35.7 C
Bogor
Thursday, October 15, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 481

Setelah Adang, Kini 2 Kades di Kecamatan Citeureup Berhadapan dengan Kejari Kabupaten Bogor

0

Citeureup | Jurnal Bogor
Setelah Adang sebagai Kepala Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri yang tersandung kasus korupsi sebanyak Rp1,3 miliar, sehingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Kini dua kepala desa, Kecamatan Citeureup yakni Kepala Desa Tangkil dan Kepala Desa Leuwinutug yang sedang berhadapan dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kabupaten Bogor Ate Quesyini Ilyas yang mengatakan dilakukannya pemeriksaan terhadap dua kepala desa beserta jajarannya yang dilakukan di Kecamatan Citeureup karena adanya pengaduan dari masyarakat perihal dugaan penyalahgunaan anggaran desa.

“ Dasarnya dari pengaduan masyarakat, dua kepala desa beserta jajarannya kami periksa di kantor Kecamatan Citeureup,” ungkap Ate kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/11/23).

Lebih lanjut Ate menjelaskan, kejaksaan meminta kepada pihak Inspektorat Kabupaten Bogor untuk menghitung adanya dugaan besaran kerugian negara atas pengelolaan keuangan di dua desa tersebut.

“ Sambil pemeriksaan yang sedang kami lakukan berjalan, kami meminta tim auditor Inspektorat Kabupaten Bogor untuk turut menghitung dan memastikan besaran kerugian negara,” tandas Ate yang merupakan mantan Kasi Intel Kejaksaan Kabupaten Bogor.

Hal senada disampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor Sigit Wibowo jajarannya sedang mengaudit pengelolaan keuangan Desa Tangkil dan Desa Leuwinutug atas dasar permintaan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

“ Saat ini kami sedang melakukan audit atas pengelolaan keuangan Pemdes Tangkil tahun anggaran 2022. Baik untuk penggunaan anggaran dana desa maupun bantuan SAMISADE,” paparnya.

Untuk statusnya sendiri, sambung Sigit, masih dalam tahap pemeriksaan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Dia menyarankan kepada kades yang sedang diperiksa, jika merasa bersalah, sebaiknya kades dan jajarannya segera mengembalikan kerugian negara.

“ Pesan saya, jika ada kerugian negara, baiknya kades dan jajarannya segera melakukan pengembalian kepada negara. Agar tidak menjadi tersangka,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Tidak Dibantu Desa, Rumah Warga Pabangbon Ambruk

0

Caringin | Jurnal Bogor
Aji, warga Kampung Pabangbon RT 05 RW 02, Desa Cinagara, Caringin, Kabupaten Bogor, terpaksa harus tidur di masjid. Sebab, rumah tinggal satu-satunya yang dimiliki pria berusia 50 tahun lebih itu, ambruk bagian atapnya beberapa hari lalu saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Berdasarkan keterangan Mimin (56), kakak kandung Aji, kondisi rumah adiknya sudah lama rusak parah terutama bagian atap. Namun, karena tidak memiliki biaya untuk melakukan perbaikan, terpaksa adiknya yang sekarang tinggal berdua dengan anaknya, tetap menempati rumah tersebut.

 “Semakin hari kerusakan rumah adik saya semakin parah. Karena, tidak juga diperbaiki akhirnya atap yang ditakutkan ambruk, terjadi juga saat kondisi cuaca hujan lebat,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/11).

Mimin menceritakan, setelah atap rumahnya ambruk dan diperparah dengan semakin rusaknya fisik bangunan rumah, mulai dari pintu dan jendela, Aji dan anaknya sekarang tinggal di masjid yang tidak jauh dari rumahnya.

 “Karena istrinya sudah meninggal jadi tidak ada yang mengurus, sampai akhirnya rumah tersebut ambruk dan tidak bisa ditempati lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, kerusakan rumah adiknya sudah pernah dilaporkan ke pihak desa dengan harapan agar mendapatkan bantuan perbaikan. Tetapi, tidak pernah kunjung mendapatkan bantuan.

 “Biasanya ada bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), tapi kenapa adik saya yang kondisi rumahnya tidak layak itu malah dibiarkan saja. Apalagi status adik saya masuk kedalam warga miskin, karena kesehariannya hanya sebagai buruh tani kasar,” papar Mimin.

Mimin berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membantu kondisi rumah adiknya agar bisa ditempati kembali. Sehingga, keberadaannya tidak terlunta-lunta.

 “Membantu warga itu tanggungjawab pemerintah, apalagi warga tersebut benar-benar tidak mampu atau miskin. Makanya harapan saya bantuan dari pemerintah itu segera ada dan diterima adik saya,” imbuhnya.

Sementara, saat akan dikonfirmasi Kepala Desa (Kades) Cinagara, Burhanudin tidak ada di kantor desa. Berdasarkan keterangan salah satu pegawai Desa Cinagara, rumah Aji sudah dilakukan asesmen ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Meski begitu, pegawai Desa Cinagara tidak menjawab saat ditanya kelanjutannya terkait keberadaan rumah warganya yang ambruk tersebut.

(dede suhendar)

Kegep Bawa Obat Terlarang, Puluhan Siswa Diamankan Polisi

0

Pamijahan | Jurnal Bogor
Puluhan siswa SMAN 1 Pamijahan, Kabupaten Bogor terjerat dalam lingkaran obat-obatan golongan G yang mestinya beredar harus pakai resep dokter. Namun obat golongan ini kerap disalahgunakan pemakaiannya. Mirisnya lagi, pengedar obat-obatan ini masih siswa di sekolah tersebut.

Dalam kejadian itu, sekitar 30 lebih siswa diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Cibungbulang Polres Bogor, Kamis (16/11/2023). Dalam video yang beredar, beberapa siswa tengah digunduli oleh pihak kepolisian untuk memberi efek jera.

Humas SMAN 1 Pamijahan Ade Taufik Kurahman menjelaskan, kasus tersebut terbongkar, Selasa saat satpam sekolah memeriksa tas milik salah seorang siswa yang duduk di bangku kelas 12 pada jam kegiatan olahraga.

Dalam pemeriksaan tersebut dalam tasnya terdapat obat-obatan. Awalnya, satpam tidak mencurigai karena diakui pelaku obat tersebut adalah obat pereda sakit. Namun setelah dilaporkan kepada pihak berwajib dan melibatkan tim kesehatan dari puskesmas, obat tersebut teridentifikasi adalah obat keras golongan G.

Di hari berikutnya, Rabu, pihak sekolah juga melakukan hal yang sama yaitu merazia siswa. Pihak sekolah menemukan kembali pada orang yang berbeda dari sebelumnya. Bahkan ditemukan obat jumlah yang sangat besar yaitu sebanyak 40 butir.

Setelah dilakukan pengembangan, sebanyak 30 siswa sebagian besar pengkonsumsi obat tersebut dan dua diantaranya sebagai pengedar dan diamankan pihak kepolisian.

“Saat melakukan kegiatan razia hari Selasa, kami menemukan anak yang membawa tas yang ternyata didalam nya ada obat-obatan. Awalnya kami pikir anak itu sakit tapi kami tidak percaya begitu saja. Obat terindentifikasi dari puskesmas ternyata obat ini yang sering beredar masuk dalam daftar obat terlarang,” jelasnya.

Dalam kejadian itu Ade mengakui sangat miris. Sebab pelaku mengedarkan obat-obatan terlarang kepada adik kelasnya. Padahal kata dia, pelaku adalah siswa yang ceria dan tidak menduga akan melakukan perbuatan tersebut.

“Saya liat siswa itu baik dan selalu bahagia, saya juga tidak menyangka akan melakukan perbuatan itu (mengedarkan obat terlarang),” katanya.

Dalam interogasinya kata dia, menurut penuturan salah satu pelaku bahwa telah menjual obat-obat itu, sejak dirinya masuk ke sekolah tersebut. “Dalam penuturan salah satu pelaku  bahwa sudah mengedarkan sejak masuk ke sekolah,” jelas Ade.

Kedepan pihak sekolah akan meningkatkan pengawasan terhadap pelajar. “Kita akan buat program  di sekolah sebagai bentuk peningkatan pengawasan kepada siswa,” katanya.

Sementara Kapolsek Cibungbulang Kompol Zulkernaidi membenarkan pihaknya mengamankan puluhan siswa setelah mendapat laporan dari pihak sekolah. “Iya betul, setelah melakukan pengembangan sekitar 35 pelajar kita amankan dan diberikan pembinaan,” pungkasnya.

(andres)

Olahraga Trail Run Semakin Diminati oleh Berbagai Kalangan di Indonesia

0

Bogor | Jurnal Bogor
Tidak dapat dipungkiri berbagai perlombaan trail run semakin banyak dilaksanakan di berbagai tempat, khususnya di daerah pegunungan. Salak Eco Trail Run (SETR) ke-3 tahun ini dilaksanakan pada 12 November 2023, yang merupakan event Program Javan Hawk Eagle Trail dari Yayasan Puter Indonesia, atas Kerjasama dengan Balai TNGHS. Salak Eco Trail Run (SETR) Ke-3 mengusung tema Ego to eco.

Ego to eco berarti beralih dari kesadaran ego-sistem, yang hanya memperhatikan kesejahteraan individu atau kelompok tertentu, ke kesadaran ekosistem, yang memperhatikan keseimbangan dan keterhubungan antara semua elemen dalam suatu sistem.

Dalam bidang lingkungan hidup, ego to eco berarti menyadari bahwa manusia adalah bagian dari alam, bukan pemilik atau pengendali alam. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi dan polusi yang berlebihan, menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem, serta berpartisipasi dalam gerakan-gerakan lingkungan yang berorientasi pada keadilan dan solidaritas.

Hal ini dapat diartikan sebagai ajakan para penggiat lari alam bebas untuk tidak hanya berlari untuk diri sendiri akan tetapi untuk terlibat langsung dalam menjaga ekosistem dan habitat Elang Jawa, khususnya yang berada di Kawasan Konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

SETR ini merupakan event yang didukung oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang sekaligus sebagai areal lintasan dari perlombaan lari trail ini. Adapun yang menjadi race venue event kali ini sebagai titik start para pelari berada di Leuweung Geledegan Ecolodge dengan ketinggian 600 mdpl, dengan lintasan pada elevasi 700- 1100 mdpl  yang merupakan kawasan ekosistem hutan hujan tropis.

Event ini disponsori oleh Leuweung Geledegan Ecolodge, Kuntum Farm Field, Khaf, South Serch, Petualang, IRtiming, Bogor Treetop Adventure Park, FieldNtrack, Redoxon, Cheers, GAIA, Boogie dan Tritan. Event ini juga didukung oleh komunitas lokal yang berkegiatan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak Seperti Kelompok Tani Ketan Mas, El-Macho, Satset Trail Runner, Chibi Runner, Lari Ngaprak, Chipus Runner, CEO Runners  Bogor Hash House Harriers dan Kawan Lari Bogor.

Race pack collection (RPC) sebagai rangkaian sebelum lomba dilaksanakan pada Jumat (10/11/2023) dan Sabtu (11/11/2023) yang berlokasi di JHET’S Store dan Leuweung Geledegan Ecolodge. Pada kegiatan Race Pack Collection, para peserta melakukan pemeriksaan mandatory gear, pengambilan starter kit dan briefing penjelasan peraturan lomba dari panitia.

Lebih dari 300 peserta yang mengikuti lomba datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dan tidak hanya peserta dari dalam negeri saja, tetapi ada juga peserta dari luar negeri diantaranya peserta dari negara Malaysia, New Zealand dan Jerman.

SETR 2023 ini juga menambah kategori baru dari SETR tahun sebelumnya yaitu kategori 6k family, 12K dan 21K Master. Kategori family ini terdiri dari 3 orang yang terdiri dari ibu, ayah dan anak sedangkan kategori master terdiri dari peserta yang berumur > 45 tahun.

Flag off dilakukan pada jam 06.15 WIB yang secara resmi dilepas oleh Irzal Azhar selaku Kepala BTNGHS didampingi oleh Taryono Darusman, Ketua Yayasan Puter Indonesia.

Catatan waktu finish tercepat Salak Eco Trail Run dikategori 21k dipecahkan oleh Kasmana dengan catatan waktu 2 Jam 46 menit. Kemudian juara 2 oleh Kautsar Aldi Muharriqh dengan Catatan waktu 2 jam 52 menit. Sementara juara 3 oleh Ambar Kurniawan dengan catatan waktu 3 jam 01 menit. Berikut ini list terlengkap dari pemenang SALAK ECO TRAIL RUN 2023. https://www.racetecresults.com/results.aspx?CId=16412&RId=2328&EId=1&dt=2. Selain berolahraga sambil berekreasi, lomba lari ini juga merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempromosikan destinasi pariwisata sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

(yev/rls)

Sekdinsos: Peran Fasilitator Puskesos SLRT Menjadi Ujung Tombak Pemerintah

0

Caringin | Jurnal Bogor
Sekretaris Dinas Sosial (Sekdinsos) Kabupaten Bogor Trian Turangga menyatakan keberadaan para fasilitator Puskesos SLRT (Pusat Kesejahteraan Sosial – Sistem Layanan Rujukan Terpadu) sebagai salah satu ujung tombak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang ada di 40 kecamatan.

Trian mengatakan, fasilitator Puskesos SLRT hadir sebagai garda terdepan dalam menyediakan layanan sosial satu pintu atau single window service untuk memudahkan masyarakat miskin, rentan dan Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam mengakses multi layanan sosial.

 “Pentingnya peran fasilitator ini, makanya kami di dinas terus meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya kepada Jurnal Bogor usai membuka kegiatan peningkatan kemampuan fasilitator Puskesos SLRT di Grand Pesona Hotel dan Convention Cimande, Caringin, Rabu (14/11).

Selain meningkatkan kemampuan, lanjut Trian, membangun sistem yang handal dan optimal menjadi program Dinsos agar keberadaan fasilitator Puskesos SLRT betul-betul dibutuhkan masyarakat.

 “Secara bertahap kami akan lakukan program kerja yang nantinya tidak hanya mensejahterakan masyarakat saja, tetapi kesejahteraan para fasilitator pun menjadi perhatian kami yang ada di dinas,” ungkap orang nomor dua di Dinsos tersebut.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Potensi Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial pada Dinsos Kabupaten Bogor, R. Dudi Wigena Santana mengungkapkan, kegiatan peningkatan kemampuan fasilitator Puskesos SLRT kali ini, merupakan lanjutan.

Dimana sambungnya, sebelumnya para fasilitator Puskesos SLRT yang tersebar di masing-masing desa di Kabupaten Bogor, secara bertahap sudah mengikuti kegiatan seperti sekarang.

“Jumlah peserta kali ini sebanyak 80 orang fasilitator Puskesos SLRT,” paparnya.

Dudi berharap, melalui kegiatan peningkatan kemampuan yang sudah dilakukannya secara bertahap, para fasilitator Puskesos SLRT yang merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, memiliki sumber daya manusia (SDM) mumpuni.

“Nantinya para fasilitator menjadi lebih mengerti dan memahami tugas serta fungsi mereka dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di lingkungan nya,” tukasnya.

(dede suhendar)

Barjap Bawa Umar ke RSUD Leuwiliang

0

Pamijahan | Jurnal Bogor
Komunitas Barisan Jalmi Peduli (Barjap) langsung bertindak setelah mengetahui ada warga Kampung Cisalak Satu RT 01 RW 14, Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor yang kondisinya sangat memprihatinkan, dimana kulit di sekujur tubuhnya mengelupas. Barjap membawa Umar ke RSUD Leuwiliang untuk mendapat penanganan medis.

“Setelah mendapatkan informasi dari Ketum Genpar kita segera membantu memfasilitasi Umar Santosa (38) yang kulit di sekujur tubuhnya terkelupas ke RSUD Leuwiliang,” kata  Founding Fathers Barjap Nurodin, Rabu (15/11/2023).

Nurodin yang yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 5 tersebut menjelaskan, Barjap akan melakukan dengan gerak cepat jika menyangkut masalah sosial yang harus dilakukan selagi bisa dilakukan.

“Kita akan tunggu hasil pemeriksaan rumah sakit, tadi saya sudah sampaikan pada pihak keluarganya, dari sisi kemanusiaan Barjap siap memfasilitasi jika pun harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Misalkan RS Fatmawati atau RSCM sebagai pusat rujukan nasional,” jelasnya.

Dia membeberkan, bahwa salah satu salah satu anggota Barjap sudah melakukan evakuasi sekaligus mengurus administrasi rumah sakit dan menunggu pasien beserta satu orang kakaknya pasien.

“Barisan Jalmi Peduli atau Barjap adalah sebuah jaringan komunitas jalmi atau manusia yang memiliki dan menaruh perhatian dan kepedulian pada masalah-masalah sosial dan kemanusiaan,” bebernya.

Sebelumnya Ketua Umum LSM Genpar Sambas Alamsyah menyebut, Umar Santosa sudah sebatang kara dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti pada umumnya, karena hanya bisa terbaring di tempat tidur.

“Malam ini kita didampingi ambulance dari Barjap, evakuasi pasien yang menderita diduga didiagnosa autoimun,” kata Sambas Alamsyah.

“Sangat memprihatinkan keadaan penyakit yang diderita Umar Sentosa. Dari mulai wajah sampai ke bagian ujung kaki kulitnya terkelupas,” kata dia.

Dia menyatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung dua bulan. Namun baru satu kali dilakukan pengobatan yang mana dirujuk ke RSUD Leuwiliang selama dua minggu, akan tetapi keadaan Umar tidak kunjung membaik.

“Informasi dari warga dan keluargannya hampir sudah dua bulan lebih menderita penyakit autoimun ini. Sempat juga dibawa berobat ke RSUD Leuwiliang selama dua minggu, namun tidak ada perubahan,” katanya.

Dia menjelaskan, bahwa dia adalah seorang ustadz di wilayah kampung tersebut dan saat ini Umar hanya tinggal sendirian di rumahnya. Sebab sejak menderita penyakit tersebut, Umar harus ditinggal oleh istri dan anaknya.

“Umar seorang ustadz di kampung ini, tapi saat ini hidupnya sebatang kara. Karena setelah menderita penyakit ini dia ditinggal oleh istri  dan anaknya,”jelasnya.

Sementara Umar untuk makan kesehariannya  hanya dapat bantuan dari tetangga sekitar. Dalam hal ini, Sambas juga menerangkan bahwa pemerintah desa setempat tidak gerak cepat terhadap warganya.

“Sebetulnya pemerintah desa sudah mengetahui terkait permasalahan ini. Hanya saja diduga tingkat kepedulian terhadap warganya, yang menderita seperti ini terlebih seorang guru dan ustaz, seharusnya menjadi salah satu prioritas,” katanya.

Sambas membeberkan, pihaknya setelah mendapatkan aduan dari warga dan  langsung turun ke kediaman penderita penyakit tersebut, dan telah melakukan komunikasi dengan tim medis kesehatan.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan tim kesehatan. Saya berharap pemerintah juga perlu turun ke lapangan untuk membantu Umar,” pungkasnya.

(andres)

Intensitas Hujan Tinggi, Satu Rumah Tertimpa Pohon Akibat Longsor

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Hujan dengan intensitas tinggi yang menguyur wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor dan sekitarnya mengakibatkan tanah longsor di wilayah Patahunan RT 04 RW 10, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (14/11).

Tebing setinggi 15 meter longsor mengakibatkan satu rumah rusak sedang tertimpa pohon bambu.

Kepala Desa Cilebut Timur, Muchtar Kelana membenarkan terkait di wilayahnya terjadi bencana longsor, “saya sudah cek ke lokasi setelah dapat informasi dari ketua RW setempat, alhamdulillah sejauh ini tidak ada korban jiwa”ujarnya.

Muchtar menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dan langsung di evakuasi.

Lebih lanjut, Mukhtar akan berkordinasi dengan pihak Developer dengan warga setempat terkait kerugian akibat terjadinya longsor, “kita sudah musyawarah dengan pihak developer dan ketua RW terkait kejadian longsor dan hasilnya sepakat pihak developer dibantu warga akan merapihkan sisa-sisa tanah dan bambu yang menimpa rumah warga, ” pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Tim BPBD Kabupaten Bogor, Asep mengatakan,” untuk sementara waktu kita memasang terpal 6×6 diatas tebing agar tidak resapan air yang mengalir ke tanah tersebut sebagai antisipasi terjadinya longsor susulan kami, “terangnya.

Asep menghimbau kepada warga yang rumah yang dekat dengan bencana longsor, agar tetap waspada jika terjadi longsor susulan, karena tanahnya masilh labil.

(aga alamanda)

Tinggalkan Kecamatan Citeureup, Ini Kata Ridwan Said

0

Citeureup | Jurnal Bogor
Dilantik menjadi Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, mantan Camat Citeureup Ridwan Said berharap program yang belum terlaksana oleh dirinya selama menjabat bisa dilanjutkan oleh camat selanjutnya. Ridwan menyebut, status dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus mengikuti system dan siap ditugaskan dimana saja.

“ Alhamdulilah hari ini saya dilantik oleh Bupati Bogor Iwan Setiawan, dan diberikan amanah untuk menjadi Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor. Saya berpesan kepada seluruh staf di Kecamatan Citeureup mohon maaf jika ada kekhilafan selama saya memimpin, dan semoga pekerjaan yang saya tinggalkan bisa dilanjutkan oleh camat selanjutnya,” ungkap Ridwan Said kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/11/23).

Sementara, Bupati Bogor Iwan Setiawan kembali melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Rabu (14/11). Pada kesempatan tersebut, Iwan Setiawan mengingatkan jajarannya jangan hanya bekerja normatif namun harus inovatif.

Pelantikan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, beserta jajaran Pemkab Bogor. Pejabat yang dilantik diantaranya, Kepala Dinas, Kepala Badan, Staf Ahli, Camat, Sekretaris Dinas, Sekretaris Kecamatan, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, dan Kepala UPT.

Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan kepada jajarannya, tingkatkan terus kapasitas dan kompetensi, jangan hanya bekerja normatif, namun kembangkan inovasi, banyak berdiskusi dengan kalangan kreatif, akademisi dan mitra strategis lainnya, agar muncul ide dan inspirasi untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan publik.

“Optimalkan digitalisasi, kelola data dengan baik agar program kegiatan evidence based dan tepat sasaran, perkuat sinergi dan kolaborasi dengan mitra strategis untuk percepatan pembangunan,” kata Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan menjelaskan, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki komitmen untuk siap ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan organisasi. Pelantikan pejabat ini, telah melalui proses pertimbangan berdasarkan penilaian kompetensi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya harap peralihan tugas ini dapat dimaknai dengan sungguh-sungguh sebagai kesempatan untuk mengabdikan kemampuan terbaik dalam menjalankan birokrasi, melaksanakan pembangunan dan melayani masyarakat,” jelas Iwan.

Ia juga mengingatkan, sebagai pemimpin di unit kerja, harus menjadi pemantik perubahan. Bentuk sistem kerja yang solid dan budaya kerja yang sehat dan positif, agar organisasi dapat berfungsi optimal dalam mencapai target kinerja.

“Seluruh pejabat agar bekerja cerdas, cepat, cermat, sesuai dengan peraturan, ketentuan dan kode etik yang berlaku,” ujarnya.

Khusus kepada Camat, lanjut Bupati Iwan Setiawan, harus tanggap dan responsif terhadap situasi dan kondisi masyarakat. Atensi pendampingan desa dalam pengadministrasian dana transfer, dan aktif mendukung program prioritas seperti penanggulangan kemiskinan, stunting, dan sebagainya.

(nay nur’ain)

PTSL di Desa Bojong Diukur Ulang Akibat Nomor Objek tak Timbul

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang saat ini sedang berjalan di Desa Bojong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor harus diukur ulang karena terkendala NOP atau nomor objek pajak pada bidang tidak muncul saat dilakukan pengukuran pada titik koordinat. Hal tersebut disampaikan salah satu warga Desa Bojong, Bahar (56) menyebut jika bidang tanah miliknya harus diukur ulang karena nomor peta pada titik kordinatnya tidak muncul.

“ Saya juga gak ngerti apa yang menjadi kendala, saat diukur katanya bidang tanah saya tidak muncul nomor titik kordinatnya pada peta, jelas saya marah. Karena sudah puluhan tahun saya menempati rumah dan tanah ini, masa tiba-tiba tidak ada titiknya,” ungkap Bahar kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/11/23).

Bahar berpikir hal itu hanya terjadi pada dirinya, namun ternyata banyak bidang yang juga nomornya tidak terbaca di peta, hingga pada akhirnya dilakukan pengukuran ulang. Dirinya sendiri tidak mengetahui, apa yang menjadi penyebabnya bisa tidak muncul seperti itu, hingga tidak bisa dibuat sertifikat.

“ Saat saya protes sama pak kades ternyata banyak hal serupa yang menimpa warga lain, saya hanya berharap proses sertifikat untuk rumah saya bisa segera dijadikan, apalagi ini program gratis, sudah pasti sangat meringankan warga yang memiliki ekonomi menengah kebawah seperti saya,” tuturnya.

Sementara Kepala Desa Bojong Ade Nurdiana memebenarkan hal tersebut, hingga mengakibatkan beberpa objek tanah harus dilakukan pengukuran ulang.

“ Saat ada protes warga saya coba konsultasi kepada pihak BPN. Dimana memang bukan hanya satu, tapi banyak bidang yang tidak timbul nomor petanya, hingga mengakibatkan harus diukur ulang,” ucapnya.

Untuk warga sendiri, sambung Ade, sudah diberikan pemahaman dan mereka mau menunggu hasil dari pengukuran ulang. Ade menyebut, sebuah sistem yang dibuat oleh tangan manusia pasti ada kekurangannya, selama itu bisa diperbaiki kita akan perbaiki, sebelum menjadi sertifikat yang sifatnya permanen.

“ Sedang diukur ulang, memang jadi pekerjaan tambahan dan jadi dua kali kerja, tapi ini untuk perbaikan makanya akan dilakukan pengukuran ulang,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Kecamatan Long Ikis, Daerah Penyangga IKN Kunjungi Desa Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Untuk ke-35 kalinya, Pemerintah Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor mendapatkan kunjungan dari luar daerah. Kali ini, sebanyak 150 orang dari Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur datang berkunjung untuk melakukan studi tiru ke Desa Gunung Putri, Rabu (15/11/23).

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri menjelaskan kunjungan dari Kecamatan Long Ikis ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas DPMD Kabupaten Paser Chandra Irwanadhi, dan Inspektorat Kabupaten Paser M.Gunawan Syukur, Camat Long Ikis, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Long Ikis serta PKK dan segenap perwakilan staf.

“ Dalam kesempatan itu saya memaparkan seluruh program inovasi Desa Gunung Putri. Meskipun diguyur hujan saat kunjungan tersebut, namun tidak menyurutkan para peserta untuk mendengarkan secara serius pemaparan yang saya sampaikan,” ungkap A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Menurut Camat dan Kadis, sambung A Heri, pemaparan itu sangat dibutuhkan oleh Kecamatan Long Ikis. Mengingat, saat ini wilayah mereka berbatasan dengan calon Ibu Kota Negara (IKN). Yang mungkin nantinya seperti Kabupaten Bogor menjadi wilayah satelit penyangga Ibu Kota.

“ Mereka ingin mencontoh, bagaimana kelak kedepannya menjadi wilayah penyangga Ibu Kota Negara. Terutama dalam hal inovasi digital, dan membentuk desa digital. Karena wilayah Kecamatan Long Ikis banyak kesamaan seperti Gunung Putri,” kata A Heri.

“ Saya juga banyak berbincang dengan Kadis DPMD, menurut beliau hasil dari kunjungan ini akan disampaikan dan dipaparkan kepada Bupati untuk diaplikasikan di wilayahnya guna kesiapan sebagai daerah penyangga IKN kedepannya,” tambah A Heri.

Lebih lanjut A Heri menjelaskan, yang paling dilirik oleh Kecamatan Long Ikis ialah keberadan tiang telekomunikasi. Namun, karena cuaca yang tidak mendukung, sehingga tidak bisa melihat langsung sumber tiang telekomunikasi, sehingga untuk mengisi waktu hanya melakukan tanya jawab yang dibagi menjadi 3 sesi.

“ Dan alhamdulilah mereka puas akan kunjungan dan pemaparan yang disampaikan, kedapannya saya berharap kunjungan ini bisa menjadi kerjasama ekonomi, dimana  bisa saling tukar produk kedepannya antara BUMDes sehingga ada perputaran ekonomi kedua belah pihak terutama desa-desa yang sudah berkunjung ke Desa Gunung Putri,” tukasnya

“ Untuk saat ini sudah ada 3 kepala desa dari Bali yang menjalin kerjasama dengan BUMDes Gunung Putri. Saya berharap ini bisa menjadi awal perputaran ekonomi, dan diharapkan juga DPMD Kabupaten Bogor dan DPMD Kabupaten lain bisa menangkap kesempatan dari setiap kunjungan ini,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Paser Chandra Irwanadi mengungkapkan kekaguman akan semua inovasi yang ada di Desa Gunung Putri, apalagi ini terbentuk baru dalam hitungan 3 tahun.

“ Ini luar biasa, terutama dalam hal inovasi membentuk desa digital, sehingga setiap gang bisa terpantau CCTV itu sangat luar biasa. Insya Allah apa yang kami dapat hari ini akan kami aplikasikan, mengingat wilayah kami saat ini akan wilayah yang akan menjadi penyangga IKN. Jadi kami harus mempersiapkan dan berbenah diri dari sekarang,” tandasnya.

(nay nur’ain)