25.7 C
Bogor
Friday, July 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 497

RIVERA Hadir di BNR Suguhkan Wisata Edukasi Terbaru

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (GAP) terus mengambil bagian dalam perkembangan sektor pariwisata dalam negeri dengan menghadirkan destinasi wisata terbaru di kawasan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, yang bernama Rivera Outbound & Edutainment (RIVERA). RIVERA  menyediakan berbagai aktivitas serta wahana outdoor dan edukasi.  

Direktur Utama PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk, Resza Adikreshna mengatakan, RIVERA merupakan wisata keluarga yang memberikan pengalaman berpetualang, mengedukasi dan hiburan dengan suasana alam. Diharapkan pengunjung yang datang akan merasakan pengalaman seru sesuai tagline Rivera Nature Fun Outbound Park.  

“Lokasi RIVERA sangat strategis di kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR) dengan jarak tempuh sekitar 15 menit dari stasiun Bogor atau dari keluar pintu tol Jagorawi. Lokasi RIVERA berjarak tempuh hanya 5 menit dari The Jungle Waterpark Bogor dan Aston Bogor Hotel & Resort. Kita berharap Rivera pastinya akan menjadi destinasi wisata favorit untuk semua. Hadirnya Rivera akan menjadi daya tarik baru sektor pariwisata di Kota Bogor khususnya di BNR, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama warga sekitar, mendukung pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja baru terutama untuk warga sekitar, sehingga mendorong peningkatan potensi pendapatan daerah,” tutur Resza.

Rivera kedepan akan hadir lebih dari 15 wahana dan atraksi untuk keluarga atau semua kalangan usia yang mulai dioperasikan secara bertahap, diantaranya Ropes & obstacles (permainan petualangan outdoor 2 lantai dengan 42 lintasan), flying fox (petualangan meluncur dari ketinggian yang rencananya melintasi jalur 70 meter dan 120 meter), kursi gantung (cocok untuk bersantai melihat pemandangan sungai dan BNR), tubing (petualangan melintasi dan menikmati arus sungai dengan panjang lintasan sekitar 300 meter menggunakan tube/ban), wall climbing, ezy roller, trampolin, mobil listrik, dan akan ada juga area agro edukasi dan Rabbit Island. Semua wahana permainan dilengkapi dengan alat pengaman yang sesuai standar, dan pastinya aman dan nyaman untuk pengunjung, serta didukung oleh tenaga profesional.  

Di samping memiliki banyak wahana yang menarik, RIVERA juga menyediakan berbagai atraksi. Pengunjung yang datang ke RIVERA juga dapat menikmati keindahan danau yang berada di tengah area RIVERA, sambil menikmati hidangan yang disajikan di café resto pinggir danau, dan  menyaksikan pertunjukan dancing fountain.

Pengunjung juga bisa menikmati area Water & Sand Pit, yang merupakan area permainan pasir yang bisa menjadi ajang keseruan bersama keluarga dan beberapa spot foto yang instagrammable yang tersebar di area.  RIVERA pilihan tepat untuk berbagai kegiatan outbound, edukasi, family gathering, employee gathering, team building dan fun game, serta yang lainnya.

RIVERA dibuka untuk umum mulai 8 Oktober 2023. Acara pembukaan RIVERA diawali dengan kegiatan Fun Walk yang diikuti oleh umum dan keluarga karyawan. Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim yang berasal dari sekitar RIVERA serta doa bersama. Harga tiket masuk RIVERA mulai Rp 15.000/orang dan tiket terusan Rp 60.000/orang.  Akan ada promo menarik di periode awal pembukaan ini. RIVERA hadir dengan jam operasional wahana pukul 09.00 -17.00 WIB setiap harinya.

** yev/cc-rls

Dispora Kembali Gelar Bimtek Pengembangan Olahraga Pontren Angkatan Ke-2

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Setelah sukses menggelar Bimtek Pengembangan Olahraga Pondok Pesantren (Pontren) angkatan ke-1 belum lama ini, Dispora akan kembali menggelar event serupa atau angkatan ke-2 pada tanggal 7 sampai 10 November 2023.

Asep Taryat Taryana

Hal tersebut dikatakan Asep Taryat Taryana, selaku Plt Subkor Olahraga Pendidikan Dispora Kabupaten Bogor kepada awak media, Selasa, 10 Oktober 2023.

Asep mengatakan, Bimtek pengembangan olahraga Pontren Angkatan ke-2 ini akan diikitu sekitar 100 peserta perwakilan Pontren yang ada di Kabupaten Bogor.

“Para pemateri dalam Bimtek kali ini berasal dari Dispora Jabar, Kemenag Kabupaten Bogor, Pokja Ponpes Kab Bogor, Unsika dan Praktisi Ponpes,” ujar Asep Taryat Taryana.

Lebih lanjut, kata Asep, Bimtek angkatan kedua ini merupakan Bimtek lanjutan dari angkatan pertama.

” Insya Allah pada Bimtek yang bertujuan menggali potensi olahraga dan meningkatkan atmoafir olahraga di lingkungan Pontren akan diikuti 100 peserta,” tegasnya.

Animo peserta, sambung Asep, sangat bagus dan mereka berharap Bimtek ini terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP menilai kegiatan ini sangat bagus karena bisa menggairahkan para santri dalam mengembangkan potensi olahraga yang dimilikinya.

” Saya sangat setuju kalau Bimtek ini kembali digelar secara berkelanjutan. Bahkan kami juga punya rencana memberikan alat alat olahraga ke Pontren yang ada di Kabupaten Bogor,” papar Asnan AP.

Mudah mudahan, kilah Asnan AP, kedepannya Dispora bisa menganggarkan pemberian alat alat olahraga kepada Pontren yang sudah ikut Bimtek.

** asep syahmid

Acep Sajidin Calon Tunggal Ketua Pelti Kabupaten Bogor 2023-2027

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kontestasi pemilihan Ketua Umum Pelti Kabupaten Bogor atau Muskab Pelti mulai memasuki fase finishing.

Muskab Pelti Kabupaten Bogor ini dilakukan karena ketua umum sebelumnya yakni Usep Supratman, SH meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Acep Sajidin salah satu kandidat Ketua Pelti Kabupaten Bogor periode 2023-2027 diprediksi bakal menjadi calon tunggal dalam Muskab kali ini.

Hingga batas akhir pendaftaran yang ditetapkan pihak panitia Muskab yakni Sabtu, 7 Oktober 2023 pukul 00.00 WIB hanya Acep Sajidin saja yang mendaftarkan diri jadi Caketum Pelti Kabupaten Bogor 2023-2027.

Informasi yang dirangkum awak media, Acep Sajidin sudah mendapat dukungan lebih dari 10 klub anggota Pelti Kabupaten Bogor yang menjadi Voters dalam Muskab Pelti Kabupaten Bogor kali ini.

Sedangkan, klub yang jadi anggota Pelti Kabupaten Bogor berjumlah 15 klub.

Plt Ketua Pelti Kabupaten Bogor, H Mursidin mengatakan kalau memang hanya ada satu calon yang akan maju yakni Acep Sajidin maka pelaksanaan Muskab Pelti Kabupaten Bogor bisa dilakukan secara aklamasi.

” Apalagi Pak Acep juga sudah mengantongi lebih dari 10 surat dukungan klub anggota Pelti,” ucap Mursidin belum lama ini

Ia berharap, pasca Muskab ini ketua terpilih harus segera menyusun kabinet dan program Road To Porprov Jabar 2026

Acep Sajidin ketika ditemui awak media mengtakan sangat terimakasih kepada para ketua klub yang sudah memberikan surat dukungan kepadanya.

” Insya Allah saya siap berkoborasi dan bersinergi dengan semua komunitas tenis serta dengan Stakholder yang ada di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** asep syahmid

NPCI Kabupaten Bogor Optimis SKOD Terealisasi 2024

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Harapan pengurus NPCI Kabupaten Bogor akan memiliki Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas (SKOD) Kabupaten Bogor bisa terealisasi pada tahun 2024.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua dan Sekum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach dan Ripin Sembiring kepada awak media.

Misbach mengatakan SKOD Kabupaten Bogor sudah jadi prioritas usulan dari NPCI Kabupaten Bogor.

” Kami sudah sampaikan soal SKOD ini kepada Kadispora, Komisi IV DPRD dan juga kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor,” ucap Misbach, Selasa, 10 Oktober 2023.
Selanjutnya, kata Misbach, SKOD akan jadi solusi nyata bagi peningkatan prestasi para atlet disabilitas yang masih usia pelajar.

Ripin Sembiring selaku Sekum NPCI Kabupaten Bogor tampak yakin pada tahun 2024 usulan soal SKOD akan terealisasi.

” Semua Stakholder sudah mendukung penuh. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dibentuk SKOD,” kilah Ripin Sembiring

Menurutnya, lokasi SKOD yang ideal harus berada dekat komplek PPOPM Kabupaten Bogor di Karadenan, Cibinong.

” Saya yakin kalau ada SKOD maka NPCI Kabupaten Bogor akan banyak menghasilkan para atlet berkualitas dan bisa menjadi andalan Jabar atau Indonesia juga pada ajang Internasional,” tuntasnya.

** asep syahmid

Atlet Baru NPCI Bisa Sumbang 18 Emas di Peparnas 2024

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach optimis para atlet baru NPCI bisa mendulang medali emas pada pelaksanaan Peparnas 2024 di Sumut – Aceh.

Setidaknya ada 18 atlet NPCI Kabupaten Bogor yang baru akan ikut dalam Peparnas di Sumut-Aceh 2024.

” Dari 18 Atlet tersebut kami berharap bisa mendulang lebih dari 20 medali emas bagi Kontingen Jabar pada Peparnas 2024,” ujar M Misbach, Selasa, 10 Oktober 2023

Misbach menambahkan, saat ini 18 Atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor itu tengah ikut Pelatda Peparnas di Jabar.

” Para atlet yang baru itu bergabung dengan para atlet yang sudah langganan jadi bagian Kontingen Jabar pada ajang Peparnas,” cetusnya.

Sementara itu, Sekum NPCI Kabupaten Bogor, Ripin Sembiring mengatakan, NPCI Kabupaten Bogor berpeluang bisa menambah atlet baru.

Pasalnya, kata Ripin, NPCI Jabar akan melakukan seleksi dan degradasi kepada para atlet yang akan ikut Pelatda Peparnas 2024.

” Ada sekitar 30 atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor yang akan ikut seleksi tahap kedua pada bulan November dan Desember 2023,” pungkasnya.

** asep syahmid

4 Anaknya Putus Sekolah, Siti Alami Sakit Parah dan Butuh Bantuan Pemerintah

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Siti Nurhasanah (43), warga Kampung Babakan RT 03 RW 02 Desa Sukaharja, Ciomas, Kabupaten Bogor tengah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Akibat keterbatasan ekonomi, istri dari tukang ojek, Muhammad Sanusi ini tidak dapat membawa berobat sehingga saat ini mengalami sakit parah, bahkan 4 anaknya putus sekolah.

Belum diketahui penyakit apa yang dideritanya. Namun, yang dialami selama tiga bulan ini  benjolan di area payudaranya pecah, sehingga memperparah keadaan Siti Nurhasanah.

Salah satu keluarganya Rina mengatakan, penyakit yang diderita Siti Nurhasanah sudah menahun. Tidak diobati karena keterbatasan ekonomi.

“Sakit payudara karena ada benjolan di payudara. Sudah lama sakitnya dan sekarang benjolan tersebut pecah mau berobat tidak ada BPJS, biaya dan transportasinya,” katanya, Selasa (10/10/023).

“Jadi benjolannya sudah lama, tapi pas parahnya baru ada 3 bulan ini. Karena  keterbatasan ekonomi sampai sekarang belum pernah berobat sama sekali. Sampai pecah benjolannya, hanya diobati dengan dedaunan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, suaminya seorang tukang ojek pangkalan dan ojek yang digunakannya bukan milik pribadinya, melainkan milik orang lain sehingga terpaksa penghasilan dari ojek tersebut masih harus dibagi dua dengan pemilik kendaraan tersebut.

Bahkan, kata dia, keluarga Siti memiliki 4 anak yang berpendidikan hanya di sekolah dasar. Selain itu keluarga tersebut juga tidak memiliki apa-apa di dalam rumahnya.

“4 anaknya putus sekolah SD semuanya. Jadi keluarga ini juga butuh seperti, kasur, sandang pangan dan ingin jualan di rumah  dan perabotan rumah tangga,” katanya.

Dia menjelaskan Siti sempat memiliki BPJS Mandiri dari tempat suaminya bekerja di salah satu perusahaan swasta, akan tetapi suaminya tersebut berhenti bekerja sehingga kini BPJSnya tidak aktif.

Dia berharap, pemerintah dapat membantu kondisi keluarga Siti Nurhasanah agar dapat sembuh dari penyakit yang di deritanya saat ini.

** Andres

Program Jaksa Jaga Desa Mulai Disosialisasikan

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Jaksa Jaga Desa, salah satu program tak wajib disosialisasikan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor kepada seluruh desa se-Kabupaten Bogor. Program Jaksa Jaga Desa tersebut, merupakan program untuk menjaga kepala desa yang ingin dijaga oleh pihak kejaksaan. Hal tersebut disampaikan oleh Camat Jonggol Andri Rahman yang baru saja Kecamatan Jonggol mendapatkan giliran sosialisasi program tersebut.

“ Hari ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor melalui Kasie Intel melakukan sosialisasi Program Jaksa Jaga Desa. 14 kepala desa beserta, Ketua BPD, TKP dan bendahara desa mengikuti kegiatan tersebut, yang juga sekaligus diberikan pemahaman terkait administrasi desa,” ungkap Andri kepada Jurnal Bogor, Senin (9/10/23).

Andri menyebut, program ini bukanlah program yang wajib diikuti oleh desa. Jika kepala desa ingin bergabung dalam Jaksa Jaga Desa maka kades wajib menyetorkan semua administrasi keuangan yang ada di desa. Mulai dari administrasi Dana Desa, Anggaran Dana Desa, Bantuan Provinsi, Bantuan Keuangan Daerah, dan semua proyek pekerjaan yang ada di desa wajib disetorkan kepada kejaksaan.

“ Namun jika tidak mau bergabung dengan program Jaksa Jaga Desa. Hal tersebut tidak perlu dilakukan, hanya saja nantinya tidak ada pendampingan jika kades terkendala kesalahan atau penyimpangan dalam penggunaan anggaran,” tandasnya.

Keuntungan bagi desa yang ikut bergabung dalam Program Jaksa Jaga Desa ialah, jika kades melakukan sebuah kesalahan dalam penggunaan anggaran dan itu diketahui oleh kejaksaan maka akan dilakukan pendampingan terlebih dahulu, dan tidak langsung diserahkan ke APH.

“ Namun jika tidak bergabung dalam Program Jaksa Jaga Desa, maka kejaksaan tidak akan turun tangan jika kades terjerembab dalam kesalahan dalam penggunaan administrasi. Jadi, kegiatan hari ini lebih kepada pendampingan, mau atau tidak kades didampingi oleh kejaksaan dalam pengolaan anggaran,” jelasnya.

Semua yang dilakukan oleh kejaksaan ini hanya bersifat sosialisasi, tidak ada unsur keharusan untuk mengikuti program Jaksa Jaga Desa. Jika nanti ada hal yang harus ditindaklanjuti terkait penyimpangan yang dilakukan oleh kades, maka kejaksaan akan melakukan koordinasi dengan inspektorat untuk melakukan pengecekan ulang.

“ Dan jika kades tersebut misalnya melakukan kesalahan, selama dia bisa bertanggung jawab atas kesalahan tersebut, maka akan diberikan kesempatan. Tapi ini hanya berlaku untuk kades yang ikut dalam program Jaksa Jaga Desa,” paparnya.

“ Namun bukan berarti, program ini memberikan keleluasaan kepada kades untuk melakukan penyimpangan, jangan mentang-mentang dibina oleh kejaksaan kades semena-mena dalam mengelola anggaran. Justeru seharusnya, makin waspada dan bekerjalah dengan amanah,” tambahnya.

Sejauh ini sebagai Camat Jonggol, sambung Andri, dirinya akan selalu mendukung kegiatan yang memang positif, dan dirinya berharap kepada kepala desa jangan salah penilaian. Program Jaksa Jaga Desa bukan untuk memback-up, melainkan untuk membina.

“ Ini proram untuk pembinaan, bukan back-up. Pada dasarnya tidak ada manusia yang kebal hukum di dunia ini siapapun yang memback-up. Pesan saya untuk para kades jangan salah paham, adanya jaksa di desa untuk membina bukan untuk melindungi, salah tetaplah salah,” tegasnya.

** Nay Nur’ain

Usai Bungkam Bajul Ijo, Persib Langsung Fokus Hadapi Borneo FC

0

Bandung | Jurnal Bogor
Persib Bandung mengamankan tiga poin penting di kandang Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Sabtu (7/10) lalu.

Itu adalah kemenangan penting jelang BRI Liga 1 2023/24 melakukan jeda internasional di FIFA Match Day pertengahan Oktober ini. 

Ciro Alves yang turut berkontribusi mencetak gol dalam kemenangan 3-2 Maung Bandung, menurutnya tim bermain luar biasa pada laga tersebut. Comeback yang sukses dilakukan membawa Persib mempertahankan peringkat tiga, membuntuti dua tim di atasnya Madura United FC dan Borneo FC Samarinda. 

“Kemenangan penting bagi kami. Persebaya merupakan tim yang bagus, mereka menunjukkan permainan bagus, mereka bisa unggul di babak pertama. Tapi kami pada babak kedua bermain luar biasa,” kata Ciro Alves dilansir dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru, Senin, 9 Oktober 2023.

Persib bisa rehat sejenak untuk mengumpulkan energi menatap laga lanjutan melawan pemuncak klasemen Borneo FC Samarinda 21 Oktober mendatang. Ada empat kemenangan berturut-turrut yang bisa dicatatkan Persib, ini sudah pasti jadi modal berharga. 

Pelatih Persib Bojan Hodak meliburkan tim selama tiga hari kedepan sebelum kembali fokus ke pelatihan Rabu (11/10). Menurut Bojan, kemenangan beruntun menambah kepercayaan diri timnya jelang duel melawan tim peringkat satu. 

“Ini jadi kemenangan penting bagi kami dan sekarang kami akan fokus menghadapi Borneo FC. Kami dalam kemenangan beruntun dan itu menambah kepercayaan diri pemain,” papar Bojan. 

Pada FIFA Match Day kali ini, sejumlah pemain Persib akan memperkuat timnas. Marc Klok, Rachmat Irianto, dan Edo Febriansah dipanggil Timnas Indonesia. Sementara Daisuke Sato dipanggil Timnas Filipina. 

** asep syahmid

Kadispora Minta Tim Atletik PPOPM Tunjukan Kualitas di Kejurnas Atletik 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP minta kepada semua atlet Atletik PPOPM Kabupaten Bogor harus all out dan menunjukan kualitasnya saat ambil bagian dalam event Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023.

Menurutnya, Tim Atletik PPOPM Kabupaten Bogor punya potensi besar dalam mendulang emas pada Kejunas Atletik antar PPLP, PPLD dan SKO Atletik 2023.

” Tim Atletik PPOPM Kabupaten Bogor akan diperkuat para atlet yang belum lama ini mendulang medali pada event Popda ataupun Popnas 2023. Ini yang menjadi rasa percaya diri saya saat ini,” ucap Asnan AP, Senin, 9 Oktober 2023.

Selain itu, kata Asnan AP, dengan bertanding di rumah sendiri tentunya ini akan menjadi motivasi para atlet PPOPM Kabupaten Bogor akan lebih meningkat.

Seperti diketahui event Kejurnas Atletik 2023 ini akan diikuti semua PPLP, PPLD dan SKO Atletik yang ada di Indonesia.

Kejurnas Atletik antar PPLP, PPLPD dan SKO Atletik 2023 ini akan dilangsungkan di Lintasan Atletik Stadion Pakansari dan Lapangan PASI Kabupaten Bogor, 23 sampai 28 Oktober 2023.

** asep syahmid

Pertahankan Hak, Ratusan Eks Karyawan PT Bostinco Doa Bersama Santri

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Perwakilan eks para pekerja PT Bostinco yang di-Putus Hubungan Kerja (PHK) melakukan doa bersama dengan santri-santri Pondok Pesantren Darussalam Koposari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (8/10/23).

Doa bersama ini dilakukan sebagai ikhtiar memohon kepada Sang Pencipta berkaitan dengan perjuangan 132 orang eks pekerja PT Bostinco yang di-PHK oleh perusahaan pada 5 tahun lalu, dan pada 10 Oktober 2023 akan dibacakan putusan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya, korban PHK Joko membenarkan bahwa dia dan kawan-kawan sebanyak 132 orang telah di-PHK perusahaan 5 tahun lalu. Dan akibat PHK tersebut telah menimbulkan berbagai masalah sosial. Bahkan ada yang telah meninggal dunia, ada yang bercerai akibat masalah ekonomi, ada yang terputus sekolah anaknya akibat ekonomi dan masalah sosial lainnya.

“Harapan kami, Pengadilan Niaga Pada pengadilan negeri Jakarta Pusat dapat mengabulkan permohonan 132 orang eks pekerja Bostinco, agar segera ada kepastian hukum dan keadilan bagi kami,” ucap Joko kepada wartawan.

“Kami mohon dengan sangat kepada yang mulia majelis hakim yang menangani kasus kami, agar melihat nasib kami dan memberikan keadilan kepada kami. Sedih pak atas apa yang kami alami, semoga jeritan kami didengar oleh pihak-pihak terkait,” sambungnya, sambil tak kuasa menahan air mata.

Solihin, salah satu koordinator eks pekerja PT Bostinco, menyampaikan, tadinya para pekerja yang di-PHK bermaksud ingin mencari keadilan dengan menyampaikan aspirasi ke Istana Negara untuk mencari keadilan dan kepastian hukum.

“Ya tadinya kami akan menyampaikan aspirasi ke gedung Istana Negara. Namun atas berbagai saran akhirnya kami menundanya, dan akhirnya kami mengadakan doa bersama di pesantren,” singkatnya.

Sementara kuasa hukum eks pekerja PT Bostinco Afif Johan SH, MH., memberikan keterangan tentang kronologi masalah tersebut.

Menurutnya, hampir 5 tahun sejak 19 November tahun 2018, 132 orang pekerja PT Bostinco yang sedianya hendak mulai bekerja seperti biasanya di hari Senin, kemudian diarahkan menuju kantin perusahaan kemudian diumumkan bahwa mereka di-PHK tanpa menjelaskan hak-hak pekerja akan didapat akibat PHK, seperti uang pesangon maupun penghargaan masa kerja termasuk gaji pada bulan berjalan pun saat itu tidak diberikan.

“ Akibat tidak adanya kepastian akan hak pekerja, kemudian pekerja berproses untuk memenuhi haknya dengan mengajukan perundingan bipartit hingga mediasi tak kunjung ada kepastian mengenai hak para pekerja tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut Afif Johan mengatakan, guna mengupayakan pemenuhan haknya, terpaksa para pekerja mengajukan upaya perselisihan di Pengadilan Hubungan Industrial pada PN Bandung dengan Register Perkara Nomor 266/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bd.

Majelis Hakim kemudian memutus bahwa PT Bostinco wajib membayar total nilai kekurangan upah dan kompensasi PHK sejumlah Rp15.490.769.566.

“Tidak terima putusan PHI, upaya kasasi PT Bostinco pun tidak dikabulan dan Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung dengan register perkara Perkara Nomor 1360K/ Pdt.Sus.PHI/2020 tertanggal 9 November 2020 tetap menguatkan putusan PHI,” paparnya.

Ia juga menyampaikan, pasca putusan MA perkara telah berkekuatan hukum tetap namun sebagai pihak yang kalah perusahaan tidak kunjung juga menjalankan amar putusan sehingga para pekerja mengajukan permohonan eksekusi dan mengajukan kepada pengawasan ketenagakerjaan agar melakukan upaya hukum legal yang diatur oleh UU Cipta Kerja mengenai dugaan pidana tidak membayarkan kompensasi PHK.

“Putusan pengadilan pidana pada PN Cibinong yang juga menegaskan agar penanggungjawab perusahaan melaksanakan pembayaran kompensasi PHK dan kekurangan upah selama bekerja. Sampai hari ini hak-hak eks pekerja PT Bostinco yang telah mendapatkan putusan berkekuatan hukum tetap belum juga dilaksanakan oleh perusahaan,” cetusnya.

Afif Johan SH, MH berharap, demi mendapatkan kepastian haknya dan memperoleh keadilan, pihaknya mengajukan permohonan PKPU. Pria yang aktif di dunia ketenagakerjaan dan aktif di dunia pesantren itu, meyakini bahwa majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan mengabulkan permohonan PKPU 132 eks pekerja PT Bostinco demi keadilan, kepastian hukum bagi para korban PHK.

“Akhirnya kami mengajukan upaya permohonan PKPU di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan register perkara No. 251/pdt.sus/PKPU/2023 yang rencananya akan diputus besok hari selasa 10 Oktober 2023,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain