31.7 C
Bogor
Thursday, October 15, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 480

RSUD Leuwiliang Beri Pelatihan BHD dan Kebersihan Tangan Terhadap Siswa SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Ratusan siswa siswi SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo di Jalan Raya Cibeber, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mendapatkan pelatihan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan kebersihan tangan dari RSUD Leuwiliang.

Pelatihan tersebut diberikan langsung RSUD Leuwiliang dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 dengan menerjunkan dr. Dini Zuriana, Sp. A dan Raden Mas Bagus Kasatrio.

Kegiatan RSUD Leuwiliang yang melibatkan seluruh siswa siswi SMK Kesehatan itu, mulai dari kelas 1 sampai kelas 3 dengan jumlah siswa kurang lebih 340 mengikuti kegiatan tersebut dengan sangat antusias.

Siswa siswi itupun tidak malu-malu mengikuti gerakan yang diajarkan oleh dokter bagaimana caranya memberikan bantuan BHD dan cara mencuci tangan yang baik dan benar.

“Pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) ini sebagai bentuk pengabdian profesi dan juga pengabdian RSUD Leuwiliang kepada masyarakat sekitar,” ujar dr. Dini Zuriana saat di lokasi acara, Sabtu (18/11/2023).

Selain itu, lanjut dr. Dini Zuriana apa yang dilakukannya hari ini, untuk memberikan edukasi tentang pentingnya penanganan pertama kepada keluarga atau orang disekitar yang mengalami henti jantung.

“Jadi kami memberikan edukasi kepada masyarakat sejak dini khususnya bagi siswa siswi agar mereka tahu dan bisa melakukan BHD ini kepada orang terdekatnya, bagaimana cara menolongnya atau membantu orang yang mengalami henti jantung,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut, hadir pula dokterlainya seperti, dokter spesialis juga 10 dokter Koas dari Universitas UPN Jakarta, perawat dari PPNI, Komite Keperawatan RSUD Leuwiliang dan Perawat dari komite PPI.

Sekedar informasi, keadaan henti jantung saat ini menjadi penyebab tertinggi kasus kematian di berbagai belahan dunia.

Henti jantung dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan disebabkan oleh berbagai kondisi dan lingkungan yang beragam. Oleh karena itu, dibutuhkan serangkaian tindakan guna mencegah kematian yang diakibatkan oleh henti jantung.

Untuk melakukan pertolongan terhadap kejadian ini, diperlukan sebuah teknik untuk menolong nyawa pasca henti jantung. Teknik ini dinamakan dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Bantuan ini tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, namun setiap warga pada umumnya dapat melakukan BHD ini dengan mempelajari langkah-langkahnya seperti yang dilakukan tim RSUD Leuwiliang kepada siswa SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo.

(yev/rls)

Khenzi United Tembus Kancah Sepakbola Nasional

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Khenzi United FC salah satu klub sepakbola asal Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor menjadi salah satu wakil Jawa Barat dalam kancah sepakbola nasional KU 11 dan KU 15 Liga Sentra Indonesia 2023.

Ridwan Purwanto (CEO Khenzi United) Bersama Dr. Raden Isnanta (Deputi) Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI

Laskar Niskala julukan bagi Khenzi United ini tetap komitmrn dan konsisten sebagai Klub sepakbola yang punya program sosial dengan membina para pesepakbola anak anak yatim dan yatim piatu serta tidak mengutamakan bayaran atau SPP bulanan ini sekarang namanya terus berkibar dan mulai dikenal di kancah nasional.

Ridwan Purwanto selaku CEO dan Owner dari Khenzi United mengatakan, pada event Liga Sentra Indonesia 2023 yang berlangsung di Lapangan Stadion Atang Sutresna, Komplek Kopasus, Cijantung, Jakarta Timur, Khenzi United menurunkan 2 tim kelompok usia ( KU) yakni KU 11 dan KU 15.

