27.6 C
Bogor
Monday, October 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 371

Pengelolaan Dana Zakat yang Membebaskan

0

jurnalinspirasi.co.id – Dear uda Dr Yulianto, Ketua LBH ICMI Pusat, selamat dan sukses menyelenggarakan webinar, membahas topik pendayagunaan dana zakat. Saya berkeyaninan topik ini selain menarik, menantang dan juga tetap relevan dibicarakan karena sangat dibutuhkan dalam mengatasi berbagai problematika kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan kita.

Jujur kita berkata, akhir-akhir ini situasi dan kondisi masyarakat Indonesia, tidak baik-baik amat, energi kita habis terkuras memikirkan demokrasi politik Pilpres RI thn 2024 yang tak sehat, sakit adanya “kecurangan based terstruktur, sistamatis dan massif (TSM)”, daya saing negara-bangsa  kini pun masih lemah, pada posisi rendah yakni “middle income trap” dan angka kemiskinan rakyat Indonesia masih relatif tinggi, dengan ketimpangan sosial-ekonomi yang semakin menganga sehingga rakyatnya tak berdaya (social powerless).

AA (kiri) dengan Rektor IPB University Prof.Arif Satria di acara HA IPB.

Hal itu akibat regulasi dan public policy dari regim politik yang bias, tidak pro-rakyat, melainkan pro-oligarki. Kita yang waras, barangtentu akan terpanggil untuk melakukan pembebasan dari kondisi ketertindasannya (musta’afin).

Mohon maaf, saya tak bisa ikut webinar “Pendayagunaan Dana Zakat”, sebab bersamaan waktu kedatangan tamu para  sahabat di rumahku, mereka bertamu sejak dari pkl 17.00 hingga larut malam 22.30 wib Jumat kemarin, saking asyiknya sharing ide, ngobrol-ngaro ngidul, tentang pengembangan kualitas kader Insancita HMI untuk kemajuan umat dan bangsa serta tantangan Indonesia di era digital.

Tamu yang datang bersilaturahmi adalah Ketua HMI Cabang Bogor (add Farhan) dan Ketua Kohatinya (add Zahzah) dan wakilnya yang baru terpilih di Konpercab HMI Cabang Bogor ke 58 thn 2024,, serta hadir pula add.Dr.Ir Warcito MSi, Waket MPW ICMI Orwilsus Bgr bersama istrinya (mbak Dela).

Tadinya sudah siap mau ikut karena materinya sangat menarik. Saya ingin tahu, terobosan inovasi, pemikiran dan konsep.soal pemanfaatan dana zakat utk pemberdayaan masyarakat miskin, bodoh dan terbelakang serta tertindas (musta’afin).

Kita sangat paham, ajaran DinnulIslam, perhatian, pendampingan, pembelaan dan upaya pemberdayaan masyarakat dhuafah, fuqoro masakin, begitu banyak perintah Allah SWT kepada kaum mukmin yang beriman dan bertaqwa.

Semua firman Allah itu merupakan amal perbuatan mulia, amal sholeh yang sangat tinggi nilainya. Berzakat termasuk salah satu rukun iman dalam sistem ajaran Islam.

Berzakat, bersedaqoh dan berinfaq, adalah perintah Allah yg sepadan nilainya dengan ibadah sholat. Artinya belumlah beriman dan bertaqwa seseorang, dalam kehidupannya sehari-hari tidak menyisihkan hartanya untuk berbuat kebajikan, diantaranya memberi makan orang miskin.

Dan begitu banyak perintah Allah dalam kitab suci Al Quran, baik peringatan keras, berupa ancaman (neraka) bagi mereka yang abai dan lalai (fasif, dan permisif, bakhil) dalam menyisihkan sebagian hartanya utk penanggulangan kemiskinan, pemberantasan kebodohan dan keterbelakangan di masyarakat kita, melalui intrumen alokasi dana zakat, infaq dan sedekah serta wakaf (ziswa).

Orang-orang yang bakhil dalam mendistribusikan hartanya untuk kepentingan dakwah, pemberdayaan sosial kaum dhuafah, dan perbaikan insfrastruktur sosial spt rumah ibadah, prasarana pendidikan dan kesehatan, jalan umum dll, nanti orang-orang bakhil dalam distribusi harta tersebut, di kehidupan akhirat dalam keaadaan disiksa di neraka.

Hartanya yang kaya-raya dan melimpah yang dimilikinya di dunia, akan dikalungkan kelehernya, dan keningnya disterika dengan besi yang panas. Demikian itu salah satu ungkapan-bahasa firman Allah dalam Al Quran, dari sekian banyak peringatan berupa ancaman kepada kita manusia yang pelit dan bakhil.

Sebaliknya Allah SWT juga memberikan khabar gembira dan insentif bagi mereka yang gemar berziswa dalam kehidupannya di masyarakat, bahwa hartanya akan bertambah-tambah berkali lipat, dari satu butir, bercabang menjadi 7, kemudian dari 7 beranting “100” artinya harta kita yang gemar berziswa memperoleh “700” sehingga kekayaan material yang dinikmati halalan-toyiban dan barokallah.

Jadi begitu rahman dan rahimnya Allah SWT kepada kita manusia yang gemar berziswa di masyarakat, untuk membantu dan menolong kehidupan kaum dhuafah yang serba terbatas, agar bisa keluar dari jeratan dan perangkap kemiskinan, kebodohan dan keterlebakangan akibat ketertindasannya problem struktural.

Bagaimana strategi, taktis dan pendekatan pendayagunaan dana Ziswa, yang telah terkumpul dari ummat Islam Indonesia, perlu terus dilakukan kajian-kajian pengembangan dan monev oleh MPP ICMI, cq LBH ICMI, sudah sejauhmana pengelolaan dana Ziswa tersebut berdampak positif terhadap pemberantasan kemiskinan di negeri ini.

Bagaimana pula kita mampu menyadarkan kaum kaya (aghnia) di Indonesia yang jumlah populasinya begitu besar, agar mereka sadar  berziswa dan peduli dengan kehidupan kaum dhuafah, yang juga kian banyak jumlahnya, akibat ketimpangan dan ketidakadilan sosial dalam pengelolaan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan (sdal) sejaj lama hingga kini.

Ketimpangan sosial masyarakat miskin dan kaya sangat tinggi ditinjau indeks gini ratio berkisar 0.38 sd 0.42. Juga kepemilikan asset-asset publik semakin bergeser ke kepemilikan private melalui perbuatan jahat dan melawan hukum, yang dikenal korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang merusak keharmonisan sosial dan berpotensi terjadinya konflik sosial horizontal dan vertikal. Jika dibiarkan akan menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial yang bermuara pada terjadinya disintegrasi bangsa, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Proses modernisasi pembangunan di Indonesia, telah menimbulkan gejala sosial ekonomi penumpukana atau konsentrasi harta dan kekayaan (asset) pada segelintir orang.  Padahal SDAL tersebut adalah asset publik yang merupkan sumber kemakmuran rakyat (baca pasal 33 UUD 1945), kini asset publik yang harusnya dikuasai negara, sekarang menjadi asset private atau coorporasi, karena regulasi dan publik policy pro pemilik modal besar (oligarki) dan konglomerasi.

Pola relasi penguasa (the ruling party) dengan segelintir oligarki yang berbasis KKN, menyebabkan

keadaan kehidupan menjadi timpang. Kita kaum cendekiawan muslim Indonesia yang terhimpun di ICMI, harus berpikir keras dan kita mampu mencarikan berbagai solusi yang bersifat gradual-rasional based saintifik, bukan revolusioner-emosional, dalam memecahkan problem struktural akut tersebut.

Jadi menurut saya fokus atau konsentrasi kajian LBH ICMI dalam persoalan dana zakat (ziswa) bukan sekedar membahas persoalan distribusi untuk kaum dhuafah misalnya dana beasiswa dan asuransi kesehatan keluarga miskin, dll, akan tetapi lebih luas lagi dari pada itu, harus dan wajib kita melakukan pembebasan dari kemiskinan, ketertinggalan dan ketertindasan. 

Bagaimana solusinya menjembatani (breadging) pola dan gaya hidup.orang kaya (aghnia) vs fuqoro-masakin yang menimbulkan berkecenderungan terjadi polarisasi sosial, bisa direduksi sekecil mungkin, dan dihambat proses ketimpangan itu oleh sistem kelembagaan dan organisasi Ziswa (LAZ) yang tepat, agar masyarakat dan bangsa Indonesia tetap terpelihara integrasi sosial dan integrasi bangsa, hidup rukun dan damai atas landasan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah) dan ummatan washatoniyah.

Oleh karena itu, berbagai kajian untuk menelaaah persoalan pengelolaan dana Ziswa dalam kontek pengembangan kinerja sistem kelembagaan dan organisasi Ziswa (LAZ atau Lazis) yang telah berkembang begitu pesat di seluruh Indonesia, harus dilakukan monitoring dan evaluasi secara jujur, objektif-ilmiah, terukur dan terarah sesuai aqidah dan syariah Islam.

Kita menyadari bahwa kondisi masyarakat Indonesia saat ini dibawa kuasa regim mas Joko, banyak para ilmuwan berpendapat “kondisi tidak baik-baik amat”, artinya carut marut praktik hukum dan kondisi sosial-ekonomi ditinjau dari sejumlah indeks indikator kemajuan, angkanya buruk dan memburuk, terutama ketimpangan sosial sebagaimana saya kemukakan, juga indeks kemiskinan, pengangguran, rasio anak tengkes kurang gizi(stunting), harga sembako kebutuhan Rakyat mahal, anterian penduduk untuk mendapatkan beras terjadi dan panjang, dll, sangat memprihatinkan dan menghawatirkan kita semua. 

Dalam kontek tersebut, peran dan fungsi LBH ICMI mengkaji permasalahan pengelolan dana Ziswa yang efisien dan efektif yang “membebaskan” menjadi penting, masih sangat relevan,dan sangat strategis dalam membantu Pemerintah RI dalam upaya peningkatan kesejahteraan, dan kemakmuran Rakyat dan bangsa yang berkeadilan (social well being, prosperity and social equity).

Harapan kita semua, agar pendayagunaan dana zakat bisa mensejahteraan kehidupan masyarakat Indonesia yang notabenenya mayoritas muslim, yang insyaAllah mereka taat beribadah dalam menjalankan syariah Islamiyah, dan mereka membutuhkan pencerahan (bukan pengawetan) oleh kaum terpelajar dan terdidik yang ada di negeri ini, sehingga partisipsi berZiswanya meningkat.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya, semoga Allah SWT selalu memberkahi kehidupan kita baik di dunia dan akhirats, kita hendaknya berada pada golongan kanan di surgajannatunaim, dengan muka berseri-seri, penuh kedamaian, Aamiin
Wassalam

====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir H Apendi Arsyad, M.Si
(Salah seorang Pendiri ICMI di Malang thn 1990, Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Pegiat dan Pemerhati serta Kritikus Sosial dalam sejumlah tulisan di media sosial)

Indonesia Segera Kirim Bantuan ke Gaza Lewat Udara

0

jurnalinspirasi.co.id – Presiden Joko Widodo memulai kunjungan kerjanya di Jawa Timur pada Jumat (08/03/2024) dengan mengunjungi Pangkalan TNI AU Iswahjudi di Kabupaten Magetan untuk meninjau alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Presiden Joko Widodo

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo untuk melihat kesiapan tiga pesawat tempur TNI AU, termasuk dua pesawat F-16 dan satu pesawat T-50.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah Indonesia akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Gaza. Bantuan tersebut akan disalurkan menggunakan pesawat Hercules melalui jalur udara.

“Kita tadi melihat peragaan ngedrop bantuan yang akan kita segera lakukan di Gaza karena Indonesia merupakan salah satu negara yang diberi kesempatan untuk bisa memberikan bantuan ke Gaza, ke rakyat Palestina dengan lewat udara karena lewat darat sudah sulit,” ujar Kepala Negara RI, Joko Widodo, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (09/03/2024).

Dalam simulasi tersebut, sejumlah pesawat Hercules dan helikopter melakukan aksi melepas heli box dari ketinggian tertentu.

“Tadi kita coba terlebih dahulu kira-kira akan seperti apa dengan menggunakan pesawat Hercules dan ini akan segera kita bawa bantuan ke Gaza dan di-drop dari udara dengan pesawat Hercules kita. Tadi sudah disimulasi dan saya melihat hasilnya baik,” jelas Presiden RI.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo menyatakan bahwa tindakan dropping tersebut dapat dilaksanakan baik dalam konteks operasi perang maupun di luar kondisi perang.

“Kami melaksanakan kegiatan dropping ini bisa digunakan operasi perang maupun operasi militer selain perang,” ujar KSAU, Marsekal Fadjar Prasetyo.

Pemerintah Indonesia terus berkomitmen dalam memberikan bantuan kepada warga Palestina, dengan harapan dapat membantu meringankan penderitaan yang dialami oleh penduduk di Gaza.

(lia puspitasari/mg-uik)

Mengatasi Self-Harm: Langkah-Langkah Menuju Kesembuhan Mental

0

jurnalinspirasi.co.id – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengatasi self-harm sebagai bentuk permintaan bantuan dalam menghadapi masalah kesehatan mental.

Dilansir dari Kemenkes, Sabtu (9/3/2024),  self-harm atau menyakiti diri sendiri secara sengaja dapat menjadi tanda ketidakmampuan dalam mengatasi tekanan atau kesulitan emosional.

Self-harm dapat termanifestasi dalam berbagai cara, seperti melukai diri sendiri dengan benda tajam, memukul diri, atau bahkan melalui ketergantungan pada aktivitas yang merugikan diri sendiri, seperti bermain game atau mengonsumsi narkoba.

Untuk mencegah self-harm, penting untuk mengenali pemicunya dan mencari kegiatan atau aktivitas positif yang dapat membantu menenangkan pikiran dan perasaan yang tidak nyaman. Ini bisa termasuk olahraga, menulis jurnal, atau berbicara dengan orang yang dekat.

Jika terjadi keinginan untuk melakukan self-harm, sangat penting untuk tenang dan mencari bantuan dari orang terdekat atau tenaga profesional kesehatan jiwa. Konsultasi dengan profesional kesehatan jiwa adalah langkah penting dalam mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi layanan kesehatan jiwa Kemenkes melalui D’patens24, layanan hotline 24 jam yang dapat diakses melalui WhatsApp atau telepon. Ini adalah langkah penting dalam memberikan dukungan psikososial dan bantuan bagi individu yang membutuhkannya.

Kemenkes mengingatkan bahwa self-harm adalah sebuah panggilan bantuan. Dengan mendukung satu sama lain dan mencari bantuan dari profesional kesehatan jiwa, kita dapat membantu individu yang mengalami kesulitan emosional dan mencegah terjadinya tindakan yang merugikan diri sendiri.

(ocha lubianti/mg-uik)

KPI Girls Talk Urai Problematika Umat Saat Ini dan Peran Pemuda Dalam Islam

0

jurnalinspirasi.co.id – Untuk menjalankan program keputrian mingguan, pengurus KPI GIrls Talk (KGT) mengisi kegiatan dengan muhadhoroh di lantai 4 Fakultas Agama Islam, UIKA Bogor, Jumat (8/3/2024).

KPI Girls Talk merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Jumat pukul 11.30 – 13 00 oleh mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIKA Bogor.

Dalam agenda muhadhoroh, tema yang diambil bertajuk Problematika Umat Saat Ini dan Peran Pemuda Dalam Islam. Materi diisi oleh Jahidah Farhati, Lc, alumni berprestasi Universitas Al Azhar, Kairo.

Dalam penyampaian materi, narasumber mengawali materi dengan sejarah keterlibatan pemuda dalam cerita Ashabul Kahfi, peristiwa Rengasdengklok, dan tampuk kepemimpinan yang dipegang oleh Usamah bin Zaid.

“Ashabul Kahfi, mereka adalah sekelompok pemuda yang berani melawan kediktatoran dan kezhaliman pemerintah. Pada peristiwa Rengasdengklok, kalau pemuda tidak menculik Soekarno pada saat itu maka Indonesia tidak akan merdeka pada 17 Agustus 1945, dan Pada perang mut’ah melawan Romawi, kala itu Usamah bin Zaid menjadi panglima perang di usianya yang ke-18 tahun”

Lebih lanjut, Jahidah membahas karakteristik pemuda muslim, keadaan umat hari ini, serta pemuda sebagai agen perubahan.

“Pemuda harus memiliki 3 karakteristik, yaitu daya kritis yang baik, keyakinan tauhid yang kuat, dan tubuh yang sehat dan kuat. Keadaan muslim hari ini Ghazwul fikri di kalangan pemuda, degradasi moral, hilangnya norma dan etika ketimuran, salah menentukan idola atau role model utama. Dan pemuda sebagai agent of change yang harus dilakukan adalah set up your mind, pandai memilih circle, memulai dari diri sendiri, memulai dari hal kecil, memulai dari sekarang, dan senantiasa memohon taufik kepada Allah,” jelasnya.

Kegiatan muhadhoroh berjalan lancar, dan ditutup dengan Cucurak bersama menyambut bulan suci Ramadhan.

(maria ulfah/mg-uik)

Agendakan Sanlat, Himpunan Pemuda Sukaraja Sambut Ramadhan dengan Penuh Gembira

0

jurnalinspirasi.co.id – Himpunan Pemuda Sukaraja (HPS) Desa Cikeas, Sukaraja, Kabupaten Bogor mengadakan rapat bulanan untuk kegiatan di bulan Ramadhan dan setelah Lebaran. Rapat HPS dikemas ‘Cucurak’ yaitu makan bersama sebelum bulan puasa, Jumat (8/3/2024) malam.

HPS merupakan organisasi yang mewadahi dan mendukung segala jenis kegiatan yang bersifat positif di lingkungan wilayah RW 05, Desa Cikeas. HPS sudah terbentuk sejak 20 September 1987 dan sudah menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan, mulai dari kegiatan olahraga, seni, keagamaan dan kegiatan sosial yang ada di dalam atau luar lingkungan masyarakat RW 05.

Rapat bulanan dibuka Badan Pengurus Harian (BPH) Andri Syaprudin, dibanjut dengan sambutan dari ketua Himpunan Pemuda Sukaraja Aditya Saputra, mengenai arahan – arahan pelaksanaan kegiatan bulan suci Ramadhan.

Sementara pembahasan inti mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan pada Ramadhan, yaitu kegiatan Sanlat Ramadhan, kegiatan belajar mengajar bersama Pemuda Sukaraja dan anak – anak  usia 9 – 14 Tahun, dengan materi menarik seputar Tajwid, Aqidah Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Islam. 

Kegiatan dilaksanakan sebelum akhir bulan Ramadhan pada 27 – 31 Maret 2024 di Masjid Ta’lim Tanwirul Azhan RT 02/05 dengan tema Jadikan Ramadhanmu sebagai Ramadhan terbaik, dengan mengikuti kegiatan – kegiatan bermanfaat. Yuk, Sanlat bareng Pemuda Sukaraja.

Kegiatan setelah Lebaran dibahas yaitu HPS Gathering 2024, kegiatan tahunan dengan mengajak seluruh warga Sukaraja untuk jalan – jalan ke Pantai Anyer guna mengeratkan tali silaturahmi pada Sabtu, 4 Mei 2024 mendatang dengan Harga Tiket Masuk (HTM) 150 sudah termasuk transport, snack dan tiket masuk pantai, serta ada hadiah sepeda dan hadiah lainnya.

(fitri aulia lestari/mg-uik)

Program Masjid Muslim Billionaire Beri Manfaat Berjuta Umat

0

jurnalinspirasi.co.id – Masjid Muslim Billionaire telah merealisasikan manfaat sebanyak 6 program pada Februari 2024.

Dilansir dari Feed Instagramnya, Minggu (9/3/2024), Masjid Muslim Billionaire, sebuah Masjid Cinangneng, Tenjolaya, Kabupaten Bogor yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat, dengan menciptakan program yang tepat guna.

Dengan visi “Menjadi Masjid Multi – Manfaat Dambaan Ummat – Masjid Destinasi Solusi” dengan misi “ Menjadi Masjid Destinasi Ummat, Menyediakan makan 3x sehari untuk jamaah masjid MB, dan Menjadi Pusat Pendidikan Islam bagi Jamaah masjid MB.

Dikutip dari website Pondok CEO – Masjid Muslim Billionaire, Program Baitul Mal yang terealisasikan pada Februari 2024 menjelang Ramadhan adalah sebagai berikut:

1. Pasar Bahagia “Belanja Pakai Do’a di Masjid Muslim Billonaire” agenda rutinan di hari Sabtu, dimulai dari jam 03:30 subuh, jamaah telah berdatangan ke  Masjid Muslim Billonaire, dilanjut dengan sholat subuh, kajian subuh bahagia, dzikir pagi, ODOJ (One Day One Juz), sarapan pagi, dan dilanjut dengan berbelanja di lpak Pasar Bahagia dengan jumlah penerima manfaat 1.609 orang.

2. Gerakan Gizi Santri, yang pada Februari 2024 bertambah jumlah pondok yang menjadi penerima manfaat dari program ini.

“Saat ini ada 19 pondok dengan jumlah 926 santri yang menjadi penerima paket terbaik Gerakan Gizi Santri untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Semoga semakin banyak santri yang yang terbahagiakan dengan adanya paket Gerakan Gizi Santri menjadi wasilah terkabulkannya hajat Ayah, Bunda, Abang, Kaka dan Keluarga,” pesan Admin Grub MIM Muslim Billionaire.

3. Fastival Yatim Bahagia dengan jumlah penerima manfaat 40 Orang

4. Makan Bersama Box (MB Box) kegiatan ini direalisasikan 2 pekan sekali kepada masjid dan masyarkat sekitar Cinangneng, dengan jumlah penerima manfaat 400 Orang.

5. Majelis Botram  dengan jumlah penerima manfaat 1. 364 Orang

6. Majelis Bahagia kegiatan buka bersama geratis, sholat berjamaah dan pengajian dengan tema yang berbeda – beda setiap minggunya, dilaksanakan satu minggu sekali di hari Kamis, di Masjid Al Mutaqin Tegal Gundil, Bogor Utara. Dengan jumlah penerima manfaat 1. 158 orang.

Program dengan berjuta manfaat yang harus terus dilaksanakan untuk umat agar terus terasa kebermanfaatan dan keberkahannya.

(fitri aulia lestari/mg-uik)

Tingkatkan Kualitas ASN, Kementan Siap Jadi Assessment Center

0

jurnalinspirasi.co.id – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus berkomitmen mencetak ASN yang profesional dan berkualitas. Salah satunya melakukan penilaian kompetensi bagi ASN (Assessment Center).

Sebagai informasi, Indeks Profesionalitas ASN/Kualitas ASN diukur dari kualifikasi pendidikan, kompetensi, kinerja dan kedisiplinan.

Berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 tentang Pembinaan Penyelenggaraan Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil, Assessment Center didefinisikan sebagai metode terstandar yang dilakukan untuk mengukur kompetensi dan prediksi keberhasilan pegawai dalam suatu jabatan dengan menggunakan beberapa alat ukur atau simulasi berdasarkan kompetensi jabatan, dan dilakukan oleh beberapa orang assessor.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya ASN yang profesional.

“Jadilah ASN profesional yang memiliki kompetensi sesuai dengan profesi yang ditekuni, mempunyai pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi, dan atribut lain yang diperlukan agar dapat berhasil dalam pekerjaannya”, sebut dedi.

Penyelenggaraan assesment center merupakan tugas pokok dan fungsi baru Balai Besar Pelatihan dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) sebagai Unit Kerja di bawah BPPSDMP berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 279 Tahun 2023.

Sebagai lembaga assessment center, tentunya BBPMKP perlu mendapatkan pengakuan status kelayakan (Akreditasi). Karenanya, sebagai langkah awal proses tersebut dilakukan pertemuan pembinaan penyelenggara penilaian kompetensi ASN lingkup Kementerian Pertanian, Kamis (07/03/2024). Pertemuan dihadiri beberapa pihak terkait, termasuk Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai instansi pembina kepegawaian.

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah saat membuka pertemuan menjelaskan bahwa BPPSDMP akan berupaya mempersiapkan penugasan yang terstruktur guna mendukung pelaksanaan tupoksi baru BBPMKP tersebut. Ia juga mengharapkan penjelasan dan arahan dari BKN terkait persiapan akreditasi assessment center.

“Arahan serta penjelasan mengenai komponen penyelenggaraan ujikom dan penilaian kompetensi ini sangat kami butuhkan beserta unsur – unsur apa saja yang perlu dipersiapkan, serta faktor – faktor apa yang dapat mendukung/mendongkrak penilaian kompetensi dalam rangka mencapai akreditasi A” jelas Munifah.

Sementara itu, Kepala BBPMKP, Yusral Tahir mengatakan pertemuan tersebut merupakan langkah awal persiapan pelaksanaan akreditasi BBPMKP sebagai lembaga penyelenggara penilaian kompetensi ASN. Ia pun berharap dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak.

“Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak dalam persiapan pelaksanaan akreditasi ini, terutama dari BPPSDMP, yaitu dukungan berupa Sarana dan Prasarana yang akan sangat membantu pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan Assessment Center serta dukungan pendampingan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dalam hal ini sebagai Pembina Kepegawaian”, ungkap Yusral.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, Bajoe Loedi Hargono mengharapkan Setiap instansi memiliki manajemen talenta terkait dengan pengembangan ASN.

“BKN berharap bahwa disetiap Kementerian/Lembaga (K/L) memiliki unit penilaian kompetensi (Assessment Center)”

Sebelum proses penilaian Akreditasi, BKN akan melakukan pendampingan terlebih dahulu dalam dua periode yaitu periode bulan Januari s.d Juni dan periode Bulan Juli s.d Desember. Pemenuhan persyaratan terkait komponen-komponen penilaian merupakan poin penting untuk mendapatkan nilai tertinggi akreditasi.

(bbpmkp)

Ribuan Mahasiswa Baru UIKA Bogor 90% Dinyatakan Lulus Tes B2QI

0

jurnalinspirasi.co.id – Program bina baca Qur’an intensif (B2QI) tahun ajaran 2023/2024 dilaksanakan di Masjid Al-Hijri 2 yang diikuti seluruh mahasiswa baru Universitas Ibn Khaldun Bogor pada 7 Maret 2024.

Kegiatan ini untuk membangun para mahasiswa UIKA mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan tartil.

Penutupan B2QI ini berlangsung dengan lancar dan khidmat dengan kedatangan Guru Besar juga Direktur Sekolah Pascasarjana yaitu Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin, MS. dan Rektor UIKA Prof. Dr. H. E Mujahidin, M.Si sebagai pengisi tausiah kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bagi tutor terpilih.

Prof. Dr. H. E Mujahidin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dosen dan tutor atas keberlangsungan program B2QI ini.

“Semoga para tutor dapat mengambil manfaat  dan terus menjadi orang yang bermanfaat di masing-masing levelnya yang mampu menciptakan generasi Qurani,” tuturnya dalam sambutan.

Acara selanjutnya adalah sambutan yang disampaikan oleh H. Nirwan Syafrin Ph.D selaku ketua MKU.

“Tahun ini adalah mahasiswa baru UIKA yang paling terbanyak dari  tahun sebelumnya hingga berjumlah 1325 orang. Dari ribuan mahasiswa tersebut 90% mahasiswa dinyatakan lulus tes dalam membaca Al-Quran dengan baik,tartil dan sesuai kriteria, dan 10% mahasiswa yang tidak lulus tes dinyatakan mengulang di tahun yang akan datang. Sertifikasi B2QI ini sangat berpengaruh menjadi salah satu persyaratan bukti selesai studinya dan akan diwisuda,” kata dia.

Sementara Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin, MS. memberikan tausiah singkat dan nasihat bagi para audiens yaitu orang yang selalu sibuk bekerja, namun mereka yang senantiasa beribadah maknanya kita harus seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat.

Menurutnya, ada 3 kunci sukses seorang yaitu Al-Qur’an sebagai pedoman umat Muslim, Al-Bayan adalah kemampuan seseorang dalam berbicara dan berfikir serta Al-Qaul maknanya perkataan atau sarana prasarana dalam menyampaikan Al-Qur’an.

Diakhir acara dilanjutkan dengan penyematan simbolis kepada  tutor terpilih, lalu ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Samsul Basri , M.E.I dengan khusyu dan khidmat.

(salma fauziah/mg-uik)

Pedagang Pasar Bogor dan Sukasari Tolak Relokasi

0

jurnalinspirasi.co.id – Para pedagang di Pasar Bogor dan Sukasari menyatukan suara mereka dalam aksi menolak keras rencana relokasi yang diusulkan pihak berwenang, Jumat (8/3/2024). Mereka menilai langkah tersebut dapat mengancam keberlangsungan usaha mereka di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.

Dilansir dari Akun Instagram infobogor, Sabtu (9/3/24), unjuk rasa yang dipimpin oleh perwakilan pedagang, mereka menegaskan bahwa kebijakan relokasi yang diusulkan tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan para pelaku usaha lokal.

Pasar yang telah menjadi pusat ekonomi masyarakat setempat dianggap sebagai tulang punggung perekonomian, dan para pedagang merasa bahwa kebijakan tersebut dapat merugikan keberlanjutan usaha mereka.

Pada konferensi pers, juru bicara aksi menolak relokasi tersebut menyatakan, “Kami memahami perlunya kebijakan yang memperhatikan aspek kesehatan, namun kami juga perlu dipertimbangkan sebagai bagian integral dari ekosistem ekonomi lokal. Relokasi yang diusulkan seolah-olah mengesampingkan peran kami dalam menjaga keberlanjutan perekonomian di tingkat komunitas.”

Aksi ini mendapat dukungan luas dari warga setempat, dan masyarakat turut berpartisipasi dalam unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas terhadap pedagang Pasar Bogor dan Sukasari. Para demonstran menyerukan agar pemerintah lebih memperhatikan aspirasi masyarakat dalam merancang kebijakan yang dapat memberikan keseimbangan antara aspek kesehatan dan ekonomi.

Pemerintah Kota Bogor belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi ini, namun para pedagang berharap bahwa suara mereka dapat didengar dan menjadi pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan terkait relokasi kebijakan di masa mendatang.

(miftahul jannah/mg-uik)

Mengawal Pemilu, Petugas Ini Mengaku Bangga Terlibat

0

jurnalinspirasi.co.id – Rasa bangga terpancar dari wajah Taryat Hidayat, salah satu tim siaga PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya yang bertugas menjaga kelistrikan di GOR Jakarta Islamic School PKP Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Taryat berdebar dan semangat setiap kali ia mendapat giliran piket siaga.

“Pemilu kan jadi trending topic dan 5 tahun sekali, pas saya terlibat langsung itu rasanya deg-degan dan seneng karena belum tentu orang lain bisa seperti saya yang terlibat mengawal langsung,” kata Taryat.

Saat proses rekapitulasi, PLN siaga di lokasi dengan sistem shift. Dalam sehari terdapat 2 shift petugas untuk menjaga keandalan listrik di lokasi rekapitulasi. Taryat menceritakan ia dan rekan-rekan PLN bersiaga di gardu distribusi dimana rekapitulasi dilaksanakan.

Seperti yang sedang terjadwal saat ini yaitu rekapitulasi tingkat kecamatan, maka ia dan rekannya bersiaga di GOR. Sebanyak 60 lokasi rekapitulasi tingkat kecamatan yang berada di wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya juga ditempatkan petugas siaga di lokasi.

Tidak hanya GOR, lokasi rekapitulasi berada di Kantor Kecamatan atau tempat lain yang ditunjuk di tiap kecamatan. Taryat dan seluruh tim PLN UID Jakarta Raya telah mempersiapkan kelistrikan Pemilu sejak tahun lalu. Berbagai skenario telah disiapkan untuk memperkuat sistem kelistrikan di lokasi vital Pemilu 2024.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Lasiran mengatakan bahwa PLN bukan hanya menjaga keandalan listrik tetapi juga ikut andil dalam suksesnya pesta demokrasi di Indonesia.

“Jadi kita sama dengan petugas Pemilu, kalo mereka rekapitulasi di dalam maka PLN siaga di gardu listriknya untuk memastikan listriknya andal selama tahap rekapitulasi,” tambah Lasiran. Taryat adalah seorang diantara 2.148 personel siaga kelistrikan dari PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya yang ikut andil dalam mengawal Pemilu 2024.

“Usaha dan doa telah kami upayakan, semoga listrik Pemilu selalu lancar. Kami juga berdoa semoga seluruh yang terlibat Pemilu 2024 di Indonesia ini diberikan kesehatan dan Pemilu berjalan suskses,” kata Taryat.

PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya
Salah satu unit di bawah PT PLN (Persero) yang menjalankan fungsi pendistribusian listrik sampai ke pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik.

Mengimplementasikan aspirasi tersebut uyang dengan tetap mendukung program Pemprov DKI Jakarta, PLN UID Jakarta Raya melengkapi dengan Jakarta Smart Electricity (JSE) 3.0 dengan 6 pilar yaitu Smart Services, Smart Business, Smart Infrastructure, Smart Living, Smart Mobility, dan Smart Sustainibility. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore.

(yev/r)