27.4 C
Bogor
Saturday, July 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 550

SDN Bangka 3, Juara Baris-Berbaris se-Jabar

0

Latihan Setiap Hari, Diajari Kedisiplinan Hingga Moralitas

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bangka 3 Kota Bogor punya segudang prestasi. Selama setahun terakhir ini, tercatat 118 piala diraih baik tingkat Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat hingga tingkat nasional. Terakhir sekolah ini meraih juara pertama pada final lomba baris berbaris saat kegiatan Apel Besar Paskibraka Se-Jawa Barat Tahun 2023 di halaman belakang, Gedung Sate, Kota Bandung, Ahad (20/8/2023).

Sekilas mendengar nama SDN Bangka 3 bukan berada di Kota Bogor. Nama Bangka lebih familiar dengan sebuah pulau di Provinsi Bangka Belitung.
Ya, Bangka Belitung ini terkenal dengan lokasi syuting film Laskar Pelangi yang menceritakan semangat anak-anak sekolah dasar dalam menggapai cita-citanya di tempat belajar yang serba kekurangan.
Nah, rupaya semangat anak-anak di film Laskar Pelangi dari Pulau Bangka Belitung ini tercermin dari semangat anak-anak SDN Bangka 3 di Kelurahan Baranangsiang. Lokasi sekolah SDN Bangka 3 ini berada di Jalan Bangka Nomor 78 RT 1/RW 1 Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur atau tepatnya berada di sebelum Jembatan Otista yang saat ini sedang dalam pelebaran.
Sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Reni Royani ini memiliki segudang prestasi akademik maupun non akademik. Bahkan untuk menampung piala-piala yang terkumpul selama satu tahun, ruang kepala sekolah pun penuh sesak. Bayangkan 118 piala dari perlombaan tingkat kecamatan, Kota Bogor, Jawa Barat hingga tingkat nasional selalu diraih siswa-siswi SDN Bangka 3. Misalnya saja pada 2023 ini meraih juara 1 dan 3 pramuka siaga tingkat nasional di Bumi Perkemahan Cibubur. Masih di Pramuka, penggalangnya juga meraih juara pertama se-Kota Bogor untuk pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) . Begitu juara 3 dokter cilik tingkat Kota Bogor dan juara 2 untuk putra dan juara 3 untuk putri juara turnamen bola voli tingkat Kota Bogor. Begitu juga untuk senam meraih juara kedua tingkat Kota Bogor. Khusus untuk lomba keterampilan berbaris tim SDN Bangka 3 juara kedua LKB HUT Bhayangkara di Mapolda Jabar pada Juli 2023.

Terbaru, juara pertama pada lomba baris berbaris saat Apel Besar Paskibraka Se-Jawa Barat Tahun 2023. Pada lomba itu, SDN Bangka 3 mewakili Kota Bogor karena sebelumnya menjadi juara lomba baris berbaris tingkat Kota Bogor pada Juni lalu. Saat itu, juara keduanya SDN Cipaku 2 dan juara ketiga SDN Sindangsari.
Nah, pada Apel Besar bertajuk Paskibraka Sebagai Pengawal Pancasila untuk Indonesia Juara lahir dan Batin tersebut merupakan acara rutin untuk mempererat silaturahim para Paskibraka seluruh angkatan se-Jawa Barat. Apel Besar Paskibraka dihadiri sekitar 5.000 anggota Paskibraka dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Saking besarnya lomba tersebut membuat anak-anak dari SDN Bangka 3 sedikit gugup dan minder.
Namun karena tekad ingin tampil terbaik, rasa tak percaya diri itu luntur. Terlebih tim baris berbaris SDN Bangka 3 ini rutin latihan hampir setiap hari menjelang lomba keterampilan baris berbaris tingkat Jawa Barat ini. ‘’Gugup dan rasa takut tampil saat lomba besar ini bisa hilang karena kami rajin berlatih yang awalnya seminggu dua kali yakni setiap senin dan hari jumat, nah pada saat menjelang hari H lomba kami berlatih setiap hari,’’ kata Penanggungjawab Ekstrakurikuler Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), SDN Bangka 3, Sri Hastuti.
Menurutnya, kunci keberhasilan dan kesuksesan tim LKBB SDN Bangka 3 adalah kebersamaan antara guru dan orangtua murid melalui komite sekolah. Tanpa sinergitas tersebut, sulit untuk mencapai prestasi-prestasi yang sudah diraih siswa dan siswi sekolah ini. ‘’Anak-anak SD kami untuk keterampilan baris berbaris ini sudah bisa disamakan dengan siswa SMP. Ini kata juri lombanya lho,’’ papar Sri Hastuti.

Lebih jauh Sri menjelaskan sinergitas dengan orangtua siswa ini sangat menentukan. Ini karena sekolah hanya memfasilitasi untuk uang pendaftaran saja. Sementara untuk biaya akomodasi, transportasi ke lokasi acara di Bandung tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Beruntung orangtua di SDN Bangka mendukung penuh dengan gotong royong, bahu membahu untuk mencukupi kebutuhan selama lomba di Bandung. Begitu juga selama berada ibu Kota Jawa Barat dan saat berada di rumah, para orangtua menjaga kondisi kesehatan anak-anaknya agar tidak sakit. ‘’Para orang tua yang anaknya ikut lomba baris berbaris juga serius memperhatikan pola makan, tidur dan berlatihnya agar tetap bugar,’’ tegas Sri.
Tim baris berbaris SDN Bangka 3 ini terdiri dari 16 anak, dan 2 anak cadangan. Hafiz didaulat jadi komandan peleton (Danton) dan Fadil Arbiandono jadi penjuru. Sedangkan anggota baris berbaris yakni Faris, Khafa, Algi, Wildan, Deden, Nissa, Enca, Adzwa, Lorena, Nasya, Raisya, Naila, Rasifa dan Zalwa. Sedangkan Zia dan Kenan berada di cadangan. Sementara pelatih terdiri dari Derry Darisman, Ryan Hidayat, Wisnu Prayogo dan Risma yang merupakan Purna paskibraka Kota Bogor. Tim pelatih ini melatih siswa-siswi SD Bangka 3 tersebut mulai dari kedisiplinan, kekompakkan, kerapihan, kreafitas, formasi, variasi. Nah dalam melatih siswa-siswi ini, pelatih juga melatih mental dan psikologi saat tampil di muka umum agar tak gugup atau salah gerakan. ‘’Pelatih juga memberikan pelatihan lain seperti cara duduk yang baik, cara minum dan makan yang benar hingga selalu menekankan moral dalam bicara maupun tindakan,’’ tegas Sri.

Bahkan para pelatih ini selalu menekan selalu salat tepat waktu. Makanya saat adzan berkumandang latihan selalu berhenti dan menjalankan ibadah salat.
Sementara itu, Nina salah seorang orangtua siswa SDN Bangka 3 selalu setia mendampingi putranya pada saat lomba baris berbaris tingkat Jabar tersebut. Dirinya merasa tenang anaknya berada di lingkungan SDN Bangka 3, sehingga tak perlu terus menerus menunggu anaknya berada di lingkungan sekolah. ‘’Alhamdulillah lingkungan di SDN Bangka 3 baik, gurunya baik-baik sehingga saya merasa aman menitipkan anak saya sekolah baik belajar maupun mengikuti kegiatan ektrakuriluker,’’tegas Nina yang juga warga Perumahan Mutiara Bogor Raya ini.
Dirinya merasa senang putranya bisa berprestasi. Ini membuktikan sekolah dasar negeri juga bisa bersaing dengan sekolah swasta ternama atau sekolah alam di Bogor, terutama dalam memberikan keleluasaan siswa-siswanya berkreasi dan berprestasi sesuai minat dan bakatnya. (*)

Beberapa Saran Penguatan Peran ICMI dalam Public Policy

0

Oleh:
Dr.Ir.H Apendi Arsyad, M.Si

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Assalamu’alaikum wr wb. Salam sehat dan tetap bersemangat. Terima kasih Abang Prof. Dr. H. Andi Faisal Bhakti, Direktur CIDES ICMI di Jakarta, beberapa waktu yang lalu telah  merespon positif terhadap tulisan saya berjudul “ICMI Janganlah Cicing Wae”.

Reaksi dari tulisan tersebut, alhamdullillah, ada respons dari pucuk pimpinan MPP ICMI. Rabu siang tepatnya, tgl 5 April 2023, alhamdulillah saya diundang add. Prof. ASA, Ketum MPP ICMI bertemu bertempat di ruang kerja Rektor IPB University, komplek IPB Tecknopark-Taman Kencana Kota Bogor.

Lebih kurang satu jam saya diterima akrab, kami bertatap muka, berdiskusi/ngobrol berbagai hal, materinya antara lain tentang soal arah kebijakan dan agenda program-program ICMI serta isu-isu straregis nasional kaitan dengan problem keumatan dan kebangsaan, etc.

Alhamdulillah setelah saya menyimak pemikiran mas Ketum MPP ICMI, Prof ASA, saya mendapat pemahaman baru tentang “existing condition” ICMI yang mutakhir, dan berkesempatan mengupdate informasi (bertabayun). 

Kemudian saya meresponnya, dan sudah memberikan beberapa saran berupa masukan-masukan terutama soal strategi dan pendekatan bagaimana upaya MPP ICMI bisa memenuhi harapan umat dan bangsa Indonesia dengan “intelectual power” selanjutnya proaktif mewarnai setiap public policy dan regulasi di negeri ini, terutama hal-hal strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yang akan diputuskan Pemerintah/Presiden RI.

Public policy dan regulasi itu apalagi tergolong kategori “hot issue” yang menjadi perhatian, konsen publik dalam kepentingan bangsa, terkhusus posisi dan peran umat Islam Indonesia.

Salah satu diantara usul saya, MPP pro-aktif mendiskusi, merumuskan,  merekomendasikan dan mensosialisasikan sikap dan pemikiran (konsepsi)  tentang main issu strategis bangsa dan negara.

Sikap dan Konsepsi MPP ICMI produk kajian diskusi dan seminar/webinar telah disusun dengan baik dan dicetak dalam bentuk “buku putih” atau “white paper” yang disiapkan untuk dibagikan atau disosialisasikan ke berbagai pihak seperti pimpinan Lembaga Penyelenggara Negara,  pimpinan K/L negara, pimpinan Orpol dan Ormas,  serta para Rektor PTN dan PTS di negeri ini,  dan institusi lain yang dianggap penting.

Artinya suara ICMI (ICMI Voice) bersifat solutif dan argumentatif terdengar gaungnya se antero jagat raya Indonesia dalam merespons public policy negara ini. Apalagi akhir-akhir ini banyak regulasi (peraturan-perundang-undangan) yang ferformancenya tampak “sumir” agak mengkhawatirkan, sebab melenceng,  terdistorsi dari prinsip-prinsip Ketuhanan/bertauhid, Kemanusiaan/HAM, Persatuan-kesatuan bangsa, Permusyawatan-perwakilan/demokrasi ala Pancasila bukan liberalisme-pragmatisme-sekular, dan Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Juga public policy keluar dari rel konstitusi negara,  yakni pasal-pasal UUD 1945. Sebutkan saja UU Kesehatan yg liberal-pro asing, UU Minerba yg pro private coorporate, UU ttg IKN yang penuh masalah soal pembiayaan dan piutang negara, UU Cipnaker yang pro oligarky vs nasib buruh, Kepres dan Inpres RI yang isinya membalikan fakta sejarah G 30 S PKI, dimana negara meminta maaf kepada keluarga PKI atas adanya pelanggaran HAM oleh TNI.

Dan baru-baru ini Presiden Jokowi membuat perjanjian bilateral, ada 8 butir perjanjian RI dengan China, 3-4 butir diantaranya dianalisis dan disimpulkan berpotensi besar mengancam kedaulatan negara-NKRI, persoalan tambang-hilirisasi Nikel dengan masuknya migran China secara besar-besaran, dan banyak lagi yang lain yang cukup menghawatirkan selaku anak bangsa.

Saran saya, setiap per 1-2 bulan,  para Waketum MPP ICMI mengajukan permohonan,  minta dialog (public hearing)  dengan anggota DPR RI pada Komisi yang membidanginya. Saya menduga munculnya sikap “yes man” anggota DPR RI akibat ketidakmengertian (gagal paham) terhadap

Rancangan UU yang akan diajukan pihak Pemerintah RI untuk dibahas dan diputuskan, sehingga ICMI harus memberikan pemahaman yang benar kepada mereka secara ilmiah. 

Kemudian per triwulan 3-4 bulan/2-3 kali se tahun Ketum MPP ICMI dengan jajaran pucuk pimpinan Wanhat,  Wantim,  Wankar dan tentunya  Ketum beserta para Waketum, Sekjen/para Wasekjen,  bertemu, audiensi dan berdialog dengan bpk Presiden.RI untuk menyampaikan aspirasi dan konsepsi pembangunan nasional dalam berbagai perspektif untuk sejumlah aspek (dimensi) berbasis ipteks (saintific)  dan imtaq (norma dan kaidah-kaidah agama, DinnulIslam).

Materi yang akan disampaikan, sudah dikaji dalam forum Webinar ICMI secara nasional, dimana pengurus Orwil, Orda dan Orsat serta Batom ICMI terlibat sharing ideas dalam menanggapi isu-isu strategis nasional.

Dialog Presiden dan Wapres RI (bapak Ir.H.Joko Widodo dan Prof Makruf Amin) dengan para pimpinan teras MPP ICMI tetap dalam kerangka pikir dan ruang lingkup keislaman,  kebangsaan/keindonesiaan dan kecendekiawanan (keilmuwan dan kepakaran) sesuai watak ICMI (baca AD dan ART ICMI, hasil Muktamar ICMI ke 7 di Bandung thn 2021).

Setelah bertemu bapak Presiden RI bertempat di istana negara Jakarta atau Bogor, selanjutnya diselenggarakan jumpa pers (pers realese) dengan para wartawan media, agar langkah-langkah dan peran ICMI diketahui dan dipahami publik-masyarakat dan rakyat Indonesia.

Jika hal ini dilakukan dengan sadar, terencana dan terukur,  alangkah indahnya,  “cakep banget”, perbuatan cerdas ini muncul, sehingga harapan publik terhadap peran dan fungsi kaum muslim intelektual sebagai pendukung-penggerak perubahan sosial (social change) yang menginspirasi dan transformatif sebagai tagline ICMI selama ini benar-benar berlangsung.

Tagline ICMI  tidak lagi hanya sekedar slogan kosong tanpa makna dan perbuatan, akan  tetapi MPP ICMI betul-betul melaksanakan dalam dunia nyata dalam arti yang sesungguhnya, bukan ilusi apalagi halusinasi, itu tidaklah.

Warga bangsa dan terlebih umat semakin memahami bahwa ICMI telah pro aktif berkontribusi dalam mengawal proses pengambilan keputusan kebijakan publik di negara ini.

Peran dan fungsi ICMI semakin tinggi tuntutan dan eskalasinya, sebab dalam satu dasa warsa terakhir begitu banyak produk-produk kebijakan publik berupa UU, Perpu, PP, Kepres/Inpres, Kepmen etc yang tak sejalan (melenceng) dari kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip good governance, gejalanya tampak terdistorsi dan disorientasi, dan bahkan dapat dikatakan sudah keluar dari spirit falasafah-ideologi Pancasila dengan konsep bernegara “socio relegous” yakni liberal-kapitalistik bahkan ateis-komunis, dan pasal-pasal UUD 1945, terutama pada dimensi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, terabaikan , dan konstitusi negara menekankan Kemakmuran bersama bukan kemakmuran orang perseorangan (cengkraman oligarky) sebagaimana yang berlangsung prakteknya saat ini. Ini persoalan serius jika dipahami dalam perspektif kedaulatan dan keberlanjutan NKRI menurut hukum tata negara atau konstitusi.

Akan tetapi MPP ICMI beserta organ-organ termasuk, Batom seperti Cides ICMI ini sudah mulai mengimplementasikan dalam kerja-kerja Pengabdian ICMI yang berwawasan dan berkarakter 5 K ICMI yakni peningkatan kualitas imtaq,  pikir/imtaq, karya/inovasi, hidup-sejatera dan keluarga samarah ? Produk kajian CIDES yang berkaitan “public policy (reflektif) dan social enpowering (praksis) berbasis integrasi Imtaq dan ipteks, sebagai solusi terhadap permasalahan bangsa dan negara, kini sedang ditunggu rakyat dan bangsa Indonesia.

Harapannya tentu ICMI bisa berfungsi sebagai institusi pencerahan dan inspiratif bagi banyak pihak berkepentingan (multi stakeholders) di negeri untuk menyelamatkan NKRI yang kita cintai ini dari kemunduran bahkan keterpurukan dalam banyak aspek dan dimensi.

Dari sejumlah variabel, faktor dan indikator keberhasilan atau kegagalan pembangunan nasional menunjukan secara jelas dan tegas tentang kinerja rezim pemerintahan yang tengah berkuasa (the ruling party) saat ini, trend memburuk.

Syukron atas komen abang Prof.Dr.Andi Faisal Bhakti, Direktur CIDES terhadap tulisan saya “ICMI jangan Diam saja (civing wae)”, semoga saja hipotesa saya itu keliru, barakallah. Aamiin
Sekali lagi syukron, Jayalah ICMI Kita.
Wassalam

=====✅✅✅

*) Pendiri ICMI di Malang thn 1990, Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, Pegiat dan Pengamat Sosial

6 Tips Pilih Lingkungan Pergaulan Bagi Mahasiswa Baru di Kampus

0

Bogor | Jurnal Bogor
Penyesuaian diri jadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa baru pada awal-awal perkuliahan. Proses penyesuaian dengan lingkungan kampus ini tidak bisa dianggap remeh, karena mahasiswa baru bertemu dengan lingkungan pergaulan yang beragam dari aspek angkatan, organisasi, program studi, fakultas, hingga daerah.

Pergaulan di kampus yang cenderung bebas dibandingkan ketika di SMA, secara tidak langsung sangat mempengaruhi proses perkuliahan mahasiswa baru. Karena itu, harus hati-hati memasuki pastikan semuanya mendukung tujuan perkuliahan dan mendorong ke arah pengembangan diri yang matang dan maksimal.

Jadi bagaimana caranya memilih lingkungan pergaulan yang tepat di kampus? Dosen sekaligus pembina organisasi mahasiswa Fakultas Ekonomi UIKA Bogor Tatang Sutarman memiliki jawabannya.

Tatang menyebut, paling tidak ada 6 tips memilih lingkungan pergaulan bagi mahasiswa baru di kampus yang disarankannya berikut ini

1. Menetapkan tujuan kuliah

Hal yang paling penting bagi mahasiswa baru yaitu memiliki tujuan yang bisa dirumuskan dari pertanyaan sederhana seperti untuk apa dan mau kemana setelah kuliah? Lebih bagus lagi, dari tujuan itu diturunkan ke target yang ingin dicapai, entah itu harian, mingguan, atau bulanan. Bisa juga targetnya per semester atau per tahun targetnya meraih IPK sekian dan menjadi lulusan terbaik.

2. Fokus pada tujuan

Setelah memiliki tujuan kuliah dan target fokuslah untuk mencapai tujuan tersebut. Sebab, akan banyak sekali tantangan dari yang manis sampai yang pahit dialami mahasiswa. Tantangan itu berpotensi mengganggu konsentrasi mahasiswa baru ke tujuan awal. Jika konsisten dan tetap fokus, biasanya tujuan bisa tercapai.

3. Identifikasi kegiatan

Sebagai mahasiswa tidak hanya fokus kuliah di kelas saja, tetapi juga turut memperkuat materi atau mengembangkan diri diluar kelas dengan mengikuti kegiatan atau aktif di organisasi tingkat prodi, fakultas, atau universitas.

