23.5 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 395

50 Unit Pertama Disiapkan Developer Perumahan Harmoni Indah Dengan Harga Murah Saat Grand Launching

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah dengan penghasilan yang minim, membuat minat perumahan subsidi yang merupakan program pemerintah jadi primadona di kalangan masyarakat. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Perumahan Harmoni Indah hadir untuk menjawab kegelisahan masyarakat yang sulit untuk membeli rumah tinggal.

Di lahan seluas 10 hektare,Perumahan Harmoni Indah akan memberikan harga terjangkau untuk masyarakat yang ingin memiliki rumah subsidi yang berada di Jalan Raya Cibarusah, Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

“ Disini kami mengajak warga untuk memanfaatkan program rumah subsidi yang sudah disediakan oleh pemerintah dengan menggandeng para pengusaha properti,” ungkap Agustinus Frans sebagai Projek Manager Perumahan Puri Harmoni, Kamis (30/11/23).

Agustinus menyebut, launching yang diadakan pada Rabu (29/11/23) sekaligus menjadi ajang promo bagi warga yang ingin memilki rumah subsidi. Launching awal kemarin disediakan 50 rumah untuk unit pertama dengan DP hanya 8 jutaan.

“ Selain itu kami juga akan membantu persyaratan, dan di Perumahan Harmoni Indah ini juga akan memberikan fasilitas bagi calon penghuninya kedepan. Daerah yang dekat dengan selter keramaian dan dekat juga dengan rumah sakit dan swalayan,”paparnya.

“Jangan nunggu nanti, jika bisa ambil rumah sekarang ngapain nunggu nanti. Dan untuk para milenial, ayo menabung untuk memiliki rumah. Sebagai milenial kita harus mampu jadi perintis jangan pewaris,”tandasnya.

Sementara, Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi memberikan karpet merah bagi para pengembang yang ingin berusaha di wilayahnya. Hadi memiliki keyakinan, dengan banyaknya pengusaha yang masuk akan meningkatkan ekonomi warganya.

“Saya hanya berpesan bagi para pengembang yang masuk, jangan lupakan warga kami dan berikan pekerjaan untuk warga, hingga penduduk sekitar harus menjadi penikmat bukan hanya menjadi penonton,”pinta Hadi.

Bukan hanya itu, sambung Hadi, untuk para pengembang agar lebih peduli juga terhadap lingkungan sekitar. Dia meminta agar selalu berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat, sehingga masyarakat merasakan dampak positif kehadiran pengembang atau pengusaha di sekitar mereka.

“ Tolong perhatikan warga saya, dan beri kesempatan peluang kerja serta hadirlah dalam kegiatan kemasyarakatan dan desa,” pungkas Hadi mengakhiri.

(andi/nay)

Catatan Webinar ICMI Nyamuk Wolbachia yang “Menghebohkan” di Tanah Air

0

Jurnalinspirasi.co.id – Bagus sekali isi materi Webinar Nasional pada Jumat 24 November 2023, berlangsung dari pkl 19.30, hingga larut malam sekitar pkl 22 00 wib). Saya selaku orang awam merasa tercerahkan tentang counter berita yang menghebohkan publik di media sosial.

Sungguh menarik presentasi dan informasi yang dipaparkan PPT-nya di layar laptop oleh penelitinya penyebaran nyamuk Wolbachia di Indonesia.

Menurut saya hal ini merupakan salah satu terobosan inovasi yang progresif di dunia kesehatan di tanah air yakni karya putra bangsa sendiri, ibu Prof dr.Adi Utarino M.Sc, M.PH, Phd, dkk  (beliau dipanggil ibu Uut), dari UGM Jogyakarta, dan  barang tentu hasil karya riset ilmiah ini sangatlah membanggakan kita semua, terutama bagi peserta Webinar Nasional ICMI yang berkesempatan langsung mendengar dari penelitinya, seorang ibu Uut yang sangat cerdas, muslimah yang cantik dan bicaranya runtut menurut logika sains.

Saya menjadi heran, mengapa kok beritanya buruk, dan menghebohkan penyebaran nyamuk Wolbachia di masyarakat untuk penanggulangan penyakit demam berdarah (DBD). Padahal program kesehatan masyarakat tersebut merupakan hasil riset pencegahan demam berdarah (DBD) yang dikerjakan secara ilmiah,  menggunakan kaudah-kaidah keilmuan dan kepakaran, terkontrol, dan telah diakui dan bahkan telah direkomendasikan Lembaga Internasional dan nasional terkemuka yaitu WHO dan AIPI, serta bahkan dipantau juga proses risetnya oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Selanjutnya penyebaran nyamuk Wolbachia di lingkungan masyarakat untuk mencegah penularan penyakit DBD sangat layak untuk dilaksanakan. Kemudian oleh Pemerintah RI layak menjadi sebuah kebijakan public dan regulasi dalam pembangunam sektor kesehatan masyarakat di Tanah Air, Indonesia.

Ada berita bohong atau palsu (hoaks) yang menyerang program pelepasan nyamuk Wolbachia, program Kemenkes RI di masyarakat, yang viral di media sosial, itu sesungguhnya jika dibiarkan, jelas-jelas akan menghambat kemajuan Iptek kesehatan di Tanah Air.

Kemungkinan ada serangan informasi dari  mesin “para mafia” obat dan produk kesehatan yang berusaha membohongi publik, agar program tersebut gagal. Nampaknya mereka tidak siap bersaing dalam dunia bisnis barang-barang produk kesehatan di tengah masyarakat, seandainya penyebaran nyamuk. Wolbachia berhasil menekan angka korban DBD di masyarakat dan aman bagi manusia.  Mudahan dugaan pendapat atau hipotesa saya ini keliru, insya Allah.

Terima kasih ibu Uut atas jerih payah ibu beserta kawan-kawan peneliti UGM, dibantu banyak pihak (main stakeholders) dalam melakukan riset selama 12 tahun dengan tekun, sabar dan kerja keras penuh idealisme untuk memajukan bangsa dan negara (nation state). Dengan keberhasilan riset kesehatan ini, agar negara kita ini tidak terus-terusan menjadi pengekor (follower) selamanya, menunggu kerja riset bangsa lain, tetapi berubahlah kita menjadi inovator dan pelopor kesehatan di Indonesia bahkan pada tingkat dunia. Itu salah satu jawaban dari ibu Uut, menanggapi pertanyaan para peserta Webinar Nasional ICMI tersebut.

Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menghargai karya para ilmuwan kita, seperti hasil positif penyebaran nyamuk Wolbachia asli ini (bukan hasil rekayasa genetik/GMO sebagaimana yang dituduhkan), berikutnya dijadikan sebagai salah satu instrumen kebijakan dan regulasi pelaksanaan program kesehatan penanggulan penyakit demam berdarah di Indonesia, bahkan dunia.

Sebab hasil riset menunjukkan keberhasilan kisaran angka  77 – 86 persen, berdasarkan riset dilakukan di beberapa titik lokasi di daerah Bantul dan Sleman Jogyakarta, yang hasilnya cukup fantastis, alhamdulillah.

Dengan mendengar penjelasan apa, mengapa dan bagaimana proses riset nyamuk Wolbachia di Yogyakarta dilakukan selama 12 tahun, sejak tahun 2011-2023 sekarang, saya semakin paham bahwa munculnya berita-berita buruk (bad news) yang beredar dan viral di media sosial tentang tuduhan terhadap program penanggulangan wabah DBD di Indonesia, berbahaya bagi masyarakat, ternyata tidak benar, itu adalah berita palsu (hoaks). Jika hoaks tersebut dibiarkan, tidak dicegahkan melalui literasi dan edukasi kepada masyarakat, maka barangtentu, hal ini sangat menghambat pembangunan kesehatan di Tanah Air kita Indonesia.

Upaya sosialisasi (literasi dan edukasi) harus dilakukan di berbagai forum media, agar hasil riset penyebaran nyamuk Wolbachia di Indonesia yang telah diteliti, yang dikerjakan secara bertahap, transfaran, dan mengikuti standar prosedur kaidah ilmiah (code of conduct by scientific) secara ketat dan taat azas dan uji klinis dan uji lapangan, ada dukungan Pemerintah seperti Dinkes di Kab Sleman dan Bantul Jogyakarta, sehingga alhamdulillah telah sukses menguak misteri nyamuk Aedes aegypti, yang kita kenal pembawa virus penyakit DBD yang menular kepada manusia selama ini.

Kini bisa diatasi dengan penyebaran nyamuk Wolbachia di lingkungan perkampungan komunitas masyarakat. Hasil risetnya menunjukan aman bagi manusia, hewan dan bahkan lingkungan alam (ekosistem alami), telah dikontrol WHO dan AIPI dengan tim peniliti ahli independen.

Akhir kata, saya dan kami sebagai peserta webinar nasional ICMI “Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Indonesia” diselenggarakan pada Jumat 24 November 2024, mengucapkan terima kasih yang tulus ke berbagai pihak, dan selamat buat Pokjakes MPP ICMI atas keberhasilannya dalam menyuguhkan materi seminar yang menarik, mencerahkan publik, dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama ditujukan kepada ibu Prof.Riri Fitri Sari, bpk Prof. Fachmi Idris, M.Kes, mantan Direktur Utama BPJS,  moderator yang piawai bpk.dr.Taifan Ihsan dkk. Juga terima kasih yang tulus buat para nara sumber yang hebat dan ahli dibidangnya yaitu ibu Prof.dr.Adi Utarini M.Sc, M.PH, Ph.D dan  Ketum PB IDI bpk Dr dr.M Adib Khumaidi.SpOT tentang public policy based on scientific pada bidang kesehatan masyarakat, sesuatu keharusan.

Mereka telah mencerahkan para peserta webinar nasional  yang diikuti partisipan yang sangat banyak lk 300 orang, tersebar di seluruh Indonesia, begitu antusiasnya masyarakat soal isu kesehatan yang satu ini. Bahkan ada peserta yang berasal dari Orwil ICMI luar negeri. Menurut moderator webinar, bpk dr Taufan, sebenarnya masih banyak lagi yang ingin bergabung, ikut webinar ini, akan tetapi kapasitasnya dibatasi kuota yang tersedia.

Sekali lagi selamat buat MPP ICMI, bidang VI (kesehatan) yang dikoordinasi oleh Waketum MPP ICMI ibu Prof.Riri Fitri Sari, yang saya amati salah satu bidang yang sangat aktif dan gigih menjalankan program-programnya yang  mencerahkan dan menyadarkan publik serta bermanfaat bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Akhir kata, saya pun sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga Allah SWT merahmati, memberkahinya dan menjadi ladang amal sholeh, insya Allah.

Demikian cacatan singkat Webinar nasional ICMI yang sukses dan sesungguhnya menarik bagi kita semua dan bermanfaat. Syukron barakallah. Save rakyat dan bangsa Indonesia dari penyakit menular demam berdarah. Jayalah ICMI kita.
Wassalam

=====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir.H Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Wasek Wankar MPP ICMI merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Pendiri dan Dosen Assosiate Prof Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Usai Seleksi Pelatda Tahap Dua, NPCI Lanjutkan Program Latihan Atlet

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Usai mengirimkan para atletnya ikut seleksi Pelatda tahap dua di Bandung belum lama ini, jajaran pengurus dan pelatih cabor yang ada di NPCI Kabupaten Bogor kembali melanjutkan program pembinaan dan latihan kepada para atletnya.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach mengatakan, saat ini para atlet binaan NPCI akan kembali melakukan latihan di Pakansari.

” Sambil menunggu pengumuman hasil seleksi pelatda tahap kedua, kami tetap minta semua atlet yang ikut seleksi tetap melakukan latihan seperti biasa,” ujar Misbach, Kamis, 30 November 2023

Hal itu, kata Misbach, karena semua atlet harus tetap menjaga performa sambil menunggu pengumuman seleksi tahap kedua.

Para atlet NPCI Kabupaten Bogor yang ikut seleksi tahap kedua belum lama ini di Bandung punya potensi besar untuk masuk dalam skuad atau Kontingen Jabar menuju Peparnas 2024 di Sumut .

” Saya yakin untuk Peparnas 2024 mendatang di Sumut, akan banyak atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor yang masuk Kontingen dan bisa memberikan prestasi emas bagi Jawa Barat,” pungkas Misbach.

(asep syahmid)

Capres Ganjar Pranowo Sambangi PWI Pusat: “Pers Harus Luruskan Informasi Yang Bengkok”

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menghadiri undangan PWI Pusat dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2024 dalam acara Dialog Capres-Cawapres dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Kedatangannya disambut langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Sayid Iskandar di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023). Ganjar Pranowo dan rombongan datang pukul jam 10.45 WIB.

Hadir juga jajaran petinggi PWI Pusat dan para pemimpin redaksi dari berbagai media massa.

Hendry Ch Bnagun mengatakan, PWI Pusat mengundang seluruh Capres dan Cawapres dalam rangkaian HPN 2024. Saat ini, capres Ganjar Pranowo yang pertama cepat tanggap merespon undangan PWI Pusat.

“Capres nomor tiga cepat tanggap, sehingga mendapatkan kesempatan yang pertama,” kata Hendry Ch Bangun di ruang utama PWI Pusat.

Di hari ketiga kampanyenya ini, Ganjar mengatakan, sangat senang mendapat kesempatan untuk bisa hadir bertemu dan berdialog langsung dengan PWI yang diisi oleh banyak wartawan senior dan junior. Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menyampaikan, peran pers sangat penting dalam menyampaikan informasi ke publik secara tepat dan benar.

“Saat ini saya membagi media menjadi dua kelompok. Media sosial dan media mainstream. Media sosial menginformasikan tanpa etika jurnalistik dan terpotong-potong sehingga informasi yang sampai menjadi bengkok. Media mainstream inilah yang harus meluruskan informasi yang bengkok itu kepada masyarakat dengan baik dan benar,” kata Ganjar Pranowo.

“Karena itu saya senang diundang kesini (PWI). Agar kedepannya informasi dapat disampaikan dengan utuh dan benar. Contoh saja, saya habis dari Papua, ternyata di sana ada gap informasi yang tidak tersampaikan. Anak muda di sana belum tahu siapa capres dan capares yang akan ikut pemilu 2024 dan bahkan belum tahu ada berapa kandidat. Saya sendiri mereka belum kenal. Inilah tugas media untuk bisa menyampaikan informasi secara menyeluruh sampai ke pelosok,” sambung capres pasangan dari cawapres Mahfud MD ini.

Ganjar Pranowo juga sepakat dengan pernyataan bahwa Pers saat ini sedang tidak baik-baik saja. Terutama dari sektor bisnis yang mengalami banyak perubahan dari media konvensional menuju media digital.

“Iya, memang saat ini Pers sedang tidak baik-baik saja. Satu dari sektor bisnisnya yang mengalami perubahan dari konvensional ke era digital. Inilah yang memang harus terus diperhatikan dan pemerintah perlu membantu pers agar bisa baik,” ungkapnya.

Ganjar Pranowo berharap PWI kedepan dapat terus melakukan pembenahan lebih baik lagi sesuai dengan bidangnya. Terutama meminimalisir perangkat desa atau orang yang berada dalam organisasi masyarakat (Ormas) menjadi wartawan.

“Saya mengalami ada perangkat desa atau ormas jadi wartawan. Lha ini motifnya apa? Saya mengadu ke siapa? Inilah nantinya yang kiranya akan bisa diperbaiki oleh PWI,” tandas Ganjar Pranowo.

** yev/rls

H. Sadiman Hadiahkan Mobil Ambulan untuk Warga Cianteun

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Bukan main girangnya 8 orang perwakilan warga asal tujuh RT dari pelosok perkampungan perkebunan teh Cianteun, Desa Purasari, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, manakala pada Rabu (29/11/2023) dihadiahi satu unit mobil mini bus AVV lengkap dengan tempat tidur dorongnya yang diperuntukan sebagai mobil ambulan warga Cianteun yang membutuhkan.

H. Sadiman mengatakan, bantuan ini sifatnya santunan saja dari Keluarga Sadiman yang terketuk hatinya melihat kondisi pelosok kampung yang ada di sekitar perkebunan teh Cianteun di Desa Purasari yang wilayahnya sangat luas.

“Dan lebih terketuknya lagi hati kami, begitu mengetahui apabila ada warga yang sakit yang akan dibawa ke rumah sakit di Cianteun, terpaksa harus menyewa kendaraan dengan biaya Rp500 ribu meski hanya mengantar ke RSUD Leuwiliang saja,” kata H. Sadiman kepada Jurnal Bogor, Rabu (29/11/2023).

Dengan sudah dihadiahinya warga Cianteun satu unit mobil AVV untuk ambulan warga di 4 dusun sambung H. Sadiman, diharapkan beban warga yang selama ini selalu harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa kendaraan guna mengantar warga yang sakit, kini sudah bisa teratasi.

“Bantuan ini juga sebagai bentuk permohonan doa kami kepada semua warga Cianteun, agar putra putri kami yakni M. Rizky dengan nomor urut 1 dari Partai Nasdem bisa lolos ke meja DPRD Provinsi, begitupun Santi Nur Sadiman dengan nomor urut 1 masih dari Partai Nasdem mohon doanya agar bisa lolos terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Herdi, warga Cianteun mewakili warga yang bermukim di 4 dusun di seputaran pelosok perkebunan Teh Cianteun tak kuasa menahan harunya saat menerima bantuan satu unit mobil AVV untuk keperluan ambulan warga.

“Kami warga Cianteun tak pernah bermimpi akan mendapatkan mobil semulus dan sebagus ini guna keperluan ambulan warga. Sebab selama ini jika ada warga yang sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, terpaksa mengeluarkan biaya sebesar Rp500 ribu untuk menyewa kendaraan. Untuk itu kami warga Cianteun mengucapkan terimakasih kepada keluarga Haji Sadiman,” pungkasnya.

(bayup)

Kades yang Juga Ketua TKSK Cibungbulang Prioritaskan Masalah Sosial

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor
Kepala Desa Cimanggu 2 Edi Sukarya yang masih menjabat sebagai Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cibungbulang, Rabu (29/11/2023), memberikan bantuan kursi roda kepada warganya bernama Titin (60) yang sakit lumpuh akibat stroke dan jantung.

Kata Jaro Edi, panggilan akrabnya, bantuan tersebut merupakan perhatian Pemdes Cimanggu 2 dalam rangka menerapkan program unggulan desa pada peningkatan kesejahteraan sosial masyarakatnya.

“Sebetulnya kursi roda untuk ibu Titin ini sifatnya hanya berupa bantuan pinjam pakai saja yang nantinya kursi roda tersebut dapat bergulir kepada warga lainnya yang membutuhkan,” kata Edi Sukarya kepada Jurnal Bogor, Rabu (29/11/2023).

Dalam beberapa bulan ini sambung Jaro Edi, Pemdes Cimanggu 2 sudah mampu membeli 3 kursi roda yang semuanya sedang digunakan oleh warga yang membutuhkan.

“Mengingat saya masih menjabat sebagai Ketua TKSK Cibungbulang, maka masalah kesejahteraan sosial sudah menjadi program unggulan di Desa Cimanggu 2,” beber Kades Edi yang mengaku masa jabatannya sebagai Ketua TKSK Cibungbulang akan berakhir pada pertengahan Desember 2023.

Selain itu tambah Kades, Desa Cimanggu 2 juga memiliki dua unit kendaraan utama, dimana satu unit kendaraannya dipakai untuk keperluan ambulan desa dan satu unitnya lagi untuk mobil Desa Siaga.

“Namun sampai saat ini kami masih hanya memilik satu sopir saja untuk pengoperasian mobil ambulan dengan gaji Rp 500 ribu/ bulan. Dan bagi warga yang sewaktu waktu membutuhkan,  bisa langsung menghubungi sopir desa dalam waktu 24 jam,” katanya. 

Kades menambahkan, sopir ambulan desanya juga sudah diberi bekal pengetahuan mengikuti pelatihan peningkatan Kapasitas Krew Ambulan dan sopir mobil Siaga Desa di kantor Kecamatan Cibungbulang, tujuannya agar sopir ambulan desa punya bekal pengetahuan dan keterampilan soal mobil dan soal kondisi warga yang sakit yang akan dibawa ke rumah sakit.

“Langkah ini dilakukan, sesuai dengan visi misi kades, yakni memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” tandasnya.

Ketua RT 4 Agus yang warganya bernama Titin mendapat bantuan pinjam pakai kursi roda menyatakan rasa syukur, karena kini program Pemdes Cimanggu 2 pimpinan Kades Edi Sukarya, banyak mengedepankan masalah kesejahteraan sosial kepada warganya.

“Kami dan warga hanya bisa mengucapkan terimakasih karena Desa Cimanggu 2 lebih mengutamakan masalah kesejahteraan sosial kepada warga,” pungkasnya.

Sementara dalam sepekan ini, Jaro Edi juga sudah membentuk PEKA alias Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga yang anggotanya terdiri dari para janda maupun yang perempuan yang masih ada suaminya yang nota bene sebagai tulang punggung pencari nafkah bagi keluarganya.

(bayup)

Calon Peserta Isbat Nikah Cibungbulang Terverifikasi 43 Pasangan

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor
Dari jumlah 50 pasangan suami istri yang mendaftar sebagai peserta isbat nikah pada 15 Desember mendatang, hasil proses verifikasi yang berlangsung Senin (27/11/2023) lalu, hanya 43 pasangan saja yang dinyatakan lolos, sedangkan 7 pasangan lainnya dinyatakan gugur.

Isbat nikah ini akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Cibungbulang bekerjasama dengan KUA dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Bogor.

Menurut Camat Cibungbulang Agung Surachman Ali, pasangan yang lolos verifikasi oleh pihak penyeleksi karena data dan berkas sudah lengkap.

Camat Agung menjelaskan, dimana sebelumnya yakni pada isbat nikah tahap 1, dari 150 jumlah pasangan yang mendaftar, namun hanya 78 pasangan saja yang terverifikasi. “Sebab mereka sudah memiliki kelengkapan admintrasi, data dan berkasnya,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Jadi lanjut Camat, apabila jumlah hasil isbat tahap pertama sebanyak 78 pasangan ditambah dengan 43 pasangan yang akan diisbat nikah pada 15 Desember nanti.

“Maka total jumlah pasangan suami istri di Cibungbulang yang sudah diisbat nikah, mencapai 121 pasangan. Hal ini menandatangan pasangan suami istri warga Cibungbulang yang belum memiliki akta nikah, sudah menyadari betapa pentingnya akta pernikahan untuk keluarga mereka,” jelasnya.

Selain itu tambah Camat, banyaknya calon peserta yang mendaftar isbat nikah ini juga menandakan program sosialisasi isbat nikah yang disampaikan oleh desa dan kecamatannya guna mencegah adanya pernikahan dibawah tangan, sudah disambut baik oleh warga masyarakatnya.

“Karena di setiap kesempatan waktu baik diacara pertemuan desa, maupun di acara pengajian bulanan di kecamatan, kami pemerintah kecamatan dan desa selalu mensosialisasikan betapa pentingnya nikah resmi di KUA yang nantinya para pasangan suami istri akan memiliki akta pernikahan dengan buku resmi pernikahannya. Bahkan sosialisasi nikah di KUA ini juga diberikan kepada calon pasangan muda agar tidak menikah dibawah tangan,” tegasnya.

Agar diketahui kata Camat, isbat nikah untuk tahap 2 kali ini, semua usia pasangan suami istri yang terdaftar, rata rata berumur 50 tahun ke atas yang merupakan pasangan lama.

“Program isbat nikah Cibungbulang yang kami laksanakan, bertujuan untuk mencegah tidak ada lagi pasangan suami istri di wilayah kami yang terkategori nikah siri dibawah tangan,” tukasnya.

Ijan dan Sarti, pasangan suami istri peserta isbat yang gagal diverifikasi, menyatakan akan kembali mempersiapkan berkas dan data untuk kembali mendaftar pada isbat nikah tahap 3, itu pun apabila Pemerintah Kecamatan Cibungbulang menyelenggarakannya lagi.

“Walau pun sekarang tidak lolos, namun Kami tetap akan mendaftar lagi pada penyelenggaraan isbat nikah selanjutnya,”pungkasnya.

(bayup)

Ada Apa Satpol PP Bertemu dengan PHRI Kabupaten Bogor?

0

Megamendung|Jurnal Bogor
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pertemuan dengan Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Rabu (29/11) di Hotel Gerbera.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam mengaku, pertemuan dengan PHRI Kabupaten Bogor ini untuk berkonsultasi terkait hotel, resort, restauran maupun bangunan penginapan lainnya yang keberadaannya dikomersilkan pemilik.

Menurutnya, selama ini Satpol PP tidak begitu mengetahui persis jumlah hotel, restauran serta bangunan komersil lainnya di wilayah Kabupaten Bogor yang masuk ataupun terdaftar kedalam PHRI.

“Makanya saya konsultasi kepada PHRI. Alhamdulillah para pengurus PHRI semua lengkap hadir dan membeberkan semua data yang kami inginkan,” ungkap Cecep.

Cecep mengungkapkan, berdasarkan data yang didapat dari pertemuan dengan para pengurus PHRI ini, bisa mempermudah pihaknya dalam melaksanakan penindakan terhadap bangunan-bangunan komersil yang selama ini tidak mengantongi perizinan.

 “Ya untuk sekarang kami tahu dulu saja bangunan komersil yang belum berizin dan tidak masuk PHRI,” paparnya.

Sementara, Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Juju Junaedi menjelaskan, pihaknya secara detail memberikan masukan dan data hotel serta restauran di Kabupaten Bogor yang masuk kedalam PHRI.

 “Intinya semua hotel dan restauran yang masuk PHRI secara legalitas sudah mengantongi perizinan,” jelasnya.

Adapun untuk hotel, restauran serta bangunan-bangunan komersil lainnya di Kabupaten Bogor yang keberadaannya tidak memiliki izin dari pemerintah, sudah dipastikan tidak masuk kedalam PHRI, baik itu yang ada di wilayah Puncak Cisarua, Megamendung dan Ciawi maupun wilayah Kabupaten Bogor barat, tengah, utara dan timur.

 “Karena dengan legalitas perizinan lengkap, kami para pengusaha hotel dan restauran ini bisa berkontribusi terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) melalui pajak hotel, restauran atau pariwisata,” tegas Juju.

Dalam pertemuan dengan ketua berserta para pengurus PHRI tersebut, Kepala Satpol PP, didampingi juga para Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala Seksi (Kasi) Satpol PP Kabupaten Bogor.

(dede suhendar)

Usai Buat Konten, Warga Rancabungur Tenggelam di Sungai Cianten

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Setelah membuat konten di Curug Cigamea Kampung Sukaresmi, Desa Karacak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, seorang wisatawan lokal tenggelam hingga ganti hari belum ditemukan.

Korban terbawa arus Sungai Cianten tersebut bernama US, warga Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur. Kejadian itu terjadi, Selasa (28/11/2023), pukul 16.00 Wib.

Tim gabung Basarnas hingga Rabu (29/11/2023) siang masih menyusuri sungai hingga ke beberapa titik.

Menurut warga sekitar, Rohidin, awalnya korban bersama dengan tiga temannya menyeberang sungai dan datang ke tempat tersebut tanpa ijin ke warga yang sedang memancing di lokasi. Sesaat sampai di Curug Muara korban sempat mengabadikan moment sekitar.

Setelah itu air Curug  Muara Cigamea dan Sungai Cianten mulai meluap dan diberitahu oleh pemancing untuk segera menyelamatkan diri. Salah satu temannya mendengar himbauan pemancing. Tetapi dua temanya itu terjebak di tengah sungai karena air sungai meluap dengan cepat.

“Dua orang terjebak di tengah sungai  setelah itu pemancing coba buat menolong mereka berdua hanyut terbawa arus, beruntungnya satu lagi ini berhasil selamatkan diri, tapi satu lagi ini belum ditemukan hingga saat ini,” katanya.

Warga lainnya yang enggan menyebut nama mengatakan, kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Terbaru pekan lalu seorang bocah tenggelam di area curug tersebut.

“Iya disini kejadiannya sering, terbaru minggu kemarin anak kecil meninggal di area kolam curug itu,” katanya.

Sementara, dari tim Basarnas, Faber menjelaskan, pencarian korban dilanjutkan pada pagi hari karena pada malam hari evakuasi tidak memungkinkan dengan kondisi yang terjal.

“Pencarian hari pertama korban terseret arus Sungai Cianten, timsar gabungan melakukan pergerakan dari Last Known Position (LKP) dengan menggunakan body rafting,” pungkasnya.

(andres)

Peringati HUT Korpri Ke-52, Inilah Pesan Bupati Bogor untuk ASN Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar peringatan Hari Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) ke-52 di Lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor. Dalam kesempatan itu, Bupati Bogor Iwan Setiawan mengapresiasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bogor.

Selain itu, juga ada beberapa kegiatan sosial seperti pembekalan pohon, pemberian santunan terhadap keluarga ASN yang meninggal dunia, pembagian doorprize dan umroh.

Bupati Bogor Iwan Setiawan dalam sambutannya meminta agar peringatan HUT Korpri ke-52 Tahun 2023 menjadi momentum agar seluruh ASN dan non ASN di Kabupaten Bogor lebih profesional, inovatif, adaftif, kolaboratif dan senantiasa mengikuti perkembangan zaman dan teknologi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.

“Hari ini merupakan hari lahir Korpri yang ke-52 untuk ASN yang ada diseluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Bogor. Banyak catatan yang harus digarisbawahi dan banyak pesan yang harus diatensi agar ASN lebih profesional. Saya meminta seluruh ASN dan non ASN di lingkup Kabupaten Bogor bisa melaksanakannya dengan optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Bogor menerangkan, seluruh ASN yang ada di Kabupaten Bogor harus mengikuti zaman dan perkembangan teknologi, agar layanan terhadap masyarakat lebih profesional. 

“Saya harap ASN di Kabupaten Bogor profesional, akuntabel dan transparan bisa dilaksanakan dengan baik, karena negara tambah aturan, makin ketat, masyarakat makin kritis apapun yang kita lakukan walaupun baik pasti ada kritik dan koreksi dari masyarakat,” ucapnya. 

Tak lupa dia mengingatkan bahwa ASN harus netral dalam Pemilu 2024. Dia menegaskan agar ASN tak bermain-main dengan sikap netral karena sudah ada aturan yang mewajibkan netralitas ASN.

“Netral ini jangan juga ada iseng dari para ASN baik telunjuk jari, atau mengarahkan statement di muka umum, atau di internal. Saya pastikan ini akan bocor kalau main-main. Makanya saya berharap ASN Kabupaten Bogor tidak boleh memperlihatkan ke khalayak umum seolah-olah dia ini partisan,” tegas dia.

Pada kesempatan itu, Iwan sekaligus berpamitan kepada para ASN. Sebab dalam waktu satu bulan ke depan, masa jabatannya sebagai Bupati Bogor akan berakhir.

Mungkin di tahun ini saya izin pamit buat seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar ASN Kabupaten Bogor. Saya secara pribadi mengucapkan izin pamit dan mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu sekalian, dan juga memohon maaf bilamana ada tingkah laku, kata ucap, yang dalam melaksanakan pekerjaan, ada sesuatu yang khilaf, lupa, di luar kendali, kami mohon maaf atas nama pribadi dan keluarga,” jelasnya.

(aga alamanda)