28.3 C
Bogor
Saturday, July 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 549

Danone-AQUA Bersama Pemerintah Kota Bandung Revitalisasi Area Kuliner RSUP Hasan Sadikin

0

Bandung | Jurnal Bogor
Danone-AQUA bersama Pemerintah Kota Bandung dan Rumah Sakit Hasan Sadikin, menandatangani kerjasama program revitalisasi area kuliner RSUP Hasan Sadikin dan menyediakan lokasi usaha baru untuk 23 pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sepanjang jalan Prof. Dr Eyckman, Cipaganti, Bandung.

Acara ini dihadiri oleh Drs. Atet Dedi Hadiman selaku Kepala Dinas Koperasi UMKM sekaligus Sekretaris Satgasus PKL Kota Bandung beserta jajaran pemerintah kota Bandung, Susetiyo selaku Regional Sales Director Danone-AQUA area Jawa Barat, serta Dr. Yana Akhmad Supriatna selaku PLT Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Danone-AQUA dalam mendukung misi Pemerintah Kota Bandung untuk dapat memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan menghadirkan lokasi berjualan yang layak dan aman bagi para PKL sekaligus tempat makan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan tidak hanya mebawa dampak positif bagi pedagang dan masyarakat, tetapi juga menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih kondusif di area tersebut

Pada kesempatan tersebut, Drs. Atet Dedi Hadiman, Kepala Dinas Koperasi UMKM sekaligus Sekretaris Satgasul PKL Kota Bandung, mengungkapkan “Saya sangat senang dengan perwujudan kolaborasi ini, semuanya berjalan dengan baik dan kondusif yang mana metode kerjasama ini bisa diterapkan sebagai role model untuk kegiatan selanjutnya. Tak lupa saya juga berharap komitmen bersama ini bisa terjalin dengan baik di tahun ini dan tahun tahun kedepannya.”

Dalam kesempatan yang sama, Susetiyo, Regional Sales Director Danone-AQUA untuk area Jawa Barat, mengatakan “Kami memiliki komitmen untuk dapat menghadirkan kesehatan bagi masyarakat dan keluarga di Indonesia melalui produk air mineral yang berkualitas sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Untuk itu kami menyambut baik kolaborasi ini. Kami berharap melalui kerja sama yang erat dengan berbagai mitra dapat mendorong UMKM untuk bisa berjualan dengan lebih layak sekaligus menyediakan makanan yang lebih baik kepada konsumen.”

Sementara itu Dr. Yana Akhmad Supriatna selaku PLT Direktur Utama RSUP DR. Hasan Sadikin; Yana Akhmad, Direktur Utama RSUP Hasan Sadikin, mengungkapkan “Kolaborasi ini, sangat membantu kami dalam mewujudkan lingkungan kota Bandung  yang menjadi lebih rapi dan membantu kami dari pihak RSUP Hasan Sadikin dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik.”

** yev

Genjot Ekspor Pertanian, Kementan Gelar TOT Bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian guna menggenjot ekspor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan ekspor pertanian akan terus ditingkatkan dengan mendorong pengembangan hilirisasi produk jadi.

Hal ini disampaikan Mentan saat mendampingi Wakil Presiden RI, KH Ma`ruf Amin melepas ekspor komoditas pertanian ke 176 negara dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,45 triliun baru-baru ini di Terimal Koja, Tanjung Priok Jakarta.

“Oleh karena itu, kemajuan kita dalam ekspor harus lebih kuat. Kita tidak boleh kalah dengan negara lain. Dan ini suatu kebanggan Karena apa yang kita lakukan ini lahir dari sebuah proses dan kerja keras,” tutur Mentan Syarhul.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, tujuan pembangunan pertanian adalah penyediaan pangan untuk 180 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

“Tujuan yang terakhir ini, meningkatkan ekspor merupakan program utama Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) yang dimulai dari 2019 sampai 2024 nanti,” kata Dedi saat memberikan keterangan pers terkait persiapan TOT Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian di Jakarta, Jumat (25/8).

Dikatakan Dedi, PDB pertanian dalam dalam beberapa tahun terakhir tetap melejit, bahkan di tengah COVID-19. Pada awal 2020, PDB pertanian berada di angka 16 persen saat sektor lain terpuruk. Sementara nilai ekspornya juga naik, di mana pada 2022 naik 6,7 persen.

“Ekspor pertanian tetap menjadi andalan pembangunan pertanian, karena tidak saja meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan GDP, tetapi juga harga diri bangsa,” kata Dedi.

Menurut Dedi, peningkatan nilai ekspor dengan mengandalkan keunggulan komparatif belum cukup. Akan tetapi, perlu meningkatkan keunggulan kompetitif dengan peningkatan produktivitas, memperbaiki kualitas, dan menekan ongkos produksi.

Karena itu, sebagai upaya meningkatkan keunggulan kompetitif komoditas pertanian potensi ekspor di Indonesia, BPPSDMP akan menggelar Training of Trainers (TOT) dengan tema “Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian”.

“Widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian dapat mengajarkan dan mendampingi petani dalam menghasilkan nilai tambah apapun komoditas pertanian yang dihasilkan,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) secara konsisten melakukan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produk pertanian sehingga bisa bersaing di pasar global.

“Selain itu, kegiatan ekspor pertanian juga didorong melalui pengembangan hilirisasi produk jadi,” kata Dedi.

TOT akan dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 29 – 31 Agustus 2023 yang dilaksanakan secara tatap muka berlokasi di Balai Pelatihan Pertanian Jambi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian ataupun lokasi lainnya.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 18.500 orang yang terdiri dari widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang mengikuti secara tatap muka di Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

Narasumber TOT antara lain Badan PPSDMP, Badan Karantina Pertanian, Universitas Jambi, Widyaiswara, praktisi ekspor, serta pejabat pada instansi yang terkait dengan ekspor komoditas pertanian.

Adapun materi TOT ini meliputi kebijakan peningkatan kapasitas SDM pertanian, pengembangan ekspor komoditas perkebunan, pelayakan usaha komoditas perkebunan, prosedur ekspor komoditas perkebunan, penanganan panen dan pascapanen komoditas perkebunan, dan prospek ekspor komoditas perkebunan.

**

SMPN 1 Dramaga Terkesan Lepas Tanggungjawab

0

Dramaga | Jurnal Bogor

Sejumlah orangtua murid menyoroti pascakejadian seorang siswa kelas 9 (3) SMPN 1 Dramaga Muhamad Rehan yang menjadi korban tersengat aliran listrik saat bermain di lantai dua gedung sekolah. Belakangan diketahui jarak bangunan sekolah dengan kabel listrik tak aman. Kini, orangtua murid menangkap kesan lepas tanggungjawab dari pihak sekolah.

“Anak-anak diminta iuran. Bukan soal iurannya, tapi kan harusnya pihak sekolah yang tanggungjawab karena terjadi di lingkungan sekolah,” ujar salah satu orangtua yang enggan disebutkan namanya, Kamis (24/8).

Dia menjelaskan, orangtua siswa banyak yang mengatakan kalau pihak sekolah dan komite sekolah siap membantu pengobatan Rehan.

“Seharusnya kan itu pihak sekolah yang harus tanggung jawab, malah anak-anak di suruh iuran untuk membantu korban. Emang sih gak apa-apa anak-anak iuran buat membantu korban cuman kan ini yang harus bertanggung jawab pihak sekolah,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Desa Babakan Ahmad Yani menaruh perhatian terhadap Rehan hingga melakukan pendampingan saat Rehan dirawat di Rumah Sakit KBP Dramaga harus dirujuk ke RSUD Ciawi. Pihak desa bersama Kecamatan Dramaga melakukan pendampingan ke RSUD Ciawi hingga akhirnya dilakukan operasi.

Pemerintah desa juga menyatakan akan membuatkan kartu Jamkesda sambil menunggu kartu BPJS-nya aktif. Pihak desa bersama Kecamatan Dramaga juga memberikan donasi untuk kesembuhan Rehan.

Perihal kronologisnya, Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Dramaga, Neli Latifah menerangkan, kejadian itu terjadi pada Senin (21/8) saat jam istirahat. Saat itu, pihak sekolah tengah mengumpulkan siswa di lapangan dalam rangka  memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-78.

Namun karena sudah masuk waktu sholat Dzuhur, anak-anak diarahkan untuk sholat atau istirahat. Sontak  pihak sekolah mendapatkan kabar ada siswa yang kesetrum listrik di lantai dua. 

“Korban Muhammad Rehan siswa kelas 9 (3) yang mengalami luka bakar akibat tersengat listrik langsung ditandu dan dibawa ke rumah sakit. Korban cepat ditangani, kemudian pihak keluarga pun langsung dihubungi,” ujar Neli Latifah, Selasa (22/8).

