25.7 C
Bogor
Saturday, July 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 532

Hias Kampung, Pemdes Mekarjaya Bakal Tanami Anggur di Tiap Gang

0

Ciomas l Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Mekajaya, Ciomas, Kabupaten Bogor mendorong Kelompok Tani Anggur mengembangkan budi daya tanaman anggurnya untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Kedepan, setiap gang rumah di wilayah Mekarjaya bakal ditanami anggur dan menjadi desa penghasil anggur.

Kepala Desa Mekarjaya Yasin mengaku, budidaya berbagai macam jenis anggur telah menjadi  tren masyarakat di Palu. Bahkan bukan hanya sekedar hobi dan mengasyikkan, melainkan juga bernilai ekonomis tinggi dan menjadi salah satu buah dengan harga mahal.

Dengan adanya program ketahanan pangan, Pemdes Mekarjaya bersama kelompok tani Anggur Kali mengembangkan budidaya anggur.  Salahsatunya dengan pengembangan pembibitan anggur di green house.

“Kita berharap dengan berkembang budidaya anggur, berdampak ke peningkatan perekonomian warga sekitar,” ujar Yasin saat menghadiri penambahan bibit anggur.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Anggur Kali, Budy mengaku menanam 23  jenis anggur yang sudah berbuah 3 kali dalam setahun.

Meski hasil panen awal ia hanya membagikan ke warga sekitar rumah, kedepan melihat hasil panen yang baik dirinya akan berencana untuk menjualnya serta membuka agrowisata untuk masyarakat yang ingin memetik dan membeli secara langsung.

“Kesulitannya yakni di perawatan, untuk pembibitan mudah. Menanam anggur perlu kesabaran dan ketelitian agar bisa menghasilkan buah anggur yang berkualitas,” ungkapnya.

Kedepan dirinya berharap setiap gang rumah yang ada di wilayah Desa Mekarjaya ditanami buah anggur, seperti di wilayah Cimahi.

“Kita optimis, kelompok tani Anggur Kali binaan Desa Mekarjaya bisa berkembang dan menjadi desa anggur, “tukasnya.

** Arip Ekon

Masih Rahasia, Kejaksaan Garap Kasus Korupsi di Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor saat ini tengah menggarap kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) murni yang melibatkan penyelenggara negara di ‘Kota Hujan’.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Sigit Prabawa Nugraha mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi tersebut bermula dari adanya aduan masyarakat. “Kami dapat aduan dari masyarakat, tidak mencari-cari,” ujar Sigit kepada wartawan, Senin (11/9).

Menurut Sigit, kejaksaan mulai menggarap kasus dugaan tipikor murni itu sejak dua bulan lalu. “Sudah sejak dua bulan lalu kami garap, setelah adanya aduan dari masyarakat,” tuturnya.

Kendati demikian, Sigit enggan membeberkan lembaga mana yang tengah tersandung kasus tersebut hingga berapa besaran kerugian negara yang dialami.

Sebab, kata Sigit, status perkara dugaan korupsi tersebut saat ini masih dalam tahap proses penyelidikan.

“Ya, nanti sajalah. Yang pasti akan ada kejutan, kalau sudah segera akan kita umumkan,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Doris Sundari Rancang Program Emas Porprov Jabar 2026

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua IODI Kabupaten Bogor, Doris Sundari mengaku saat ini cabor yang dipimpinnya tengah menyiapkan rancangan emas menuju Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor.

Tak hanya itu, Doris Sundari yang juga sangat aktif dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Bogor bertekad mempertahankan gelar juara umum pada Porprov Jabar 2026.

“Pada awal 2024 mendatang IODI Kabupaten Bogor sudah masuk fase persiapan umum menghadapi Porprov Jabar 2023, ” tegas Doris Sundari, Senin, 11 September 2023

Intinya, kata Doris, IODI Kabupaten Bogor akan selalu berusaha jadi cabor yang selau memberikan Konstribusi medali bagi Kontingen Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2026

Saat ini, Doris juga dalam suasana sangat bahagia karena atlet Dancesport Kabupaten Bogor atas nama Keisya Aditia Putra Winardi mendapatkan atlet Haornas Award dari Pemkab Bogor melalui Dispora akhir pekan lalu.

