29.5 C
Bogor
Tuesday, July 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 345

Kades Ciherang Geram, Jalan Ciherang Terkesan Dianaktirikan

0

jurnalinspirasi.co.id – Kepala Desa Ciherang Suherwin geram ke Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Musabab, ruas Jalan Ciherang sampai Kelapa Tujuh hanya dilakukan pemeliharaan bukan peningkatan.

“Saya kecewa didata Musrembang Kecamatan Dramaga untuk ruas Jalan Ciherang hanya dilakukan pemeliharaan bukan ditingkatkan. Kalau dilakukan pemeliharaan mubazir anggaran karena jalan cepat rusak,” keluh Suherwin saat menghadiri Musrembang Kecamatan Dramaga, Senin (4/3/2024)

Suherwin mengungkapkan kondisi Jalan Ciherang sudah sangat mengkhawatirkan. Ketika hujan deras jalan berlubang, dan ketika musim kemarau jalan berdebu.

Dia tidak hanya berdiam diri untuk mengusulkan jalan Ciherang lewat Musrembang Kecamatan atau pihak menyampaikan langsung ke UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas. Namun, hingga kini keinginan masyarakat Ciherang agar jalan milik kabupaten tersebut diperbaiki tak kunjung direalisasikan juga.

“Kalau hanya diperbaiki Jalan cepat rusak. Perbaikan Jalan tidak efektif yang diperlukan yakni peningkatan jalan,” pintanya.

Menanggapi persoalan Jalan Ciherang yang hanya diperbaiki, Camat Dramaga Atep Sumarno mengaku bakal memprioritaskan ruas Jalan Ciherang yang kondisinya rusak dan berlubang agar cepat dibanggun oleh Pemerintah Daerah.

Tidak hanya jalan Ciherang, pihaknya juga mengawal agar ruas Jalan Cikarawang di Desa Cikarawang juga ditingkatkan. Sebab, kedua jalan tersebut kondisi rusak dan perlu adanya penanganan.

“Kita komitmen mengawal keinginan dan kebutuhan masyarakat Ciherang agar jalan tersebut cepat dibangun  dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Atep, mantan Sekcam Tenjolaya ini.

Atep mengungkapkan sesuai dengan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD) Kecamatan Dramaga tahun  2025 dengan pagu anggaran sekitar Rp 16 miliar skala prioritasnya masih didominasi bidang infrastruktur.

Termasuk diantaranya, usulan pengandaan lahan untuk SMPN 3 Dramaga, usulan pengadaan lahan untuk Puskesmas Purwasari. Kedua usulan tersebut merupakan PR musrembang tahun lalu dan diharapkan bisa teralisasikan di tahun sekarang.

“Musrenbang Kecamatan Dramaga tahun 2025, Kecamatan Dramaga memiliki pagu anggaran sekitar Rp 16 miliar.  Kita berharap tidak ada lagi PR, semua usulan bisa teralisasikan semua,” tukasnya.

(arip ekon)

Dari Bogor, Ibu Negara Ajak Tanam Cabai Serentak se-Indonesia

0

jurnalinspirasi.co.id – Ibu Negara Iriana Joko Widodo memulai Gerakan Tanam Cabai Nasional di Alun-Alun Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (4/3/24).

Bersama Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang juga Istri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Wury Estu Handayani, Ibu Negara menyerahkan sekitar 1.000 bibit cabai sebagai upaya pengendalian inflasi daerah.

Iriana Joko Widodo berpose bersama PKK Kabupaten Bogor

Iriana dan Wury hadir ditemani Ibu Ketua Umum Tim Penggerak PKK Ibu Tri Tito Karnavian juga jajaran istri menteri Kabinet Indonesia Maju, salah satunya Annisa Pohan yang merupakan istri Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga Penjabat Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Siti Chomzah serta jajaran anggota pengurus PKK Kabupaten Bogor.

Kabupaten Bogor sendiri terpilih sebagai tuan rumah kegiatan Gerakan Tanam Cabai serentak di seluruh Indonesia, dan Gerakan Tanam Cabai juga dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52. Pemkab Bogor pun sukses menyelenggarakan perhelatan Gerakan Tanam Cabai tingkat Nasional.

Penanaman cabai ini tidak hanya dilakukan secara langsung di Alun-alun Cirimekar juga dilakukan secara virtual oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Indonesia. Keberhasilan penanaman cabai juga sudah dilakukan seperti di Papua dan Kalimantan.

“Terimakasih Papua sudah tanam cabai semoga hasilnya terus bagus,” kata Iriana Joko Widodo saat berdialog dengan peserta virtual.

Selain Gerakan Tanam Cabai Nasional, beberapa rangkaian kegiatan juga dilakukan yakni, 1.000 paket sembako, tiga buah bantuan kursi roda, dokumen kependudukan, serta 500 buku resep kudapan tinggi protein secara simbolis.

Lalu penebaran 50 ribu benih ikan di Situ Citatah, peninjauan food truck, mobil ATI (Ahli Teknologi dan Informasi), rapid test keamanan pangan, serta penanaman tujuh benih pohon Alpukat Miki. Serta berbagai kegiatan lain seperti Gelar Pangan Murah, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), serta stand-stand edukasi.

Dalam kesempatan ini, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Siti Chomzah mengungkapkan, suatu kehormatan ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara pencanangan Gerakan Tanam Cabai serentak di seluruh Indonesia juga disiarkan secara Zoom dan diikuti oleh seluruh Provinsi,  Kabupaten dan Kota se-Indonesia yang dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52.

Menurut Siti Chomzah, kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan gerakan tanam cabai kepada warga. Karena, cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap berdampak pada terjadinya inflasi setiap tahun.

“Kita juga menyelenggarakan beberapa kegiatan di sini, contohnya ada bazar UMKM, bazar UP2K juga ada gerakan pangan murah. Penyebaran 50 ribu benih ikan, dan penanaman seribu pohon cabai. Juga ada bantuan sosial paket sembako sejumlah 1.300 yang dibagikan kepada masyarakat dan tadi simbolis diserahkan sejumlah 200 orang,” jelas Pj. Ketua PKK Kabupaten Bogor.

Tidak hanya itu, juga dilakukan penyerahan secara simbolis dokumen-dokumen kependudukan, contohnya KTP, KIA, dan Akta Kelahiran.

“Kemudian juga ada penyerahan buku resep makanan dan ada gerakan pangan murah stop boros pangan yang dilakukan oleh anak-anak sejumlah 250 siswa yang melakukan jingle-jingle stop boros pangan,” imbuhnya.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan pada Gerakan Tanam Cabai Nasional tampak menikmati sejumlah kegiatan tersebut dengan tampak enjoy di Alun-alun Ciri Mekar, alun-alun kebanggaan warga Cibinong.

(yev/r)

Kantor BPN Bogor Barat tak Terurus

0

jurnalinspirasi.co.id – Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Bogor Barat kondisinya sangat memprihatinkan. Terlihat di halaman kantor tersebut tampak kumuh dan tidak terurus yang dipenuhi rumput yang sudah meninggi.

Kantor BPN Bogor Barat

Padahal kantor tersebut sempat diresmikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan beberapa tahun lalu. 

“Kalau gedung ATR/BPN itu kan tercatat aset milik daerah yang dipinjamkan ke ATR/BPN Kabupaten Bogor,” kata Camat Leuwiliang W.R Pelitawan, Senin (3/3/2024).

Dia mengakui melihat kondisi bangunan yang dipenuhi rumput tebal serta tidak tertata dengan baik yang terkesan kumuh.

“Kami sangat menyayangkan hal itu, apalagi kawan-kawan kita juga dari Polsek meminta lahan tersebut juga untuk digunakan kantor Polsek,” paparnya.

Ia juga meminta agar setiap minggunya selaku aktif dalam kegiatan Jumat Bersih, sehingga bangunan tersebut terlihat bersih dan tertata.

“Kami juga menyarankan kepada teman-teman yang jaga di kantor tersebut agar merawat kantor tersebut, kalau itu sudah dikuasai oleh ATR/BPN tolong untuk pemeliharaan serta perawatan dan kebersihannya turut diperhatikan juga,” tegasnya.

Bahkan pihaknya juga belum mengetahui begitu pasti kapan bangunan tersebut akan dipergunakan oleh pihak ATR/BPN.

“Kalau pengisian kan bukan kita yang mengatur tapi dari BPN-nya sendiri, tapi sejauh ini tidak ada pembahasan juga ke kita,” pungkasnya.

(andres)

Musrenbang Leuwiliang Prioritaskan Pelebaran Jalan, Penanganan Pasar dan Relokasi Bencana

0

jurnalinspirasi.co.id – Sebanyak tiga persoalan akan jadi skala prioritas yang masuk dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) perencanaan tahun 2025 di tingkat Kecamatan Leuwiliang.

Dalam Musrenbang tersebut merumuskan usulan-usulan yang akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kabupaten Bogor.

Ketiga prioritas yang diusulkan yakni tindak lanjut pembangunan ruas jalan Leuwiliang, pembangunan Pasar Leuwiliang pascakebakaran dan relokasi di dua titik kampung yang berada di zona rawan bencana.

“Tindak lanjut pembangunan ruas jalan hal itu salah satu solusi alternatif mengurangi volume kendaraan di jalan nasional, sebab setiap minggunya di jalan tersebut cukup padat. Mudah-mudahan kalau ini terealisasi bisa mengurangi kemacetan. Untuk tahun 2024 sudah teranggarkan untuk pembebasan jalan dan penataan tanahnya,” kata Camat Leuwiliang, WR. Pelitawan, Senin (4/2/2024).

Sementara kata dia, untuk penanganan Pasar Leuwiliang pascakebakaran, saat ini  sudah dibangun sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) yang mana itu hanya untuk penanganan darurat sebagai mana kekuatan material pembangunan TPS tersebut hanya dua tahun.

“Sehingga sebisa mungkin dalam dua tahun ini proses percepatan pembangunannya harus terealisasi, jangan sampai pasarnya belum siap penampungannya sudah rusak kecuali nanti ada tindak lanjut perbaikan atau pemeliharaan,” bebernya.

Tak hanya itu, dia menyatakan, di wilayahnya ada beberapa titik padat penduduk yang masuk dalam zona rawan bencana sehingga pihaknya mengusulkan untuk relokasi.

“Karena di wilayah kita ada daerah yang rutin atau berada di zona rawan longsor dari sisi kontur tanahnya dan itu sudah jadi perkampungan. Makanya ada bebera titik yang memang kita usulkan untuk segera direlokasi,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pagu anggaran di Kecamatan Leuwiliang untuk tahun 2025 sebesar Rp18 miliar lebih. Kendati kegiatan-kegiatan lain  bisa dianggarkan oleh masing-masing Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).

“18 miliar lebih kalau gak salah. Tapi kan itu ada kegiatan-kegiatan  lain yang bisa dianggarkan oleh SKPD, contoh misalkan ruas jalan di Puraseda, itu bisa dianggarkan melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)-nya PUPR,” pungkasnya.

(andres)

Insiden Kebakaran di Gedung Indosat Pengaruhi Layanan Internet di Sejumlah Wilayah

0

jurnalinspirasi.co.id – Gedung perangkat milik Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) di Jatiluhur mengalami kebakaran yang mengakibatkan dampak signifikan pada layanan jaringan perusahaan. Insiden ini menyebabkan sejumlah wilayah, khususnya Jabotabek dan Jawa Barat, mengalami terkendala akses internet.

Kutip dari X pada Senin (4/3/2024), perusahaan memohon maaf atas kendala jaringan yang diakibatkan oleh insiden tersebut. Saat ini, mereka sedang berusaha percepatan penanganan gangguan, dan perkembangannya akan diupdate secara berkala. Pelanggan diminta bersabar selama proses pemulihan layanan.

Pelanggan diimbau untuk memahami situasi ini, dan Indosat akan terus memberikan pembaruan secara berkala tentang perkembangan penanganan insiden ini melalui saluran komunikasi resmi.

(vina oktaviani/mg-uik)

Kita Talk Show: Menjadi Hebat Dengan Memulai

0

jurnalinspirasi.co.id – Sekolah Kreator Bandung mengadakan “Kita Talk Show” untuk  pertama kalinya mengundang para Content Creator pada Sabtu (2/3/2024). Acara ini menginspirasi bahwa tidak harus menjadi hebat untuk memulai, tetapi harus mulai dulu untuk jadi hebat.

Kak Salsabila membagikan (di saluran instagramnya) foto yang menggambarkan kebahagiaan setelah acarnya berhasil dengan kelancaran dan kesuksesan.

Acara Kita Talk Show diadakan untuk pertama kalinya di CCM Training Center (Studio Sekolah Kreator Bandung) Jl. Kebon Sirih No. 40 Sumur Bandung, Kota Bandung. Dengan tema “Metamorposis Kreatif: Membongkar Rahasia Sukses Konten Kreator Dan Editing Video” bersama Rio Ramadhan Content Creator Self Improvment (peningkatan diri), Nazhif Ubaidillah Content Creator Videografer (seseorang yang memiliki keahlian dalam memproduksi konten video), dan Salsabila atau sering di panggil Kabil Content Creator Self Development (pengembangan diri) yang mejadi moderator pada acara ini.

“Sore ini Kabil mau jadi Moderator di acara perdana @sekolahkreatorbgd dengan mengundang pengisi acara yang HEBAT HEBAT Kak Rio dan Kak Zazhif, Jujur ini pertama kalinya Kabil jadi MC hahaha, mungin kalo Kakbil yang dulu di tunjuk jadi MC pasti ga akan mau. Tapi Kakbil punya diferent mindset (pemikiran yang berbeda) sekarang “If u can be the best, be the first” (“Jika kamu bisa menjadi yang terbaik, jadilah yang pertama”).” Ketik Kak Salsabila di saluran Instagramnya.

Pada acara ini Salsabila dengan optimis meminta do’a agar bisa membawakan acara dengan percaya diri dan sukses, pada followers Instagramnya melalui saluran yang ia miliki bernama “Produktif bareng Bila”

“Semoga Kabil bisa membawa acara dengan tenang dan percaya diri ya teman – teman, terus bisa bikin acaranya jadi sukses dan berkesan untuk orang – orang, Aamiin” Ketik Salsabila.

Optimis terhadap sesuatu membuat seseorang menjadi lebih percaya diri, sehingga bisa mengendalikan diri untuk tampil dengan sebaik mungkin. Dan ternyata tidak harus menjadi hebat untuk memulai, tetapi harus mulai dulu untuk jadi hebat.

“Keluarga Bilaa, Kabil kemarin Alhamdulillah acaranya sukses lohhh heheee, terima kasih sayang – sayang Bila sudah mendo’akan Billa” ketik Salsabila keesokan harinya, Minggu (3/3/2024).

(fitri al/mg-uik)

Ada Apa di Kaki Gunung Hanyawong Sukamakmur Hingga 4000 Meter Alami Pergerakan Tanah

0

jurnalinspirasi.co.id – Luapan Sungai Cihanjawar di Kaki Gunung Hanyawong yang membanjiri lahan milik warga Desa Sukamulya yang mengakibatkan dampak terhadap permukiman di sekitar hilir aliran sungai menimbulkan tanda tanya ada apa dibalik itu?.

Petugas BPBD dan Staf Desa usai assesment

Warga RT 03/01 Desa Sukamulya, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, merasa khawatir terhadap luapan air Sungai Cihanjawar, Sabtu (2/3/2024) sore, yang kondisinya semakin parah hingga merambah lahan milik warga sekitar.

Berdasarkan laporan sementara assesment tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor di lokasi, terungkap bahwa bencana alam tersebut dipicu oleh pergeseran tanah sekitar 4000 meter persegi.

“Laporan sementara, lokasi di Kampung Cikeuruh RW 01, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur. Tepatnya berada di lahan milik PT Purba dengan panjang longsoran -+500 meter lebar -+ 300 meter yang berdampak langsung ke pesawahan milik warga,” ucap Iwan, Anggota BPBD Kabupaten Bogor, , Minggu (3/3/2024).

Lebih lanjut disebutkan bahwa tanah longsor dari Kaki Gunung Hanyawong karena dari PT Purba dengan luas area longsor diperkirakan 4000 meter persegi, tepatnya di tepian Sungai Cihanjawar, Desa Sukamulya.

Menurutnya, berdasarkan  pantauan assesment BPBD Kabupaten Bogor bersama staf Desa Sukamulya, terungkap terjadi pergeseran tanah disaat hujan deras mengguyur kawasan Gunung Hanyawong. Tak jauh dari lokasi memang ada aktifitas galian batu kali menggunakan dua unit alat berat.

“Meskipun dari lokasi permukiman warga cukup jauh, namun dikhawatirkan apabila terjadi hujan deras kembali perlu diwaspadai pergeseran tanah susulan yang dapat berdampak lebih luas ketika air luapan Sungai Cihanjawar mengalir deras ke aliran dibawahnya dan permukiman sekitar sungai,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Camat Sukamakmur Suryana membenarkan laporan warganya terhadap peristiwa luapan Sungai Cihanjawar. Pihaknya langsung melakukan kordinasi dan melaporkannya kepada pihak BPBD Kabupaten Bogor untuk tindak lanjuti.

(yev/r)

Kampung Konservasi Cisangku Diminati Wisatawan

0

Antam Support Peningkatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pelestarian Alam

jurnalinspirasi.co.id – Obyek wisata di Kampung Cisangku, Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor yang memiliki persemaian pembibitan pohon endemik kini telah  banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun domestik.

Ketua kelompok tani hutan konservasi model Cisangku Hendrix menjelaskan, pada tahun 2007 berdirinya kelompok model kampung konservasi (MKK) Cisangku. Namun kini konsep objek wisata ini berbasis melestarikan alam seiring keterlibatan PT Antam dalam mendukung program  peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejak tahun 2009 sejak bibit dan 2023 keterlibatan PT Antam Pongkor dirasakan manfaatnya oleh Kampung konservasi Cisangku, selain menjadi tempat persemaian pembibitan pohon keras endemik, secara alamiah terdapat dua Curug kembar.

Bahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan kampung konservasi Cisangku juga menyediakan tempat camping ground dan kolam renang dengan memanfaatkan sumber air dari pegunungan sekitar.

“Sejak 2009 hingga 2023, Keterlibatan PT Antam dalam mendukung objek wisata ini tentu sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Hendrix kepada Jurnal Bogor, Minggu (3/2).

Kemajuan destinasi wisata dibawah kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGH) tak lepas bantuan dari CSR PT Antam Pongkor dan peran serta masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani hutan model kampung konservasi (MKK) dalam mendukung kelestarian alam  dan meningkatkan usaha kreatif masyarakat ini telah banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun domestik.

Bukan hanya pengembangan destinasi wisata akan tetapi prodak hasil kreativitas masyarakat seperti kopi yang sudah beredar luas dipasaran, kini telah banyak diminati pembeli maupun pengunjung.

Kopi  tumbuk lokal  Arabika yang ditanam masyarakat Cisangku dengan pengolahan secara manual atau tradisional itu  yang telah diproduksi sejak tahun  2022 telah mendapat label halal dan izin edar secara luas.

Salah satu wisatawan asal Tangerang, Roni mengaku sudah kesekian kalinya berkunjung ke Curug Kembar Cisangku. “Semenjak tempat wisata ini dibuka, kami tahunya dari medsos, karena penasaran. Kini sudah ke dua kalinya kami dan yang lainnya berkunjung ke curug kembar cisangku,” tandasnya.

Sementara anak perusahaan negara berstatus Badan Usaha Milik Negara PT. Antam Tbk, UBPE Pongkor terus mensupport  pengembangan dan pemberdayaan, salah satu mendukung berkembangnya destinasi wisata guna meningkatkan sumber ekonomi masyarakat dalam program berbasis pelestarian  alam sekitar.

Manager CRS PT  Antam Tbk, UBPE Pongkor Arip Rahman Soleh mengakui program ini  ini bagian dari pemberdayaan masyarakat yang bekerja sama dengan  balai hutan taman Nasional Gunung Halimun Salak. Pihak Antam sendiri membutuhkan bibit pohon seperti endemik yang dikelola masyarakat Cisangku.

“Disini potensinya ada sehingga kami mensupport dengan dibentuknya kelompok tani hutan kampung konservasi Cisangku,” jelasnya.

Ditengah monitoring sekaligus digelarnya cucurak jelang ramadhan bersama jajaran kepolisian dari Mapolsek Nanggung Arip Rahman Soleh berpesan, tentunya bagi masyarakat yang ingin serius dan berkembang, PT Antam siap membantunya.

(arip Ekon)

Bumdes Desa Cibatok I Dinilai tak Jelas Bak Siluman

0

jurnalinspirasi.co.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Cibatok I, Cibungbulang, Kabupaten Bogor dinilai tidak jelas keberadaannya sehingga dipertanyakan masyarakat.

“Hari ini BUMDes Desa Cibatok I selama dipimpin Kepala Desa yang baru belum pernah berjalan maksimal, padahal saat ini sudah menginjak tahun ke-3,” kata Ketua Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Cibatok I, Eza Prihan, Minggu (3/3/2024).

Dia menjelaskan, bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan BUMDes belum maksimal, bahkan tidak ada aktivitas usaha yang dilakukan.

Faktor yang menjadi penyebab BUMDes tidak berjalan maksimal diantaranya kepengurusan yang banyak berganti-ganti dan tidak ada Keseriusan dalam mencarikan solusi.

“Desa Cibatok I, terdiri dari sembilan RW, masyarakat memiliki jenis usaha yang beragam, mulai dari petani, industri kecil menengah dan peggiat UMKM yang berpotensi untuk didukung dan siap bersinergi dengan peran serta BUMDes,” jelas Eza.

Dia berharap Kepala Desa (Kades) Cibatok I segera melakukan percepatan dan keseriusan untuk menghadirikan BUMDes ditangah masyarakat agar terasa langsung nilai manfaat.

“UMKM yang saya bina padahal sudah berjalan. Kenapa kepala desa tidak menghidupkan BUMDes sementara warganya sedang berusaha dan butuh kolaborasi dengan BUMDes,” katanya.

Dia memaparkan, dasar hukum pendirian BUMDesa tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.

Dalam undang-undang ini, pemerintah desa diberikan kewenangan untuk mendirikan BUM Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Peraturan mengenai BUM Desa kemudian diperbarui dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain itu, dasar hukumnya juga diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.

Kehadiran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja diikuti oleh pengaturan mengenai Badan Usaha Milik Desa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes.

“Dengan adanya Peraturan Pemerintah tersebut maka Kementerian Desa PDTT menerbitkan Peraturan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pendaftaran, Pendataan, dan Pemeringkatan, Pembinaan dan Pengembangan, dan Pengadaan Barang dan/atau Jasa Badan Usaha Milik Desa/ Badan Usaha Milik Desa bersama yang membawa konsekuensi baru bagi BUM Desa di Indonesia dalam melaksanakan peran sebagai penggerak ekonomi di desa,” pungkasnya.

(andres)

KUD Dramaga Gelar RAT, Rencanakan Koperasi Dibawah Pengawasan OJK

0

jurnalinspirasi.co.id – Koperasi Unit Desa (KUD) Dramaga mengelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-43 di aula kantor KUD.

RAT yang diselenggarakan, Kamis (29/2) juga dihadiri oleh Camat Dramaga , Ketua Dekopinda Kabupaten Bogor, kepala Dinas Koperasi dan UKM, para anggota, dewan pengawas, serta 10 kepala desa di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor.

Dalam RAT juga dibuka sesi tanya jawab dalam upaya menampung apa yang menjadi keinginan anggota untuk mengantisipasi kemajuan dan perkembangan Koperasi.

Kepala KUD Dramaga Yayat Supriatna mengungkapkan ada rencana koperasi  dibawah pengawasan OJK. Namun saat ini aturan perundangan -undangan tentang koperasi tengah dibahas oleh DPR RI.

Sesuai aturan untuk usahan simpan pinjam yang modalnya diatas Rp 1 miliar harus dibawa pengawasan OJK.

Tentunya ketika KUD sudah terdaptar di OJK ada efek positifnya. Proses pinjaman tidak bisa selektif karena  nasabah bisa diketahui apakah mereka sudah BI Checking atau tidak .

“Alhamdulillah, ditahun 2023 untuk KUD Sumber Alam Dramaga mengalami kenaikan keuntungan dari sebelumnya 350 juta sekarang sekitar 375 juta pertahun,” ujarnya.

Menanggapi marak masyarakat yang pinjam uang ke ‘Bank Emok’ atau ‘ Keliling’, Yayat meminta masyarakat agar bisa memilih koperasi yang tepat agar tidak terjerat masalah keuangan. Saat ini ada Lembang keuangan KUD Sumber Alam yang sudah ada lebih dari 43 tahun. Alangkah baiknya masyarakat memilih KUD dibandingkan koperasi yang bisa menjerat dengan suku bunga yang tinggi.

“Saat ini KUD Dramaga memiliki tiga unit usaha yakni perdagang, simpan pinjam dan jasa. Dari  18 desa anggota KUD Dramaga beranggota ada sekitar  1.148 orang,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan pengawas KUD Sumber Alam, H. Ading mengungkapkan KUD Sumber Alam memiliki dewan pengawas yang bertugas mengawasi dan memonitor kegiatan KUD.

Tentunya sudah menjadi agenda tahunan, KUD Sumber Alam Dramaga mengelar RAT tahun .  Tujuan RAT kali ini memuat pertanggung jawaban pengurus atas pelaksanaan Program Rencana kerja dan rencana pendapatan dan Belanja, tahun anggaran 2023.

“Kita bertugas mengawasi dan memonitor pelaksanaan kegiatan di KUD dan melapor ke anggota lewat RAT.  Aset keseluruhan KUD Sumber Alam Dramaga saat ini mencapai 25 miliar,” tukasnya.

(arip ekon)