31.5 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 526

Talang KS Tubun Bocor, PUPR Surati DSDA Jabar

0

jurnalinspirasi.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor mengaku telah melayangkan surat kepada Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Surat itu terkait kebocoran talang air yang melintang di atas Jalan KS. Tubun, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina mengungkapkan, sebelum peristiwa truk kontainer tersangkut talang air terjadi, pihaknya mendapati kebocoran di saluran irigasi tersebut.

“Jadi sebelum kontainer itu, awalnya ada berita bocor karena ada saluran bekas irigasi di sana. Justru kami sudah komunikasi dengan DSDA provinsi,” kata Rena, Selasa, (1/8).

Menurut Rena, kebocoran talang air tersebut sudah menjadi pembahasan DSDA Provinsi Jawa Barat. Rencananya, mereka akan melakukan perbaikan.

“Mereka sudah rapat dan akan intervensi kebocoran itu tahun ini. Tapi saya bilang itu kelamaan kalo nunggu di anggaran perubahan mereka (APBD Provinsi Jawa Barat),” kata dia.

Karena itu, Rena mengatakan pihaknya sudah mengkomunikasikan kembali untuk segera diperbaiki. Terlebih kondisi sekarang talang air terkena truk kontainer.

“Ya perbaiki saja, yang penting nggak bocor. Nah, sekarang tertabrak sama kontainer. Dan ini kami komunikasikan lagi untuk bisa segera memperbaiki,” ujarnya.

Rena menyebut pihaknya bisa saja memperbaikinya, namun keberadaan talang air itu ranah kewenangan dari Pemerintah Jabar.

“Kami sudah bersurat dan mereka sudah rapatkan. Nanti saya cek lagi. Tapi intinya perbaikan itu tahun ini,” ungkapnya.* Fredy Kristianto

Pemkot Siapkan Pembangunan GOM Bogor Barat

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana membangun Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat senilai Rp6 hingga Rp7 miliar pada tahun anggaran 2024 mendatang.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa Pemkot saat ini tengah fokus mempersiapkan akses jalan ke lokasi GOM agar saat pembangunan tidak terkendala dalam membawa material.

“Kemudian alat alat berat yang nantinya harus masuk ke area pembangunan yang harus diamankan aksesnya,” ujar Dedie kepada wartawan, Selasa (1/8).

Hal itu, sambungnya, agar pembangunan sarana prasarana olahraga itu tak terhambat. Sebab, pembangunan itu sebagai sarana penunjang Porprov 2026 mendatang.

“Konsep GOM ini dikombinasi, ada lapangan sepakbola, Gor indoor yang bisa dipakai basket dan bulutangkis,” katanya.

Selain itu, kata Dedie, pembangunan ini juga untuk meningkatkan aktifitas keolahragaan di masyarakat. “Ya seperti mini soccer. Karena lahannya cukup memadai ini ada satu setengah hektare yang bersebelahan dengan GKI,” jelasnya.

Kata dia, nantinya akses masuk GOM akan dibagi dua jalur. Yakni, dari Jalan KH Abdullah Bin Nuh dan Pangkalan Batu.

“Yang harus kita pikirikan akses masuk karena ketinggian permukaan jalan dengan lokasi areanya kan cukup tinggi. PUPR nanti membuat cara supaya jalurnya aman, landai dan juga memadai,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai kondisi lalu lintas yang kerap macet di sekitar lokasi pembangunan. Dedie menegaskan bahwa Pemkot Bogor sempat mengusulkan pembangunan flyover ke Balai Besar Jalan Nasional, namun terbentur dengan anggaran.* Fredy Kristianto

Kisruh PPDB, Dewan Sindir Pemkot

0

jurnalinspirasi.co.id – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023, membuat Wali Kota Bogor Bima Arya merombak tiga pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) dan memutasi 31 kepala sekolah SD dan delapan kepala sekolah SMP.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri menilai bahwa kebijakan itu sepenuhnya merupakan kewenangan penuh yang melekat pada wali kota.

“Rotasi mutasi itu sepenuhnya hak prerogratif wali kota, dan Komisi IV sangat mengapresiasi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (1/8).

Namun, sambung dia, yang menjadi pertanyaan apakah langkah yang dilakukan itu akan menjadi solusi dalam perbaikan sistem dunia pendidikan di Kota Bogor. Sebab, permasalahan utama carut marutnya PPDB adalah minimnya jumlah sekolah negeri yang ada di wilayah.

“Harus dikaji secara komprehensif, yang menjadi permasalahan selama ini kan karena minimnya sekolah negeri, dan lokasinya pun tersentralisir kebanyakan di Bogor Tengah,” ucapnya.

Sementara di kawasan Bogor Barat, Selatan hingga Utara masih kekurangan. “Di Bogor Utara saja ada delapan kelurahan, SMP negeri hanya ada tiga, yakni SMPN 20, 15 dan 19 itupun lokasinya di kelurahan Bantarjati, dan Ciparigi. Lantas bagaimana nasib warga Tanah Baru, Cimahpar, dan sebagian Ciluar. Secara jarak pasti kalah,” ucap pria yang akrab disapa Gus M itu.

Sementara setiap tahun di Kota Bogor, kata Gus M, lulusan SD ada sebanyak 17 ribu orang, sedangkan daya tampung SMP negeri hanya 5.600 orang. “Ini kan jelas jomplang, artinya akar permasalahan dalam kisruh PPDB ini adalah kekurangan sekolah,” katanya.

Atas dasar itu, Gus M menyebut bahwa seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memprioritaskan pembangunan sekolah ketimbang sarana lain yang tak berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia.

“Sebenarnya permasalahan yang terjadi dalam sistem PPDB online ini sudah berlangsung lama. Tapi kenapa baru ramai sekarang? Mestinya kalau jeli masalah ini sudah bisa ditanggulangi sejak dulu. Kalau saja pemerintah memprioritaskan pembangunan sekolah, ketimbang menata kota hanya dari ‘kulitnya’,” tegasnya.

Padahal hal itu, kata Gus M, termasuk faktor yang mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) di daerah. Berdasarkan data BPS Jawa Barat, IPM Kota Bogor pada 2022 berada di 77,17 persen. Sedangkan Kota Depok yang baru berusia 24 tahun IPM-nya sudah menyentuh 81,86 persen.

“Kota Depok saja yang bisa disebut ‘anak kemarin sore’ sudah tinggi. Sedangkan Kota Bogor yang sudah berusia 544 tahun IPM-nya kalah,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya merombak komposisi pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, termasuk jabatan kepala sekolah, Senin (31/7).

Bima mengatakan bahwa rotasi kali ini adalah pembelajaran dan pembenahan dan pembenahan atas persoalan dalam PPDB.

“Saya menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk melakukan penyegaran pimpinan sekolah di SMP dan SD,” kata Bima

Dalam rotasi kali ini, Bima mengganti tiga pejabat di Disdik, 31 kepala sekolah SD, dan delapan kepala sekolah SMP.

Bima berharap, penyegaran ini dapat memberi pembelajaran kedepannya. “Jadi delapan Kepala Sekolah SMP yang bergeser, yang saya harapkan menjadi pembelajaran dan penyegaran. Di Dinas Pendidikan juga, Sekretaris Pendidikan dan dua Kabid SD SMP bergeser, dan saya tugaskan secara khusus untuk membangun sistem yang baik,” jelasnya.

Bima mengaku telah memegang laporan setebal 30 halaman dari Inspektorat Kota Bogor mengenai permasalahan yang terjadi saat PPDB. Sehingga, sambung dia, pihaknya melakukan langkah konkret atas laporan itu.

“Pembenahan itu ada di di Disdukcapil, jadi saya minta operator tidak lagi memiliki kewenangan otorisasi tanda tangan elektronik. Otoritas itu harus ada di pimpinan struktural diatas. Dan saya minta dilakukan pergeseran, pergantian seluruh operator,” bebernya.

Bima meminta kepala Disdukcapil menarik kembali kewenangan otoritasi terkait dengan perpindahan dokumen kependudukan di tingkat operator,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Bima, Disdukcapil Kota Bogor juga harus memiliki sistem. Sehingga setahun sebelum PPDB persyaratan untuk pindah domisili atau menitip keluarga tidak bisa dilakukan.

Bima juga meminta Disdik untuk mengevaluasi sistem PPDB. Sebab, berdasarkan hasil penelusuran, verifikasi administrasi scan barcode dari administrasi pendaftar, verifikasi faktual tak dilakukan sehingga menyebabkan persoalan.

“Disdik harus membentuk panitia khusus PPDB ini, seperti tahun lalu yang tidak dilakukan. Saya tegur keras dua dinas ini, sebagian dilakukan pergeseran, tetapi sistem harus dilakukan pembenahan,” ungkap Bima.

Bima berjanji akan mengkaji terlebih dahulu hasil laporan berdasarkan rekomendasi dari Inspektorat Kota Bogor.

“Jadi ini rinci sekali, langkah-langkahnya apakah saya akan menerbitkan Perwali khusus, sehingga PPDB tahun depan sudah disiapkan dari sekarang, untuk mencegah manipulasi dan memastikan bahwa warga yang berhak memperoleh hak,” ucapnya.* Fredy Kristianto

Seputar Karya Inovasi Annisa Hasanah: Ecofunopoly

0

Oleh:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si

Jurnalinspirasi.co.id – Yth kang Ade Syarif, Ketua Dekopinda Kota Bogor / mantan Sekdakot Bogor, sahabat mitra kerja saya yang baik, ketika menjadi Ketua Wandik Kota Bogor 2013-2019, beliau orangnya sangat baik, santun dan banyak membantu.

Hatur nuhun akang Ade Syarief atas respons dan doanya. Selamat mendapat amanah yang baru memimpin gerakan Koperasi Indonesia Kota Bogor.

Perihal, karya inovasi Annisa Hasanah adalah Ecofunopoly, berupa game edukasi lingkungan hidup dan konservasi sumberdaya alam dan penyehatan ekosistem lingkungan hidup. Bahan permainan Ecofun terbuat dari kertas dan material bekas, dan dikerjakan kaum emak-emak (gender empowering) di komunitas kampung.

Isunya solusi pendidikan lingkungan, semula buat anak-anak dan remaja, tetapi sekarang produknya meluas, bukan agenda pengurangi emisi karbon, juga sampah, banjir, konservasi air dan hutan, oil spill, kebakaran hutan, sanitasi lingkungan, dll.

Produk-produk tersebut sponsornya dan kerjasama NGO Nasional dan internasional seperti Bayer-Jerman, Unef PBB, Unesco-PBB, Yeasly Jepang, dll. Ecofunopoly sudah diprodukasi dalam 5 bahasa, yakni Inggris, Jerman, Banglades, Philipina dan Indonesia.

Karya tersebut diciptakan tahun 2012, sudah ber-HAKI tahun 2013 dari Kemenhumham RI, kini sudah dibisniskan dengan marketing online. Sebenarnya sudah lama dan banyak dipublish di media massa seperti HU Kompas, Republika, Pikiran Rakyat, Radar Bogor dll

Juga dihampir pada semua channel media TV di Indonesia beritanya tertayang jelas, melalui wawancara langsung Annisa, CEO/Founder Ecofunopoly. Begitu infomasinya kang Ade Syarief, mantan Sekdakot Bogor kini Alhamdulillah mendapat amanah Ketua Dekopinda Kota Bogor. Sebelumnya juga aktif selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor.

Jujur saya berkata, bahwa Beliau inilah, salah seorang yang dulu mensupport dan memback up saya sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor tahun 2013-2019, sehingga berbagai kegiatan Wandik Kota Bogor, terutama kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan beragam topik seperti tolak LGBT, Alm.KH Sholeh Iskandar layak menjadi Pahlawan Nasional, etc dan kumpulan materi FGD tersebut telah saya bukukan.

Kemudian akang Ade Syarif saya minta juga Ikut memberikan sambutan selaku Sekda bersama Walikota Bogor pada buku saya berjudul “Kritik dan Saran Untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan Kota Bogor”, IPB Press 602 halaman. Syukron barakallah kang Drs.H.Ade Syarief, MPd, semoga kebaikannya menjadi amal sholeh Aamiin.

Oh ya, Annisa Hasanah Arsyad sekarang sedang melanjutkan studi S3 di Kyoto University Jepang (Perguruan Tinggi terbaik Jepang, Top one), berkuliah sejak tahun 2020 yang lalu, kini tengah menyusun dan menyelesaikan diseratasinya, risetnya di kawasan Puncak Bogor.

Si sulungku studi di Kyoto University atas undangan khusus Pemerintahan Jepang dengan dukungan beasiswa Monbusho -Jepang.

Mhn doanya, semoga Allah SWT memberkahinya. Hatur nuhun appresiasinya berikut pertanyaannya akang soal karya anak kita pada bidang apa? Mohon maaf apabila salah kata, niatnya sekedar berbagi info “succes story” untuk membangun motivasi dan percaya diri.

Saya doakan, semoga akang sehat, sukses dan berbahagia selalu. Jika ada waktu, silakan, bisa jalan ke rumahku yang sangat sederhana di Wangun Atas RT 06 RW 01 No.16 Kel Sindangsari Kecamatan Botim Kota Bogor, sambil kita ngopi, sharing ide, juga bisa lihat “Gallery Ecofunopoly” putri sulungku, yang memang saya rancang masih berbentuk sederhana.

Kehadiran gallery tersebut diharapkan bisa berfungsi sebagai media literasi dan edukasi bagi generasi muda, dan inspirasi bagi para orangtua dalam mendidik putra-putri menjadi kreatif dan inovatif yang memberi banyak manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Syukron. Barakallah, Aamiin

Wassalam.

=====✅✅✅

*) Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan.K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial

Hadits Hari Ini

0

Puasa Daud

Sahih al-Bukhori:3167

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْن عَمْرٍو قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ، وَيَنَامُ سُدُسَهُ.

Dari Abdullah ibn Amr, dia berkata: Rasulullah saw berkata kepadaku:

Puasa yang paling Allah cintai adalah puasa Nabi Daud, dia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari, dan shalat yang paling Allah cintai adalah shalatnya Nabi Daud, dia tidur hingga pertengahan malam, lalu mendirikan shalat pada sepertiga malam, dan tidur kembali pada seperenam malamnya.

Pesan :
Puasa yang paling Allah cintai adalah puasa Nabi Daud as, beliau berpuasa satu hari dan tidak berpuasa di hari berikutnya. Jika anda sanggup melaksanakan puasa Daud, maka hendaklah anda melakukannya. Namun jika tidak, maka anda bisa melaksanakan puasa sunnah Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh setiap bulannya.

Perjanjian Sewa Menyewa Lahan Hambat Pembongkaran Jembatan PT Parisindo

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri geram karena janji PT Pertamina Gas yang akan membongkar jembatan milik PT Parisindo, dimana keberadaanya membuat warga RT 02 Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, harus jalan merunduk selama puluhan tahun.

“Sejak viralnya warga jalan merunduk, pihak PT Parisindo siap untuk membongkar jembatan tersebut, namun saat itu harus ada persetujuan dari PT Pertamina GAS. Karena, dibawah jembatan tersebut ada tanaman pipa GAS yang tidak bisa sembarangan untuk dilakukan pembongkaran,” ungkap A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (1/8/23).

A Heri menyebut, dirinya sudah sempat sumringah saat ada tindakan dari PT Pertamina GAS yang mengerahkan pekerja saat itu, namun sampai saat ini belum ada kelanjutannya lagi terkait itu. Hingga akhirnya kami pertanyakan apa yang menjadi kendala hingga pembongkaran jembatan milik PT Parisindo itu harus tertunda.

“ Ternyata, ada komitmen antara PT Pertamina GAS dan PT Parisindo terkait penyewaan lahan yang dibuatkan jembatan, hingga itu yang membuat terhambatnya pembongkaran jembatan tersebut. Kenapa tidak disampaikan kepada kami dari awal jika ada sewa menyewa lahan antara PT Pertamina GAS dengan PT Parisindo,” tandasnya.

Jika tahu dari awal ada komitmen sewa lahan antara 2 perusahaan tersebut, kata A Heri, akan dibahas soal itu dari awal untuk dicarikan win-win solution. Dia mengaku baru tahu setelah rencana pembongkaran mangkrak dan tidak dilanjutkan kembali.

“Tolonglah para perusahaan besar ini, dengan membongkar jembatan yang sudah menyusahkan warga selam puluhan tahun itu, tidak akan merugikan perusahaan kalian. Justeru kalian akan mendapatkan pahala karena sudah membebaskan warga dari kesengsaraan untuk jalan selama puluhan tahun ini,” ungakpnya.

Lebih lanujut A Heri mengatakan, dirinya sangat heran apa yang membuat rencana pembongkaran itu harus tertunda, jika pun ada perjanjian sewa menyewa lahan itu semua bisa dibicarakan dan dibatalkan jika perlu.

“Jangan dong kami disusahkan dengan perjanjian yang kalian buat, kalian perusahaan sudah berjanji kepada masyarakat untuk melakukan pembongkaran, ketika sedang diproses malah ada alasan ini dan itu, apa perlu kami satronin langsung ke PT Pertamina pusat, “ ancamnya.

“Jadi, saya berharap, untuk kedua perusahaan tersebut agar sesegera mungkin melakukan pembongkaran jembatan milik PT Parisindo yang sudah disepakati sejak awal, jangan lagi ada alasan lain untuk menunda pekerjaan itu, kasihan warga kami,” pungkas A Heri.

Sementara, saat dikofirmasi pihak PT Pertamina GAS Tedi Abadi belum memberikan tanggapan apa yang membuat tertundanya rencana pembongkaran jempatan milik PT Parisindo.

** Nay Nur’ain

Berdiri di Lahan Fasos Fasum, Yayasan Hangtuah Akui Belum Pernah Bayar Biaya Sewa Lahan ke Pemda

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Lahan fasos fasum milik Perumahan TNI AL yang menjadi rebutan antara Pemerintah Desa Sukamanah dengan Yayasan Hangtuah memasuki babak baru, terkait baru diserahkan lahan fasos fasum milik Perumahan TNI AL pada Juli 2023.

Kepala Desa Sukamanah, Hadi Sutardi mengatakan dirinya baru mengetahui melalui pemberitaan bahwasannya pihak Perumahan TNI AL ternyata belum menyerahkan lahan fasos fasum ke Pemda Bogor.

“Dari informasi tersebut saya bertanya kepada pihak pengembang, dan memang benar baru diserahkan bulan Juli tahun 2023 kemarin,” ungkap Hadi sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (1/8/23).

Hadi menyebut, adanya informasi tersebut membuat dirinya semakin yakin bahwa keberadaan Yayasan Hangtuah berdiri belum ada izin dari Pemda Bogor. Pasalnya, sekolah Hangtuah tersebut berdiri sudah sangat lama, dan lahan fasos fasum Perumahan TNI AL tersebut baru diserahkan Juli 2023, lalu dengan siapa mereka komitmen dan atas izin sisap mendirikan sekolah di lahan fasos fasum tersebut.

“Memang boleh-boleh saja pihak yayasan untuk membangun sekolah di lahan milik Pemda, asal dengan catatan ada biaya sewa lahan, bagaimana Pemda menerima sewa lahan jika ternyata fasos fasumnya saja baru diserahkan,” tandasnya.

“Dari informasi yang saya terima dari pihak pengembang, bahwa yang menyerahkan dan mengurus soal lahan itu pak Erik dari Yasbhum,” tambahnya,

Sementara Pengurus Yayasan Hangtuah, Hadi Sutrisno saat dikonfirmasi mengatakan keberadaan sekolah SD dan SMP sudah atas persetujuan Bupai Bogor Agus Utara saat itu. Namun, untuk biaya sewa memang tidak dilakukan, hanya sebatas izin dari Bupati saja. Hadi menyebut, pihak Perumahan AL sudah memberikan pengarahan kepada yayasan bahwa setelah nanti lahan ini diserahkan ke Pemda, maka pihak sekolah Hangtuah berurusannya dengan Pemda tidak lagi dengan pihak Perumahan AL.

“Betul yang kami pakai adalah lahan fasos fasum milik Pemda, dan memang kami belum membayar ke Pemda. Baru mau akan dibayar biaya sewanya,” dalih Hadi kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, sejauh ini dirinya tidak mengetahui apakah lahan tersebut sudah diserahkan ke Pemda atau belum, yang dia tahu adalah, saat itu sudah mendapatkan izin dari Bupati Agus Utara untuk membuat sekolah SD dan SMP Hangtuah.

Menurut Hadi, pada umumnya perumahan-perumahan TNI itu memang selalu menyediakan lahan untuk sekolah yang diutamakan di lingkungan perumahan, agar anak-anak mereka tidak jauh untuk bersekolah, dan masih dalam lingkungan perumahan tersebut.

“Dan lahan yang kami pakai untuk sekolah, peruntukannya memang untuk pendidikan. Jadi, saat ada lingkungan yang ingin menggunakan lahan tersebut untuk balai RW memang tidak kami berikan, karena peruntukannya untuk pendidikan. Begitupun, saat pihak Pemdes Sukamanah meminta lahan tersebut untuk sarana olahraga, kami juga tidak mengijinkan karena bukan untuk peruntukannya,” tandasnya.

“Tapi memang, untuk biaya sewa ke Pemda belum kami lakukan. Kami tahu, kami harus menyewa lahan fasos fasum yang kami pinjam untuk sekolah, dan kami baru rencana untuk melakukan kewajiban membayar lahan sewa,” tambahnya.

Sementara pengurus lahan fasos fasum dari Perumahan TNI AL, Erik saat dimintai keterangan oleh Jurnal Bogor melalui WhatsApp tidak memberikan tanggapan apapun terkait, keberadaan sekolah Hangtuah di lahan fasos fasum.

Sebelumnya Kepala Seksi Bidang Aset BPKAD Kabupaten Bogor, Eko menegaskan bahwa sampai saat ini Perumahan TNI AL belum menyerahkan lahan fasos fasum kepada Pemda. Dia mengaku jika ditanya lahan fasos fasum atau bukan yang digunakan oleh sekolah Hangtuah dirinya tidak bisa menjawab.

“Saya bingung menjelaskannya, karena memang Perumahan AL belum menyerahkan lahan fasos fasum kepada kami, jadi kita tidak bisa mengira-ngira apakah itu lahan fasos fasum atau bukan. Wong siteplannya aja kita gak tau,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Muhammadiyah Tanam Kedelai di Kampung Sodong

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Menyongsong komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060, Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Cileungsi dan PT Agri Karbon Nusantara bertekad untuk mendorong sektor pertanian dalam upaya ikut serta meraih target tersebut.

Oleh Karena itu, PCM Cileungsi dan PT Agri Karbon Nusantara telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). MoU tersebut berisi pemanfaatan lahan wakaf PCM Cileungsi di Desa Sodong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor untuk penanaman kedelai dengan teknologi biochar.

“Kami akan melibatkan santri dan siswa SMK/SMA Muhammadiyah untuk berpartisipasi aktif dalam proses penanaman kedelai dengan teknologi biochar. Ini akan memberi mereka pengetahuan dan keterampilan yang berharga dalam praktik pertanian berkelanjutan,” jelas Wakil Ketua PCM Cileungsi yang membidangi majelis ekonomi dan kewirausahaan, Eko Hendro kepada wartawan, Selasa (1/8/23).

Menurutnya, pembelajaran sektor pertanian saat ini menjadi sangat penting, mengingat sektor pertanian saat ini kerap ditinggalkan dan kurang dipahami oleh generasi muda, khususnya para pelajar.

“Di era digital ini sektor pertanian kerap kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, melalui program ini kami harap para pelajar dan generasi muda dapat memahami penting dan strategisnya sektor pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Hanafi Guciano, inisiator yang juga fasilitator antara PCM Cileungsi dan PT Agro Karbon Nusantara, menegaskan pentingnya upaya pengenalan sektor pertanian di kalangan pelajar dan organisasi kemasyarakatan.

“Inisiatif seperti ini seharusnya dilakukan oleh organisasi seperti Muhammadiyah yang memiliki sumber daya yang melimpah, termasuk lahan wakaf yang belum produktif. Aktivitas penanaman kedelai dengan teknologi biochar sangat berkontribusi dalam mengurangi efek gas rumah kaca yang memicu pemanasan global,” ungkap pria yang juga Dewan Pakar Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah itu.

** Taufik/Nay

Pemdes Jonggol Targetkan Zero Stunting

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Jonggol menargetkan zero stunting di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor. Hal itu disampaikan Kepala Desa Jonggol, Yofi Muhamad Safri usai menggelar rembuk stunting yang merupakan program pemerintah pusat.

Dalam kegiatan tersebut warga yang hadir dijelaskan mengenai apa itu stunting dan cara mengantisipasinya. Hasil dari rembuk tersebut nantinya akan ditindak lanjuti di wilayah masing masing untuk pencegahan stunting.

“Walaupun Desa Jonggol tidak masuk sebagai daerah yang terjadi stunting, namun kami tetap perlu melakukan usaha pencegahan. Sehingga jika ditemukan gejala-gejala kasus stunting dapat segera ditangani,” ujar Yofi kepada Jurnal Bogor, Selasa (1/8/23).

Yofi bersyukur rembuk stunting tingkat desa menghasilkan kesepakatan yang nantinya akan ditindak lanjuti, diantaranya pemetaan masalah, langkah yang harus dilakukan yang didalamnya melibatkan masyarakat, pengurus lingkungan dan puskesmas.

“Dengan adanya kesepakatan penanganan dan pencegahan ini, kami berharap di Desa Jonggol tidak ada kasus stunting atau zero stunting. Ini tentunya harus menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah desa, puskesmas dan masyarakat,” tukasnya.

Menurut Yofi, rembuk stunting merupakan program pemerintah pusat yang harus dilaksanakan oleh pemerintah desa. Bahkan, pemerintah desa harus mengganggarkan dari APBDES untuk program pencegahan stunting.

“Pencegahan dan penanganan stunting ini sudah menjadi program nasional yang harus diimplementasikan di setiap desa. Kami berharap di Desa Jonggol program ini dapat berjalan dengan baik dan tidak ada kasus stunting,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan dari Kecamatan Jonggol, Dadang Yazid Bustomi mengatakan, rembuk stunting merupakan salah satu program yang sangat penting bagi usaha pengentasan stunting. Karena pengentasan stunting merupakan tanggung jawab bersama kader posyandu, RT, RW, tokoh masyarakat dan pemerintah.

“Dengan rembuk stunting ini tentunya masyarakat mengetahui bagaimana cara pencegahan stunting dan bagaimana cara hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Hadits Hari Ini

0

Anak yang Menangis Saat Lahir

Sahih al-Bukhori:3177

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلاَّ يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ، غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا.

Dari Abu Hurairah ra: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

Tidak ada seorang pun dari anak Adam yang dilahirkan kecuali dia disentuh oleh setan saat dilahirkan, maka dia akan menangis berteriak karena sentuhan setan tersebut, kecuali Maryam dan putranya.

Pesan :
Keistimewaan Maryam bint Imran dan Nabi Isa ibn Maryam, sebagaimana doa ibunda Maryam setelah melahirkan, yang tercantum di dalam al-Quran surat ali Imran ayat 36, ia meminta kepada Allah agar melindungi Maryam dan keturunannya dari setan yang terkutuk.