnya yang sudah ada DED ( Detail Engineering Design) nya.

Asnan akan berupaya mengusulkan anggaran pada perubahan APBD Kabupaten Bogor tahun ini untuk memulai pembangunan Lapangan Tenis Pakansari.
” Pada DED yang lama dengan 9 lapangan anggarannya mencapai sekitar 186 Milyar. Kita berharap bisa memulai dengan 3 atau 4 lapangan baru.” ujar Asnan AP

Mudah mudahan, kata Asnan AP, usulan anggaran perubahannya bisa dapat dukungan dari stakholder dan pemangku kebijakan di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, potensi dan gairah olahraga tenis di Kabupaten Bogor sangat tinggi dari anak anak usia dini dan remaja.

” Saya akan terus berusaha merealisasikan terwujudnya harapan masyarakat tenis di Kabupaten Bogor yang merindukan lapangan tenis berstandar internasional,” tegas Asnan AP
Asnan mengatakan, Kalau ada lapangan tenis berstandar Internasional di Pakansari maka event atau kalender tenis nasional dan internasional bisa digelar di Pakansari

Bahkan, kata Asnan AP, ia juga akan mengajukan ke Pemerintah Pusat terkait anggaran pembangunan venue venue yang ada di Pakansari Sport Center.

Intinya, sambung Asnan AP, Dispora akan berusaha fokus membangun semua venue venue yang sudah ada DED nya di Pakansari Sport Center.

Selain akan berjuang membangun lapangan tenis, Kadispora Kabupaten Bogor juga akan memperjuangkan pembangunan Venue Aquatiq dan Gymnasium yang sudah ada DED nya . ( asep syahmid)

PENAS Padang Sukses Besar, Petani Milenial Malaysia Apresiasi Penyelenggara.

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Penas XVI yang diselenggarakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 menjadi tonggak geliat petani-petani muda baru atau dikenal sebagai petani milenial terjun di sektor pertanian.

Salah satu agenda dalam Penas XVI Padang adalah Temu Petani Muda ASEAN dimana, para delegasi bertukar pengalaman dan melihat praktik pertanian yang ada di Indonesia. Harapannya setelah kembali ke negaranya, para peserta dapat mengambil hal baik dalam pengelolaan pertanian khususnya oleh generasi muda.

Sarah, salah satu petani milenial asal Malaysia yang hadir, mengapresiasi pertemuan PENAS yang menghadirkan tidak hanya petani asal Indonesia namun juga ASEAN dan Negara Mitra.

“Bersama sama dengan, kita ada negara asean lain yang turut bergabung diperhelatan PENAS di Indonesia, bagi kita seorang agropreneur melalui penas kita mendapatkan informasi baru dan berbagi pengetahuan serta berbagi pendapat dari berbagi negara dari sisi teknologi, teknik pengolahan dan isu isu perubahan iklim dan langkah langkah apa untuk mengantisipasinya”. papar Sarah.

Melalui Penas kami dapat menimba ilmu terutama ilmu pertanian yang memiliki teknologi tinggi namun berbiaya rendah.
“Kami berterima kasih dapat ikut serta di penas ini” ujar Sarah.

Temu Petani ASEAN Asean Dialogue Patners Exchange Farmer Visit 2023 adalah bagian dari kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang, Sumatera Barat. Pesertanya adalah petani Milenial dari negara anggota ASEAN dan negara mitra (Jepang dan Amerika).

Kegiatan ini diikuti 26 peserta asal negara-negara ASEAN. Yaitu Indonesia 12 peserta, Malaysia 2 peserta, Thailand 4 peserta, dan Filipina 2 peserta. Selain itu, ada juga Jepang sebagai negara mitra dengan 4 peserta, dan perwakilan Kedutaan Amerika dengan 2 peserta.

** ppmkp

Kontingen Popda Kabupaten Bogor Berkekuatan 301 Personil

0

Kontingen Kabupaten Bogor yang akan bertolak ke arena Pekan Olahraga Pelajar ( Popda) Jabar 2023 diperkirakan bakal berkekuatan 301 personil dengan rincian 234 atlet, 47 pelatih dan 20 official serta akan tampil pada 24 cabang olahraga.

Hal tersebut dikatakan Sekdispora Kabupaten Bogor, Trian Turangga via ponselnya, Selasa, 20 Juni 2024.

Trian menambahkan, pelepasan Kontingen Kabupaten Bogor menuju Popda Jabar 2023 itu akan dilakukan di GOR Laga Tangkas.

” Untuk tanggalnya kita masih menyesuaikan karena ada beberapa cabor yang akan bertanding tanggal 30 Juni 2023,” tegas Trian yang juga sebagai Ketua FPTI Kabupaten Bogor ini.

Insya Allah, kata Trian, pelepasan Kontingen Popda Kabupaten Bogor ini akan dihadiri oleh semua atlet, pelatih dan official cabor yang masuk dalam Kontingen Kabupaten Bogor.

” Pak Kadispora yang akan melepas pemberangkatan Kontingen Popda Kabupaten Bogor menuju arena Popda Jabar 2023,” paparnya.

Terkait masalah target, Trian menegaskan, ingin semua atlet pelajar Kabupaten Bogor yang tampil pada arena Popda Jabar bisa meraih hasil maksimal dan menjadikan arena Popda ini untuk mematangkan mental dan kualitas bertanding dalam menghadapi event event besar dikemudian hari

” Kami ingin semua atlet pelajar yang tampil pada Popda Jabar 2023 ini akan menjadi kerangka inti Kontingen Kabupaten Bogor menuju Porprov Jabar 2026,” pungkas Trian. ( asep syahmid)

Inilah Kebanggan Doris Sundari Saat Menyaksikan Laga Timnas Indonesia Lawan Argentina

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Laga FIFA Match Day Indonesia versus Argentina yang dilangsungkan di Stadion GBK, Jakarta, Senin, 19 Juni 2023 benar benar menjadi daya magis semua pecinta sepakbola di tanah air.

Doris Sundari ketua IODI Kabupaten Bogor dan sebagai salah satu masyarakat pecinta sspakbola Kabupaten Bogor sangat beruntung bisa menyaksikan laga Timnas Garuda kontra Tim Tango Argentina.

Saat menyaksikan laga Timnas Indonesia lawan Argentina, Doris mengenakan jersey yang sangat keren karena ada warna timnas argentina dan warna timnas garuda dalam jersey nya.

Bahkan, ia juga membentangkan atribut Indonesia dengan bangga.

” Alhamdulilah saya bisa berada ditengah tengah ribuan suporter yang menyaksiksan laga FIFA Matchday kali ini. Luar biasa ini jadi momentum yang sangat bersejarah bagi saya dan juga ribuan suporter lainnya yang melihat langsung juara dunia 2022 di Senayan,” tegas Doris Sundari, Selasa, 20 Juni 2023.

Baginya, Timnas Garuda sangat beruntung bisa melakoni laga melawan Juara dunia itu.

” Saya tidak melihat hasil akhir. Namun saya melihat semua pemain Indonesia bisa tampil percaya diri saat melawan Tim Tango Argentina,” papar Doris.

Doris berharap, event event FIFA Matchday ini melawan negara negara yang hebat sepakbolanya seperti Brazil, Jerman, Spanyol, Italia, Inggris bisa kembali digelar di Indonesia.

” Saya yakin dengan seringnya melawan negara negara yang pernah jadi juara dunia akan punya dampak positif bagi masa depan sepakbola Indonesia.” pungkasnya. ( asep syahmid)

Pelatih Argentina Apresiasi Timnas Garuda dan Suporter Indonesia

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Timnas Argentina mampu menang 2-0 atas Indonesia pada FIFA matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/6). 

Dua gol Argentina dilesakkan pada menit ke-38 dan menit ke-56, oleh Leandro Daniel Paredes  dan Cristian Gabriel Romero.

Meski demikian, pelatih Argentina, Lionel Scaloni memuji permainan timnas Garuda termasuk dukungan suporter Indonesia.

“Sungguh tidak mudah bagi kami saat bertanding melawan Indonesia. Jadi lanjutkan permainan baik itu, sekaligus saya juga mau mengapresiasi dukungan para suporter Indonesia”, ujar Scaloni dilansir dari laman resmi PSSI, Selasa, 20 Juni 2023

Tak hanya memuji timnas, Scaloni juga mengapresiasi permainan anak asuhnya yang solid meski sempat terkendala faktor cuaca di Asia.

Hal senada juga disampaikan pelatih Indonesia Shin Tae-yong. 

“Secara permainan dan mentalitas Indonesia tidak kalah jauh dengan Argentina. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada para pemain atas kerja keras mereka,” katanya.

STY menambahkan walau kemasukan dua gol, lini pertahanan Indonesia sangat baik dan mampu menahan serangan tim Tango sehingga tidak banyak peluang serangan tercipta dari tim lawan.

Dalam laga ini STY juga menerjunkan sejumlah pemain muda antara 18-23 tahun untuk mendapat kesempatan bermain.

STY berharap melalui pengalaman FIFA matchday seperti ini, Indonesia dapat belajar banyak dari permainan Argentina sehingga ke depan jika berhadapan dengan tim besar mental tetap terjaga. ( asep syahmid)

Iwan Setiawan Berikan Penghargaan Kepada Keluarga Tangguh Catur

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan memberikan penghargaan kepada Keluarga Tangguh Catur dan berharap Kejurda Catur dapat melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi.

Penghargaan “Keluarga Tangguh Catur” diberikan kepada Singgih Yehezkiel sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih kepada keluarga yang telah mendukung penuh anak-anaknya menjadi atlet catur yang handal.