4. Manfaatkan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM)

Sekarang ini banyak sekali program MBKM yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa baru untuk mencari pengalaman, menambah wawasan dan memperkuat kemampuan di bidang yang diminati.

5. Memaksimalkan fasilitas

Mahasiswa baru sebaiknya memaksimalkan fasilitas yang ada di kampus. Fasilitas kampus adalah hak yang wajib diterima serta penggunaannya bebas dilakukan oleh mahasiswa selagi tidak dalam kegiatan yang berkonotasi negatif.

6. Eksplorasi dan sharing

Eksplorasi dunia kampus perlu dilakukan mahasiswa baru, agar bisa memetakan kampus dari berbagai aspek. Mahasiswa baru tidak perlu takut berbaur dengan lingkungan baru atau belajar hal-hal baru. Karena itu menjadi pengalaman dan pengetahuan.

“Eksplor lingkungan kampus dan eksplorasi diri lebih jauh. Diskusi dengan sesama mahasiswa, dosen dan pakar-pakar. Hadiri seminarnya, dan ikuti kuliahnya. Kalau kegiatan yang diikuti positif, pengaruh yang masuk pun cenderung positif dan itu memantik diri kita untuk melakukan hal-hal yang positif,” jelas Tatang yang juga dosen pembina unit kegiatan mahasiswa (UKM) badminton UIKA.

** Herman [ MG/UIK/JB]

PKD GMPI Kota Bogor Jadi Percontohan se-Indonesia

0

jurnalinspirasi.co.id – Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Kota Bogor bakal menggelar Pendidikan Kader Dasar (PKD) pertama dan menjadi percontohan bagi GMPI tingkat cabang lainnya di Indonesia.

Demikian Ketua PC GMPI Kota Bogor, Abdul Rozak usai melakukan breffing terhadap 50 anggota GMPI Kota Bogor yang bakal mengikuti PKD selama dua hari di Villa Omah Sentul, Kabupaten Bogor pada 26-27 Agustus 2023 mendatang.

“Hari ini masa pengenalan GMPI ke anggota baru yang diproyeksikan mengikuti PKD. PKD nanti menjadi yang pertama dilaksanakan tingkat cabang se-nasional, sebab dari awal berdiri GMPI belum pernah dilaksanakan PKD tingkat cabang,” ucapnya kepada wartawan di ruang serbaguna DPRD Kota Bogor, Rabu, (23/8).

Tema PKD nanti, kata dia, adalah “Menuju Takdir Kemenangan dengan Spirit Adil, Makmur untuk Kepentingan Masyarakat” dengan harapan strategis bagi kepentingan partai dan menjadi vitamin serta semangat baru dari generasi muda dalam menghadapi Pemilu 2024.

“Mudah-mudahan PKD ini dapat mendulang suara lebih bagi PPP khususnya di Kota Bogor. Selain itu, ada tujuh materi yang akan dipaparkan langsung oleh pimpinan pusat diantaranya tiga materi wajib yakni keislaman, kegmpian dan strategi pemenangan pemilu,” katanya.

Sementara itu, masa pengenalan anggota baru sekaligus calon peserta di PKD pertama tingkat cabang mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPC PPP Kota Bogor, Tegar Putra Munggaran.

Menurutnya, PKD sudah tepat dilaksanakan lantaran PPP sekarang sedang dalam masa regenerasi dengan komposisi pengurus, kader dan sayap partai dari anak muda sehingga diharapkan PPP dapat diterima oleh masyarakat terutama generasi mudanya.

“Tentunya melalui PKD juga diharapkan generasi muda bisa melek politik dan melihat PPP bukan hanya partai yang memiliki kader orang tua, melainkan banyak juga sekarang kader dari anak mudanya,” tegasnya.

Politisi PPP termuda di Kota Bogor ini menyebut bahwa sudah saatnya PPP kembali meraih kemenangan bersama generasi muda atau milenial.

“Kita optimis di Pemilu 2024 nanti, PPP dapat menuju takdir kemenangan khususnya di Kota Bogor. Apalagi kader PPP sebagian besar diisi oleh kader milenial, anak muda yang berpotensi dan siap berjuang demi kepentingan masyarakat,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Percepatan Penurunan Stunting, Mahasiswa KKN-17 UIKA Gelar Seminar Penanganan Stunting

0

Bogor | Jurnal Bogor

Mahasiswa KKN-17 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) menggelar Seminar Upaya Penanganan Stunting yang diselenggarakan pada Rabu, (23/8), di Majlis Taklim Pamula, Kp Ciranjang, Kelurahan Pamoyanan, Bogor Selatan, Kota Bogor. Seminar ini dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Ketua Kelompok KKN-17 UIKA Muhamad Rifki Fauzan menyampaikan, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak kelurahan dalam upaya percepatan penangan stunting.

“Kegiatan tersebut sengaja kami gagas, sebagai bentuk kolaborasi aktif antara mahasiswa dengan pihak kelurahan dalam menyelesaikan permasalahan sosisal yang dalam hal ini adalah stunting,” ungkap Rifki.

“Semoga pascakegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran bagi para orang tua dalam memperhatikan anak anaknya untuk menkonsumsi makanan yang dapat menunjang tumbuh kembang anak, dengan begitu lambat laun permasalahan stunting dapat terselesaikan,” harapnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan langsung Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kelurahan Pamoyanan, Nurjanah. Dirinya pun kerap menyampaikan stunting merupakan permasalahan yang cukup serius, dan perlu adanya kerja sama yang solid dengan para orang tua.

“Stunting merupakan permasalahan yang cukup serius, karena bukan hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, melainkan sangat berpengaruh pada perkembangan otaknya, sehingga jika ini terus dibiarkan maka akan mempengaruhi prestasi anak di sekolah,” tegas Nurjanah.

Menurut data, Kampung Ciranjang, Kelurahan Pamoyanan sendiri, didapati 5 orang positif stunting dan 6 orang keluarga rawan stunting.

**Fauzan/cc-js

10 Desa di Jasinga Krisis Air Bersih

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Kemarau berkepanjangan yang melanda Jasinga membuat 10 desa mengalami krisis air bersih. Warga saat ini untuk kebutuhan sehari-hari mengambil sumber air dari sungai. Pasalnya, sumur warga sudah tidak mengeluarkan air lagi.

Pemerintah Kabupaten Bogor sudah beberapa kali memberikan bantuan air, namun hal itu belum mencukupi kebutuhan warga. Bahkan, tangki air yang dibangun di samping Desa Tegalwangi oleh BPBD Bogor berkapasitas 8000 liter itu habis tak terisi air.

Sekretaris Desa Tegal Wangi Jaja mengaku, sumur milik warga hampir di semua dusun di 8 RW mengalami kekeringan. Sehingga warga untuk kebutuhan sehari-harinya mengandalkan sungai Cibeureum. “Di semua dusun mengalami kekeringan, setelah beberapa minggu tidak turun hujan, sehingga warga untuk mensuplai kebutuhan hal itu mengambil air sungai,” katanya, Rabu (23/08/2023).

Pihak desa pun mengajukan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, BPBD memang sudah dua kali mensuplai air bersih ke Desa Tegalwangi, saat ini kali ketiga mudah-mudahan cepat kembali memberikan bantuan lagi,” pungkasnya.

** Andres

Diduga Dijadikan Ajang Pungli, JPP Soroti Acara Bogor Fest

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Adanya penjualan kupon atau tiket acara Bogor Fest yang ditujukan kepada semua pemerintah desa sebesar RP50 ribu melalui surat edaran melalui camat, menuai sorotan dari berbagai kalangan baik LSM, aktivis maupun masyarakat yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor.

Ketua LSM Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP), Saleh Nurangga menilai, penjualan tiket atau kupon kepada para peserta Bogor Fest yang disertakan setiap desa sebesar Rp50 ribu per orang, sudah masuk kedalam kategori pungutan liar (pungli).

 “Yang saya dengar setiap desa itu membawa sebanyak 10 peserta. Jadi satu desa harus membayar sebesar 500 ribu,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (23/8).

Saleh yang merupakan aktivis wilayah selatan Kabupaten Bogor itu mengaku heran dengan adanya surat edaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Dimana, salah satu isi didalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor tersebut, agar setiap peserta yang ditunjuk desa harus membayar kupon atau tiket.

Padahal, lanjutnya, acara Bogor Fest tahun 2023 itu sudah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Bogor dengan nilainya mencapai miliaran rupiah. Tidak hanya itu, kegiatan yang merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) tersebut, mengandeng juga beberapa perusahaan sebagai sponsor atau pendukung.

 “Tapi kenapa untuk peserta yang dibawa oleh desa harus dipunggut biaya. Saya rasa ini sudah masuk kedalam kategori pungli dan harus ada perhatian dari lembaga penegak hukum,” tegasnya.

Saleh berharap, pemerintah jangan mencari keuntungan semata dalam melaksanakan setiap event, terlebih kegiatan yang dilaksanakan itu sudah dibiayai uang APBD.

 “Coba buat apa saja uang yang diminta kepada setiap perwakilan desa itu, karena untuk kaos maupun bingkisan sudah pasti disediakan oleh sponsor,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Cimande Hilir, Caringin, Mulyadi menyikapi persoalan biaya yang diminta setiap peserta sebesar 50 ribu per desa dalam acara Bogor Fest membenarkan hal tersebut.

Namun, Sekdes Cimande Hilir yang akrab dipanggil Damuy menjelaskan, para peserta yang dibawa oleh masing-masing desa sebanyak 10 dihimbau agar berpartisipasi dalam mensukseskan acara Bogor Fest itu.

Adapun para peserta yang dikirimkan desa, sambung Damuy, nantinya akan mendapatkan kaos, goodie bag yang isinya beberapa produk dan sovenir, kupon doorprize serta pemeriksaan kesehatan tes gula dan kolesterol oleh tenaga kesehatan yang disiapkan panitia.

“Dan itupun tidak memaksa harus bayar 50 ribu, bagi warga yang mau ikut itu di gratiskan cuma mungkin tidak dapat bingkisan,” tukasnya saat mengomentari berita Jurnal Bogor terkait peserta Bogor Fest yang dikirimkan desa harus bayar didalam group Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS).

** Dede Suhendar

Rehan Jalani Operasi Kepala di RSUD Ciawi

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Siswa SMPN 1 Dramaga, Rehan, warga Desa Babakan, Dramaga, Kabupaten Bogor yang  mengalami luka serius akibat tersengat listrik, kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi. Tidak hanya mendapatkan perawatan di bagian luka bakar, pihak rumah sakit memberikan tindakan  operasi pada bagian kepala Rehan.

Kepala Desa Babakan Ahmad Yani mengungkapkan, pihaknya  telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Dramaga terkait penanganan Rehan.

Pascakejadian, Rehan dirawat di Rumah Sakit KBP Dramaga untuk dilakukan tindakan operasi di bagian kepala hingga dirujuk ke RSUD Ciawi.

Pihak desa bersama Kecamatan Dramaga melakukan pendampingan ke RSUD Ciawi hingga akhirnya dilakukan operasi .

“Rehan sudah dirujuk ke RSUD Ciawi. Rehan menjalani operasi dibagian kepala dengan tujuan dikhawatirkan terjadi gumpalan darah di bagian kepala,” ujar Kepala Desa Babakan Ahmad Yani, Rabu (23/8).

Tidak hanya dilakukan pendamping di rumah sakit, tambah Yani, mengingat Rehan belum memiliki Kartu BPJS, oleh pemerintah desa dibuatkan dulu kartu Jamkesda sambil menunggu kartu BPJS-nya aktif. Pihak desa bersama Kecamatan Dramaga juga memberikan donasi untuk kesembuhan Rehan 

“Intinya, kita bersama Camat Dramaga  berusaha membantu kesembuhan Rehan yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Ciawi,” ujarnya.

Yani menambah untuk persoalan aliran listrik yang melintas gedung sekolah, sudah dikoordinasikan pihak sekolah dengan PLN. “Pihak PLN bakal melakukan pemeliharaan jaringan diwilayah Cangkurawok.

Selama dilakukan pemeliharaan Jaringan dari pukul 09:00 sampai dengan 12:00 WIB dilakukan pemadaman aliran listrik sementara,” tukasnya.

** Arip Ekon

Pengusaha Disebut Serobot Lahan Desa Akibat Beton Jalan Tanpa Izin

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

HS, seorang pengusaha di Kawasan Wisata Gunung Batu, Desa Sukaharja, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, melakukan betonisasi jalan desa tanpa izin. HS pun dianggap telah menyerobot lahan milik desa. Hal tersebut disampaikan Kasi Kesra Desa Sukaharja, Muhammad Zafar yang mengaku pihak pengusaha belum melayangkan izin kepada desa saat melakukan kegiatan betonisasi jalan menuju lokasi wisata.

Muhammad Zafar

” Segala bentuk pembangunan yang sifatnya demi kepentingan umum pihak pemerintah desa sangat mensupport. Akan tetapi dengan adanya kejadian seperti ini, yang melakukan pembangunan tanpa adanya ijin dari wilayah setempat dan pemerintahan desa, sehingga menimbulkan permasalahan di lapangan,” ucap Zafar kepada Jurnal Bogor, Rabu (23/8/23).

Zafar juga mengatakan, dengan adanya pembangunan jalan yang  tidak memiliki ijin tersebut menjadi dilema bagi pemerintah Desa Sukaharja.

” Ya tentunya menjadi dilema bagi kami, disisi lain pihak HS memperkerjakan pembangunan jalan tersebut menggunakan tenaga para warga, disisi lain pihak HS tidak memiliki ijin,” ungkapnya.

Pihak Pemerintah Desa Sukaharja berharap kepada masyarakat, apabila ada permasalahan seperti ini seharusnya bisa memfasilitasi pihak desa dengan HS, sehingga kedepannya tidak terjadi perselisihan.

“Pemerintah Desa inginnya kita berjalan berbarengan saja, tanpa ada unsur kepentingan pribadi, sehingga yang tadinya untuk masyarakat ya kembali lagi kepada masyarakat. Adapun nanti ada perusahaan tersebut kan sudah jelas pasti masuk juga kepada pendapatan desa,” papar Zafar.

Menurut Zafar, pihak pemerintah desa sampai saat ini masih menunggu upaya baik dari pihak pengusaha HS untuk mengurus perijinan.

Sementara Danramil 0621-09 Sukamakmur, Letda Inf Jhoni mengatakan, saat ini menghentikan sementara aktivitas pembangunan jalan yang jadi akses menuju wisata Gunung Batu.

“Ya semalam kita hentikan terlebih dahulu kegiatan tersebut, sampai ada titik temu dan kepastian. Antara pengusaha HS dan pihak pemerintah desa,” jelasnya.

Sementara salah satu warga sekitar, DK (40) mengaku sangat senang sekali dilakukanya betonisasi jalan milik desa oleh seorang pengusaha. Namun yang dia takutkan adalah jika jalan tersebut diklaim milik HS pribadi padahal itu jalan milik desa.

” Kami trauma, karena kejadian sebelumnya pernah terjadi saat HS membuka usaha galian batu, itu jalan desa yang diaspal. Alhasil, jalur tersebut diportal dan warga tidak boleh lewat, padahal itu jalan milik desa, berarti milik kami juga,” tandas DK.

Bukan hanya itu saja, sambung DK, jalan milik desa itu cuma 3 meter, tapi HS “keukeuh” membuat jalan itu jadi 4 meter, bahkan tadinya mau 6 meter. Ada sebagian tanah warga yang seenaknya dibangun jalan tanpa izin olehnya.

” Warga disini takut, dan berkaca dari kejadian sebelumnya, saat dia membuat usaha galian batu, warga yang berontak langsung dicari polisi, karena anak dari HS ini katanya perwira menengah di daerah Sulawesi hingga membuat warga takut,” cetus DK.

” Saya sendiri sebetulnya takut, tapi apakah kami sebagai warga harus diam saja melihat kesewenang – wenangan  seseorang yang punya uang dan jabatan. Padahal yang kami pertahankan ialah hak kami,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Dusting pada Beton Jalan Desa Sukamanah Akibat Cuaca Ekstrem

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Mendapati betonnya berdebu dan ada beberapa keretakan, Pemerintah Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor, melakukan pengecekan lapangan bersama tim PT Universal ECO sebagai batching plant dan Tim Monev UPT PUPR Jonggol, Rabu (23/8/23).

Dalam kegiatan tersebut, terlihat beton yang berdebu dan beberapa keretakan yang disebabkan akibat cuaca panas ekstrem. Hal tersebut disampaikan Humas batching plant PT Universal ECO, Marni. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan diskusi dengan Semen Indonesia Group (SIG) terkait dusting yang terjadi pada betonisasi jalan Desa Sukamanah.

Menurut Marni, hasil diskusi teknis dengan SIG, penyebab dusting itu ada beberap hal yakni, cuaca panas yang menyebabkan air pada permukaan beton menguap, kurang perawatan pada beton atau penyiraman, terjadi bleding pada beton atau finishing kurang, dan adanya penambahan air di lapangan.

” Untuk Desa Sukamanah ini masuk kedalam kategori cuaca panas yang menyebabkan air pada permukaan beton menguap sehingga terjadi dusting,” jelas Marni.

Untuk kondisi beton sendiri, sambung Marni, walaupun berdebu tapi beton produk PT Universal tidak rusak atau ngelotok, dan untuk kondisi beton yang retak itu pun banyak faktor tapi pihaknya tetap akan melakukan cutting wheel pada beton dilapis dengan sika.

” Keretakan itu masih bisa ditanggulangi, dan akan dilaksanakan setelah hasil kroscek hari ini, dan untuk saat ini kami akan melakukan penyiraman air untuk mengurangi debu pada beton, karena memang cuaca sangat panas, dan juga air sedang kekeringan mungkin membuat warga sulit untuk melakukan penyiraman mandiri,” tandas Marni.

Dia menyebut, apa yang disampaikannya berdasarkan hasil diskusi teknis dengan SIG. Karena perusahaannya menggunakan semen dari SIG, dan yang membuat berdebu itu adalah dari semen, maka saat mendapatkan keluhan dari Pemdes Sukamanah langsung melakukan assessment dengan SIG untuk dicarikan solusinya.

” Untuk keretakan sendiri, faktor salah satunya adalah terlalu cepat diinjak. Beton produk kami ini, baru benar-benar sempurna itu setelah didiamkan selama 28 hari, dan faktanya di lapangan warga sudah melintasi jalan, padahal baru 4 hari digelar,” tuturnya.

” Jika mencari siapa yang salah, itu bukan solusi, masalahnya sudah ada tinggal kita carikan solusinya. Jika berbicara kualitas beton, beton kami tidak rusak dan ngelotok, itu bisa dilihat di lapangan, ” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi mengatakan, tadinya pihak perusahaan mau melakukan penyiraman air semen untuk mengurangi debu. Tapi, dia khawatir warga justeru tidak bisa menahan diri untuk tidak menginjak jalan beton dulu sampai benar-benar kering.

” Jika disiram air semen dan ternyata dilintasi kendaraan warga, hasilnya justeru akan lebih parah dari. Ini betonnya tidak rusak, hanya debunya yang memang efek dari cuaca panas, dan untuk keretakan pihak batching plant akan melakukan cutting wheel dan penambalan dengan sika,” jelasnya.

” Dirinya berharap, warga juga turut membantu melakukan penyiraman secara mandiri. Dan bisa dibandingkan beton yang terlindung dari terik matahari tidak berdebu dan tidak terjadi keretakan, jadi kalo berbicara kualitas, kualitas beton ini bagus, hanya faktor cuaca memang yang sedang ekstrem,” tambahnya.

Hadi menyebut, jalan ini dibeton untuk warga dan akan dinikmati oleh warga, dirinya berharap warga juga turut menjaganya untuk keberlangsungan bersama.

“Dalam waktu dekat ini debu itu akan hilang dengan sendirinya setelah proses penguapan air selesai,” pungkasnya mengakhiri.

** Nay Nur’ain