29.2 C
Bogor
Saturday, June 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 31

Ketua Komisi I DPRD Kebupaten Bogor Ipeck dan Bulog RI Perkuat Ketahanan Pangan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Guna memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan, Komisi I DPRD Kabupaten Bogor kunjungi Perum Bulog, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Irvan Maulana alias Ipeck silaturahmi dengan Dirut Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani.

Ipeck menegaskan, bahwa sektor pangan merupakan isu strategis yang harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan stok pangan aman, distribusi berjalan lancar dan harga tetap stabil. Ini penting untuk meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang dinamis,” tegas Ipeck.

Sementara itu, Dirut Bulog RI Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, pihaknya komitmen dalam menjaga pasokan pangan nasional, khususnya beras, melalui penguatan cadangan beras pemerintah.

“Upaya pasokan beras itu dengan penyerapan gabah petani, serta pelaksanaan operasi pasar ketika terjadi lonjakan harga. Insyallah ini bisa menjaga pasokan pangan nasional,” kata Rizal

Labih lanjut Rizal memaparkan, bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog sangat penting untuk memastikan distribusi pangan tepat sasaran dan merata hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi kunci agar ketahanan pangan tidak hanya terjaga di tingkat nasional, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara DPRD Kabupaten Bogor dan Bulog dalam menjaga stabilitas pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tandasnya.

n Noverando H

Dedie Rachim Usulkan Moratorium Angkot Kabupaten ke Dishub Jabar

0

Angkutan kota (angkot) dari Kabupaten Bogor dan sebagian kecil dari Kabupaten Sukabumi masuk ke wilayah Kota Bogor. Kondisi ini menjadi masalah tersendiri bagi Kota Bogor, yakni memperparah kepadatan lalu lintas.

Bagi warga Cisarua, Megamendung keberadaan angkot 02A jurusan Cisarua-Sukasari sangat menguntungkan. Begitu juga untuk warga Cicurug, Kabupaten Sukabumi, angkot jurusan Cicurug-Sukasari sangat membantu aktivitas warga menuju Kota Bogor. Namun saat ini, keberadaan ini menambah padat lalu lintas di Kota Bogor.

Terlebih pada akhir pekan, kondisi lalu lintas di Kota Bogor semakin padat seiring dengan masuknya kendaraan pribadi dari luar Bogor.

Untuk itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengusulkan moratorium angkot kabupaten sebagai langkah penataan transportasi umum.

Dedie mengungkapkan, usulan moratorium tersebut telah disampaikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kebijakan ini penting agar jumlah angkot tidak terus bertambah.

“Kalau moratorium, tidak ada penambahan lagi. Saat ini saja jumlah angkot sudah mencapai 6 sampai 7 ribu unit,” ujar Dedie, Senin (13/4) lalu.

Ia berharap, Dishub Jawa Barat dapat lebih fokus pada penataan angkot kabupaten yang sudah beroperasi, bukan justru menambah izin baru.

“Jangan ditambah lagi izin-izin baru. Itu yang harus dikendalikan,” tegasnya.

Dedie menilai, penataan angkot kabupaten perlu segera dilakukan agar sejalan dengan kebijakan di Kota Bogor. Saat ini, Pemkot Bogor telah menerapkan pembatasan usia teknis angkot maksimal 20 tahun, sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 8 Tahun 2023.

“Jangan sampai angkot di Kota Bogor sudah ditata, tapi dari luar masih bebas masuk. Ini jadi bertolak belakang,” jelasnya.

Ia memastikan koordinasi lintas instansi terus berjalan, melibatkan Dishub Kabupaten Bogor, Dishub Kabupaten Sukabumi, Dishub Jawa Barat, dan Dishub Kota Bogor.

Keberadaan angkot kabupaten yang masuk ke Kota Bogor dinilai menjadi salah satu penyebab kepadatan jalan. Keluhan pun datang dari masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.

Sebelumnya, Dedie juga mengusulkan skema rerouting atau pengaturan ulang trayek angkot dari luar daerah. Berdasarkan data, jumlah angkot lokal di Kota Bogor kini tersisa sekitar 2.500 unit dari sebelumnya 3.800 unit. Sementara itu, angkot dari Kabupaten Bogor mencapai sekitar 6.000 unit.

Dalam skema tersebut, angkot dari arah Leuwiliang hanya beroperasi sampai Bubulak. Selanjutnya, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Biskita Transpakuan.

Hal serupa juga direncanakan untuk angkot dari Cisarua, Cibedug (Kabupaten Bogor dan Cicurug (Kabupaten Sukabumi) yang cukup berhenti di Ciawi, tanpa masuk hingga pusat kota seperti Pasar Bogor.

“Ke depan, ketika jalur R3 selesai, kita siapkan kantong angkot. Untuk masuk Kota Bogor, masyarakat bisa beralih ke Biskita,” katanya.

Selain Latihan Fisik, Pesilat PSHT Diajarkan Ketuhanan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Puluhan pesilat yang tergabung di perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor diajarkan ketuhanan. Nilai- nilai spiritual itu penting untuk memberikan makna, tujuan hidup, dan ketenangan batin, serta meningkatkan kesehatan mental dan keseimbangan emosional.

‎”Latihan silat, selain fisik tentu mereka juga perlu dibina dan diajarkan nilai- nilai spiritual,” kata salah satu pelatih silat Rena Zaqiah kepada Jurnal Bogor, Minggu (19/4/2026).

‎Dengan memiliki spiritual, akan lahir rasa kasih sayang antarsesama. ‎Hal ini pengamalan dari perguruan silat PSHT agar tidak disalahgunakan apalagi berbuat tercela.

‎Bahkan pencak silat tidak hanya fokus pada pembelajaran fisik, melainkan mereka juga diajarkan untuk memperkuat kerohanian.

‎‎Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Nanggung termasuk pihak PT Antam mengapresiasi latihan pencak silat yang telah berlangsung selama enam bulan di Batutulis.

‎”Pencak silat mesti menjadi perhatian serius yang harus terus dikembangkan,” ujar manajer CSR PT Antam Arif Rahman Soleh.

** Arip Ekon

Lima Kampung di Rengasjajar Terendam Banjir

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
‎Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. pada Sabtu (18/4/2026) malam, menyebabkan banjir di Desa Rengasjajar. Sedikitnya lima kampung dilaporkan terendam akibat meluapnya aliran sungai di sekitar permukiman warga.

‎Wilayah terdampak meliputi Kampung Kadaung, Pasir Sereh, Lebakwangi Hilir, hingga Kampung Lebakwangi Girang. Air yang meluap dengan cepat menggenangi rumah warga setelah sungai tidak lagi mampu menampung debit air hujan.

‎Dalam video yang beredar, terlihat air mengalir deras dan merendam permukiman warga. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai pinggang orang dewasa.

‎Salah satu warga Kampung Kadaung, Sahyani, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya saat banjir datang. Ia mengatakan, saat kejadian dirinya tengah membantu warga lain.

‎“Baju dan segalanya habis terendam. Saya tidak keburu mengangkat barang karena sedang membantu warga lain saat awal banjir datang. Begitu pulang ke rumah, air sudah sepinggang,” ujarnya.

‎Akibat banjir tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke aula Masjid Al-Bashriyah karena rumah mereka tidak lagi layak ditempati untuk sementara waktu.

‎Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian materiel diperkirakan cukup besar. Hingga saat ini, jumlah pasti rumah terdampak masih dalam pendataan oleh pihak terkait.

‎Sementara itu, Puskesmas Lebakwangi menyatakan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam guna mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir bagi warga terdampak.

** Arip Ekon

Cisarua Darurat Resapan Air

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor membutuhkan area resapan air. Pasalnya, terus bertambahnya bangunan di wilayah Cisarua, mulai dari pembangunan vila, rumah penduduk, dan perumahan berbentuk kavling menjadikan area terbuka hijau di kawasan tersebut kini semakin berkurang.

Pesawahan dan perkebunan terus mengalami perubahan yang cukup pesat. Hal ini menjadikan iklim di kawasan Cisarua tidak sejuk lagi.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari UPT Tata Bangunan Ciawi, sekitar seribu unit merupakan bangunan liar dan bangunan yang melanggar peraturan tanpa IMB. Bangunan-bangunan tersebut khususnya yang sudah terbukti melanggar aturan, merupakan milik warga Jakarta.

Kepala UPT Tata Bangunan Ciawi Agung Tarmedi menyatakan, kondisi bangunan yang dinilai melanggar itu datanya sudah dilimpahkan ke Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Pembangunan di kawasan Puncak terus mengalami perubahan. Areal pesawahan kini menjadi pemukiman. Dari sebagian bangunan, hasil dari pemantauan petugas kami di lapangan, terdapat sekitar 1000 bangunan dinyatakan melanggar aturan. Pelanggarannya, mulai dari tidak memiliki IMB hingga pelanggaran lainnya. Dan data tersebut sudah kami limpahkan ke Satuan Pol PP Kabupaten Bogor, ” tandasnya.

Dampak dari gencarnya pembangunan itu pantauan di beberapa desa, seperti di Kampung Ciburial Tugu Utara, Lewimalang dan di Kelurahan Cisarua, jika turun hujan kawasan tersebut kini selalu kebanjiran.

“Hujan sebentar saja volume air di parit-parit jalan terlihat sangat besar. Bahkan perkampungan warga yang berada di Gangg Arayak Kelurahan Cisarua jika turun hujan selalu kebanjiran. Ini akibat saluran air tidak bisa lagi menampungnya,” pungkas Herul, warga Cisarua.

** Dadang Supriatna

FABEM, GMPRI dan FWBS Bantu Galang Dana Biayai Operasi Anak Karyawan BUMD Kabupaten Bogor

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Sebanyak tiga organisasi menggalang dana kemanusiaan untuk biaya operasi Muhammad Akbar (1,5 tahun), anak dari Irfan Satria Budi, karyawan PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor.

Dalam waktu kurang dari 24 jam penggalangan dana, seluruh target biaya operasi dan kebutuhan kesehatan anak tersebut berhasil dipenuhi kurang lebih Rp10 juta.

Ketiga organisasi itu adalah Forum Alumni Badan Eksekutif Indonesia (FABEM), Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Cabang Bogor, serta Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS).

Aksi soiidaritas ini dilakukan setelah mengetahui penderitaan yang dialami Irfan Satria Budi yang belum menerima gaji sejak Juli 2022 dari PT PPE tempatnya bekerja. Total piutang gaji yang menjadi haknya mencapai Rp179.034.788. Perusahaan plat merah yang didirikan di masa Bupati Bogor Rachmat Yasin ini dinyatakan bangkrut alias pailit pada Desember 2024.

Dampaknya, kondisi ekonomi Irfan yang telah dikaruniai tiga orang anak ini morat-marit. Terlebih sejak anaknya lahir mengidap penyakit jantung dan paru, ia dan istrinya harus bolak-balik berobat ke rumah sakit dengan biaya tidak sedikit.

Rika, istri Irfan, mengungkapkan bahwa keluarganya akan terus berjuang untuk mendapatkan hak suaminya dari PT PPE bersama belasan karyawan lainnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, utamanya untuk biaya pengobatan anaknya.

“Semua upaya sudah kami lakukan, meminjam uang ke saudara dan teman, tetangga, menjual dan menggadaikan barang-barang yang masih tersisa, hingga terjerat rentenir. Semua itu digunakan untuk biaya pengobatan anak saya agar sembuh serta untuk ongkos bolak-balik memperjuangkan hak suami saya ke PT PPE, ke Gubernur Kang Dedi, ke Jakarta, dan banyak lagi. Namun belum juga ada kejelasan,” ungkapnya yang ditemui di rumahnya, Kampung Ciaul, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis malam, 16 April 20226.

“Berdasarkan rujukan dari RSUD Ciawi, anak saya harus dioperasi segera ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, saya bingung biaya dari mana. Terima kasih atas bantuan yang diberikan semoga mendapatkan balasan yang setimpal,” lirihnya.

Koordinator FABEM Bogor, Feri, mengatakan bantuan yang terkumpul berasal dari berbagai pihak.

“Bantuan ini bersumber dari keluarga besar forum, para perwira TNI, wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Selatan, serta tokoh organisasi tingkat nasional dan daerah. Alhamdulillah, kurang dari sehari target donasi untuk anak karyawan PT PPE sudah terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GMPRI Cabang Bogor, Yogi Arianda, mengkritik lambannya penyelesaian hak gaji karyawan PT PPE oleh Pemkab Bogor. Menurutnya, gerakan solidaritas warga berjalan lebih cepat dibanding birokrasi.

“Ini bukti nyata bahwa ketika negara bergerak lambat, masyarakat sipil justru bergerak cepat. Kami tidak menunggu birokrasi karena ada nyawa dan masa depan anak yang dipertaruhkan. Kurang dari 24 jam urusan biaya operasi selesai. Giliran pemerintah daerah yang menuntaskan sisa keadilan yang lain,” tegas Yogi.

Sebelumnya, GMPRI juga menyayangkan Bupati Bogor yang belum menuntaskan permasalahan gaji mantan karyawan BUMD, meskipun telah menjabat satu tahun dan sebelumnya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Ketua Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS), Acep Mulyana, menyatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada para donatur yang peduli.

Ia pun menegaskan bahwa FWBS akan terus mengawal kasus PT PPE karena menyangkut kerugian negara.

“Kami mengapresiasi gerak cepat solidaritas kemanusiaan ini. Tapi jangan berhenti di sini. Kasus PT PPE adalah kasus yang merugikan negara sekaligus menganiaya pekerja. Sebagai insan pers, kami akan terus mengawal persoalan ini secara independen,” kata Acep.

** Dadang Supriatna

Pengabdian Masyarakat ITB Dewantara: Pembangunan MCK dan Penyediaan Air Bersih di Parung Ponteng

0

Bogor | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 4,5 dan 19 April 2026 di Kp. Parung Ponteng RW 007, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Mengusung tema “Optimalisasi Sanitasi Lingkungan Berbasis Manajemen Partisipatif melalui Pembangunan MCK dan Penyediaan Air Bersih guna Mendukung Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”, kegiatan ini difokuskan pada pembangunan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) serta penyediaan sumber air bersih yang layak bagi masyarakat setempat.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa angkatan 36 dan 37 ini dilaksanakan secara gotong royong bersama warga. Pada kegiatan awal, tim melakukan pembangunan fisik mulai dari pembuatan bak penampung air, pembangunan struktur MCK, hingga instalasi saluran air bersih. Kegiatan kedua diisi dengan peresmian serta serah terima fasilitas kepada masyarakat.

Ketua pelaksana kegiatan, Rosmala Al Noer Buana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan masyarakat.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan pola hidup bersih. Harapannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dijaga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dosen pendamping kegiatan, Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., M.M, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial sekaligus memberikan solusi nyata. Kami berharap program seperti ini terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW 007 , Agung menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh mahasiswa ITB Dewantara.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan pembangunan MCK dan penyediaan air bersih ini. Fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh warga dan diharapkan dapat meningkatkan kesehatan serta kenyamanan lingkungan kami,” tuturnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kp. Parung Ponteng kini memiliki akses sanitasi yang lebih layak serta sumber air bersih yang memadai, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

(Wawan Hermawanto)

Menjelajah Alam, Menguatkan Karakter: Perjusa Pasukan Khusus Pramuka SMP IT Bina Bangsa Sejahtera.

0

Kota Bogor – SMP IT Bina Bangsa Sejahtera menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) bagi Pasukan Khusus (Pasus) Pramuka sebagai bagian dari pembinaan karakter serta penguatan keterampilan kepramukaan murid. Kegiatan ini berlangsung pada 17–18 April 2026 di Bumi Perkemahan Pasir Reungit, yang berada tidak jauh dari jalur pendakian menuju Kawah Ratu.

Kegiatan Perjusa secara resmi dilepas oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Kak Syabar Suwardiman, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan karakter murid melalui kegiatan kepramukaan.

Mengusung tema “Mendaki Setinggi Cita, Berbakti pada Semesta”, kegiatan ini diikuti oleh 12 anggota Pasukan Khusus Pramuka yang berada di bawah Gugus Depan SMP IT Bina Bangsa Sejahtera 04.263 – 04.264, dengan pendampingan para pembina pramuka.

Rangkaian kegiatan Perjusa dirancang edukatif sekaligus menantang. Kegiatan diawali dengan pendirian tenda sebagai sarana melatih kemandirian, kerja sama, dan kedisiplinan. Selama perkemahan, peserta juga menjalankan jadwal piket memasak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi bersama, guna menumbuhkan tanggung jawab serta keterampilan dasar.

Selain itu, dilaksanakan pula prosesi pelantikan anggota Pramuka Penggalang sebagai bentuk pengakuan atas kesiapan peserta dalam mengemban tanggung jawab sebagai anggota pramuka yang berkarakter, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan.

“Kegiatan utama dalam Perjusa ini adalah hiking menuju Kawah Ratu yang berada di ketinggian 1.437 meter di atas permukaan laut (mdpl). Perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 2 hingga 2,5 jam ini menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, sekaligus melatih ketahanan fisik dan mental serta menumbuhkan rasa cinta terhadap alam,” Minggu (19/4/2026).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di area perkemahan sebagai kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Kegiatan Perjusa secara resmi ditutup oleh Ketua Gugus Depan Putra, Kak Roma. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan kali ini memberikan tantangan lebih bagi peserta karena harus menempuh perjalanan panjang menuju Kawah Ratu.

Menurutnya, perjalanan tersebut mengajarkan pentingnya menekan ego pribadi, meningkatkan kepedulian antarsesama, serta membangun kedisiplinan dalam mengikuti arahan pemimpin rombongan agar kegiatan berjalan aman dan tertib.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui Perjusa ini, diharapkan para murid mampu menginternalisasi nilai-nilai kepramukaan seperti kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Yudi

Ajang Silaturahmi, Diklat Persachi Putra Gelar Turnamen Mini Cari Bibit Pesepakbola Muda

0

Megamendung | Jurnal Bogor – Dalam upaya mencari bibit pesepakbola muda berbakat, Diklat Sepakbola Persachi Putra menggelar pertandingan persahabatan di Alwan Mini Soccer Stadium, Minggu (19/5/2026).

Pertandingan ini diikuti oleh dua Sekolah Sepak Bola (SSB), yakni SSB Persachi Junior Kecamatan Megamendung melawan SSB Brimolia Kecamatan Cisarua. Meski hanya diikuti dua tim, laga berlangsung meriah dengan pembagian lima kategori kelompok umur, mulai dari usia 7 tahun hingga 16 tahun.

Para pemain yang mayoritas anak-anak terlihat antusias dan penuh semangat saat bertanding. Atmosfer pertandingan pun berlangsung sportif sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar pemain dan pelatih.

Hendra selaku tuan rumah mengatakan, kegiatan ini tidak hanya sekadar pertandingan biasa, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan pencarian bakat pemain muda.

“Pertandingan ini sifatnya silaturahmi dan persahabatan, tapi tujuannya untuk mencari bibit-bibit muda sepak bola yang nantinya bisa berkembang ke tingkat lebih tinggi,” ujarnya.

Menariknya, pertandingan ini tidak hanya melibatkan pemain putra, tetapi juga tim sepak bola putri. Hal ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat sepak bola putri di wilayah Megamendung masih tergolong jarang.

“Sepak bola putri di sini memang belum banyak, tapi di Diklat Persachi Junior sudah mulai aktif. Semangat mereka juga luar biasa, tidak kalah dengan pemain putra,” tambah Hendra.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak talenta muda yang muncul dan dapat berkontribusi bagi perkembangan sepak bola di daerah hingga tingkat nasional. Yudi

ETLE Jalur Puncak Dipindah ke Simpang Gadog, Pengawasan Dinilai Lebih Efektif

0

Ciawi | Jurnal Bogor – Sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di kawasan jalur Puncak, tepatnya ruas Cipayung–Cibogo, Kabupaten Bogor, kini dipindahkan ke simpang lampu merah Gadog.

Ketua BPD Desa Cipayung Datar, Lexi, mengatakan bahwa sebelumnya perangkat ETLE terpasang di kawasan Cibogo, tepatnya di depan Bendungan Ciawi. Namun, dalam dua pekan terakhir, lokasi tersebut telah dialihkan ke simpang Gadog.

“Sekitar dua minggu lalu dipindahkan ke simpang lampu merah Gadog,” ujar Lexi, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, keberadaan ETLE di lokasi sebelumnya sempat dikeluhkan warga, khususnya bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak dekat. Meski demikian, pemindahan ini diduga merupakan bagian dari penyesuaian untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas.

“Kami memperkirakan titik lampu merah Gadog merupakan area yang paling rawan pelanggaran sekaligus memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi,” jelasnya.

Ia menilai, penempatan ETLE di simpang Gadog—tepatnya di depan pos polisi—lebih strategis dalam memantau pelanggaran. Tingginya volume kendaraan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, membuat titik ini menjadi salah satu pusat kemacetan di jalur Puncak.

Lexi pun mengimbau masyarakat, khususnya pengendara yang melintasi kawasan Puncak, agar lebih disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas.

“Pelanggaran bisa dengan mudah terdeteksi oleh sistem ETLE. Jadi kami harap pengendara lebih berhati-hati dan patuh terhadap rambu-rambu,” tandasnya. Yudi