27.4 C
Bogor
Friday, September 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 33

Layanan Kehati tak Respons Aduan Warga

0

Bogor | Jurnal Bogor
Layanan Kehati (Keanekaragaman Hayati) dikeluhkan warga Bogor, Reza Indragiri Amriel yang mengirimkan aduan adanya monyet dan burung merak yang tampak diperlakukan tidak semestinya.

“Sudah lebih dari 10 hari sejak saya mengirim informasi monyet dan burung merak tetap berada dalam perlakuan yang tidak semestinya di tempat mereka masing-masing,” kata Reza Indragiri Amriel dalam keterangannya, Kamis (1/7/2026).

Dalam laporan via chat What’s App aduan di nomor 085219807100, Reza mengirimkan kondisi monyet yang terikat di pohon lengkap dengan maps lokasi hewan tersebut, begitu juga dengan kondisi burung merak yang berada dalam sangkar. Reza menyayangkan Layanan Kehati tak merespons.

“Sampai hari ini, jangankan ditindaklanjuti, sebatas membalas WA pun tidak mereka lakukan. Kasihan satwa-satwa yang butuh bantuan,” ungkap Reza.

Seperti diketahui larangan memperlakukan tidak semestinya perihal satwa ini tertuang dalam Pasal 302 dan 540 KUHP yang melarang keras penganiayaan, penelantaran, dan penyiksaan hewan. Lalu  Undang-Undang No. 18 Tahun 2009 yang mengatur tentang Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare), di mana hewan bebas dari rasa sakit, rasa takut, dan bebas mengekspresikan perilaku alami.

(yev/cc)

Seren Taun Lembur Cigoong Kembali Digelar, Lestarikan Warisan Budaya Sunda

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor – Tradisi budaya Seren Taun Lembur Cigoong kembali digelar dengan meriah di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema “Maju Saparakanca, Nanjeurkeun Adat Dina Nyungsi Amparan Karahayuan”, kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus komitmen melestarikan adat dan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan tahunan tersebut dikemas dengan nuansa kearifan lokal yang sarat akan nilai-nilai sejarah dan budaya Sunda. Selain prosesi adat dan arak-arakan Dongdang sebagai simbol rasa syukur masyarakat, acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan permainan tradisional yang melibatkan berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Kepala Desa Puraseda, Asep Ruhiyat, mengatakan Seren Taun merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk menjaga sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur.

“Seren Taun Lembur Cigoong ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus upaya kita bersama dalam menjaga dan melestarikan adat budaya yang telah diwariskan para leluhur. Tema yang diusung memiliki makna bahwa kita ingin terus maju bersama, memperkuat kebersamaan, serta menjaga nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Desa Puraseda,” ujar Asep.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Seren Taun tidak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, panitia, dan berbagai pihak yang turut berkontribusi.

“Selain prosesi adat dan Dongdang, kami juga menghadirkan permainan tradisional agar generasi muda dapat mengenal dan mencintai budaya daerahnya. Harapan kami, Seren Taun bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian budaya Sunda,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah tamu undangan, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Bogor, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta unsur pemerintahan lainnya yang turut menyaksikan jalannya prosesi adat.

Sementara itu, Kasepuhan Cigoong, Abah Sarji, menegaskan bahwa Seren Taun merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat.

“Seren Taun bukan sekadar acara budaya, tetapi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil yang diberikan, sekaligus menjaga hubungan antara manusia, alam, dan adat yang menjadi pegangan masyarakat selama ini,” tuturnya.

Ia berharap generasi muda terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

“Adat harus terus dijaga karena di dalamnya terdapat pesan kebersamaan, gotong royong, dan saling menghormati. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Seren Taun Lembur Cigoong. Semoga tradisi ini terus hidup dan menjadi warisan budaya yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya.

Seren Taun Lembur Cigoong menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Desa Puraseda masih memegang teguh nilai adat, budaya, dan kebersamaan. Tradisi ini diharapkan terus menjadi identitas masyarakat sekaligus ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak melupakan akar sejarah dan adat istiadat daerahnya. Arip Ekon

Cinta Quran Foundation dan RSI Bogor Berkolaborasi Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif

0

Bogor | Jurnal Bogor – Cinta Quran Foundation dan Rumah Sakit Islam (RSI) Bogor resmi berkolaborasi mengembangkan fasilitas kesehatan berbasis wakaf produktif. Sinergi ini diumumkan bertepatan dengan momentum menyambut Tahun Baru Islam, Hari Jadi Bogor (HJB) sekaligus milad RSI Bogor, Rabu (1/7/2026).

Dewan Pembina Cinta Quran Foundation sekaligus Wakil Ketua Yayasan RSI Bogor, Ustadz Fatih Karim mengatakan bahwa integrasi ini mengubah model pelayanan rumah sakit. RSI Bogor kini menekankan sistem layanan kelas dhuafa dan premium.

Menurutnya, kelas premium dirancang bukan untuk menumpuk profit. Keuntungan bersih dari layanan tersebut akan dialirkan untuk membiayai operasional medis pasien dhuafa.

“Bukan untuk tujuan bisnis, tapi karena ini adalah wakaf atau wakaf produktif, revenue yang nanti masuk dari kelas premiumnya itu sendiri akan digunakan sebagai bantuan kepada masyarakat-masyarakat dengan kelas ekonomi yang lebih rendah,” kata Ustadz Fatih Karim.

Cinta Quran Foundation juga menyerahkan dana zakat kepada Rumah Sakit Islam (RSI) Bogor secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap program bantuan biaya pengobatan bagi para mustahik. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan agar memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik.

Langkah strategis ini hadir sebagai solusi atas tingginya kebutuhan akses kesehatan. Integrasi RSI Bogor ke jaringan Cinta Quran Foundation memastikan layanan medis di kedua kelas tetap bermutu tinggi tanpa membedakan status sosial pasien.

Sebelumnya, Cinta Quran Foundation telah menjalankan berbagai program di bidang kesehatan, di antaranya melalui Rumah Singgah Al Fatih dan Apotek Berkah Berjamaah di Bandung. Sinergi dengan RSI Bogor diharapkan semakin memperluas akses bantuan kesehatan bagi masyarakat.

Ustadz Fatih Karim melanjutkan, sistem rumah sakit berbasis wakaf diharapkan menjadi contoh nasional dalam mengelola aset umat. Sinergi ini juga diyakini mempercepat pembangunan fasilitas dan penyediaan alat medis agar pelayanan kesehatan di Bogor bisa lebih baik.

“Insya Allah, integrasi Cinta Quran Foundation memastikan aset umat akan dikelola secara profesional dan transparan, sebagaimana kami mengelola aset mat lainnya,” imbuhnya. (*)

Audiensi dengan Komisi V DPRD, BMPS Jabar Sampaikan Delapan Catatan Strategis

0

Bandung | Jurnal Bogor – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Jawa Barat menggelar audiensi dengan Komisi V DPRD Jawa Barat, Selasa (30/6//2026) guna membahas berbagai persoalan pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan keberlangsungan sekolah swasta, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), serta kebijakan bantuan pendidikan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat untuk menjaga kualitas pendidikan di Jawa Barat. Kedua belah pihak sepakat bahwa penyelesaian persoalan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kebijakan yang bersifat sesaat atau viral, tetapi harus mampu menjaga ekosistem pendidikan secara menyeluruh tanpa merugikan pihak mana pun.

Dalam paparannya, Ketua BMPS Jawa Barat menyampaikan besarnya kontribusi sekolah swasta terhadap pemerataan akses pendidikan di Jawa Barat dengan didukung data dan fakta yang komprehensif.

BMPS menyampaikan sejumlah catatan strategis kepada Komisi V DPRD Jawa Barat. Di antaranya, kegaduhan dalam pelaksanaan SPMB dinilai tidak akan terjadi apabila pemerintah provinsi sejak awal melibatkan penyelenggara sekolah swasta yang bernaung di bawah BMPS dalam proses penyusunan kebijakan.

Selain itu, BMPS mempertanyakan keberlanjutan pendanaan program bantuan bagi sekolah swasta mengingat keterbatasan kemampuan fiskal APBD Jawa Barat. Menurut BMPS, perlu adanya kepastian agar program bantuan dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa menimbulkan persoalan baru.

BMPS juga menyoroti program Satuan Subsidi Pendidikan Khusus (SSK) yang saat ini hanya menyasar siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Padahal, banyak peserta didik yang sejak awal memilih langsung mendaftar ke sekolah swasta karena berbagai pertimbangan, sehingga dinilai perlu mendapatkan perhatian yang sama.

Sorotan lainnya adalah pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dan penambahan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar di sekolah negeri yang dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan sekolah swasta. BMPS menilai kondisi tersebut dapat diminimalkan apabila pemerintah melibatkan organisasi penyelenggara sekolah sejak tahap perencanaan.

BMPS juga mengingatkan pentingnya melibatkan yayasan atau penyelenggara sekolah dalam setiap kebijakan maupun penandatanganan program bantuan. Selama ini, menurut BMPS, pemerintah lebih banyak berkoordinasi dengan kepala sekolah, padahal kepala sekolah dapat berganti sewaktu-waktu, sedangkan yayasan merupakan pihak yang bertanggung jawab atas keberlangsungan lembaga pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, BMPS menegaskan bahwa tingginya angka putus sekolah di Jawa Barat tidak dapat diselesaikan melalui solusi jangka pendek. Persoalan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi sosial, ekonomi hingga demografi, sehingga diperlukan perencanaan yang matang dengan tetap memperhatikan mutu pendidikan.

BMPS juga menegaskan tidak melarang anggotanya menerima bantuan pemerintah. Namun, organisasi tersebut mempertanyakan kelayakan dan kecukupan besaran bantuan agar benar-benar mampu mendukung operasional sekolah swasta.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sekolah swasta, BMPS mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaktifkan kembali program Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU). Menurut BMPS, program tersebut seharusnya tidak dihapus, bahkan perlu ditingkatkan besarannya sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi sekolah swasta dan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Untung, menyampaikan apresiasi atas data dan masukan yang diberikan BMPS. Ia mengakui peran penting sekolah swasta dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Jawa Barat serta menilai anggapan bahwa seluruh sekolah swasta berorientasi pada keuntungan merupakan persepsi yang tidak tepat.

Menurutnya, intervensi pemerintah memang diperlukan, namun tidak boleh sampai membatasi partisipasi masyarakat, terlebih apabila nilai bantuan yang diberikan belum mampu memenuhi kebutuhan operasional sekolah swasta.

Terkait program SSK, Untung menilai penyelenggara sekolah perlu dilibatkan secara langsung karena merupakan pemilik lembaga pendidikan. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah aspek dalam program tersebut masih perlu dikaji lebih mendalam, termasuk kejelasan hak dan kewajiban penerima bantuan serta mekanisme administrasinya. Selain itu, kebijakan SSK juga masih memerlukan persetujuan DPRD sebelum dapat diberlakukan secara penuh.

Komisi V DPRD Jawa Barat juga mengapresiasi BMPS atas penyampaian data yang dinilai komprehensif terkait pelaksanaan SPMB. Bahkan, DPRD meminta BMPS turut membantu melakukan kajian mengenai risiko implementasi bantuan pendidikan sesuai besaran yang telah dipublikasikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sebagai hasil pertemuan, Ketua Komisi V menyatakan seluruh masukan yang disampaikan BMPS merupakan materi yang sangat berbobot dan dapat menjadi dasar dalam membenahi berbagai persoalan pendidikan di Jawa Barat. DPRD juga berencana mengundang Dinas Pendidikan Jawa Barat setelah proses SPMB selesai agar pembahasan dapat dilakukan tanpa mengganggu pelaksanaan penerimaan peserta didik.

BMPS pun akan kembali diundang untuk memaparkan kondisi riil di lapangan sekaligus menyampaikan hasil kajian risiko terhadap besaran bantuan pendidikan yang direncanakan pemerintah.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi lanjutan guna memperkuat sinergi antara BMPS dan DPRD Jawa Barat. Momentum audiensi tersebut dinilai semakin strategis karena berlangsung bersamaan dengan pembahasan Panitia Khusus (Pansus) terkait SPMB dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pendidikan Jawa Barat. Yudi

Liburan Sekolah Lebih Bermakna, 70 Santri Assulukil Huda Antusias Ikuti Fun Learning Week 2026 Secara Gratis

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Liburan sekolah tak selalu identik dengan bermain di rumah atau menghabiskan waktu bersama gawai. Sebanyak 70 santri dari jenjang Playgroup, TK, SD, hingga SMP Assulukil Huda Gunung Putri, Kabupaten Bogor memulai liburan mereka dengan mengikuti Fun Learning Week (Sanlat) 2026, Minggu (28/6/2026).

Program untuk pendidikan karakter dan pengembangan potensi anak ini sejak hari pertama pembukaan, suasana penuh semangat dan keceriaan sudah terasa. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia, mulai dari pembukaan, perkenalan peserta, permainan edukatif, hingga pembelajaran agama yang dikemas secara menyenangkan.

Ketua Yayasan Assulukil Huda, Ust. H. Iwan Setiawan, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme terhadap kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme yang sangat luar biasa dari Ayah dan Bunda yang telah mempercayakan putra-putrinya mengikuti kegiatan ini. Semoga Sanlat ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengisi liburan dengan aktivitas yang bermanfaat, menambah ilmu, memperkuat akhlak, serta menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan,” jelasnya.

Program Fun Learning Week (Sanlat) 2026 merupakan gagasan sekaligus didukung sepenuhnya oleh Dr. H. Arief Rachadiono Wismansyah, B.Sc., M.Kes., pemilik Yopadel Court & Cafe, Sambal Bakar Indonesia, dan Puri Safana Cikeas. Berkat dukungan tersebut, seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti secara gratis tanpa dipungut biaya, sehingga memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas selama masa liburan.

Menurut Dr. Arief, masa liburan sekolah seharusnya tidak menjadi waktu yang terbuang, tetapi menjadi momentum bagi anak-anak untuk tumbuh melalui pengalaman yang positif.

“Saya ingin liburan sekolah menjadi waktu yang bermanfaat bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan. Saya juga ingin menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, seperti memilah sampah organik dan anorganik, membiasakan olahraga setiap hari, serta melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah agar nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan kepedulian tumbuh sejak usia dini,” ungkap Dr. Arief.

Selama delapan hari, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan pendidikan agama, pembelajaran akademik, kreativitas, olahraga, hingga pembentukan karakter. Beragam aktivitas telah disiapkan, di antaranya English Fun Class, pembelajaran akidah dan akhlak, membaca Iqra’ dan Al-Qur’an, tahsin, kaligrafi, olahraga pagi setiap hari, permainan edukatif, melukis, cooking class membuat jasuke, praktik mencuci tangan yang benar, edukasi hidup sehat dan bergizi, memasak nasi, menanam sayuran, memberi makan ikan, memilah sampah organik dan anorganik, serta pembiasaan shalat Dzuhur berjamaah.

Tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan keagamaan, program ini juga dirancang untuk melatih kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, kreativitas, serta rasa percaya diri anak melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Dengan mengusung konsep “Learn, Play, Create and Grow Together”, Fun Learning Week (Sanlat) 2026 diharapkan menjadi contoh bahwa liburan sekolah dapat diisi dengan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu membentuk generasi yang berakhlak mulia, sehat, peduli lingkungan, kreatif, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.

**istikhoriyah aulia putri/cc

HJB ke-544, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Partisipasi Budaya di Helaran Bogor dan Edukasi Kesehatan Masyarakat

0

Cibinong | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang sukses menuntaskan rangkaian partisipasi aktif dalam kegiatan Pelayanan dan Edukasi Kesehatan dalam program CKG (Cek Kesehatan Gratis) yang diselenggarakan di kawasan Gelora Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang berlangsung selama 17 hari sejak 29 Mei hingga 14 Juni, dan berakhir pada puncak penutupan Minggu, 28 Juni 2026 ini, menjadi bagian integral dari perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Program ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan akses layanan bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Selama periode tersebut, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang hadir memberikan edukasi promotif-preventif serta pelayanan kesehatan gratis.

Rangkaian Edukasi dan Pelayanan Spesialis Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi kesehatan bertajuk “Kenali Hipertensi, Cegah Silent Killer” pada Sabtu, 30 Mei 2026, yang disampaikan oleh dr. Kandita Arjani, Sp.JP di Stadion Pakansari (Panggung Stage Udaya).

Memasuki minggu kedua dan ketiga, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang memperluas jangkauan layanan dengan menghadirkan edukasi tematik yang dipadukan dengan konsultasi spesialis:

Rabu, 10 Juni 2026: Edukasi pencegahan dan penanganan Morbili (Campak) pada anak sekaligus menghadirkan dr. Ammar Fauzan Islami, Sp.A untuk memberikan edukasi kesehatan anak yang komprehensif, Sabtu, 13 Juni 2026: Konsultasi kesehatan gigi gratis oleh drg. Try Septian Mustika Saragih yang disambut antusias oleh masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat juga dapat mengakses layanan pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), asam urat, konsultasi dokter umum, serta pelayanan fisioterapi. Tingginya antusiasme terlihat pada pelaksanaan tanggal 7 Juni 2026, di mana tercatat sebanyak 124 kunjungan masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut, mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi strategis dengan berbagai fasilitas kesehatan lain, seperti RSUD Bakti Pajajaran, RSUD RH. Satibi, RSUD DR. K.H. Idham Chalid, serta dukungan dari Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) dan puskesmas se-Kabupaten Bogor.

Komitmen Humanis dan Pelestarian Budaya Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit bukan sekadar untuk memberikan layanan medis, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sosial masyarakat Kabupaten Bogor.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan. Kami berharap upaya edukasi dan deteksi dini ini dapat terus memperkuat budaya hidup sehat,” ujar dr. Vitrie.

Puncak rangkaian HJB ke-544 ditandai dengan partisipasi RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang dalam perhelatan budaya pada Minggu, 28 Juni 2026, yang meliputi Mapag Pajajaran Anyar: Fashion Ethnic Carnaval serta pemecahan Rekor MURI “Pentas 2.000 Karinding” di Alun-alun Tegar Beriman.

Dalam momentum HJB ke-544 ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang mengusung semangat “Anyar Gayana, Panceg Nilaina; Pelayanan Unggul, Humanis, dan Berdaya Saing.” Semangat ini divisualisasikan melalui simbol budaya Sunda seperti Prabu Siliwangi (kepemimpinan visioner), Nyi Pohaci Sanghyang Asri (kesehatan dan kesejahteraan), Maung Bodas (integritas), Paraji (kesehatan ibu dan anak), serta Tabib Kerajaan (sinergi ilmu modern dan kearifan lokal).

Melalui perpaduan teknologi kesehatan dan kearifan lokal, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berkomitmen untuk terus menjadi pilar kesehatan yang mendukung Kabupaten Bogor yang sehat, kuat, dan sejahtera.

Selamat Hari Jadi Bogor ke-544. Semoga Kabupaten Bogor semakin maju, lestari budayanya, unggul pelayanannya, serta semakin sejahtera masyarakatnya.

(yev/cc)

Helaran Pajajaran, Dedie Rachim Ingatkan Falsafah Hidup Masyarakat Sunda

0

Sejarah dan kebudayaan Pakuan Pajajaran kembali dihidupkan melalui Helaran Pajajaran yang untuk pertama kalinya digelar sebagai puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Tidak sekadar menjadi pawai budaya, Helaran Pajajaran menghadirkan pertunjukan teatrikal yang mengisahkan perjalanan Prabu Siliwangi dan kejayaan Kerajaan Pakuan Pajajaran sebagai bagian dari akar sejarah Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Helaran Pajajaran menjadi momentum untuk mengajak masyarakat mengenali kembali asal-usul Kota Bogor sekaligus memahami nilai-nilai luhur warisan Kerajaan Pakuan Pajajaran yang menjadi bagian dari identitas daerah.

“Mulai tahun ini kita memulai kegiatan yang namanya Helaran Pajajaran. Karena kita perlu menyadari jati diri kita, dari mana asal usul kita, bagaimana Kota Bogor yang hari ini merayakan ulang tahun ke-544 ini terjadi, dan bagaimana para leluhur kita sudah menyiapkan berbagai kebaikan untuk hari ini maupun masa depan,” ujarnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Sabtu (27/6/2026) malam.

Dedie Rachim menjelaskan, memahami sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjadi pijakan dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Ia mengatakan bahwa masyarakat Sunda, khususnya Bogor, memiliki falsafah hidup yang diwariskan para leluhur melalui naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian, yakni konsep Tri Tangtu sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan.

“Dalam sejarah yang ditulis dalam Sanghyang Siksa Kandang Karesian, filosofi orang Sunda dan orang Bogor dikenal dengan Tri Tangtu. Yang pertama Prabu sebagai hukum negara, yang kedua Rama yang menopang adat istiadat serta agama, dan yang ketiga Resi sebagai petunjuk kepada Sang Kuasa,” jelasnya.

Nilai-nilai Tri Tangtu kata dia, telah membentuk karakter masyarakat Bogor yang dikenal santun, menjunjung tinggi adab, dan mengedepankan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, dan menjadikan warisan sejarah tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu kita jaga, kita lestarikan, kita pedomani semua unsur sejarah yang sudah kita miliki. Melalui Helaran Pajajaran yang kita mulai sejak tahun ini, Insyaallah masyarakat Bogor akan lebih memahami akar budayanya dan lebih memahami sejarahnya,”katanya.

Dedie Rachim, menegaskan bahwa Helaran Pajajaran tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan budaya, tetapi juga merupakan upaya membangun identitas Kota Bogor sebagai kota yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Pakuan Pajajaran dan pusat kebudayaan Sunda.

Penyelenggaraan Helaran Pajajaran berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun 2026 perayaan tersebut dikemas dengan konsep baru yang mengangkat nilai-nilai sejarah dan budaya Pajajaran.

“Ini sejarah baru untuk Kota Bogor, biasanya kita menyelenggarakan Helaran Hari Jadi Bogor, tetapi tahun ini kita mulai dengan nama Helaran Pajajaran. Helaran Pajajaran ini akan dilaksanakan mulai tahun 2026 dan seterusnya,” ujarnya

Menurutnya, perubahan tersebut sejalan dengan berbagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperkuat identitas sejarah daerah, di antaranya melalui kehadiran Museum Pajajaran serta berbagai program pelestarian budaya yang terus dikembangkan.

“Sekarang kita sudah punya Museum Pajajaran, kemudian Helaran Pajajaran ini menjadi bagian dari bagaimana membangun manusia Kota Bogor, bukan hanya pembangunan infrastruktur. Tentunya ini akan kita jadikan sebagai identitas baru Kota Bogor, kota yang memang punya kaitan sejarah dengan Pakuan Pajajaran dan juga menjadi pusernya orang Sunda,” jelas Dedie Rachim.

Sekitar 1.000 pegiat budaya dari berbagai sanggar dan komunitas turut memeriahkan helaran tersebut. Mereka menampilkan beragam atraksi budaya, mulai dari drama tari Sasakala yang mengisahkan sejarah Pakuan Pajajaran hingga persembahan seni budaya dari enam kecamatan.

Dedie Rachim berharap Helaran Pajajaran dapat terus berkembang menjadi ikon budaya Kota Bogor, sekaligus menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat setiap peringatan HJB.

“Mudah-mudahan ini menjadi identitas baru Kota Bogor dan setiap memperingati Hari Jadi Bogor akan selalu ada Helaran Pajajaran,” harapnya.

Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah di Jalan Jenderal Sudirman.

Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, untuk menyaksikan Helaran Pajajaran yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi Bogor ke-544.

Antusiasme masyarakat telah terlihat, bahkan sebelum acara dimulai. Ruas Jalan Jenderal Sudirman telah dipenuhi warga yang ingin menyaksikan pertunjukkan budaya yang untuk pertama kalinya digelar dengan konsep Helaran Pajajaran.

Pada helaran kali ini, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan dengan lebih leluasa. Selain menikmati pertunjukan secara langsung, panitia juga menyediakan layar lebar bagi masyarakat yang ingin menyaksikan dari berbagai titik. Sehingga, pada helaran tahun ini penonton terpusat di berbagai lokasi yang telah disiapkan.

Helaran Pajajaran menampilkan tata panggung dengan karpet merah, pelataran yang dihiasi gerbang gapura, serta janur di sisi kanan dan kiri menuju panggung utama. Konsep helaran kali ini pun disebut-sebut semakin berwarna.

Acara ini menjadi salah satu agenda yang ditunggu-tunggu masyarakat dari berbagai kalangan. Tanpa memandang perbedaan maupun latar belakang sosial, seluruh masyarakat berkumpul menikmati setiap pertunjukan.

Samenan SDN Karang Tengah 02 Tampilkan Upacara Adat 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor
Acara perpisahan siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Tengah 02 tahun ajaran 2025/2026, Kecamatan Babakan Kadang, Kabupaten Bogor menampilkan upacara adat melalui atraksi kesenian tradisional Degung Sunda.  

Degung SDN Karang Tengah 02 asuhan Ki Kuswanda dengan bimbingan Umar Sanusi selaku Kepala SDN Karang Tengah 02 tersebut merupakan persembahan dari siswa-siswi kelas IV dan V yang berbakat di bidang seni budaya yang ditempa melalui latihan rutin setiap minggunya. 

Penampilan degung tersebut setiap tahunnya rutin tampil saat acara Perpisahan Siswa Kelas VI SDN Karang Tengah 02 sebagai ajang bakat seni budaya yang diselenggarakan di halaman SDN 02 Karang Tengah, Kampung Babakan Ngantay, yang lokasinya di Lembah Perbukitan Paniisan. 

Umar Sanusi mengungkapkan, kesenian Degung merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang aktif sejak tahun ajaran 2022/2023 dengan melibatkan siswa-siswi kelas IV dan V untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan Sunda kepada generasi penerus bangsa maupun masyarakat. 

Ia mengatakan, rup kesenian Degung SDN 02 Karang Tengah juga tampil pada acara pemerintahan maupun wisata di Kawasan Sentul City. Salah satunya dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 dimeriahkan di halaman Kantor Kecamatan Babakan Madang. 

“Siswa-siswi yang mengikuti ekstra kurikuler Degung Sunda cukup antusias secara rutin mengikuti latihan pada setiap hari Senin di ruang kelas yang bangunannya mulai usang. Namun, semangat mereka cukup tinggi serta didukung oleh orangtuanya masing-masing dan pihak sekolah memfasilitasinya,” ucap Umar Sanusi, Senin (29/6/2026). 

Harapan kepala sekolah dan para pendidik SDN 02 Karang Tengah supaya kedepannya grup kesenian Degung meregenerasi di setiap tahun ajaran dan sukses berperan aktif melestarikan kearifan lokal melalui kegiatan ekstra kurikuler seni budaya Sunda. 

** Sabilillah/cc

Anggota DPRD Jabar Dedi Aroza Dukung Pembangunan SMKN Bogor Selatan

0

Caringin | Jurnal Bogor
Usulan pembangunan SMK begeri di wilayah Bogor Selatan, Kabupaten Bogor, terus menuai dukungan. Selain dukungan dari tokoh pendidikan, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kini dukungan pun disuarakan oleh anggota DPRD Jabar, Dedi Aroza, yang mendukung terealisasinya pembangunan sekolah kejuruan negeri.

“Iya, saya setuju dan mendukung pembangunan SMKN,” kata Dedi Aroza, membalas pesan WhatsApp  saat dimintai tanggapan kaitan adanya usulan pembangunan SMKN di Bogor Selatan, Minggu (28/6/2028).

Dukungan politisi PKS yang berangkat dari Dapil Kabupaten Bogor tersebut, bukan tanpa alasan. Melainkan untuk mendukung usulan sejumlah tokoh yang melihat atensi masyarakat, jika pembangunan SMKN sudah layak berdiri di Kabupaten Bogor Selatan.

Karena selama ini warga masyarakat Bogor Selatan, terutama di wilayah Kecamatan Ciawi, Caringin, Cijeruk dan Cigombong, terpaksa harus mendaftarkan anak ke SMKN yang berlokasi di Kota Bogor. Tak jarang juga warga Cigombong, secara wilayah merupakan perbatasan memilih SMKN Sukabumi.

Seperti diketahui, Usulan pembangunan SMK Negeri di wilayah Bogor Selatan (Bosel), Kabupaten Bogor, telah mematik respons dari sejumlah kalangan, termasuk tokoh pendidikan dan tokoh agama yang menilai bahwa di wilayah paling selatan di bumi Tagar Beriman itu layak dibangun sekolah kejuruan negeri. Bahkan mereka pun siap menyampaikan usulan itu langsung ke Gubernur Jawa Barat.

“Saya pribadi amat mendukung pembangunan SMK negeri. Dan saya kira usulan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena didaerah sini belum ada SMK Negeri, kecuali diwilatan Cisarua dan itu jauh sekali,” kata Lukmanul Hakim SHI, salah satu tokoh pendidikan Cigombong, kepada wartawan, Selasa (23/6/2026) di ruang kerjanya.

Untuk itu, pihaknya pun sumbang saran agar para tokoh di tiap kecamatan untuk bermusyawarah kaitan pembangunan SMK negeri. Dia pun berharap pemerintah daerah merespons secara positif kaitan usulan tersebut.

“Untuk mendukung semua ini, idealnya dibentuk  forum untuk berkomunikasi baik itu dengan pemerintah mau pun pihak lainnya,” saran Lukman yang juga Ketua Yayasan Al Fatih.

** Asep Saprudin

Diduga Tersengat Listrik, Petugas PUPR Tewas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Seorang petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas di lapangan. Korban diduga mengalami kecelakaan kerja akibat tersengat aliran listrik.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, membenarkan adanya salah seorang pegawainya yang meninggal dunia ketika sedang melaksanakan pekerjaan.

“Iya Pak, betul. Sedang tugas kerja,” ujar Esti saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (27/6/2026).

Namun demikian, Esti mengaku belum dapat memberikan penjelasan secara rinci terkait kronologi kejadian. Pasalnya, ia baru saja menyelesaikan proses penanganan pascakejadian.

“Karena saya pun tadi jam 3-an baru selesai urus,” katanya.

Ia juga meminta agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan di lain waktu karena harus mempersiapkan agenda Helaran Hari Jadi Bogor.

“Sudah dulu ya, saya mau persiapan untuk helaran, belum siap-siap,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai lokasi kejadian maupun kronologi lengkap insiden tersebut, Esti belum memberikan keterangan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti meninggalnya petugas tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. Redaksi juga masih berupaya menghimpun informasi lebih lanjut mengenai lokasi kejadian, kronologi peristiwa, serta identitas korban.

** Fredy Kristianto