27.7 C
Bogor
Friday, September 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 32

Lantik Ribuan Relawan, PAN Bidik 10 Kursi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor memperkuat konsolidasi internal dengan melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di enam kecamatan serta mengukuhkan sekitar 3.200 relawan. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi Pemilu 2029 sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Salak, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu (5/7/2026), itu juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Kota Bogor untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi selama satu tahun ke depan.

Wakil Ketua Umum DPP PAN sekaligus Anggota DPR RI, Eddy Soeparno, mengatakan pembentukan ribuan relawan merupakan strategi partai untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kerja-kerja politik di tingkat akar rumput.

Menurutnya, relawan akan menjadi ujung tombak PAN dalam menyerap aspirasi warga, memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, serta menghadirkan solusi melalui kerja nyata.

“Hari ini kami melaksanakan pelantikan relawan di Kota Bogor. Jumlahnya sudah mencapai sekitar 3.200 orang. Bersamaan dengan itu juga dilaksanakan Rakerda yang dipimpin Ketua DPD PAN Kota Bogor, Kang Dedie Rachim,” ujar Eddy kepada wartawan.

Ia menegaskan, fungsi partai politik bukan hanya mengikuti kontestasi pemilu, tetapi juga memastikan kader terus hadir bersama masyarakat.

“Fungsi partai politik adalah hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, aspirasi, memahami permasalahan, dan mampu memberikan solusi. Itu yang ingin terus kami lakukan,” katanya.

Eddy menilai PAN Kota Bogor memiliki modal yang kuat untuk menghadapi pemilu mendatang. Selain memiliki kepala daerah dari PAN, partai juga didukung lima anggota DPRD Kota Bogor serta anggota DPR RI yang terus aktif membangun komunikasi dengan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pelantikan pengurus DPC di enam kecamatan menandai rampungnya struktur organisasi partai hingga tingkat wilayah. Dengan struktur yang lengkap, PAN siap menjalankan berbagai program yang telah disusun dalam Rakerda.

“Hari ini kita melengkapi struktur organisasi Partai Amanat Nasional Kota Bogor. Alhamdulillah para Ketua DPC di enam kecamatan sudah dilantik. Artinya kita siap melaksanakan rencana kerja ke depan,” ujar Dedie.

Ia menjelaskan, Rakerda menjadi forum penting untuk menyusun strategi menghadapi berbagai agenda politik, mulai dari Pemilu Legislatif hingga Pemilihan Kepala Daerah.

Dedie pun memasang target ambisius bagi PAN Kota Bogor pada pemilu mendatang. Partainya menargetkan perolehan 10 kursi di DPRD Kota Bogor atau dua kali lipat dibandingkan capaian saat ini.

“Target kita 10 kursi di DPRD Kota Bogor. Untuk DPRD Provinsi Jawa Barat tentu kita ingin mempertahankan bahkan menambah keterwakilan dari Kota Bogor,” tegasnya.

** Fredy Kristianto

LGBTQ jadi ancaman nonmiliter, Dewan Desak Wali Kota Terbitkan Perwali P4S

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kota Bogor Komisi IV, Dedi Mulyono, mendesak Wali Kota Bogor segera menerbitkan Peraturan Wali Kota sebagai aturan teknis pelaksanaan Perda Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual atau Perda P4S.

Desakan itu disampaikan Dedi setelah isu LGBTQ kembali menjadi perhatian nasional menyusul terbitnya Perpres Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029.

Dalam lampiran Perpres tersebut, penyebaran budaya LGBTQ masuk dalam daftar ancaman nonmiliter.

Menurut Dedi, Kota Bogor sebenarnya sudah memiliki dasar hukum daerah melalui Perda P4S.

Namun, perda itu membutuhkan aturan teknis agar pencegahan, pembinaan, pengawasan, koordinasi lintas dinas, dan perlindungan keluarga bisa berjalan lebih operasional.

“Perda P4S sudah disahkan sejak 2021. Artinya, Kota Bogor tidak mulai dari nol. Yang kita butuhkan sekarang adalah keberanian eksekutif untuk menerbitkan Perwali agar perda ini tidak hanya menjadi dokumen hukum, tetapi benar-benar bekerja melindungi masyarakat,” kata Dedi, Senin (6/7/2026).

Politisi PKS dari Dapil Bogor Selatan itu menilai pemerintah daerah tidak boleh menunggu persoalan sosial ini membesar. Apalagi, Perpres 111/2025 telah memberi sinyal bahwa isu penyebaran budaya LGBTQ tidak lagi bisa dilihat sebagai urusan privat semata, tetapi juga menyangkut ketahanan sosial, keluarga, dan generasi muda.

Dedi menegaskan, Perwali P4S harus diarahkan untuk memperkuat pencegahan, edukasi keluarga, pendampingan masyarakat, pengawasan ruang publik, serta perlindungan anak dan remaja dari paparan kampanye perilaku seksual yang bertentangan dengan nilai agama, norma sosial, dan ketahanan keluarga.

“Ini bukan soal membenci orang. Ini soal negara dan daerah hadir melindungi keluarga, anak-anak, remaja, dan masyarakat dari kampanye perilaku seksual berisiko yang makin terbuka dan terorganisir. Pemerintah harus punya instrumen yang jelas,” ujarnya.

Ia menilai Perwali P4S penting agar perangkat daerah tidak berjalan sendiri-sendiri. Dinas kesehatan, dinas pendidikan, dinas sosial, DP3A, Satpol PP, kecamatan, kelurahan, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu memiliki pembagian peran yang jelas.

“Tanpa Perwali, koordinasi bisa lemah. Perda sudah memberi arah, tetapi teknisnya harus diturunkan. Siapa melakukan apa, alurnya bagaimana, pencegahannya seperti apa, pembinaannya siapa, pelaporan masyarakat ke mana, semua harus jelas,” kata Dedi.

Dukung Penuh langkah MUI untuk menyiapkan Naskah Akademik Pidana bagi pelaku LGBTQ

Dedi juga menyatakan mendukung penuh langkah MUI yang mendorong negara dan pemerintah daerah mengambil sikap lebih tegas terhadap penyebaran perilaku LGBTQ. Menurutnya, MUI memiliki peran penting sebagai penjaga moral publik, penguat ketahanan keluarga, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam melindungi masyarakat.

“Kami mendukung penuh MUI dan siap bersinergi agar Kota Bogor memiliki pagar sosial, hukum, dan edukasi yang kuat. Tujuannya jelas: melindungi warga Kota Bogor, terutama anak-anak dan generasi muda, dari penyebaran perilaku LGBT yang bertentangan dengan nilai agama, norma sosial, dan ketahanan keluarga,” ujar Dedi.

Dedi mengingatkan, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap adanya indikasi gerakan yang semakin masif, terbuka, dan sistematis dalam menormalisasi perilaku LGBTQ di ruang publik, media sosial, komunitas, hingga lingkungan anak muda. Karena itu, Perwali P4S dinilai mendesak agar Pemkot Bogor punya instrumen pencegahan yang jelas.

“Kalau ini dibiarkan, warga Kota Bogor bisa menjadi target normalisasi perilaku yang menyimpang dari nilai keluarga dan agama. Negara tidak boleh kalah oleh gerakan yang ingin menggeser nilai masyarakat secara pelan-pelan. Pemerintah daerah harus hadir lebih cepat,” tegasnya.

Menurut Dedi, Kota Bogor harus mengambil posisi sebagai kota yang serius menjaga ketahanan keluarga. Pemerintah daerah tidak cukup hanya bicara kota ramah anak, kota sehat, atau kota religius, tetapi juga harus berani membuat instrumen perlindungan sosial yang konkret.

Ia meminta Wali Kota Bogor segera memerintahkan perangkat daerah terkait untuk menyusun draf Perwali P4S, membuka ruang masukan dari ulama, akademisi, tenaga kesehatan, psikolog, pendidik, dan organisasi masyarakat, lalu menetapkannya dalam waktu yang terukur.

“Jangan tunggu masalah membesar. Perda sudah ada, konteks nasional sudah jelas, data kesehatan sudah memberi peringatan. Sekarang saatnya Pemkot Bogor bergerak. Terbitkan Perwali P4S, lindungi keluarga Kota Bogor, dan pastikan generasi muda tidak dibiarkan tanpa pagar nilai,” tutup Dedi.

** Fredy Kristianto

Adimitra Kreasi Bogor Luncurkan Welcome Drink, Servis Motor Gratis Minuman Segar dari Cafe Teras Ketje

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bengkel resmi Honda AHASS 07723 Adimitra Kreasi menghadirkan inovasi layanan baru. Setiap konsumen yang servis motor kini mendapat minuman segar gratis dari Cafè Teras Ketje Indonesia.

Program bertajuk Welcome Drink ini dibuat agar waktu tunggu servis terasa lebih nyaman. Konsumen tidak hanya dapat minuman seger kekinian dengan cup bertuliskan Bengkelnya Perut, tapi juga bisa menikmati ruang tunggu bergaya kafe.

Fasilitas yang disediakan AHASS Adimitra Kreasi:
– Minuman Gratis: minuman segar dari Cafè Teras Ketje biar nunggu nggak haus
– Ruang Tunggu Nyaman: Kursi ala kafe, boleh nyantai
– Free WiFi + Charger: Tetap produktif atau scroll HP sepuasnya
– Mekanik Profesional: Motor beres, hati tenang

“Kami ingin mengubah pengalaman servis jadi lebih menyenangkan. Kepuasan konsumen adalah prioritas kami,” ujar Irin  Selaku  PIC AHASS Adimitra Kreasi, Jumat (3/7/2026).

Program ini sejalan dengan semangat Honda One HEART dan tagline Bersama Honda Penuh Arti. “Servis motor plus nongkrong cantik gratis. Rugi banget kalau nggak cobain di sini,” ungkap Julia, salah satu konsumen.

AHASS Adimitra Kreasi berlokasi di Jalan Raya Tajur No.81 Muarasari, Bogor Selatan, Kota Bogor.

 (Wawan Hermawanto)

Akses Jalan Terdampak Longsor, Pemdes Pasirmuncang Bangun TPT

0

Caringin | Jurnal Bogor. – Akses pejalan kaki di Kampung Selaawi RT 001/RW 001, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang mengalami kerusakan parah akibat bencana longsor beberapa bulan lalu, akhirnya mulai diperbaiki pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).

Longsor yang dipicu tingginya curah hujan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bagi warga karena jalur itu merupakan akses penting bagi aktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, aspirasi warga disampaikan Ketua RW 001, Edi Sudrajat, kepada Pemerintah Desa Pasirmuncang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Desa Pasirmuncang, Yudi Wahyudin, berkomitmen untuk segera merealisasikan pembangunan.

“Insya Allah di tahun 2026 ini terealisasi pembangunan TPT dan kami anggarkan sesuai kebutuhan,” ujar Yudi Wahyudin.

Komitmen tersebut kini mulai diwujudkan. Ketua RW 001, Edi Sudrajat, mengungkapkan rasa syukurnya karena pengerjaan perbaikan akses jalan yang terdampak longsor telah dimulai pada awal Juli 2026.

“Alhamdulillah, di awal bulan Juli ini pelaksanaan pengerjaan akses jalan yang terdampak longsor di wilayah RT 001 Kampung Selaawi sudah mulai dilaksanakan,” katanya, Sabtu (4/7/2026).

Perbaikan infrastruktur tersebut disambut antusias oleh warga. Novi, salah seorang warga RT 001, mengaku lega karena akses yang sebelumnya rusak kini mulai diperbaiki sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi longsor.

“Dengan perbaikan ini, rasa khawatir kami akan hal-hal yang tidak diinginkan hilang, apalagi tempat tinggal kami sangat dekat dengan lokasi yang pernah longsor ini. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Pasirmuncang yang telah tanggap dan cepat menindaklanjuti keluhan kami,” ungkap Novi.

Warga berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan segera rampung sehingga akses pejalan kaki kembali aman serta nyaman digunakan oleh masyarakat. Yudi

Cari Ketua Baru, HISWANA MIGAS Bogor Matangkan Muscab

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (HISWANA MIGAS) Bogor memastikan seluruh persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) VII hampir rampung. Forum organisasi yang akan digelar pada 29 Juli 2026 di International Convention Center (ICC) Botani, Kota Bogor itu menjadi momentum penting dalam menentukan kepemimpinan dan arah organisasi untuk empat tahun ke depan.

Sekretaris DPC HISWANA MIGAS Bogor, Hakanna, mengatakan seluruh perangkat pelaksanaan Muscab telah disusun dan kini tinggal menunggu pengesahan dari Steering Committee (SC). Menurutnya, berbagai materi persidangan telah dipersiapkan sebagai acuan pelaksanaan musyawarah.

“Seluruh rancangan materi Muscab VII telah selesai disusun dan dalam waktu dekat akan disahkan oleh Steering Committee sebagai pedoman pelaksanaan musyawarah,” ujar Hakanna dalam konferensi pers di Clovey Kitchen, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, Muscab VII direncanakan dibuka oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama General Manager Pertamina Wilayah Jawa Bagian Barat. Sejumlah pengurus, anggota, serta para pemangku kepentingan di sektor energi juga dijadwalkan menghadiri agenda tersebut.

Sementara itu, Ketua Steering Committee Muscab VII, Untung Kurniadi, menjelaskan proses penjaringan calon Ketua DPC HISWANA MIGAS Bogor periode 2026–2030 akan dimulai pada 15 Juli dan berakhir pada 22 Juli 2026.

Untung menegaskan, seluruh tahapan pencalonan akan dilaksanakan secara terbuka dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi beserta ketentuan yang berlaku.

“Steering Committee telah menetapkan jadwal pembukaan pendaftaran bakal calon ketua mulai 15 hingga 22 Juli 2026. Seluruh proses akan berlangsung secara terbuka, transparan, dan sesuai aturan organisasi,” katanya.

Ia menjelaskan, persyaratan pencalonan disusun secara ketat guna memastikan sosok yang terpilih memiliki kapasitas, integritas, pengalaman organisasi, serta komitmen dalam memajukan HISWANA MIGAS Bogor.

Sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya berstatus Warga Negara Indonesia, memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) HISWANA MIGAS yang masih berlaku dengan masa keanggotaan minimal satu tahun, memiliki integritas dan kepemimpinan yang baik, serta bersedia mengemban amanah sebagai ketua.

Calon juga diwajibkan aktif berkontribusi dalam organisasi, telah melunasi iuran keanggotaan, menjaga nama baik HISWANA MIGAS maupun PT Pertamina (Persero) beserta subholding-nya, tidak memiliki perkara pidana yang berkekuatan hukum tetap, dan pernah menjadi pengurus DPC HISWANA MIGAS Bogor.

Selain itu, setiap bakal calon harus mengantongi dukungan sedikitnya 30 persen dari peserta Muscab, menyerahkan surat pernyataan kesediaan beserta visi dan misi, berusia maksimal 80 tahun, melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan bebas pidana dari Pengadilan Negeri, surat keterangan sehat dari dokter atau rumah sakit pemerintah, serta memiliki pengalaman menjadi pengurus organisasi sekurang-kurangnya satu periode.

Untung menambahkan, hak mengikuti Muscab hanya dimiliki anggota yang telah memiliki KTA terbaru yang diterbitkan melalui sistem keanggotaan HISWANA MIGAS dan telah melunasi iuran hingga 31 Mei 2026.

“Peserta yang berhalangan hadir dapat memberikan kuasa kepada pihak lain sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia,” jelasnya.

Anggota Steering Committee, Yogi Rhamdani, menilai Muscab VII tidak hanya menjadi ajang memilih ketua baru, tetapi juga menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi dalam empat tahun mendatang.

Melalui Muscab tersebut, peserta juga akan menetapkan formatur yang bertugas menyusun kepengurusan DPC HISWANA MIGAS Bogor periode 2026–2030, sekaligus membahas dan menetapkan program kerja organisasi yang akan menjadi pedoman dalam meningkatkan pelayanan kepada anggota, memperkuat sinergi dengan PT Pertamina dan pemerintah daerah, serta mendorong pengembangan usaha anggota di sektor minyak dan gas bumi.

Panitia berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif sehingga Muscab VII berlangsung lancar, demokratis, dan mampu menghasilkan kepemimpinan yang membawa DPC HISWANA MIGAS Bogor semakin profesional, solid, serta siap menghadapi tantangan industri energi di masa mendatang.

** Fredy Kristianto

Rusaknya Irigasi Palayangan Ancam Pertanian dan Air Bersih Warga

0

Caringin | Jurnal Bogor – Kerusakan Irigasi Palayangan di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat, khususnya para petani di Desa Ciherang Pondok. Saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air bagi Desa Ciderum dan Desa Ciherang Pondok belum mendapat penanganan maksimal sehingga menyebabkan krisis air berkepanjangan.

Dampak paling parah dirasakan warga di RW 01, RW 02, dan RW 03 Desa Ciherang Pondok. Sejumlah wilayah mengalami kesulitan memperoleh pasokan air, baik untuk mengairi lahan pertanian maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibat minimnya pasokan air sejak beberapa tahun terakhir, puluhan hektare sawah yang sebelumnya produktif beralih fungsi menjadi lahan perkebunan. Namun, perubahan tersebut belum mampu menjadi solusi karena tanaman di lahan kebun juga banyak mengalami gagal panen akibat kekurangan air.

Ketua RT 06 RW 03 Desa Ciherang Pondok, Aep Saepudin, mengatakan persoalan kekeringan bukanlah hal baru. Menurutnya, warga telah merasakan dampak kerusakan irigasi sejak 2022 dan hingga kini belum ada perubahan yang berarti.

“Sudah sekitar empat tahun masyarakat mengalami dampaknya. Sawah yang dulunya produktif sekarang banyak berubah menjadi kebun karena air sulit didapat. Bahkan sekarang kebun yang tadinya menjadi harapan warga juga terus mengalami gagal panen,” ujar Aep, Sabtu (4/7/2026)

Ia menjelaskan, dampak kerusakan irigasi tidak hanya dirasakan sektor pertanian. Sumur-sumur milik warga juga mulai mengalami penyusutan debit air, bahkan sebagian mengering saat musim kemarau.

“Banyak sumur warga yang mulai kering. Ini menjadi masalah besar karena masyarakat juga membutuhkan air untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” katanya.

Menurut Aep, masyarakat selama bertahun-tahun berharap adanya penanganan serius terhadap kerusakan Irigasi Palayangan. Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat solusi nyata yang mampu mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh.

Hal senada disampaikan Ketua RW 03 Desa Ciherang Pondok, Ujang Suganda. Ia menilai penanganan kerusakan irigasi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum belum dilakukan secara optimal.

“Selama ini kami melihat belum ada keseriusan dalam penanganan Irigasi Palayangan. Padahal dampaknya bukan hanya dirasakan petani, tetapi juga masyarakat secara umum. Air merupakan kebutuhan utama,” tegas Ujang.

Ia mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa perbaikan menyeluruh, luas lahan pertanian produktif yang hilang akan terus bertambah. Dampaknya, perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian akan semakin terpuruk.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan Irigasi Palayangan. Selain mengancam keberlangsungan sektor pertanian, kerusakan irigasi tersebut juga berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih. Yudi

DT Peduli dan Kampoong Ecopreneur Bersinergi Bangun Asrama Santri dan Dorong Ekspor Ubi

0

Bogor | Jurnal Bogor– Yayasan DT Peduli menyalurkan bantuan senilai Rp 973 juta untuk mendukung program ekspor ubi ungu petani Leuwisadeng sekaligus pembangunan asrama santri di Kampoong Ecopreneur, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Penyaluran bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, dan Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, pada Kamis (2/7/2026).

Kerja sama tersebut mencakup pembangunan Asrama Tahfiz Al-Qur’an serta pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Asrama ditargetkan mulai beroperasi sebagai pusat pendidikan pada November 2026.

Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, mengatakan cita-cita besar yang tengah diwujudkan melalui kawasan tersebut adalah konsep “One Family One Ecopreneur”, yakni setiap keluarga memiliki satu wirausahawan berbasis ekologi.

“Kami ingin mewujudkan konsep One Family One Ecopreneur, yaitu satu keluarga memiliki satu entrepreneur berbasis ekologi,” ujar Jamil.

Acara penandatanganan kerja sama turut dihadiri Ketua Yayasan DT Peduli M. Bascharul Asana, Director of Impact & Civilization DT Peduli Fahrizal Amir, Head of Division Impact & Civilization Dede Sugih Hartono, serta jajaran pengurus dari kedua lembaga.

Jamil menjelaskan, Kampoong Ecopreneur mulai mengelola lahan seluas 1,7 hektare di Leuwisadeng sejak Desember 2025. Kawasan tersebut dipersiapkan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan kewirausahaan.

Saat ini, pembangunan asrama santri terus berjalan, sementara aula sementara untuk kegiatan pendidikan dan pertemuan telah selesai dibangun.

“Bantuan dari DT Peduli ini akan mempercepat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan kegiatan pembelajaran bagi para santri,” katanya.

Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan adalah budidaya ubi ungu bersama petani lokal. Hasil panen petani akan ditampung oleh Kampoong Ecopreneur dan direncanakan diekspor ke Singapura serta Malaysia.

“Kami berharap Leuwisadeng ke depan dikenal sebagai salah satu sentra ekspor ubi ungu,” ujar Jamil.

Ia menilai kolaborasi dengan DT Peduli merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai spiritual.

Sementara itu, Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang juga memiliki kemandirian ekonomi.

Ia berharap program pemberdayaan yang dijalankan di Kampoong Ecopreneur mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Leuwisadeng. Jajang juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Director of Impact & Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan santri yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha.

“Harapannya, para santri nantinya menjadi agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat melalui keterampilan bisnis yang mereka miliki,” kata Fahrizal.

Melalui kerja sama ini, DT Peduli dan Kampoong Ecopreneur berharap Leuwisadeng dapat berkembang menjadi kawasan percontohan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan Qur’ani, kewirausahaan, dan ekonomi komunitas.

Bangun Jiwa Kepemimpinan, MTs dan MA Daarul Muhajirin Gelar LDKS 2026

0

Bogor | Jurnal Bogor
MTs dan MA Daarul Muhajirin sukses menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Tahun 2026 yang berlangsung pada 29–30 Juni 2026 di Gaza Stable Loji, Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang mengusung tema “Syubbānul Yaum Rijālul Ghad” yang berarti “Pemuda Hari Ini adalah Pemimpin di Masa Depan” ini resmi dibuka pada Senin (29/6/2026) sebagai upaya membentuk generasi muda yang berjiwa pemimpin, berkarakter, dan berakhlakul karimah.

LDKS merupakan program pembinaan karakter yang bertujuan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, memiliki kemampuan berorganisasi, serta berakhlakul karimah sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan.

Sebanyak 49 peserta yang terdiri atas pengurus OSIS serta siswa kelas VIII, IX, X, dan XI mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh kepala madrasah, dewan guru, pembina OSIS, panitia, serta para pemateri dan instruktur.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan karakter, keterampilan kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi kepemimpinan, wawasan kebangsaan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), materi organisasi, pelatihan berkuda, leadership games, pengajian malam, renungan, senam pagi, tracking, api unggun dan malam keakraban, hingga ditutup dengan apel penutupan.

Melalui perpaduan antara teori, praktik lapangan, dan pembinaan berbasis nilai-nilai keislaman, peserta tidak hanya dibekali kemampuan memimpin, tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, komunikatif, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap sesama.

Kepala MTs Daarul Muhajirin, Muhammad Sulthan Alfadly Thalabi, S.Pd.Gr., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pembina, pemateri, dewan guru, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pembina, pemateri, dewan guru, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan.”

Beliau juga mengungkapkan rasa bangga atas semangat, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang ditunjukkan para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Kepada seluruh peserta, saya bangga atas semangat, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan selama mengikuti LDKS. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan siap menjadi pemimpin.”

Lebih lanjut, beliau berharap tema “Syubbānul Yaum Rijālul Ghad” tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus belajar, berproses, dan memberikan teladan yang baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

“Saya berharap LDKS ini dapat menjadi program tahunan yang terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlakul karimah, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan masyarakat.”

Melalui kegiatan ini, MTs dan MA Daarul Muhajirin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang mampu mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan. Diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama LDKS dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh menjadi pemimpin yang siap memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

(istikhoriyah aulia putri/cc)

Belanja Alat Kantor DPMD Bogor Rp4,2 Miliar Disorot, Dinilai Abaikan Kebutuhan Desa

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Anggaran belanja modal alat kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor senilai Rp4.242.680.006 menuai sorotan tajam. Pasalnya, anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan barang seperti videotron, CCTV, handy talky, dan rack audio, di tengah masih banyaknya kebutuhan desa yang dinilai jauh lebih mendesak.

Sorotan datang dari Korps Brigade GPII Bogor. Komandan Brigade GPII Bogor, Ardi Yansah, menilai kebijakan belanja miliaran rupiah tersebut menunjukkan arah anggaran yang patut dipertanyakan.

“DPMD seharusnya menjadi ujung tombak pemberdayaan desa, bukan justru sibuk mengalokasikan anggaran besar untuk pengadaan alat kantor yang urgensinya dipertanyakan. Di tengah banyak desa yang masih membutuhkan penguatan kapasitas aparatur, pemberdayaan UMKM, pendampingan program, hingga sarana dasar, belanja seperti ini jelas menimbulkan tanda tanya besar,” ujar Ardi Yansah, Kamis (2/7/2026).

Menurut Ardi, persoalan utama bukan semata pada besaran angka anggaran, melainkan pada kepekaan pemerintah daerah dalam menentukan skala prioritas belanja. Ia menilai publik berhak mempertanyakan urgensi pengadaan videotron, CCTV, handy talky, dan rack audio di tubuh DPMD dibandingkan dengan berbagai kebutuhan desa yang belum terselesaikan.

“Kalau bicara substansi, apa urgensi videotron, CCTV, handy talky, dan rack audio bagi DPMD sampai harus menghabiskan anggaran lebih dari Rp4,2 miliar? Fungsi utama DPMD itu memperkuat tata kelola pemerintahan desa, mendorong pemberdayaan ekonomi desa, dan menyelesaikan persoalan masyarakat di tingkat bawah. Sangat wajar kalau publik menilai belanja ini lebih dekat pada pemborosan birokrasi ketimbang keberpihakan terhadap desa,” tegasnya.

Ardi juga menyoroti lemahnya dasar perencanaan apabila pengadaan tersebut tidak disusun melalui kajian kebutuhan yang matang, analisis manfaat terukur, dan argumentasi programatik yang rasional.

“Belanja sebesar ini tidak boleh hanya dibungkus alasan sarana penunjang kerja. Harus jelas apa urgensinya, manfaat langsung bagi desa, dan indikator keberhasilannya. Jika tidak ada dasar kebutuhan yang kuat, ini berpotensi menjadi potret buruk tata kelola anggaran: besar nilainya, lemah urgensinya, dan minim dampak langsung untuk masyarakat desa,” ujar Ardi.

Korps Brigade GPII Bogor mendesak DPMD Kabupaten Bogor untuk membuka secara transparan dasar pengadaan tersebut kepada publik, mulai dari kajian kebutuhan, perhitungan kewajaran harga, spesifikasi barang, hingga manfaat programatik dari belanja alat kantor tersebut.

“Transparansi itu wajib. DPMD harus menjelaskan secara terbuka kepada publik, apa dasar kebutuhan pengadaan ini, siapa yang menyusun kajiannya, bagaimana hitungan kewajaran harganya, dan apa dampak konkretnya terhadap desa. Tanpa keterbukaan, publik akan melihat ini sebagai kebijakan yang problematik dan sarat tanda tanya,” ucapnya.

Tak hanya itu, Ardi juga meminta aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk memberi perhatian serius terhadap belanja tersebut, terutama pada aspek perencanaan, kebutuhan, kewajaran harga, dan potensi pemborosan anggaran.

“Pengawasan jangan menunggu masalah meledak setelah uang rakyat dibelanjakan. Harus ditelusuri sejak tahap perencanaan dan penganggaran, supaya potensi penyimpangan bisa dicegah sejak awal. Kabupaten Bogor tidak membutuhkan anggaran yang habis untuk proyek-proyek miskin urgensi, sementara kebutuhan mendesak desa justru terabaikan,” pungkasnya.

(rahman)

SDN Cadas Leeur Nyaris Ambruk

0

Murid dan Guru Sering Tertimpa Material Genteng dan Plafon

‎‎Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Sejumlah guru dan murid dihantui ketakutan dan sering tertimpa reruntuhan material akibat gedung SDN Cadas Leueur, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor nyaris ambruk.‎

‎Kepala SDN Cadas Leueur Hj. Juhaeriyah mengaku,  melihat kondisi sekolahnya yang sudah bertahun tahun sudah tak layak karena mengalami kerusakan yang sangat  berat.‎

‎”Hampir seluruh bangunan sekolah itu lapuk dan sangat membahayakan. Bahkan sejumlah guru dan murid seringkali tertimpa material genteng dan plafon,” kata Kepala Sekolah SDN Cadas Leueur Hj Juhaeriyah kepada Jurnal Bogor, Kamis (2/6/2026).‎

‎Menurutnya, kondisi sekolah tak layak dan sudah lama tidak berfungsi karena hampir seluruh  bangunan sekolah itu lapuk termakan usia. Dia pun meminta Bupati Bogor segera turun tangan untuk melihat kondisi bangunan SDN Cadas Leueur yang sudah lama tak layak itu.‎

‎”Kami harap  Bupati Bogor pak Rudy Susmanto  segera turun tangan, karena keadaan gedung SDN Cadas Leueur kerusakannya cukup parah dibanding gedung SDN Ciketug di Desa Pangkaljaya lingkup Kecamatan Nanggung yang belum lama ambruk,” harapnya.‎

‎Padahal kata dia, gedung SDN Ciketug yang ambruk itu, sepengetahuannya jsutru gedung SDN Cadas Leueur kerusakannya itu lebih parah dari sekolah SDN Ciketug.‎

‎Juhaeriyah menyebutkan, setiap tahunnya SDN Cadas Leueur diusulkan melalui desa hingga Kecamatan Nanggung, bahkan  ke Dinas Pendidikan maupun ke Bappeda Litbang untuk pengajuan pembangunan SDN Cadas Leueur.‎

‎”‎Pengajuan pembangunan SDN Cadas Leueur sudah ditemouh, sudah kemana -kemana. Namun, alasannya hanya  efesiensi anggaran dan efesiensi anggaran. Masalahnya ruang guru dan ruang kepala sekolah termasuk  dua ruang  kelas sudah tak layak,” jelasnya.‎

‎Dua ruang kelas itu kata dia sudah lama tak digunakan karena kondisinya sangat  membahayakan sehingga dengan terpaksa ratusan siswa menggunakan tiga ruang belajar yang dibagi dua shift.‎

‎‎Sementara Sekretaris Desa Bantarkaret H Sastra membenarkan kondisi sekolah SDN Cadas Leueur yang kerusakan sangat parah itu setiap tahunnya diusulkan pembangunannya.‎

‎”‎Setiap tahunnya diusulkan, namun hingga kini SDN Cadas Leueur masih dibiarkan rusak,” kata dia.

(Arip Ekon)

‎

‎

‎

‎