35.7 C
Bogor
Thursday, October 15, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 482

Proyek Rp3,3 Miliar Peningkatan Jalan Cibeureum Dinilai Asal-asalan

0

Dua Bulan Dibangun Sudah Ada yang Rusak

Cijeruk | Jurnal Bogor
Proyek peningkatan jalan berupa betonisasi jalan raya Cibeureum, Desa Tajurhalang, Cijeruk, Kabupaten Bogor baru dua bulan dibangun sudah ada yang rusak. Jalan yang merupakan batas dengan Kota Bogor ini dibiayai APBD sebesar Rp3.269.110.000 dalam pengerjaannya dinilai asal-asalan.

“Masa sih biaya pembangunan jalan beton semahal itu, kok malah cepat rusak, ditambah lagi semen beton banyak yang terkelupas,” kata Ade, warga Desa Tajurhalang, Rabu (15/11/2023).

Padahal jalan itu merupakan jalan yang sangat diharapkan oleh warga Desa Tajurhalang, Desa Sukaharja maupun warga dari asal desa lainnya. Sayangnya lantaran pihak kontraktor PT Trisindo Nusatenggara yang dikawal pihak konsultan pengawas yakni PT Dimensi Ronakon, termasuk diawasi pihak UPT Jalan Dan Jebatan wilayah 3 Ciomas terkesan asal asalan dalam melakukan  pekerjaan proyek miliaran rupiah di Kabupaten Bogor tersebut.

Bukan itu saja yang membuat warga kesal dan kecewa tambah Ade, genangan air yang terbentuk ditengah jalan beton kini jadi mirip kubangan kerbau. “Nah kalau ini dibiarkan terus, jalan semahal ini pasti akan cepat rusak,”gusarnya.

Nurhadi, 12 tahun yang kebetulan sedang bermain sepeda di jalan beton yang baru dibangun atas usulan Dinas PUPR Kabupaten Bogor dan pihak kantor UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas Pimpinan Andri menyatakan keluhannya.

“Masa sih sudah ada yang rusak. Ini mah yang mengerjakan proyeknya adalah orang orang kagak bener yang doyan makan duit rakyat berkedok kontraktor,” tukasnya.

Dimana pada radius kurang lebih 20 meter, terdapat banyak semen beton jalannya yang terkelupas, sedangkan keluhan bocah yang bernama Nurhadi juga benar terbukti, badan jalan betonisasi semahal Rp3,3 miliar itu mengalami sodetan sepanjang lebih dari 8 meter.

Sementara jalan ini dibangun program pembangunan pengerjaan sub kegiatan konstruksi jalan yang dibiayai dana APBD Pemerintah Kabupaten Bogor yang manfaatnya untuk pergerakan barang dan jasa senilai Rp 3.269.110.000 dengan No dan tanggal sosmik 620/A.061-08.3226 ting-jalan PPJJ.2/SPMK /DPUR- tertanggal 25 Agustua 2023.

(bayup)

Derita Autoimun, Kondisi Umar Memprihatinkan Perlu Perhatian Pemerintah

0

Pamijahan | Jurnal Bogor
Penyakit autoimun yang diderita Umar Sentosa, warga Kampung Cisalak Satu RT 01 RW 14, Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor membuat kondisinya sangat memprihatinkan.

Pasalnya, kulit pria sebatangkara ini 90 persen sekujur tubuhnya terkelupas. Kondisi itu juga Umar Sentosa sudah tidak bisa melakukan aktivitas seperti pada umumnya, hanya bisa terbaring di tempat tidur.

“Sangat memprihatinkan keadaan penyakit yang diderita Umar Sentosa. Dari mulai wajah sampai kebagian ujung kaki kulitnya terkelupas,” kata Ketua Umum DPP LSM Genpar Sambas Alamsyah, saat mengunjungi kediaman Umar Sentosa, Rabu (15/11/2023).

Dia menyatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung dua bulan. Namun baru satu kali dilakukan pengobatan yang mana dirujuk ke RSUD Leuwiliang selama dua minggu, akan tetapi keadaan Umar tidak kunjung membaik.

“Informasi dari warga dan keluargannya hampir sudah dua bulan lebih menderita penyakit autoimun ini. Sempat juga dibawa berobat ke RSUD Leuwiliang selama dua minggu, namun tidak ada perubahan,” katanya.

Dia menjelaskan, bahwa dia adalah seorang Ustadz di wilayah kampung tersebut dan saat ini Umar hanya tinggal sendirian di rumahnya. Sebab sejak menderita penyakit tersebut, Umar harus ditinggal oleh istri dan anaknya.

“Umar seorang ustadz di kampung ini, tapi saat ini hidupnya sebatang kara. Karena setelah menderita penyakit ini dia ditinggal oleh istri  dan anaknya,” jelasnya.

Sementara, Umar untuk makan kesehariannya  hanya dapat bantuan dari tetangga sekitar. Dalam hal ini, Sambas juga menerangkan. Bahwa pemerintah desa setempat tidak gerak cepat terhadap warganya.

“Sebetulnya pemerintah desa sudah mengetahui terkait permasalahan ini. Hanya saja diduga tingkat kepedulian terhadap warganya, yang menderita seperti ini terlebih seorang guru dan ustaz, seharusnya menjadi salah satu prioritas,” katanya.

Sambas membeberkan, pihaknya setelah mendapatkan aduan dari warga dan  langsung turun ke kediaman penderita penyakit tersebut, dan telah melakukan komunikasi dengan tim medis kesehatan.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan tim kesehatan. Saya berharap pemerintah juga perlu turun ke lapangan untuk membantu Umar,” pungkasnya.

(andres)

Tahun Politik, Kementan Jaga Stabilitas Pangan

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan pada tahun politik sekarang ini persoalan pangan menjadi perhatian serius dan penting dijaga stabilitasnya. Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXV Kementerian Pertanian ‘Mewujudkan Sinergitas Mendukung Ketahanan Pangan Nasional’ di BBPMKP Ciawi, Rabu (15/11/2023).

“Pada tahun politik menyangkut pangan ini sensitif, urgen. Artinya perlu tindak lanjut, rantai pasok juga kami sudah koordinasikan dengan Pak Buwas (Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso). Kami ingin hasil terbaik untuk masyarakat,” kata Harvick Hasnul Qolbi.

Dijelaskannya, dinamika di tahun politik jelang pesta demokrasi harusnya masyarakat bergembira. “Menyisipkan pesan Pak Presiden, tahun politik harusnya bergembira dan ketersediaan pangan cukup,” ujarnya.

Untuk itu kata dia, tataniaga perlu diperbaiki, dan HET diawasi agar tidak ada gejolak sosial di masyarakat. “Selalu jadi kendala memang, terlalu mahal masyarakat menjerit, terlalu murah petani juga menjerit. Jadi perlu upaya mencari cara agar tetap stabil,” pesan Wamen.

Kedepan menurutnya, program ketahanan pangan perlu akselerasi, khususnya komoditas yang menyentuh langsung masyarakat seperti padi dan jagung. Termasuk sinergitas antarlembaga harus ditingkatkan lagi. “Ketertarikan anak muda di bidang pertanian ini juga masih rendah ini juga kendala, dan idealnya untuk ekspor 70 impor 30,” jelasnya.

Untuk itu perlu upaya lebih responsif dalam menyiasati dunia pertanian, perlu inovasi dan masih perlunya dukungan masyarakat agar Indonesia merdeka, berdaulat pangan.

“Harapannya memang pelatihan ini bagaimana hasil lulusan pelatihan bermanfaat mengedukasi masyarakat, dan sektor pertanian mengembangkan diri. Peserta pelatihan juga bisa menyampaikan di institusinya atau lembaganya perihal perlunya sinergitas untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” jelas Wamen Harvick Hasnul Qolbi.

Seperti diketahui perihal pangan bukan hanya soal kebutuhan pangan masyarakat saja, tetapi ketahanan pangan nasional itu dipengaruhi juga aspek sosial dan politik. Kondisi pangan yang sekarang ini tidak baik-baik saja, diperlukan terobosan-terobosan grand desain atau acuan bersama karena sekarang ini pembangunan pangan masih parsial sehingga diperlukan sinkronisasi program lintas lembaga.