” Alhamdulilah kami bisa berlaga pada Liga Sentra Indonesia ( LSI) Seri Nasional 2023 untuk KU 11 dan KU 15. Khenzi United jadi wakil Jawa Barat pada LSI Seri Nasional kali ini dan kami lihat semua pemain merasa bangga bisa bermain di Liga Sentra Indonesia Seri Nasional 2023,” ujar Ridwan Purwanto disela sela pembukaan Liga Sentra Indonesia Seri Nasional KU 11 tahun di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu, 18 November 2023.

Dalam KU 11 tahun Liga Sentra Indonesia Seri Nasional, Khenzi United berada dalam Grup A dan bergabung dengan SSB Destara ( Riau) , SSB Soska Sijunjung ( Sumbar) dan SSB Berkat 50 Kota ( Sumbar)

Untuk KU 15 tahun, kata Ridwan Purwanto, insya Allah Kick Off untuk Seri Nasional Liga Sentra Indonesia 2023 akan dilangsungkan pada tanggal 22 November 2023.

Tampilnya Khenzi United dalam ajang Liga Sentra Indonesia 2023 Seri Nasional membuktikan managemen Khenzi United memang fokus dalam pengembangan pesepakbola usia dini dan remaja.

Selain itu, Khenzi United juga punya target kedepannya akan lahir talenta berbakat dari Khenzi United yang bisa membela Tim Jawa Barat dan juga Timnas Indonesia.

” Fokus dan menjaga Komitmen dalam menggali talenta sepakbola usia dini menjadi karakter Khenzi United selama ini,” tegas Ridwan Purwanto yang selalu setia mendampingi skuad Khenzi United pada semua event yang diikutinya.

Ridwan juga sangat mengapresiasi pelaksanaan Liga Sentra Indonesia 2023 yang mendapat perhatian serius dari Kemenpora RI.

” Saya optimis kedepannya akan banyak lahir para pemain potensial dari ajang Liga Sentra Indonesia yang bisa membela Timnas Garuda,” pungkasnya.

(asep syahmid)

Longsor Underpass, Kontraktor Gercep Lakukan Perbaikan

0

jurnalinspirasi.co.id – Peristiwa longsornya Tembok Penahan Tanah (TPT) di area proyek underpass Stasiun Batutulis, di jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, langsung ditangani oleh pihak kontraktor pelaksana PT Yasola Remaja.

Kontraktor pelaksana PT Yasapola Remaja, Dani Radite mengatakan, setelah terjadi longsor, ada beberapa penanganan yang dilakukan dengan gerak cepat (gercep).

Diantaranya, pemasangan terpal pada titik yang terjadi longsoran penuh. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait (petugas Dishub, petugas Polantas, rekan kontraktor, konsultan beserta satker sudah di lokasi). Kemudian dilakukan pemasangan pagar pengaman.

“Kami langsung melakukan pengamanan dan bekerjasama dengan dinas serta instansi terkait seperti Dishub, PUPR dan pihak kepolisian,” ucap Dani, Jumat (17/11).

“Jumat malam ini rencananya akan melakukan mobilisasi pendatangan alat pancang dan materialnya. Itu dilakukan untuk menangani longsoran yang terjadi dan mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” tambahnya.

Penanganan secara permanen, akan dikomunikasikan dengan sejumlah dinas instansi terkait. 

“Nanti selanjutnya akan dilakukan penanganan bersamaan dengan sejumlah pihak terkait,” katanya.

Sedangkan, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan, Dirum Tirta Pakuan Kota Bogor H Rivelino Rizky dan Manager NRW Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan Nasrul Zahar, langsung melakukan langkah-langkah strategis penanganan relokasi pipa PVC 12″ yang terlepas.

“Pertama-tama ini pipa yang bocor untuk support ke wilayah Empang dan seterusnya. Kondisi pipa ini untuk mendorong ke wilayah Bogor Barat, Gunung Batu dan ke wilayah selanjutnya. Hari ini suplai air terhenti karena pipa 12″ copot,” ungkap Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan.

Rino memaparkan, agar aliran air berjalan kembali, pihaknya melaksanakan crossing pipa. Untuk dampak bocor Pipa ini adalah wilayah Pancasan, Pasir Jaya, Gunung Batu, Loji, Sindang Barang Jero dan sekitarnya. Saat ini wilayah itu tidak mendapatkan layanan air bersih Tirta Pakuan.

“Ada sekitar 30 ribu pelanggan disana terdampak. Kedua kami melihat kondisi di lapangan, memprediksi perbaikan pipa eksisting cukup lama. Karena total terputus, langkah awal kami harus buka sambungan baru. Karena perbaikan pipa eksisting, bisa dilakukan setelah turap selesai,” paparnya.

Rino menambahkan, karena proses itu memakan waktu cukup lama, saat ini dilakukan direlokasi dahulu pipa ke kanan supaya bisa diperbaiki yang kiri. “Pipa kami nanti melewati jalan Batutulis, sampai ke depan Istana Batutulis. Ini kalau permanen akan memakan waktu lama, kami pasang pipa diatas trotoar sementara. Sambil mempersiapkan tempat pipa, agar waktu perbaikan leluasa. Kami melaksanakan percepatan pengaliran air ke wilayah Bogor Barat,” tambahnya.

Rino menjelaskan, antisipasi kebutuhan air masyarakat, pihaknya siapkan mobil tangki untuk memenuhi permintaan air bagi warga yang terdampak. “Memang tidak mencukupi, tetapi itu karena pengiriman memerlukan waktu. Dari mulai pengambilan air, kemudian ke lokasi permintaan,” jelasnya.* Fredy Kristianto

Nurodin Jaro Peloy Berupaya Keras Perjuangan Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bogor

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin Jaro Peloy tengah berupaya keras memperjuangkan lembaga pendidikan Islam yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI), supaya fasilitas bangunan tempat belajar mengajar layak untuk siswa.

Wakil rakyat dari Dapil 5 ini, mengaku sering mendapatkan keluhan dari masyarakat, MI ini seakan dianaktirikan dan tidak ada perhatian. Dengan begitu MI agar lebih diprioritaskan dari rencana belanja hibah di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor yang nilai nominalnya sebesar Rp 310 miliar lebih.

“Karena  ketika kita melakukan rapat-rapat koordinasi antarinstansi di bawah itu selalu ada yang mengeluh bahwa MI ini seakan dianaktirikan, tidak ada perhatian kesannya,” katanya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (18/11/2022).

Dia menekankan belanja hibah di Disdik yang jumlahnya sebesar Rp 310 miliar itu untuk  dialokasikan lebih ke lembaga pendidikan agama salah satunya sekolah MI.

“Saya sangat menekankan dari rencana belanja hibah di Disdik Kabupaten Bogor yang nilai nominalnya Rp 310 miliar lebih, agar dialokasikan lebih besar kepada bantuan hibah untuk sekolah agama yaitu MI,” tegas Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bogor.

Dia menjelaskan, hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan pendidikan dasar. Dimana dalam perda tersebut bahwa pendidikan dasar seperti PAUD, SD/MI dan SMP/ MTs wajib untuk didukung dan difasilitasi penyelenggaraannya oleh pemerintah daerah.

“Hal itu sejalan dengan amanat konstitusi dalam UUD 1945. Bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah menjadi kewajiban bagi sebuah negara Republik Indonesia,” jelasnya.

Belanja hibah ini yang dihibahkan, menjadi sebuah bangunan sarana prasarana. Seperti salah satunya bangunan MI di Banyuresmi Cigudeg yang kondisinya sempat rusak, dengan dialokasikan hibah Rp50 juta, hasilnya sangat luar biasa.

“Saya mengapresiasi kepada penerima hibah MI Nurul Huda yang telah sukses merealisasikan anggaran hibah sebesar Rp 50 Juta. Namun mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan, dimana 2022 sempat viral MI tersebut sangat minim dari sarana dan prasarana,” bebernya.

Nurodin berharap kedepan MI mendapatkan hibah lebih banyak dari nilai Rp310 miliar ini bisa dilaksanakan.

“Disdik dimohon dengan sangat, perhatian terhadap MI. Yang memang secara mayoritas MI ini semangat prakarsa dari pada masyarakat. Mereka betul-betul mengumpulkan sumberdaya kemudian melakukan pembangunan fisik,” pungkasnya.

(andres)

Dirut RSUD Leuwiliang: Sunatan Anak Beri Manfaat Bagi Masyarakat

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Direktur Utama (Dirut) RSUD Leuwiliang Vitrie Winastri menyatakan khitanan massal dalam rangka memperingati HKN ke-59 dan HUT RI ke-52 tingkat Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan bersama RSUD Leuwiliang, Puskesmas wilayah Leuwiliang dan Jasinga di Bale Sulandjana Kecamatan Leuwiliang, Jumat (17/11/2023), bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

Vitrie Winastri menyerahkan bingkisan kepada anak yang disunat

“Ini pengabdian untuk masyarakat di wilayah Bogor Barat. Mudah-mudahan kegiatan ini memberi manfaat bagi kita semua. Adik-adik yang disunat sehat, tambah tinggi dan tambah besar menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujar Vitrie.

Ada 21 anak yang dikhitan pada acara tersebut, Camat Leuwiliang WR Pelitawan mengapresiasi khitanan massal karena kegiatan sosial memiliki nilai lebih dan berharap kegiatan khitanan bisa lebih baik lagi ke depannya. “Kegiatan ini tentu akan masuk di medsos. Alhamdulillah Kecamatan Leuwiliang banyak kegiatan dan di Jabar Kecamatan Leuwiliang terbaik kedua dalam mengelola media sosial,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor Asnan AP yang hadir mewakili Korpri juga berharap kegiatan positif ini kedepannya bisa digelar dengan skala besar. “Kalau bisa 1000 anak, namun memang sekarang ini ada keterbatasan anggaran,” ucapnya berkelakar.

Sementara Kepala Puskesmas Leuwiliang James berharap niat baik dari semua instansi khususnya kesehatan berbuah baik, begitu juga dengan keluarga yang ikut anaknya sunatan massal. “Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di semua wilayah kecamatan,” jelasnya.

(asepS.sayyev

Kisah Pahit Getir Hasani Abdulgani Boyong Pemain Naturalisasi

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Anggota Exco PSSI Periode 2019-2023 Hasani Abdulgani memang identik dengan pemain naturalisasi. Beberapa pemain berkelas yang gabung ke Timnas Indonesia berkat tangan dinginnya meyakinkan agar mereka berpaspor Indonesia.

Misalnya Ivar Jenner, Shandy Walls dan Rafael Struick. Ketiga pemain keturunan ini telah menjadi Warga Negara Indonesia.
Namun di tengah upaya memperkuat Timnas Garuda menuju asa Garuda Mendunia, ada kisah pahit getir yang selama ini tak muncul ke permukaan.

Pria kelahiran Aceh ini menumpahkan semua pengalamannya pada BebAS Podcast dengan host sesama anggota Exco PSSI Arya Sinulingga.

Dalam episode BebAS Podcast kali ini dua Exco PSSI, Arya Sinulingga dan Hasani Abdulgani saling menceritakan pengalaman mereka dalam memegang tanggung jawab menghadirkan pemain naturalisasi bagi timnas Indonesia.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2019-2023 Hasani Abdulgani “Hasani” bercerita lika-liku menjalani tugas sebagai penanggung jawab pemain naturalisasi.

Hasani mengawali kiprah dalam industri olahraga Indonesia pada tahun 2001. Hasani Abdulgani menjadi ujung tombak PSSI dalam mencari pemain naturalisasi dari berbagai penjuru dunia.

Tugas itu berjalan dengan baik, meski ada beberapa kerikil yang menghadang. Semua pengalaman dalam mengurus pemain naturalisasi tersebut tertuang dalam “BebAS podcast bersama Arya Sinulingga”

Hasani mengapresiasi masyarakat dalam mendukung pemain naturalisasi di Timnas Indonesia. Akan tetapi, Hasani menceritakan pengalaman pahit saat mengurus pemain naturalisasi.

Cerita pahit ini terbilang sebagai pengalaman yang membuat dirinya tidak nyaman. Memang, Hasani pernah bercerita kalau dirinya merasa terkendala dalam mencari pemain naturalisasi junior. Alasannya keputusan mereka untuk menggunakan jersey Indonesia patah lantaran tak mendapat persetujuan orang tua.

Tapi kekecewaan kali ini bukan pada persoalan teknis naturalisasi. Melainkan ada satu pengalaman dimana para netizen acuh tak acuh saat Hasani sedang berduka karena kepergian anggota keluarga.

Di tengah kondisi berduka, netizen tetap komentar menanyakan perkembangan terakhir pemain naturalisasi.

“Saya enggak nyaman waktu ada keluarga yang meninggal, saya upload sedang berduka. Tapi dia tanya naturalisasi gimana? ujar Hasani Abdulgani.

Di balik kondisi itu, Hasani Abdulgani mengambil hikmah positif kalau netizen ini mendukung naturalisasi.

Arya Sinulingga sempat melempar pertanyaan tentang lika liku proses mendatangkan pemain naturalisasi yang baru, seperti Ivar Jenner, Shandy Walls dan Rafael Struick.

Hasani juga menjelaskan dirinya menjadi saksi hidup perjuangan Ketua Umun PSSI Erick Thohir dalam mendukung sepak bola di Indonesia.

Mulai dari mengurus Piala Dunia U20 yang batal hingga mencari pemain-pemain naturalisasi.

Sebagai akhir pembahasan Arya Sinulingga dengan Hasani mengklarifikasi kasus terkait pemain naturalisasi yang gagal berpaspor Indonesia yaitu Justin Hubne.

(yev/rls)

Dikunjungi Kabupaten Kota Baru, Omset UMKM Desa Gunung Putri Naik Drastis

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Adanya kunjungan studi tiru dari luar daerah keuntungan sendiri untuk UMKM Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Karena dampak dari kunjungan studi tiru itu membuat omset penghasilan meningkat secara drastis. Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Gunung Putri yang mendapatkan kunjungan dari Kabupaten Kota Baru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (16/11/23).

“ Alhamdulilah untuk kunjungan kali ini UMKM Desa Gunung Putri kebanjiran omset, mungkin karena ini yang datang kebanyakan kepala desa, “ ungkap Daman Huri kepada Jurnal Bogor.

Daman Huri menjelaskan jika pada hari ini Pemdes Gunung Putri kembali kedatangan tamu dari wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Yakni Kabupaten Kota Baru, Provinsi Kalimantan Selatan, yang sebagian besar  dihadiri oleh para kepala desa, juga didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan. Sebelumnya Desa Gunung Putri mendapat kunjungan dari Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.

“ Alhamdulilah kegiatan berjalan dengan lancar, seperti biasa saya melakukan pemaparan terkait inovasi-inovasi dan prestasi yang sudah dicapai oleh Desa Gunung Putri. Terutama di bidang telekomunikasi digitalisasi desa, yang memang wilayah mereka sebagai wilayah penyangga dari IKN. Dimana sudah tentu mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum nanti IKN diresmikan  sebagai Ibu Kota Negara Indonesia,” tutur A Heri sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu, sambung A Heri, ia juga mengajak bekerjasama di bidang lain, sehingga hasil dari pertemuan bisa ditindaklanjuti dengan kerjasama, baik bidang ekonomi maupun di bidang program, baik antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Kotabaru dan khususnya dengan Desa Gunung Putri.

“ Alhamdulilah pada kunjungan kali ini turut dihadiri perwakilan DPMD Kabupaten Bogor. Tanya jawab pun jadi bagian mengisi acara pada kunjungan kali ini. Tadi kami membuka tanya jawab 3 pertanyaan yang mewakili dari kepala-kepala desa dari Kota Baru,” cetus A Heri.

Selanjutnya peserta meninjau area, mulai dari melihat BUMDes Mart, UMKM, kemudian ruangan Sekretariat BERSINAR (Bersih dari Narkoba), juga Pojok Baca Digital Desa Gunung Putri. Selanjutnya A Heri mengajak rombongan menuju RT 02/RW 04, untuk meninjau ruang server pusat pengendali dari tiang tower yang ada di Desa Gunung Putri, dan tiang dari pengendali CCTV desa.

“ Kami juga memperlihatkan kerajinan dari daur ulang Bank Sampah, UMKM. Dan diakhiri dengan melihat ketahanan pangan dan rumah maggot yang yang ada di RT 02 / RW 04 ,” jelasnya.

“Pada dasarnya mereka sangat antusias sekali mendengarkan pemaparan, apalagi pertanyaan yang dilontarkan sangat kritis terhadap apa yang terjadi di Desa Gunung Putri,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Daman Huri juga memaparkan untuk menjadi ATM bagi sesama kita, yaitu Amati, Tiru dan Modivikasi. Karena pada prinsipnya setiap program-program yang ada belum tentu bisa di copy paste 100 persen tanpa dimodivikasi. Dan hal itu diakui oleh DMPD Provinsi Kalsel yang juga mengatakan jika setiap program pasti dibutuhkan modivikasi. Sehingga bisa dilaksanakan atau dilakukan di kabupaten kota baru tersebut.

“ Kunjungan pada hari ini adalah kunjungan ke 36 di tahun 2023, dan untuk kunjungan akan ditutup sementara pada tanggal 29 November 2023 mendatang, sebagai kunjungan terakhir di tahun 2023. Karena pada bulan Desember kami akan merenovasi total aula Desa Gunung Putri. Sehingga segala bentuk kegiatan dan kunjungan kita stop dulu sampai semuanya selesai,” pungkas A Heri.

(nay ur’ain)

Nathabumi Bantu Bea Cukai Bogor Musnahkan Barang yang jadi Milik Negara Hasil Penindakan

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan anak usaha SIG, melalui unit layanan pengelolaan limbahnya, Nathabumi, bersama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Bogor menandatangani Berita Acara Pemusnahan Barang Milik Negara berupa 4.685.120 batang hasil tembakau jenis sigaret/rokok tanpa pita cukai, berbagai merk serta 10.000 gram tembakau iris (TIS) tanpa pita cukai tanpa merek, serta 2.911 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berbagai merek, 15 November 2023.

Pemusnahan dilakukan secara seremonial di halaman depan KPPBC Tipe Madya Pabean A Bogor untuk selanjutnya dimusnahkan di fasilitas pengelolaan limbah Nathabumi di pabrik SBI Narogong, Jawa Barat.

“ Nathabumi telah menjadi mitra strategis dari banyak perusahaan di Indonesia dalam pengelolaan limbah dengan metode co-processing yang ramah lingkungan. Selain itu kami juga memberikan pelayanan terbaik dan terjamin dalam setiap tahapannya agar proses pemusnahan dapat berjalan dengan aman ”, tutur Budi Yuliadi Nugraha, selaku AFR Division Head SBI.

Amin Tri Sobri, Kepala Kantor KPPBC TMP A Bogor menyatakan, “Kami memerlukan solusi yang cepat, aman dan ramah lingkungan untuk memusnahkan barang milik negara hasil penindakan, contohnya hasil tembakau jenis sigaret maupun tembakau iris serta minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berbagai merek yang dimusnahkan hari ini. Kami menilai Nathabumi memiliki teknologi yang tepat serta mampu menjamin keamanan dalam proses pemusnahannya.”

Co-processing adalah metode pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, menggunakan tanur semen milik SBI yang bersuhu tinggi dan stabil – mencapai 1.500°C, sehingga dapat memusnahkan limbah tanpa meninggalkan residu apa pun. Limbah yang dapat diolah dengan cara ini antara lain limbah industri, bahan yang tidak memenuhi syarat, produk kadaluwarsa serta jenis limbah lain yang tidak dapat didaur ulang dengan proses biasa.

Untuk diketahui, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.

(nay nur’ain)

Mentan Ajak Penyuluh di Kalsel Bekerja Keras Wujudkan Kembali Swasembada

0

Banjarbaru | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bertekad mewujudkan kembali swasembada pangan khususnya padi dan jagung. Untuk mendukung hal itu, pria yang saat ini juga memimpin Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) mengajak para penyuluh dan insan pertanian lainnya untuk bekerja keras dalam pendampingan petani guna meningkatkan produksi dan produktivitas.

Andi Amran Sulaiman

“Indonesia dulu tahun 2017 sampai 2019 swasembada di bawah komando Presiden Jokowi. Hari ini karena perubahan iklim, kita impor 3,5 juta ton beras. Oleh karena itu, penyuluh dan petani milenial harus bergerak cepat bekerja keras menekan impor dan tidak terjadi krisis pangan yang sangat berbahaya bagi bangsa dan negara,” demikian dikatakan Mentan Amran pada Pembinaan Penyuluh Pertanian Wilayah Kalimantan Selatan Dalam Peningkatan Produksi Padi dan Jagung di Komplek Kantor Gubernur, Banjarbaru, Kamis (16/11/2023).

Akan hal ini, Amran menargetkan Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi tulung punggung atau penopang stok pangan Indonesia. Di Kalsel ada potensi lahan rawa 200 ribu hektar yang dapat menghasilan 1 juta ton beras jika ditingkatkan indeks pertanamanya menjadi 2 kali sehingga Kalsel menjadi penopang pangan Indonesia, khususnya Ibu Kota Negara (IKN).

“Keberhasilan membangunkan lahan rawa di Kalimantan Selatan ini menjadi lumbung pangan nasional, kuncinya ada pada penyuluh. Saya dulu sebagai penyuluh, bekerja harus ikhlas, jangan mengeluh dan pantang minta-minta bantuan. Dulu saya penyuluh bekerja jalan kaki menempuh jarak 10 kilo meter pulang pergi setiap hari. Teman-teman penyuluh adalah saudara seperjuangan saya. Penyuluh harus lebih semangat dan bangkit menjadi mengangkat produksi pangan Indonesia,” ucapnya.

“Ini merah putih memanggil. Mimpi kita ke depan adalah di tahun 2026 kita swasemabada pangan, tahun 2028 kita berdaulat pangan. Tidak ada impor, tapi kita justru ekspor. Kita punya lahan rawa ada 10 juta hektar dan di Kalimantan Selatan ada 200 ribu hektar. Ini harus kita bangunkan dan optimalkan,” sambung Amran.

Lebih lanjut Amran mengapresiasi Gubernur Kalsel yang mensupport sektor pertanian khususnya menjadikan Kalsel sebagai penopang pangan IKN. Dengan demikian, seluruh kebutuhan pangan di IKN disupport dari provinsi tetangga, yakni Kalsel.

“Kementerian Pertanian akan mendukung potensi pertanian di Kalsel ini. Kita bangun irigasi, tata kelola airnya dan lainya sehingga produksi naik. Kalau dari Kalsel dapat menekan impor 1 juta ton dari 3,5 juta ton, maka Kalsel menyumbang tekan impor, selesai 60 persen masalah nasional kita. Tentunya keterlibatan penyuluh, KTNA, TNI, Polri dan semua pihak ssngat penting untuk bisa kita wujudkan bersama,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan tema yang diusung adalah Dukungan Penyuluhan dan Petani Dalam Meningkatkan Produksi Padi dan Jagung di Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan kegiatan untuk memotivasi penyuluh pertanian, para petani dan steakholder yang terkait dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Kalimantan Selatan.

“Penyuluh dan petani milenial siap mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pangan. Kami sudah lakukan bimbingan teknis terkait produksi dan produktivitas padi dan jagung di lahan rawa dan kering,” tuturnya.

Hadir pada kegiatan ini Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan pengurus Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani). Sahbirin Noor mengatakan pihaknya mendukung penuh program akselerasi Mentan Amran dalam peningkatan produksi pangan di Kalsel dengan meningkatkan peran penyuluh. Penyuluh pertanian adalah ujung tombak pembangunan pertanian sehingga Kalsel saat ini mampu mewujudkan surplus pangan.

“Pembinaan penyuluh pertanian yang diselenggarakan Kementerian Pertanian sangat penting mengingat kondisi iklim yang dapat mengancam produksi, apalagi sektor pertanian adalah penyumbang inflasi. Pembinaan penyuluh ini tentu menumbuhkan lagi semangat kita semua untuk menguatkan stok pangan di Kalimantan Selatan dan menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara,” ucap Sahbirin.

(bbpmkp)

Paviliun Indonesia Diwakili Triton Lagi di MEDCA Trade Fair 2023 di Dusseldorf

0

Dusseldorf | Jurnal Bogor
Untuk kesekian kali PT. Triton Manufactures kembali terpilih sebagai salah satu dari 13 industri yang mewakili Paviliun Indonesia di MEDICA Trade Fair di Düsseldorf, Jerman pada 13 – 16 November 2023 yang sebelummnya pernah mengikuti pameran alat kesehatan kelas dunia di Dusseldorf Jerman pada 14 – 17 November 2022 tahun lalu.

Menurut Institutional Relation Director PT. Triton Manufactures, Mario Apriliansyah ST, MT, MM melalui keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (16/11/2023) menjelaskan, bahwa pada tahun 2023 ini Triton salah satu perodusen alat kesehatan berupa benang bedah medis untuk operasi, diundang untuk mengikuti pameran perdagangan industri teknologi medis terbesar di dunia.

“Dengan jumlah peserta yang diikuti oleh 5.300 produsen alat kesehatan dunia, maka akan terhubung dengan ribuan peserta pameran dari 70 negara dengan pelanggan mereka dari seluruh dunia,” kata Mario.

Menurutnya, terpilihnya kembali TRITON di MEDICA 2023 ini, maka  semakin memberikan dorongan untuk terus membawa nama baik Indonesia ke kancah dunia, khususnya sebagai pabrik benang bedah dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) diatas 40 persen. Antusiasme para pengunjung pun terlihat saat menghampiri booth TRITON. Banyak dari mereka yang ingin melihat dari dekat produk benang bedah pertama bersertifikat halal.

“MEDICA Trade Fair sendiri menghadirkan beragam produk dan layanan inovatif dari bidang pencitraan medis, teknologi laboratorium, diagnostik, IT kesehatan, kesehatan keliling serta teknologi fisioterapi/ortopedi dan perlengkapan medis. Ini yang menjadikannya sebagai sorotan para manajer rumah sakit, fisioterapis, dokter umum, hingga perusahaan perdagangan medis, spesialis R&D dan legislator setiap tahunnya.,” tandasnya

Lebih lanjut Mario Apriliansyah mengatakan, keberadaan Paviliun Indonesia pada MEDICA 2023 merupakan buah kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Asosiasi Produsen Alkes Indonesia (ASPAKI), dan Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alkes dan Laboratorium (GAKESLAB).

“ Untuk itu, PT. Triton Manufactures telah memperoleh ISO 13485, Sertifikasi Halal dan Sertifikasi CPAKB sejak tahun 2016. Ini yang menjadi dasar utama bagi TRITON untuk terus mempertahankan dan mengembangkan alat kesehatan inovatif, berkualitas, dan terpercaya,” imbuhnya.

(yev/rls)