Penghargaan tersebut diberikan saat Plt Bupati Bogor membuka secara resmi Kejurda Catur Jabar 2023 di Villa Tjokro, Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin, 19 Juni 2023.

Perlu diketahui, Singgih Yehezkiel adalah orang tua dari WGM Irene Kharisma Sukandar dan Diajeng Theresa Singgih.

Prestasi Irene diantaranya menjadi pecatur pertama Indonesia yang meraih Grand Master Wanita. Irene juga wanita pertama yang menjadi Juara Asia 2 kali serta meraih medali Olimpiade, Asian Games dan Sea Games.

Selain itu masih banyak ukiran prestasi dari pecatur tersebut. Sedangkan prestasi Diajeng yang diraih saat ini yaitu sebagai Juara 2 dunia tingkat pelajar, Juara Asean kelompok umur 8 tahun, dan Medali emas PON serta Porprov.

Selain itu, penghargaan Keluarga Tangguh Catur juga diberikan kepada Achmad Dedy Kusumawidjaja, ayah dari Master FIDE Arif Abdul Hafidz dan Sumardi Saidul Ula.

Prestasi Arif diantaranya pemegang Record MURI Catur Buta/tanpa melihat papan catur melawan 15 orang sekaligus.

Selain itu meraih medali emas pada Kejuaraan Asia Tenggara di Vietnam, serta prestasi lainnya.

Sedangkan Sumardi pernah meraih medali emas pada Kejuaraan Mahasiswa Asia Tenggara serta medali emas di Kejurnas tahun 2011 dan prestasi lainnya.

“Prestasi olahraga atlet bukan hanya ditentukan oleh kualitas pelatih dan managerial, tapi juga penting dukungan dan peran orangtua atau keluarga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesuksesan seorang atlet,” ucap Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan.

“Event Kejurda ini sebagai ajang untuk mencari bibit-bibit baru dalam olahraga catur. Serta ajang uji kemampuan sebagai tolak ukur untuk seleksi daerah (Selekda) PON tahap satu yang akan dilaksanakan tahun 2024 di Aceh,” ungkap Iwan.

Iwan menambahkan, Kabupaten Bogor memiliki banyak potensi atlet catur yang membanggakan dan berkontribusi untuk Jawa Barat juga untuk Indonesia.

” Saya berharap kedepannya Percasi Kabupaten Bogor harus perbanyak program pembinaan, dan mengurangi mutasi atlet,” pungkas Iwan. ( asep syahmid)

PENAS Padang Sukses Besar, Ketua Umum DPA/DPM : Terima Kasih Pak Mentan

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Penas XVI yang diselenggarakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 menjadi tonggak geliat petani-petani muda baru atau dikenal sebagai petani milenial terjun di sektor pertanian.

Syahrul Yasin Limpo

Banyak teknologi pertanian dan cara-cara budidaya baru yang menarik perhatian salah satunya adalah pertanian presisi, dengan penggunaan teknologi smart farming.

Salah satu petani milenial yang hadir, yang juga sebagai ketua umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM/DPA) asal Jawa Barat, Sandi Octa dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan bahwa dapat hadir pada perhelatan akbar ini, sebagai petani milenial sangat membanggakan.

“Kami sangat bangga, terharu, para milenial diturunkan untuk berdiplomasi dan bercerita tentang keunggulan keunggulan program usahanya maupun sharing bagaimana upaya pemerintah Indonesia berupaya meregenerasi petani ditengah negara lain yang sedang mengalami loss generation, tidak tanggung tanggung para milenial indonesia ini mendominasi dibandingkan negara asean lainnya. jelas Sandi.

Hal ini berkat keseriusan Kementerian Pertanian RI yang di Nahkodai Bapak Syahrul Yasin Limpo dalam upaya regenerasi petani, utamanya dalam program Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan semenjak 2019, 4 tahun silam.

Sandi menambahkan, perhelatan penas kali ini, sangat sukses, selain dari kesiapan tuan rumah Sumatera Barat sebagai tempat dilaksanakannya event besar ini, juga Penas kali ini menampilkan tema yang baru, yaitu hadirnya para milenial dan andalan yang mendominasi kegiatan di Penas, para milenial terlibat dalam Gelar Teknologi, Temu Profesi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan Kementerian Pertanian RI, berbagai kegiatan perlombaan, juga Milenial dipercaya untuk tampil di temu wicara Asean dan Mitra Asean.

“Terima kasih Pak Mentan, kami diberi kesempatan menjadi bagian dari perhelatan akbar Penas XVI Padang, mendukung program pemerintah dalam meregenerasi petani”

Sandi berharap, peran petani muda dalam perhelatan penas selanjutnya dapat lebih dioptimalkan.
“Penas selanjutnya, milenialpun siap untuk berkontribusi kembali” tandas Sandi.

** PPMKP