** Asep S.Sayyev

Cegah Banjir, KP2C Minta Percepatan Pengerukan Kali Bekasi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) meminta BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane) melakukan percepatan pengerukan Kali Bekasi mumpung saat ini sedang musim kemarau. “Jika sudah memasuki musim hujan akan sulit melakukan pengerukan,” ujar Ketua KP2C, Puarman, Kamis (24/8/2023) saat meninjau pekerjaan pengerukan Kali Bekasi di sekitar Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi.

Menurut Puarman, pengerukan Kali Bekasi akan membuat daya tampung sungai akan bertambah dan bisa mencegah dan meminimalisasi dampak banjir ketika musim hujan.

“Kami mengapresiasi pengerukan yang dilakukan dan alangkah baiknya jumlah alat berat bisa ditambah agar volume pengerukan bisa lebih optimal,” pinta Puarman.

Demi kepentingan yang lebih besar untuk pencegahan banjir, Puarman memaklumi bila  selama pekerjaan ada warga yang terdampak oleh bisingnya alat berat ataupun debu.

“ Kita maklumi saja sebagai ekses sebuah pekerjaan besar,” ujar Puarman, seraya menambahkan bahwa anggota KP2C sebagai warga terdampak banjir yang mencapai 32.000 jiwa sangat terbantu dengan pengerukan ini.

Selain pengerukan Kali Bekasi, Puarman juga berharap adanya percepatan normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Jika program pengendalian banjir di tiga sungai ini selesai, diharapkan warga akan terbebas dari banjir dan mimpi warga akan terwujud yaitu hidup aman dan nyaman bersama sungai.

Sementara salah satu warga SGP Syaekhu mengatakan dengan adanya normalisasi sungai ini berharap bisa sedikit mengurangi banjir yang ada di wilayahnya, dan sudah terlihat kondisi airnya pun sudah mulai berkurang, sehingga lahan atasnya bisa digunakan aktivitas olahraga.

“ Kondisi airnya sudah mulai berkurang, dan lahan datarnya saat ini sudah bisa dipakai main bola,” pungkas Syaekhu.

** Nay Nurain

Ikut Serta Penanaman Pohon Bentuk Sinergi Senkom Mitra Polri Kabupaten Bogor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sentra Komunikasi Mitra Polri Kabupaten Bogor ikut berpartisipasi dalam kegiatan Polres Bogor dalam tema “ Penanaman Pohon Serentak Polri Lestarikan Negeri, Penghijauan Sejak Dini “ yang bertempat di Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (23/8/23).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Senkom Kabupaten Bogor Iskak Bandi. Menurutnya, adanya kegiatan penanaman pohon ini sangat membantu untuk penghijauan khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

” Senkom Mitra Polri sangat mendukung kegiatan ini, mengingat cuaca saat ini sangat panas, dengan adanya penanaman pohon serentak ini diharapkan bumi jadi hijau dan tidak tandus.  Sehingga udara segar serta pohon-pohon tersebut mampu menyimpan air,” ungkap Iskak kepada Jurnal Bogor, Kamis (24/8/23).

Iskak Bandi yang juga Pengurus DPD LDII Kabupaten Bogor Bidang Hubungan antar Lembaga menyebut sangat tersanjung saat adanya ucapan terimakasih dari Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro ,S.H,S.I.K, atas kehadiran Senkom Mitra Polri Kabupaten Bogor yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon tersebut.

“Kami tersanjung, karena kami memang sudah menjadi mitra Polri, dan akan bersinergi dalam kegiatan apapun,” cetus Iskak.

” Senkom Mitra Polri siap bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sesuai dengan semboyan Senkom yakni, menembus jarak tanpa batas, siaga saat aman dan saat dibutuhkan, NKRI harga mati,” tambah Iskak.

Sementara, Kasat Binmas Polres Bogor AKP Hendra Kurnia,SH,MH, mengucapkan terimakasih atas keikutsertaan Senkom Mitra Polri dalam kegiatan penanaman pohon serentak. AKP Hendra mengajak untuk para anggota Senkom agar sering-sering datang untuk bersilaturahmi ke Polres Bogor.

