25.2 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 524

Tawuran Pelajar di Klapanunggal, 1 Orang Kena Sabetan Sajam

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Sejumlah pelajar dari dua sekolah terlibat tawuran di kawasan Klapanunggal, Kabupaten Bogor yang mengakibatkan satu orang terluka akibat sabetan benda tajam, Kamis (03/08/2023).

“Iya ada satu orang, luka kena sabetan. Masih dalam penanganan dokter, (dirawat) di RSUD Cileungsi,” ucap Kanit Reskrim Polsek Klapanunggal Iptu AM Zalukhu saat dikonfirmasi.

Menurutnya, tawuran pelajar itu diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Satu pelajar ditangkap akibat kejadian itu. Terkait kronologi dan motifnya, polisi masih melakukan pendalaman.

“Terkait bagaimana cara dan apa motifnya, kami belum bisa menyimpulkan karena masih dalam penyelidikan. Kita masih memeriksa beberapa orang di lapangan,” jelasnya.

Zalukhu mengatakan pihaknya menerima informasi dari warga, terkait adanya sekelompok pelajar yang diduga terlibat tawuran sehingga anggota kepolisian langsung terjun ke lokasi.

” Iya kita dapat informasi, rekan-rekan kita yang patroli ke sana, kemudian bersama warga kita mencoba membubarkan mereka. Sejauh apa keterlibatannya masih didalami,” imbuhnya.

Sementara Kapolsek Klapanunggal AKP Irrine Kania Defi sebelumnya membenarkan adanya pelajar ditangkap di wilayahnya. Dia ditangkap diduga setelah menyerang pelajar lainnya.

“Iya (ada pelajar ditangkap karena menyerang pelajar lain),” kata Irrine.

Dia belum menjelaskan kronologi terkait kejadian tersebut. Pihaknya tengah melakukan pendalaman. Informasi selanjutnya akan disampaikan setelah dilakukan pendalaman.

“Sedang didalami, nanti saya info,” singkatnya.

** Nay Nur’ain

Pemkot Siapkan Pembangunan GOM Bogor Barat

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana membangun Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat senilai Rp6 hingga Rp7 miliar pada tahun anggaran 2024 mendatang.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa Pemkot saat ini tengah fokus mempersiapkan akses jalan ke lokasi GOM agar saat pembangunan tidak terkendala dalam membawa material.

“Kemudian alat alat berat yang nantinya harus masuk ke area pembangunan yang harus diamankan aksesnya,” ujar Dedie kepada wartawan, Selasa (1/8).

Hal itu, sambungnya, agar pembangunan sarana prasarana olahraga itu tak terhambat. Sebab, pembangunan itu sebagai sarana penunjang Porprov 2026 mendatang.

“Konsep GOM ini dikombinasi, ada lapangan sepakbola, Gor indoor yang bisa dipakai basket dan bulutangkis,” katanya.

Selain itu, kata Dedie, pembangunan ini juga untuk meningkatkan aktifitas keolahragaan di masyarakat. “Ya seperti mini soccer. Karena lahannya cukup memadai ini ada satu setengah hektare yang bersebelahan dengan GKI,” jelasnya.

Kata dia, nantinya akses masuk GOM akan dibagi dua jalur. Yakni, dari Jalan KH Abdullah Bin Nuh dan Pangkalan Batu.

“Yang harus kita pikirikan akses masuk karena ketinggian permukaan jalan dengan lokasi areanya kan cukup tinggi. PUPR nanti membuat cara supaya jalurnya aman, landai dan juga memadai,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai kondisi lalu lintas yang kerap macet di sekitar lokasi pembangunan. Dedie menegaskan bahwa Pemkot Bogor sempat mengusulkan pembangunan flyover ke Balai Besar Jalan Nasional, namun terbentur dengan anggaran.* Fredy Kristianto

Cegah Terjadinya Kecelakaan Kerja, PPLI Kaji tingkat Kepatuhan Karyawan Dalam Prosedur Keselamatan Kerja

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Perusahaan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) terus melakukan pembenahan dan penguatan ketaatan seluruh karyawan dalam melaksanakan prosedur kerja kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan penggunaan APD (alat pelindung diri) sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan.

Perusahaan yang sebagian besar sahamnya dikuasai DOWA Eco-system Co. Ltd. asal negeri Sakura Jepang tersebut dikenal sebagai perusahaan dengan tingkat kedisiplinan tinggi dan ketat dalam penerapan aturan kerja.

Untuk memastikan seluruh karyawan melaksanakan aturan  K3 dan mengenakan APD sesuai ketentuan di masing-masing unit kerja, PPLI melakukan riset yang diikuti lebih dari separuh karyawan tentang pemahaman prosedur keselamatan kerja dan ketaatan penggunaaan APD saat bertugas. Demikian diungkapkan Manager SHEQ PPLI, Agus Kartiwan usai kegiatan riset awal pekan ini.

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengukur iklim HSE di tempat kerja dan HSE Management System Assessment untuk membantu PPLI meningkatkan Safety Culture di tempat kerja,” ungkapnya.

Hasil dari kajian dan survei tersebut, lanjut Agus ada banyak rekomendasi perbaikan yang perlu dijalankan dan diterapkan di PPLI.

“Saat ini semua rekomendasi sedang direview secara internal dan action plannya dilaporkan ke manajemen,” terang Agus.

Disinggung soal adanya rekomendasi perbaikan, Agus menjelaskan akan dilakukan secara menyeluruh mulai meningkatkan keterlibatan,  tanggungjawab dan akuntabilitas para atasan atau leader di dalam isu-isu terkait HSE di tempat kerja.

“Memastikan semua leader hadir di area kerja dan menjadikan HSE sebagai isu yang menjadi topik wajib di setiap meeting di lapangan. Mereview semua area kerja dan aktivitas yang memiliki potensi risiko tinggi terjadi kecelakaan serta memastikan mereka yang bekerja di area tersebut memiliki kompetensi yang diperlukan agar meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja,” bebernya.

Ditanya sanksi, Agus menegaskan sanksi terberat bagi pelanggaran safety culture baik dalam penggunaan APD atau SOP adalah pemutusan hubungan kerja.

“Sanksi dari teguran lisan sampai pemecatan disesuaikan dengan bentuk pelanggaran yang dilakukan. Tentunya untuk proses hukum diserahkan kepada aparat penegak hukum jika dalam pelanggaran safety culture itu ada dugaan unsur pidananya,” tutup Agus.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan PPLI merespons kecelakaan kerja yang dialami karyawannya beberapa bulan lalu di Riau. “Sisi positif atas kejadian itu, PPLI memperkuat safety culture di kalangan karyawan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” imbuh Manager Humas dan Legal PPLI, Arum Tri Pusposari menambahkan.

** Nay Nur’ain

Proyek Urukan Coco Garden Ganggu Pengguna Jalan

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Aktivitas keluar masuk truk proyek urukan di area Perumahan Coco Carden banyak mendapat komplain dari warga. Pasalnya, puluhan truk pengangkut urukan tersebut di parkir di ruas jalan utama Coco Garden sebelum masuk ke areal proyek. Akibatnya, ruas jalan menjadi sempit dan mengganggu para pengguna jalan.

“Iya ini bikin sempit jalan. Jalan juga jadi kotor dan berdebu karena ini banyak sekali truk yang parkir disini,” kata Samsudin, salahsatu warga Klapanunggal kepada Jurnal Bogor, Kamis (3/8/2023).

Menurut dia, pengerjaan proyek tersebut seperti kurang perencanaan dalam pengaturan armada pengangkut tanah. Karena truk-truk tersebut di parkir di pinggir jalan dan tidak masuk ke areal proyek. “Ini semua parkir di kanan dan kiri jalan. Ya otomatis jalan ini jadi sempit dan mengganggu sekali,” tukasnya.

Samsudin mengaku tidak mengetahui proyek apa akan dikerjakan di area perumahan Coco Garden tersebut. Karena saat ini yang terlihat hanya ada proses pengurukan dan perataan lahan.

“Kalau mau buat apa saya juga kurang tahu. Yang jelas itu ada lahan yang lagi diuruk di seberang kantor desa,” ujarnya.

Ia berharap, kondisi kesemrawutan truk-truk yang membawa tanah urukan tersebut tidak terjadi lagi, dan pihak pengelola proyek dapat mengatur keluar masuk truk ke area proyek sehingga tidak ada truk yang terparkir di pinggir jalan.

“Kalau bisa jangan ada lagi truk yang terparkir di kanan dan kiri jalan ini karena sangat mengganggu. Harusnya pihak yang mengerjakan proyek ini bisa mengaturnya agar tidak seperti ini,” tukasnya.

Sementara itu, salahsatu sopir truk pengangkut tanah urukan tersebut mengatakan, truk terpaksa parkir di pinggir jalan lantaran tidak bisa masuk ke area proyek.

“Belum bisa masuk ke dalam karena masih dirataain sama alat berat jadi ngantre untuk buang tanah,” jelasnya.

** Taufik / Nay

Empat Desa di Sukamakmur Rawan Kekeringan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah di Bogor Timur yang termasuk wilayah rawan kekeringan. Mengeringnya aliran Sungai dan tidak adanya curah hujan menjadi salah satu penyebab utama wilayah tersebut kerap mengalami kesulitan air bersih pada saat musim kemarau.

“ Di Kecamatan Sukamakmur sedikitnya ada empat desa yang rawan kekeringan yakni Desa Pabuaran, Sukadamai, Sukamulya, dan Wargajaya,” kata Camat Sukamakmur, Bakrie Hasan kepada wartawan, Kamis (3/8/23).

Menurut dia, penyebab kekeringan tersebut lantaran mengeringnya aliran sungai sebagai sumber utama air untuk warga dan tidak adanya curah hujan dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan untuk Desa Pabuaran, kekeringan sumber air karena tertutupnya irigasi akibat bencana longsor beberapa waktu lalu.

“ Jika masuk musim kemarau, otomatis beberapa wilayah di Sukamakmur akan mengalami kesulitan sumber air bersih dikarenakan tidak adanya sumber air yang biasa dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.

Bakrie mengaku, persoalan ini kerap terjadi pada saat musim kemarau. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor untuk menanggulangi permasalahan pasokan air bersih untuk warga.

“Sudah kami agendakan untuk menyediakan pasokan air bersih bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim reaksi cepat BPBD untuk melakukan penanganan jika ada wilayah yang terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

“Memang pemerintah provinsi sudah menetapkan status siaga untuk penangangan kekeringan ini. Oleh karena itu kita akan bergerak cepat jika ada wilayah yang dilanda kekeringan dan kekurangan pasokan air bersih,” singkatnya.

** Taufik/Nay

HMI MPO Nilai Rotasi Disdik Bukan Solusi

0

jurnalinspirasi.co.id – Polemik dugaan kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023, kembali menuai sorotan. HMI MPO pun menilai bahwa kekacauan yang terjadi merupakan tradisi buruk pemerintah dalam penanganan pendidikan.

Ketua HMI MPO Cabang Bogor, Irfan Yoga mengatakan bahwa jauh sebelum mencuat ke publik pihaknya sudah mewanti-wanti hal tersebut dengan melakukan audiensi dan memberikan rekomendasi ke beberapa pihak terkait. Namun, hal itu tak digubris.

Justru, kata dia, setelah masalah itu mencuat ke permukaan, wali kota malah melakukan rotasi pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) hingga kepala sekolah SMP. Hal tersebut, sambungnya, bukan merupakan solusi dalam membenahi kekacauan PPDB.

“Sebab, ya mereka masih bisa melakukan hal yang sama di tempat yang baru. Kenapa tidak demosi sekalian agar memberi efek jera kepada pejabat Disdik ataupun kepala sekolah yang ikut bermain pada PPDB jalur zonasi,” ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/8).

HMI MPO menilai, seharusnya wali kota melakukan tindakan tegas dengan mengajukan pemecatan dan menonjobkan oknum-oknum yang diduga terlibat di dalamnya.

Selain itu, kata Irfan, pihaknya juga mempertanyakan mengapa hanya Disdik dan kepala sekolah saja yg di rotasi. “Mengapa tidak Disdukcapil sekalian yang kami duga ikut terlibat juga dalam masalah PPDB sistem zonasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata dia, HMI MPO berharap dalam satu dua hari kedepan Pemkot Bogor memberikan solusi bagi anak-anak yang belum bersekolah karena ulah Pemkot Bogor itu sendiri.

“Ya, entah itu penambahan kelas di sekolah-sekolah atau di sisipkan ke sekolah-sekolah masih memiliki kuota,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya merombak komposisi pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, termasuk jabatan kepala sekolah, Senin (31/7).

Bima mengatakan bahwa rotasi kali ini adalah pembelajaran dan pembenahan dan pembenahan atas persoalan dalam PPDB.

“Saya menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk melakukan penyegaran pimpinan sekolah di SMP dan SD,” kata Bima

Dalam rotasi kali ini, Bima mengganti tiga pejabat di Disdik, 31 kepala sekolah SD, dan delapan kepala sekolah SMP.

Bima berharap, penyegaran ini dapat memberi pembelajaran kedepannya. “Jadi delapan Kepala Sekolah SMP yang bergeser, yang saya harapkan menjadi pembelajaran dan penyegaran. Di Dinas Pendidikan juga, Sekretaris Pendidikan dan dua Kabid SD SMP bergeser, dan saya tugaskan secara khusus untuk membangun sistem yang baik,” jelasnya.

Bima mengaku telah memegang laporan setebal 30 halaman dari Inspektorat Kota Bogor mengenai permasalahan yang terjadi saat PPDB. Sehingga, sambung dia, pihaknya melakukan langkah konkret atas laporan itu.

“Pembenahan itu ada di di Disdukcapil, jadi saya minta operator tidak lagi memiliki kewenangan otorisasi tanda tangan elektronik. Otoritas itu harus ada di pimpinan struktural diatas. Dan saya minta dilakukan pergeseran, pergantian seluruh operator,” bebernya.

Bima meminta kepala Disdukcapil menarik kembali kewenangan otoritasi terkait dengan perpindahan dokumen kependudukan di tingkat operator,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Bima, Disdukcapil Kota Bogor juga harus memiliki sistem. Sehingga setahun sebelum PPDB persyaratan untuk pindah domisili atau menitip keluarga tidak bisa dilakukan.

Bima juga meminta Disdik untuk mengevaluasi sistem PPDB. Sebab, berdasarkan hasil penelusuran, verifikasi administrasi scan barcode dari administrasi pendaftar, verifikasi faktual tak dilakukan sehingga menyebabkan persoalan.

“Disdik harus membentuk panitia khusus PPDB ini, seperti tahun lalu yang tidak dilakukan. Saya tegur keras dua dinas ini, sebagian dilakukan pergeseran, tetapi sistem harus dilakukan pembenahan,” ungkap Bima.

Bima berjanji akan mengkaji terlebih dahulu hasil laporan berdasarkan rekomendasi dari Inspektorat Kota Bogor.

“Jadi ini rinci sekali, langkah-langkahnya apakah saya akan menerbitkan Perwali khusus, sehingga PPDB tahun depan sudah disiapkan dari sekarang, untuk mencegah manipulasi dan memastikan bahwa warga yang berhak memperoleh hak,” ucapnya.* Fredy Kristianto

Survei Charta, Warga Puas Kinerja Bima – Dedie

0

jurnalinspirasi.co.id – Charta Politika Indonesia merilis survei tentang Persepsi Publik Terkait Kepuasan Kinerja Pemerintah Kota Bogor Tahun 2023. Survei dilakukan di Kota Bogor pada 18 hingga 23 Juli 2023, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Survei itu melibatkan sampel sebanyak 400 responden, yang tersebar pada enam Kecamatan di Kota Bogor. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (4,9%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasilnya, tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dipimpin Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Wakil Wali Kota, Dedie A. Rachim tergolong sangat tinggi. Kepuasan terhadap kinerja pemerintah Kota Bogor berada pada angka 84,5% (sangat puas 18,5% + cukup puas 66,0%). Sementara tingkat ketidakpuasan berada pada angka 14,0% (kurang puas 12,5% + tidak puas sama sekali 1,5%) dan yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab 1,5%.

Tingkat kepuasan kinerja Pemerintah Kota Bogor jika dilihat berdasarkan per kecamatan, tiga teratas yang memiliki kepuasan tertinggi berada di Bogor Tengah (sangat puas 23% + cukup puas 73%), Bogor Barat (sangat puas 24% + cukup puas 64%) dan Tanah Sareal (sangat puas 11% + cukup puas 75%).

Apabila dibandingkan survei Kota Bogor antara tahun 2022 dan tahun 2023 terdapat kenaikan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Kota Bogor. Tahun 2022 (sangat puas 10,3% + cukup puas 63,5%) dan Tahun 2023 (sangat puas 18,5% + cukup puas 66,0%).

Dalam penilaian kepuasan kinerja Pemerintah Kota Bogor, program yang dianggap paling berhasil oleh publik di urutan tiga teratas adalah kenyamanan taman kota 91%, pelayanan kesehatan 78% dan fasilitas pejalan kaki 77%.

Selain itu, program Pemkot Bogor yang paling banyak diketahui oleh publik, ketika diajukan pertanyaan terbuka (tanpa pilihan jawaban) adalah Infrastruktur 37,5%, kemudian transportasi 9,8%, olahraga 2,5%, kesehatan 2,5%.
Persetujuan publik terhadap pemberlakuan skenario rekayasa lalu lintas saat ini, terkait proyek pekerjaan jembatan Otista 78,5%.

Publik yang setuju pemberlakuan lalu lintas satu arah di seputaran Kebun Raya Bogor jika proyek jembatan Otista sudah selesai 64,0%.

Menanggapi hasil survei tersebut, Pengamat Kebijakan Publik dari IPB University, Prof. Ernan Rustiadi mengatakan bahwa hasil survei ini menunjukkan apresiasi dan tingginya persepsi positif masyarakat kota Bogor terhadap kepemimpinan pemerintah daerahnya.

“Tingkat kepuasan 84,5% merupakan capaian kepuasan yang relatif tinggi untuk di negara demokratis seperti Indonesia,” ujar Ernan, Kamis (3/8).

Menurut dia, survei ini juga memberi informasi bidang aspek dan wilayah pembangunan yang paling diapresiasi dan yang paling perlu mendapat perhatian ke depannya.

Kata dia, di Kecamatan Bogor Tengah tingkat kepuasan mencapai 96%, jauh lebih tinggi dari wilayah kecamatan lain, seperti di Kecamatan Bogor Timur (76%). Hal itu diasumsikan karena masyarakat di wilayah Bogor Tengah adalah yang paling mendapat manfaat terbesar dari berbagai kebijakan dan program yang dicapai, khususnya terkait akses ke taman kota, infrastruktur kota, fasilitas pejalan kaki dan pelayanan kesehatan.

“Selain itu, aspek transparansi anggaran pemerintah juga perlu disikapi dengan perbaikan kualitas komunikasi terkait sistem anggaran pembangunan,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Gelar Acara di Bandung, Anies-AHY Semakin Lengket

0

Bandung | Jurnal Bogor

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan melangsungkan kegiatan bersama Bakal Calon Presiden Anies Baswedan di Bandung.

Rencananya, Anies dan AHY akan menggelar acara dialog bersama generasi muda pada Sabtu, 5 Agustus 2023.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto membenarkan adanya rencana kegiatan Anies-AHY tersebut.

Selain itu, AHY juga akan berdialog dengan ribuan masyarakat di Sasanan Budaya Ganesha (Sabuga) pada Minggu, 6 Agustus 2023.

“Jika tidak ada perubahan, acara Anies dan AHY ini akan jadi momentum bahwa gerakan perubahan dan perbaikan Indonesia dimulai dari Bandung, Jawa Barat,” ujar Anton.

Anton berharap acara duet Anies dan AHY dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Selain itu, kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa AHY tetap berkomitmen berjuang bersama Anies Baswedan.

“Ini bukti bahwa AHY dan Demokrat memegang teguh komitmen Koalisi Perubahan dan Perbaikan,” ujar Anton.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Fathi menyatakan, persiapan acara Dialog Anies-AHY dengan generasi muda telah dipersiapkan sebaik mungkin.

“Lokasinya di restoran Rumah Kentang, akan ada sekitar seratus milenial dan zilenial yang berdialog dengan Anies dan AHY,” ujar Caleg DPR RI dari Dapil Kota Bandung dan Cimahi ini.

Fathi menambahkan, AHY juga akan menyempatkan olahraga lari pagi bersama masyarakat di lapangan Gasibu pada Minggu, 6 Agutus 2023.

“Ketum AHY rutin olahraga, jadi beliau mau lari pagi ke Gasibu bersama masyarakat,” jelasnya.

**” yev

Pemdes Bojong Nangka Realisasikan Dana Desa untuk Pembangunan Lapangan Sepak Bola

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Bojong Nangka merealisasikan Dana Desa untuk membangun sarana prasarana di bidang olahraga, yakni pembangunan lapangan sepak bola.

Hal tersebut disampaikan Ketua tim pelaksana, Sarip bahwa tingginya keinginan warga untuk memiliki lapangan sepak bola yang layak, hingga membuat Pemdes mengalokasikan Dana Desa untuk merapikan lapangan sepak bola.

” Anggaran ini memakan biaya sebesar Rp300 jutaan, dimana memang kita berupaya untuk memperindah lapangan kita sendiri,” tandasnya.

” Ya walau pun tidak begitu besar, tetapi diharapkan dapat memenuhi standar lapangan sepak bola pada umumnya,” sambungnya.

Sardi juga menjelaskan, bahwa proses pengerjaan lapangan sepak bola tersebut diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 6 bulan.

” Syukur-syukur bisa lebih cepat dari waktu yang diperkirakan,” harapnya.

Sementara Kepala Desa Bojong Nangka H. Amir Arsyad mengatakan bahwa lapangan ini juga niatnya sebagai tempat bersatunya antara pemuda Desa Bojong Nangka. Sehingga memupuk rasa persatuan sesama pemuda Desa  Bojong Nangka dalam olahraga. 

“Lapangan ini sebagai tempat berkumpulnya para pemuda, sehingga persatuan dapat terjaga antarpemuda Desa Bojong Nangka,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Pembangunan Selesai, Samisade Desa Sukamanah Dievaluasi

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kecamatan Jonggol beserta UPT PUPR Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan untuk pekerjaan Samisade (Satu Miliar Satu Desa) yang baru saja diselesaikan oleh Pemerintah Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor.

Ketua Tim Monev, Gogo Badarudin mengatakan, tim melakukan pengecekan hasil pekerjaan Samisade Desa Sukamanah. Dimana, untuk Kecamatan Jonggol sendiri baru 2 desa yang sudah turun yakni Desa Sukamanah dan Desa Sukagalih.

“Untuk Kecamatan Jonggol sih baru 2 desa yang sudah turun, bukan karena ada kendala melainkan karena perubahaan titik di desa masing-masing. Itu salah satu yang menyebabkan anggaran Samisade telat turun ke desa,” ungkap Gogo kepada Jurnal Bogor, Rabu (2/8/23).

Menurutnya, untuk pekerjaan milik Desa Sukamanah sendiri dari 60% dana Samisade yang sudah diturunkan, sudah selesai 100%, dan hasilnya baik sesuai yang diharapkan.

“Saya berpesan kepada semua kepala desa agar menjalankan amanah sesuai dengan aturan yang ada, pergunakan anggaran sesuai RAB yang sudah dibuat,” cetus Gogo.

Sementara Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi mengucapkan terimakasih kepada Tim Monev Kecamatan Jonggol yang diketuai Sekcam Gogo Badarudin. Sejauh ini, Desa Sukamanah berupaya untuk memperindah jalan desa yang memang masih butuh banyak perhatian untuk bidang infrastrukturnya.

“Untuk Samisade kali ini kami salurkan di jalan desa yang berbatasan dengan Bekasi. Ada juga jalan lingkungannya, kami berupaya sebaik mungkin untuk menyalurkan anggaran yang sudah disiapkan oleh Pemda Bogor,” imbuhnya.

Untuk Desa Sukamanah sendiri, sambung Hadi, akan berupaya amanah sesuai dengan nama desanya. Dia juga khawatir dan takut jika harus menyelewengkan dana dari pemerintah apalagi berbenturan dengan hukum.

“Pengawasan kan sudah dilakukan secara berlapis, tinggal ditinjau saja. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada Pemkab Bogor. Karena adanya anggaran Samisade ini bisa mempercepat pembangunan di desa,” pungkasnya.  

** Nay Nur’ain