Keisya Aditia Putra Winardi pada pekan lalu baru saja meraih medali Perunggu FFA Rumba dan Medali Perunggu Rising Star Latin pada BK PON XXI 2023 di Sleman .

” Alhamdulilah Pada Haornas 2023 lalu ada atlet Dancesport yang bakal meraih Haornas Award 2023. Ini sangat membanggakan bagi kami di IODI Kabupaten Bogor,” tegas Doris Sundari, Senin, 11 September 2023

Mudah mudahan, kata Doris, apresiasi Haornas Award 2023 akan menjadi motivasi bagi para atlet IODI Kabupaten Bogor lainnya.

Tak hanya itu, kata Doris, dalam momentum Haornas 2023 ini menjadi lengkap karena empat atlet IODI Kabupaten Bogor memastikan tiket tampil pada PON XXI 2024 di Sumut- Aceh.

” Haornas 2023 benar benar membuat bangga dan bahagia karena selain ada atlet yang meraih Haornas Award 2023, ada empat atlet kami yang meraih tiket ke PON XXI 2024,” pungkasnya.

** asep syahmid

ISSI Siap Orbitkan Pebalap Muda di Porprov Jabar 2026

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Cabang olahraga balap sepeda selama ini menjadi lumbung emas bagi Kabupaten Bogor pada tiap pelaksanaan Porprov atau Porda Jabar dilangsungkan.

Bahkan, dari beberapa Porprov Jabar sebelumnya para pebalap yang tergabung dalam Tim Sepeda ISSI Kabupaten Bogor selalu mendulang medali emas.

Namun, prestasi mengkilap ISSI Kabupaten Bogor saat Porprov Jabar 2022 seperti tak kelihatan.

Karena pada Porprov Jabar 2022 tim sepeda Kabupaten Bogor banyak dihuni atlet muda.

Ketua Harian ISSI Kabupaten Bogor, H Anwar Yasin mengatakan kalau saat ini ISSI Kabupaten Bogor akan mengandalkan para pembalap mudanya lagi yang akan tampil membela Kabupaten Bogor pada ajang Porprov Jabar 2026.

Menurutnya, para pebalap muda Kabupaten Bogor yang tampil pada Porprov Jabar 2022 akan memasuki usia emas pada Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor.

” Alhamdulilah para pembalap muda binaan ISSI Kabupaten Bogor sudah menunjukan kualitasnya dalam berbagai event berskala nasional,” kata Anwar, Senin, 11 September 2023.

Ia melanjutkan, belum lama ini ada beberapa pembalap muda binaan ISSI Kabupaten Bogor berjaya pada ajang BK PON XXI di Lubuk Linggau dan Popnas 2023 di Palembang, Sumsel.

” Raihan prestasi emas para pembalap muda di ajang BK PON dan Popnas 2023 membuat kami cukup percaya diri menatap Porprov Jabar 2026,” terangnya.

” Kami mentargetkan Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor akan menjadi ajang pembuktian pembinaan kepada talenta lokal yang kami bina selama ini,” pungkas Anwar.

Hal yang sama dikatakan Binpres ISSI Kabupaten Bogor, Ade Solihin yang membenarkan kalau saat ini para atlet ISSI Kabupaten Bogor sudah mulai menunjukan kualitas yang membanggakan dan bisa menjadi andalan pada Porpov Jabar 2026 mendatang.

” Saya sangat bangga para pembalap ISSI Kabupaten Bogor menuai hasil manis pada Pra PON atau BK PON di Lubuk Linggau serta Popnas 2023 di Palembang, Sumsel,” cetusnya

Tak hanya itu, kata Ade Solihin, pada Porprov Jabar 2026 ISSI Kabupaten Bogor akan mengoptimalkan semua atlet binaan sendiri.