“ Karena dengan seringnya bertatap muka, bisa saling bertukar pendapat yang nantinya bisa menjadi program-program positif kedepannya. Apalagi Senkom merupakan organisasi masyarakat yang sadar yang didirikan oleh Mabes Polri,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan penanaman pohon serentak tersebut, Senkom Mitra Polri Perwakilan Kecamatan Gunung Putri, Citeureup, Cibinong, Babakan Madang dan Kecamatan Cileungsi. Untuk diketahui, Senkom Mitra Polri adalah salah satu organisasi masyarakat sadar kamtibmas yang didirikan oleh anggota Mitra Kamtibmas Mabes Polri pada 1 Januari 2004 silam.

** Nay Nur’ain

Warga Ligarmukti Andalkan Sumber Mata Air Sodong

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Berbeda dengan beberapa wilayah di Bogor Timur yang mulai dilanda kekeringan, warga Desa Ligarmukti, Klapanunggal, Kabupaten Bogor sampai kini masih memiliki ketersediaan sumber air bersih. Hal ini lantaran keberadaan sumber mata air Sodong yang terus mengalirkan air dan tidak terpengaruh oleh musim kemarau.

Warga pun bersyukur lantaran keberadaan sumber mata air Sodong tersebut sangat membantu warga dalam mendapatkan pasokan air bersih dan irigasi pertanian.

“Alhamdulilah kalau untuk ketersedian air di Ligarmukti masih cukup. Karena mata air Sodong ini tetap mengalir walaupun musim kemarau. Jadi warga juga bersyukur di sini ada mata air yang dapat membantu warga pada saat musim kemarau seperti sekarang,” kata Kepala Desa Ligarmukti, Sanin kepada Jurnal Bogor, Kamis (24/8/23).

Menurut dia, sumber mata air Sodong dimanfaatkan warga untuk keperluan air sehari-hari. Selain itu, mata air Sodong juga dimanfaatkan para petani untuk mengairi sawah pada saat kemarau dan pada saat tidak ada curah hujan.

“Kalau untuk kebutuhan air bersih rumah tangga masih cukup. Untuk pertanian juga masih bisa disuplai dari mata air ini. Jadi petani tidak mengalami gagal panen,” ujarnya.

Samin mengatakan, selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Ligarmukti, warga dari Kecamatan Jonggol juga memanfaatkan sumber mata air sodong untuk keperluan rumah tangga. Setiap hari saat pagi dan sore, khususnya pada musim kemarau warga dari desa yang berbatasan dengan Ligarmukti mengantri dengan membawa derigen guna mendapatkan air bersih.

“Kalau musim kemarau seperti ini tidak hanya warga Ligarmukti yang memanfaatkan sumber mata air ini. Karena warga dari Jonggol seperti Desa Singasari juga datang kesini untuk mengambil air bersih. Karena di desa mereka sudah sulit air karena kemarau,” ucapnya.

Samin berharap, sumber mata air Sodong dapat terus mengalir dan membantu warga guna mendapatkan pasokan air bersih. Karena jika tidak ada sumber mata air tersebut, Desa Ligarmukti akan seperti wilayah lain yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih guna kebutuhan rumah tangga dan sektor pertanian.

“Alhamdulilah sampai sekarang, mau musim hujan atau kemarau tetap mengalir. Ya kami berharap ini akan terus mengalir sehingga warga tidak mengalami kesulitan air pada saat kemarau,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Petani Sukamakmur Merugi Akibat Kekeringan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Sejumlah petani padi di Kampung Rasamala, Desa Cibadak, Sukamakmur, Kabupaten Bogor mengalami kerugian akibat gagal panen. Sejumlah lahan milik petani mengalami kekeringan dan tidak mendapatkan pasokan air akibat musim kemarau.

“ Saya ada sawah satu petak, gagal panen sekarang karena gak ada air,”  kata salah satu petani di Desa

Cibadak, Encuy kepada wartawan, Kamis (24/8/23).

Menurut dia, jika tidak mengalami kekeringan sedikitnya lahan miliknya tersebut dapat menghasilkan 6 kwintal padi. Namun karena kemarau dan tidak ada air, maka panennya mengalami kegagalan total dan ia pun harus menelan pil pahit mengalami kerugian yang cukup besar.

“Ya mau gimana lagi, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menerima kegagalan panen tahun ini,” keluhnya.

Dia menjelaskan sawahnya tersebut sudah ditumbuhi padi dengan baik bahkan sudah diberi pupuk. Namun karena air sawah perlahan mengering, padi dari yang awalnya berdaun warna hijau berubah menjadi kuning dan mati.

“ Habis tandur, habis diberi pupuk gak lama air gak ada, langsung mati,” ujarnya.

Encuy mengatakan, jika berhasil panen maka satu petak sawah miliknya tersebut dapat menghasilkan 5 sampai 6 Kwintal padi. Jika dijual maka akan mendapatkan harga Rp 650 ribu per kwintal. Selain itu, Encuy juga mengaku mengalami kerugian atas modal penanaman padi yang berujung gagal panen tersebut.

“ Kalau ada airnya 5-6 kwintal (padi) dapet, itu buat makan. Kalau di rupiahin kalau sekarang 1 kwintalnya udah Rp 650 ribu. Modal habis Rp 850 ribu satu petak sewah itu termasuk sama pupuk,” tutur Encuy.

Karena kondisi tersebut, lanjut Encuy petani padi di Sukamakmur banyak yang berusaha tetap bisa bertahan dengan mengganti tanaman padi dengan pisang, singkong dan jagung. Hal itu dilakukan agar para petani bisa tetap mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sekarang kita ganti padi dengan singkong, jagung atau pisang. Karena daripada tidak ditanami sama sekali,” singkatnya.

Meski lahan pertanian sudah mulai kekeringan Encuy mengaku jika air untuk keperluan rumah tangga masih tersedia meski berkurang, karena warga mengandalkan sumur dan sumber mata air yang disalurkan menggunakan selang ke rumah-rumah.

“Kalau air bersih untuk rumah tangga masih ada walaupun berkurang yang sudah tidak ada ya untuk lahan pertanian,” pungkasnya.

*** Taufik/Nay

Pembangunan Sekolah Solideo Gracias Ditolak Warga

0

Parungpanjang | Jurnal Bogor

Ratusan warga Somang, Desa Parungpanjang, Kabupaten Bogor menggeruduk Yayasan Solideo Gracias School (SDS), Rabu (23/8). Mereka menolak pembangunan sekolah yang sedang melakukan pengecoran karena diduga melakukan pemalsuan izin tandatangan warga.

“Kami warga Somang Parungpanjang menolak keras pembangunan Yayasan Solideo Gracias School, karena adanya dugaan rekayasa dan pemalsuan tanda tangan oleh salah satu oknum masyarakat, karena sesuai pasal 263 KUHP, pemalsuan tanda tangan ini dapat dipidana 6 tahun penjara,” kata salah satu tokoh masyarakat Somang Parungpanjang Muhammad Hilman.

Menurut informasi warga, SDS merupakan sekolah Kristen berstandar internasional yang dibangun ditengah komunitas muslim. Menurut Hilman, pembangunan SDS telah melalui perdebatan panjang. Namun warga menyatakan tetap menolak pembangunan sekolah tersebut. “Saya tetap satu jalan yaitu menolak keras tidak ada kata lain yaitu menolak keras, apapun itu konsekuensinya,” tuturnya.

Dia dan warga lainnya merasa ditipu oleh salah satu oknum masyarakat dengan inisial KK, pada tahun 2020 lalu dengan meminta tanda tangan tanpa menjelaskan secara rinci untuk apa pembangunannya.

“Saya dulu dimintai tanda tangan oleh salah satu oknum masyarakat inisial KK pada Desember 2020, didatangi bersama Ardana Ketua RT 03, dia tidak menjelaskan secara rinci baik lisan maupun tulisan akan dibangun apa, hanya saja kata dia untuk pembangunan sekolah negeri, namun saat pembangunan terjadi, ternyata akan dibangun sekolahan berorientasi pendidikan dengan nilai-nilai agama Kristen, sebagaimana tercantum dalam website resmi yayasan tersebut,” tegasnya.

Sementara salah satu masyarakat Doni mengatakan bersikukuh tetap akan melakukan pengecoran, dengan dalih ia adalah jaminannya. “Saya bersikeras kepada masyarakat Somang, saya mohon masyarakat Somang lihat saya, hargai saya, saya minta untuk melanjutkan pengecoran ini, saya jaminannya, karena dasar ini saya sudah memperhitungkan apa yang akan dirugikan dan dilakukan, salah satu orang masyarakat kita dengan inisial KK,” katanya.

Bahkan, Doni menjelaskan tidak mengetahui keberadaan KK. Sedangkan KK menikah dengan saudaranya.

“Bang KK saya tidak tahu keberadaannya bagaimana, karena pihak masyarakat dan perusahaan dirugikan saya juga dirugikan, tanda tangan saya yang tidak saya tandatangani ada dia dipalsukan, cuman disini tanda tangan tokoh itu sudah ada sampai pembangunan ini, karena pihak yayasan ini sudah melakukan MoU dengan saudara saya mengenai pengecoran, akan tetapi akhirnya saya sebagai masyarakat harus mengambil solusi,” jelas Doni.

Doni mengharapkan, dirinya siap menjadi jaminan untuk menyelesaikan pengecoran saat ini dan harus selesai, setelah pengecoran selesai, pembangunan tidak akan dilanjutkan dengan dibuatkan Mou.

“Harapan saya disini, saya akan bertanggung jawab jikalau pembangunan terjadi lagi di depan saya siap dijadikan tumbal dan jaminan,” harap Doni.

Sementara itu KK saat dikonfirmasi mengaku sudah tidak ikut campur perihal tanda tangan dan dia mengaku sedang berada di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Saya lagi di Cileungsi, belum bisa dijadwalkan nanti saya kabarin. Saya sebetulnya sudah tidak ikut campur masalah sekolahan, terakhir kita mediasi di desa sudah dua kali, dari kedua belah pihak sudah menandatangani surat kesepakatan, antara masyarakat dan yayasan, untuk lebih lanjut, tanyakan ke ketua yayasan aja,” katanya.

Sedangkan Ketua Yayasan Solideo Gracias Timson Simanullang mengaku pembangunan sekolah itu telah melalui prosedur dan kalau penolakan warga adalah hal sepele.

“Saya rasa setiap proses pembangunan apa-apa selalu saja ada kerikil ya, walaupun kita secara teknis dan prosedural sudah memenuhi semua persyaratan, termasuk izin lingkungan, mungkin itu ada miskomunikasi aja itu, tapi sekarang sudah kondusif setelah dijelaskan oleh orang-orang yang saya perintahkan untuk menjelaskan begitu, buat saya penolakan biasa saja ya, bahkan saya sudah ketemu dengan Kepala Desa dan akan diberikan waktu 15 hari, sampai sekarang belum ada titik temu, jadi saya ikuti kata dari tokoh masyarakat sekitar,” kata Timson.

Dia menjelaskan terkait adanya dugaan penipuan tanda tangan oleh salah satu oknum masyarakat KK, dan dipersilakan untuk melalui jalur hukum. “Jadi gini kalau ada disinyalir penolakan penipuan atau penyalahgunaan tanda tangan oleh seseorang silakan itu dilakulan proses hukum ya gitu, itu tidak ada kaitannya dengan kami, silahkan lewat jalur hukum, kalau ada delik aduan kita akan respons,” cetus Timson.

Timson juga  membenarkan keberadaan Yayasan Pendidikan Solideo Gracias School adalah sekolah berstandar internasional dengan memperkaya bahasa Inggris.

“Jadi Solideo Gracias School adalah sekolah nasional berstandar internasional, kita menggunakan 2 model kurikulum di jenjang kurikulum TKA, TKB, kelas 1 SD dan kelas 2 SD, kita menggunakan kurikulum berstandar internasional dengan bahasa pengantar utama bahasa Inggris, kemudian dimulai dari kelas 3 sampai saat ini kelas 9, kita menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan penggunaan dua bahasa. Jadi kita tidak ada berorientasi pendidikan agama, kita hanya fokus pelayanan pendidikan berstandar internasional dan sekolah ini bukan sekolah yang dimodali pemerintah dan ini adalah sekolah tunggal saya pemiliknya,” beber Timson.

Adapun Kepala Desa Parungpanjang H.M. Syahlan atau yang sering disapa Robin mengatakan, semuanya diberikan kepada hasil musyawarah masyarakat.

“Ya tergantung komunikasi masyarakat ya, dalam menyikapinya, kan awalnya di desa itu tidak setuju dengan adanya sekolah Solideo di Somang karena disinyalir akan mengajarkan agama Kristen atau Nasrani, karena berdiri di mayoritas masyarakat adalah beragama Islam, namun ternyata tidak mengajarkan pelajaran agama,” bebernya.

Bahkan Ketua BPD Desa Parungpanjang TB Ule Sulaeman, mengatakan, masalah ini terjadi karena tidak ratanya masyarakat yang mendapatkan koordinasi.

