26.3 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 531

Alhamdulillah, Putri Bungsuku Lulus SNPMB Tahun 2023 Masuk IPB University

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Alhamdulillah, putri bungsuku bernama Fathia Nurul Izzah (18 thn) lulus test SNPMB tahun 2023, dan subhanallah diterima sebagai mahasiswi IPB University, diterima pada Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM IPB).

Alhamdulillah ketiga putriku Annisa Hasanah, Inna Rahmawati dan Fathia Nurul Izzah adalah alumni dan mahasiswa IPB. Mereka mengikuti jejak kedua orangtuanya, yang juga alumni IPB. Kami pun berbahagia.

 Tak lupa rasa syukur tidak henti-hentinya, kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan  nikmat dan KaruniaNya yang kami terima sekeluarga.

Alhamdulillah, selaku orangtua barang tentu kami  sangat berbahagia sekaligus terharu menyaksikan putri bungsuku Fathia “menangis” kebahagiaan tersendu-sendu ketika membuka laptop membaca balkot kelulusannya. Walaupun saya.dan istriku Hj.Sudarijati S.E, M.Si sebelumnya sangat “tegang” dadaku pun berdebar-debar menunggu informasi status kelulusan putriku, yang ikut ujian SNPNB pada bulan Mei 2023 yang lalu di ruang Fateta IPB kampus IPB Dramaga Bogor. 

Sambil saya berdoa memohon kepada Allah SWT agar anakku diterima  di IPB almamaterku, seraya saya selaku ortu sempat berpikir antisipatif, jika sekiranya putriku “gagal” bagaimana mensikapinya secara bijak dan cerdas, agar putriku bisa dan lega menerima kenyataan. Tetapi alhamdullilah, dugaanku yang penuh kekhawatiran sebagai ortu itu tidak sampai terjadi. Alhamdulillah.

Si bungsu Fathia  alhamdulillah diterima di IPB.University, dia pun langsung bersujud syukur di lantai rumah ruangan Perpustakaan pribadiku.

Aku dan istriku tidak tahan menahan air mata kebahagiaan atas keberhasilan anakku  si bungsu Fathia. Alumni MAN 2 Kota Bogor 2023. Aku pun berdoa, semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik dan jalan keselamatan bagi ketiga putri yg cantik, cerdas dajn.sholehah.

Ya Allah Ya Rabb, luluskanlah test SNPNB anakku Fathia Nurul Izzah menjadi Mahasiswa FEM IPB University tahun 2023. Begitu doa, yang aku tulis di WA japri, 2-3 jam sebelum pengumuman pkl 15.00 wib pada hari Selasa 20 Juni 2023, alhamdulillah. Doaku dikabulkan Allah SWT. Insya Allah.

Aku akan tetap teringat  dengan firman Allah dalam Al Quran surat Ar Rahman,”nikmatKu yang manakah yang kamu dustakan”?. Syukron kepada para keluarga, kerabat, dunsanak dan sahabat atas kiriman doanya.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menolong hamba-hambaNya yang beriiman, bertaqwa dan gemar berbuat kebajikan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin. Wassalam, saya dan istri yang berbahagia dan bersyukur.

===!✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor)

Bantu BPN, Warga Desa Sukamakmur Turun Gunung Jahit Buku Sertifikat

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Demi mempercepat pembuatan sertifikat program PTSL, warga Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor turun gunung ikut membantu meringankan pekerjaan BPN Bogor 2 yang bisa dibilang kewalahan. Tak kurang dari 10 orang warga Sukamakmur bergantian menjahit buku sertifikat tanah yang masih belum terselesaikan.

“Untuk meringankan pekerjaan BPN, Pemdes meminta RT dan RW serta beberapa warga yang memiliki waktu luang untuk turun ke basecame BPN guna melakukan penjahitan untuk buku sertifikat,” ungkap Kepala Desa Sukamakmur, Ujang kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/7/23).

Dia menyebut, apa yang dilakukan warganya mutlak dari keinginan mereka karena ingin sesegera mungkin lahan mereka bisa memiliki legalitas seperti sertifikat. Jadi, dengan kesadaran sendiri mereka ingin membantu agar cepat selesai.

“ Inisiatif mereka yang ingin membantu agar pekerjaan yang memang seharusnya menjadi tanggung jawab BPN mereka ringankan, “ tandasnya.

Dia mengaku paham dengan kondisi keterbatasan tim dari BPN. Ditambah lagi mereka mungkin dikejar oleh target yang harus selesai tepat waktu, sehingga berkas yang seharusnya sudah selesai justeru menumpuk dan belum terselesaikan.

“ Saat ini kami akan intens terus mengawal sejauh mana pekerjaan pembuatan sertifikat ini selesai, karena saya pribadi menjadi beban moral kepada masyarakat. Hampir setiap hari warga menanyakan itu, “ cetus Ujang.

Sementara salah satu warga yang ikut membantu dalam pekerjaan menjahit buku sertifikat, Ace (44) mengatakan, apa yang dilakukannya semata ingin membantu meringankan pekerjaan BPN. Karena dia juga ingin sesegera mungkin buku sertifikat selesai.

“Biar cepat selesai aja,  cuma dengan turunnya warga akan membebani pak kades, karena semua operasional kami ditanggung oleh beliau. Kami berharap kepada BPN untuk buku sertifikat yang sudah selesai ditandatangani untuk sesegera mungkin diberikan, jangan dientar-entar. Khawatir warga bisa demo karena sudah terlalu lama,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Launching Samisade Tahap 1, Wawang Targetkan Jalan di Desa Hambalang Mulus dan Terurus

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor, melakukan launching Samisade pengaspalan jalan desa, Selasa (25/7/23). Kepala Desa Hambalang, Wawang Sudarwan mengatakan, opening kegiatan pengaspalan ini turut dihadiri oleh Kasie Ekbang Kecamatan Citeureup H. Raudi Hidayat, Sekretaris Kecamatan Citeureup Lutfia Sahara, tokoh masyarakat sekitar, Babinsa dan Babinmas Kecamatan Citeureup.

“Samisade tahap 1 ini kami alokasikan untuk pengaspalan jalan desa di 2 titik yakni RT 02/RW 03 dan RT 01/01, dengan volume pekerjaan sepanjang 1.585 m, dengan lebar rata-rata 3 meter,” ungkap Wawang kepada Jurnal Bogor.

Wawang menyebut, kondisi jalan yang saat ini dilakukan pengaspalan memang sudah memprihatinkan, sehingga perlu kembali dipoles. Walaupun dasarnya sudah menggunakan betonisasi, tapi sudah banyak beberapa titik yang sudah berlubang dan sangat mengkhawatirkan jika dilintasi oleh kendaraan.

“Memang sudah perlu diperbaiki, target saya, dengan banyaknya berbagai anggaran yang masuk ke desa. Semua jalan di Desa Hambalang ini, mulus dan terurus. Oleh karena itu saya berharap kepada masyarakat untuk turut menjaga jalan yang sudah diperbaiki,” harapnya.

Dia mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, yang masih menurunkan anggaran Samisade. Sehingga, desa bisa mempercepat program pembangunan di wilayah. “ Terimakasih saya ucapkan, semoga program ini terus berjalan siapapun nanti yang menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor,” tandasnya.

Sementara salah satu warga sekitar, Umar (47) mengaku senang dengan dirapikannya jalan di Desa Hambalang. Mengingat, kondisi jalan memang sudah sangat kurang enak jika dilalui, banyak lubang, belum lagi genangan air jika hujan.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pak Kades yang sudah banyak memperindah Desa Hambalang. Semoga kedepannya, baik jalan gang maupun jalan desa bisa mulus dan halus,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pemdes Cikahuripan Dukung Pembentukan SMAN 2 Klapanunggal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Desakan untuk dibangunnya SMAN 2 Klapanunggal terus bergulir. Selain tokoh masyarakat, sejumlah pemerintah desa juga menyatakan dukungannya jika di Klapanunggal sudah harus dibangun SMAN 2. Pasalnya, kebutuhan sarana pendidikan tingkat SMA tersebut sudah sangat mendesak mengingat saat ini di Klapanunggal baru ada satu SMA negeri. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan perkembangan Kecamatan Klapanunggal yang semakin cepat dan padat.

Terbatasnya sarana pendidikan tingkat SMA Negeri ini kerap menjadi persoalan setiap tahun pada saat penerimaan siswa baru. Pasalnya, kuota yang tersedia di SMAN 1 Klapanunggal tidak mampu menampung keinginan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SMA negeri.

“Sekarang kan memang hanya ada SMA Negeri 1 Klapanunggal saja harus menampung calon peserta didik dari seluruh Kecamatan Klapanunggal. Ya pasti tidak mungkin tertampung. Apalagi kapasitas di SMAN 1 Klapanunggal juga sedikit. Pasti setiap tahun ada saja masalah karena tidak diterima di sekolah negeri,” kata Sekretaris Desa Cikahuripan, Encim kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/7/23).

Menurut dia, memang sudah saatnya Klapanunggal memiliki dua sekolah negeri tingkat SMA, seperti di Jonggol dan Cileungsi. Sehingga daya tampung pada saat PPDB setiap tahun dapat lebih maksimal dan semakin banyak masyarakat klapanunggal yang menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri.

“Dengan peduduk yang padat memang sudah pantas kalau Klapanunggal punya dua sekolah negeri. Agar setiap permasalahan pada saat PPDB dapat dikurangi dan makin banyak siswa lulusan SMP yang melanjutkan pendidikannya di SMA negeri,” ujarnya.

Terkait ketersediaan lahan, Encim mengatakan, di Klapanunggal banyak lahan fasos dan fasum dari perumahan. Sehingga pemerintah tinggal menentukan dimana titik lokasi yang akan dibangun SMA Negeri 2.

“Tinggal berkordinasi dimana titiknya dan menentukan lahan mana yang nantinya akan digunakan. Tentunya yang berada ditengah-tengah dan aksesnya mudah dijangkau oleh berbagai desa di Kecamatan Klapanunggal,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengajuan pendirian dan penyediaan lahan untuk SMAN 2 di Klapanunggal tentunya bukan hal yang sulit apabila semua lini bekerjasama dengan berkoordinasi dengan baik. Karena yang utama untuk pembangunan sekolah adalah ketersediaan lahan.

“Potensi lahan tentunya sangat banyak karena banyaknya fasos dan fasum dari perumahan yang dapat dimanfaatkan. Tinggal ditentukan dimana lokasinya dan tinggal diproses ke Pemda untuk peruntukannya,” tandas Encim.

** Taufik/Nay

Truk Bermuatan Berat Dilarang Melintas Bersamaan di Jembatan Leuwiranji

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, memasang spanduk peringatan bagi truk bermuatan berat untuk tidak secara bersamaan melintas di atas Jembatan Leuwiranji, Rumpin, Kabupaten Bogor.

Pemasangan spanduk ini setelah muncul beberapa kritik warga soal kerusakan pada beberapa bagian konstruksi Jembatan Leuwiranji yang berpotensi membahayakan keselamatan warga dan pengguna kendaraan bermotor yang melintas.

“Tujuan dari pemasangan spanduk ini adalah untuk mengurangi laju kerusakan jembatan. Kendaraan berat yang lewat jembatan tidak boleh lebih dari satu, harus bergantian,” kata Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VIII Parung, Candra Trikaya, Selasa (25/7/2023).

Candra melanjutkan, kendaraan berat dari satu arah selanjutnya boleh masuk melintasi jembatan jika kendaraan berat di depannya (arah sebaliknya) sudah keluar dari jembatan.

Ditanya terkait soal apakah akan ada perbaikan atau pembangunan jembatan baru pada tahun 2023 ini, Candra Trikaya tidak memberi jawaban secara rinci soal tersebut.

“Tahun 2023 ini sedang dilakukan kegiatan Detailed Engineering Design (DED) untuk pembangunan Jembatan Leuwiranji,” imbuhnya.

Dari penelusuran di laman website resmi LPSE, diketahui bahwa Dinas PUPR telah selesai melakukan lelang tender penyusunan DED untuk Jembatan Leuwiranji dengan PAGU anggaran hampir Rp500 juta.

** Andres

Jalan Raya Leuwiliang KM 19 Ambles

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Jalan Raya Leuwiliang KM 19 di Desa Cibeber, Leuwiliang, Kabupaten Bogor ambles. Pengendara yang melintas di jalan itu harus berhati-hati karena amblesnya jalan mengakibatkan jalan bergelombang.

Dari pantauan, tampak di lokasi jalan ambles itu terpasang batang kayu dengan garis polis line menandakan agar para pengendara berhati-hati saat melintasi jalan tersebut.

Tak hanya itu saja, jalan ambles itu tampak ditambal menggunakan cor beton. Namun jalan itu masih tampak ambles. Pengendara yang melintas, Andri Supriyatna mengatakan, kondisi jalan ambles itu sudah terjadi beberapa minggu lalu. Pihak terkait sudah melakukan perbaikan tambal sulam di jalan nasional tersebut.

“Tapi ini jalannya kayak turun lagi kayak ambles gitu, saya hampir setiap hari melewati jalan ini, karena kan ini akses jalan utama,” kata Andri Supriyatna kepada wartawan pada, Selasa (25/07/2023).

Pengendara lainnya, Nazmudin mengaku khawatir saat melintasi jalan tersebut lantaran jalan ambles itu mengakibatkan jalan menjadi bergelombang.

“Ini kan lihat saja jalannya jadi gelombang gitu jadi harus hati hati juga kalau melewati jalan ini,” katanya.

Dirinya berharap, kepada pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan agar tidak mengancam keselamatan pengendara.

“Harapan kita sih semoga jalan ini bisa segera diperbaiki, walaupun memang sebelumnya kayaknya udah dicor itu tapi jalannya masih tetap ambles dan jadi bergelombang gitu, dikhawatirkan terjadi kecelakaan,” pungkasnya. Andres

Hadiri Seren Taun, Kadisbudpar Serahkan SKT Padepokan Buana Raksa Budaya

0

Nanggung | JurnalBogor

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Deni Humaedi menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Padepokan Buana Raksa Budaya kepada pimpinan padepokan Uchu. Kadisbudpar juga bermalam di homestay pada puncak acara kegiatan Seren Taun Kesepuhan Malasari, akhir pekan kemarin.

“Alhamdulillah Kadis Kebudayaan dan Pariwisata menyerahkan langsung surat keterangan terdaftar dari Disbudpar Kabupaten Bogor kepada kami,” kata Uchu, Selasa (25/7/2023).

Kedatangannya Kadisbudpar disambut antusias oleh kasepuhan, kepada desa dan warga Malasari. Padepokan Buana Raksa Budaya pada Seren Taun menjadi pengisi acara dan penampilannya disaksikan langsung oleh Deni Humaedi.

“Setelah perjalanan sembilan tahun berjalan baru mengajukan permohonan SKT tahun 2023 ini, alhamdulillaah memenuhi syarat dan langsung mendapatkan surat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” jelas Uchu.

Padepokan Buana Raksa Budaya yang berada di Kampung Kopo, Desa Malasari ini diceritakan Uchu, bermula pada tahun 2014  dengan beberapa anak muda melakukan latihan di halaman rumahnya sehingga banyak warga sekitar yang minat.

“Awal tampil pada tanggal 17 Agustus yang awalnya 20 orang lambat laun banyak anggota yang masuk sampai 150 orang,” ucapnya.

Jadi kata dia, setiap 17 Agustus Padepokan Buana Raksa Budaya merayakan milangkala atau ulang tahun berdirinya. Padepokan ini melestarikan budaya pencak silat yang berjiwa spiritual keagamaan, berbudi pekerti luhur, berkesenian, berjiwa kesatria, dan berprestasi.

“Di padepokan ini bukan hanya anak remaja, tapi dari kalangan anak-anak yang masih PAUD sebelum sekolah dasar, sampai orang tua bapak-bapak dan ibu- ibu ada,” kata Uchu.

Dia pun mengucapkan terima kasih terhadap Kadis Dispudpar Kabupaten Bogor yang sudah melihat langsung penampilan Padepokan Buana Raksa Budaya di acara Seren Taun Kesepuhan Malasari.

Dengan telah terdaftarnya padepokan tersebut bisa meningkatkan lagi peralatan kesenian dan dapat bantuan untuk pembangunan padepokan tersebut.

“Harapan saya selaku pimpinan setelah terdaftar, dari dinas terkait mendapatkan pembinaan dan bantuan peralatan kesenian pencak silat,  kesenian jaipong, sound sistem dan peralatan latihan lainnya,”

Sementara, saat dihubungi melalui WhatsApp Kepala Disbudpar Deni Humaedi mengatakan, sangat mengapresiasi acara kegiatan Seren Taun Kesepuhan Malasari tersebut.

“Kita beserta jajaran mengapresiasi Seren Taun Kasepuhan Malasari yang begitu kompak, begitu kehadiran unsur Forkopicam Nanggung dan para kasepuhan diluar Desa Malasari yang turut menjadi bagian rangkaian acara Seren Taun,” katanya.

Dia berharap, kedepannya selain melaksanakan acara tradisi juga menjadi atraksi yang mengundang wisatawan untuk datang.

Selain menghadiri Seren Taun, Kadisbudpar juga mengunjungi Rumah Sejarah Pendopo Bupati Bogor pertama. “Selain tradisinya Malasari tak dapat dipisahkan dari sejarah Pemerintahan Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Andres

Edukasi Keselamatan Kelistrikan, PLN Gunung Putri Goes To School

0

Jonggol | Jurnal Bogor

PT PLN (Persero) UP3 Gunung Putri menggelar PLN Goes To School dengan tema Berbagi Terang Untuk Generasi Cemerlang di SD Islam Cikal Harapan II Citra Indah Jonggol, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini untuk mengedukasi generasi muda sedini mungkin untuk  mengenal Keselamatan Kelistrikan (K2).

Kepala Sekolah SD Islam Cikal Harapan 2, Diki Muhammad menyampaikan dukungan dan  terima kasih atas kepedulian PLN untuk mengedukasi tentang keselamatan kelistrikan dan berharap dapat dimengerti dan dipahami oleh anak-anak didiknya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SD ini diikuti oleh pengajar dan siswa-siswi kelas 5 yang berjumlah kurang lebih 94 orang. 

Sementara, Manager PLN UP3 Gunung Putri yang diwakili oleh Manager ULP Jonggol, Dimas Aditya Nugroho menyampaikan terima kasih atas support yang diberikan oleh pihak sekolah dalam kegiatan edukasi.

“Edukasi yang diberikan PLN antara lain penjelasan terkait pendistribusian aliran listrik yang dimulai dari pembangkit sampai ke pelanggan dan potensi bahaya listrik di sekitar masyarakat yang perlu diwaspadai, serta kiat dan kebiasaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan karena sengatan listrik,” jelas Dimas.

Terpisah disampaikan Manager PLN Gunung Putri, Rully Indra Ardhyan, melalui PLN Goes to School, dia ingin bekerja sama dengan sekolah-sekolah, memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya  generasi muda, untuk menjaga aset-aset kelistrikan dari aktivitas atau keadaan yang berpotensi bahaya. Masyarakat yang sudah teredukasi harapannya akan mendukung menjaga keselamatan instalasi pelanggan dan PLN karena hal ini akan berdampak pada pelayanan PLN yang lebih baik.

“Dengan edukasi ini, kami harap peserta dapat memahami potensi-potensi bahaya kelistrikan dapat menghindari masyarakat dari terjadinya kebakaran bahkan hingga timbul korban jiwa,” cetus Rully.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, sambung Rully, PLN juga memperkenalkan aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi ini, masyarakat yang mengetahui keadaan yang berbahaya  terkait kelistrikan dapat segera melapor ke PLN.

” Dengan PLN Mobile masyarakat juga dapat mengakses layanan kelistrikan di manapun dan kapanpun  termasuk pembayaran listrik, pembelian token, pengaduan gangguan, hingga informasi-informasi terkini dari PLN dapat diperoleh di PLN Mobile,” tandasnya.

Hal senada pun disampaikan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Susiana Mutia yang mendukung penuh kegiatan edukasi kelistrikan dan mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap bahaya listrik.

” PLN terus berkomitmen memberikan listrik yang andal dan aman bagi masyakarat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Hadits Hari Ini

0

Ketika Umar meminta izin kepada Aisyah untuk dikuburkan bersama kedua sahabatnya

Sahih al-Bukhori:6783

عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ: أَنَّ عُمَرَ أَرْسَلَ إِلَى عَائِشَةَ: ائْذَنِي لِي أَنْ أُدْفَنَ مَعَ صَاحِبَيَّ فَقَالَتْ:

إِي وَاللَّهِ. قَالَ: وَكَانَ الرَّجُلُ إِذَا أَرْسَلَ إِلَيْهَا مِنْ الصَّحَابَةِ، قَالَتْ: لاَ وَاللَّهِ لاَ أُوثِرُهُمْ بِأَحَدٍ أَبَدًا.

Dari Hisyam, dari bapaknya: Bahwa Umar pernah mengutus utusan kepada Aisyah (yang membawa pesan): Izinkanlah aku agar aku dikuburkan bersama kedua sahabatku. Maka ia menjawab:

Ya, demi Allah. Dia berkata: Sebelumnya jika ada sahabat laki-laki yang mengutus utusan kepadanya (meminta izin agar dikuburkan bersama Nabi dan Abu bakr), dia selalu menjawab: Tidak, demi Allah, selamanya aku tidak akan mendahulukan siapapun dalam hal ini.

Pesan :
Sebelum Umar meminta izin kepada Aisyah, sudah ada sahabat yang lebih dulu meminta izin kepada Aisyah agar dikuburkan di kamar Aisyah, dekat dengan Rasulullah dan Abu Bakr, namun Aisyah selalu menolak karena ia berkeinginan untuk dikuburkan disana. Namun ketika Umar meminta izin, maka Aisyah pun membolehkannya. Sementara itu ketika Aisyah meninggal dunia, ia dikuburkan di Baqi bersama kaum Muslim lainnya.

Masih Soal Sertifikat PTSL Desa Sukamakmur yang Belum Juga Beres, Ini Ungkapan Hati Ujang Sunandar

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Kepala Desa Sukamakmur Ujang Sunandar terus menanyakan kepastian sertifikat tanah warga ke BPN Bogor 2. Pasalnya, sudah lebih dari satu tahun program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) warga Desa Sukamakmur tak kunjung selesai, dari 2500 bidang yang harusnya mendapatkan buku sertifikat, baru kurang dari 500 buku yang jadi dan dibagikan kepada warga.

“Saya baru pulang ibadah haji, makanya saya coba untuk kembali menggeber ke BPN Bogor 2, akan kejelasan kapan sertifikat warga saya bisa selesai,” ungkap Ujang kepada Jurnal Bogor, Senin (24/7/23).

Ujang menyebut, untuk dirinya pribadi sangat paham jika memang harus selesai agak lambat. Mengingat, BPN dikejar banyak program dan pembuatan sertifikat itu bukan hanya di Desa Sukamakmur saja.

“Tapi lain halnya dengan warga yang belum tentu mengerti pekerjaan, yang mereka hitung hanya waktu yang sudah sangat lama dan sertifikat mereka belum juga jadi,” cetusnya.

Kemarin saja, sambung Ujang, saat pembagian yang kedua, dengan jumlah 180 buku, informasi dari Sekdes dirinya disambangi beberapa warga yang tidak mendapatkan undangan untuk mengambil buku sertifikat.

“Tidak kisruh saja sudah bagus, maka dari itu saya berharap setiap minggunya ada yang jadi dari berkas-berkas yang sudah kami verifikasi ulang karena masih ada kekurangan syarat,” tandasnya.

Paling tidak, lebih lanjut Ujang mengatakan, jika setiap minggunya buku sertifikat tanah milik warga itu bisa dibagikan, minimal bisa membuat mereka sedikit tenang. Sehingga dirinya pun tidak seperti orang diteror karena setiap ketemu warga itu yang ditanyakan hanyalah kapan sertifikat jadi.

“Sebagai kepala desa, saya jadi beban moral. Betul itu risiko saya menjadi orang nomor satu di desa, tapi saya berharap juga  sertifikat segera selesai, karena yang harus diurus itu masih banyak sekali,” imbuhnya.

“Belum kasus sengketa lahan, belum lagi anggaran BHPRD yang tak kunjung cair. Nasib gaji staf saya yang harus dipikirkan, ditambah pertanyaan-pertanyaan warga soal sertifikat yang gak juga jadi. Rungkad lah, ” pungkasnya.

Sementara, salah satu warga Sukamakmur, Reza menanyakan sebetulnya sistemnya seperti apa, karena ternyata berkas yang sudah diberikan harus dikembalikan lagi dengan alasan masih ada kekurangan. Jika pun ada berkas yang kurang lengkap, seharusnya jangan sampai menahun begini. Karena kejadian seperti ini menandakan kinerja BPN kurang teliti.

“Saya baca di salah satu media yang dishare oleh Pemdes. Statament dengan kenyataannya tidak singkron, diberita itu 1000 buku akan dibagikan, eh taunya cuma 180 buku. Bukan medianya yang saya salahkan, tapi ucapan kepala kantor BPN yang berani mengatakan seperti itu hingga membuat kami berharap,” kesalnya.

Menurut Reza, dia sangat setuju jika ada kegiatan pembagian buku sertifikat di setiap minggunya. Karena dengan begitu lambat laun bisa terselesaikan. ” Biarin ratusan juga yang penting dibagiin, lama-lama kan beres itu,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain