34.1 C
Bogor
Thursday, July 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 483

Samisade Tahap 1 Desa Sukasirna Selesai 60 Persen

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Sukasirna, Jonggol, Kabupaten Bogor baru saja menyelesaikan pekerjaan Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahap 1 tahun anggaran 2023, Kamis (19/10/23).

Kepala Desa Sukasirna Iwan Setiawan mengatakan, untuk anggaran Samisade tahun 2023 ini dialokasikan pada 4 titik untuk pekerjaan betonisasi jalan dan pengaspalan jalan.

“Ada 4 titik yang kita bangun dari anggaran Samisade tahun ini,” ungkap Iwan sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Iwan menjelaskan, adapun titik lokasi pekerjaan ialah untuk titik 1 pengaspalan Jalan Desa Kp. Raweuy RT.01/03 dengan volume panjang 360 meter x lebar 2,5 meter x tinggi 0,03 meter baru berjalan 60 persen. Untuk titik yang ke 2 yaitu betonisasi jalan desa Kp Bojong Korod RT 02/10 dengan volume panjang 120 meter x Lebar 3 meter x tinggi 0,15 meter ini pun baru berjalan 60 persen.

“Untuk titik yang ke-3 yakni betonisasi jalan desa Kp Tegal Salam RT 01 dan 02/ RW 08 dengan volume panjang 240 meter x lebar 3 meter x tinggi 0,015 meter baru berjalan 60 persen. Dan untuk titik yang terakhir betonisasi jalan desa di Kp Tegal Sempug RT 01/07 dengan volume panjang 180 meter x lebar 2 meter x tinggi 0,15 meter baru berjalan 60 persen,” bebernya.

Iwan berharap, kedepannya warga senantiasa bisa merawat jalan yang sudah diupayakan bagus oleh Pemdes Sukasirna. Karena dengan kita punya rasa memilki, untuk merawat jalan tersebut tidak perlu bergantung lagi kepada pemerintah.

“ Jangan sampai, pemdes hanya berkutat untuk pembangunan jalan saja, jika jalan desa dan jalan lingkungan sudah mulus semua. Maka tinggal meningkatkan pemberdayaan dan pembinaan  untuk masyarakat kedepannya,” tutur Iwan.

Sementara salah satu warga Kp Bojong Korod, Asep mengucapkan terimakasih kepada pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Bogor yang sudah memberikan anggaran Samisade untuk percepatan pembangunan di desa.

“ Ini kan musim politik, kami sebagai warga berharap program Samisade ini jangan dijadikan ajang politik di masa kepemimpinan seseorang. Tapi program ini harus terus berjalan, siapapun yang menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor nanti,” tandasnya.

“Mengingat, baru Kabupaten Bogor yang bisa memberikan anggaran Samisade kepada setiap desa se Indonesia. Ini sudah jadi kemajuan untuk Kabupaten Bogor, jadi program ini harus dipertahankan. Karena jika hilang, bukan kemajuan tapi kemunduran,” tambahnya lagi.

** Nay Nur’ain

Pembeli Kembali Normal, Pedagang Kuliner Mulai Mengais Untung

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Puluhan para pemilik warung dan restoran yang menjajakan aneka jajanan kuliner yang membuka usaha di sepajang jalan Babakan Raya di Desa Babakan, Dramaga, Kabupaten Bogor kini kembali bisa bernafas lega.

Pasalnya, sejak pasca-Covid awal 2023 hingga akhir medio Agustus lalu, tak kurang dari 60 persen dari semua para pengusaha kuliner yang membuka usahanya di sepanjang jalan tersebut, mengalami kebangkrutan akibat sepi pembeli.

“Tapi sekarang, atau tepatnya sejak seminggu ini, pembeli yang jajan yang datang ke kios kami baik itu para mahasiswa mahasiswi IPB maupun warga yang lewat, alhamdulilah sudah kembali normal dan banyak mampir membeli”, kata Rini, sang pemilik kios jajanan Takoyaki di jalan Babakan Raya kepada Jurnal Bogor.

Menurut pengakuan Rini, sekitar sebulan lalu saja dalam sehari omzet penjualan Takoyakinya sangat menurun drastis, atau paling banter sehari cuma mengantongi penjualan Rp75 ribu saja.

“Tapi Sejak seminggu kemarin hingga sekarang (Kamis/19/10/2023), penjualannya melonjak sangat signifikan, yakni dalam sehari saya bisa menjual 50 bungkus porsi Takoyaki dengan harga 1 porsinya Rp 12.500 atau pendapatan yang saya raih setiap hari sekitar Rp625 ribu”, ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Hendrik pemilik kios ayam Geprek mengungkapkan hal senada, menurut dia, jika saja dalam seminggu kedepan penghasilan dari kios ayam gepreknya tidak alami perubahan bahkan merugi terus, Hendrik mengaku akan hengkang dan menyudahi saja satu satunya usaha yang selama ini jadi penopang hidup bagi keluarganya.

“Tapi alhamdulilah, ternyata selama seminggu ini penjualan ayam geprek dan es buah yang saya jual omzetnya sudah kembali normal, sehingga yang tadinya berniat akan tutup usaha, ya terpaksa niat tersebut saya batalkan.” ujarnya.

Dari pantauan Jurnal Bogor, ternyata dampak menururnya omzet penjualan yang dialami oleh ratusan pemilik restauran dan pemilik aneka warung jajanan kuliner di kawasan Babakan Raya itu, tak lain disebabkan menurunnya jumlah mahasiswa dan mahasiswi yang tinggal indekost di rumah rumah warga yang lokasinya memang banyak bertebaran di sepanjang jalan Babakan Raya maupun jalan Babakan Tengah. Lantaran mereka lebih memilih tinggal di asrama yang disediakan oleh pihak perguruan tinggi.

“Termasuk banyak mahasiswa yang sudah selesai kuliah. Akan tetapi kini hampir 4.200 lebih mahasiswa dan mahasiswi semester atas, mukai memilih tinggal di rumah kost yang ada di luar kampusnya”, ungkap Hendrik.

** Bayup

Bupati Iwan Setiawan Beri Penghargaan Para Wajib Pajak Terbaik

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Bupati Bogor Iwan Setiawan memberikan penghargaan kepada para wajib pajak terbaik yang sudah membayarkan pajaknya tepat waktu dan tepat jumlah. Apresiasi juga diberikan kepada PPAT, PPATS, desa, kelurahan, kecamatan dan instansi / lembaga / organisasi atau pihak lain yang telah mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah Kabupaten Bogor.

Penghargaan diberikan pada kegiatan Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor tahun 2023 dan launching aplikasi Lapor Pak, yang diselenggarakan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), di Hotel Pullman, Ciawi, Kamis (19/10).

Hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Bogor, Direktur Pendapatan Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 dan 2, Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) wilayah Kabupaten Bogor, Pimpinan Bank BJB Cabang Cibinong, Bank BRI, Direktur BUMD, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Strategis Daerah Kabupaten Bogor, jajaran Kepala Desa dan Lurah, para wajib pajak.

Bupati mengungkapkan, anugerah pajak merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bappenda. Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi bagaimana Pemkab Bogor memberikan penghargaan kepada para wajib pajak, dan stakeholder pajak lainnya yang berkontribusi membangun Kabupaten Bogor dengan membayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah.

“Semoga penghargaan ini menjadi pemicu para wajib pajak dan stakeholder pajak lainnya untuk semakin berkontribusi dalam pembangunan. Karena berbagai program pembangunan untuk masyarakat dapat terlaksana berkat kontribusi para wajib pajak yang taat membayar pajak,” ungkap Iwan.

Iwan menambahkan, Pemkab Bogor berkomitmen kuat mengelola pajak dengan baik dan amanah demi kepentingan pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Dan kami pun wajib melindungi seluruh para wajib pajak yang ada di Kabupaten Bogor, salah satu contohnya pada saat terjadinya pandemi,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, diluncurkan juga aplikasi “Lapor Pak” oleh Bappenda Kabupaten Bogor. Bupati Iwan Setiawan menuturkan, apresiasi atas inovasi aplikasi “Lapor Pak”, melalui aplikasi digital ini desa dan kelurahan lebih mudah melaporkan perkembangan potensi PAD di wilayahnya secara berkelanjutan, akurat dan akuntabel.

“Pemerintah desa dan kelurahan harus mengenali, menggali dan melaporkan potensi pajak dan retribusi daerahnya. Semakin besar potensi penerimaan pajak dan retribusi daerah nya maka semakin besar potensi BHPRD yang akan diterima desa serta menjadi pertimbangan dalam penganggaran pelaksanaan pembangunan di kelurahan,” tutur Iwan.

Mewakili Pj. Gubernur Jawa Barat, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk engagement yang luar biasa antara pemerintah dengan para stakeholder pajaknya, serta meningkatkan masyarakat pemahaman tentang pentingnya pajak daerah sebagai kunci utama pembangunan.

“Mewakili Pj. Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemkab Bogor dan para wajib pajak di Kabupaten Bogor yang sudah berkontribusi dalam pembangunan dengan membayar pajak,” kata Hery.

Heri melanjutkan, aplikasi “Lapor Pak” membuktikan kesiapan Kabupaten Bogor untuk menjadi yang paling depan dalam pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Dimana pendataan terkait potensi sangat penting dilakukan.

Berikutnya Kepala Bappenda Kabupaten Bogor, Arif Rahman menjelaskan, tantangan pemerintah daerah setiap tahun dalam mengoptimalisasikan pendapatan daerah tentu tidaklah mudah, dibutuhkan peran serta semua pihak. Salah satu sektor penerimaan yang memberikan kontribusi besar pada pendapatan daerah Kabupaten Bogor adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pajak daerah merupakan primadona ddalam penerimaan PAD.

“Alhamdulillah, sampai dengan tanggal 16 oktober 2023 untuk pajak daerah, telah terealisasi sebesar Rp.2,2 triliun lebih atau sekitar 89.40 persen dari target sebesar Rp.2,5 triliun. Untuk itu, Pemkab Bogor merasa perlu memberikan apresiasi dan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusinya terhadap pencapaian target penerimaan pajak daerah,” jelas Arif.

Arif menerangkan, kegiatan anugerah pajak daerah Kabupaten Bogor diharapkan dapat memotivasi wajib pajak, kepala desa, lurah, PPAT, PPATS, camat, instansi vertikal, lembaga, organisasi, atau pihak lain yang membantu pemungutan pajak untuk terus berperan aktif dalam upaya pemungutan pajak daerah.

“Sehingga peran masyarakat sebagai salah satu pilar pembangunan, menjadi sangat penting dan sangat dihargai,” terangnya.

Untuk diketahui, penghargaan diberikan kepada pihak-pihak yang telah mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan daerah khususnya pajak daerah, yang terdiri dari wajib pajak terbaik yang telah membayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah, sebanyak 31 wajib pajak. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang memberikan kontribusi terbaik terhadap penerimaan BPHTB dan melaksanakan pelaporan bulanan pembuatan akta tepat waktu, sebanyak 3 PPAT. Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) yang memberikan kontribusi terbaik terhadap penerimaan BPHTB dan melaksanakan pelaporan bulanan pembuatan akta tepat waktu, sebanyak 3 PPATS.

Kecamatan terbaik dengan realisasi penerimaan pajak daerah terbesar, sebanyak 3 kecamatan. Kecamatan terbaik dengan pencapaian target pajak daerah tertinggi, sebanyak 3 kecamatan. Desa dan kelurahan yang telah mendukung optimalisasi penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Bogor serta telah melunasi PBB-P2 buku 1 atau buku 1 dan buku 2 tahun pajak 2023, sebanyak 48 desa dan 1 kelurahan. Serta instansi / lembaga / organisasi / pihak lain yang telah mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan daerah Kabupaten Bogor, sebanyak 10 instansi.

Dede Suhendar

Proyek Dibiarkan Terbengkalai, Warga Pertanyakan PT Beta Lestari Prima

0

Caringin | Jurnal Bogor
Proyek rekontruksi Jalan Cikereteg-Pancawati yang dikerjakan PT Beta Lestari Prima dengan nomor dan tanggal SPMK 620/A.069-380.3130/TING-JLN/PJJ.1/SPMK/DPUPR, tgl 31 Agustus 2023, dipertanyakan warga Desa Pancawati, Caringin, Kabupaten Bogor. Sebab, proyek yang nilainya mencapai 2,8 miliar lebih itu, dibiarkan terbengkalai dan tidak terlihat adanya para pekerja.

Abu Bakar, warga Desa Pancawati mengaku heran dengan pihak ketiga yang melaksanakan pengerjaan proyek jalan. Pasalnya, pengerjaan rekontruksi jalan yang merupakan akses utama warga Pancawati beraktivitas, seakan dikerjakan tidak serius.

Menurutnya, sudah beberapa hari ini di lokasi proyek tidak terlihat adanya aktivitas pengerjaan oleh para pekerja. Bahkan, bahan material untuk pembuatan drainase jalan seperti pasir, dibiarkan terbengkalai di bahu jalan.

 “Kurang lebih sudah satu minggu ini tidak ada yang bekerja. Padahal, dari awal mulai pengerjaan sampai sekarang, pihak ketiga baru membangun drainase dengan hanya beberapa meter saja,” kata Bakar, panggilan akrab Ketua RT di Desa Pancawati tersebut kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/10).

Bakar mempertanyakan alasan tidak adanya aktivitas pembangunan oleh para pekerja pemenang proyek dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tersebut. Padahal, progres pembangunan belum terlihat.

 “Apa mungkin pemenang lelang proyek jalan ini tidak bermodal, makanya tidak ada pengerjaan,” ungkapnya.

Apabila hal itu benar, lanjutnya, dimana pemenang proyek rekontruksi jalan ini pengusaha kere atau tidak bermodal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor harus segera bertindak. Sehingga, pembangunan jalan yang selama ini sangat diinginkan masyarakat Pancawati, dapat diselesaikan sesuai rencana anggaran belanja (RAB) dan gambar.

 “Saya minta dinas terkait jangan diam saja, harus mengambil langkah agar pembangunan jalan Pancawati terus dilakukan sampai selesai,” papar Bakar.

Bakar menjelaskan, kondisi jalan Pancawati, mulai dari Kampung Ciherang Satim sampai Cipare atau ujung jalan ini sudah rusak parah dan rawan terjadi kecelakaan tunggal terutama pengendara roda dua.

 “Kalau sampai proyek ini mangkrak atau tidak diselesaikan pengerjaannya oleh pihak kontraktor, pastinya kami sebagai masyarakat Pancawati sangat marah. Bisa jadi kami akan mendatangi dinas terkait dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II agar PT. Beta Lestari Prima ditindak tegas,” imbuhnya.

Sementara, pengamat jalan UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II yang bertugas di Kecamatan Caringin, Sarip membenarkan di lokasi proyek rekonstruksi Jalan Cikereteg-Pancawati sudah sekitar satu minggu tidak ada kegiatan pengerjaan.

“Tidak tahu kenapa, informasi nya pelaksana menghentikan dulu pengerjaan,” ujarnya.

Sarip mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan permasalahan itu kepada pimpinan dalam hal ini Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan. Termasuk untuk laporan progres pengerjaan yang sudah minus 4 persen.

“Tadi juga pejabat pembuat komitmen (PPK) sudah datang dan menerima laporan yang terjadi di lokasi proyek rekonstruksi Jalan Cikereteg-Pancawati,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Camat Nanggung Ae Saepulloh Terima Penghargaan Pencapaian Pajak Daerah Tertinggi

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Kali pertama Kecamatan Nanggung yang dipimpin Camat Nanggung Ae Saepulloh mendapat penghargaan dari Bupati Bogor Iwan Setiawan sebagai kategori kecamatan dengan pencapaian target pajak daerah tertinggi pada acara Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2023 dan Launching Aplikasi Lapor Pak di Pullman Ciawi Vimala Hills Resort, Kamis (19/10/2023).

“Alhamdulillah, keberhasilan ini tidak terlepas dari banyaknya dukungan, peran serta masyarakat dan pemerintah desa. Maka prestasi yang diterima, kami ucapkan terimakasih untuk masyarakat maupun para kepala desa,”  ujar Ae Saepulloh.

Kecamatan Nanggung pada anugerah tersebut bersaing dengan 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Ae Saepulloh menjelaskan penghargaan ini bukti kesadaran masyarakat Kecamatan Nanggung mengalami kemajuan dalam membayar pajak.

“Ya, ini bukti warga Kecamatan Nanggung semangat telah menunaikan kewajiban dalam membayar PBB atau pajak lainnya.  Tentu dengan membayar pajak maka kita dapat  berkontribusi nyata dan berpartisipasi dalam mendukung program pembangunan yang ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Sementara Bupati Iwan Setiawan memberikan penghargaan kepada 101 wajib pajak di Kabupaten Bogor, mulai dari Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), camat, kepala desa hingga instansi atau organisasi yang telah mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan daerah.

“Wajib pajak itu rutin tiap tahun diberikan apresiasi oleh Pemda dan wajib pajak dari berbagai jenis ada hotel, restoran, PPAT, notaris,” kata Bupati.

Dengan anugerah itu, Bupati berharap dapat memacu wajib pajak membayar pajak tepat waktu dan tepat jumlah. “Biar mereka berlomba-lomba dalam kebaikan, juga kebanggaan dapat penghargaan dari kita,” paparnya.

Iwan meminta semua yang berhubungan dengan pajak dapat ditingkatkan kembali kesadarannya dalam membayar pajak. Bupati juga mengapresiasi Bappenda Kabupaten Bogor yang mencapai target setiap tahunnya.

** Arip Ekon

HUT KORPRI, 32 Tim Berlaga di Turnamen Mini Soccer

0

jurnalinspirasi.co.id – Memperingati HUT KORPRI ke-52, Pemerintah Kota (Pemkot) menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah turnamen mini soccer di Lapangan Manunggal yang dimulai sejak 16 hingga 19 Oktober 2023.

Ketua Panitia Turnamen Mini Soccer, Dicky Iman Nugraha mengatakan bahwa turnamen tersebut diikuti oleh sebanyak 32 tim dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemkot Bogor, dengan menggunakan sistem setengah kompetisi.

“Selain memperebutkan juara satu sampai tiga, panitia juga memberikan apresiasi bagi top scorer,” ujar Dicky kepada wartawan, Kamis (19/10).

Dicky yang juga menjabat Camat Bogor Tengah ini mengatakan bahwa turnamen ini adalah ajang mempererat tali silaturahim antar pegawai di lingkungan Pemkot Bogor. Selain untuk membudayakan olahraga antar instansi.

“Kami berharap dengan adanya turnamen ini, tali silaturahim akan semakin kuat, dan kompak. Sehingga dapat membangun Kota Bogor lebih baik lagi,” ucapnya.* Fredy Kristianto

Akew Siapkan Bonus Untuk Tim Orienteering Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rieke Iskandar mengapresiasi keterlibatan atlet orienteering yang bernaung di bawah FONI turun ke kejurnas Orienteering di Karang Anyar, Jawa Tengah

Rieke bahkan menjanjikan akan memberikan bonus kepada atlet FONI Kabuaten Bogor apabila bisa meraih emas di Kejurnas Orienteering.

“Kalau dapat medali emas, KORMI akan memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi kita,” ujar Rieke.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Akew ini mengimbau agar atlet bermain lepas, tanpa memikirkan target.

“Kalau bermain lepas, saya yakin hasil malah akan jauh lebih maksimal,” imbuh Akew saat pelepasan Tim Orienteering Kabupaten Bogor bertolak ke Kejurnas di Karang Anyar, Jateng, Rabu, 18 Oktober 2023

Sebagai informasi, orienteering dimulai pada akhir abad ke-19 di Swedia. Istilah orienteering pertama kali digunakan pada tahun 1886, yang memiliki arti melintasi suatu daerah yang tidak diketahuidengan bantuan peta dan kompas.

Di Swedia, orienteering berkembang dari hanya sekadar pelatihan militer menjadi olahraga yang kompetitif untuk perwira militer dan warga sipil.

Namun akhirnya kompetisi orienteering dibuka untuk umum dan diselenggarakan di Norwegia pada tahun 1897.

Sementara di Indonesia orienteering menjadi salah satu materi dalam ekstrakurikuler Pramuka.

Orienteering adalah aktivitas luar ruangan untuk menemukan sejumlah lokasi di medan sebenarnya dengan menggunakan peta dan kompas.

Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Kabupaten Bogor, membidik satu medali emas, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Orienteering 2023 di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, 19 hingga 23 Oktober 2023.

FONI Kabupaten Bogor, akan menurunkan delapan atlet orienteering yang akan berlaga di Kejurnas kali ini.

Ketua FONI Kabupaten Bogor Herry Suko A mengatakan, pihaknya menargetkan satu emas pada kejurnas Orienteering.

Herry menambahkan, FONI Kabupaten Bogor memiliki atlet potensial yang bisa meraih dua medali emas.

“Kita turun di kategori umur 20 dan kategori umur 35 tahun,” Kata Herry saat acara pelepasan atlet di Sekretariat Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor di Pakansari, Gate 6.

Herry menjelaskan bahwa kejurnas ini juga bertepatan dengan Kejuaraan Dunia Orienteering. Sehingga, kata dia, hasil yag diraih menentukan peringkat FONI Kabupaten Bogor di dunia.

“Saingan terberat kita itu Singapura, tapi kita optimistis bisa meraih hasil terbaik di kejurnas ini,” ujar Herry.

** asep syahmid

Persikabo Ngora Harus Sabet Poin Penuh Lawan Persita

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Skuad Persikabo Ngora atau Persikabo 1973 U20 mentargetkan poin penuh saat melakoni laga lanjutan Elite Pro Academy (EPA) 2023 akhir pekan nanti.

Tim besutan Bahar Lestaluhu ini akan bentrok dengan Pendekar Cisadane julukan bagi Persita U20 Tangerang dalam laga yang akan dilangsungkan di Stadion Mini Persikabo, Sabtu dan Minggu (21 -22 Oktober 2023).

Gautama Bayu selaku asisten manager Persikabo Ngora optimis para pemain masa depan Kabupaten Bogor ini akan meraih poin penuh saat bentrok lawan Persita U20.

” Wajib poin penuh bagi Persikabo Ngora saat meladeni Persita U20,” ujar Gautama Bayu yang juga sebagai owner dari PT JAP Utama.

Bayu bersama Dedi Cakra Baidilah (Manager Tim) sudah menyiapkan kadeudeuh jika Persikabo Ngora bisa menang 2 kali secara beruntun lawan Persita U20.

Sementara itu, Bahar Lestaluhu selaku arsitek Persikabo Ngora menegaskan pihaknya terus berusaha menambah pemain untuk posisi stoper, gelandang dan striker.

” Managemen Persikabo U20 akan segera komunikasi soal penambahan pemain kepada Managemen Persikabo 1973 yang senior,” paparnya

Bahar juga sangat yakin para pemainnya akan mendulang poin penuh saat laga melawan Persita U20.

** asep syahmid

Dispora Agendakan Lomba Senam Bogor Bugar

0

Cibinong| Jurnal Bogor
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor akan terus menggalakan program pelatihan Instruktur Senam kepada para Instruktur Senam yang ada di Inorga KONI Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dikatakan Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP disela sela kegiatan Pelatihan Instruktur Senam yang dilakukan Dispora di salah satu hotel di kawasan Megamendung dari tanggal 18 sampai 21 Oktober 2023.

Asnan AP menambahkan, ada 80 Instruktur Senam dari empat Induk Olahraga (Inorga) di Kabupaten Bogor yang mengikuti kegiatan Pelatihan Instruktur Senam Tingkat Kabupaten Bogor tahun 2023.

Intinya, kata Asnan AP, Dispora akan terus melanjutkam program pelatihan instruktur senam tiap tahun.

Bahkan, sambungnya, tidak menutup kemungkinan Dispora Kabupaten Bogor juga bisa menggelar Festival atau Event Lomba Senam Bogor Bugar yang pesertanya berasal dari pelajar dan umum.

” Saya akan koordinasi dulu dengan Subkor terkait supaya event lomba Senam Bogor Bugar bisa digelar tahun depan,” tegas Asnan AP

Sementara itu, Subkor Olahraga Rekreasi Tradisional dan Layanan Khusus Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi mengatakan ada empat Inorga yang ikut dalam pelatihan instruktur senam kali ini di antaranya Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI), Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI), Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia (ASIAFI) dan Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia (KLPI).

“Kegiatan Pelatihan instruktur senam ini, merupakan kegiatan keempat, dan kali ini diikutin 80 peserta dari empat Inorga. Sedangkan untuk pelaksanaannya, digelar sejak 18 hingga 21 Oktober 2023 nanti,” kata Dedi Supriadi.

Dedi menjelaskan, kegiatan pelatihan senam ini merupakan program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang memang harus ditindak lanjuti oleh Dispora Kabupatenj Bogor.

“Sebenarnya ini merupakan program Kemenpora yang harus kita jalankan. Adapun program tersebut yakni, tentang Senam Kesehatan Jasmani bagi para pelajar yang ada diseluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor,” kata Dedi menjelaskan.

Selain itu, kata Dedi, Subkor Olahraga Rekreasi Tradisional dan Layanan Khusus Dispora ini melanjutkan, bahwa pelatihan ini tidak hanya tentang SKJ, tetapi juga tentang Senam Bugar Jabar Juara, serta senam Bogor Bugar.

Ia berharap melalui pelatihan ini, para instruktur senam ini dapat mensosialisasikannya kepada pelajar, maupun masyarakat umum yang ada di Kabupaten Bogor.

** asep syahmid

Surat Bupati Turun, Pinjam Pakai Lahan IPB Untuk Kantor Desa Masih Tunggu Izin Kemendikbud Ristek

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Seluruh staf maupun perangkat desa, termasuk Kepala Desa Babakan Ahmad Yani tampak senang setelah Bupati Bogor Iwan Setiawan menekan surat Pemerintah Kecamatan Dramaga yang mengajukan permohonan pinjam pakai lahan seluas 1.500 meter persegi milik IPB University Dramaga. Kini, bisa tidaknya penggunaan lahan tersebut tinggal menunggu izin dari Kemendikbud Ristek.

“Alhamdulillah, akhirnya harapan kami memiliki lahan baru untuk relokasi kantor desa bakal segera terwujud,” kata Ahmad Yani kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/10/2023).

Menurutnya, relokasi bangunan kantor Desa Babakan diperlukan karena sudah tidak efektif lagi untuk peningkatkan pelayanan kepada warga.   

Sedangkan surat pinjam pakai yang ditanda tangani Bupati bernomor 500.17 /242/Tapem yang dikeluar pada 9 Oktober lalu, yang berisi pinjam pakai lahan IPB untuk kantor Desa Babakan, aula Gedung Serba Guna, area bermain terbuka, gedung PAUD, sarana air bersih 2 unit, termasuk untuk lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara.

Sementara Pemerintah Kecamatan Dramaga telah menyerahkan surat tersebut ke pihak desa dan Kades Ahmad Yani mengaku surat Bupati Bogor itu sudah diserahkan ke pihak sekretariat IPB.

Namun sambung Kades, dari hasil pertemuan antara pemerintah desa dengan pihak sekretariat Rektorat IPB saat penyerahan berkas surat Bupati Bogor, pihak IPB mengatakan tidak dapat memutuskan dalam pemberian izinnya secara sepihak.

“Sebab surat permohonan izin pinjam pakai lahan seluas 1500 meter persegi untuk kantor desa itu oleh IPB dilayangkan lagi ke Kemendikbud,” ungkapnya.

Sehingga soal izin resmi pinjam pakainya tambah kades, semua harus ada restu dari Kemendikbud Ristek. “Ya mau tidak mau kami harus kembali menunggu”, bebernya.

Saat ini kondisi kantor Desa Babakam disebutkannya sudah tidak layak digunakan untuk optimalisasi pelayanan kepada warga.

“Karena kondisi luas bangunan kantor desa lama 8 meter X 10 meter dengan luas lahan 120 meter, yang tanpa halaman parkir, sehingga sudah tidak memungkinkan lagi sebagai kantor desa,” tukasnya.

Didin Hapidudin tokoh warga Desa Babakan membenarkan kantor desa yang masih digunakan saat ini tempatnya sempit, dan sudah tidak layak.

** Bayup