** asep syahmid

Tebing Puluhan Meter, Galian C di Teluk Waru Diprotes Warga

0

Galian C Berdekatan dengan Jalan Khawatir Bahayakan Pengguna Jalan

Nanggung l Jurnal Bogor
Keberadaan aktivitas Galian C yang beroperasi menggunakan alat berat tepatnya di Kampung Teluk Waru di Desa Curugbitung, Nanggung,Kabupaten Bogor menuai protes pengguna jalan. Informasi yang dihimpun, galian C  itu diduga belum mengantongi izin.

Sementara, pengerukan materal teras yang menggunakan  alat berat itu  dinilai merusak lingkungan dan tidak menutup kemungkinan berpotensi terjadinya longsor

Salah satu pemotor asal Desa Curugbitung mengeluhkan keberadaan galian yang berada di lokasi tebingan setinggi puluhan meter dan jaraknya pun sangat berdekatan dengan jalan milik Kabupaten Bogor mengundang keresahan warga terutama bagi pengguna jalan.

“Aktivitas galian tersebut khawatir berakibat buruk karena sewaktu waktu bisa terjadinya longsor. Musababnya, di lokasi itu pernah terjadi longsor pada awal tahun Januari 2020 lalu,” ujar  warga sekitar yang tidak mau ditulis namanya, Senin (11/9).

“Tentu saja mebahayakan pengguna jalan, terutama pada saat musim hujan. Kami tak ingin kejadian serupa waktu itu terulang lagi. Kam harap Pemkab Bogor melalui penegak Perda hal ini Satpol PP segera  menutup galian itu.” pintanya.

Terpisah, pengusaha galian C inisial HI saat ditemui di lokasi kegiatan mengaku  galian tersebut berada di lahan milik pribadinya.

“Tanah milik pribadi saya dan sudah bersertifikat,” kata HI.

” Ini hanya galian teras bukan bentonit itupun dijualnya kepada warga sekitar yang membutuhkan,” kilahnya. \

** Arip Ekon

Masyarakat Gerah, Kondisi Sungai Cileungsi Makin Parah

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Memasuki pekan kedua September 2023, kondisi Sungai Cileungsi kini tidak lebih baik, tapi justeru semakin parah.

“Sejak Minggu siang hingga malam air  sungai Cileungsi makin hitam, bau dan banyak ikan yang mati,” keluh Puarman, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Senin Pagi (11/8/23), di Sekretariat KP2C, Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Puarman yang meninjau langsung kondisi Sungai Cileungsi, mengaku sangat banyak masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Cileungsi mengadukan kondisi sungai yang hitam, bau menyengat serta banyaknya ikan mati.

” Mereka meminta pemerintah serius menangani pencemaran sungai Cileungsi yang sudah berlangsung bertahun – tahun  seperti tidak ada perbaikan, ” ungkap Puarman kepada Jurnal Bogor.

Puarman menyebut, pencemaran Sungai Cileungsi  sudah berlangsung lama, bahkan lebih dari tujuh tahun. Pengawasan dan pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini, ternyata tidak efektif karena pencemaran yang diduga dari limbah industri selalu terjadi dan berulang.

” Pemerintah harus menggunakan kewenangannya untuk melakukan penindakan yang lebih tegas. Tutup pabriknya dan pidanakan pelakunya, agar ada efek jera,” tegas Puarman.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menderita dan dirugikan. “Jika tidak mampu dan mau menggunakan kewenangan yang dimiliki, kibarkan bendera putih,” tutup Puarman.

** Nay Nur’ain

Lesson Learned Program KKN Faperta UNIDA 2023

0

jurnalinspirasi.co.id – Sekedar info dan berbagi pengalaman sebagai Dosen Pembimbing program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Djuanda Bogor, kampus Bertauhid.

Jujur saya berkata dan maaf, ada sedikit “keluh kesah” sebagai pendidik dan juga selaku pengajar, khususnya pembimbing KKN.

Capek deh, gerah karena panas dan terik sinar matahari siang menuju ke kantor Desa Sukaraja, Kabupaten Bogor dari RS Bogor Medical Centre (BMC).

Setelah mengantar anak sakit, sang istri mbak Atik, yang dosen FE UNIDA itu, sangat paham akan arti acara penutupan KKN, dan tanggungjawab mendampingi mahasiswa ber-KKN. Beliau istriku memberikan saran kepada sang suaminya untuk hadir di acara penutupan KKN mahasiswa bersama bpk Kepala Desa Sukaraja, sehingga kami pun berbagi tugas mendampingi anak, putri keduaku ada keluhan gangguan kesehatannya, harus konsultasi ke dokter di rumah sakit, dan dipilih BMC, yang tak begutu jauh dari Desa Sukaraja, lk setengah jam menggunakan kenderaan pribadi.

Kata sang istriku, kasihan dengan mahasiswa KKN, mereka sudah sangat berharap dan menunggu kehadiran saya selaku dosen pembimbingnya di kantor desa.

Apalagi ketua kelompok 2 KKN Faperta Unida 2023, sdr. Ahmad Faqih, sejak kemarin sudah mem-WA japri saya bahwa ada undangan acara penutupan kegiatan KKN, sebab agenda kegiatan akademik KKN sudah selesai dsn berakhir waktunya.

Penyelenggaraan acara penutupan KKN bertempat di Kantor Desa Sukaraja, yang diundang Ketua mahasiswa KKN Ahmad Faqih antara lain Kades beserta perangkat desa, ketua RW dan RT, Ketua Pemuda-Karang Taruna, ketua Pokmas Ibu-ibu PKK, Posyandu, dan para tokoh ulama dan guru-guru (ustadz dan ustazah), mereka yang terlibat dalam program dan kegiatan mahasiswa KKN selama 1,5 bulan, dan saya selaku Dosen pembimbing KKN kel 2 beberapa kalihadir, jika diundang, menyaksikan dan memberikan semamgat, motivasi dan arahan tentang manfaat program dan kegiatan pengabdian masyarakat KKN.

Setibanya saya di kantor Desa Sukaraja, tepat pukul 10 wib, saya hanya bertemu di ruang pertemuan kantor Desa, dengan 3 orang mahasiswa peserta KKN kel 2 yakni Ahmah Faqih (mhs TNK), Hendri Wijaya (mhs TNK), dan Gabriela G Heryana (mhs IKN). Sedangkan Tsaqila A Suryani (mhs Agt) sudah izin lk sebulan lalu, meninggalkan lokasi   KKN karena mengikuti program MBKM di daerah lain.

Hampir lk satu jam saya menunggu di ruang bersama 3 mahasiswa KKN, tak satu pun undangan datang, ruang masih sepi dan kosong. Sekitar 15 menit kemudian baru datang, bpk Agus salah satu pejabat Kaur Desa, saya sudah mengenalnya di acara pembukaan KKN, sebulan yang lalu.

Kemudian hadir bapak Asep Aos (Kades Sukaraja) dan KaTUDesa Sukaraja. Kami pun mengobrol tentang ketidakhadiran tokoh masyarakat Sukaraja yang diundang mahasiwa KKN di acara penutupan KKN. Saya pun telah mengkritik acara sepenting ini, yang mengundangnya bpk Kades, bukan mhs KKN, makanya menjadi begini, tidak ada yang hadir pada waktunya.

Saya menyampaikan permohonan maaf kepada bpk Kades, bahwa persiapan yang dilakukan, telah saya koreksi yakni (1) yang mengundang pak Kades, (2) waktunya harus sesuai waktu lowong tokoh masyarakat dan kaum perempuan/emak-emak PKK dan Posyandu-Posdaya, dan (3) rencana acara penutupan KKN, jauh hari telah dilaporkan, dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan bpk Kades, minimal dengan aparat desa, para Kaur Desa Sukaraja.

Saya mendengar dari bpk Agus, Kaur Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukaraja, beliau baru mendapat surat undangan dari mahasiswa KKN, kemarin Ahad siang tgl  10 September 2023, acaranya sungguh mendadak diketahui aparat Desa Sukaraja. Kemudian saya sendiri juga baru tahu ditelepon oleh Ahmad Faqih, Senin pagi hari itu sekitar pkl 7 wib, 2 jam  dari rencana acara penutupan KKN, Senin 11 September 2023.

Saya menerima informasi tersebut, cukup dilematis, antara kepentingan keluarga, mengantar anak ke RS BMC, untuk cek kesehatan dengan (versus) kepentingan urusan tugas akademik kampus, yang tak mungkin diabaikan, kata istriku yang paham soal agenda KKN, aku wajib hadir, tugas mendampingi anak di-takeover ibunya anak-anak.

Tetapi begitulah kenyataannya, ruangan kantor desa, tetap sepi dan kosong. Saya beri tahu mahasiswa KKN bimbinganku, setelah saya nasehati tentang bagaimana mendekati masyarakat desa berdasarkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari pada beberapa matkul di ruang kuliah, seperti sosper, penyuluhan pertanian, komunikasi pertanian, organisasi dan kelembagaan sosial, pemberdayaan masyarakat dan lain-lain, atau beberapa materi pada kegiatan pembekalan KKN di kampus, yang diberikan oleh saya sebagai narsum bersama dosen Faperta Universitas Djuanda Bogor yakni Dekan bpk Dr.Burhanudin Malik, bpk Nur Rochman, Bpk Mulyana, dan dosen lainnya.

Dengan untuk mendidik mahasiswa bimbingan KKN-ku, saya juga bercerita pengalaman ber-KKN tempo dulu di sebuah desa yang terbelakang dan terisolasi di hinterland Jakarta, kampong, jalan sirtu tidak beraspal, malam hari gelap karena belum ada listrik. Saya pun bercerita nostalgia mengenai “succes story” saya dkk ber-KKN di Desa Cihowe, Parung, Kabupaten Bogor tahun1983, yakni sekitar 40 tahun lalu yang penuh tantangan dengan segala dinamikanya.

Alhamdulillah saya dkk mahasiswa IPB asal dari 4 Prodi dan Fakultas yang berbeda, berhasil mendekati dan memberdayakan masyarakat.  Buktinya pada acara perpisahan KKN kami, setelah selesai sejumlah agenda kegiatan pengabdian masyarakat melalui program KKN sesuai kalender waktunya, kami dilepas warga masyarakat desa dengan sedih disertai “isak tangis” dan deraian air mata, serta kami dibekali emak-emak dengan pemberian berbagai jenis makanan kampung seperti raginan, kerupuk singkong dll serta buah-buahan seperti pisang, rambutan dll.

Kami diarak ke pasar Parung, lk 4-6  km dari Desa Cihowe, dan di lapangan pasar Parung, disitulah saya dkk dilepas, dengan selingan  acara sambutan dari Ketua RW dan apresiasi Ketua RT, saling bermaafan, isak tangis pun “meledak’, ketika mobil pickup bak terbuka  kami akan berangkat meninggal mereka. Mobil carteran bak terbuka, mereka telah isi dan dipenuhi barang “oleh-oleh” emak-emak Desa Cihowe tersebut.

Mereka  telah  menganggap kami mahasiswa KKN adalah “anaknya” sendiri. Begitulah dekatnya perasaan kami mahasiswa KKN IPB bersama warga masyarakat selama di desa, memdampingi mereka meningkat ketrampilan dalam teknologi tepat guna, perbaikan sapras umum, dan pembinaan mental dll, kami telah bekerja dengan pendekatan sains (otak) dan disertai hati (qalbu), kasih sayang, kebersamaan, saling bergotong royong. Akhirnya kami bisa ber-KKN thn 1983 itu dengan happy ending, kata orang bijak “datang kelihatan muka, dan kemudian pulang kelihatan punggung”.

Pengalaman ber-KKN “sweet memory” inilah yang saya narasikan kepada ke-3 orang mhs KKN kel 2 Faperta Unida, bimbinganku itu, agar mereka terus belajar dan belajar bermasyarakat dan mengamalkan ilmunya di masyarakat kini dan kelak dikemudian hari, apalagi ada diantara mereka berhasil menjadi pemuka dan pemimpin di masyarakat, insya Allah.

Saya bersama mahasiswa KKN pun berunding dengan bpk Kaur Desa Sukaraja, dengan berkonsultasi dengan bpk Kades, bpk Asep Aos, akhirnya acara penutupan KKN diundur keesok harinya Selasa tgl 12 September 2023 pkl 13 wib. Saya pun menyatakan kesiapan untuk hadir kembali di Kantor Desa Sukaraja.

Setelah ada keputusan tersebut, saya pamitan dan berfoto dengan bpk Asep Aos, yang ramah dan ganteng, Kades Millenial itu. Beliau sambil mengantar saya ke mobil untuk kembali ke kampus kami mengobrol tentang pengalaman memimpin masyarakat desa.

Alhamdulillah bpk Kadesnya, setuju sambil “manggut-manggut” dan membungkukan badannya, ya ini seniorku gumamnya setelah saya bercerita saya mantan aktivis Ormas dan Partai Golkar Kabupaten Bogor tahun 1990-an, juga hingga sekarang, nampaknya begitulah beliau menghormati tamunya saya. Saya pun respek dengan atitude Kades Sukaraja, yang ramah, sopan dan nampaknya berbudi baik ini.

Sesampai dipintu mobilku, aku lambaikan tangan dan bunyikan klakson,..seraya berkata “sampai ketemu esok hari pada acara penutupan acara KKN”,

Dia pun melambaikan tangannyai, pertanda “good bye”, mobilku berjalan mundur keluar dari halaman Kantor Desa Sukaraja, akan meluncur ke kampus UINDA “Bertauhid” Ciawi Kabupaten Bogor.

Sekian dan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasamanya, serta dukungan panitia KKN Faperta 2023. Mohon maaf apabila ada bahasa yang tak berkenan dalam cerita pengalaman ber-KKN untuk mendidik mahasiswa tersebut. Semoga bisa ditarik pelajaran (lesson learned) dari pengalaman tersebut.

Saya masih melihat, masih banyak hal dan kelemahan pendidikan dan pengajaran di kampus UNIDA yang berjargon “Tauhid” yang perlu dibenahi. Agar beban dan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya anak bangsa tidak dicitrai atau dinodai dengan kepentingan jahat lainnya. Akhirkata, semoga Allah.SWT selalu membimbing dan memberikan rahmat, karunia dan hidayah-Nya kepada kita sekalian. Aamiin. Syukron barakallah

Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si
(Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor,Konsultan.K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Ada 2 Juta Ton, Presiden Jokowi Pastikan Stok Beras Aman

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Tempat penyimpanan beras di Gudang Bulog Dramaga, Kabupaten Bogor dikunjungi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Senin (11/09/2023). Jokowi memastikan ada 2 juta ton stok beras sehingga ketersediaan disebut aman.

Kunjungan orang no satu di Indonesia itu didampingi sejumlah pejabat antara lain Menteri BUMN Erick Thohir, Mensesneg Pratikno, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dan Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Jokowi mengatakan, bahwa kunjungannya itu untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat di Indonesia yang mana kondisi saat ini sedang mengalami kemarau panjang.

“Semua negara sedang mengalami kekeringan air minum, termasuk Indonesia, meskipun hanya beberapa provinsi, ada 7 provinsi di kita. oleh sebab itu, saya datang ke gudang-gudang Bulog di sini, nanti di Jakarta, mungkin nanti di daerah, untuk memastikan bahwa stoknya itu ada, barangnya ada, berasnya ada,” katanya.

Jokowi mengklaim, ketersediaan beras saat ini masih aman sehingga masyarakat untuk tidak khawatir. Dia menjelaskan di dalam gudang 1,6 juta, dalam perjalanan 400 juta, sehingga stok 400 ribu ton, jadi ada stok 2 juta.

“Biasanya stok kita hanya 1,2 juta normal. ini kita memiliki 2 juta. Sehingga tidak usah khawatir. Oleh sebab itu juga mulai 1 September kemarin, saya perintahkan untuk memberikan bantuan pangan beras ke masyarakat, setiap bulan kira-kira 210 ribu ton keluarkan oleh Bulog untuk bantuan pangan itu,” terangnya.

Jadi kata dia, bahwa stoknya terus dilihat, nanti diteruskan lagi sehingga masyarakat jangan sampai terdampak dari kenaikan harga beras.

“Memang di lapangan ada kenaikan, meskipun inflasi kita masih dijaga 3,2 persen,” tambahnya.

Adapun menurut dia ada impor beras dari Kamboja masih dalam perjalanan dan sudah termasuk jumlah keseluruhan dari stok yang ada.

“Ini sudah semua, kan sebetulnya sudah realisasi, terus berjalan. Jadi barangnya ini dalam perjalanan menuju ke gudang-gudang Bulog, paling lama November,” imbuhnya.

Jadi kegiatan ini untuk memastikan bahwa pihaknya memiliki cadangan, strategi, stok, harus itu untuk menjaga agar tidak terjadi kenaikan.

“Karena memang produksi masih turun karena El nino, meskipun saya lihat angkanya juga tidak banyak,” bebernya.

Dikutip dari Bogor24update. Mengenai kenaikan di pasar ia melihat semua terjadi naik di semua negara dan sama seperti barang-barang yang lain semisal BBM.

“BBM juga gitu kan, harga pasar dunia naik, pasti dalam negeri ketarik semua, apalagi beberapa negara stok untuk tidak ekspor beras seperti India,” kata Jokowi.

Sama dulu kayak gandum, Ukraina sama Rusia yang memiliki stok sampai 200 juta ton stok, sehingga harga naik. Wajar tetapi yang paling penting manajemen tata kelola dalam menghadapi itu punya.

“Nanti ini setelah ritel semua diguyur oleh Bulog, kemudian masyarakat diberi, ini juga kayak operasi pasar memberikan ke rakyat ini,” pungkasnya.

** Andres

Soal Rencana Pembubaran Komite Sekolah, Begini Kata Komisi IV

0

jurnalinspirasi.co.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membubarkan Komite Sekolah di tingkat SD hingga SMP lantaran disinyalir menjadi ajang pungutan liar (pungli) mendapat respon Komisi IV DPRD.

Ketua Komisi IV, Akhmad Saeful Bakhri mengatakan bahwa pembentukan Komite Sekolah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016. Dengan demikian, rencana pembubaran Komite Sekolah tidak serta merta dapat dilakukan oleh Pemkot Bogor lantaran terdapat regulasi pusat yang mengatur.

Terkecuali, kata dia, pemkot mengajukan uji materil mengenai permendikbud tersebut. “Nggak bisa langsung dibubarkan begitu saja Komite Sekolah karena ada regulasi pusat yang mengatur,” ujar pria yang akrab disapa Gus M itu, Senin (11/9).

Selain itu, sambungnya, pembentukan Komite Sekolah juga diamanatkan dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) Nomor 20 Tahun 2003. Dalam pasal 56 ayat 3 menyatakan bahwa komite/madrasah sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan tenaga, sarana prasarana serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.

“Bila koordinator kelas (korlas) dibubarkan, kami setuju karena tak ada regulasinya,” ucap Gus M.

Menurut dia, pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 pasal 12 huruf b dijelaskan bahwa Komite Sekolah dilarang meminta sumbangan atau iuran kepada peserta didik dan orangtua siswa, yang bertujuan untuk diberikan kepada sekolah.

Namun, di pasal itu pun disebutkan bila untuk memajukan sekolah, komite dapat meminta sumbangan dengan mengajukan corporate social responsibility (CSR) kepada perusahaan-perusahaan di sekitaran sekolah.

“Boleh ajukan proposal CSR ke perusahaan sekitar, asal jangan meminta ke perusahaan rokok,” ucapnya.

Atas dasar itu, kata Gus M, perlu adanya edukasi kepada orangtua peserta didik dan anggota komite, agar dapat kreatif dan berinovasi dalam mencari solusi terkait anggaran untuk memajukan sekolah.

“Apabila sudah diedukasi masih melakukan pungutan yang tak berdasar hukum kepada orangtua siswa, maka laporkan saja ka aparat penegak hukum,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi perihal rencana pembubaran komite sekolah. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto enggan berbicara banyak. “Nanti saya infokan kalau sudah ya. Kalau korlas memang nggak ada legalitasnya, yang ada komite,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkot Bogor sepertinya akan menghapus Komite Sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP di ‘Kota Hujan’.

Kepada wartawan, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku sedang melakukan kajian untuk menghapus Komite Sekolah. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi, banyak yang menginginkan agar koordinator kelas dan komite dikaji kembali.

“Kami akan mengumpulkan seluruh Kepsek dari SD dan SMP pekan depan untuk menyampaikan hal-hal tersebut. Semua dalam kajian dan terus menindaklanjuti laporan pungutan liar, kemarin SD, nanti SMP kita cek lapangan,” ujar Bima, Minggu (10/9).

Saat disinggung apakah hal itu berarti juga menghapus komite sekolah. Bima menegaskan bahwa selama hal itu menjadi kewenangan wali kota, maka tentu ia bakal melakukannya.

“Sejauh mana kewenangan wali kota, harus dilihat dasar hukumnya. Intinya kita evaluasi, pungutan kan bisa oleh oknum guru, kepsek, komite sekolah dan lain sebagainya,” katanya.

Sebelumnya, Bima mengaku mendapat aduan soal pungutan liar di setiap sekolah dari mulai SD hingga SMP.

“Ada 12 aduan tentang pungli di SD dan SMP. Semuanya kita tindaklanjuti. Waktu itu di SD Bogor Selatan itu kepala sekolah terindikasi kuat melakukan pelanggaran dengan pungli ketika proses PPDB sudah di tindak lanjuti oleh inspektorat,” katanya.

Ia pun meminta yang bersangkutan dijatuhi sanksi sesuai aturan. Karena ada juga laporan lain, termasuk penyalahgunaan uang tabungan dan lain-lain.

Lebih lanjut, Bima meminta Disdik foku kepada kasus pungli, jangan sampai memberatkan anak anak agar tidak menggangu kondisi belajar.

Bima juga menyebut akan terus membuka layanan aduan tersebut dan akan posting di media sosialnya.* Fredy Kristianto

ZM Komitmen Kembangkan Olahraga Masyarakat di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Ratusan warga mengikuti senam massal memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2023, dan HUT ke-23 Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), di Lapangan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (10/9/2023) akhir pekan lalu.

Zaenul Mutaqin

Selain senam massal, KORMI Kota Bogor juga menggelar festival street soccer memperebutkan piala Perkumpulan Street Soccer Indonesia (Perssoci), serta pertandingan olahraga tradisional.

Ketua KORMI Kota Bogor, Zaenul Mutaqin (ZM) mengatakan, pihaknya berkomitmen dan konsisten dalam mengembangkan dan memajukan olahraga rekreasi masyarakat dalam rangka mewujudkan olahraga yang berbasis pariwisata.

ZM pun mengajak seluruh masyarakat untuk hidup sehat dengan berolahraga, tujuannya agar tubuh terus bugar.

“Melalui olahraga senam ini kita ingin memajukan olahraga rekreasi masyarakat. Kita tidak ingin Kota Bogor tertinggal lagi dengan daerah lain. Kami juara keempat saat Forprov lalu di Sumedang, itu menunjukkan KORMI Kota Bogor serius mengembangkan olahraga tradisional,” jelas ZM.

Salah satu bentuk komitmen KORMI Kota Bogor dalam pelestarian olahraga tradisional ini adalah dengan menggelar kegiatan festival dari semua Induk Olahraga (Inorga), dan senam massal.

ZM berharap, kegiatan ini akan jadi media yang tepat untuk kembali memasyarakatkan olahraga tradisional di kalangan masyarakat Kota Bogor terutama kalangan generasi muda dan pelajar.

“Saya optimis dengan festival, dan berbagai pelatihan, maka olahraga tradisional yang jadi budaya bangsa akan tetap bisa dilestarikan di Kota Bogor,” pungkasnya.

** asep syahmid