27.8 C
Bogor
Friday, October 16, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 497

Temuan Reflika Gunung Salak Hebohkan Warga Tenjolaya

0

Tenjolaya | Jurnal Bogor
Batu menyerupai Gunung Salak ditemukan berada di area Situs Arca Dhomas Kampung Cibalay, Desa Tapos 2, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. 

Batu yang memiliki tinggi kurang lebih 3 meter yang diperkirakan mencapai berat 45 ton, lokasinya berada tak jauh dari lokasi situs Arca Dhomas Cibalay. Keberadaan batu yang berada ditengah lembah hutan bambu, membuat penasaran para pengunjung, para penjiarah, maupun para penggiat budaya yang datang dari berbagai penjuru daerah.

Deni alias Dadang, Juru Pelestari Situs Arca Dhomas membenarkan, reflika Gunung Salak yang ditemukannya bersama warga sekitar tiga bulan lalu itu, awalnya tak ingin diinformasikan kepada masyarakat, termasuk kepada pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat.

“Tapi setelah melalui pertimbangan panjang dan berunding bersama warga serta dengan semua para juru pelestari situs yang bertugas di luar Situs Arca Dhomas, akhirnya temuan reflika Gunung Salak ini, kami informasikan kepada warga Kampung Cibalay, kepada para penziarah dan para pengunjung, termasuk kepada pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Bandung Jawa Barat”, kata Deni kepada Jurnal Bogor.

Hasil perkiraan sementara dari riset kecilnya sambung Deni, dipastikan reflika miniatur Gunung Salak ini dahulunya digunakan untuk keperluan ritual keagamaan oleh kelompok masyarakat Sunda purba yang bermukim di sekitaran kaki Gunung Salak, di Tamansari, maupun masyarakat purba yang pernah hidup di Kawasan Batu Gelang, Pamijahan.

“Sebab pada bagian bawah permukaan reflikanya ada pahatan datar yang diduga untuk tempat sesajen bagi keperluan ritualnya,” tandasnya.

Dadang Somantri, Penggiat budaya Sunda asal Bandung yang tertarik datang guna membuktikan kebenaran informasi adanya temuan reflika Gunung Salak di Situs Arca Dhomas Cibalay menambahkan, dilihat dari hasil pahatan pada batu besar yang menyerupai Gunung Salak tersebut, membuktikan teknologi ilmu pahat serta seni mengukir yang dimiliki nenek moyang orang Sunda, dinilainya sudah sangat hebat.

“Makanya jauh-jauh saya datang dari Banceuy Sumur Bandung untuk membuktikan kebenaran adanya temuan reflika Gunung Salak di Bogor ini, akhirnya membuat saya bangga dan takjub, bahwa teknologi yang dimiliki oleh nenek moyang kita dimasa lalu khususnya di Bogor, sudah sangat hebat dan membanggakan,” pungkasnya.

(bayup)

Sudah Ada 21 Kasus, Waspadai Cacar Monyet dan Ketahui Gejalanya

0

jurnalinspirasi.co.id – Sejak pertama kali dilaporkan pada 2022, kini kasus cacar monyet telah tercatat 21 kasus.

Kementerian Kesehatan kembali melaporkan temuan baru kasus cacar monyet. Satu kasus baru cacar monyet dilaporkan di Bandung, Jawa Barat.


“Kasus monkeypox sekarang sudah ada 21 kasus. Selain dari Jakarta dan Tangerang Selatan, ada temuan satu kasus di Bandung,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari CNN, Selasa (31/10/2023).

Atas temuan barunya itu, masyarakat diminta waspada dan bisa mengenali gejala unik cacar monyet.

Cacar monyet disebabkan virus Monkeypox. Temuan infeksi virus Monkeypox pada manusia terdeteksi pada 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Gejala cacar monyet mirip dengan cacar air tetapi lebih ringan.

1. Demam lebih dari 38,5 derajat Celcius
2. Sakit kepala
3. Nyeri otot
4. Kelelahan
5. Kelemahan tubuh
6. Lesi cacar atau benjolan kecil berisi air atau nanah

Mengutip dari laman Litbang Kemenkes, dalam 1-3 hari atau lebih, demam bisa disusul kemunculan ruam. Ruam menyebar dari wajah lalu ke bagian tubuh lain.

Di samping itu, ada satu gejala unik yang membedakan cacar monyet dan cacar air biasa yakni pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati).

Penyakit bisa berlangsung selama 2-4 minggu. Di Afrika, kawasan endemis cacar monyet, penyakit ini terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi.

Apa yang bisa dilakukan?
Penularan cacar monyet bisa dicegah dengan beberapa tindakan berikut.

1. Hindari kontak dengan hewan yang jadi reservoir virus
2. Hindari kontak dengan bahan apa pun yang punya riwayat kontak dengan hewan yang sakit
3. Pisahkan pasien yang terinfeksi dengan orang sehat atau berisiko terinfeksi
4. Praktik Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan memisahkan alat makan, alat mandi dan perlengkapan lain
5. Memasak daging dengan benar dan matang

(yev/cnn)


Hemat Air! Lestari Lingkungan, Irit tagihan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sebagai perusahaan layanan publik Tirta Pakuan terus berikhtiar memperbaiki pelayanan suplai air terutama di daerah-daerah yang sering terjadi gangguan. Ada empat program perbaikan pelayanan yang sedang berjalan tahun ini dan dalam perencanaan eksekusi dalam waktu dekat.

Keempat program itu antara lain; Perbaikan Pelayanan secara  kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Program yang sedang dikerjakan tahun ini antara lain perbaikan sistem distribusi dengan mengganti  22 kilometer pipa usang pada tahun ini, dan akan mengganti 36 kilometer pipa tertaman 50 tahun pada tahun 2024.  Perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Dan penambahan kapasitas produksi, di mana pada tahun ini ada tiga SPAM yang dibangun, yakni IPA Palasari 50 liter perdetik,  IPA Cipinang Gading 50 liter perdetik dan SPAM katulampa 300 liter perdetik.

Kedua, Pengembangan dan penerapan IT terintegarasi. Di antarnya pembangunan command center untuk mengintegrasikan seluruh sistem yang ada sehingga menjadi satu interface teknologi informasi terstruktur. Pengembangan geographic information center atau GIS untuk peningkatan identifikasi gangguan layanan seperti kebocoran pipa, air tidak mengalir dan sebagainya.

Pengembangan Environmental Protection Agency Network atau Epanet untuk menganalisa dan mengawasi proses pendistribusian di dalam jaringan. Pengembangan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk mengontrol proses pengolahan dan distribusi secara realtime. Dan pengembangan Enterprise Resource Planning (ERP) terintegritas untuk mengontrol aktivitas bisnis perusahaan secara realtime.

Ketiga, program Penurunan Tingkat Kehilangan Air atau non revenue water (NRW). Saat ini NRW Tirta Pakuan secara rata-rata sebesar 26,56 persen. Angka ini masih jauh lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 33,7 persen. Untuk menurunkan angka kehilangan Tirta Pakuan melaksanakan beberapa program diantaranya Manajemen tekanan air, pemasangan dan pengggantin meter induk, pemasangan District Meter Area (DMA) sebagai kontrol jaringan dengan cara memasang meter induk yang membagi area pendistribusian. 

Tahun ini sudah terpasangan 26 unit, tahun depan direncanakan terpasangan 13 unit. Selanjutnya  penggantian 41 ribu meter air pelanggan pada tahun 2023 tahun, dan direncanakan  mengganti 50 ribu meter air pelanggan pada tahun 2024. Serta pemasangan 500 unit automatic meter reading (AMR) pada tahun 2023.

Keempat, penambahan cakupan layanan menuju Universal Akses aman air minum 100 persen. Diantaranya: Penambahan 10 ribu sambungan rumah (SR) pada tahun 2023, dan 20 ribu SR pada 2024. Serta pengembangan jaringan perpipaan hingga ke daerah-daerah pelosok dan perbatasan.

Seluruh program ini merupakan ikhtiar Perumda Tirta Pakuan dalam rangka meningkatakan pelayanan air bersih kepada warga Kota Bogor

Ajakan Hemat Air

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniwan mengimbau seluruh pelanggan agar membudayakan hemat air mengingat kondisi air baku yang kian kritis di daerah hulu. Kerusakan lingkungan di daerah chatment area dan daerah aliran sungai berpotensi mengganggu debit air baku Perumda Tirta Pakuan.

“Kuncinya adalah hemat air. Dengan menghemat air, kita turut andil dalam upaya pelestarian lingkungan, karena diprediksi dalam beberapa tahun kedepan Indonesia akan lebih sulit mendapatkan air bersih. Dan yang paling penting dari hemat air adalah bisa lebih irit bayar air,” ujar Rino dalam keterangannya kepada Jurnal Bogor, Selasa (31/10/2023).

Tirta Pakuan menerapkan prinsip Keterjangkauan dan Keadilan dalam penetapan tarif. Perusahaan pun memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha berskala UMKM, yang disetarakan dengan golongan pelanggan R1 dan R2 (untuk skala usaha rumah tangga).

Tarif Rata-rata Tirta Pakuan saat ini adalah sebesar Rp 7,726 per meter kubik atau Rp 7,7 perliter perkeluarga. Masih lebih murah dari harga satu batang rokok sebesar 2 ribu rupiah per batang.

Tarif air Perumda Tirta Pakuan terdiri dari 4 blok yaitu blok 1 (0-10 m3), blok 2 (10-20 m3), blok (20-30 m3) dan blok 4 di atas 30 m3. Agar tidak terjadi lonjakan pemakaian maka pelanggan dapat menggunakan pemakaian air tidak melebihi 30 m3 setiap bulannya sehingga tidak masuk dalam tarif di blok ke 4.

Tirta Pakuan mengharapkan dukungan dari semua pihak khususnya para pelanggan yang menjadi mitra kerja yang paling startegis. Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan bisa berjalan dengan lancar sehingga harapan bisa melayani kebutuhan air bersih secara 24 jam bisa terpenuhi.

(prast/*)

Masih Menjadi Keberatan Warga GBJ, Alat Berat Pembangunan Pasar Gunung Putri Dipaksa Masuk

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Seperti tanpa ada kajian ulang, progres pekerjaan proyek Pasar Gunung Putri yang berada di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri masih mendapatkan keberatan dari warga Perumahan Griya Bukit Jaya. Kepala Desa Tlajung Udik Dede Yusuf Ibrahim membenarkan belum ada kata kesepakatan dan masih ada kekhawatiran dari warga terkait adanya pembangunan Pasar Gunung Putri di lokasi tersebut.

“ Sampai saat ini memang warga masih merasa keberatan, karena ada kekhawatiran mereka terkait dampak lingkungan jika dibangun pasar di lokasi tersebut. Namun kami sebagai bagian dari pemerintah berupaya untuk menjelaskan dan meminta kepada pemborong agar menjawab apa yang menjadi keberatan warga,” ujar Kades Dede sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Senin (30/10/23).

Dede menyebut, upaya untuk mediasi dengan warga pun sedang dilakukan, dan berharap ada titik terang dari apa yang menjadi kekhawatiran warga. Karena, terkait pengajuan pembangunan pasar tersebut diajukan bukan di masa kepemimpinannya.

“ Sebagai kepala desa saya berusaha ada di tengah masyarakat, dan mengikuti apa yang memang diinginkan oleh masyarakat. Namun saya berharap, dalam hal ini bisa saling mendukung sehingga tidak ada yang dirugikan,” jelasnya.

“ Apalagi kita sudah lihat ada alat berat di lokasi dan kabarnya saat ini sedang dilakukan pengukuran tanah untuk pembangunan pasar tersebut. Berharap yang terbaik ajalah,” tambah Yusuf.

Sementara, AZ salah satu warga Perumahan Griya yang merasa keberatan akan pembangunan Pasar Gunung Putri heran di lokasi sudah ada alat berat yang masuk, padahal warga sudah mengirimkan surat keterangan keberatan kepada Camat Gunung Putri. Namun seolah apa yang menjadi keberatan tidak diindahkan oleh pemerintah.

“ Kami sudah mengajukan surat keberatan kepada Camat, namun belum lama surat kami kirim. Eh taunya sudah ada alat berat yang parkir di lokasi pembangunan pasar,” tutur AZ.

AZ menyebut, keinginan warga tidaklah sulit sebetulnya, apa yang menjadi kekhawatiran yaitu sampah dan banjir. Dia berharap, pihak kontraktor mau mengabulkan apa yang menjadi kekhawatirannya dan jika memang itu tidak sesuai gambar bisa dibuatkan berita acara.

“ Saya berharap pihak pemerintah juga memikirkan apa yang menjadi kekhawatiran kami, karena meraka itu kan hanya membangun, sedangkan kami yang tinggal di sini akan mengalami ketidaknyamanan dan dampak ini seumur hidup kami,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Pencurian Tanaman Marak Lagi, Pedagang Tanaman Hias di Sukaharja Resah

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Para petani dan pedagang tanaman hias IPB Sukamantri termasuk paguyuban petani tanaman hias di jalan Kampung Situs Seseupan Batu Kursi, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor sejak tiga bulan ini dibuat resah.

Pasalnya hampir setiap hari puluhan bahkan hingga ratusan tanaman yang bernilai harga tinggi maupun sedang yang disimpan di kebun-kebun penanaman maupun yang di pajang dijajakan di depan kios-kios mereka, sering raib digondol pencuri.

Wawan, salah satu pedagang tanaman hias di jalan Situs Seseupan dan Batu mengaku kesal, sebab hampir setiap hari tanaman yang dijajakannya yang ditaruh di depan kios maupun yang disimpan didalam kios, sudah berkali-kali hilang.

“Nah seperti kejadian yang menimpa saya pada Minggu di malam Senin (29/10/2023) kemarin, selain pohon pinus bakal bonsai seharga Rp 300 ribu, berikut bonsai kelapa usia 20 tahun seharga Rp 500 ribu, hilang diambil maling dari kios saya,” kata Wawan kepada Jurnal Bogor, Senin (30/10/2023).

Menurut Wawan, dengan kembali marak pencurian tanaman hias sudah sangat meresahkan.

“Diperkirakan aksi pencurian ini berlangsung pada pukul 01.00 malam dini hari hingga pukul 03.00 menjelang Subuh. Sehingga sangat sulit bagi kami untuk melakukan pengintaian dan pengawasannya, sebab selama seharian kami lelah bertani dan rutin melakukan perawatan semua tanaman hias, jadi kami sangat lelah dan tidur pulas”, keluhnya.

Semua petani dan pedagang tanaman hias kata dia berharap agar aparat kepolisian, linmas desa maupun Pol PP Kecamatan Cijeruk, mau rutin melakukan patroli pada jam-jam di waktu rawan pencurian.

“Karena selama ini para pelaku pencuriannya tidak pernah tertangkap,” tandasnya.

Heri, pedagang tanaman hias Desa Sukaharja lainnya menambahkan, jika dihitung kerugian yang dialaminya akibat ulah para pencuri selama tiga bulan terakhir ini, ditaksir bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Seperti tanaman hias mahal jenis Bougenvile super, tanaman Bunga Azelea, tanaman bunga Sakura, hingga tanaman hias mahal lainnya milik saya hilang digondol maling,” pungkasnya.

Sayangnya, selama kejadian pencurian berlangsung dan selalu sering dialami para pedagang maupun para petani tanaman hias di Desa Sukaharja ini, peristiwa tidak pernah sekalipun dilaporkan ke Polsek Cijeruk termasuk kepada pemerintah desa setempat.

(bayup)

Kejari Kumpulkan 11 Kades di Nanggung, Ingatkan Dana Desa Dikelola dengan Baik

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor mengumpulkan 11 kepala desa di wilayah Kecamatan Nanggung, Senin (30/10/2023). Kejari melakukan sosialisasi agar kepala desa tidak terjerumus dalam permasalahan pengelolaan uang negara.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Bogor Marjuki menjelaskan, pemanggilan para kepala desa tersebut dalam rangka melaksanakan kegiatan Jaksa Jaga Desa di Kecamatan Nanggung.

“Ini baru sosialisasi dana desa. Jaksa Jaga Desa sendiri untuk membantu teman-teman kepala desa. Pengelola dana desa ini biar tepat sasaran, tepat mutu dan tepat waktu,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini kata dia, dari 40 kecamatan, baru 15 kecamatan yang sudah dilakukan sosialisasi. Pihaknya mengagendakan kegiatan tersebut akan setiap pekannya.

“Kebetulan kami baru dua bulan menjabat. Dalam hal ini kami agendakan setiap minggu agar cepat terlaksana,” katanya.

Kendati sejauh ini belum ada permasalahan, dia mengingatkan agar kepala desa jika ada permasalahan segera untuk koordinasi untuk membantu permasalahan tersebut.

“Banyak masukan dari para kepala desa bagaimana supaya pengelola ini sesuai dengan aturan dan banyak juga meminta arahan kedepannya dengan anggaran yang besar itu. Kebetulan di Bogor ada anggaran Samisade yang satu-satunya di Indonesia,” tandasnya.

Sementara Camat Nanggung Ae Saepulloh merespons baik program Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, yakni Jaksa Jaga Desa menurutnya mengedukasi pemahaman hukum, baik terhadap pemerintah desa maupun masyarakat. “Ini tentu menjadi hal penting dilakukan. Karena pemahaman hukum untuk saling mengingatkan.Artinya lebih baik mencegah dari pada mengobati,” tukasnya.

(andres)

Desa Ciomas Rahayu Launching Ketahanan Pangan Bersama Poktan Bougenville

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Tak Ada yang menyangka jika program ketahanan pangan yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, berhasil membangun program ketahanan pangan desa bersama 5 kelompok tani yang dibentuknya.

Desa tersebut selama ini dikenal padat perumahan maupun padat penduduknya, ternyata diselang dua tahun ini, desa yang dipimpin Kepala Desa Selih Silih Wati itu, melakukan budidaya jamur tiram, dan ikan nila.

Keberhasilan lainnya yang membuat Selih senang yakni panen raya sayur mayur hidroponik dan hortikultura, serta budi daya lele melalui acara Launching Ketahanan Pangan yang berlangsung di kebun Poktan Bougenville di Perumahan Goodyear Vila Ciomas, Senin (30/10/2023). “Ini adalah bukti keberhasilan kami,” kata Selih Silih Wati.

Dia menjelaskan, program ketahanan pangan yang anggarannya dikucurkan sebesar 20 persen dari Dana Desa dalam dua tahun terkahir ini, benar benar dilakukannya secara selektif.

“Pembentukan lima kelompok tani di Desa Ciomas Rahayu adalah hasil seleksi yang cukup ketat dilakukan desa, sebab kami tidak mau memberikan bantuan anggaran untuk program ketahanan pangannya secara sembarangan, karena sebuah pertanggung jawaban yang sangat berat bagi desa kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Begitupun untuk pengguliran dana anggarannya kepada Poktan sambung Kades, semua juga dilakukan sangat selektif, yakni sebelumnya harus dilakukan cek and ricek ke lapangan guna mengetahui jenis pertanian serta peternakan apa yang dikelola oleh warga kelompok taninya. Contohnya yang dilakukan oleh Kelompok Tani Bougenvile.

“Begitu kami mengetahuinya, hasil panen sayuran hidroponik yang dikembangkan poktan ini sangat memuaskan, termasuk budidaya ikan lele, dan program selanjutnya akan dibangun perkebunan cabai. Maka dari itu kami pemerintah Desa Ciomas Rahayu akan siap menggulirkan kelanjutan bantuan anggaran ketahanan pangannya bagi kemajuan Poktan Bougenville. Agar diketahui, yang membuat kami bangga kepada Poktan pimpinan Pak Soni Harsono ini, ternyata ia mampu mengelola pemasarannya,” bebernya.

Sedangkan ketahanan pangan penggemukan kambing, sapi maupun ayam, tidak dilaksanakan di Ciomas Rahayu karena terbentur tempat dan lahan padat penduduk.

Ketua Poktan Bougenvile Soni Suharsono menambahkan, jumlah anggota poktannya sebanyak 10 anggota, dan berkat kerjasama yang baik, akhirnya berhasil membuktikan Poktan Bougenville sudah berkali-kali melakukan panen raya sayur mayur.

“Sedangkan untuk program selanjutnya yang kini menjadi target kami,  adalah persiapan membangun perkebunan cabe rawit yang akan ditanam diatas lahan seluas 1300 meter yang saat ini sedang dilakukan penggemburan tanah dan pemberian pupuk pada lahannya. Yang nanti direncana awalnya kami akan menanaman sebanyak 2000 batang bibit pohon cabai,” kata dia.

Sementara Camat Ciomas Chairuka Judianto menegaskan, dari 10 desa dan 1 kelurahan, berdasarkan hasil survei yang dilakukannya selama dua tahun ini, semua poktan dinyatakan berhasil.

“Kami berharap program ketahanan pangan yang berlangsung di Ciomas, terutama pada pemanfaatan lahan pekarangan yang dimiliki oleh kelompok taninya masing-masing, akan semakin sukses kedepannya,” tandasnya.

(Bayup)

Twins Sukses Gelar Event Sumpah Pemuda Cup 2023

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Perhelatan turnamen sepakbola berskala nasional dengan label Sumpah Pemuda Cup 2023 yang digelar oleh Twins Sportainment berlangsung sukses dan menghasilkan empat tim juara 1 dari tiap KU yang dipertandingkan.

Ketua Umum Twins Sportainment, Erwin Kadarusman mengatakan event sepakbola Sumpah Pemuda Cup 2023 yang dilakukannya diikuti oleh 64 tim dari berbagai daerah yang ada di Indonesia teemasuk dari Musi Banyuasin , Sumatera Selatan.

” Alhamdulilah kami sangat bangga event sepakbola Sumpah Pemuda Cup 2023 yang kami lakukan diikuti perwakilan dari propinsi yang ada di Indonesia,” tegas Erwin Kadarusman, Senin, 30 Oktober 2023.

Ia menambahkan, event Sumpah Pemuda Cup 2023 ini mempertandingkan 4 Kelompok Usia ( KU ) dan setiap KU terdiri dari 16 tim dan dilangsungkan di Lapangan Sepakbola Armed, Sukaraja dari tanggal 28 sampai 29 Oktober 2023.

Lebih lanjut, kata Erwin, ia selalu mengutamakan SOP yang menjadi aturan dalam setiap menggelar event seperti wasit dari Askab PSSI Bogor, Tim Medis, Ambulance dan RS atau Klinik rujukan.

Hal yang sama dikatakan oleh Yuli Akhirudin selaku Ketua Panpel Sumpah Pemuda Cup 2023 yang sangat bangga dengan antusias para peserta yang ambil bagian dalam event yang dilalukan oleh Twins Sportainment.

” Sebenarnya masih banyak tim yang akan ambil bagian dalam event ini. Namun kami lebih memilih kualitas turnamen ketimbang kuantitas atau jumlah peserta,,” tegas Yuli.

Yuli mengucapkan selamat kepada empat tim yang menjadi Kampiun dalam perhelatan event Sumpah Pemuda Cup 2023.

Daftar Juara Sumpah Pemuda Cup 2023
Juara Usia Kelahiran Tahun 2012

Juara 1 : Indocement
Juara 2 : Tunas Gunung Putri
Juara 3 : Tunas Pagaden
Juara 3 : Citra Pratama

Juara Usia Kelahiran Tahun 2013

Juara 1 Cibinong Poetra
Juara 2 Cibinong Raya Biru
Juara 3 Newland FA
Juara 3 Bina mandiri

Juara Usia Kelahiran Tahun 2014

Juara 1 : Tunas Muda 85
Juara 2 : Anissa Pratama
Juara 3 : Bina mandiri
Juara 3 : Cibinong Poetra

Juara Usia Kelahiran Tahun 2015

Juara 1 SSB Indocement
Juara 2 Tunas Cileungsi
Juara 3 Tunas Muda 85
Juara 3 Playerhood

(asep syahmid)

Sumbang 7 Medali Bagi Merah Putih, NPCI Kabupaten Bogor Menuai Sukses

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Lima Atlet NPCI Kabupaten Bogor berhasil menuai sukses besar dalam perhelatan Asian Paralimpic 2023 di Hangzhou, Cina pekan lalu.

Dalam ajang Asian Paralimpic 2023, lima atlet NPCI Kabupaten Bogor menyabet 7 medali diantaranya 2 emas, 1 Perak dan 4 Perunggu.

” Saya sangat bangga para atlet NPCI Kabupapaten Bogor mampu mendulang 7 medali emas,” tegas Ketua Umum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach, Senin, 30 Oktober 2023.

Misbach mengaku para atlet NPCI Kabupaten Bogor benar benar tampil memukau dan All Out untuk Kontingen Merah Putih.

Trian Turangga selaku Pembina NPCI Kabupaten Bogor sangat bangga dengan daya juang dan torehan prestasi lima atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor pada Asian Paralimpic 2023 di Hangzhou.

Ia optimis lima atlet NPCI Kabupaten Bogor ini akan kembali berjaya pada beberapa event internasional lainnya.

Bahkan, tambah Trian , NPCI Kabupaten Bogor termasuk salah satu organisasi olahraga yang sangat produksi dalam melahirkan para atlet berkarakter juara.

” Raihan 7 medali diantaranya 2 emas, 1 perak dan 4 perunggu adalah prestasi yang hebat dari NPCI Kabupaten Bogor yang hanya mengirimkan 5 atlet,” pungkas Trian.

(asep syahmid)

Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi dan jagung untuk tahun 2024.  Perluasan lahan tanam ini akan dilakukan sebagai kelanjutan dari program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan Mentan Amran pada tahun 2014-2019 di masa kepemimpinannya yang lalu.

Andi Amran Sulaiman

“Kita akan melakukan akselerasi dari potensi besar Indonesia, yaitu lahan rawa mineral. Dulu kan pernah kita lakukan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan,” ungkap Mentan Amran dalam Rapat Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024, Senin (30/10).

Menurut Mentan Amran, optimalisasi pemanfaatan lahan rawa bisa menjadi solusi dalam peningkatan produksi pangan nasional. Rencananya Kementerian Pertanian akan menanam 1 juta hektare lahan rawa mineral dan 1 juta hektare lahan rawa tadah hujan. Setelah berhasil mengubah lahan rawa menjadi lahan pertanian, Kementerian Pertanian akan meningkatkan Indeks Pertanian padi dan jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga akan memastikan ketersediaan pupuk dan benih unggul serta mekanisasi pertanian demi mendorong keberhasilan peningkatan produksi.

“Tidak ada basa basi dalam membangun negeri ini, kerja aja. Pertanian Indonesia ini hebat. Tahun 2017 sudah swasembada, tahun 2019 swasembada, tahun 2020 swasembada. Berarti kita bisa,” tambah Mentan Amran.

Swasembada beras dan jagung menjadi sangat penting bagi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan nasional. Mengingat saat ini Indonesia tengah memasuki masa tanam I bulan Oktober-Maret, Mentan Amran memiliki harapan besar untuk meningkatkan produksi padi dan jagung di tahun 2024 untuk mengurangi jumlah produksi komoditas pertanian Indonesia.

“Kita akan mencetak sejarah. Dulu kita pernah berhasil, 3-4 kali swasembada. Kali ini kita akan ulang dan jadikan permanen!” tutupnya.

(bbpmkp)