Bogor | Jurnal Bogor
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (HISWANA MIGAS) Bogor memastikan seluruh persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) VII hampir rampung. Forum organisasi yang akan digelar pada 29 Juli 2026 di International Convention Center (ICC) Botani, Kota Bogor itu menjadi momentum penting dalam menentukan kepemimpinan dan arah organisasi untuk empat tahun ke depan.
Sekretaris DPC HISWANA MIGAS Bogor, Hakanna, mengatakan seluruh perangkat pelaksanaan Muscab telah disusun dan kini tinggal menunggu pengesahan dari Steering Committee (SC). Menurutnya, berbagai materi persidangan telah dipersiapkan sebagai acuan pelaksanaan musyawarah.
“Seluruh rancangan materi Muscab VII telah selesai disusun dan dalam waktu dekat akan disahkan oleh Steering Committee sebagai pedoman pelaksanaan musyawarah,” ujar Hakanna dalam konferensi pers di Clovey Kitchen, Jumat (3/7/2026).
Menurut dia, Muscab VII direncanakan dibuka oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama General Manager Pertamina Wilayah Jawa Bagian Barat. Sejumlah pengurus, anggota, serta para pemangku kepentingan di sektor energi juga dijadwalkan menghadiri agenda tersebut.
Sementara itu, Ketua Steering Committee Muscab VII, Untung Kurniadi, menjelaskan proses penjaringan calon Ketua DPC HISWANA MIGAS Bogor periode 2026–2030 akan dimulai pada 15 Juli dan berakhir pada 22 Juli 2026.
Untung menegaskan, seluruh tahapan pencalonan akan dilaksanakan secara terbuka dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi beserta ketentuan yang berlaku.
“Steering Committee telah menetapkan jadwal pembukaan pendaftaran bakal calon ketua mulai 15 hingga 22 Juli 2026. Seluruh proses akan berlangsung secara terbuka, transparan, dan sesuai aturan organisasi,” katanya.
Ia menjelaskan, persyaratan pencalonan disusun secara ketat guna memastikan sosok yang terpilih memiliki kapasitas, integritas, pengalaman organisasi, serta komitmen dalam memajukan HISWANA MIGAS Bogor.
Sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya berstatus Warga Negara Indonesia, memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) HISWANA MIGAS yang masih berlaku dengan masa keanggotaan minimal satu tahun, memiliki integritas dan kepemimpinan yang baik, serta bersedia mengemban amanah sebagai ketua.
Calon juga diwajibkan aktif berkontribusi dalam organisasi, telah melunasi iuran keanggotaan, menjaga nama baik HISWANA MIGAS maupun PT Pertamina (Persero) beserta subholding-nya, tidak memiliki perkara pidana yang berkekuatan hukum tetap, dan pernah menjadi pengurus DPC HISWANA MIGAS Bogor.
Selain itu, setiap bakal calon harus mengantongi dukungan sedikitnya 30 persen dari peserta Muscab, menyerahkan surat pernyataan kesediaan beserta visi dan misi, berusia maksimal 80 tahun, melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan bebas pidana dari Pengadilan Negeri, surat keterangan sehat dari dokter atau rumah sakit pemerintah, serta memiliki pengalaman menjadi pengurus organisasi sekurang-kurangnya satu periode.
Untung menambahkan, hak mengikuti Muscab hanya dimiliki anggota yang telah memiliki KTA terbaru yang diterbitkan melalui sistem keanggotaan HISWANA MIGAS dan telah melunasi iuran hingga 31 Mei 2026.
“Peserta yang berhalangan hadir dapat memberikan kuasa kepada pihak lain sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia,” jelasnya.
Anggota Steering Committee, Yogi Rhamdani, menilai Muscab VII tidak hanya menjadi ajang memilih ketua baru, tetapi juga menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi dalam empat tahun mendatang.
Melalui Muscab tersebut, peserta juga akan menetapkan formatur yang bertugas menyusun kepengurusan DPC HISWANA MIGAS Bogor periode 2026–2030, sekaligus membahas dan menetapkan program kerja organisasi yang akan menjadi pedoman dalam meningkatkan pelayanan kepada anggota, memperkuat sinergi dengan PT Pertamina dan pemerintah daerah, serta mendorong pengembangan usaha anggota di sektor minyak dan gas bumi.
Panitia berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif sehingga Muscab VII berlangsung lancar, demokratis, dan mampu menghasilkan kepemimpinan yang membawa DPC HISWANA MIGAS Bogor semakin profesional, solid, serta siap menghadapi tantangan industri energi di masa mendatang.
** Fredy Kristianto


