29.6 C
Bogor
Friday, July 17, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 414

Berakhlaq Mandiri Cendekia Muslimah Dalam Perspektif Islam

0

jurnalinspirasi.co.id – Rabu pagi itu, sekitar pkl 10-an, saya sedang berolahraga jalan kaki, mengelilngi rute RS BMC-Jln Pajajaran-Jembatan Otista yang baru diresmikan penggunaannya, terus Jln Surken, daerah bisnis tersibuk di Kota Bogor, kemudian masuk daerah perkampungan pinggiran anak Sungai Ciliwung Kelurahan Sukasari, menyemberang ke daerah Barangsiang, RS BMC dimana mobilku di parkir.

Sambil menunggu sang istri tercinta berkonsultasi dengan dokter orthopedi di RS tersebut, dengan nomor antri yang lumayan panjang, lama menunggu. Oleh karenanya saya memanfaatkan waktu  bergerak untuk “mengeluarkan keringat” berjalan kaki 2-3 jam, berolah raga pagi. Begitulah kebiasaanku sehari-hari, agar hidup tetap sehat, kesehatan prima, dan sambil melihat kiri-kanan mengamati dan memahami gejala sosial dinamika kehidupan masyarakat perkotaan sebagai sumber inspirasi untuk mengasah pikiran agar tidak cepat menua dan akhirnya pelupa, pikun.

Dalam tulisan saya ini, dan pada kesempatan ini, barangtentu saya tidak akan membahas persoalan dan permasalahan sosial masyarakat kota Bogor yang saya amati tadi sewaktu berjalan di pagi hari.

Akan tetapi, saya akan mengatakan, ketika saya menyeberang jembatan yang sempit dan panjang di perkampungan Sukasari Bogor itu, ketika napas saya “terengah-engah” saya mendapat telepon dari Ketum DPP Perempuan ICMI, ibu Welya Safitri yang sudah amat saya kenal orangnya. Ketum Perempuan ICMI ini mengundang saya untuk berbicara seperti tawaran topik diatas. Saya bilang dalam percakapan kami, wah itu temanya agak berat, ada kosa kata “perspektif Islamnya”, saran saya narsum yang cocok adalah ustadz/ustazah atau Kiyai/ulama. Saya bilang saya bukan ulama, tetapi saya hanya “ubaru”, pemahaman fiqih syariah saya sangat minim, sambil berseloroh.

Akan tetapi uni Welya tetap “ngotot” (keukeh) untuk mengundang saya, agar hadir  di forum para pengurus dan aktivis Ormas Islam DPP Perempuan ICMI sekarang ini. Alhamdulillah saya dan kita bisa bersua muka, bermuzakarah di gedung ICMI Center-Warung Buncit Jaksel, yang megah ini. Saya pun bisa bersilaturrahmi dengan komunitas ibu-ibu Cendekiawan Muslimah (perempuan) ICMI yang kreen dan mantul ini.

Maafkan saya selaku “ubaru”  jika nanti saya menarasikan topik semula “Berakhlaq mandiri Cendekia dalam Perspektif Islam”, barangkali kurang pas dan amat terbatas kompetensi saya, ruang lingkup meluas, harap maklum, dan saya tambahkan kata Muslimah agar tampak gendernya. Saya berharap mari kita belajar bersama, berbagi (sharing) berbagai konsep, teori dan atau mahzab (aliran pemikiran) kita, yang mungkin beragam pemahaman, kepercayaan dan bahkan keyakinan (aqidahnya) terhadap spirit gender.

Dalam sesi diskusi nanti, kita akan manfaat waktu yang terbatas untuk berdiskusi, sharing ide-ide segar sebaik mungkin, dan menemukan kasus-kasus gejala sosial yang baik (normal) dan sebaliknya, mana yang abnormal, anomali dan paradoks tidak sesuai DinnulIslam (QnS).

Sistem nilai, norma dan kaidah agama dan.sains seperti apa yg benar, dan atau yang salah (bias) menurut pola budaya kita mssyarakat religius (socio religous) bukan sekuler apalagi ateis-komunisme-Karl Mark, Lenin dan Stalin. Hal demikian itulah yang.kita.akan cari dan temukan.”benang merahnya” bersama-sama dalam forum diskusi/dialog kaum Perempuan

ICMI saat ini.

Menurut saya, topik diatas, kesan saya agak umum, belum spesifik lingkup kajiannya sesuai karakteristik dan profil Keperempuan ICMI. Oleh karena itu, saya menambahkan kata Muslimah, dan insya Allah akan mempersempit topik materi diskusi kita, dengan fokus pada studi gerakan keperempuan (gender) dengan isu-isu strategis yang cukup banyak dan kompleks dewasa ini, yang kini kian berkembang dan terus menjadi perbincangan publik dalam berbagai aspek sosial budaya, sosial ekonomi dan sosial politik. Apalagi menjelang pemilu serempak, pesta demokrasi pileg dan pilpres 2024 yang sebentar lagi tiba, diselenggarakan pada tgl 14 Februari 2024 nanti.

Saya membaca HU Kompas Kamis 21 Desember 2024 kemaren, bahwa Koalisi Perempuan Penyelamat Demokrasi dan HAM, telah mengkritisi pada Rabu 20 Desember 2023, antara visi dan misi ketiga Capres 2024 sangat kurang dan bahkan nihil memasukan agenda program dan kegiatan pemberdayaan perempuan, anak dan keluarga Indonesia guna menyongsong Indonesia Emas 2045. Isu-isu gender juga luput dalam materi presentasi dan bahasannya dan bahkan nihil publikasi persoalan gender. Artinya pada kampanye Pemilu 2024, para Capres dinilai belum memperhatikan kepentingan perempuan.

Saya kira ini menarik untuk dikaji, mengapa terjadi demikian?

Kemungkinan ketiga Paslon Capres RI 2024 tersebut, Timsesnya nihil pemikir (ilmuwan dan pakar) dari kalangan perempuan.

Menurut saya DPP Perempuan ICMI ini merupakan tantangan dan peluang, agar kaum perempuan penggerak ICMI, proaktif berkontribusi dalam mewarnai “public policy dan social enpowering” di negara-bangsa Indonesia yang sama-sama kita cintai ini. Dua ranah peran dan fungsi itulah menurut AD dan ART ICMI yang harus  kita perjuangkan.

Lebih terangnya lagi program dan aktivis Ormas Islam ICMI itu adalah 5 K-ICMI, yaitu peningkatan kualitas SDM dalam hal (1) Iman dan taqwa kpd Allah SWT (bertauhid dan bermuamalah), (2) pola berpikir (kecendekiawan, keilmuwan dan kepakaran mumpuni), (3) kualitas karya (inovasi, iptelks skill), (4) kualitas hidup (household income yg cukup dan tinggi, social well being, social walfare etc), dan (5) kualitas keluarga yang dilandasi rasa cinta dan berkasih saying (sakinah mawaddah warrohmah).

Kelima ranah program ICMI itu, bagi Perempuan ICMI sangat penting dan saling mendukung sebagai siuatu sistem nilai, norma dan kaidah ICMI.

Akan tetapi jika saya berpikir mana yang didahulukan (perioritas), saya berpendapat program 5-K ICMI, yang diprioritaskan yang ke 5 yaitu peningkatan kualitas kehidupan.berkeluarga yang Sakinah Mawaddah Warohmah (samarah).

Argumentasinya cukup banyak ditinjau dari perspektif agama Islam, sains dan kondisi demografis, psikologis-sosiologis dan antropologis, dll berbagai sudut pandang. Nanti kita narasikan singkat sebagai pemantik materi dialog/diskusi kita sekarang.

Selain itu, karena kegiatan dialog DPP Perempuan ICMI ini dalam rangka memperingati ultah (Milad) ICMI ke 33 thn (7 Des 1990-21 Des 2023) ada baiknya juga, saya selaku salah seorang pendiri ICMI bernarasi ringkas, mengapa dan atau faktor apa yang melatarbelakangan lahirnya ICMI di NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini.

Dengan maksud dan tujuan, agar semua elemen organisasi penggerak ICMI baik pengurus, anggota dam simpatisan calon anggota ICMI paham dan kemudian mau dan mampu menjalankan visi, misi (khitttah). tujuan, wawasan pemgabdian, program dan kegiatan pengabdian ICMI secara sadar, responsif dan bertanggungjawab sesuai dengan Etika Keanggotaan ICMI.

Pola pikir (mindset) berbasis pada khittah, wawasan dan  etika anggota ICMI demikian itu dipahami, disebabkan Perempuan ICMI, salah satu organ atau Badan Otonom (Batom) ICMI, sehingga  gerak langkahnya harus sejalan dan senapas dengan induknya ICMI.

Jangan seperti sekarang, kebanyakan Batom ICMI bebas, berjalan sendiri-sendiri (tidak terintegrasi)  dan “terlepas” (disconnected) dari ICMI. Saya tak akan menyebutkan contohnya disini, khawatir menimbulkan polemik. Padahal saya sudah  lama mengkritik dan memberikan solusinya terhadap gejala keorganisasian yg negatif ini melalui beberapa tulisan saya di medsos khususnya WAG Wankar ICMI Pusat. Salah satu faktor penyebab bebas dan terlepasnya (ahistoris) Batom dari induk, ibarat pribahasa “kacang lupa akan kulitnya” selain munculnya oknum pengurus ICMI berperilaku “free rider” juga akibat belum adanya atau ketiadaan (vakum) ketentuan Sistem (tatanan) Kelembagaan Organisasi yang mengatur  pola relasi antara Batom dengan ICMI bersifat “win-win” (simbiose mutualistik) pada semua level-hirarki organisasi (Orpus, Orwil, Orda dan Orsat), terutama Batom yang berwatak mencari keuntungan ekonomi dan finansial (profite centre).

Mudah-mudahan tidak terjadi atau berlaku  pada  Batom Perempuan ICMI, insya Allah.

Jadi kita harus memahami sejarah lahirnya ICMI, agar kini dan kedepan kita tidak “misleading”. Apa yang melatar belakangi lahir ICMI di tanah air Imdonesia, 7 Desember 1990, yaitu sbb:

1. Dinamika sejarah negeri Nusantara, dengan penduduknya muslim mayoritas  dengan para Sultan yang memimpin kerajaan Islam Nusantara, yang telah berkontribusi besar terbentuknya masyarakat dan bangsa Indonesia yang hidup sejahtera pada abad 13-18.Masehi, karena hasil buminya melimpah dan kaya raya seperti rempah-rempah, dan hasil perkebunan lainnya yang terkenal di benua Eropa.

2. Muncul penjajahan Belanda dalam masa 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun, menyebabkan rakyat, suku bangsa hidup di wilayah Nusantara tertindas (mustaafin) terutama kaum muslimin Indonesia mayoritas itu, menjadi warga kelas 3, kaum pribumi putera  yang disebut “Inlander”, manusia hina. Oleh para amtenar penjajah Belanda,..” seekor anjing piaraanya lebih dihargai dan disayangi ketimbang kaum bumi putera (inlander)..”, Kaum pribumi muslim Nusantara hidup dan kehidupannya berada dalam keadaan miskin, bodoh dan terbelakang, rakyatnya menderita dan sengsara, makanya setelah Indonesia Merdeka (Proklamasi 17-8-1945) ini pesan sejarahnya yang disebut Proklamator dan Presiden RI pertama bpk Ir.Soekarno, dengan istilah lainnya “amanat penderitaan rakyat” (Ampera),

3. Dengan kondisi ketertindasan inilah para Sultan, dan kaum intelektual bumi putra yang terpelajar karena telah mendapat pendidikan dunia Barat spt Sukarno, M Hatta, M Natsir, Tan Malaka, Sutan Syahrir, dll, dan tulang punggunnya cendekiawan muslim bangsawan (ningrat), Mereka berjuang untuk merebut Kemerdekaan Ibdomesia Raya, berperang mengusir penjajah, yang dipelopori dan dikomandoi para ulama dan santri (hisbullah wathan dll) spt KH Sholeh Iskandar di wilayah Bogor, KH Ahmad Sanusi dari Sukabumi, dll. Bung Tomo dengan pekikan Allahu Akbar peristiwa perang 10 November 1945 di Surabaya yang disemangati fatwa jihad KH Hasyim Asyari, Kiyai host NU, dll, kini hari 10 November menjadi Hari Pahlawan. Mereka para pejuang (mujahid) sebagian sdh diakui negara menjadi Pahlawan Nasional,

3. Indonesia Merdeka pasca Proklamasi 17 Agustus 1945 menuntut adanya perjuangan mengisi kemerdekaan dengan program dan kegiatan pembangunan di segala bidang, Ipoleksosbudhankam. Hal ini konsekuensinya membutuhkan SDM terdidik dan terpelajar yang menguasai ipteks dan peduli dengan nasib rakyat, umat, bangsa dan negaranya (kaum intelektual). Untuk itu meraih SDM yang menguasai iptek, tekno socioenterpreuneur, manajerial skill dan  leaderhip ability  yang profesional di era Orde Lama (Orla) sangat sulit dikadernya skibat komflik ideologi dan politik yang berkepanjangan dan tak menentu, ekonomi rakyat morat-marit, kabinet silih berganti, sidang konstituante beberapa kali gagal, muncul Mosi Integral Natsir thn 1950, Dektrit Presiden 5 Juli 1959 kembali ke UUD 1945 dengan spirit Piagam Jakarta, Nasakom dan akhirnya puncaknya meletus peristiwa G 30 S PKI thn 1965, dan

4. Muncul kekuatan Orde Baru (Orba) pada thn 1965/1966, sukses menumpas G.30 S PKI dengan tulang punggungnya TNI AD dibawa komando Kostrad  Letjen Soeharto dan para aktivis mahasiswa muslim diantaranya dari HMI dan KAHMI, dan ditanbah dari kelompok Ormawa Cipayung spt PMKRI, GMNI. GMKI, PMII, IMM dan lain-lainnya. Rezim Orba berhasil membangun masyarakat Indonesia, terutama bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan, dimulai sejak thn 1971 hingga 1995. Di era Orba ini, banyak keluarga santri kiyai-ulama, atau pribadi muslim yang taat beribadah, kesadaran spiritualnya meningkat, mendapat pendidikan yang sangat baik, berhasil lulus dari perguruan tinggi yang exellence university baik dari dalam maupun luar negeri spt Nurcholish Majid, Imaduddin A Rahim, M.Amin.Rais, A Syafii Maarif, Deliar Noor, Anton Timur Djaelani, Kuntowijoyo, BJ Habibie dan banyak lagi yang lain, ribuan jumlahnya.

Dalam masyarakat Indonesia terjadi gejala social “intelectual booming” sejak thn 1980an, yang kemudian menjadi “basic demand” bangsa dan negara Indonesia, karena membangun NKRI mutlak membutuhkan tenaga manusia SDM trampil yang berkualitas handal, terutama teknokrat, manajerial dan enterpreuner, dan

5. Faktor “intelectual booming” inilah yang mengakibatkan dan atau.berdampak lahirnya ormas Islam bernama Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur thn 1990. Jadi omas ICMI berkarakter 3-8 dimensi, diantaranya Keislaman, Kebangsaan/Keindonesiaan dan Kecendekiawanan (baca dan pelajari AD dan ART ICMI), ICMI berfungsi.ormas perekat, pengikat dan pemersatu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan tidak berpikir dikotomi, apalagi sektarian, sempalan dll. iCMI merupakan anak kandung bangsa sab NKRI yang diharapkam bisa membangun masyarakat madani (civil soviety), yakni masyarakat berkemajuan, demokratis, berperadaban, berkeadilan  dan bermakmuran (walfare society).

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahterh inilah merupakan tantangan dan sekaligus tugas serta amanah ICMI membangun Negeri spt isi pesan syair Hymne ICMI.

Berdasarkan pokok-pokok pemikiran atau konseptual tersebut diatas, dimana posisi dan peran Batom Perempuan ICMI. Ya menurut saya mereka harus fokus, konsen dan memperioritaskan prpgram 5 K ICMI yang kelima, meningkatkan kualitas keluarga Samarah. Seban institisi keluarga begitu vital dalam membangun NKRI yang kuat yang diridhoi Allah SWT.

Kaum perempuan dalam keluarga ibu dari anak-anakmya, dan.isteri bagi suaminya. Dalam kelurga, ibu adalah madrasyah pertama dan utama bagi anak-anak keturunannya. Juga istri penopang utama kesuksesan suaminya dalam peran dan fungsi domestic dan publik. Contoh kasus keluarga yg mungkin bisa dijadikan “rule model” yakni bapak Presiden RI ke 3, pendiri dan Ketum pertama MPP ICMI Prof.BJ Habibie sukses berkarier dan mengabdi kepada bangsa dan negara, karena ditopang kesetiaan dan dedikasi dari isterinya yang sholehah yang luar biasa, ibu Ainun Habibie (saksikan film Habibie- Ainun), begitu mesra dan bahagia, sakinah mawaddah warohmahnya keluarga bpk.BJ Habibie ini. Dan atau keluarga Rasulullah Muhammad SAW adalah suritauladan yg baik (hasanah) bagi keluarga muslim spt Khadijah, Siti Aisyah dll.

Walaupun dalam kenyataannya di lapangan, agak sukar kita  menemukan satu “rule model” keluarga yang ideal, sempurna tersebut. Sebab peran dan fungsi perempuan atau kaum ibu terdapat bermacam-macam (tipologi) ditinjau dari perspektif sosiologis dan antropologis. Menurut Prof.Aida Vitayala (2010) bahwa peran-peran gender dapat diklasifikasikan, yaitu perempuan berfungsi reproduktif (peran utama: selaku istri, ibu, ibu rumah tangga (keluarga)yang tak tergantikan, 3 M: manak, masak dan macak), produktif: acap diasumsikan tidak memiliki peran produktif, padahal alokasi curahan waktu sehari-harinya cukup banyak, dan membantu (turut) mencari nafkah keluarga, dan peran sosial yaitu menajemen jasa, penyuluhan terkait pada peran produktif.

Sedang kaum lelaki, peran reproduktifnya sebagai bapak, kepala keluarga, peran produktif utamanya selaku pencari nafkah, dan peran sosialnya sebagai pemimpin, politik, ketahanan/militer dan pekerjaan dibayar (formal).

Sedangkan peran perempuan di era global (millenial), era digital saat lebih bervariasi lagi secara sosiologis. Menurut Vitayala (2010) peran kaum perempuan dapat dilakukan dari perspektif posisi mereka dalam berurusan dengan pekerjaan produktif yang bersifat tidak langsung (domestik) dan pekerjaan produktif langsung (publik) yaitu sbb:

1. Peran tradisional (reproduktif hidup 100 persen untuk keluarga, pembagian tugas jelas, perempuan dalam rumah dan lelaki diluar rumah)

2. Peran transisional (berpola peran transisi lebih utama dari peran lainnya, dengan pembagian tugas mengikuti aspirasi gender, tetapi eksistensinya memperhatikan keharmonisan, akan tetapi urusan rumah tangga tetap menjadi tanggungjawab perempuan),

3. Peran ganda (dwi peran, selaku ibu memposisikan peran di dua dunia yakni menempatkan peran domestik dan publik dalam posisi sama penting. Dukungan moral suami pemicu ketegaran, atau sebaliknya keengganan suami akan memicu kesesatan, dan atau bahkan bisa mendatangkan konflik terbuka atau terpendam,

4. Peran egaliter (menyita waktu dan perhatian perempuan untuk kegiatan diluar rumah (publik). Dukungan moral dan tingkat kepedulian suami sangatlah hakiki untuk menghindari konflik kepentingan pemilihan dan pendistribusian peranan. Jika tidak, maka akan terjadi masing-masing suami dam istri akan saling berargumentasi untuk mencari pembenaran, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan suasana kehidupan berkeluarga, dan

5. Peran kontemporer, adalah dampak dari pilihan perempuan untuk mandiri dalam kesendiriannya (wanita karier, populasinya masih sedikit tapi semakin.bertambah di daerah perkotaan, kota-kota besar), akibat mindset yang sangat keliru, sesat dalam memahami hakekat hidup berkeluarga, institusi keluarga (family institusion) dimana dominasi lelaki menjadi “momok”, merepotkan wanita. Gejala sosial budaya spt ini kini tengah melanda negara-negara maju spt Jepang, Jerman, Singapura dll, kaum.mudanya enggan nikah-kawin, sehingga berakibat underpopulation.

Bahkan Megawangi (1999) memandang bahwa munculnya aliran pemikiran feminisme, gerakan emansipasi gender itu adalah dasar pemikiran konflik peran isteri terhadap (versus) suami. Ada konsep conflik classnya ajaran komunisme Karl Mark, yang merasuki budaya masyarakat perkotaan, yang benar peran dan fungsi perempuan dan lelaki, yakni komplementer, harmoni, saling melengkapi kekurangan masing-masing, atau yang disebut peran fifty-fifty (50: 50 persen). Jadi kita sebagai muslimah harus berhati-hati mengikuti arus utama (mainstream) aliran pemikiran (mahzhab) gerakan feminisme-emansipasi yang marak dewasa ini, agar Kita tidak tersesat dan menyesatkan dalam hidup bekeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Apalagi saat ini Kita sedang menghadapi serangan gerakan lesbian, gay, bisex dan transgender (LGBT) yang dilarang atau diharamkan Dinnul Islam itu. Sehubungan dengan hal itu, maka ketahanan keluarga muslim harus kita perkuat akidah dan ketaatan bersyariah bagi anggota keluarga (anak dan cucu, cicit) kita, agar teguh pendirian (istiqomah) dalam beragama Islam.

Lantas bagaimana peranan Perempuan Muslimah sesungguhnya dalam perspektif Islam sebagaimana, yang diminta topik diskusi ini. Kira-kira seperti apa konsepsinya menurut Al Quran?.

Dinul Islam adalah pelopor utama dan pertama yang menempatkan perempuan pada proporsi yang layak, terhormat dan mulia, serta sederajat dengan kedudukan lelaki dalam kehormatan manusiawi, bahkan bisa lebih appresiasinya sesuai hadist nabi dimana ibu dinilai 3 kali, sedangkan ayah hanya 1 kali. Untuk jelasnya agar membaca Al Quran Surat An Nahl ayat 97 dan Al Anbiya 94, dan beberapa hadist.

Perempuan sebagai manusia merupakan makhluk ciptaanNya dan hamba Allah, seorang muslimah bertanggungjawab terhadap tugas yang diemban padanya, dan akan memperoleh ganjaran (pahala) yang setimpal dengan amal perbuatannya, serta selaku manusia beriman, wajib percaya dengan kehidupan akhirats.

Menurut konsep ajaran Islam, terdapat 3 tugas utama yang wajib ditunaikan oleh kaum perempuan (Arsyad, 2019) yaitu sbb:

1. Perempuan diciptakan sebagai “sakanah”, yang artinya dia adalah penenang dan penentram hati (QS Ar Ruum 21)

2. Perempuan diciptakan sebagai sumber kecintaan dan rasa kasih-sayang (QS Ar Ruum 21), dan

3. Perempuan sebagai ratu rumah tangga dan pendidik anak beserta cucunya (QS An Nahl 72 dan Ar Ruum 21).

Surat Ar Ruum ayat 21 sering kita jumpai kutipannya dalam surat undangan resepsi (walimahan) perkawinan kedua mempelai pria-wanita. Mereka meminta didoakan, mudah-mudahan menjadi keluarga Samarah.

Terjemahan QS Ar Ruum 21, berbunyi ….”Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan untukmu Isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.  Dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah, bagi mereka kaum yang berpikir…”

Demikianlah narasi ringkas mengenai peranan dan problematika Keperempuan Muslimah dan keluarga dianalisis berdasarkan  perspektif Islam, Al Quran dan Sunnah Rasulullah. Semoga ada manfaatnya bagi pembaca dan para peserta diskusi sekalian, dan Insya Allah kita berada dalam rahmat, hidayah dan ridhoNya illahi, Allah SWT, Aamiin YRA.
Syukron barakallah
Wassalam
=====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, MSi
(Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior (Asosiate Profesor) Universitas Djuanda Bogor, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial)

Daftar Pustaka
=============
1. Arsyad, A (2019). Kritik dan Saran untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan Kota Bogor, Penerbit IPB Press Bogor, 573 halaman,
2. Vitayala, Aida (2010). Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa. Penerbit IPB Press Bogor, 522 halaman.
3. Depag RI (2002). Al Quran dan Terjemah dengan transliterasi Arab-Latin. Penerbit Karya Agung Surabaya,
4.Megawangi, Ratna (1999). Membiarkan Berbeda: Sudut Pandang Baru tentang Relasi Gender. Penerbit Mizan Bandung, 288 halaman,
5. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) ICMI, Hasil-hasil Keputusan  Muktamar ICMI ke 7 thn 2021 di Kota Bandung Jawa Barat, dan
6. HU Kompas, Rabu 21 Desember 2023, Pemilu 2024: Capres Dinilai Belum Perhatikan Kepentingan Perempuan. Kolom 5 bagian Humaniora, Jakarta.

Peringati Hari Ibu, Puisi dan Do’a Untuk Ibu Warnai Apel Pagi Lingkup BBPMKP

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Memperingati Hari Ibu, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor menggelar Apel Pagi dengan nuansa khusus. Apel Pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala BBPMKP Yusral Tahir, Jum’at (22/12). Diwarnai dengan pembacaan puisi dan do’a khusus untuk para ibu.

Tidak itu saja suasana lingkungan kerja dibuat berbeda, dengan mengalunnya lagu – lagu dan puisi bertema tentang ibu yang diputar melalui pengeras suara yang terpasang di koridor – koridor ruangan dan terdengar hingga keseluruh ruangan.

Kepala BBPMKP Ciawi Yusral Tahir mengatakan perayaan Hari Ibu ke 95 tahun 2023 ini adalah untuk mengenang, betapa agung dan mulianya peran perempuan, dalam membangun fondasi bangsa ini. Momentum hari ini, juga untuk mengingat betapa para perempuan Indonesia telah turut berjuang mewujudkan kemerdekaan, dalam semangat pergerakan yang setara dan berkeadilan.

“ Hari Ibu di Indonesia, tidak sama dengan Mother’s Day di negara lain. Di negara kita, ini bukan sebatas perayaan terhadap peran domestik para perempuan. Melainkan, juga menjadi perayaan atas kiprah kaum perempuan, yang telah turut andil dalam membangun sebuah bangsa dan negara sebagaimana yang kita kenal saat ini” ujarnya.

Yusral menyinggung tentang peran seorang ibu yang sangat besar dalam mengantarkan seorang anak menjadi seseorang. Selain itu, lanjutnya, Rasulullah SAW pun mengatakan bahwaI ibu kedudukannya lebih tinggi daripada ayah. Bahkan, Rasulullah sampai tiga kali menyebutnya baru kemudian ayah.

” Ibu disebut tiga kali oleh Rasulullah. Ketika sahabat bertanya siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” tutur Yusral.

Iapun memberikan semangat kepada kaum ibu (perempuan) dilingkup BBPMKP untuk tidak ragu dalam mengambil dan meningkatkan perannya. Yusralpun mengucapkan selamat Hari Ibu kepada semua kaum ibu.

(Regi/BBPMKP)

KNPI Sebut Wali Kota Inkonsisten

0

jurnalinspirasi.co.id – Masa pemuda-pemudi gabungan organisasi kepemudaan yang bernaung di KNPI Kota Bogor menggelar konferensi pers di depan Markas KNPI, area GOR Padjajaran, Jumat (22/12/2023).

Pemuda menilai, Bima Arya inkonsisten pada janji politiknya selama dua periode menjabat Wali Kota Bogor.

Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sapta Bela Alfarabi menyebut, pernyataan sikap tersebut merupakan klimaks dari penilaian kinerja Bima Arya selama ini.

Menurut Sapta, sebagai pemimpin seharusnya Bima Arya memprioritaskan terlebih dahulu janji-janji politiknya yang telah dituangkan dalam program kerjanya selama menjabat.

“Wali Kota Bogor kebanyakan pansos di medsos dan klaim sudah berhasil. Kami pemuda pemudi Kota Bogor tidak tidur. Kami tahu persis apa programnya dan apa saja yang tidak terealisasi. Hari ini kami sampaikan ke publik, agar seluruh warga Bogor tahu persis seperti apa faktanya,” ujar Sapta Bela kepada awak media, Jumat (22/12/2023).

Berdasarkan catatan KNPI, kata Sapta, Wali Kota Bogor telah inkonsisten terhadap janjinya. Berikut ini, janji-janji Bima Arya yang tidak terealisasi hingga penghujung masa jabatannya di 2023.

Pada Periode 2014-2019, program Bus Sekolah dan pembangunan kantor KPUD Kota Bogor sama sekali tidak terealisasi. “Nah pada periode 2019-2023 ini malah lebih banyak lagi yang berujung omong kosong,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Sapta, pada Program Bogor Lancar, Bima Arya tdak mampu menyelesaikan Konversi Angkot. Sehingga menyebabkan kesemrautan lalulintas di ruas jalan di Kota Bogor masih terjadi dan menyiksa pengguna jalan.

“Lalu pembangunan Fly Over Kebon Pedes yang jelas-jelas sangat dibutuhkan masyakarat dan pembangunan Gedung Parkir di Pusat Kota Bogor, hanya menjadi omong besar tanpa realisasi,” tuturnya.

Belum lagi soal penuntasan Sarana Transportasi di Terminal Baranangsiang dan Stasiun LRT hingga kini mangkrak tanpa kabar. Pada Program Merenah, kata Sapta, Bima Arya tidak sanggup membangun pusat kuliner di tiap kecamatan sebagaimana janji manisnya.

Pada Program Motekar, Bima Arya menjanjikan menciptakan 20 ribu lapangan kerja baru berkonsep kolaborasi Pengusaha, UMKM dan Profesional.

“Namun hingga detik ini, kenyataannya nol besar. Belum lagi soal pencapaian renovasi 20 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tidak mencapai target. Faktanya, baru 4.444 Rumah saja yang direnovasi,” ungkapnya.

KNPI, kata Sapta, mengingatkan Walikota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor agar segera menuntaskan janji politiknya. “Ada penyesuaian periode kepemimpinan hingga April 2024. Kami mendesak agar seluruh janji politiknya direalisasikan,” tandasnya.

Kata dia, Bima juga harus mengevaluasi kinerja Jajaran kepala dinas Pemkot Bogor yang tidak menjalankan roda pemerintahan secara sungguh-sungguh, dan berakibat tidak terpenuhinya janji politik yang dituangkannya di dalam program kerja.* Fredy Kristianto

Museum Pajajaran Jadi Ikon Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan Museum Pajajaran, di Jalan Batu Tulis, Jumat (22/12).

Diketahui, museum yang dibangun selama 150 hari dan selesai tepat waktu pada (21/12) ini, diresmikan langsung Bima Arya didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Iceu Pujiati.

Menurut dia, Museum Pajajaran ini dibangun untuk memuliakan sejarah dan untuk menempatkan nilai masa lalu sebagai bekal menghadapi masa depan. Museum ini akan menjadi tempat bagi semua warga dan anak-anak muda Bogor untuk belajar dari kebesaran masa lalu dalam melangkah ke masa depan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang sudah semaksimal mungkin mendengarkan aspirasi dari semua warga, sejarawan dan budayawan dengan memastikan semua aspirasi itu sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Bima.

Kata dia, Pemkot Bogor tidak akan berhenti sampai di sini saja. Pihaknya akan menganggarkan semua yang dibutuhkan agar Museum Pajajaran ini semakin menginspirasi. Pembangunan akan dilanjutkan, tamannya akan lebih indah, furniture-nya akan lebih nyaman dan museum ini akan bermanfaat bukan untuk satu atau dua kelompok saja tapi bermanfaat untuk semua.

“Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga, yang kita nikmati hari ini adalah warisan dari ikhtiar masa lalu dan yang kita lakukan hari ini untuk kejayaan dan kebanggaan di masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disparbud Kota Bogor Iceu Pujiati menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan di tahun anggaran 2023 dengan nama kegiatan pembangunan museum Pajajaran yang dananya bersumber dari APBD Kota Bogor.

Pembangunan Museum Pajajaran, sambungnya, dikerjakan selama 150 hari dan selesai tepat waktu di 21 Desember 2023. “Operasional Museum Pajajaran ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata dia, Museum Pajajaran ini akan dilengkapi sesuai dengan syarat-syarat pembangunan museum. Mulai dari visi misi, nama museum, lokasi bangunan, anggaran, koleksi, pengelolaan SDM dan pendanaan yang tetap.

“Ya, tujuan dari pembangunan Museum Pajajaran ini sebagai sarana pelestarian budaya, edukasi serta menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah. Semoga pembangunan museum ini dapat bermanfaat bagi semua dan dapat menjadi ikon baru bagi Kota Bogor,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Jembatan Otista Diperlebar, Resmi Dibuka Presiden Jokowi

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merampungkan pembangunan ulang Jembatan Otista. Sejak Selasa (19/12/2023), jembatan yang menelan biaya Rp 49 miliar itu sudah bisa dilalui kendaraan bermotor. Jalur sistem satu arah (SSA) lingkar Kebun Raya Bogor juga kembali diberlakukan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya sumringah. Orang nomor satu di Kota Bogor ini setiap hari mengawasi pelaksanaan pembangunan ulang Jembatan Otista. Puncaknya pada Selasa (19/12/2023) Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jembatan tersebut.  “Presiden setiap hari lewat Jembatan Otista, saya sering melaporkan progresnya dan sudah saya sampaikan Jembatan Otista  selesai,” ujar Bima Arya sebelum peresmian.
Penentuan waktu peresmian dan pembukaan Jembatan Otista akhirnya menyesuaikan jadwal kepala negara. Tanggal 19 Desember 2023 dipilih lantaran Presiden Jokowi sudah pulang dari kunjungan kerjanya ke Tokyo, Jepang.

Saat ini Pemkot Bogot tengah memastikan sejumlah persiapan berjalan matang. Hal itu agar tidak terjadi lagi kemacetan lalu lintas pasca Jalur Otista dibuka. Sementara itu, SSA lingkar Kebun Raya Bogor kembali berlaku setelah peresmian Jembatan Otista oleh Presiden Joko Widodo. 
Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Galih Apria mengatakan, dalam proses pengembalian sistem dua arah menjadi satu arah di lingkar Kebun Raya Bogor pihaknya tidak melakukan penyekatan kendaraan.
Satlantas Polresta Bogor Kota akan menjalankan sistem Adaptasi SSA. Pada sistem ini, jalur dari Simpang BTM, Jalan Ir. H. Juanda, hingga Jalan Jalak Harupat akan diterapkan satu arah. Mulai pukul 10.00 WIB kendaraan dari Simpang BTM tidak bisa lagi ke arah Jalan Otista.
Kendaraan dari Jalan Kapten Muslihat dan Jalan Arsitek F. Silaban hanya bisa berbelok ke kiri ke Jalan Ir. H. Juanda, begitu juga dengan kendaraan dari RRI dan Jalan Pajajaran tidak bisa ke Jalan Jalak Harupat.

Sementara Jalan Pajajaran dari titik Plaza Keboen Raya atau hingga Tugu Kujang masih berlaku dua arah. Kendaraan dari arah Baranangsiang pun akan diluruskan (tidak bisa ke Jembatan Otista) ke arah Warung Jambu.
Galih mengatakan, sistem Adaptasi SSA ini akan berjalan hingga Presiden Jokowi meninggalkan Jembatan Otista. Setelah itu maka SSA akan diberlakukan 100 persen. Jalan Pajajaran yang sebelumnya dua arah menjadi satu arah ke Jalan Otista. “Tidak ada penyekatan. sistem Adaptasi SSA ini, kami terapkan agar lalu lintas tetap berjalan dan supaya saat Jembatan Otista dibuka arus sudah lancar,” jelas Galih.
Untuk mempersiapkan kembalinya SSA lingkar Kebun Raya Bogor pihaknya mulai menarik kembali water barrier yang selama ini dipasang saat pemberlakuan Sistem Dua Arah. Pihaknya mulai mengangkut 80 persen water barrier mulai Senin malam.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menerjunkan seluruh personelnya pada hari pertama pemberlakuan kembali SSA. Menurut Plt. Kepala Dishub Kota Bogor, Marse Hendra Putra pihaknya berjaga selama 24 jam penuh di sepanjang SSA untuk menghindari adanya kecelakaan lalu lintas. “Kami khawatir informasi mengenai pemberlakuan SSA ini belum tersampaikan secara menyeluruh. Terlebih pada hari pertama para pengendara masih beradaptasi, jadi kami akan berjaga siang dan malam,” tuturnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina menjelaskan, Jembatan Otista baru memiliki panjang 50 meter dan lebar 17 meter. Lebar jembatan baru ini bertambah hampir dua kali lipat dari besaran awal yang hanya 9 meter dengan panjang 35 meter.
Jembatan Otista lama yang awalnya hanya memiliki dua lajur kendaraan, satu jalur sepeda, dan dua jalur pedestrian kini jauh lebih lebar dengan empat jalur kendaraan, satu jalur sepeda, satu jalur trem (sementara ditutup aspal dan digunakan untuk kendaran) dan dua jalur pedestrian.
Jembatan Otista juga tampak lebih estetik dibanding sebelumnya. Jembatan yang melintang di atas Sungai Ciliwung ini dijaga dengan railing konsep kolonial berbahan GRC dan berwarna putih yang akan menyala di malam hari. “Untuk lampu penerangan jalan umum dipasang oleh Dishub sementara pakai eksisting sampai tahun depan. Selanjutnya tahun depan akan digarap Dishub, model perencanaannya ada di Dishub,” ujar Rena.
Bagian bawah Jembatan Otista juga ditata dengan cantik sebagai deks inspeksi yang instagramable. Selain untuk memantau kondisi Sungai Ciliwung, desk inspeksi itu juga dapat digunakan sebagai spot foto. “Latar pelengkung Jembatan Otista lama kami pertahankan, karena sebelumnya diduga sebagai Cagar Budaya. Pelengkung itu kami cat putih dan akan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, edukasi mengenai nilai budaya,” katanya.
Berbeda dari jembatan lama, Jembatan Otista baru tidak akan memiliki plang nama. Rena menjelaskan sejak awal konsep yang diusung tidak menyertakan papan nama. “Tapi kalau memang mau (ditambahkan nama) bisa diusulkan untuk dibuatkan tahun depan,” jelasnya.

GRAFIS PROYEK PERGANTIAN JEMBATAN OTISTA

*Sumber anggaran
Dana bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat

*Pagu anggaran
Rp52.684.200.000

*Pemenang tender/ lelang
PT Mina Fajar Abadi

*Nilai Kontrak
Rp49.066.819.311

*Mulai Ditutup
1 Mei 2023

*Tanggal habis kontrak
8 Desember 2023

/Perbedaan Jembatan Otista Lama dan baru/

*Jembatan Lama
– Panjang 35 meter
– Lebar 9 meter
– 2 lajur kendaraan
– 2 jalur pedestrian
– 1 lajur sepeda

*Jembatan Baru
– Tidak ada bottleneck
– Panjang 50 meter
– Lebar 17 meter
– 4 lajur kendaraan
– 1 jalur trem
– 2 jalur pedestrian
– 1 jalur sepeda

/Garis waktu Proyek Jembatan Otista/

Senin, 1 Mei 2023
*Jalan Otista resmi ditutup

Jumat, 5 Mei 2023
*Jembatan Otista mulai dibongkar

Kamis, 1 Juni 2023
*Penggalian fondasi jembatan utama

Senin, 19 Juni 2023
*Membangun jembatan utilitas

Senin 4 September 2023
*Jembatan utilitas rampung dan utilitas direlokasi

Selasa 3 September 2023
*Launcher gantry untuk memasang balok girder tiba dan mulai dipasang

Selasa 24 Oktober 2023
*Pemasangan balok girder perdana

Selasa, 5 Desember 2023
*Jembatan utama rampung diaspal

Sabtu, 9 Desember 2023
*Forkopimda Kota Bogor menggelar rapat koordinasi pembukaan Jembatan Otista

Kamis, 14 Desember 2023
*Pengujian beban dengan kendaraan bertonase tinggi

Minggu, 17 Desember 2023
*Tasyakuran atas selesainya Jembatan Otista

Selasa, 19 Desember 2023
*Jembatan Otista diresmikan dan dibuka sekaligus pemberlakuan kembali SSA

/Hasil Uji Beban Jembatan Otista/

-Melibatkan vendor khusus

Metode
– Statis dan Dinamis
– Menggunakan 9 Unit dump truck
– Total beban 180 Ton
– Durasi 2-3 jam

Hasil
– Nilai lendutan 24 milimeter
– Nilai tegangan 5 megapascal

Ambang batas
– Nilai lendutan 55 mili meter
– Nilai tegangan 28,8 megapascal

Galaxy Stars Bogor Sabet Juara Falcons Cup 2023

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Hasil manis baru saja dipetik skuad Galaxy Stars Bogor (GSB). Buktinya, mereka berhasil meraih gelar juara setelah skuad Kelompok Umur (KU) 11 menjadi juara, pada turnamen Falcons Cup 2023.

Bertanding pada laga final kontra Blitz di Gelanggang Olahraga (GOR) Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (21/12/2023), GSB menang dengan skor akhir 16-20.

Dengan hasil tersebut, GSB berhasil meraih empat gelar. Tim KU 9 putra berhasil finis sebagai peringkat ketiga disusul KU 9 putri juara kedua, dan KU 11 putri di posisi runner-up. Sedangkan KU 11 putra baru saja berpesta usai meraih kemenangan di laga final.

Gelar yang baru saja diraih KU 11 putra membuat Ketua GSB, Rd Iman Firmansyah bangga akan perjuangan para pemainnya.

“Intinya bersyukur sekaligus bangga atas capaian anak-anak Galaxy Stars. Semoga di tahun depan lebih banyak lagi prestasi-prestasi yang ditorehkan di semua Kelompok Umur,” kata Rd Iman Firmansyah.

(asep syahmid)

Hari Pertama Piala Gubernur Jabar 2023, Tim Taekwondo Kabupaten Bogor Panen Medali

0

Garut | Jurnal Bogor
Tim Taekwondo Kabupaten Bogor berhasil menorehkan hasil yang gemilang pada hari pertama pertandingan Taekwondo Piala Gubernur Cup III di Kabupaten Garut, Kamsi, 21 Desember 2023 lalu.

Arnlody Salim saat pengalungan medali

Pada hari pertama kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur Jabar III ini, skuad Taekwondo Kabupaten Bogor yang langsung didampingi Arnlody Salim selaku Ketua Pengcab Taekwondo Kabupaten Bogor mampu menyabet 2 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Arnoldy Salim mengatakan, dua medali emas yang diraih Tim Taekwondo Kabupaten Bogor pada hari pertama Piala Gubernur Jabar disumbangkan oleh Alsa ( Junior U52) Putri dan Adhetian ( Senior U87) Putra.

Tiga medali perak Tim Taekwondo Kabupaten Bogor didapat dari Argio ( Pra Cadet U24) Putra, Mahardika ( Junior U68 ) Putra dan Revalina ( Senior U57) Putri .

Sedangkan, tiga atlet Taekwondo Kabupaten Bogor yang berhasil memberikan Konstribusi medali pada Piala Gubernur Jabar III tahun 2023 hari pertama diantaranya Pranaditha ( Junior U52) Putri, Arya ( Cadet U33) Putra dan Octavia ( Senior U62 ) Putri.

” Alhamdulilah para atlet Taekwondo Kabupaten Bogor pada hari pertama sudah bisa menyumbangkan 2 emas 3 perak dan 3 perunggu. Mudah mudahan masih ada banyak medali lagi yang bisa diraih para atlet Taekwondo Kabupaten Bogor pada Piala Gubernur Jabar III kali ini,” ujar Arnoldy Salim, Jumat, 22 Desember 2023.

Arnoldy Salim yang mendampingi langsung perjuangan para atlet Taekwondo dalam event kali ini mengatakan Tim Taekwondo Kabupaten Bogor masih punya peluang besar menambah pundi pundi emasnya dalam Piala Gubernur Jabar III tahun 2023.

” Tim Taekwondo Kabupaten Bogor masih punya peluang besar meraih 4 sampai 5 medali emas lagi pada hari kedua Piala Gubernur Jabar III, Jumat (22/12). Mohon doanya yah semoga target hari ini tercapai,” ucap Arnoldy Salim.

Pada perhelatan Piala Gubernur Jabar III tahun 2023, Tim Taekwondo Kabupaten Bogor berkekuatan 55 personil diantaranya 47 atlet, 5 pelatih dan 3 official.

” Kita akan terus upayakan taekwondo kabupaten bogor terus berkembang dan semakin lebih baik dari hari ke hari, ” pungkas Arnoldy Salim.

(asep syahmid)

PLN Gunung Putri Pastikan Kesiapan Pasokan Listrik

0

Apel Siaga Kelistrikan Sambut Nataru

Gunung Putri | Jurnal Bogor
PT PLN (Persero) menggelar Apel Siaga Kelistrikan Natal 2023 dan Tahun Baru (Nataru) 2024 secara nasional pada Rabu (20/12). Apel ini juga diikuti oleh PLN Gunung Putri secara hybrid.

“Apel siaga yang dilaksanakan hari ini bukanlah sebagai suatu rutinitas melainkan sebagai wujud komitmen kami   untuk menjaga kehandalan pasokan listrik khususnya dalam menyambut Natal 2023 dan Tahun baru 2024. Apel siaga dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personil dan kelengkapan peralatan  siaga kelistrikan Nataru,” kata Manager PLN Gunung Putri Alamsyah Anwar, Kamis (21/12).

Selama periode siaga,  15 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024, PLN Gunung Putri menyiagakan lebih dari 80 pegawai, 1 Tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) yang terdiri dari 8 personil,  dan lebih dari 180  personel  Pelayanan Teknik  yang akan siaga 24 jam menjaga keandalan listrik. Para petugas ini tersebar di 13 posko siaga PLN di wilayah PLN Gunung Putri.

Tidak hanya itu, para petugas juga dibekali dengan peralatan dan armada pendukung, berupa 4 unit  Genset, 2 unit  Uninteruptible Power Supply (UPS), 4  Unit Gardu Bergerak (UGB), 1  Unit Kabel Bergerak (UKB), 1 unit  mobil crane, 20 unit kendaraan operasional roda 4 dan 7 unit kendaraan roda 2.

Demi memberi kenyamanan pada pengendara kendaraan listrik, PLN Gunung Putri  juga menyiagakan petugas di 10 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di  3  lokasi yakni ULP Jonggol, ULP Cileungsi dan ULP Citeureup.  

Sementara apel ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pasokan listrik dan petugas dalam menjaga pasokan dan keandalan listrik selama perayaan Nataru 2024 di seluruh penjuru Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan dalam momen Nataru ini, PLN siap menjaga keandalan listrik dan melayani seluruh kebutuhan pelanggan agar masyarakat bisa merayakan Nataru dengan aman dan nyaman.

“Dalam Apel siaga kali ini, kami memastikan kesiapan pasokan listrik, petugas siaga dan peralatan dalam kondisi aman. Kita ingin memastikan bahwa dalam rangka momentum Nataru ini harus zero mistake, zero tolerance, zero blackout, apapun tantangannya harus bisa kita selesaikan satu persatu,” ucap Darmawan.

Darmawan menjelaskan, tantangan perayaan Nataru 2024 kali ini adanya potensi cuaca ekstrem akibat dampak dari El Nino, seperti kekeringan panjang yang kemudian diikuti hujan dengan curah yang tinggi, disertai petir, angin kencang dan banjir. Hal tersebut juga mengancam instalasi ketenagalistrikan PLN.

“Untuk itu kami sudah mempersiapkan sejak jauh hari setiap pembangkit kami, jaringan transmisi, jaringan distribusi, control center hingga operasi layanan pelanggan,” kata Darmawan.

Sedangkan di Bandung, General  Manager PLN UID Jawa Barat Susiana Mutia menyampaikan  terkait ketersediaan pasokan listrik bagi pelanggan, bahwa pasokan listrik untuk Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024  cukup bahkan memiliki cadangan daya yang cukup aman, masyarakat  tidak perlu khawatir dan bisa berlibur dengan tenang menikmati perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Saat ini PLN UID Jabar disuplai dari 17 subsistem dengan total kapasitas 14.041 MW dengan beban Puncak 8.295 MW. Cadangan daya mencapai 6.181 MW. Sehingga bisa dipastikan pelayanan ke masyarakat aman,” tambahnya.

Susi mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dalam musim penghujan karena kondisi cuaca ekstrim berpotensi menyebabkan terjadinya gangguan listrik. Ia menambahkan, masyarakat yang hendak berpergian ke luar kota untuk bisa mengamankan listrik rumahnya masing-masing dengan mematikan sambungan listrik dan juga memastikan semua barang elektronik dalam kondisi mati.

Masyarakat yang membutuhkan layanan kelistrikan maupun melakukan pengaduan gangguan kelistrikan saat ini tak perlu repot datang ke kantor PLN. Semua informasi kelistrikan dapat diakses melalui SuperApp PLN Mobile yang dapat diunduh di Playstore dan Appstore.

(nay nur’ain)

Pemdes Klapanunggal Tasyakuran pada Milad Ke-3

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor melaksanakan tasyakuran milad yang ke-3 di aula kantor desa, Kamis (21/12/23).

Hadir dalam acara, Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin yang akrab dipanggil Gonon, Ketua MUI Kecamatan Klapanunggal, ketua DKM se Kecamatan Klapanunggal, Babinkamtibmas, Babinsa, Pol PP, Tamu undangan dan seluruh jajaran Pemerintah Desa Klapanunggal.

Ade Endang Saripudin mengatakan, milad ke-3 Desa Klapanunggal ini adalah bukti rasa syukur atas segala nikmat Allah SWT dan untuk mempererat tali silaturahmi antar Pemdes Klapanunggal dengan para alim ulama serta umat Islam khususnya warga Desa Klapanunggal dan umumnya dengan warga masyarakat diluar desa, sehingga  bisa saling kenal lebih dekat lagi yang bisa menjadikan warga masyarakatnya damai dan sejahtera serta bersatu.

“Berharap bisa mensejahterakan masyarakat dan akses kecepatan pelayanan administrasi pemerintah desa lebih dekat,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Di hari milad yang ke-3 ini ia menyebutkan perkembangan desa terus meningkat perekonomian dan pembangunan infrastruktur di Desa Klapanunggal juga meningkat.

Sementara, Dedi salah satu warga Desa Klapanunggal yang menghadiri acara milad ke-3 ini bersyukur adanya tasyakuran milad ini sehingga jadi ajang silaturahmi antara seluruh warga Desa Klapanunggal dengan Pemdes Klapanunggal yang menjadikan lebih kenal dan lebih dekat lagi.

” Semoga acara seperti ini selalu diadakan setiap tahunnya sehingga masyarakat Desa Klapanunggal bisa lebih bersatu dan lebih kenal lagi antara satu sama lainnya,” pungkasnya.

(andi/nay)

KANNI Layangkan Somasi ke DPMD

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kabupaten Bogor melayangkan surat somasi dan permintaan klarifikasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terkait adanya dugaan gratifikasi pada kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepala desa.

Diketahui kegiatan bimtek Kepala Desa se-Kabupaten Bogor sebanyak kurang lebih 376 Kepala Desa dipukul rata dengan membayar Rp 10 juta per desa. Hanya untuk mengikuti bimtek bertemakan Penyuluhan Hukum, dan Pengelolaan Keuangan Desa pada 17-20 Desember 2023 di Hotel Ibis Bandung Trans Studio Hotel, Jawa Barat.

“Kegiatan bimtek itu digelar oleh Yayasan Meraki Management Indonesia asal Cianjur. Kita sudah melayangkan somasi (teguran) kepada pihak Bupati, DPMD, dan APDESI Kabupaten Bogor. Dengan adanya dugaan penyalahgunaan dan gratifikasi pada kegiatan bimtek di Bandung,” kata Ketua KANNI Kabupaten Bogor Haidy Arsyad.

Dia menjelaskan, dari penelitian dan aduan masyarakat pihaknya melakukan analisis hukum dengan sistem sample dan uji petik berdasarkan pengumpulan barang bukti, wawancara lapangan dan audit independen, didapat dugaan perbuatan melawan hukum dan maladministrasi.

“Kami jajaran KANNI Kabupaten Bogor serta audit independen menemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan penyelenggara bimtek dan ada keterlibatan oknum stakeholder,” jelasnya.

Pertama, kata dia, dari hasil investigasi pihak Meraki Management Indonesia tidak memiliki legalitas sebagai penyelenggara bimtek, bahkan alamat kantor yang tercantum pun tidak ditemukan.

“Harusnya sebagai penyelenggara wajib memiliki surat keterangan terdaftar dari Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, sementara dari hasil penelusuran bahwa Meraki sebagai penyelenggara bimtek tidak terdaftar di Assosiasi Lembaga Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Indonesia (ALPEKSI),” bebernya.

Selain itu, Haidy menyayangkan Pemerintah Kabupaten Bogor tidak selektif dalam menerima penyelenggara bimtek kepala desa. Karena, menurutnya hal itu tidak sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik yang meliputi kehati-hatian, asas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, keterbukaan, profesionalitas dan akuntabilitas.

“Dengan ini kami menduga adanya kelalaian dalam penyelenggaraan dan patut dicurigai adanya praktik pelanggaran hukum dalam bentuk gratifikasi dan maladministrasi serta adanya pemaksaan terhadap para kepala desa untuk mengikuti bimtek tersebut,” tegasnya.

Dalam hal ini KANNI dalam surat somasinya meminta jawaban surat dalam waktu tiga hari, pihaknya menegaskan apabila tidak mendapatkan jawaban akan melakukan berbagai upaya hukum dan mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindaklanjuti.

KANNI Kabupaten Bogor pun menilai tidak mengubah mindset dan ilmu pengetahuan para peserta, namun hanya untuk kepentingan formalitas dan buat kepentingan tertentu. Bahkan merugikan desa yang seharusnya dampak atau output tersebut bisa dimanfaatkan ke arah yang lebih baik dan lebih maju bagi masyarakat.

“Hasil bimtek tidak berdampak positif terhadap tata kelola pemerintahan desa, dari tahun ke tahun begitu-gitu saja. Seharusnya, bimtek tidak mesti keluar daerah, tapi cukup mendatangkan atau mengundang para pihak yang berkompeten ke Kabupaten Bogor, kegiatan tersebut telah bisa dilaksanakan di daerah,” ungkapnya.

Hasil pengalaman para kepala desa yang telah ikut bimtek tahun lalu ke luar daerah, tidak ada ilmu dari bimtek yang diterapkan di kampung-kampung. Buktinya, kata dia, partisipasi warga dalam perencanaan, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, masih menjadi masalah serius.

“Padahal, kegiatan bimtek menjadi andalan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, tapi belum menjadi solusi,” pungkasnya.

(andres)