27.8 C
Bogor
Friday, October 16, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 495

Kades Ilman Dukung Keluhan Warga Soal Normalisasi Setu Cibanteng Harus Ada Kelanjutannya

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Kotornya tempian pesisir Situ Cibanteng, Desa Cibanteng, Ciampea, Kabupaten Bogor pascaproyek normalisasi yang dilakukan pihak Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Provinsi Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cisadane Ciliwung yang pekerjaannya dinilai asal-asalan oleh warga Kampung Cibanteng di  RT 04 dan RT 05 di RW 04, Desa Cihideung pada beberapa hari kemarin, akhirnya mendapat dukungan penuh H. Ilman, S.Pd sebagai kepada desanya. Karena menurut Kades, proyek normalisasi tersebut memang harus dilanjutkan agar lebih tetata rapi dan bagus.

Menurut Hilman, sebelum dan sesudah dilakukannya normalisasi setu, lokasi Situ Cibanteng yang berdampingan dengan komplek Perumahan Dramaga Permai, termasuk dengan perumahan masyarakat di sekitar, sering temukan ular berbahaya.

“Saya yakin, apabila Setu Cibanteng pada tahap dua ditingkatkan normalisasinya, maka bakal rapi serta indah, sedangkan kehadiran hewan-hewan berbahaya seperti ular king kobra, ular weling, maupun ular senduk maupun biawak, tidak akan pernah muncul lagi manggangu warga,”harapnya.

Contohnya seperti kejadian beberapa waktu sebelumnya, dimana warga pernah menangkap ular piton berukuran besar 4 meter di Kampung Cibanteng di  RT 04 dan RT 05 di RW 04, Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, dimana ular-ular besar yang masuk ke pemukiman warga ini sangat meresahkan.

“Hal ini disebabkan banyakya lokasi tersembunyi yang  dijadikan sebagai sarang ular seperti ular piton yang behasil ditangkap dengan panjang 4 meter, setu ini juga terkenal sebagai sarang ular king cobra, makanya hampir setiap hari ular itu selalu muncul ke komplek perumahan warga maupun ke rumah rumah warga aslinya,” ungkapnya.

Kades menambahkan, agar Setu Cibanteng bisa kembali bersih dan terlihat  indah nan cantik,  harapan desa agar setu ini kembali ditata ulang, sehingga ular-ular berbahaya seperti king kobra yang hidup ditepian setu akan pergi dengan sendirinya.

“Nah setelah dilakukan pengerukan pertama, ada warga yang kembali berhasil menangkap ular piton sepanjang 4 meter yang sempat bersembunyi didalam rumah warga,” kata dia.

Sedangkan yang sempat bikin heboh warga katanya, dimana seorang ketua RT bernama Maman, juga berhasil menangkap 19 ekor anak ular kobra yang bersembunyj dibawah teras rumahnya  sebelum dilakukan pengerukan.

“Jadi sekali ladi, saya selaku kepala Desa Cihideung Ilir mendesak agar PSDA Provinsi Jawa Barat dan BBWS Cisadena Ciliwung segera melakukan prorek normalisasi ulang di Setu Banteng yang janjinya akan dilaksanakan  tahap duanya pada 2024 mendatang,” tukasnya.

Ismet warga lainnya yang tinggal didekat situ mengeluhkan, hasi kerja normalisasi Setu Cibanteng yang baru rampung tahap satu, acak acakan, bahkan lumpurnya dibuang ke empang-empang warga.

(bayup)

Sinergitas TNI – Polri, Polsek Sukamakmur Jelang Pemilu 2024 Lakukan OMB

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Polsek Sukamakmur, Polres Bogor melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Sukaharja Aiptu Basuki bersama Babinsa Sertu Suganda melakukan Operasi Mantap Brata (OMB) dengan sosialisasi dan edukasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan menjaga kamtibmas jelang Pemilu 2024 kepada para kepala dusun (kadus) dan ketua RW Desa Sukaharja di Kafe Pancaniti Kp Sigeung RT 002/007 Desa Sukaharja, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Rabu (01/11/23).

Kapolsek Sukamakmur Iptu Sutopo Pranolo menjelaskan, kegiatan tersebut disampaikan kepada warga masyarakat Desa Sukaharja agar bersama-sama untuk mengawasi dan memperhatikan lingkungan, serta mengajak mencegah gangguan kamtibmas pada Pemilu 2024 yang akan datang.

“Menjelaskan kepada warga agar tidak terjadi TPPO, untuk saling mengawasi satu sama lain. Meskipun di Desa Sukaharja tidak ada tempat penampungan dan penyalur tenaga kerja, serta tidak ada tempat hiburan maupun tempat prostitusi. Namun kita tetep harus waspada,” ungkap Iptu Pranolo sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Dalam kesempatan tersebut juga, Iptu Pranolo menyampaikan rencana kegiatan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Seperti pembentukan Pos Kamling dan Kasat Kamling beserta awaknya yang harus dibentuk di setiap wilayah RT .
“ Melalui Bhabinkamtibmas Polsek Sukamakmur, kepolisian akan berperan aktif untuk menciptakan situasi dan kondisi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.

Lebih lanjut Kapolsek Sukamakmur mengatakan, melalui kegiatan tersebut yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas dapat mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas . Selain itu berusaha menciptakan situasi dan kondisi Kamtibmas yang aman nyaman serta kondusif di wilayah Kecamatan Sukamakmur.

“ Semoga dengan kegiatan Bhabinkamtibmas bersama warga dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada warga. Kegiatan ini pun merupakan salah satu kegiatan rutin Bhabinkamtibmas dalam upaya terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” tutupnya.

Sementara Kasi Humas Polres Bogor IPTU Desi Triana, SH menyampaikan, apabila warga masyarakat ada yang menemukan hal – hal yang mengganggu kamtibmas dan menemukan tindakan kriminalitas lainnya dan adanya perekrutan tenaga kerja Ilegal dengan menjanjikan gaji besar akan tetapi tidak resmi payung hukumnya masuk dalam tindak pidana perdagangan orang TPPO segera adukan dan laporkan ke Call Center (021) 110 operator melayani 24 jam aduan serta laporan masyarakat ataupun nomor aduan Polres Bogor di 0812 1280 5577, dan akan ditindak lanjuti, baik dari Polsek terdekat maupun Polres Bogor.

(nay nuráin)

Ratusan Siswa SD Lakukan Tour Stadion Pakansari

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kemegahan Stadion Pakansari yang selama ini jadi venue perhelatan sepakbola dan atletik tingkat nasional dan internasional ternyata menjadi magnet bagi para siswa sekolah dasar di Kabupaten Bogor yang ingin melihat dari dekat stadion kebanggan rakyat Kabupaten Bogor tersebut.

Kasubag UPT Sarpras Dispora Kabupaten Bogor Yadi Supriadi alias Wayadi membenarkan kalau Stadion Pakansari saat ini sering dijadikan arena Tour Stadion sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, para siswa dan para tenaga guru ingin tahu secara detail dalam stadoon dan sejarah Stadion Pakansari tersebut.

” Tour Stadion Pakansari sangat bagus untuk memperkenalkan kepada para siswa yeng ingin tahu semua fasilitas sarana olahraga yang ada di Pakansari,” ujar Wayadi.

Mantan Petinju Porda Kabupaten Bogor ini menilai kunjungan Tour Stadion juga bisa merangsang motivasi para siswa untuk jadi atlet sepakbola dan atletik.

” Sangat sering sekali Stadion Pakansari dijadikan destinasi Tour Stadion oleh sekolah sekolah yang ada di Kabupaten Bogor,” paparnya.

(asep syahmid)

Kementan dan TNI Perkuat Sinergi, Mentan: Ketahanan Pangan Identik dengan Ketahanan Negara

0

Cibitung | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan Tahun 2023 dengan tema Ketahanan Pangan untuk Indonesia Maju. Selain sebagai rangkaian Ulang Tahun ke-78 TNI, acara yang dihadiri Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin ini menjadi bukti komitmen bersama seluruh komponen masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan negara.

Saat mendampingi Wapres di Taman Pancasila, Cibitung yang juga sebagai salah satu lokasi percontohan pertanian terpadu yang dikelola TNI. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan aspek paling strategis yang wajib dibangun bersama. Ketahanan Pangan, kata Amran identik dengan ketahanan negara.

“Gerakan bersama ini luar biasa dampaknya untuk seluruh Indonesia, karena ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara, kalau krisis ekonomi itu kita mampu bertahan, kita bisa lewati, krisis kesehatan, covid 19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya, jadi kita harus betul – betul bersama – sama menjaganya” ungkap Mentan Amran.

Dikesempatan yang sama, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan dukungan terhadap ketahanan pangan ditengah ancaman krisis pangan global. Ia berharap kerjasama dibidang pangan antara TNI dan Kementan dapat terus berjalan dan diperkuat.

“Mudah mudahan hari ini menjadi awal yang bagus, untuk diteruskan nantinya oleh generasi berikutnya bekerjasama dengan Kementan tentunya, untuk ketahanan pangan kita, dan kita laksanakan sesuai dengan kearifan lokal, saya sudah sepakat dengan Pak Mentan untuk bersama – sama membangun pertanian” terang Panglima TNI.

Sebagai informasi, dalam Kegiatan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan ini, Wapres Ma’ruf Amin berkesempatan melakukan berbagai aktivitas pertanian seperti Tanam Padi, Penyerahan Bantuan Bibit, Berdialog dengan Petani diberbagai daerah, Peninjauan perkebunan kelengkeng, penggemukan sapi, tabur benih ikan lele, ikan mas dan ikan patin di embung, hingga peninjauan UMKM.

Usai tanam serentak dan berdialog melalui video conference dengan kelompok tani TNI di 384 titik seluruh Indonesia, Wapres Ma’ruf meminta agar Kementan dan TNI bersama seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak optimal dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif memperkuat ketahanan pangan negara.

“Gerakan nasional ketahanan pangan ini merupakan jawaban terhadap persoalan pangan yang dihadapi dunia, karena itu kita tidak ingin Indonesia ada masalah pangan, padahal kita punya banyak lahan, untuk itu kita optimalkan semua lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif” terang Wapres.

(bbpmkp)

Kakan BPN II Bogor Timur Curhat Keterbatasan Kantor Saat Kunker PWI Kabupaten Bogor

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Pengurus dan anggota PWI Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali melakukan kunjungan kerjanya (kunker). Kali ini ke Kantor Pertanahan Bogor Timur II di aula Gedung Serbaguna Citra Indah, Desa Sukamaju, Jonggol, Kabupaten Bogor, Rabu (01/11/23).

Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo mengatakan, PWI ingin mengekspose kegiatan dan capaian-capaian yang telah dilakukan khususnya jajaran BPN II Bogor Timur.

“Kunker PWI Kabupaten Bogor pada hari ini sifatnya hanya kunjungan kerja seperti umumnya,” kata Subagiyo.

Dia mengaku keberadaan kantor pencatatan tanah bagi masyarakat di tujuh kecamatan wilayah Botim tersebut, sejak diresmikannya pada 17 Februari 2021 lalu terlihat masih banyak kekurangan di segi pengadaan gedung kantor sebagai faktor utama dalam mengoptimalkan pelayanan bagi warga Bogor Timur.

“Lebih-lebih yang saya lihat disini, adalah kebutuhan kantor. Saya menekankan kepada teman-teman nanti bisa membantu memberitakan dan menyebarluaskan pemberitaan agar bisa tersampaikan kepada para pihak pemangku kebijakan,” terangnya.

“Mari kita bersinergi antara jajaran BPN 2 Botim dengan pengurus dan anggota PWI Kabupaten Bogor sejak saat ini,” tambah Subagiyo.

Sementara Kepala BPN II Bogor Timur, Uunk Din Parunggi menyampaikan apresiasi atas kunjungan pengurus dan anggota PWI Kabupaten Bogor ke kantor yang dipimpinnya.

“Saya beserta jajaran BPN II Botim sampaikan ucapan banyak terima kasih kepada warga teman-teman wartawan yang tergabung di PWI Kabupaten Bogor,” ungkap dia.

Dia mengungkapkan, apa yang dibutuhkan BPN II Bogor Timur khususnya, masih terkendala gedung kantor baru.

“Kalau kebutuhan utama kami selama ini, masih gedung kantor baru. Karena diketahui bersama, selama ini kami masih berkantor di kantor bekas Kecamatan Cileungsi, dan di Perumahan Citra Indah ini, sifatnya kami menyewa untuk penempatan warkah dan pelayanan soal sengketa,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam kunker PWI Kabupaten Bogor ke Kantor BPN II Bogor Timur itu, dihadiri juga oleh Kasie Penataan dan Pemberdayaan Yusep, Kasubag TU, Kasubag TU BPN II Botim Leni, Kasie PHP Riska Firlana, dan Kasie Sengketa yakni Anderson.

(nay nuráin)

Tragedy of The Commons Akibat Peti yang Marak di DAS Kuantan dan Singingi

0

jurnalinspirasi.co.id – Hampir setiap minggu, dan bahkan setiap hari ada saja yang memposting gambar aktivitas penambangan emas liar, yang disebut Peti sudah tertayang di beberapa WAG para tokoh masyarakat Kuansing. Artinya kegiatan para penjahat lingkungan, mafia hukum yang melanggar hukum tetap marak tanpa henti di daerah Rantau Kuansing Provinsi Riau.

Miris hati ini, jika melihat sumber penghidupan rakyat seperti air minum, tempat mandi, kakus, dan sumber protein hewani aneka ikan perairan umum, dirusak oleh segelintir oknum yang tak bertanggung jawab, egois dan serakah.

Malu kita melihat wajah Kabupaten Kuantan-Singingi saat ini yang serba “tertinggal”. Padahal nama nagori yang kita cintai ini, telah diberikan nama 2 sungai/DAS yang doeloe hingga membentuk pola kebudayaan dan peradaban Rantau Kuansing spt atraksi budaya event wisata Pacu Jaluar dll.

Dengan simbol 2 nama DAS besar yang tercantum sebagai nama kabupaten anyar tahun 1999 inilah sebagai amanah reformasi, seharusnya kita warga, terutama pihak Pemerintahan Kuansing, wajib menjaga dan kita rawat ekosistem alamnya dengan baik agar tetap lestari.

Kenapa negara tetangga kita yang hidup berkemajuan dan berperadaban seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Korsel dan Jepang, dimana saya pernah kesana, ekosistem sungai melintasi daerah perkotaan, terawat dengan baik. Bahkan DAS, sungai Han yang bersih di Korsel bisa menjadi kegiatan dan usaha industri ecowisata berbasis sungai, dimana para turis domestik dan bahkan turis mancanegara bisa menikmatinya lingkungan alamnya.

Mengapa DAS di negara maju tersebut bisa dikelola, dengan menghasilkan devisa negara dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Dampak positif lainnya dimana DAS dikeola dengan kreatif dan inovatif, bisa membangkitkan usaha UKMK dan mikro  yang.ada di daerah tujuan wisata alam sungai tersebut.

Saya berharap para pemimpin Kuansing yang terpilih dalam Pilkada nanti tahun 2024 yang memiliki visi bagaimana mengelola potensi alam sungai dan perairan umumnya yang menghasilkan pendapatan keluarga (household income) bagi rakyat setempat, dan sumber penghasilan pajak asli bagi Daerah, serta meningkatkan penerima devisa bagi negara, serta menyerap lapangan kerja dan membuka usaha-usaha perekonomian rakyat.

Tidak seperti sekarang ini, terdapat 2 DAS  dirusak dan dicemari airnya, yang membahayakan nyawa dan merusak kesehatan rakyat, sehingga penduduk tempatan (local community) tidak bisa lagi mendapatkan dan menikmati sumberdaya alam yg murah dan bahkan gratis di alam yang elok DAS Kuantan dan DAS Singingi, yang dulunya berperan sebagai urat nadi perekonomian rakyat Kuansing.

Zaman sekarang tinggalah nama dan hanya menjadi kenangan, karena kedua DAS sudah dibuat menjadi “kerancang sampah” kehidupan masyarakat yang tak beradab. Kasihan anak cucu dan cicit kita sebagai generasi penerus nanti, hidup akan lebih susah dan sengsara, sebab ekosistem perairan umum DAS kini sebagai sumber kehidupan, sudah rusak berat dan bahkan hancur, yang sulit dikembalikan kelestarian sumberdaya alamnya (irreversible of river natural resources).

Melihat kerusakan ekosistem alam seperti Daerah Aliran Sungai (DAS), sepadan sungai, anak-anak sungai, hutan, rawa, danau dll di daerah Kuansing hingga saat ini, maka dapat kita simpulkan bahwa Kuansing sedang mengalami kevakuman aparat penegak hukum, juga nagori Kuansing telah kekosongan kepemimpinan. Artinya negara tidak hadir dalam menyelesaikan permasalahan kerusakan ekosistem DAS Kuantan.

Ramalan saya, jika pengrusakan ekosistem alam dan lingkungan perairan umum seperti Peti dibiarkan maka peristiwa Tragedy of The commons akibat hancurnya ekosistem alam dan lingkungan akan terjadi. Kita akan berlangganan dan menunggu bencana demi bencana alam yang bermuncan secara bertubi-tubi, yang membuat rakyat Kuansing menderita dan hidup sengsara bersama, yang disebut  Tragedy of The Commons, mengutip pendapat pakar lingkungan Garets Hardin (1968).

Sehubungan dengan itu, saya mengajak dan menghimbau para dunsanak dan para pejabat, penguasa negeri, ‘Wahai para penguasa Nagori Rantau Kuansing yang memiliki otoritas dan power politik, jadilah pemimpin yang berwatak baik, siddiq, amanah, fatonah dan tabliq, sehingga kita bisa terindar dari tragedy of the commons, yang membuat rakyat hidup terancam keselamatannya, karena membawa mala petaka.

Padahal kita sudah sangat paham bahwa tugas pokok, kekuasaan dan kewenangan Pemkab Kuansing itulah melindungi, memajukan, mencerdaskan dan menjaga perdamaian abadi antar sesama rakyat dan pemerintahan yang Anda pimpin. Itu merupakan tupoksi konstitusional yang legal dan juga amanat UUD 1945 wajib dilaksanakan sebagai mana tercantum dalam alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945.

Sudah capek dan jemu saya menulis dalam memberikan kritikan sosial, dan masukan konstruktif tentang solusi Peti di DAS Kuantan, akan tetapi kegiatan yang merusak ekosistem perairan umum, milik masyarakat komunal, tetap berjalan terus, hingga zaman Now. Bahkan semakin marak, dan oknum aparat ada dibelakangnya, itu hasil wawancara saya dengan tokoh BPD di lapangan.

Baru-baru ini, tepatnya pertengahan Oktober 2023 yang lalu, saya pulang ke kampung (pulkam) ke Cerenti, saya menemukan 3-4 poton Peti yang sedang beroperasi di tengah-tengah badan sungai di daerah Sikakak Cerenti, dan saya potret dengan camera Hp saya, dan sudah saya share ke beberapa WAG tokoh Kuansing tempo hari untuk mendapat perhatian. Peti itu fakta, nyata-nyata terjadi di lokasi, bukan fiksi, ilusi apalagi hoaks bukan, tetapi ini kenyataan.

Anehnya lagi di atas perahu Poton terpasang bendera Merah Putih tengah berkibar, ini salah satu perbuatan yang tak terpuji, yakni pelecehan simbol negara.

Sudah seharusnya pihak aparat keamanan dan penegakan hukum memberantas usaha penambangan emas liar dan ilegal, Peti yang menyalahgunaan simbol-simbol negara seperti bendera Merah Putih yang tidak pada tempatnya.

Kewajiban kita bersama, untuk menyelamatkan negeri dari berbagai bencana alam. Save nagori dan save Rakyat Kuansing dari para penjahat lingkungan, Peti, semoga anak negeri terhindar dari peristiwa tragedy of the common yang mengerikan tersebut, insya Allah.

Semoga narasi singkat ini agar menjadi renungan dan perhatian kita bersama tentang permasalahan lingkungan hidup, terutama bagi unsur Forkompimda dan wakil rakyat, DPRD Kuansing yang amat terhormat.
Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir H Apendi Arsyad, M.Si
(Ahli Lingkungan lulusan IPB University, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Konsultan K/L negara,   Pegiat dan Pengamat Sosial dan Lingkungan)

Kenalkan Produk Keuangan Syariah, Danamon Syariah Gencar Lakukan Penetrasi Pasar

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Kenalkan produk-produk keuangan syariah, Unit Danamon Syariah yang merupakan anak usaha dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, mulai gencar melakukan penetrasi pasar, agar produk-produk unggulan dari Unit Danamon Syariah dikenal luas masyarakat.

.“Unit Danamon Syariah akan terus mensosialisasikan produk-produk keuangan syariah dari Perbankan syariah kepada masyarakat luas. Langkah ini, bagian dari upaya kami untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” kata Direktur Syariah dan Sustainable Finance Danamon Herry Hykmanto, dalam keterangam tertulisnya Selasa (31/10/2023).

Herry mengatakan, produk keuangan syariah dari Unit Danamon Syariah ini didukung dengan digitalisasi agar masyarakat atau nasabah lebih mudah mengakses seluruh layanan produk syariah dari Unit Danamon Syariah.

“Produk-produk keuangan syariah kami sudah diperkenalkan pada acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023, yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 25—29 Oktober 2023, pekan lalu, alhamdulillah mendapatkan respon positif dari masyarakat,” ujar Herry.

Herry menjelaskan, ISEF 2023 ini menjadi salah satu faktor pendorong untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Event tersebut sangat strategis dalam mengintegrasikan berbagai aktivitas di sektor ekonomi dan keuangan syariah.

“Di ISEF 2023, Danamon Syariah hadir dengan semangat untuk meningkatkan literasi dan inklusi mengenai keuangan syariah ke berbagai komunitas seperti komunitas edukasi, komunitas koperasi karyawan, dan komunitas Islami yang hadir di JCC,” jelas Herry.

Herry menambahkan, selama penyelenggaraan ISEF 2023, para peserta dapat mengunjungi offline booth Danamon Syariah untuk mendapatkan informasi mengenai layanan serta produk syariah milik Danamon Syariah kepada seluruh nasabah.

“Dengan mengunjungi booth offline, para peserta juga dapat langsung mengajukan pembukaan rekening Danamon Syariah secara digital dengan D-Bank Registration, pendaftaran Rekening Tabungan Jemaah Haji, serta penyaluran zakat wakaf infak melalui aplikasi Social Banking,” tutup Herry.

ISEF 2023 hadir dengan 793 exhibitor dari Indonesia dan 20 negara sahabat.ISEF merupakan acara tahunan keuangan dan ekonomi syariah terbesar di Indonesia yang digagas dan dilaksanakan Bank Indonesia (BI).

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, aset keuangan syariah di Indonesia menempati peringkat 7 dunia, dengan total aset USD 99 miliar. Adapun, dalam hal pengembangan keuangan syariah, peringkat Indonesia, bahkan naik dari peringkat 5 ke posisi 4 dunia setelah Malaysia, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab.

Penulis: Dede Suhendar

Dipimpin Ketua DPRD Rudy Susmanto, KUA –PPAS Kabupaten Bogor Tahun 2024 Disahkan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Dipimpin Ketua DPRD Rudy Susmanto, dua dokumen penting untuk keberlanjutan pembangunan Kabupaten Bogor, yakni Kebijakan Umum APBD dan Priotitas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk tahun 2024 mendatang, Senin (30/10/2023) lalu disahkan DPRD melalui rapat paripurna.

KUA – PPAS yang pembahasannya cukup lama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran DPRD berisikan program yang akan dimasukan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2024 mendatang.

“Alhamdulillah, dokumen penting untuk keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Bogor, sudah disahkan DPRD. Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, sekaligus mewakili Bupati mengucapkan terima kasih kepada 55 anggota DPRD dari tujuh fraksi yang bersama-sama membahas KUA – PPAS, sehingga Senin lalu bisa disahkan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Burhanudin, Selasa (31/10/2023).

Burhanudin mengungkapkan, KUA – PPAS tahun 2024 lebih banyak difokuskan untuk sektor pelayanan publik serta mendukung pencapaian prioritas pembangunan baik pemerintah pusat atau provinsi dan pemerintah daerah yang termuat dalam dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2024 – 2026.

“Namun tetap, semuanya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Burhanudin.

Sementara itu, Ketua DPRD Rudy Susmanto mengatakan, usai dokumen KUA-PPAS ini masuk dalam RAPBD 2024, Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kembali akan melakukan pembahasan bersama.

“Tapi, sebelum pembahasan kami menunggu Bupati menyampaikan nota pengantar keuangan tahun anggaran 2024. Nah, untuk pembahasan RAPBD, DPRD diberikan waktu hingga 30 November 2023,dimana RAPBD 2024 harus sudah disahkan menjadi APBD,” jelas Rudy.

Rudy memperkirakan, APBD Kabupaten Bogor tahun 2024 mendatang bisa menembus angka Rp 10 triliun. “Kenaikan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, serta dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” sebut Rudy menutupi. *

Penulis : Mochamad Yusuf

Kades Harapkan Saling Jaga Infrastruktur Desa Sukagalih yang Telah Monev

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Sukagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor baru saja menjalani monitoring evaluasi (monev) untuk hasil pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade), Selasa (31/10).

Kepala Desa Sukagalih, Aja Waridin mengatakan, proses pekerjaan yang bersumber dari DD dan Samisade baru saja dilakukan monev dan hasilnya cukup baik.

“Alhamdulillah, untuk pekerjaan yang bersumber dari Samisade kami alokasikan untuk betonisasi jalan di Kp.Jemblung RT 01/01 dan Kp Cimendo RT.09/05, dengan volume P 1050 m x L 2,5 m x T 0,15 m. Dengan memakan anggaran sebesar Rp600 juta rupiah,” jelas Aja kepada Jurnal Bogor.

Dan untuk pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa (DD), sambung Aja, Pemdes mengalokasikan untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kp Jemblung RT 04/02 dengan volume P 100 m x L 1,5 m x 30 cm. Dan memakan anggaran sebesar Rp57 juta rupiah.

” Saya hanya berharap, apa yang dibangunkan oleh Pemdes ini bisa dinikmati oleh warga dalam jangka panjang. Dan untuk warga juga diminta untuk saling menjaganya. Karena jalan ini milik kita bersama, ” harap Aja.

” Untuk pekerja sendiri kita memakai warga sekitar, untuk dipadatkaryakan. Karena dengan begitu, hasil pekerjaan jauh lebih bagus. Dan semoga hasil dari monev ini tidak ada temuan yang berarti, jika kesalahan namanya pekerjaan tangan manusia pasti ada saja,” tambahnya.

Sementara, Furkon (42) warga sekitar mengucapkan terimakasih atas pembangunan jalan dan pembangunan lain yang sudah dilaksanakan oleh Pemdes Sukagalih.

” Kami hanya ingin, jalan-jalan yang masuk ke gang-gang itu mulus, seperti yang di luar daerah sana. Syukur-syukur semua jalan bisa dilintasi oleh kendaraan roda 4. Karena, jika bisa begitu selain tanah mahal juga akan menambah dan mempermudah ekonomi warga, karena aksesnya semua masuk mobil,” ungkap Furkon.

(nay nur’ain)

Satpol PP dan Pemcam Cileungsi Sapu PKL di Kolong Flyover Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mendirikan lapak dan berjualan di bawah kolong flyover Cileungsi ditertibkan oleh gabungan aparat Pemerintah Kecamatan Cileungsi dan Satpol PP Kabupaten Bogor, Selasa (31/10).

Ratusan PKL yang berada dibawah kolong flyover Cileungsi, yang terletak di Desa Cileungsi, dan Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor itu dibongkar paksa Satpol PP Kabupaten Bogor, bersama unsur Muspika Cileungsi, pihak desa, masyarakat, dan Dishub.

Camat Cileungsi Adi Nugraha menyebut, eksekusi yang dilakukan menindaklanjuti hasil musyawarah adanya aduan dari masyarakat yang disampaikan ke Pemerintah Kecamatan Cileungsi terkait para PKL yang berjualan dibawah kolong flyover dan sekitarnya.

” Hari ini pihak Kecamatan Cileungsi, bersama Satpol PP Kabupaten Bogor, unsur Muspika, desa, warga dan Dishub menertibkan para PKL yang berjualan dibawah kolong flyover. Setelah kita menggelar rapat dan musyawarah dengan adanya aduan dari masyarakat, kita langsung sosialisasikan,” ucap Adi Nugraha.

Menurutnya, setelah adanya penertiban ini, tidak ada lagi yang berjualan disini. Semua pihak harus terlibat untuk menjaga kolong flyover ini tetap bersih.

“Kami besar harapannya, setelah kegiatan ini, kita bersama-sama menjaga bawah kolong flyover yang sudah bersih nantinya, Untuk membersihkan ini saja tidak bisa dibersihkan oleh kami dari Kecamatan, kami butuh keterlibatan semua pihak, dan masyarakat terlibat langsung membersihkan areal ini,” pintanya.

Setelah kita bersihkan, sambung Adi, nantinya akan ditanami tanaman hias dan lainnya, dan juga akan mengajukan berbagai permohonan kepada perusahaan agar kolong flyover ini tertata dengan rapi.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasyid menyampaikan, kinerja Kecamatan Cileungsi cukup baik, dimana ada aduan masyarakat terkait bangunan liar yang dijadikan tempat PKL langsung disosialisasikan ke semua pihak, karena sudah mengganggu ketertiban umum.

“Saya mengapresiasi kepada kinerja Camat Cileungsi, dimana salah satu bukti, bahwa beliau berkomitmen terhadap wilayah terutama bangun bangun yang tidak memiliki ijin seprti bangunan liar yang dimanfaatkan oleh PKL,” tuturnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, dengan proses yang sangat panjang, akhirnya Satpol PP bersama pihak terkait lainnya bisa membongkar PKL yang ada dibawah kolong flyover ini.

“Memang ini sudah masuk mengganggu ketertiban umum, Camat melakukan langkah dengan banyaknya keluhan dari masyarakat terkait dengan PKL ini yang sudah meresahkan warga,” tuturnya.

“Tadi Satpol PP bersinergi dengan pihak Kecamatan, Polsek, Koramil, Dishub, dan yang lebih saya apresiasi lagi semau elemen dilibatkan, dari desa, satgas, dan warga turut turun membantu dalam penertiban,” tutupnya.

(nay nur’ain)