25.2 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 525

Melon Minions jadi Andalan Buah Unggulan Desa Cikarawang

0

Dramaga | Jurnal Bogor

Keunikan buah melon Minions yang diproduksi oleh PT Fitotech Agri selain  bentuknya yang kecil bergaris, daging buah yang kranci, dan mengeluarkan khas aromatik jadi buah produk unggulan Desa Cikarawang, Dramaga, Kabupaten Bogor.

Staf Produksi Buah Melon, Aditya Djulianto menjelaskan priode masa tanam buah melon Minions dari proses penyerbukan buah sampai panen kurang lebih sekitar 65 hari. Yang membedakan buah Minions asal Desa Cikarawang dengan buah melon biasa terlihat dari bentuknya yang kecil  dan buah melon Minions memiliki tingkat  kemanisan rasa yang tinggi.

“Melon Minions masuk kualitas melon premium. Untuk tingkat kemanisan buah melon premium yakni dari 14 sampai 17 brix, sedang melon Minions tingkat kemanisannya sampai dengan 17,2 brik,” kata Oria yang biasa disapa Tio saat ditemui wartawan, Rabu (2/8/2023).

Tio menambah, menanam buah melon Minions diatas lahan satu hektare ditanam dengan dua cara. Yakni cara hidroponik dan konvensional. Tentunya  sedikit mengalami kerumitan di media tanamnya dan perlu beberapa perlakuan, cuaca dan hama penyakit.

“Buah melon Minions dijual ke outlet-outlet buah. Ada juga pembeli yang datang langsung . Buah melon Minions dijual per kilogram dengan harga Rp 25 ribu,” katanya.

Tidak hanya menjual buah, sambung Tio, di tempatnya juga menjual menjual bibit buah. PT Fitotech Agri perusahaan yang bergerak produk buah, sedangkan untuk benih bekerja sama dengan PT Benih Sumber Andalan. Menurutnya, panen melon bisa tiga kali dalam setahun.

“Buah melon Minions yang diproduksi oleh PT Benih Sumber Andalan selain memiliki rasa manis yang tinggi, memili aromatik dan tekstur dagingnya yang kranci,” katanya.

** Andres

Lama tak Hujan, Bogor Barat Alami Kekeringan

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor bagian Barat mengalami kekeringan dampak dari lama tak turun hujan. Akibatnya, sejumlah warga di Desa Sipayung dan Desa Sukamulih, Sukajaya, Kabupaten Bogor kekurangan air bersih.

Warga pun mesti mencari air bersih sejauh ratusan meter menggunakan ember maupun jerigen ke lokasi adanya air. Warga Girimulya Desa Sukamulih Adah mengatakan, pascakemarau dia terpaksa menggunakan air yang berasal di pesawahan untuk keperluan sehari-harinya.

“Gimana lagi kan lagi kering airnya, ada sumur juga dipakainya rame-rame jadi gak muat untuk semuanya, paling kita cari air kemana aja asal ada airnya,” kata Adah kepada wartawan pada Rabu (2/7/2023).

Ia mengatakan, penyebab kekeringan karena di wilayah tersebut sudah lama tidak turun hujan.

“Sudah 3 bulan musim kemarau, semenjak gak turun hujan aja ini, kalau buat cuci paling kesini di pinggir sawah air yang ada,” katanya.

Disisi lain, warga Desa Sipayung, Jumri juga harus rela setiap hari mengangkut air bersih menggunakan jerigen untuk keperluan sehari-harinya karena mengalami kekeringan yang sama seperti warga lain.

“Ambil air pake motor, untuk keperluan sehari-hari udah 3 bulan seperti ini terus karena kemarau,” ujarnya.

Sementara itu Staf Desa Sipayung Muhammad Fikri membenarkan adanya kekeringan air yang dirasakan warga tersebut. Fikri menjelaskan, air penampungan toren yang biasa digunakan warga pun saat ini kosong tidak ada air yang mengalir.

“Benar udah lama kekurangan air bersih kekeringan, bak penampungan yang biasa banyak air pun saat ini tidak ada karena kering, saat ini warga pun mencari air di dekat pesawahan,” pungkasnya.

** Andres

Pemuda Cigudeg Manfaatkan Momen 17 Agustus dengan Jualan Bendera Merah Putih

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Pemuda asal Cigudeg, Kabupaten Bogor, Aji (23) memanfaatkan momen jelang 17 Agustus 2023 dengan berjualan bendera Merah Putih di bahu jalan Raya Cigudeg, tepatnya di depan Puskesmas  wilayah tersebut.

Menjadi pedagang musiman itu dia lakoni telah 4 tahun. Usahanya itu dilakukan setiap jelang hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI.

“Saya baru seminggu ini sudah berjualan. Alhamdulillah hasilnya juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya pada masa pandemi covid-19,” kata Aji, Rabu (2/08).

Aji mengaku, memprediksi bahwa puncaknya pembeli akan meningkat sepekan lagi sebelum 17 Agustus.

“Biasanya, ramainya membeli bendera Merah Putih ini seminggu lagi jelang 17 Agustus,” ungkapnya.

Dia telah menyetok banyak bendera untuk diperjual belikan. Berbagai ukuran dari mulai ukuran paling kecil dengan harga Rp5 ribu sampai ukuran paling besar seharga Rp280 ribu.

Diakuinya, pedagang bendera Merah Putih sudah sepekan ini bermunculan di wilayah Kabupaten Bogor Bagian barat. Mereka memanfaatkan bahu jalan untuk mencari pundi-pundi rupiah itu.

“Berbagai macam bentuk, variasi dan harga bendera Merah Putih dan umbul-umbul saya jual mulai dari, bendera Merah Putih, umbul-umbul dengan harga yang berbeda,” ujarnya.

Dia berharap di puncaknya nanti jualannya habis dan sesuatu target.

** Andres

Jani Nurjaman Ceritakan Histori Desa Kalongliud yang Berdiri Sebelum Kemerdekaan RI

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor telah dipimpin sebanyak 10 orang kepala desa dan wajah yang pernah memimpin desa ini juga terpajang di dinding aula desa.

Desa Kalongliud yang mayoritas masyarakatnya petani itu tidak melupakan sejarah, termasuk pada zaman kolonial Belanda. Sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1945, Desa Kalongliud telah berdiri pada tahun 1943.

Kepala Desa Periode 2012 sampai 2025 Jani Nurjaman menceriterakan, histori Desa Kalongliud  berdasarkan para kasepuhan maupun para tokoh.

“Tepatnya pada tahun 1943 Desa Kalongliud sudah berdiri namun untuk tanggal dan bulannya sampai hari ini masih melakukan pendalaman dari historis tersebut,” kata Jani Nurjaman yang sudah menjadi Kepala Desa Kalongliud dua periode ini saat berbincang dengan Jurnal Bogor, Rabu (2/8/2023).

Kata dia, Desa Kalongliud satu hamparan dengan desa tetangganya, yaitu Desa Pangkaljaya, desa pecahan yang induknya Desa Kalongliud.  Dalam buku catatannya, Desa Kalongliud  pertama kali dipimpin oleh Lurah Minta yang menjabat dari 1943 – 1967.

Lurah Mintra tersebut puluhan tahun menjadi Kepala Desa Kalongliud yang mana masa itu masih zaman kolonial Belanda.

“Pak Lurah Mintra didaulat sebagai kepala desa pertama, dari Lurah Mintra jabatan itu turun ke anaknya yaitu Lurah Muryana yang dikenal oleh masyarakat Lurah Murta. Setelah itu ada pemekaran desa pada tahun 1980 Kalongliud pecah menjadi dua yaitu salah satunya Desa Pangkaljaya,” beber Jani.

Berlanjut dari pemecahan tersebut dijabat dari kecamatan yang bernama Nana Rasa Atmaja yang mana masa transisi.

Setelah itu dijabat oleh A.Senan yang hanya selama satu tahun menjabat sebagai kepala desa. Sementara pemilihan dilakukan setelah A.Senan dengan H.Encep Suyatna.

H.Encep Suyatna pada saat Pilkades terpilih Kepala Desa Kalongliud yang mana saat itu masa jabatan delapan tahun dan H.Encep Suyatna tersebut adalah bagian dari anaknya Lurah Murta, cucunya dari kepala desa pertama.

Perlu diketahui H.Encep Suyatna ini kades definitif, sementara Lurah Nana Rasa Atmaja dan A.Senan itu pejabat sementara.

Pada saat itu habis masa jabatan dilakukan pemilihan kepala desa kembali yang mana dimenangkan oleh E.Rukmana yang merupakan sekdesnya H.Encep Suyatna. E.Rukmana menjabat dua periode masa jabatan.

Jani Nurjaman, mengaku dirinya memajang foto para pemimpin kepala desa adalah bagian usahanya setelah dirinya menjabat kepala desa secara demokratis di tahun 2012.

“Saya ini tidak mau menghilangkan sejarah. Karena sejarah ini bagian dari pada kewajiban kita sebagai generasi penerus untuk melestarikan,” katanya.

Dia menegaskan, bahwa sejarah juga wajib sifatnya untuk diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat terutama oleh calon generasi penerus Desa Kalongliud. Agar anak dan cucu- cucu nanti tahu tentang histori pemimpin Desa Kalongliud.

“Bagaimana pun juga mereka mereka ini yang sudah mengabdikan diri dan membaktikan diri untuk kemajuan Desa Kalongliud,” pungkasnya.

** Andres

Bina Marga Bakal Sidak Bangunan Langgar GSJ

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Maraknya bangunan baru yang difungsikan untuk kawasan komersil dan pabrik yang disinyalir melanggar Garis Sempadan Jalan (GSJ) menjadi sorotan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Dalam waktu dekat, pihak Bina Marga dan Penataan Ruang akan melakukan sidak terkait izin bangunan-bangunan tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran bangunan.

“Kalau dilihat secara kasat mata memang banyak bangunan baru yang melebihi dari bangunan sebelumnya. Khususnya bangunan yang berada di sekitar Jalan Raya Narogong Desa Dayeuh Kecamatan Cileungsi,” kata Pengawas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Hendra kepada Jurnal Bogor, Rabu (2/8/23).

Menurut dia, pemanfaatan bangunan harus memprioritaskan kepentingan publik lainnya, seperti ruang bagi sepandan jalan. Terlebih bangunan tersebut berada di akses jalan utama seperti di Jalan Raya Narogong yang padat kendaraan.

“Ada aturan mengenai bangunan jadi tidak semua lahan yang dimiliki boleh dibangun jika hal itu berkaitan dengan kepentingan publik. Apalagi bangunan tersebut berada tepat di sisi jalan utama,” ujarnya.

Hendra mengatakan, proses pengawasan terhadap bangunan komersil dan pabrik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik memang harus dilakukan secara bersama-sama, antara Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten hingga provinsi.

“Karena proses perizinan untuk bangunan tentunya dari unsur pemerintahan terbawah. Jadi harus ada proses pengawasan bersama. Agar keberadaan bangunan tersebut nantinya tidak merugikan pihak lain,” tukasnya.

Hendra mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan terkait keberadaan bangunan komersial yang nantinya akan di kroscek aspek legalitasnya. Apakah bangunan tersebut dibangun sesuai dengan perencanaan yang disetujui atau tidak.

“Nanti akan kami kroscek semua. Jika ada pelanggaran tentunya harus ada tindakan tegas karena ini menyangkut kepentingan publik,” tandasnya.

** Taufik/ Nay

Jonggol Mulai Krisis Air Bersih

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kemarau yang sudah mulai melanda di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor membuat warga di Desa Weninggalih mengalami krisis air bersih. Pasalnya, selama ini warga di wilayah tersebut kerap mengandalkan curah hujan sebagai salahsatu sumber air.

Tidak adanya hujan dalam dua pekan terakhir, membuat sumber air warga di Desa Weninggalih mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan sumber air bersih dari pemerintah.

“Dikarenakan tidak adanya curah hujan beberapa minggu terakhir di wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan krisis sumber mata air,” kata Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin kepada wartawan, Rabu (2/8/2023).

Menurut dia, warga di Desa Weninggalih kerap menjadikan air hujan sebagai satu-satunya sumber mata air. Oleh karena itu, jika tidak ada curah hujan maka dipastikan warga akan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

“Karena masyarakat hanya mempunyai satu sumber air, yaitu dari curah hujan maka sekarang warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih karena tidak adanya curah hujan,” ujarnya.

Menurut Jalaluddin ada beberapa titik di Desa Weninggalih yang saat ini dilanda kekeringan, pertama di Kampung Rawa Bogo Saluyu. Sebanyak 404 jiwa terdampak. Kemudian di Kampung Rawa Bogor Kaler dan Kampung Rawa Bogor Kidul.

“Untuk Kampung Rawa Bogor Saluyu BPBD menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih. Begitu juga di Kampung Rawa Bogo Kaler yang terdapat 457 jiwa petugas membagikan 5.000 liter air. Sementara di Kampung Rawa Bogo Kidul sebanyak 479 jiwa terdampak kami juga menyalurkan 5.000 liter air bersih,” paparnya.

Sementara, lanjutnya, untuk di Kampung Kampung Tegal Maung yang dihuni 585 jiwa. Petugas juga membagikan 5.000 liter. Terakhir di Kampung Ranji yang dihuni 225 jiwa terdampak, Petugas juga membagikan 5.000 liter air bersih.

“Untuk sementara di beberapa titik krisis air untuk kebutuhan sudah terpenuhi untuk dua hari ke depan. Hampir seluruh wilayah Desa Wening Galih sangat membutuhkan pendistribusian air bersih,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Diusulkan Warga, Pemdes Leuwimekar Gunakan Samisade Bangun Jalan Lingkungan

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Leuwimekar, Leuwiliang, Kabupaten Bogor memperbaiki jalan lingkungan menjadi lebih baik lagi menggunakan aspal hotmix dari program Samisade ( Satu Miliar Satu Desa). Pengerjaan jalan lingkungan ini atas dasar usulan masyarakat sehingga Samisade tahap awal sebesar 60 persen dialokasikan untuk jalan lingkungan, begitu juga tahap berikutnya  40 persen masih fokus untuk insfratruktur jalan lingkungan.

Kepala Desa Leuwimekar Sumarno menjelaskan, jalan-jalan besar berstatus jalan desa telah terealisasi dilakukan peningkatan jalan. “Jadi, kali ini Samisade kami fokuskan untuk hotmix jalan lingkungan. Secara keseluruhan bangunan jalan lingkungan dari program Samisade sepanjang 4.530 meter,” kata Sumarno kepada Jurnal Bogor, Rabu (2/8/2023).

Sebanyak 13 RW di wilayahnya, menurutnya hampir seluruhnya telah tercover pembangunan. Hanya saja untuk di RW 09,10 serta RW 11 tinggal dilakukan peningkatan.

Sebelumnya RW 09,10 dan RW 11 beberapa tahun lalu telah dilakukan betonisasi sehingga progresnya pada 2024 mendatang jalan tersebut bakal dilakukan peningkatan berupa pengerjaan hotmix.


Pihak desa kata dia memanfaatkan anggaran insfratruktur desa melalui program Samisade tahun anggaran 2023 difokuskan terhadap jalan lingkungan tepatnya di Kampung Banyu Suci di lingkungan RW 04 dan terdapat lokasi pembangunan di 5 RT. Sedangkan pembangunan jalan lingkungan juga dilakukan di Kampung Suka Asih RW 02 di lingkungan di 4 RT.

** Arip Ekon

SMAN 1 Cibinong Raih Juara 3 Lomba National School Debating Championship 2023 Tingkat Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

SMAN 1 Cibinong berhasil meraih juara ke-3 Tingkat Kabupaten Bogor dalam lomba National School Debating Championship 2023 KCD Regional 1, MGMP Bahasa Inggris KCD Wilayah 1 yang dilaksanakan di SMAN 2 Cibinong pada 30 Juli lalu.

Kepala Sekolah SMAN 1 Cibinong Eli Supartini mengapresiasi prestasi yang diraih oleh 3 siswanya yang sudah mengharumkan nama sekolah di ajang lomba debat Bahasa Inggris tersebut.

“Sangat membanggakan sekali, semoga menjadi motivasi bagi siswa itu sendiri juga siswi lainnya,” ungkap Bunda Eli sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (2/8/23).

Eli menyebut, seluruh warga sekolah dan Komite sangat mendukung akan kegiatan tersebut untuk terus ditingkatkan di sekolah kedepannya.

“Saya berharap, kemenangan yang diraih para siswa ini menjadi motivasi untuk siswa lain. Sehingga kedepannya akan bermunculan bintang-bintang dari SMAN 1 Cibinong di setiap ajang lomba,” cetusnya.

Sementara, salah satu siswa yang menjadi mengikuti lomba debat Bahasa Inggris, Demetrieva Bryna Azeeza kelas XII IPS 1, mengaku tidak menyangka jika timnya bisa menjadi juara 3 dalam lomba debat Bahasa Inggris se- SMA dan SMK Tingkat Kabupaten Bogor. Mengingat, penguasaan dirinya dalam berbahasa inggris belum terlalu baik, namun tidak menyangka bisa membawa timnya menjadi juara tiga.

“Alhamdulilah kejuaraan ini kami persembahkan untuk kedua orang tua khususnya, dan untuk SMAN 1 Cibinong tempat kami menimba ilmu,” kata Demetrieva.

Menurutnya, keberhasilan dalam lomba ini karena kekompakan tim, dan bimbingan dari guru bahasa Inggris yang senantiasa sabar dalam melatih berbahasa Inggris.

“Satu tim ada 3 orang, untuk tim saya sendiri itu ada Kafka Qeyla Miranda kelas XI.10, Salvaluna Laysha Arsy kelas XII IPS 2, dan saya sendiri. Kuncinya saat itu hanya tenang aja, dan kita fokus dengan pertanyaan-pertanyaan serta menyiapkan jawaban apa yang memang pas dengan pertanyaan yang diberikan,” tandasnya.

“Saya ucapkan terimakasih untuk guru pembimbing, dan rekan-rekan yang sudah mensupport kami. Semoga kedepannya ada generasi penerus yang lebih baik dari kami hingga nama SMAN 1 Cibinong terus bisa terdepan dan akan selalu menjadi sekolah favorite. We Love SMAN 1 Cibinong, Always become favorite school for me, ” pungkasnya mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Talang KS Tubun Bocor, PUPR Surati DSDA Jabar

0

jurnalinspirasi.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor mengaku telah melayangkan surat kepada Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Surat itu terkait kebocoran talang air yang melintang di atas Jalan KS. Tubun, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina mengungkapkan, sebelum peristiwa truk kontainer tersangkut talang air terjadi, pihaknya mendapati kebocoran di saluran irigasi tersebut.

“Jadi sebelum kontainer itu, awalnya ada berita bocor karena ada saluran bekas irigasi di sana. Justru kami sudah komunikasi dengan DSDA provinsi,” kata Rena, Selasa, (1/8).

Menurut Rena, kebocoran talang air tersebut sudah menjadi pembahasan DSDA Provinsi Jawa Barat. Rencananya, mereka akan melakukan perbaikan.

“Mereka sudah rapat dan akan intervensi kebocoran itu tahun ini. Tapi saya bilang itu kelamaan kalo nunggu di anggaran perubahan mereka (APBD Provinsi Jawa Barat),” kata dia.

Karena itu, Rena mengatakan pihaknya sudah mengkomunikasikan kembali untuk segera diperbaiki. Terlebih kondisi sekarang talang air terkena truk kontainer.

“Ya perbaiki saja, yang penting nggak bocor. Nah, sekarang tertabrak sama kontainer. Dan ini kami komunikasikan lagi untuk bisa segera memperbaiki,” ujarnya.

Rena menyebut pihaknya bisa saja memperbaikinya, namun keberadaan talang air itu ranah kewenangan dari Pemerintah Jabar.

“Kami sudah bersurat dan mereka sudah rapatkan. Nanti saya cek lagi. Tapi intinya perbaikan itu tahun ini,” ungkapnya.* Fredy Kristianto

Pemkot Siapkan Pembangunan GOM Bogor Barat

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana membangun Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat senilai Rp6 hingga Rp7 miliar pada tahun anggaran 2024 mendatang.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa Pemkot saat ini tengah fokus mempersiapkan akses jalan ke lokasi GOM agar saat pembangunan tidak terkendala dalam membawa material.

“Kemudian alat alat berat yang nantinya harus masuk ke area pembangunan yang harus diamankan aksesnya,” ujar Dedie kepada wartawan, Selasa (1/8).

Hal itu, sambungnya, agar pembangunan sarana prasarana olahraga itu tak terhambat. Sebab, pembangunan itu sebagai sarana penunjang Porprov 2026 mendatang.

“Konsep GOM ini dikombinasi, ada lapangan sepakbola, Gor indoor yang bisa dipakai basket dan bulutangkis,” katanya.

Selain itu, kata Dedie, pembangunan ini juga untuk meningkatkan aktifitas keolahragaan di masyarakat. “Ya seperti mini soccer. Karena lahannya cukup memadai ini ada satu setengah hektare yang bersebelahan dengan GKI,” jelasnya.

Kata dia, nantinya akses masuk GOM akan dibagi dua jalur. Yakni, dari Jalan KH Abdullah Bin Nuh dan Pangkalan Batu.

“Yang harus kita pikirikan akses masuk karena ketinggian permukaan jalan dengan lokasi areanya kan cukup tinggi. PUPR nanti membuat cara supaya jalurnya aman, landai dan juga memadai,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai kondisi lalu lintas yang kerap macet di sekitar lokasi pembangunan. Dedie menegaskan bahwa Pemkot Bogor sempat mengusulkan pembangunan flyover ke Balai Besar Jalan Nasional, namun terbentur dengan anggaran.* Fredy Kristianto