33.1 C
Bogor
Friday, July 3, 2026

Buy now

spot_img

DT Peduli dan Kampoong Ecopreneur Bersinergi Bangun Asrama Santri dan Dorong Ekspor Ubi

Bogor | Jurnal Bogor– Yayasan DT Peduli menyalurkan bantuan senilai Rp 973 juta untuk mendukung program ekspor ubi ungu petani Leuwisadeng sekaligus pembangunan asrama santri di Kampoong Ecopreneur, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Penyaluran bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, dan Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, pada Kamis (2/7/2026).

Kerja sama tersebut mencakup pembangunan Asrama Tahfiz Al-Qur’an serta pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Asrama ditargetkan mulai beroperasi sebagai pusat pendidikan pada November 2026.

Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, mengatakan cita-cita besar yang tengah diwujudkan melalui kawasan tersebut adalah konsep “One Family One Ecopreneur”, yakni setiap keluarga memiliki satu wirausahawan berbasis ekologi.

“Kami ingin mewujudkan konsep One Family One Ecopreneur, yaitu satu keluarga memiliki satu entrepreneur berbasis ekologi,” ujar Jamil.

Acara penandatanganan kerja sama turut dihadiri Ketua Yayasan DT Peduli M. Bascharul Asana, Director of Impact & Civilization DT Peduli Fahrizal Amir, Head of Division Impact & Civilization Dede Sugih Hartono, serta jajaran pengurus dari kedua lembaga.

Jamil menjelaskan, Kampoong Ecopreneur mulai mengelola lahan seluas 1,7 hektare di Leuwisadeng sejak Desember 2025. Kawasan tersebut dipersiapkan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan kewirausahaan.

Saat ini, pembangunan asrama santri terus berjalan, sementara aula sementara untuk kegiatan pendidikan dan pertemuan telah selesai dibangun.

“Bantuan dari DT Peduli ini akan mempercepat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan kegiatan pembelajaran bagi para santri,” katanya.

Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan adalah budidaya ubi ungu bersama petani lokal. Hasil panen petani akan ditampung oleh Kampoong Ecopreneur dan direncanakan diekspor ke Singapura serta Malaysia.

“Kami berharap Leuwisadeng ke depan dikenal sebagai salah satu sentra ekspor ubi ungu,” ujar Jamil.

Ia menilai kolaborasi dengan DT Peduli merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai spiritual.

Sementara itu, Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang juga memiliki kemandirian ekonomi.

Ia berharap program pemberdayaan yang dijalankan di Kampoong Ecopreneur mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Leuwisadeng. Jajang juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Director of Impact & Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan santri yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha.

“Harapannya, para santri nantinya menjadi agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat melalui keterampilan bisnis yang mereka miliki,” kata Fahrizal.

Melalui kerja sama ini, DT Peduli dan Kampoong Ecopreneur berharap Leuwisadeng dapat berkembang menjadi kawasan percontohan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan Qur’ani, kewirausahaan, dan ekonomi komunitas.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles