26.3 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 532

Samisade Cair, Pajak Jangan Telat Bayar

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Program Samisade di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor baru turun di 7 desa dari 13 desa dan hanya Desa Ciampea Udik yang mendapat anggaran kurang dari satu miliar.

Kasi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Ciampea, Bedi Rusmana menjelaskan yang mendapat Samisade diantaranya Desa Cibadak, Bojongjengkol, Cihideung Udik, Ciampea Udik, Ciampea, dan Desa Benteng. Sedangkan sisanya lima desa lagi masih dalam proses Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). “Dana sesuai dengan usulan desa masing-masing. Desa Ciampea Udik mendapat bantuan program Samisade yang terkecil yakni Rp 845 juta. Sedangkan dlainnya mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 miliar,” ujarnya.

Bendi mengungkapkan rata-rata peruntukan Program Samisade di wilayah Kecamatan Ciampea digunakan  untuk pembangunan jalan desa dan TPT. Sedangkan alasan berbeda-beda pencairan  program Samisade disebabkan kelengkapan berkas administrasinya yang berbeda.

Ketika pekerjaan Samisade tahap pertama sudah selesai 75 persen, desa bisa mengajukan  Samisade tahap kedua. Ia mewanti-wanti agar Pemdes lebih berhati-hati lagi menggunakan anggaran Samisade.

“Ketika uang sudah masuk ke rekening desa, pemdes harus segera merealisasikan dan melaporkan progres pekerjaan perminggu. Kemudian, pembangunan agar kualitas dan kuantitasnya . Terakhir pajak di bayar bertahap dan tidak sampai nunggak pajak,” tukasnya.

** Arif Ekon

Karakteristik dan Dampak Limbah B3 Terhadap Lingkungan

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – PT. Hijau Lestari Prakarsa Utama mendefinisikan limbah B3 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, yaitu zat, energi ataupun komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup atau membahayakan lingkungan hidup dan kesehatan.

Berdasarkan penjelasan atau definisi tersebut, kita mengetahui bahwa limbah B3 dapat berdampak sangat buruk bagi makhluk hidup dan lingkungan. Padahal, lingkungan sangat berarti bagi makhluk hidup.

Karakteristik Limbah B3 mudah meledak, limbah yang mudah meledak atau explosive adalah limbah yang saat suhu dan tekanan standar dapat meledak. Kondisi tersebut dapat terjadi sebab limbah ini bisa menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi melalui reaksi fisika atau kimia sederhana. Adapun beberapa contoh limbah B3 yang mudah meledak yaitu asam prikat.

Pengoksidasi adalah sampah anorganik berbahaya yang bisa melepaskan panas karena teroksidasi. Limbah ini dapat menimbulkan api ketika bereaksi dengan bahan lain. Jika pengelolaan limbah ini tidak ditangani dengan serius maka dapat menyebabkan kebakaran besar di lingkungan tersebut. Contohnya yaitu kaporit.

Kemudian sifat limbah yang mudah menyala atau Flammable. Limbah ini adalah sampah berbahaya yang mudah terbakar karena kontak dengan udara, nyala api, air, atau bahan lain walaupun suhu dan tekanan standar. Contoh limbah B3 yang mudah menyala yaitu benzena, pelarut toluena atau pelarut aseton dari industri cat, tinta, pembersih logam, dan laboratorium kimia.

Ada juga Limbah beracun, merupakan limbah yang mengandung zat beracun bagi makhluk hidup. Limbah ini dapat menyebabkan keracunan, sakit, bahkan kematian jika terjadi kontak pernapasan, kulit, atau mulut. Contoh limbah ini yaitu limbah pertanian seperti pestisida.

Lalu limbah Korosif. Limbah ini memiliki ciri bisa menyebabkan iritasi kulit, menyebabkan karat pada baja, memiliki pH ≥ 2 (jika bersifat asam) dan ≥ 12,5 (jika bersifat basa). Contoh limbah B3 ini yaitu sisa asam sulfat untuk industri baja, limbah asam dari baterai. serta limbah pembersih sodium hidroksida di industri logam.

Selanjutnya, Bersifat Iritasi. Limbah yang bersifat iritasi adalah limbah yang bisa menyebabkan peradangan ataupun iritasi pernapasan, pusing, dan mengantuk saat terhirup. Contoh limbah ini yaitu asam format dari industri karet.

Selain itu ada yang Bersifat Karsinogenik, Teratogenik dan Mutagenik. Limbah dengan sifat karsinogenik adalah limbah yang bisa menyebabkan munculnya sel kanker. Limbah teratogenik merupakan limbah yang dapat mempengaruhi pembentukan embrio. Sementara itu, limbah mutagenik yaitu limbah yang menyebabkan perubahan kromosom.

Dampak yang dihasilkan jika tidak dikelola dengan baik antara lain. Untuk tanah atau lahan yang tercemar limbah B3 akan mengakibatkan penurunan kualitas tanah, sulitnya melakukan budidaya tanaman di lahan tersebut karena tanaman-tanaman sulit untuk tumbuh pada kondisi tanah yang tidak layak.

Tidak hanya tanah, bahan-bahan beracun yang tercampur pada tanah juga dapat mencemari air dan mendatangkan berbagai penyakit. Hasilnya, semuanya menjadi terganggu bila limbah B3 telah mencemari tanah atau lahan, bukan saja tanaman yang mati akan tetapi lingkungan secara luas akan mati.

Penulis:

Cahya Fadilah
(Pegiat Lingkungan)

Pendekatan Persuasif, Kriminalitas di Nanggung Menurun

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Angka kriminalitas di wilayah hukum Polisi Sektor (Polsek) Nanggung, Polres Bogor menurun. Hal itu setelah Polsek Nanggung melakukan upaya pendekatan persuasif di masyarakat.

Kapolsek Nanggung AKP Jony Handoko mengatakan, selama tahun 2023 ini di wilayah hukumnya sudah tidak adalagi kasus pencurian.

“Saat ini sudah tidak ada lagi kasus pencurian-pencurian baik itu pencurian hewan ternak maupun ranmor di wilayah hukum Polsek kita,” katanya, belum lama ini.

“Kami Polsek bekerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama Muspika dan para kepala desa untuk mengaktifkan kembali Siskamling di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Menurut Handoko, pihaknya selalu menghimbau untuk peduli terhadap diri sendiri dan mengamankan barang berharga miliknya.

Jadi selain anggota kepolisian juga melakukan patrol, juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu peduli keamanan terhadap diri sendiri dan lingkungan dan yang lebih penting menjaga barang berharga miliknya.

“Meskipun kita selalu gencarkan patroli kadang tidak berpengaruh. Karena anggota yang terbatas juga para pelaku pencurian memanfaatkan waktu,” katanya.

Dia juga menjelaskan, menurunnya angka kriminalitas di wilayah Nanggung setelah potensi-potensi yang ada di wilayah dimanfaatkan.

“Jadi dengan adanya trobosan dari Ciguha River kedepannya bisa menghilangkan masyarakat yang mengambil tambang emas yang resikonya tinggi,” kata dia.

Handoko memaparkan bahwa saat ini masyarakat sadar yang mana tidak selamanya emas itu ada terus. Mereka juga tidak tumbuh dan tidak berkembang dan suatu saat pasti akan habis. 

“Tokoh-tokoh masyarakat yang membuat terobosan karena mereka sadar bahwa emas itu tak selamanya ada. Sekarang sekarang ini sudah berkurang dan hasilnya sudah minim,” bebernya.

Dia berharap dengan terobosan tokoh-tokoh masyarakat dampaknya nanti bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar, baik dari hasil wisata dan tanamannya.

“Yang mana nantinya UMKM disana juga terdampak. Tokoh masyarakat dan tokoh agama disana punya ide dan gagasan untuk memperdayakan alam yang ada disana,” tukasnya.

** Andres

Pemukiman Sering Kebanjiran, Desa Parakanmuncang Bangun Drainase

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor membangun drainase sepanjang 845 meter di wilayah RW 07. Kini, pembangunan drainase tersebut telah mencapai 50 persen.

Drainase itu awalnya berupa saluran tanah dan setiap hujan melanda, pemukiman warga terendam banjir. Pemdes Parakanmuncang merespons aspirasi masyarakat dengan membuat drainase permanen menggunakan anggaran Samisade tahap pertama tahun 2023.

“Samisade tahun 2023 ini kita ada disatu titik, tepatnya di RW 07 yang  tersebar di  RT 1 dan RT 2 itu peruntukannya karena memang aspirasi dari masyarakat, ketika di musim penghujan drainase yang ada di wilayah tersebut berupa tanah. Di musim hujan itu biasanya meluap sampai ke pemukiman warga,” kata Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin kepada Jurnal Bogor, Senin (24/07/2023).

Dia membeberkan, drainase tersebut memang cukup penting untuk  dilakukan pembangunan. Terlebih sumber air muncul dari gunung dan lapangan yang mana sering terjadi  banjir saat hujan.

“Drainase yang meliputi RT 01 dan RT 02 karena di dua wilayah tersebut ketika di musim penghujan yang satu air dari gunung itu masuk ke pemukiman warga, yang satu lagi dari lapangan dan ada dari pemakaman air masuk juga,” katanya.

Dia membeberkan tak hanya drainase juga ada tebing penahan tanah (TPT) untuk antisipasi longsor yang mana di atasnya berdiri bangunan sekolah PAUD. dan hotmix jalan lingkar  RT 02 dan jalan menuju akses Desa Sukaraksa dengan pembetonan yang akan dilakukan pada tahap kedua.

Dengan panjang  845 meter sepanjang jalur drainase dari Gunung Pasir Ahad  sampai ke aliran kali Cihoream.

Dia menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan 1 miliar dengan harapan bisa terwujud.

“Alhamdulillah kita di Desa Parakanmuncang tahun 2003 kita mengusulkan 1 miliar. Kita baru tahap 1 dengan progres pengerjaan sudah mencapai kurang lebih 50%, kita akan segera genjot lagi untuk tahap berikutnya,” katanya.

Mauludin menjelaskan, program Samisade ini bisa mengatasi persoalan masalah tersebut.

“Adanya Samisade tentu menjawab semua aspirasi masyarakat, pertama karena dikeluhkan ketika akses jalan-jalan dan drainase tersebut adalah pemanfaatannya kurang maksimal. Ketika memang jalan tersebut belum dibangun sampai hari ini kan jalan tersebut kondisi rusak parah yang mana dibangun oleh kepala desa sebelumnya,” pungkasnya.

** Andres

Ngeri Pengakuan Amil Pudin, Rp120 Juta Dibagi-bagi dan Anggaran Batu Nisan Dilebihkan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Disaat dipertanyakan oleh panitia lokal terkait transparansi anggaran relokasi pemakaman Kp.Cohak, Amil Pudin sebagai Panitia Pelaksana kegiatan relokasi makam mengatakan bahwa Rp 120 juta lebih anggaran dibagikan kepada beberapa unsur dan pihak-pihak terkait.

“Kelebihan dari uang tahlil itu kami alokasikan untuk operasional dan membagikan kebeberapa pihak, dan menurut pihak jalan tol itu tidak apa-apa, asal bisa ngaturnya saja dan pelaporannya pas saat nanti ditanyakan,” ungkap Amil Pudin kepada Jurnal Bogor beberapa hari lalu.

Dirinya menyebut, Kades, Camat, Perwakilan Dinas DPKPP yang turut dibagikan dan kurang lebih anggaran yang dibagikan itu ada sekitar Rp 120 jutaan.

“Memang tidak minta, tapi kami memberikan sebagai ucapan terimakasih, katanya itu gak apa-apa, asal bisa ngaturnya aja,” cetusnya.

Selain itu, dirinya mengaku bahwa ada kelebihan angka untuk pembelian batu nisan yang dibelinya dari Sukabumi dan Depok. Karena, jika harga pada umumnya memang hanya berkisar 150 sampai 200 ribu, tapi kami anggarkan sebesar 300 ribu untuk sekaligus membentuk makam.

“Jadi, anggaran 300 ribu per makam untuk batu nisan itu sekaligus pembentukan makamnya, biar terlihat rapi jadi anggarannya kami lebihkan,” dalihnya.

Dirinya menyebut, kondisi sudah aman dan gak akan ada pemeriksaan seperti anggaran pada umumnya.

“Kondisi sudah aman dan berkas pelaporan sudah saya kirim ke DPKPP, Insya Allah tidak akan diperiksa,” tandasnya.

“Dan untuk kelebihan anggaran ada 35 juta akan kami belikan rumput, tapi itu pun uangnya belum keliatan,” tambahnya.

Sebelumnya, HM yang dimintai Amil Pudin untuk memimpin tahlil dengan hanya diberikan uang sebesar Rp 125 juta dari anggran yang diminta panitia kurang lebih 500 juta. HM menyebut, dirinya merupakan panitia lokal yang sama sekali tidak mengetahui berapa besaran pengeluaran yang sesungguhnya, hanya KSB panitia saja yang mengetahui itu dan tidak pernah dibuka dalam forum rapat panitia.

“Mungkin keluarga ahli waris tidak mempersoalkan karena tidak tahu, tapi kami ini sangat tahu, dan ada beberapa ribuan makam yang tidak ada ahli warisnya,” bebernya.

Bukan hanya itu, ketidakrtransparanan itu terlihat saat dirinya diberikan uang secara bertahap oleh orang yang berbeda-beda. Menurut HM, dia pernah menegur langsung Ketua Panitia di hadapan kepala desa dengan meminta ketransparanan laporan hasil pengeluaran biaya semuanya.

” Jika memang bisa kami akan mengajukan laporan agar diperiksa dan diaudit oleh pihak terkait, agar ketahuan siapa saja yang menjadi penikmat uang tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui berikut anggaran permakam yang diminta oleh panitia untuk merelokasi makam Kp.Cohak

1. Tenaga Gali Rp500 ribu/makam
2. Perbait / Kain Kafan Rp300 ribu/makam
3. Bumbu Rp30 ribu/ makam
4. Bambu/Papan Rp40 ribu/ makam
5. Penggalian Lalandak Rp30 ribu/makam
6. Batu Nisan Rp300 ribu/makam
7. Pengurusan Pemulasaraan Rp100 ribu/makam
8. Pengajian Tahlil Rp200 ribu/makam

** Nay Nur’ain

Pemilik Pabrik di Desa Weninggalih Diberikan Sosialisasi Izin dan Dampak Pengeboran untuk Air Tanah

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Sejumlah pengusaha yang mendirikan pabrik di Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor diberikan pemahaman terkait izin dan cara melakukan pengeboran sumur untuk perusahaan mereka. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Weninggalih, Mamat Rahmat yang mengatakan adanya pemahaman ini berharap pihak perusahaan bisa mengikuti aturan sesuai yang diarahkan.

“Saya hadir disini hanya sebagai kepala desa saja, memang sejauh ini kendala di Desa Weninggalih adalah air. Mengingat, bukan hanya kering, tapi air yang ada kadang itu hitam dan tidak layak sekali untuk dipakai,” ungkap Mamat kepada Jurnal Bogor, Senin (24/7/23).

Menurutnya, hal yang sama pasti dirasakan oleh para pengusaha yang berada di Desa Weninggalih. Dia hanya berharap agar adanya ubah fungsi status desa menjadi kawasan industri bisa membantu warga yang kesulitan air bersih.

“Kepada Pemda Bogor saya sudah mengajukan berkali-kali, untuk dibangunkannya embung sebagai penampungan air, tapi sampai saat ini belum direalisasikan, bahkan beberapa kali dicoret dari anggaran,” bebernya.

Pernah saat itu pihak dinas mengatakan, sambung Mamat, bahwa alasan tidak dibangunkannya embung karena tidak ada sumber air. Tapi menurutnya, justeru karena tidak ada air dibuat embung untuk menampung air hujan yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat.

“Namun menurut Pemda itu tidak efisien, dan sejauh ini solusi satu satunya adalah dengan memakai saluran air dari PDAM,” cetusnya

Lebih lanjut Mamat mengatakan, dengan adanya sosialisasi dari Dinas ESDM ini berharap pihak perusahaan tidak hanya terfokus membuat sumur untuk kepentingan mereka saja, melainkan juga memikirkan nasib warga yang juga pasti akan kesulitan air jika mereka membuat pengeboran dengan kedalaman diatas rata-rata.

“Saya sih berharap, pihak perusahaan turut memikirkan nasib warga, mereka memang punya modal untuk membangun apapun, terlepas itu ada izinnya atau tidak. Tapi warga saya yang hanya berpenghasilan menengah kebawah, belum tentu bisa mengebor sumur dengan kedalaman seperti mereka,” tandasnya.

” Sudah pasti, nantinya akan berdampak kurang baik kepada warga. Oleh karena itu, pihak ESDM Provinsi Jabar saya harapkan untuk mendatangi perusahaan satu persatu agar mengetahui kedalaman sumur yang mereka gali sekaligus dampaknya kepada lingkungan,” tambah Mamat.

** Nay Nur’ain

Optimis Selesai Lebih Cepat, Warga Diminta Bersabar

0

Proyek pergantian Jembatan di Jalan Otto Iskandardinata (Otista) kini sudah berjalan selama 2,5 bulan. Pemkot terus mewanti-wanti pihak ketiga agar menyelesaikan pembangunan tepat waktu. Hal ini karena dampak dari penutupan ini adalah kemacetan lalu lintas.

Deru mesin alat berat terus berbunyi. Begitu juga pekerja siang malam tak pernah berhenti untuk mengerjakan tugas di masing-masing bagiannya. Seakan bekerja tak mengenal lelah, baik manusia maupun alat-alat berat mulai membangun pondasi untuk melabarkan atau merevitalisasi jalan Otista yang terletak di Kecamatan Bogor Tengah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Rena Da Frina hingga pertengahan Juli ini proyek revitalisasi jembatan Otista ini sudah berjalan sebanyak 23,75 persen.
Jumlah itu memang masih lebih dulu dibanding yang ditargetkan pada pertengahan Juli 2023 ini, sebesar 23,50 persen. Namun, deviasi positif itu sangat tipis, hanya 0,25 persen saja.
Meski begitu Rena menyatakan, proyek tersebut masih berjalan sesuai dengan yang dijadwalkan oleh pihaknya. “Masih on schedule, dan on the track. Ada deviasi positif, hanya saja kurang dari 1 persen,” ucapnya saat dihubungi Radar Bogor, Sabtu (15/7).
Dirinya berharap pekerjaan tersebut bisa terus berjalan sesuai jadwal.
Rena optimis pihak ketiga yakni PT Mina Fajar Abadi masih bisa mencapai target mempercepat pekerjaan lebih awal, dibanding yang diharapkan. Para pekerja saat ini tengah berfokus pads pengeboran jembatan trem.
Masih ada dua titik pengeboran, yang mesti diselesaikan. Sementara titik di sisi kanan, atau pada Kelurahan Baranangsiang sudah rampung. “Tinggal pile clapnya, hari Minggu besok pengecoran. Sisanya di sisi kiri (Warung Bogor) ada dua titik lagi untuk pengeboran,” beber Rena.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil meminta warga Bogor tetap bersabar, menunggu pengerjaan revitalisasi jembatan di Jalan Otista yang masih berlangsung.
Permintaan Emil, sapaan Gubernur, disampaikan saat dirinya meninjau langsung proyek pergantian Jembatan Otista pada Jumat (21/7). Dalam sambangannya tersebut, ia memeriksa progres pembangunan jembatan yang didanai oleh Pemerintah Provinsi Jabar sebesar Rp 49.066.819.311,00.
Emil berharap, perbaikan Jembatan Otista bisa memperlancar lalu lintas yang awalnya tersendat, serta meningkatkan ekonomi Warga Kota Bogor. “Jembatan Otista akan menjadi ikon baru Kota Bogor, dan semakin menggalakkan wisatawan untuk datang ke kota ini,” ucap Emil.

DIKEBUT: Pihak ketiga mengerjakan proyek revitalisasi Jembatan Otista dari pagi dan malam.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau proyek Jembatan Otista didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya, Jumat (21/7/2023)

Proyek pergantian Jembatan Otista ditargetkan rampung pada akhir tahun 2023 mendatang, ketika Emil tak lagi menjabat sebagai Gubernur. Meski demikian, ia mengatakan tetap ingin menyaksikan jembatan itu selesai. “Walaupun akhir tahun tidak lagi jadi Gubernur, tapi sebagai warga biasa saya ingin menyaksikan selesainya ikhtiar-ikhtiar (pembangunan) untuk masyarakat,” ujarnya.
Emil berharap, ketika proyek itu selesai masyarakat bisa menerima Jembatan Otista. Emil ingin masyarakat Kota Bogor bisa bersabar menunggu proyek tersebut selesai.
“Prediksinya akhir tahun selesai, bahkan bisa lebih cepat beres. Setelah itu, perekonomian meningkat, pembangunan lancar. Oleh karena itu mohon bersabar,” tutur Emil. (fat)

Manfaatkan Samisade, Puraseda Bangun Jalan dan TPT

0

Samisade Diharapkan BERDAMPAK PADA SEKTOR PARIWISATA dan Hidupkan Ekonomi Masyarakat

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Sumber anggaran bantuan keuangan infrastruktur melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor direalisasikan pada dua titik pembangunan.

Kepala Desa Puraseda Asep Ruhiyat menjelaskan, dua kegiatan Samisade tahun 2023 itu untuk peningkatan jalan desa dengan betonisasi dan hotmix.

“Lalu dilaksanakan pembangunan berupa Tembok Penahan Tanah (TPT),” ujar Kepala Desa Puraseda Asep Ruhiyat kepada wartawan, Senin (24/7)

Dari beberapa kegiatan pembangunan yang tengah dalam pengerjaan diharapkan dapat meningkatkan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan  sektor pariwisata.

Peningkatan jalan hotmix dilakukan di sepanjangn jalan Desa Ciateul – Kampung Sabrang. Sedangkan pembangunan betonisasi terlebih dilakukan untuk pelebaran jalan desa.

Kades menerangkan pengerjaan hotmix jalan sepanjang 1300 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,3 centimeter.

Ditambah betonisasi dengan lebar 1 meter  dikerjakan disisi badan jalan untuk pelebaran jalan dengan ketebalan 10 centimeter.

“Anggaran untuk pembangunan hotmix dan betonisasi itu sebesar Rp 650.000.000,” ungkap Asep Ruhyat.

Selain itu kata Asep Ruhyat, anggaran Samisade tahun 2023 juga untuk pembangunan TPT yang berlokasi di Kampung Sabrang RT 02 RW 09 dengan volume panjang 120 meter dan tinggi 2,5 meter dengan anggaran sebesar Rp 350 juta.

“Kami fokus karena Desa Puraseda ini banyak potensi alam termasuk wisata juga, untuk itu pembangunan peningkatan jalan desa ini perlu dilakukan karena  jalan ini selain untuk memperlancar akses ekonomi, pendidikan, pertanian juga untuk meningkatkan sektor pariwisata,” katanya.

Jadi  kata dia, saat ini jalan desa yang berada di Kampung Ciateul menuju Kampung Sabrang dilakukan pelebaran lantaran saat ini sudah banyak warga yang menghibahkan sebagian tanahnya untuk pelebaran jalan tersebut.

“Untuk pelebaran jalan kami prioritaskan, jadi mereka (warga) menghibahkan tanah itu dan kami langsung melaksanakan pengerasan dan betonisasi,” katanya.

Selain itu Asep Ruhiyat menambahkan, pascadilantik menjadi Kepala Desa Puraseda periode 2023-2029 secara otomatis pihaknya juga harus menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

“Rencana pembangunan menengah yang akan dilaksanakan tahap kedepan ini salah satu realisasi yang kita harapkan oleh masyarakat di bidang infrastruktur untuk meningkatkan ekonomi dan segi potensi wisata,” katanya.

Sementara Ketua BPD Puradesa, Hermanto mengatakan pembangunan peningkatan infrastruktur baik itu jalan maupun TPT diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat sehingga dapat mempermudah jangkauan warga dalam kegiatan sehari-hari.

“Alhamdulillah di tahun 2023  ini meski kepala desanya baru menjabat beberapa bulan semua anggaran yang masuk dari Kabupaten Bogor dapat direalisasi untuk masyarakat Desa Puraseda terutama dalam bidang infrastruktur,” katanya.

Pembangunan Infrastruktur bersumber dari anggaran Samisade ini mendapat sambutan baik dari warga Desa Puraseda salah satunya disampaikan Nurhasan (42). Dia berharap, pembangunan di desanya terus dilakukan demi kemajuan dan  kesejahteraan warga.

“Alhamdulillah karena ini ada kepala desa yang baru berjalan dengan bagus intinya sedang dikerjakan alhamdulillah mudah-mudahan saja selanjutnya bisa sebagus ini,” tukasnya.

** Arip Ekon

Budayawan Gelar Sasadu Buhun, Proyek Bumi Ageung Dimulai

0

jurnalinspirasi.co.id – Masyarakat peduli Bumi Ageung Pakuan Pajajaran menyelenggarakan Sasadu Buhun di Bumi Ageung Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (23/7).

Sasadu Buhun ini menjadi pertanda bakal dibangunnya Bumi Ageung Batutulis yang sempat tertunda.

Dimulainya pembangunan Bumi Ageung Batutulis ini karena adanya kesepakatan dengan musyawarah mufakat antara budayawan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Akhirnya Pemkot Bogor menerima masukan-masukan keinginan dari para kesepuhan, inohong dan masyarakat terkait pembangunan Bumi Ageung Batutulis ini,” ucap Ketua Masyarakat Peduli Bumi Ageung Pakuan Pajajaran, Putra Sungkawa kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, masukan dari kasepuhan, inohong, budayawan dan masyarakat itu adalah bentuk bangunan Bumi Ageung sesuai dengan ciri kebudayaan dan kearifan lokal  yang mencirikan jati diri Sunda dan marwah kesundaan.

“Alhamdulillah Pemkot Bogor bijaksana menerima masukan masukan dari kami,” katanya.

Nantinya, kata Putra Sungkawa,  Bumi Ageung Batutulis ini akan menjadi tempat peninggalan orang tua terdahulu. Dimana didalamnya memiliki ruang-ruang seperti  balai pustaka, balai waditra, balai alat musik, balai atik, dan menjadi tempat berkesenian dan berkebudayaan.

“Nantinya setiap bangunannya berbentuk rumah adat sunda, fungsi dan penggunaannya ada leuit, jadi saat kita masuk ke area ini terlihat museum banget,” jelasnya.

Sementara, pelaksana pembangunan Bumi Ageung Batutulis, PT. Titian Usaha Graha Utama, melalui Project Managernya Umar menjelaskan, bahwa Pemkot Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) telah menemui kesepakatan terkait desain Bumi Ageung Batutulis ini.

“Alhamdulillah hari ini kita ada selamatan atau Sasadu Buhun. Insya Allah kami pihak pelaksana sudah bisa memulai pembangunan Bumi Ageung Batutulis setelah 1 bulan tertunda,” ujar Umar.

Namun, sambung dia, pembangunan Bumi Ageung Batutulis ini masih menunggu perubahan desain dari perencana. 

“Senin ini, kita sudah mulai pemagaran dan dilanjutkan dengan pembongkaran sambil menunggu hasil perubahan desain tersebut,  karena pembangunan harus memenuhi secara aturan, sebab nanti akan menjadi adendum pekerjaan,” katanya.

Ia mengaku, pihaknya akan mengajukan penambahan adendum waktu, karena pembangunan Bumi Ageung Batutulis ini sudah memiliki keterlambatan  hampir satu bulan 

“Kalau di SPK (surat perintah kerja) kita harus mulai pekerjaan pada 27 Juni hingga 27 November 2023,” katanya.

Ia menyatakan, bahwa anggaran pembangunan Bumi Ageung diatas lahan 3.248 meter ini tidak berubah yaitu Rp16 miliar, karena menyesuaikan dengan kontrak yang sudah ada.

“Mungkin hanya desain saja yang berubah, kalau anggaran tetap yang sudah ada dan sudah dipastikan tidak melebihi pagu,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Anies Syaratkan Cawapresnya ‘Kriteria 0’

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anies Baswedan menyatakan ada syarat khusus ‘Kriteria 0’ yakni tidak bermasalah dan berani. Bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang diusung Partai NasDem, Demokrat dan PKS ini awalnya membeberkan sejumlah kriteria cawapres menghadapi Pilpres 2024.

Anies pada Sabtu (22/7) tampak akrab dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat nonton bareng Asia V League 2023 di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor. Lalu apakah ‘Kriteria 0” yang dimaksud Anies adalah AHY. Namun Anies enggan menjelaskan. “Kita nonton bareng,” tutur Anies.

Sebelumnya, Anies telah mengemukakan syarat cawapres. “Saya mencoba dalam keputusan itu pakai kriteria supaya predictable, if you make decision, you really have kriteria itu, jadi 1, dia bisa membantu kemenangan. Masa pasangan yang malah buat kalah gitu, iya kan, nomor 1 dia bisa membantu kemenangan,” kata Anies, Kamis (20/7) lalu.

Kemudian, Anies memerlukan cawapres yang bisa membuat koalisi solid. Lalu menurutnya, harus punya visi yang sama dan membantu dalam proses pemerintahan.

“Kedua, dia bisa membuat koalisi solid, ketiga, dia bisa membantu di dalam proses pemerintahan bila ditakdirkan menang. Keempat, dia punya visi yang sama. Jangan sampai visinya beda nanti rutenya beda,” ucap Anies.

Kriteria terakhir, Anies juga ingin didampingi oleh sosok yang punya kepribadian baik. Selain itu, chemistry dengan dirinya juga harus baik.

“Yang kelima adalah lebih pada kepribadian, apa chemistry-nya baik. Boleh kan punya chemistry yang baik sehingga bisa jadi dwitunggal, bener kan kira-kira gitu. Lima kriteria itu, dalam proses ini sedang menjalani ini,” ujarnya.

“Saya rasa dalam perjalanannya kelihatannya ada kriteria nomor 0, yaitu dulunya saya memasukkan itu, yaitu tak bermasalah, tak bermasalah dan berani. Karena, kalau ada masalah, mudah sekali kesandung sekarang ini,” jelas Anies.

“Jadi kriterianya lima terus muncul kriteria ke-0, (yakni) tak bermasalah. Ternyata itu faktorial sangat penting karena, kalau tidak kepleset-kepleset sepanjang, siapa namanya, ini dia, mudah-mudahan beberapa waktu ke depan bisa selesai, tapi sekarang lagi dibahas kalau yang limanya kelihatannya mudah, yang 0 ini yang lagi dicari supaya aman, cari yang tidak bermasalah,” sambung dia.

Sebelumnya AHY mengaku optimististis bersama Anies bisa memenangi pilpres tahun depan. AHY mengungkapkan dirinya adalah pribadi yang optimistis dan selalu mempersiapkan diri untuk hasil yang terbaik, termasuk bagi KPP yang mengusung Anies.

“Insya Allah saya adalah orang yang selalu optimistis dan ingin terus mempersiapkan diri. Saya merasa harus terus bekerja karena kita (koalisi) tidak hanya ingin berlayar, tapi ingin menang,” kata AHY.

Oleh karena itu, kata AHY performance harus ditingkatkan, semakin baik diterima oleh masyarakat, semakin jelas narasi yang juga akan diperjuangkan. “Substansinya harus jelas,” tuturnya.

AHY juga menyinggung soal berbagai hasil survei yang menempatkan namanya dalam jajaran teratas figur pendamping Anies di Pilpres nanti. Baginya, itu menjadi sebuah modal dasar.

“Kalau tadi disampaikan ada sejumlah lembaga survei yang memotret pasangan ini (Anies-AHY) juga punya kans yang baik, saya pikir pertama harus kita nilai atau tempatkan sebagai sebuah potensi, sebuah modal dasar,” ujarnya.

Kendati demikian, bagi AHY hasil survei tersebut tak berarti apa-apa jika waktu coblosan nanti tak mampu mendulang suara yang signifikan.

“Kita kan nggak mau hanya unggul di survei, kita ingin benar-benar unggul di lapangan artinya survei itu terkonversi menjadi suara riil rakyat di TPS-TPS,” ujar AHY lagi.

Seperti diketahui Partai Demokrat telah membangun Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bersama NasDem dan PKS. Mereka mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024.

Hasil kesepakatan parpol pengusung, keputusan penentuan sosok cawapres sepenuhnya ada di tangan Anies Baswedan selaku capres.

** Asep S Sayyev