“Sekarang masih bergulir,  tidak ada pemalsuan tanda tangan, pertemuan sudah 2 kali, kalau saya mah sesuai aturan pemerintah saja, kan boleh aja semua beragama, yang jelas mah itu tanda tangan kan ada banyak waktu awal (2020), kenapa waktu awal tanda tangan hingga Pak Camat memberikan tanda tangannya karena semua sudah setuju dan di bawah sudah oke, masalahnya sekarang ada orang yang mempermasalahkan apakah tidak kebagian duit (uang) atau apa pokoknya gitu, kita akan menunggu hasil pembicaraan masyarakat,” tandasnya.

** Andres

Pemain Netic Dipanggil Timnas Futsal Indonesia

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Apresiasi buat Dhea Febriana Bangun yang masih bisa bersaing dengan sejumlah pemain bintang asal klub tanah air. Pemain Netic Ladies Futsal Club Kabupaten Bogor yang bermarkas di SMPN 3 Cibinong ini dipanggil Tim Nasional Futsal Indonesia untuk melakukan training center.

Dhea Febriana Bangun

Dalam surat Sekretaris Jenderal Federasi Futsal Indonesia (FFI) Edhi Prasetyo yang dikutip Jurnal Bogor, Kamis (24/8/2023), Dhea diikutsertakan menghadapai 2 event yakni NSDF Women Futsal Championship 2023 Thailand dan Women’s Futsal Four Nation Tournament 2023 Philipina.

“Pemain dipanggil untuk mengikuti training center dimulai Kamis 24 Agustus 2023,” tulis surat tersebut.

Kompetisi NSDF Thailand akan digelar pada 1-9 September 2023 dan WFFN Philipina pada 17-22 Oktober 2023. Dhea, pemain satu-satunya dari Netic Ladies Futsal Club yang akan bergabung bersama 14 pemain lainnya yang dipanggil Timnas dari Pusaka Angels, dan Kebumen United.

Sementara pada Perang Bintang 2023 pemain Netic yang dipanggil FFI, selain Dhea juga dipanggil Agnes Matulapew. Dhea dan Agnes masuk di tim Bintang Women A dan Perang Bintang 2023 sendiri merupakan penghargaan terhadap pemain dari hasil pooling dan pecinta futsal tanah air.

** aseps.sayyev

HUT 17 Tahun Mal Botani Square Bogor Suguhkan Event Menarik

0

Bogor | Jurnal Bogor
Mal Botani Square Bogor dalam waktu dekat ini akan memperingati HUT ke-17. Rencananya, peringatan puncak HUT ke-17 itu bakal dimeriahkan dengan penampilan band RAN pada Minggu, 27 Agustus 2023 nanti.

Adapun, peringatan HUT ke-17 Mal Botani Square Bogor akan difokuskan di pelataran atrium Mal Botani Square Bogor.  Selain RAN, Mal Botani Square Bogor juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan dan promo menarik untuk menyambut hari jadinya yang ke-17 pada tahun ini.

Setidaknya akan ada tiga kegiatan menarik yang sudah disiapkan pihak manajemen untuk menyambut hari jadi ke-17 Mal Botani Square Bogor. Seperti Botani’s Top Model 2023, Botani Dance Competition 2023 dan program belanja berhadiah untuk para pelanggan setia Mal Botani Square Bogor.

“Selain itu, kami juga menyiapkan penampilan khusus dari RAN dan Pundis Angklung,” kata General Manager Mall Botani Square Bogor, Lanny Kuputri.

Lanny Kuputri menuturkan, untuk rangkaian kegiatan dan promo menarik di atas, akan berlangsung selama satu pekan ke depan. Tepatnya pada 21 hingga 27 Agustus 2023 mendatang.

“Jadi, puncak kegiatannya itu pada 27 Agustus nanti ditutup dengan penampilan RAN dan penampilan dari para finalis Botani’s Top Model dan Botani Dance Competition,” ucap dia.

Pada perayaan hari jadi tahun ini, sambung Lanny Kuputri, pihaknya mengusung tema row & Glow Together. Tagline tersebut dipilih karena masyarakat harus bangkit bersama dari masa pandemi covid-19.

Masyarakat yang dahulu belanja dari rumah, kini dapat kembali datang ke Mall untuk berbelanja memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Terima kasih untuk kesetiaan warga Bogor yang selalu menjadikan Mal Botani Square menjadi pilihan nomor satu sebagai tempat wisata belanja terlengkap dan ternyaman di Kota Bogor,” tandas dia.

| **