22.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 413

Anggota DPR RI H.Mulyadi Akan Percantik Alun-alun Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Ingin tempat main bolanya berkesan, Anggota DPR RI H.Mulyadi M.MA berjanji akan membuat Alun-alun Jonggol lebih baik dari sekarang. Hal tersebut disampaikan politisi Partai Gerindra itu pada pembukaan Jonggol Berkah Festival (JBF).

H. Mulyadi yang saat ini masuk dalam badan anggaran DPR RI menyebut, ingin memberikan peninggalan untuk masyarakat Jonggol karena memang dirinya punya jatah anggaran DAK dan akan dialokasikan untuk pembangunan Alun-alun Jonggol.

“ Alun-alun Jonggol ini merupakan tempat saya bermain bola sejak kecil, dan saat ini saya duduk di kursi DPR RI bukan karna saya lebih pintar dari adik-adik pemuda semua, tapi karena saya beruntung dan diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk mengabdi kepada masyarakat Jonggol,” ungkap H.Mulyadi dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, jika dahulu sudah diupayakan untuk membangun Alun-alun Jonggol dengan nilai hampir Rp15 miliar. Namun, jika dilihat saat ini yang dialokasikan hanya berapa dan itu ternyata tidak sesuai dengan gambar yang sudah pernah didesain sebelumnya.

“ Saya berjanji, anggaran alokasi khusus saya, akan saya alokasikan untuk pembangunan Alun-alun Jonggol. Dan saya berpesan kepada para pemuda, untuk melanjutkan kegiatan JBF ini menjadi agenda tahunan,“ pesannya.

“ Untuk berapa jumlah anggaran yang akan digelontorkan, rahasia dong. Yang pasti akan maksimal dan membuat Alun-alun Jonggol menjadi indah dan jadi ikon untuk Jonggol,” cetusnya.

Sementara tokoh pemuda Jonggol, Acep Supriadi mengapresiasi apa yang diucapkan oleh H.Mulyadi yang merupakan wakil dari masyarakat Jonggol. Acep menyebut, sudah banyak program positif dan bermanfaat yang digelontorkan oleh H.Mulyadi selama dirinya menjadi Anggota DPR RI.

“ Kedudukannya sebagai anggota DPR RI sudah banyak dirasakan oleh masyarakat, bantuan-bantuannya seperti rumah tidak layak huni, sanitasi air bersih, penyediaan MCK. Bahkan sampai proyek strategis nasional jalan di Sukamakmur sampai pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijuray pun ditangani oleh beliau,” papar Acep kepada Jurnal Bogor, Selasa (7/11/23).

Acep yang juga sebagai Ketua Koordinator Presidium Bogor Timur berharap besar kepada H.Mulyadi untuk juga bisa membantu mendorong moratorium agar segera dicabut, sehingga Kabupaten Bogor Timur itu bisa betul-betul tewujud.

“ Bogor Timur itu penghasil PAD terbesar di Kabupaten Bogor. Tapi pembangunan jalan di wilayah Bogor Timur seolah dianaktirikan, pendapatan yang dihasilkan tidak sebanding dengan pembangunan yang diberikan,” tandasnya.

Terlihat, sambung Acep, masih banyak sekali jalan kabupaten yang tidak layak dan butuh pembangunan, begitu pun sekolah. Dan yang lebih kami sayangkan lagi, saat mendapatkan pembangunan jalan malah dikerjakan oleh pemborong asal jadi.

“ Seperti pekerjaan jalan Jonggol – Sukamakmur saat ini, sangat lambat dan berpotensi menggangu aktivitas warga yang bekerja, isunya pemborong kehabisan modal untuk membangun jalan tersebut. Hal seperti ini yang kami sesalkan, kok bisa Pemkab memberikan tender pada pemborong yang tidak memiliki modal,” tuturnya.

“ Sebagai warga Jonggol saya punya keyakinan, jika Bogor Timur sudah menjadi kabupaten sendiri pembangunan akan merata dan pendidikan pun akan setara. Warga Bogor Timur harus mendapatkan manfaat dari banyaknya kawasaan industri, jangan hanya mendapatkan polusinya saja,” pungkasnya mengakhiri.

(nay nur’ain)

Dishub Kabupaten Bogor Berinovasi, Pembayaran Retribusi Parkir Secara Non Tunai Bisa Melalui QRIS

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor meluncurkan inovasi baru untuk pelayanan retribusi parkir secara non tunai (cashless) melalui Quick Response Indonesian Standard (QRIS).

Sosialisasi QRIS

Kegiatan sosialisasi pertama kali dilakukan di aula terminal Leuwiliang yang turut dihadiri Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdishub), Selasa, (7/11/2023).

Metode pembayaran retribusi melalui QRIS merupakan pilihan bagi masyarakat, disamping pembayaran secara konvensional atau manual menggunakan uang tunai dan karcis parkir.

Sedangkan pembayaran retribusi parkir secara secara digital seiring perkembangan zaman dengan memanfaatkan QRIS untuk semua yang dapat diakses melalui berbagai macam dompet digital (E-wallet) dan M-banking. Dengan tujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat pengguna layanan parkir untuk membayar retribusi tanpa harus menyiapkan uang recehan.

Sementara Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor khususnya pada UPT Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan (PPPP) wilayah IV Leuwiliang berupaya untuk dapat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bogor melalui retribusi parkir.

Sasaran dari gagasan inovasi ini adalah masyarakat milenial dan gen z yang lebih sering menggunakan metode cashless karena dianggap lebih praktis dan efisien.

Kasubag TU UPT PPPP wilayah IV leuwiliang Deddy Safriandi selaku project inisiator menjelaskan, pembayaran retribusi parkir secara non tunai melalui QRIS merupakan salah satu upaya untuk meminimalisasi terjadinya kebocoran retribusi parkir yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Karena data penerimaan retribusi parkir akan tersaji secara real time dan transparan serta penyetoran retribusi langsung terhubung dengan kas daerah,” katanya.

Jadi kata dia, selama masa percobaan, pembayaran retribusi secara non tunai melalui QRIS tersebut akan diberlakukan di beberapa titik di wilayah kerja UPT PPPP wilayah IV leuwiliang.

“Namun pada jangka panjang nantinya akan diberlakukan secara menyeluruh di wilayah kerja Dinas Perhubungan kabupaten Bogor,” pungkasnya.

(andres)

Faeza Muhammad Haz tak Ikuti Jejak Sang Ayah

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Event Kejurkab Badminton 2023 yang dilakukan PBSI Kabupaten Bogor akan menjadi ajang untuk memantau talenta para pebulutangkis dari KU Pra Usia Dini, Usia Dini, Anak Anak, Pemula, Remaja dan Taruna.

Faeza Muhammad Haz adalah salah satu peserta Kejurkab yang masih berusia 10 tahun dan tercatat sebagai siswa kelas 4 MI Sirojul Falah, Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Faeza panggilan akrab dari pebulutangkis yang.ambil bagian pada kelas Pemula Kejurkab kali ini merupakan anak ketiga dari pasangan suami istri, Futriyanah dan Sairan yang dikenal sebagai legenda Persikabo yang saat ini sebagai Kepala UPT Sarpras Dispora Kabupaten Bogor.

Faeza saat ini tercatat sebagai salah satu atlet binaan Club Alfatanza, Tlajung, Gunung Putri yang juga anggota PBSI Kabupaten Bogor.

Faeza sendiri tak mengikuti jejak sang ayah yang dikenal sebagai bintang Persikabo pada tahun 2000 an.

” Sebelum menekuni Badminton atau saat usia 7 sampai 9 tahun saya sudah kenalkan Faeza ke olahraga tenis lapangan, sepakbola dan Badminton, ” ujar Sairan, Selasa, 7 November 2023.

Namun, kata Sairan, ketika sudah berusia 10 tahun Faeza mulai fokus di cabor badminton.

“Sekarang anak saya sudah memilih Badminton dan akan fokus pada olahraga ini. Saya hanya mendukung atau mensuport saja sambil mengarahkan tentang dunia atlet dan olahraga, ” tegas Sairan.

Intinya, kata Sairan, dalam memilih cabor bagi anaknya, ia tak memaksakan kehendaknya.

” Saya persilahkan anak saya mau menggeluti cabor apa saja. Namun setelah usia 10 tahun harus ada cabor yang jadi pilihannya untuk diseriusi,” pungkasnya.

Dalam melakoni proses latihannya, Faeza kerap dianter oleh Futriyanah sang bunda yang juga sangat mendukung anaknya dalam meniti karir di bidang olahraga badminton.

(asep syahmid)

Progres Museum Pajajaran Capai 65 Persen

0

jurnalinspirasi.co.id- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor terus menggeber pembangunan museum Pajajaran Kota Bogor di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. 

Terbaru progres sudah memasuki 65 persen, tidak ada kendala yang berarti dan semua sudah sesuai spesifikasi di kontrak kerja pembangunan.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati menuturkan, sekarang sudah mencapai 65 persen pada minggu ke-19, progres masih berjalan lancar. Untuk prediksi hambatan hanya masalah Kota Bogor memasuki musim penghujan.

“Meski hujan tetapi kami optimis selesai tanggal 21 Desember 2023. Semua sudah on the track atau sesuai dengan perencanaan pembangunan,” tutur Iceu kepada wartawan, Selasa (7/11).

Iceu memaparkan, progres ini sangat positif, terlebih sebelum pembangunan pihaknya mengakomodir aspirasi Masyarakat Peduli Bumi Ageung Pakuan Pajajaran, dengan adanya empat tuntutan nota kesepahaman. Pertama diminta sebelum pembangunan ada Sasadu Buhun, itu sudah dilakukan.

“Kedua bangunan aset SD Batutulis permintaan masyarakat peduli Bumi Ageung Pakuan Pajajaran diberikan kepada masyarakat tidak mampu, tapi kami tidak menyetujui karena bongkaran aset negara itu hasilnya disetorkan ke kas negara dan sudah dilakukan oleh kami ke kas negara,” papar Iceu didampingi Kabid Kebudayaan pada Disparbud, Dian Herdiawan.

Iceu menjelaskan, kemudian poin ketiga itu bangunan harus sesuai marwah kesundaan, aspirasi Masyarakat Peduli Bumi Ageung Pakuan Pajajaran sudah diakomodir. Hal keempat mereka menginginkan menjadi tim pengawas dan sudah diperbolehkan mengawasi tetapi secara aturan tidak bisa masuk sebagai tim pengawas hukum kontak.

“Sangat boleh sekali menjadi pengawasan eksternal, mangga diperbolehkan. Karena konsultan pengawas sudah ada dan mempunyai sertifikasi, ahli arsitektur, pengalaman dan syarat lainnya. Jadi tidak bisa masuk ke tim konsultan pengawas. Perihal baru-baru ini aspirasi mereka yang ingin bangunan menggunakan bata merah, tidak bisa diakomodir. Karena sesuai RAB dan kontrak kerja itu menggunakan hebel. Bahkan memakai bata tidak ada dalam kesepakatan empat poin tadi,” jelasnya

Iceu menambahkan, untuk material tidak bisa diganti, karena ada hukum kontrak. Kecuali ada justifikasi hukum dan teknis yang menyatakan harus bata merah.

“Mohon maaf aspirasi boleh, tapi tolong perhatikan justifikasi teknis dan hukum kontrak sebagai pegangan pembangunan. Insya Allah kegiatan on the track sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

“Ini ikhtiar pemerintah untuk membangun museum Pajajaran dan gedung bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Bogor. Kami mohon support kelancaran museum Pajajaran, pembangunan ini juga didampingi Kejari Kota Bogor dan inspektorat Kota Bogor. Kami memohon ada pendampingan bidang Datun juga. Itu dilakukan karena kami ingin tetap berjalan sesuai aturan yang ditetapkan,” tambah Iceu.* Fredy Kristianto

Lewat Olahraga Tenis, Cara Hengky Jaga Kebugaran Tubuh

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ditengah kesibukannya sebagai Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih alias Hengky punya tips khusus dalam menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.

Hampir setiap akhir pekan, Hengky selalu melakukan aktivitas olahraga tenis lapangan atau gym. Bahkan, sesekali ia juga sering ikut main sepakbola atau mini soccer.

” Olahraga itu sangat penting buat kebugaran tubuh dan mengendurkan ketegangan otot atau pikiran yang terkuras oleh pekerjaan,” ujar Hengky, Selasa, 7 November 2023.

Makanya, kata Hengky, dalam seminggunya ia selalu melakukan olahraga tenis lapangan ataupun gym.

Hengky menambahkan, tips lainnya untul menjaga kebugaran tubuh adalah dengan cara berpikir positif menyikapi semua persoalan pekerjaan yang dihadapinya selama ini.

” Berpikir posiif dan menjalankan silaturahmi setiap saat merupakan salah satu tips atau kunci hidup lainnya supaya tetap bugar dan sehat,” papar Hengky.

Saat ini, Hengky menduduki jabatan yang sangat vital dalam penataan lalu lintas di Kabupaten Bogor.

Hengky juga kerap pulang malam dari kantor Kerjanya, karena ia turun langsung jadi komando kelancaran Lalin di beberapa titik kemacetan yang ada di Kabupaten Bogor seperti di depan kampus IPB Dramaga.

: Saya bawa enjoy dan syukuri aja semuanya. Hingga Alhamdulilah saya bisa tetap sehat dan menjalankan rutinitas kerja di lapangan yang sangat menguras energi,” pungkasnya.

(asep syahmid)

Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor Terjun Langsung Urai Kemacetan di Kawasan Dramaga

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Kemacetan lalu lintas di kawasan Dramaga sampai ke Kampus IPB saat ini menjadi perhatian serius dari Dinas Perhubungan (Disbub) Kabupaten Bogor.

Tak heran, sejak awal pekan lalu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih atau yang akrab disapa Hengky terjun langsung memimpin penataan atau mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan Dramaga.

Hengky bersama para petugas Lalin Dishub Kabupaten Bogor melakukan program rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Dramaga hingga Kampus IPB.

Hengky menambahkan, kemacetan yang ada di Kawasan Dramaga terutama depan kampus IPB Dramaga memang menjadi keluhan masyarakat selama ini.

“ Disbub Kabupaten Bogo melakukan uji coba rekayasa lalin untuk mengurai kemacetan di jalur tersebut,” ujar Hengky, Selasa, 7 November 2023.

Hengky melanjutkan, rekayasa lalin tersebut diberlakukan mulai dari Laladon sampai Kampus IPB selama beberapa hari kedepan.

” Dishub akan melakukan rekayasa Lalin sampai hari Kamis pekan ini. Setelah itu kami akan lakukan evaluasi,” tegasnya

Rekayasa lalin mulai berlaku jam 6 sampai jam 8 pagi itu dua lajur ke arah Leuwiliang dari arah Bogor dan siang dibuat satu lajur kedua arah.

Sedangkan, rekayasa sore hari untuk sore jam 4 sampai jam 6 dibikin dua lajur dari arah Leuwiliang ke Bogor.

” Saya optimis apa yang kami lakukan ini akan membawa dampak positif bagi kelancaran Lalin yang ada di kawasan tersebut,” pungkas Hengky.

(asep syahmid)

Mardiono Terpilih Sebagai Ketua Iluni SMA Rimba Madya Angkatan 95 Periode 2023-2027

0

Bogor | Jurnal Bogor
Mardiono alias Mbot terpilih sebagai Ketua Iluni SMA Rimba Madya 2023-2027 pada pemilihan secara online dengan menggunakan sistem e-vote. Mardiono  memperoleh 60 persen suara menyisihkan 3 kandidat lainnya.

Ketua ILuni SMA Rimba Madya  Angkatan 95 periode 2019-2023 dan juga ketua panitia pelaksana pemilihan, M.Rohman menyebutkan, kegiatan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, dimana kegiatan itu dilaksanakan usai acara silaturahmi Iluni SMA Rimba Madya Angkatan 95 berwisata religi ke Banten.

Menurut M.Rohman, terbentuknya pengurus alumni ini sendiri diharapkan menjadi awal dari terbentuknya circle alumni  SMA Rimba Madya Angkatan 95  dan terbangunnya jaringan para alumni dalam berkehidupan.

M.Rohman pun menyerahkan berkas hasil pemilihan secara online kepada Mardiono. Pemilihan Ketua Iluni dijelaskannya sudah ketiga kali dilakukan oleh alumni SMA Rimba Madya.

“Ini Pemilihan yang kempat  kalinya dalam pemilihan Ketua Iluni SMA Rimba Madya Angkatan 95,” kata M.Rohman dalam keterangannya kepada Jurnal Bogor, Selasa (7/11/2023).

Sementara Mardiono yang juga merupakan ketua terpilih mengucapkan terima kasih dan mengharapkan bantuan kerja sama dari para alumni yang telah mempercayai dirinya sebagai ketua alumni periode keempat.

“Ini merupakan amanah besar, apalagi harus mengelola organisasi alumni SMA Rimba Madya Angkatan 95 dan jumlah anggotanya berdasarkan data lebih dari 200-an orang,” tandasnya.

Dirinya berharap, ikatan alumni ini sendiri dapat memberikan andil besar dalam pembangunan SMA Rimba Madya serta dalam mendukung para siswa-siswi agar berprestasi sehingga menjadi sekolah dengan banyak prestasi.

Selain itu, ikatan alumni juga dicanangkan mampu membangun jejaring karena lulusannya yang sudah mengisi berbagai profesi sehingga lulusan SMA Rimba Madya terus dibina dan difasilitasi sehingga bermanfaat di masyarakat serta memiliki nilai jual tinggi.

“Harapan dan ucapan terakhir, mari bersama-sama membangun SDM dan mari bersama-sama menjadikan ikatan alumni sebagai wadah yang menggembirakan serta tempat menjalin silaturahmi,” tandasnya.

(yev/wan-rls)

Pemkot Bakal Rotasi Pejabat Besar-Besaran

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan segera melakukan rotasi mutasi pejabat dalam waktu dekat ini, atau setelah Wali Kota Bogor, Bima Arya selesai Lemhanas.

Sejumlah kepala dinas pun dikabarkan akan terkena rotasi mutasi. Berdasarkan sumber internal, para pejabat yang bakal dipindah adalah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo yang digeser menjadi Asisten Pemerintahan menggantikan Irwan Riyanto yang akan menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) menggantikan Sujatmiko Baliarto.

Sedangkan jabatan Kepala Dishub kabarnya akan dihuni oleh Marse Hendra Saputra yang kini masih menjabat sebagai Sekretaris Dishub.

Kemudian, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Hidayatullah menjadi Kepala Dinas Sosial (Dinsos). Lalu, Hery Karnadi (Kepala Dispora) bertukar tempat dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Taufik.

Selain itu, Kepala Diskominfo, Rahmat Hidayat dikabarkan akan bertukar jabatan dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Firdaus.

Masih dari sumber yang sama, rotasi juga akan dilakukan di kecamatan, seperti camat Tanah Sareal dan Selatan.

Dikonfirmasi perihal tersebut, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa rencana rotasi mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Bogor memang akan dilaksanakan. “Tapi dilaksanakan secara proporsional saja,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (6/11).

Saat disinggung mengenai apakah benar nama-nama pejabat di atas yang akan terkena rotasi mutasi. Dedie menegaskan bahwa hal itu belum pasti.

“Belum pasti karena masih dibahas,” ucap Dedie yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Bogor itu.

Terpisah, saat disinggung mengenai apakah Pemkot Bogor sudah mengantungi rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait rotasi dan mutasi. Kepala BKPSDM Kota Bogor, Taufik mengaku belum mengantungi rekomendasi. “Belum ada (rekomendasi),” tegas Taufik.

Ketika ditanya perihal terkait kapan jadwal pelaksanaan rotasi mutasi. Taufik mengaku masih menunggu arahan. “Menunggu arahan om,” singkatnya.

Dalam kesempatan berbeda, Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti mengatakan bahwa rotasi mutasi merupakan kewenangan wali kota. Namun, sambungnya, tentu ada batasan dimana kualifikasi dan kompetensi menjadi dasar dalam penempatan seseorang.

“Jadi harus diperiksa apakah sesuai regulasi, terutama masa jabatan minimum sekian bulan. Kemudian kompetensi dan kapabilitas,” katanya.

Selain itu, sambungnya, rotasi mutasi juga harus minim unsur politis. Apalagi pada 2024 Kota Bogor akan dipimlin PJ wali kota, sehingga otomatis dinas eksisting harus bisa running dalam bekerja.

“Tidak lagi meraba pekerjaan. Pemerintah harus kokoh di fungsi pelayanan. Kita juga mesti melihat data di BKPSDM, terkait jenjang kepangkatan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

“Dengan adanya pileg pilpres dan pilkada pada 2024, dinas mesti mengamankan program dan tak mengurangi fungsi pelayanan,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Dishub Urai Kemacetan di Jalan IPB Dramaga

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Guna mengurai kemacetan di depan Kampus Institute Pertanian Bohor (IPB) Dramaga, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor lakukan uji coba rekayasa lalu lintas.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas pada Dishub Kabupaten Bogor Dadang Hengki mengatakan, bahwa pihaknya lakukan upaya urai kemacetan Jalan Raya Dramaga.

“Kemacetan yang terjadi di depan Kampus IPB Dramaga itu dikeluhkan masyarakat, makanya kami lakukan uji coba rekayasa lalin di jalur tersebut,” ujar Hengki kepada Wartawan, Senin (6/11).

Ia menambahkan, uji coba rekayasa lalin tersebut diberlakukan mulai dari Laladon sampai Kampus IPB selama beberapa hari kedepan.

“Rekayasa lalin tersebut dilakukan sampai Kamis (9/11) nanti. Setelah itu, baru akan dilakukan evalusai terlebih dahulu untuk lanjutannya,” katanya.

Ia menerangkan, pihaknya memanfaatkan lebar pafa badan Jalan Raya Dramaga dalam metode rekayasa lalin untu urai kemacetan di depan Kampus IPB itu.

“Dari jam 6 sampai jam 8 pagi itu dua lajur ke arah Leuwiliang dari aeah Bogor dan siang dibuat satu lajur kedua arah. Sementara untuk sore jam 4 sampai jam 6 dibikin dua lajur dari arah Leuwiliang ke Bogor,” terangnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya juga akan memasang sejumlah prasana pada sejumlah titik dekat kampus negeri di wilayah Kabupaten Bogor itu.

“Tinggal kedepan akan dilakukan pemasangan kanal di gerbang IPB ke klinik yang sekarang ini belum terpasang barier,” tandasnya.

(noverando/aga)

Dibangun dengan Anggaran Rp 200 Juta Lebih, TPT Samisade Bikin Penghuni Rumah Was-was

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Gegara Tembok Penahan Tanah (TPT) yang diduga kontruksi strukturnya tak sesuai dengan bestek, seorang kepala keluarga yang rumahnya tepat di bawah TPT bernama Asdi, sejak datangnya musim penghujan di awal November ini selalu was-was, lantaran khawatir TPT yang dibangun dengan memanfaatkan dana Satu Miliar Satu Desa (SamiSade) ambruk menimpa rumah yang berlokasi di Kampung Cilebut Pos RT 01/05, Desa Cilebut, Kecamatan Sukaraja.

“Jujur saja, saya sudah dua malam tak bisa tidak tidur karena pikiran dibayang-bayangi rasa khawatir TPT yang posisi tepat di samping rumah itu ambruk, apalagi kan hampir satu pekan kemarin hujan turun dengan derasnya,” kata Asdi, kepada Jurnal Bogor, Senin (06/11).

Sebagai informasi, TPT yang dibangun dengan posisi di atas rumah Asdi, dibiayai anggaran SamiSade tahun 2023 senilai Rp 205.277.000 juta. Proyek yang dikerjakan tukang suruhan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cilebut Timur itu, pembangunannya dimulai sejak 1 September lalu dan selesai pertengahan Oktober.

Kekhawatiran Asdi, pria berusia 47 tahun yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual telor gulung itu cukup beralasan, pasalnya di beberapa titik TPT sudah mulai retak, bahkan tanah urugan disamping jalan motor sudah mulai amblas.

“Rasa khawatir akan ambruknya TPT itu saya rasakan Sabtu malam, ketika hujan deras turun sedari sore hingga malam. Nah, usai hujan reda, saya mendengar bunyi krek seperti kontruksi TPT yang patah, tanpa pikir panjang saya langsung ajak istri dan anak keluar rumah,” ungkap Asdi.

Asdi menjelaskan, kejadian Sabtu malam itu langsung dilaporkan kepada ketua RT dan RW, Minggu (05/11) pagi dan mengerahkan tukang untuk melakukan perbaikan.

“Saya tenangan sebelum ada TPT, mau hujan sederas apapun, tebing tanah setinggi empat meter itu kuat,” jelas Asdi.

Asdi dan keluarganya, sekarang ini dengan sangat terpaksa mengungsi di rumah kontrakan dengan biaya dari Pemerintah Desa Cilebut.

“Saya disuruh untuk meninggalkan rumah selama sebulan sama Pak Kades, sambil menunggu perbaikan TPT selesai,” ujar Asdi.

Sementara itu, Kepala Desa Cilebut Timur Muchtar Kelana dikonfirmasi berkilah, proyek TPT belum rampung 100 persen, karena dana yang dibutuhkan untuk menuntaskan proyek TPT itu belum cair.

“Proyek itu belum 100 persen selesai, ada tahapan lanjutan yakni pekerjaan membuat plesteran dibagian atas TPT untuk mencegah air masuk kerongga tanah yang menjadi pembatas jalan beton dengan TPT,” kata Muchtar.

Selain itu, ada dua faktor lain yang menyebabkan TPT retak, yakni hujan yang turun selama hampir satu pekan yang intensitasnya cukup tinggi, ditambah lagi getaran dari kereta yang melintas.

“Kita sudah kordinasikan masalah TPT itu dengan pihak TPK. Insya Allah, perbaikan secapatnya akan selesai,” ujar Muchtar.

Sementara itu, sejumlah pelaku jasa kontruksi meminta program pembangunan infrastruktur pedesaan dengan memanfaatkan dana SamiSade, khusus untuk infrastuktur sistemnya diubah tidak diserahkan kepada pemerintah desa.

Alasannya, karena pembangunan infrastruktur, di luar betonisasi sangat berisiko tinggi, sehingga dibutuhkan perencanaan dan perhitungan matang dari mulai perhitungan anggaran sampai penggunaan bahan material.

“Usulan tetap dari pemerintah desa, pelaksanaan jasa kontruksi yang ditunjuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) atau melalui mekanisme lelang, ketika proyek yang anggarannya lebih dari Rp 200 juta, untuk kontruksi jalan, jembatan, TPT, irigasi, sedangkan untuk kontruksi bangunan diserahkan pada Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP),” jelas sejumlah pelaku Jakon.

Sistem atau pola ini, sebut mereka, sudah diterapkan dalam pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Pelaksanan pembangunan pelaku jasa kontruksi, nanti setelah proyek rampung berikut masa pemeliharaannya, baru sama diberikan kepada pemerintah desa sebagai hibah barang,” tutup para pelaku Jakon.

(aga|m.yusuf)