(yev)

Jalan Penghubung Nanggung –Leuwililiang Dikeluhkan Pengguna Jalan

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Akses jalan penghubung Nanggung -Leuwililiang tepatnya di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor dikeluhkan pengguna jalan.

Pasalnya, jalan desa tersebut sudah banyak mengalami kerusakan. Di beberapa titik jalan tersebut terdapat lubang-lubang cukup besar.

Akibat jalan rusak, tak sedikit pengguna roda dua jadi sasaran korban kecelakaan. Salah satu korban laka tersebut, menimpa pengguna sepeda motor satu keluarga.

“Saya dari arah Pabangbon menuju Bantarkaret dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat membonceng anak dan istri. Saya sedikit buru-buru, karena kondisi hujan deras. Lubang di tengah jalan tidak terlihat karena digenangi oleh air,” kata korban Habinin (35), Selasa (14/11/2023).

Korban yang merupakan warga Desa Bantarkaret tersebut, terpaksa harus mengalami luka cukup serius, pada bagian kaki, tangan dan mulut.

“Saya gak tau kalau itu ada lubang gede, karena gak keliatan sama air hujan. Untung anak mah gak apa-apa, hanya saya luka di kaki, bibir pecah, gigi patah sama pipi sobek. Kalau istri yang luka hanya kaki sama tangan aja,” bebernya.

Sementara, warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, bahwa akses jalan penghubung Nanggung -Leuwiliang tersebut, belum lama ada perbaikan tambal sulam. Namun pengerjaannya terkesan asal jadi sehingga aspal tersebut mudah mengelupas kembali pada saat turun hujan.

“Padahal akses jalan ini cukup vital untuk melakukan rutinitas masyarakat. Tapi sangat disayangkan kalau akses jalan ini rusak seperti tidak di perhatikan,” katanya.

Sementara, tepatnya di wilayah Desa Pabangbon, Leuwiliang, akses jalan milik Pemkab itu tidak ada lampu penerangan jalan.

“Mirisnya lagi di sepanjang jalan tersebut tidak memilik penerangan jalan umum (PJU) yang terpasang satupun. Sehingga pada saat melintas di malam hari gelap gulita dan membahayakan bagi para pengguna jalan,” pungkasnya.

(andres)

Danone Klarifikasi Soal Boikot Produknya tak Miliki Afiliasi Politik di Belahan Dunia

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Maraknya kabar di media sosial terkait aksi boikot Aqua membuat Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin angkat bicara. Menurutnya, Danone tak punya pabrik di Israel. Selain itu, Danone tidak memiliki afiliasi politik apa pun di seluruh belahan dunia.

“Misi Danone adalah meningkatkan kesehatan melalui makanan dan minuman. Danone merupakan entitas bisnis yang tidak memiliki keterkaitan atau melibatkan diri dalam pandangan politik ataupun hal-hal di luar wilayah bisnis,” kata  Arif Mujahidin dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (15/11/2023) sekaligus menanggapi aksi boikot AQUA yang disuarakan di media sosial terkait perang Israel melawan Hamas.

Menurut  Arif, Danone merupakan perusahaan publik yang beroperasi di 120 negara dengan karyawan dari beragam latar belakang etnis dan budaya. “Danone berkomitmen untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan untuk mengalirkan kebaikan kepada masyarakat,” sambung Arif.

Selain itu,  Danone tidak memiliki afiliasi politik dengan konflik yang terjadi di Timur Tengah. Justru, sebut Arif, perusahaannya sudah banyak berinvestasi di Indonesia dan membuka banyak lapangan kerja. “Di Indonesia, Danone memiliki 25 pabrik dengan 13.000 karyawan dan melayani lebih dari 1 juta pedagang di seluruh negeri,” kata Arif.

Misi Danone, lanjut Arif adalah meningkatkan kesehatan masyarakat melalui produk makanan dan minuman yang diproduksi. Danone merupakan entitas bisnis yang tidak memiliki keterkaitan atau melibatkan diri dalam pandangan politik ataupun hal-hal di luar wilayah bisnis. Sebaliknya, Danone berkomitmen untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan untuk mengalirkan kebaikan kepada masyarakat.

“Danone terus berkomitmen untuk mengembangkan investasinya di Indonesia demi turut membantu ekonomi, sosial dan kesehatan bangsa Indonesia,” ungkap Arif.

Danone Indonesia melalui berbagai mereknya, kata Arif telah lama hadir dengan tujuan membangun kesehatan masyarakat melalui produk nutrisi dan hidrasi, serta berbagai kegiatan sosial ekonomi yang membawa manfaat bagi masyarakat dan usaha kecil menengah.

Sementara netizen yang menyuarakan boikot di media sosial beralasan, Danone dikenal sebagai pemegang saham perusahaan Israel. Dilansir dari laman Times Of Israel, Danone memegang saham perusahaan makanan Strauss Group Israel senilai 20 persen. Tak cuma itu, perusahaan produk makanan yang berasal dari Prancis ini juga memimpin investasi sebesar 3,5 juta dollar AS ke perusahaan startup Israel.

(yev/rls)

Kementan Serukan Jajarannya Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para pimpinan Jabatan Tinggi Pratama untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP).

Harvick Hasnul Qolbi menyerahkan penghargaan kepada peserta terbaik pelatihan

Ketahanan Pangan nasional merupakan salah satu tahapan penting di dalam upaya mencapai kedaulatan pangan.

Wakil Mentan Harvick Hasnul Qolbi, mengatakan, saat ini tugas Kementan bukan hanya menjaga Food Resilience (ketahanan pangan) tetapi juga meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian melalui program-program Kementan

“Saat ini Kementan sedang mengakselerasi program-program dalam mewujudkan ketahanan Pangan. Ketataniagaan harus diperbaiki. Kita juga harus mengawasi HET di masyarakat”, jelas Harvick pada kesempatan menutup PKN Tingkat II di BBPMKP, Rabu (15/11)

Melalui PKN Tingkat II, peserta yang merupakan pemimpin dari lintas Kementerian/lembaga dibekali kompetensi manajerial untuk menjamin akuntabilitas jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional, melalui tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberikan solusi, tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi.

Terwujudnya pengembangan strategi yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi.

Harvick pun mengungkapkan harapannya pada lulusan peserta PKN Tingkat II.

“Diharapkan lulusan pelatihan ini dapat bermanfaat di masyarakat, mengedukasi masyarakat, memperkenalkan di masyarakat mengenai bagaimana sektor pertanian terus mengembangkan diri “ ujar Harvick.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pembelajaran dan penyusunan proyek perubahan peserta mengacu kepada Tema PKN TK II Angkatan XXV yaitu “Mewujudkan Sinergitas Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”.

Tema PKN memiliki 4 (empat) Sub tema yaitu teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kolaborasi petani milenial/muda melalui Smart Farming untuk keberlanjutan pertanian, kolaborasi pembiayaan untuk meningkatkan produksi pertanian, kolaborasi pembangunan Infrastruktur pertanian untuk peningkatan produksi dan kelancaran distribusi produk pertanian.

PKN Tingkat II angkatan XXV diikuti oleh 50 peserta baik dari Kementan maupun non Kementan. Dilaksanakan dari tanggal 10 Juli hingga 15 November 2023.

(bbpmkp)

Asnan AP Apresiasi Invitasi Ortrad Tingkat SD

0

Subang | Jurnal Bogor
Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP memberikan apresiasi penuh dengan pelaksanaan Invitasi Ortrad SD / Sederajat tingkat Jabar yang dilangsungkan di Kabupaten Subang, 14 -16 November 2023.

Ia mengatakan, dengan adanya Invitasi Ortrad tingkat SD se Jabar ini tentunya akan menjadi media yang tepat dalam melestarikan olahraga tradisional di Jabat dan Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, kata Asnan AP, selama ini Dispora Kabupaten Bogor sangat intens dalam menggelar Bimtek Ortrad kepada para guru olahraga tingkat SD se Kabupaten Bogor.

” Bahkan kami juga sudah memberikan bantuan alat ortrad kepada ratusan sekolah SD yang ada di Kabupaten Bogor,” tegas Asnan AP, Rabu, 15 November 2023.

Kedepannya, kata Asnan AP, pihaknya juga akan kembali menggelar Festival Ortrad antar sekolah di Kabupaten Bogor.

Dalam pelaksanaan Invitasi Ortrad tingkat SD se Jawa Barat ini kontingen Kabupaten Bogor menurunkan 23 atlet, 5 pelatih, 2 LO dan 1 Medis.

(asep syahmid)

Kontingen Kabupaten Bogor Turunkan 23 Atlet

0

Subang | Jurnal Bogor
Kontingen Kabupaten Bogor menerjunkan 23 atlet dan 5 pelatih dalam Invitasi Olahraga Tradisional SD/Sederajat tingkat Jawa Barat 2023.

Pelaksanaan Invitasi Ortrad SD / Sederajat Tingkat Jabar 2023 ini berlangsung di Kabupaten Subang, 14 -16 November 2023.

Dedi Supriadi selalu Subkor Ortrad Dispora mengatakan, Kabupaten Bogor mengikuti 5 cabor dalam invitasi ortrad kali ini seperti Tarompang Panjang ( Putri) yang menurunkan 3 atlet dari SDN Leuwiliang 5, Dagongan Putra sebanyak 6 atlet yang berasal SDN Leuwiliang 4 dan SDN Karekel 1, Sumpitan Putra sebanyak 5 atlet yang berasal dari SDN Ciasmara 2 Pamijahan dan SDN Sukamulya 1 Leuwiliang, Hadang Putri sebanyak 6 orang yang berasal dari SDN Pabuaran 1 Cibinong dan Egrang Putra sebanyak 3 atlet yang berasal dari SDN Cikutamahi, Cariu.

” Dalam Invitasi kali ini kami berharap semua atlet Ortrad Kabupaten Bogor bisa menunjukan prestasi makismal ,” tegas Dedi Supriadi, Rabu, 15 November 2023.

Lebih lanjut, kata Dedi, selama ini Pemkab Bogor melalui Dispora selalu memberikan bantuan alat Otrad kepada Sekolah SD yang ada di Kabupaten Bogor.

” Jadi Invitasi ini sangat nyambung dan ada kaitannya dengan program Subkor Ortrad yang selalu memberikan bantuan alat Ortrad kepada SD yang ada di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

(asep syahmid)

Punggawa Garuda Muda Siap Kalahkan Maroko

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Timnas U-17 Indonesia bakal melakoni partai penentuan di Grup A Piala Dunia U-17 2023.

Tim besutan Bima Sakti akan menghadapi Maroko dalam laga terakhir Grup A di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (16/11).

Indonesia U-17 baru mengumpulkan dua angka dalam dua pertandingan Piala Dunia U-17 2023.

Skuad Garuda Muda bermain imbang dengan skor identik 1-1 saat melawan Panama maupun Ekuador dalam laga Grup A.
Maroko sendiri kini mengumpulkan tiga poin. Dan jika mampu mengalahkan Indonesia di laga terakhir, mereka akan mendulang enam poin. 

Jika ingin menembus 16 besar, Indonesia perlu mengamankan tiga angka. Alias harus menang lawan Maroko. 

Pada Selasa (14/11), Garuda Muda menjalani latihan recovery di Lapangan A GBT untuk pemain yang bermain penuh melawan Panama.

Sementara pemain yang tidak bermain dan main dengan menit tidak banyak menjalani latihan normal. 

Gelandang tim U-17 Indoneeka, Ji Da Bin menyatakan siap membawa timnya memenuhi target lolos ke babak 16 besar.

“Kami target lolos ke babak selanjutnya, babak 16 besar. Kami harus siap semaksimal mungkin untuk laga selanjutnya. Saya dalam kondisi fit. Teman-teman juga siap melawan Maroko,” ucapnya setelah latihan dilansir dari laman resmi PSSI, Rabu, 15 November 2023

Maroko kini ada di posisi kedua Gruo A dengan tiga poin, sedangkan Timnas Indonesia di posisi ketiga mengoleksi dua angka.

Ekuador berada di peringkat teratas berkat koleksi empat poin dalam dua pertandingan.

Ji Da Bin tak ingin timnya lengah melihat Maroko menuai kekalahan saat menghadapi Ekuador. “Kami harus waspada karena mereka punya kualitas yang bagus. Kami harus kurangi kesalahan pribadi masing-masing,” imbuhnya.

Dia meminta dukungan dari suporter yang selama ini ikut memenuhi Stadion GBT. Kehadiran penonton akan menambah motivasi pemain demi meraih kemenangan perdana di Piala Dunia U-17 2023.

“Terima kasih telah mendukung kami dalam dua pertandingan. Saya mohon dukungannya untuk laga selanjutnya dan ramaikan stadionnya,” ujar Ji Da Bin.

(asep syahmid)

Jangan Sampai Keliru Memilih Pemimpin Nasional

0

jurnalinspirasi.co.id – Kok pimpinan penegak hukum tidak memberikan ketauladanan. Parah, pelanggaran Kode Etik, lebih parah dari Anwar Usman, yang telah dipecat MKMK  RI yang diketuai Prof.Dr.Jimly Assidiqie.SH.MH baru-baru ini. Seharusnya Firli ini sudah lama dipecat karena sudah sangat banyak pelanggarannya. Apakah karena beliau mantan perwira polisi negeri ini, sehingga kebal hukum.

Padahal UUD 1945 menyatakan bahwa setiap WNI sama kedudukannya dihadapan hukum, bukan sebaliknya, diskriminstif. Kasihan wajah lembaga penegak hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang pimpinannya kehilangan kewibawaan dan martabat (losing dignity), apalagi kinerja KPK dalam proses penegakan hukum, dengan menangkap para koruptor di akhir-akhir ini kelihatan dan diduga agak “pandang bulu”, diskriminatif.

Maksudnya diskriminatif,  para pejabat penyelenggara Pemerintahan yang ditangkap KPK, yang diduga melakukan perbuatan korupsi (korupsi) yakni orang-orang seperti oknum Menteri negara atau pejabat negara yang kebetulan berseberangan dengan garis politik atau kepentingan elite penguasa (the ruling party) yang tengah memegang tampuk kekuasaan dan kewenganan (power and authority).

Faktanya, bisa kita sebutkan diantara kasusnya, penangkapan Menkominfo RI dan Mentan RI SHL, kader partai Nasdem besutan Surya Paloh yang mengusung ARB sebagai Capres RI, yang notabenenya berseberangan dengan garis politik dan kepentingan politik the ruling party (PDIP) dengan mudahnya ditangkap.

Sebaliknya oknum pejabat negara dan pemerintahan yang berasal dari the ruling party, disebut-sebut nama di ruangan persidangan Pengadilan kasus korupsi oleh para saksi secara jelas namanya, dimana saksi ini ada diantaranya menjadi persakitan atau terdakwa, tidak pernah digubris oleh lembaga peradilan. Sebut saja salah satu kasusnya Harun Masiku, anggota KPU RI, yang melibatkan petinggi PDIP, dan banyak lagi penanganan kasus-kasus korupsi yang bersifat diskriminatif.

Fenomena sosial negatif yang kian banyak terjadi dalam penindakan perbuatan jahat korupsi yang diskriminatif tersebut, yang melabrak dan menentang supremasi hukum tersebut, sungguh membahayakan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Indonesia yang maju, modern dan bermartabat, serta rakyatnya sejahtera yang berkeadilan akan sulit dicapai. Sebab prasyarat negara maju (developed country) hanya bisa dicapai, apabila budaya masyarakat, terutama para elite politik dan pemerintahan taat dan patuh pada konstitusi dan peraturan-perundang-undangan yang berlaku di negara ini.

Artinya supremasi hukum seharusnya bisa tegak kokoh dalam berperilaku yang etik dan moralis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa bernegara, terutama yang diberikan ketauladanan oleh para pejabat Pemerintahan dan penyelenggara Negara seperti Presiden RI, para Menteri, Ketua MK, Ketua KPK, dll. Dengan demikian, rakyat yang dipimpinnya akan mengikutinya, rakyat akan taat dan patuh terhadap hukum dan pemerintah.

Manusia yang duduk di singgasana kekuasaan publik seperti Ketua KPK RI, orang pilihan, yang lulus seleksi berdasarkan fit and profer test dengan menilai variabel kompetensi, rekam jejak yang baik (good track record) pengalaman, integritas, dan lain-lain karakter yg baik. Tapi itulah faktanya, yang kita saksikan.

Saat ini produk seleksi fit and profer test Ketua KPK bpk.Firli Bahuri, kurang sesuai dengan harapan masyarakat yang mendambakan good governance. Sebagaimana diberitakan di beberapa media sosial, antara lain beritanya…”sudah 3 kali mangkir dari panggilan aparat Kepolisian…”. Hal ini merupakan perbuatan tak terpuji, yang dipertontonkan kepada masyarakat.

Seharusnya pihak Kepolisian RI yang bertugas, sesuai kewengannys bersikap tegas, menjemput paksa Firli Bahuri, walaupun beliau kita mengenalnya salah seorang perwira Polisi RI, utusan Mabes Polri untuk diseleksi dan berhasil duduk menjabat Ketua KPK RI hingga kini. Jika pihak Kepolisian RI tidak tegas menindak, maka kepercayaan masyarakat (society trust) terhadap institusi Kepolisian akan berkurang, lama kelamaan bisa hilang di negeri ini. Hal ini jangan sampai terjadi, pihak Kepolisian RI harus patuh dan taat menjalan konstitusi negara berdasarkan  UUD 1945, sebagaimana saya sebutkan diatas bahwa setiap warga negara sama kedudukannya dihadapan hukum.

Kasus dugaan pelanggaran etik dan moral, bahkan hukum yg dilakukan Ketua KPK RI Firli Bahuri, turut menambah carut marut praktik hukum negeri ini di era kepemimpinan Presiden RI Bpk Jokowi, seperti yang kita saksikan pada kasus pelanggaran etik berat yang dilakukan Ketua MK RI, Anwar Usman, iparnya bpk Jokowi dan pamannya Gibran Rakabuming Raka, yang diloloskan menjadi Cawapres RI 2024, mendampingi Capres RI bpk Prabowo Subianto.

Jika kita menggunakan akal sehat, gejala sosial ini sangat aneh, dimana persyaratan Cawapres RI yang dipaksakan, abnormal dan anomali. Seandainya Paslon Capres RI nomor 2, PS dan GRR berhasil memenangkan pesta demokrasi pada Pilpres 2024, saya mendoakan dan.berharap bpk PS sebagai Presiden RI berbadan sehat dan panjang umurnya.

Saya sangat khawatir, seandainya Allah SWT berkehendak lain, dimana Presiden RI bpk PS berhalangan tetap, maka saya tak terbayangkan Pejabat Presiden RI, seorang anak muda 36 tahun yang belum punya jam yang cukup memadai memimpin negara-bangsa dan negara yang besar Indonesia Raya.

Maaf, saya agak berpikir lain, aneh dan meragukan tentang kemampuan leadership dan manajerial GRR dalam skala nasional dan internasional. Ibaratnya kemunculan putra sulung Presiden RI bpk Jokowi yang tidak melalui fit and prover test bisa lulus menjadi Cawapres RI 2024, ini aneh, anomali dan paradoks. Ibaratnya jika GRK menjadi Kepala negara dan Pemerintahan, saya duga akan gagal membawa Indonesia Emas 2045, karena NKRI diibarat sebuah kenderaan sangat besar, sedangkan sopirnya atau nakhoda/masinis gerbongnya belum punya SIM dan bahkan belem pernah berlatih membawa kenderaan besar. Barang tentu hal ini sangat berbahaya dan membahayakan. Kenderaan besar itu bisa mengalami kecelakaan masuk jurang, dan mencelakakan para penumpangnya yakni penduduk Indonesia.

Harapan saya dan kita, semoga hal ini tak terjadi. Semoga Allah SWT melindungi negara besar NKRI dari kemunduran apalagi kehancuran,  insya Allah jangan sampai terjadi, akibat gagalnya memilih kepemimpinan nasional di pilpres 2024.
Syukron barakallah
Wassalam

Penulis: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial, Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap.Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor)