25.2 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 496

Tak Terima Anak dan Isteri Disandera, Suami Lapor Polisi

0

Bandung | Jurnal Bogor

Niat hati ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan berbisnis melalui media sosial, IS justeru mendapat persoalan yang membuat isteri dan anaknya yang masih dibawah umur jadi korban penculikan.

IS, pria asal tenjo, Kabupaten Bogor tersebut menjelaskan, berawal saat keisengannya mencarikan kendaraan roda 4 untuk rekannya melalui media sosial FB. Dirinya tergiur dengan tawaran yang diberikan IW yang ingin mentake over kendaraannya, hingga terjadilah transaksi, dan kendaraan roda 4 yang sudah dibelinya secara full langsung diberikan kembali kepada rekannya yang memang sedang membutuhkan.

“ Dalam perjalanan, ternyata mobil yang diberikan IW itu masih berurusan dengan leasing, lalu IW dkk meminta saya untuk mengembalikan mobil yang sudah ditake over tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut IS (pelapor) menjelaskan pada 16 Agustus 2023 pukul 01.00 wib pada saat dirinya hendak pulang ke rumah, sekitar pukul 00.30 dia melihat terlapor IW dkk berjumlah 5 orang sudah ada di sekitar depan rumah, dan ketika mereka melihat IS, mereka langsung mengejar dan meneriaki, “Hai jangan kabur kamu”.

” Selanjutnya pihak IW menembak 1 kali ke arah saya, karena takut saya lari. Kemudian terdengar 1 kali lagi dari arah belakang saya suara tembakan keras seperti suara petasan “dor”, disusul dengan teriakan yang mengejar saya, “Hai kalau kamu tidak menyerahkan diri anak dan istrimu saya bawa ke Polres,”.  Saat itu posisi saya terjatuh di semak-semak gelap dekat pelaku, dan setelah pelaku yang mengejar saya kembali ke depan rumah saya, lalu saya kabur menelusuri sungai yang ada di sekitar dekat rumah saya, sampai keesokan harinya sekitar pukul 16.00 wib saya pulang dan mendapati istri dan anak saya tidak ada di rumah,” beber IS.

Tetapi ada banyak saksi yang melihat saat kejadian tersebut, sambung IS, bahwa istrinya dibawa oleh segerombolan orang yang mengaku sebagai anggota polisi dari Polres. Kemudian melalui keluarganya mencoba untuk melalukan pencarian inpormasi ke sekitar Polres terkait dan terdekat, namun hasilnya nihil. Dengan bekal inpormasi dari saksi-saksi di sekitar rumah dan mendapatkan informasi dari saudaranya, bahwa istri dan anaknya telah dibawa malam itu oleh beberapa orang dengan  menggunakan sepeda motor dan dimasukan ke mobil pelaku yang diparkir di tepi jalan, mobilnya warnanya putih mutiara dengan nomor polisi B 1924 SZV jenis Mazda CX-5.

“Kata saudara saya, istri dan anak saya dibawa oleh mereka memakai mobil dan entah dibawa kemana, “ katanya.

Namun setelah dua hari berusaha mencari informasi keberadaan anak dan Istrinya, IS mendapat kabar dari keluarga yang menghubungi nomor telepon yang diduga pelaku IW. Nomor telepon tersebut  tinggalkan dan pihak keluarga mencoba untuk menghubungi, kemudian berhasil komunikasi dengan terlapor IW.

“ Yang pada intinya IW ingin membarter atau menukar guling anak dan istri saya dengan mobil yang telah IW take over kan. Selain anak dan isteri saya yang disandera IW juga membawa kendaraan roda 2 milik saya,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut, lebih lanjut IS menjelaskan, dirinya langsung meminta bantuan pengacara Imam Rusmana untuk membuat laporan kepada pihak kepolisan.

“ Alhamdulilah proses sudah berjalan dan tersangka sudah tertangkap. Saya ucapakan terimakasih kepada Kuasa Hukum dan tim serta pihak Direskrimum Polda Jabar yang sudah gerak cepat dalam menyelamatkan anak dan isteri saya,” cetusnya.

Dirinya berharap, pelaku bisa dihukum semaksimal mungkin, karena sudah membahayakan nyawa orang lain. “ Ini pelajaran untuk saya, dan saya harap kejadian seperti ini tidak saya alami lagi. Begitu pun kepada orang lain agar berhati-hati jika ingin melakukan trasnsaksi via media sosial manapun,” pungkas nya.

** Nay Nuráin

Modus Take Over Kendaraan Lewat FB, Istri dan Anak Dijadikan Sandera

0

Bogor | Jurnal Bogor
Modus baru penipuan berupa take over kendaraan melalui media sosial Facebook kembali terjadi. Kali ini, seorang istri dan anak yang masih di bawah umur menjadi korban penculikan, karena modus tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Kuasa Hukum IS, Imam Rusmana, SH dimana kliennya tertipu dengan modus jual beli kendaraan roda 4 melalui medsos.

” Jadi kejadian berawal saat IS, pria asal Tenjo, Kabupaten bogor, mengisi waktu kosong iseng-iseng dan baru kali pertama niat bantu tetangga carikan unit KR-4 sistem take over melalui medsos (FB) dan tersangkut pada iklan di FB atas nama Mohamad Syahdan Bima dalam situs Over Kredit Mobil Baru Bekas Jabodetabek, pada tanggal 07 Agustus 2023,” ungkap Imam sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/8/23).

IS diduga menjadi korban sindikat pelaku kejahatan modus baru yang diinisiatori seorang wanita inisial IW dkk, sambung Imam, dimana dalam hal ini IW menjadikan istri dan kedua anak IS yang masih balita sebagai sandra atau jaminan dengan modus minta dikembalikan mobil yang masih dalam proses kredit, yang sudah dijual putus oleh IW kepada IS.

” Sedangkan mobil tersebut sudah diberikan IS kepada sahabatnya. Niat awal ingin berbisnis justeru harus kena tipu modus baru yang mengakibatkan anak dan istrinya menjadi korban,” papar Imam.

Lebih lanjut Imam menjelaskan, pada 16 Agustus 2023 pukul 01.00 WIB, isteri dan anak IS disandra oleh IW dkk di rumah kontrakannya di daerah Tangerang Selatan, dan setelah segala upaya korban secara baik-baik melalui keluarganya untuk menghubungi IW dkk tidak kunjung berhasil.

Kemudian pada 19 Agustus 2023 dengan sangat terpaksa korban melaporkan IW dkk ke Kantor Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat atas dasar dugaan kejahatan menculik istri dan anak dari Iwan S atau korban dengan laporan polisi nomor : LP-B/343/VIII/2023/SPKT/ Polda Jawa Barat tanggal 19 Agustus 2023 pukul 21.46 wib.

“ Alhamdulilah pelaku sudah diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar yang sudah gerak cepat dalam menangani perkara ini, yang dipimpin langsung ke lapangan oleh Kanit Reskrim Kompol Sulaiman Spd,SH,.MH dan Tim IPTU Ade Hasan Santoso, AIPTU Bekti Nurohman, BRIPKA Samsul Basar, SH,BRIPKA Yudiansyah,SH dan BRIPTU Arif Rahman Hidayat, SH yang telah melakukan tindakan prosedur dengan mengamankan korban, dan terduga pelaku IW dkk dengan membawanya ke Kantor Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar, “ tandas Imam.

Imam Rusmana,SH,.M.Hum  atas nama kuasa hukum  dari keluarga korban yang tersandra Sdri Tika mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah terlibat langsung dalam penanganan laporan tersebut, termasuk kepada tim kuasa hukum pelapor, serta apresiasi khusus yang sangat tinggi dari kami atas nama keluarga kepada seluruh jajaran Polda Jabar Cq.Dir dan Wadir Krimum Polda Jabar serta Tim Unit yang menangani langsung perkara ini termasuk pada bapak Kapolsek Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor beserta jajaran yang telah mendampingi langsung ke TKP rumah keluarga korban Desa Bojong Kp Pasirlimus Seberang RT 004/004.

“ Harapan dan masukan kami, atas nama hukum agar perkara ini dapat dituntaskan sesuai dengan mekanisme hukum dan prosesnya dilanjutkan sampai pada persidangan agar terduga pelaku semua dihukum dengan ancaman pasal terberat secara maksimal,” harap Imam.

Kemudian yang terlibat dalam peristiwa tersebut, sambung Imam, agar segera dilakukan penuntutan tidak terkecuali pada oknum anggota TNI inisial B yang dilibatkan oleh IW dkk segera dilakukan pengusutan dengan identitas yang telah disampaikan terlapor IW pada penyidik pemeriksa DirKrimum Polda Jabar, dan untuk segera berkordinasi dengan unsur gakum Danpom III Siliwangi.

“Karena kami dengan unsur lapisan terkait termasuk pers media cetak dan online akan mengawal terus kasus ini sampai tuntas agar modus-modus seperti ini tidak terulang kembali di masyarakat. Karena  para terduga pelaku bertindak telah membawa-bawa nama institusi Polri untuk menakut nakuti masyarakat,” pungkas Imam.

** Nay Nuráin

Lakukan Literasi di SMAN 1 Cibinong, Perpustakaan UNHAN RI Sosialisasikan UPA

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Universitas Pertahanan Republika Indonesia (UNHAN-RI) melakukan literasi di SMAN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor dalam rangka sosialisasi Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Sekolah, Rabu (30/08/23). Hal tersebut disampaikan Ketua Komite SMAN 1 Cibinong, Saiful dimana pihaknya mendukung literasi yang dilakukan UNHAN kepada sekolah favorite tersebut.

“ Sebagai penyedia layanan UPA, Perpustakaan UNHAN RI mensosialisasikan kebutuhan sekolah dengan menyediakan berbagai layanan sumber informasi dan mampu memenuhi kepuasan atas layanan tentang perpustakaan yang berkualitas,” ungkap Saiful kepada Jurnal Bogor.

“Saya sangat mendukung sekali apa yang telah dilakukan oleh UNHAN RI, yang telah mensosialisasikan UPA Perpustakaan di sekolah SMAN 1 Cibinong, semoga dengan adanya sosialisasi ini, siswa-siswi di sekolah bisa lebih meningkatkan pengetahuan, menambah ilmu,” tambahnya.

Saiful juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran UNHAN yang sudah mensosialisasikan tentang perpustakaan di sekolah-sekolah.

“ Atas kunjungan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada tim dari UNHAN RI yang telah datang ke sekolah, untuk memberikan sosialisasi UPA Perpustakaan kepada siswa-siswi di sekolah SMAN 1 Cibinong,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan SMAN 1 Cibinong kedepannya bisa lebih baik lagi dalam menjalankan program-program sekolah,” tutupnya.

** Nay Nurain

PPNS Line Tower BTS Dayeuh Dicopot Satpol PP, Kasie Penindakan Sebut Alasan Kebutuhan Masyarakat

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Pencopotan garis PPNS Line yang dilakukan oleh Kasie Penindakan Pol PP Kabupaten Bogor terhadap Tower BTS yang berada di Kp Babakan, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor menjadi sorotan warga. Pasalnya, tower yang sudah dipasang garis PPNS selama lebih dari sebulan tersebut tiba-tiba dicopot dan pekerjaan tower yang masih belum memiliki izin tersebut berlanjut.

Salah satu warga sekitar yang keberatan akan keberadaan Tower tersebut, Agil mengatakan bahwa dirinya menyayangkan akan tindakan Satpol PP yang tiba-tiba mencopot garis PPNS. Padahal, mereka yang sudah memasangnya. Menurut Agil, seharusnya jika perusahaan belum bisa menunjukan administrasi perizinan secara lengkap, harusnya para penegak Perda itu tidak melakukan pencabutan terhadap PPNS linenya.

“ Ini ada apa sebetulnya, apa sudah ada kesepakatan antara pengusaha denan Satpol PP. Sehingga saat dicabut garis peringatannya, pembangunan tower dilanjutkan,” keluh Agil.

Agil yang khawatir akan dampak kedepannya karena keberadaan Tower BTS yang persis dibelakang rumahnya tersebut, akan melayangkan surat pernyataan keberatan kepada dinas terkait. “ Saya akan coba layangkan surat keberatan, walaupun hanya sendiri, tapi ini menyangkut keselamatan keluarga saya,” tandasnya.

Sementara, Kasie Penindakan Satpol PP Kabupaten Bogor Yudi membenarkan adanya pencopotan garis PPNS pada Tower BTS di Desa Dayeuh. Yudi menyebut, pencopotan tersebut dilakukan karena kebutuhan masyarakat. Namun dirinya tetap menetapkan untuk pihak perusahaan agar meneruskan perizianan pendirian tower tersebut.

“ Jadi, saya mendapatkan info jika Diskominfo sudah memberikan rekomendasi untuk keberadaan Tower BTS tersebut. Namun memang saya belum melihat suratnya dari Diskominfo baru sebatas info, dan untuk perizinan bangunannya sendiri kami sudah menekankan kepada pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan perizianannya,” tuturnya.

“ Memang belum selesai periziannnya, dan kami melakukan pencopotan atas dasar kebutuhan masyarakat, dan bukan berarti saat segel dicopot perusahaan bisa membangun kembali. Jika kenyataannya pihak perusahaan membangunkan kembali tower sampai selesai itu bukan atas kesepakatan atau instruksi dari kami,” tambahnya.

Yudi menyebut, pihaknya belum bisa melakukan tindakan pembongkaran terhadap Tower BTS tersebut, sebelum ada pelimpahan dari dinas teknis, dimana dinas yang  berperan dalam hal itu adalah DPKPP.

“ Jika kita mau saklek harus berbarengan dengan dinas yang lain, dalam arti kalo dari DPKPP memberikan surat pelimpahan, kami membongkar pun sangat siap, karena sudah sesuai dengan SOP,” ujarnya.

** Nay Nuráin

Regina Caeli Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

0

Cileungsi l Jurnal Bogor
Sebagai lembaga pendidikan yang juga konsisten dalam bidang sosial, Yayasan Bina Muda Regina, penyelenggara PG-TK, SD, SMP, dan SMA Regina Caeli, kembali menggelar kegiatan kemanusiaan berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang akan dilaksanakan pada 1-2 September. Program tersebut rutin digelar pihak yayasan sebagai wujud kepedulian sosial dalam bidang kesehatan.

” Ada beberapa kegiatan kemanusiaan yang kami laksanakan di sekolah Regina Caeli yakni donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.  Kami mengajak kepada warga Bogor khususnya Cileungsi dan sekitarnya, yang ingin mendonorkan darah atau yang ingin memeriksakan kesehatan untuk datang ke Sekolah Regina Caeli pada 1 sampai 2 september ,”kata Humas Regina Caeli, Dr. Agus Priyowidodo yang familiar dipanggir Mr. Agus kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/8/23).

Menurut Mr. Agus, program donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dilaksakan melalui kerjasama antara Sekolah Regina Caeli, Palang Merah Indonesia, RS Hermina Cileungsi dan Puskesmas Cileungsi. Dia berharap, program ini khususnya donor darah dapat membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darah. Mengingat saat ini ketersediaan darah di PMI semakin berkurang.

“Kami harap program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan tersebut juga akan dilengkapi dengan bazar berbagai produk UMKM. Sehingga masyarakat yang hadir selain mendonorkan darah atau memeriksakan kesehatan juga dapat melihat berbagai produk UMKM.

“Kegiatan kemanusiaan semacam ini akan menjadi agenda rutin kami yang digelar secara berkala. Karena selain pendidikan, kami juga akan terus concern dalam bidang kemanusiaan,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Program Aspirasi, Fathoni Bangun Drainase di Kampung Bakom

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Program aspirasi anggota DPRD Kabupaten Bogor  Achmad Fathoni kali ini menyasar RT 05 RW 04 Kampung Bakom, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor berupa pembangunan drainase. Hal itu dilakukan berdasarkan aspirasi dari masyarakat dan Pemerintah Desa yang memerlukan perbaikan drainase di beberapa titik yang rawan terjadi banjir pada saat musim hujan.

” Di lokasi ini kalau musim hujan air naik ke pemukiman warga karena drainasenya sempit. Apalagi sejak adanya kawasan industri, kalau hujan deras pasti banjir. Makanya kita mengajukan perbaikan drainase,” kata Ketua RT 05 Kampung Bakom, Eno kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/8/23).

Menurut dia, persoalan banjir merupakan masalah rutin yang dihadapi oleh warga RT 05 setiap tahun. Oleh karena itu, sudah sejak lama warga mengajukan perbaikan drainase namun belum juga direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten bogor.

“Kita mengajukan perbaikan drainase ini sudah lama sebenernya tapi tidak kunjung diperbaiki. Alhamdulilah sekarang bisa diperbaiki oleh kang Fathoni melalui program aspirasi dewan,” ujarnya.

Sementara itu Kasie Kesra Desa Limusnunggal, Idam Damiri mengatakan, ada beberapa titik drainase yang memang sudah layak mendapat perbaikan karena sudah menyempit dan mengalami pemdangkalan. Hal itu, menurutnya menjadi salahsatu penyebab utama terjadinya banjir di wilayah Kampung Bakom.

“Salahsatu titiknya adalah yang saat ini diperbaiki oleh pak Fathoni melalui aapirasi dewan. Mudah-mudahan hal ini dapat mengurangi banjir di Kampung Bakom pada saat musim hujan nanti,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Idam atasnama Pemerintah Desa,  dirinya menyampaikan terima kasih atas kepedulian Achmad Fathoni terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di Desa Limusnunggal. Hal tersebut menurutnya sangat membantu pemerintah desa dalam mengatasi persoalan di masyarakat, khususnya terkait banjir.

“Saya sampaikan terima kasih kepada pak Fathoni yang sudah menyalurkan aspirasinya di Kampung Bakom ini. Mudah-mudahan ke depan bisa dilanjutkan ke titik berikutnya yang masih terhubung dengan drainase yang diperbaiki saat ini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Achmad Fathoni mengatakan, proses pembangunan di desa diperlukan sinergitas antara pemerintah desa dan anggota dewan. Karena program aspirasi dari dewan merupakan penyelarasan antara program yang diajukan oleh Pemerintah Desa melalui Musrenbang.

“Oleh karena itu saya menekankan pentingnya komunikasi antara anggota DPRD dengan kepala desa terkait program pembangunan di desa. Sehingga program tersebut dapat diselaraskan dan direalisasikan,” kata Fathoni.

Ia berharap, program aspirasi tersebut dapat bermanfaat dan menjadi solusi dalam menangani permasalahan warga pada saat musim hujan. Ia pun mengajak warga agar bersama-sama menjaga dan merawat drainase agar dapat berfungsi dengan baik.

“Ke depan ini tentunya menjadi tanggungjawab bersama, khususnya warga agar drainase tetap berfungsi, tidak menyempit dan dipenuhi sampah,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Dechan Agendakan Uji Coba Tim Bola Voli Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita, memastikan tim bola voli putra dan putri binaannya, akan melakoni laga uji coba dengan beberapa klub bola voli yang ada di Kota Bandung pada 7-8 September 2023.

Laga uji coba dengan beberapa klub voli di Kota Bandung, kata Dede Chandra, merupakan satu keharusan. Karena sambung Decan-sapaan akrab politisi Partai Demokrat ini, laga uji coba tersebut, bertujuan untuk mengetahui kekuatan tim voli putra dan putri Kabupaten Bogor, serta ingin melihat peta kekuatan dari lawan.

Apalagi kata, Decan para pemain yang saat ini ada, merupakan atlet yang akan dipersiapkan untuk membela Kabupaten Bogor, pada pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat tahun 2026, yang akan dilaksanakan di Kota Bogor.

“Kita hanya ingin tahu kemampuan dari atlet-atlet kami, sebab melalui ujicoba ini kita isa tahu kekurangan yang ada pada masing-masing atlet. Apalagi mereka ini, nantinya akan kita persiapan untuk membela Kabupaten Bogor, di ajang Porda Jabar 2026,” kata Decan menjelaskan.

Lebih lanjut Decan menjelaskan, bahwa Porda 2026 mendatang, merupakan Porda yang sangat ketat dalam perebutan medali emas.  Maka dari itu, kesiapan mental dan bertanding atlet harus dudah dipersiapkan dari sekarang, melalui laga uji coba, ataupun tampil dievent-event resmi. Karena, dengan banyaknya mereka bertanding, sudah pasti jam terbang dan pengalaman akan bertambah.

“Kita hanya ingin yang terbaik bagi atlet. Maka dari itu kita akan perbanyak lagi jam terbang atlet melalui laga uji coba dengan daerah-daerah yang memang punya kualitas atletnya mumpuni dalam olahraga voli,” kata Dechan. 

** Asep  Syahmid

Dua Siswi SMAN 1 Leuwisadeng Sabet Emas Popnas 2023

0

Palembang | Jurnal Bogor
Tinta emas kembali ditorehkan dua siswa SMAN 1 Leuwisadeng yang berhasil menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Jawa Barat pada ajang Popnas 2023 di Palembang, Sumsel.

Laili Dwiyanti Nur R dan Medina Nazwa Yuniar

Dua atlet putri asal SMAN 1 Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yakni Laili Dwiyanti Nur R dan Medina Nazwa Yuniar berhasil memberikan Konstribusi bagi Kontingen Jawa Barat pada cabor Bulutangkis beregu Putri.

” Dalam laga final beregu Putri, Tim Jabar berhasil menumbangkan Jawa Tengah dengan skor 2-0 dari tiga partai yang dipertandingkan,” ucap M Ali Miftah salah satu official Tim Badminton Jabar asal Kabupaten Bogor, Rabu, 30 Agustus 2023.

Ali menambahkan, karena sudah unggul 2-0 secara langsung maka partai ketiga tidak dimainkan.

“Sedangkan pada nomor beregu putra, Tim Badminton Jabar meraih medali perunggu,” tegasnya

Sebenarnya ada tiga atlet asal SMAN 1 Leuwisadeng dan satu atlet dari SMA Trisula Gunung Putri yakni Bagir Al Hanif yang juga membela Jabar pada Popnas 2023.

Satu pemain putra asal SMAN 1 Leuwisadeng yang membela Jabar pada Popnas 2023 atas nama Adriel Ferdinand L

” Alhamdulilah anak anak mampu memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat pada Popnas 2023 ini. Saya bangga dan sangat mengapresiasi prestasi yang juga sangat mengharumkan SMAN 1 Leuwisadeng di kancah olahraga nasional,” ucap Dwi Indriati Astuti, Kepala Sekolah SMAN 1 Leuwisadeng, Rabu, 30 Agustus 2023.

Dwi berharap ketiga siswa SMAN 1 Leuwisadeng ini bisa jadi atlet nasional dan terus berjaya di kancah nasional serta internasional.

” Kami akan terus mensuport para siswa berprestasi pada bidang olahraga, akademik dan ketrampilan atau kesenian,” cetusnya.

Dwi menambahkan, usia muda atlet atlet Badminton asal SMAN 1 Leuwisadeng ini, maka mereka harus tetap membela Kabupaten Bogor pada event Porprov atau membela Jabar pada event seperti Kejurnas dan PON.

” Alhamdulilah Laili Dwiyanti Nur R saat ini tercatat sebagai atlet PON Jabar untuk PON XXI Sumut -Aceh 2024.

** asep syahmid

Taman Uson Jagabita Masuk Desa Kreatif yang Diluncurkan Pegadaian

0

Parung Panjang | Jurnal Bogor
Salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Pegadaian meluncurkan empat Desa Kreatif di Taman Uson (Tamson) Desa Jagabita, Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Minggu (27/08/2023).

Empat Desa kreatif ini meliputi kerajinan tangan limbah ban bekas dari Desa Lumpang, kerajinan tangan Bank Sampah dari Desa Cibunar, Kerajinan Anyaman bambu dari Desa Gintung Cilejet dan Kerajinan tangan awian bambu dari Desa Jagabita.

Senior Vice President Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Pegadaian Rully Yusuf mengaku bersyukur bisa meresmikan Desa Kreatif di Kecamatan Parungpanjang.

“Alhamdulillah hari ini kita melakukan launching di Desa Jagabita ini, yang kita beri judul Desa Kreatif Tamson Agustusan, dengan melibatkan 4 desa yang kita lakukan intervensi, terhadap kreativitas desa sesuai dengan kelebihan atau keunggulan desanya potensi sumber daya di masing-masing desa tadi,” kata Rully Yusuf, Minggu (27/08/2023).

Rully menuturkan, PT Pegadaian bekerjasama dengan Universitas Trisakti dan Komunitas Rumah Anak Bumi dalam melakukan pendampingan Desa Kreatif selama 3 tahun kedepan, yang sudah dibangun selama empat bulan belakangan.

“PT Pegadaian bersama Universitas Trisakti dan Rumah Anak Bumi dan kita melakukan kolaborasi untuk melakukan pendampingan di empat desa ini, dan alhamdulillah empat bulan berlangsung, agenda hari ini sekaligus untuk memperingati Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia. Tempat ini yang kita resmikan kita hidupkan sebuah taman dikelilingi dengan bambu, kerindangan yang tidak jauh dari pusat kota, sehingga bisa menampilkan beberapa macam kreativitas sekaligus menghidupkan desa dalam rangka Desa Kreatif yang maju,” tuturnya Rully.

“PT Pegadaian ini ada di seluruh Indonesia 12 kantor wilayah dan 61 area dengan cabang di 460 dengan outlet ada di 4.068 outlet, ini menunjukkan untuk program pendampingan kita terus melakukan komunikasi dengan komunitas-komunitas masyarakat sekitar, tidak saja Desa Kreatif tapi juga Bank sampah,” tambahnya Rully.

Lebih lanjut Rully, dirinya terus mengusung 3 prioritas utama dalam pendampingan Desa Kreatif yaitu pendidikan, pendampingan UMKM, dan lingkungan.

“Jadi potensi desa masing-masing pasti punya kreativitas yang luar biasa, kami dari PT Pegadaian di bawah bimbingan juga arahan dari Kementerian BUMN, yang mengusung dalam 3 prioritas bidang yaitu pendidikan, pendampingan UMKM, dan juga lingkungan, maka potensi desa di seluruh Nusantara ini, pasti memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing. Ayo kita berpangku tangan, mari kita bersinergi, kolaborasi untuk membangun Indonesia dari desa-desa yang luar biasa,” kata Rully.

Perlu diketahui, Desa Kreatif di Tamson (Taman Uson) ini terletak di Desa Jagabita Kampung Leles, RT 03, RW 04 Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Hasilnya berhasil mengundang banyaknya antusias masyarakat yang datang saat Tamson resmi dibuka, hingga puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terlihat banyak berdiri untuk berjualan.

Di Desa Kreatif ‘Awian’ Tamson ini dijual pasar ‘Awian’, Batik Bambu (berbagai jenis batik), aneka kerajinan bambu hingga kuliner khas kampung.

Bahkan, pembentukkan bambu ini terjadi karena bambu adalah tanaman mandiri, dapat tumbuh dengan sendirinya dan banyak tumbuh di daerah tropis dengan penghasil terbaik oksigen (O2) diantara tumbuhan lain selain trembesi.

Saat memasuki Taman Uson Desa Awian Jagabita ini, kita disuguhkan ratusan meter pohon bambu yang menutupi cahaya matahari, dan suasana sangat sejuk bisa dihirup udara alami.

Salah satu pencetus Taman Uson, Mad Yusuf (56) atau yang sering disapa ‘Uson’, laki-laki kelahiran tahun 1967 ini lahir Kabupaten Bogor merintis lumayan lama, untuk bisa mengubah bambu menjadi hasil awian yang sangat menakjubkan.

Kata Uson, dirinya mulai menggarap hasil kerajinan tangan ini dari 4 tahun belakangan, dan tak mudah bisa bertahan dalam sisi ekonomi yang sulit, bahkan dengan adanya pandemi Covid – 19 pada tahun 2019.

“Saya mendirikan hasil dari awian ini ya, berdiri sejak 4 tahun kebelakang ya, dan sangat sulit bisa bertahan di dalam kondisi saya yang jauh dari kata sejahtera atau kekurangan, apalagi, di tahun 2019 masyarakat di Indonesia dihajar pandemi virus Covid – 19 ya,” katanya.

Uson menjelaskan, membuat kerajinan awian dari bambu karena senang bisa mengumpulkan hingga menghidupkan ekonomi di masyarakat.

“Jadi saya senang aja ya, bisa membuat kerajinan tangan, hingga bisa mengumpulkan banyaknya orang, bahkan bisa membangun ekonomi di masyarakat,” jalasnya.

Bahkan, Uson menjual hasil kerajinannya dari harga Rp. 5.000 sampai Rp. 250.000 dan tergantung model atau tipe kesulitan awian yang dibuat.

“Dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 250 ribu, tergantung pemesanan dan kesulitan pembuatan kerajinan tangan,” bebernya.

Dirinya mengharapkan pemerintah setempat bisa terus membantu dari semangat hingga materi, karena di Taman Uson ini masyarakat bisa hidup.

“Mudah-mudahan pemerintah setempat bisa mendorong penuh ya Taman Uson ini bisa berkembang kedepannya,” harapnya Uson.

Sementara Pencetus Desa Kreatif dari Founder Rumah Anak Bumi (RAB) Ridwan Manatik mengaku mengumpulkan energi positif ini tidak mudah.

“Jadi Tamson itu adalah sebuah gagasan, tidak hanya wilayah, tidak hanya tempat akan tetapi sebuah energi tempat mengumpulnya masyarakat mengumpulkan energi positif, kita kumpulkan satu per satu seperti bermain puzzle yang berbeda-beda, bermacam-macam karakter dengan tujuan yang sama, membangun ekonomi masyarakatnya,” bebernya.

Ridwan juga mengakui bersama Uson merintis Desa Kreatif Awian di Jagabita sejak tahun 2019, yang awalnya tidak memiliki konsep hingga akhirnya ramai didatangi masyarakat.

“Sejak tahun 2019 itu saya sudah bersama dia, saya bina segala macam, hanya saja pada saat itu kita belum mempunyai konsep apapun, kita hanya ngobrol dan ngobrol, Uson ini pekerja keras ya tidak bisa memiliki apapun ya, dan memiliki beban kehidupan yang sangat luar biasa dan Uson hanya bisa berpikir bagaimana tempat dia bisa dikunjungi banyak orang,” tambahnya.

Lebih lanjut Ridwan, dirinya menuturkan bisa membangun kurang lebih 50 UMKM di masyarakat.

“Desa Jagabita ini Desa Kreatif penguat  kedepan kita akan membuat berbagai pelatihan disini, hingga saat ini total pedagang hampir 50 UMKM ya masyarakat,” tutur Ridwan.

Ridwan bercerita bahwa budaya itu bisa membuat semua orang semangat menjalani hidup.

“Budaya itu menyatukan membuat orang menjadi lebih dan membuat orang semangat dalam hidup karena kreatif itu adalah pemicu untuk kita menjadikan masyarakat bisa kumpul disini diwadahi wadah kreatif berbasis kebudayaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jagabita Acep Humaedi mengapresiasi Desa Kreatif ini sangat luar biasa hingga mendatangkan antusias yang tinggi di masyarakat.

“Pada dasarnya saya berterima kasih kepada PT Pegadaian, sudah mendorong Desa Kreatif ini yang dikemas beberapa bulan yang lalu, memang terlalu singkat, akan tetapi sangat luar biasa antusias masyarakat ramai, sehingga hampir sesuai rencana,” katanya.

Dirinya berharap, Desa Jagabita bisa menjadi salah satu Desa Kreatif percontohan di Indonesia karena bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat.

“Tentunya Desa Kreatif ini di seluruh Indonesia belum ada, hari ini Desa Jagabita mudah-mudahan menjadi yang pertama menjadi Desa Kreatif sehingga terus berkelanjutan, sehingga bisa menimbulkan ekonomi baru di masyarakat,” harapnya.

Kedepan, Acep Humaedi akan membangun karakter masyarakat Desa untuk menumbuhkan ekonomi di masyarakat.

“Kedepan, saya akan membangun karakter mental masyarakat memahami tujuan dan maksud kita semata-mata untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat dan kegiatan ini positif, seperti apa yang dikatakan Menteri Pariwisata bahwa harus ada desa-desa kreatif di Indonesia, salah satunya yang akan menjadi cikal bakal adalah di Jagabita ini, dan jangan pernah malu atau berkecil hati kita berjualan di alam terbuka seperti ini,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat terus mendukung program Desa Kreatif dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Saya dukung penuh ya program Desa Kreatif ini, karena tujuan utamanya adalah menumbuhkan ekonomi di masyarakat,” pungkasnya.

** Andres

Satpol PP Tindak Restoran Wulansari Karena Belum Berizin

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Kasie Penindakan PPNS Satpol PP Kabupaten Bogor, Yudi memberikan penjelasan perihal pemasangan garis PPNS pada bangunan Restoran Wulansari, Rabu (30/8/2023). Restoran Wulansari dipasang garis PPNS karena ternyata bangunan tersebut belum mengantongi izin. Pihaknya memasang garis tersebut untuk memastikan pihak restoran harus sesegera mungkin mengurus perizinan pada bangunan tersebut.

“ Walaupun menurut informasi sudah ada pemberhentian sebelumnya dari pihak UPT DPKPP, tapi itu belum sampai kepada kami, untuk saat ini kami hanya melakukan peringatan dengan memasang garis PPNS. Namun untuk tindakan selanjutnya nanti kami akan menunggu pelimpahan dari DPKPP,” jelasnya

“ Jadi, sebagai penegak Perda kami hanya meminta pihak restoran untuk tidak melakukan aktivitas apapun sebelum bisa menunjukkan surat perizinan akan bangunan tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya disebutkan, berkali-kali melanggar dan tidak menaati aturan karena membuat bangunan permanen di batas badan Situ Tunggilis, Restoran Wulansari yang berada di Desa Situsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, akhirnya dapat hadiah PPNS Line dari Satpol PP Kabupaten Bogor, Rabu (30/8/23).

Menanggapi adanya PPNS Line tersebut, warga sekitar Riza Aprudin mengatakan sudah seharusnya restoran tersebut dibongkar. Karena letaknya yang persis membangun di bibir Situ Tunggulis yang tidak dibenarkan, apalagi sifatnya komersil dan restoran tersebut pun tidak mau berkoordinasi dengan lingkungan.

“ Dibelakang restoran inikan ada BUMDes Situsari, harusnya pihak resto memberikan akses untuk kemajuan bersama, jangan justeru malah ditutup dan tidak diberikan ruang, sedangkan lahan yang dia bangun itu adalah milik pemerintah. Berartikan semua warga berhak untuk menggunakannya,”ungkap Apud kepada Jurnal Bogor.

Apud menyebut, untuk aparat penegak Perda pun jangan hanya sekedar hiasan saja dengan garis PPNS Line yang dipasang ini, jika memang itu tidak diperkenankan dan tidak boleh ada bangunan disana seharusnya dibongkar jika ingin benar-benar menegakkan aturan jangan tanggung-tanggung. Karena yang sudah-sudah PPNS Line itu seperti hiasan yang bisa dibongkar pasang.

“ Kita masyarakat ini sudah melek aturan, kalo PKL ditertibkan sampai gerobak-gerobaknya dibawa, kalo restoran besar yang melanggar cuma dikasih tapi  tidak dibongkar, jika mau tegak jangan cuma kebawah, sampe keakar-akarnya jika perlu, “ cetusnya.

“ Jangan karena restoran ini milik salah satu anggota dewan jadi gak bisa bergerak penegak Perda kita, “ tambahnya.

** Nay Nurain