26.7 C
Bogor
Thursday, April 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 313

Gaza Diterpa Krisis Makanan, Sudah Tiga Minggu Terpaksa Mengonsumsi Pakan Ternak

0

jurnalinspirasi.co.id – Warga Gaza bagian utara terpaksa mengonsumsi pakan ternak selama tiga minggu, karena persediaan makanan sudah habis. Hal tersebut dikatakan oleh Ismail Al-Thawabteh, Kepala kantor media pemerintahan Gaza, Kamis ( 22/02/2024).

Bahan pakan ternak dijadikan makanan

Mereka kekurangan kebutuhan utama  yaitu tepung terigu. Dalam sebuah video tampak para pemuda Palestina sedang mengumpulkan tepung yang sudah berjatuhan ke tanah dan beberapa orang yang sedang menggiling pakan ternak. Video dapat di tonton di akun instagram @eye.on.palestine

Dilansir dari Kompas.com, hal tersebut disebabkan PBB menghentikan pasokan bantuan ke wilayah utara, walaupun keadaan warga Gaza disana kelaparan. Karena Israel terus menembaki truk bantuan yang lewat dan kejadian itu mengganggu keamanan sipil disana.

Sementara dilansir dari CNBC Indonesia bahwa pihak PBB pertama kali menghentikan pengiriman bantuan tiga minggu lalu dan memulai kembali pada minggu ini. Namun, pengiriman tersebut dihujani serangan dari Israel. Akibatnya banyak warga palestina yang sedang menunggu bantuan menjadi korban.

Shane Low, juru bicara Dewan Pengungsi Norwegia, menyebut kondisi pekerja kemanusiaan di Gaza tidak dapat diterima karena lingkungan yang sangat berbahaya. Dia menyoroti ketidakamanan staf kemanusiaan, termasuk risiko dari Israel yang menargetkan konvoi dan polisi yang melindunginya, serta keputusasaan akibat kurangnya bantuan yang masuk.

(roseta al zahra/mg-uik)

Dinkes Kota Bogor Rilis Data Kasus DBD Selama Awal Tahun 2024

0

jurnalinspirasi.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor telah mengungkapkan data terkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di ‘Kota Hujan’ selama bulan Januari dan Februari tahun 2024. Menurut laporan yang dirilis, terdapat total 750 kasus DBD yang tercatat selama periode tersebut.

Dikutip dari infobogor, Kamis (22/02/2024), menurut Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, pada bulan Januari terdapat sebanyak 389 kasus DBD yang dilaporkan, sedangkan pada bulan Februari terdapat 361 kasus. Meskipun angka tersebut menunjukkan tren penurunan dari bulan Januari ke Februari, namun masih perlu dilakukan upaya pencegahan lebih lanjut untuk mengurangi jumlah kasus yang terjadi.

Sayangnya, dari total 750 kasus yang dilaporkan, 4 diantaranya menyebabkan kematian. Hal ini menunjukkan bahwa DBD tetap menjadi masalah kesehatan yang serius, dan masyarakat di Kota Bogor perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit ini.

Dinkes Kota Bogor juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari penumpukan air di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, nyeri otot dan sendi, serta perdarahan. Langkah-langkah pencegahan sederhana ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah kasus DBD dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

(ocha lubianti/mg-uik)

Pegawai Puskesmas Banyak yang Bolos

0

jurnalinspirasi.co.id – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Agus Fauzi membenarkan adanya puluhan pegawai Puskesmas ditemukan banyak yang bolos, hal itu dibuktikan melalui surat teguran oleh Dinas Kesehatan yang dilayangkan ke beberapa Puskesmas di wilayah Kabupaten Bogor.

Agus Fauzi mengaku, adanya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Puskesmas banyak pegawai bolos tanpa keterangan, dan itu dibuktikan dari data absensi aplikasi Si Cantik.

“Betul dari Dinas Kesehatan membuat surat teguran ke sejumlah Puskesmas karena berdasarkan laporan absensi Si Cantik, terkait ditemukannya pegawai puskesmas yang bolos tanpa ada keterangan, namun setelah diklarifikasi oleh Dinas Kesehatan adanya kendala terkait sinyal dan HP-nya eror, juga ada sejumlah pegawai yang sakit, jadi alasan tersebut memang disampaikan oleh para kepala puskesmas,” kata Agus Fauzi dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (22/02/2024).

Agus menjelaskan, Dinas Kesehatan selalu berpedoman kepada regulasi yang ada dengan mengirim surat teguran berdasarkan apa yang diatur oleh PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil atau ASN.

Dikatakannya, pihak dinas sudah mengumpulkan pegawai Puskesmas untuk dilakukan pembinaan bagi para pegawai yang ditemukan bolos atau tidak masuk tanpa keterangan.

“Ada sekitar 50 orang lebih sesuai data laporan pegawai yang bolos kerja dan itu ditemukan melalui aplikasi absensi Si Cantik, dan itu nanti akan ada sanksi baik administrasi maupun teguran surat peringatan, dilihat dari akumulasi tingkat kehadiran absensi tiap bulannya,” jelasnya.

Agus membeberkan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan secara optimal kepada ASN di lingkungan Dinas Kesehatan, apabila masih ditemukan bagi ASN yang melanggar kedisiplinan kerja, akan dilakukan tindakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sesuai peraturan, tindakan yang kita lakukan adalah melihat dari pelanggarannya. Kalau pegawai itu sudah mendapatkan pembinaan berupa teguran lisan dan ternyata masih melakukan kesalahan yang sama, maka akan diberikan teguran secara tertulis dengan mengeluarkan Surat Peringatan (SP) satu, dua dan seterusnya,” pungkasnya.

(andres)

Kenaikan Harga Beras di Pasar Leuwiliang Turunkan Daya Beli Masyarakat

0

jurnalinspirasi.co.id – Harga bahan sembako di Pasar Tradisional Leuwiliang, Kabupaten Bogor mengalami lonjakan kenaikan. Seperti kenaikan beras yang mencapai 30 persen. Dengan terus meroketnya harga beras membuat menurunnya daya beli masyarakat.

“Kenaikan harga beras terjadi pada sebelum Pilpres lebih tepatnya beberapa minggu lalu juga sudah naik,” kata  Kepala UPT Pasar Tohaga Leuwiliang, Mulyadi, Kamis (22/02/2024).

Ia mengatakan, untuk persentase kenaikanya sekitar 30 persen, saat ini untuk beras premium kisaran 16.000 per kilogram dan untuk medium sekitar Rp14.000 .

“Secara daya beli ada penurunan karena dari harga ada kenaikan sehingga berdampak terhadap daya beli terhadap masyarakat makin menurun,” paparnya.

Selain dampak dari Pilpres, menurutnya, kenaikan harga beras juga akibat akan berlangsung bulan Ramadhan

“Kurang lebih, tapi kita belum bisa memastikan ini dampak dari akan menginjak bulan Suci Ramadhan atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, pedagang beras Didin Yaman mengatakan, akibat kenaikan harga beras tentunya berdampak terhadap daya beli masyarakat.

“Kenaikan sekitar 30 persen kalau dirupiahkan ya sekitar 2000 per kilo, kenaikan tersebut terjadi sejak dua bulan lalu,” ujarnya.

Penurunan daya beli terhadap masyarakat dirasakan, bahkan secara persentase sekitar 30 persen penurunannya.

“Pasti ya, pasti terdampak biasanya beli 50 liter sekarang belinya cuma 20 liter, jadi dampaknya sangat dirasakan oleh kita selaku pedagang,” jelasnya.

Ia juga berharap, pemerintah segara melakukan langkah-langkah yang cepat terhadap lonjakan harga beras, mengingat beras salah satu kebutuhan pokok.

“Saya berharap pemerintah bisa melakukan langkah-langkah yang cepat dan tanggap terkait dengan lonjakan harga beras,” pungkasnya.

(andres)

Raih Suara Tertinggi di PKB, Jatirin Pertahankan Kursi di Bogor Utara

0

jurnalinspirasi.co.id – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jatirin memastikan diri kembali masuk ke parlemen, usai meraih suara 4.700. Raihan tersebut merupakan suara dari 90 persen dokumen C1 yang dimiliki relawannya.

Diketahui, pria yang akrab disapa Opah itu berhasil mendominasi suara pada hampir semua kelurahan. Di Kelurahan Ciluar, ia berhasil meraih 1.381 suara, Kedunghalang, 582 suara, Tegal Gundil 1.138 suara, Bantarjati 316 suara

Kemudian di Ciparigi 321 suara, Tanahbaru sebanyak 337 suara, Cimahpar 281 suara, dan Cibuluh 344 suara.

Raihan suara Jatirin adalah yang tertinggi di antara calon legislatif asal PKB lainnya.

Sementara itu, untuk suara partai secara keseluruhan PKB berhasil meraih 11.470 suara. Dengan demikian, Jatirin berhak atas kursi ketiga dari sembilan kursi yang diperebutkan di daerah pemilihan (dapil) 5 Bogor Utara.

“Saya berterimakasih atas kepercayaan diberikan kepada masyarakat terhadap saya. Insya Allah kita akan terus perjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Jatirin kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut Jatirin, seluruh tim dan relawan masih terus melakukan penginputan suara berdasarkan C1. Sehingga perolehan suara kemungkinan akan terus bertambah.

“Kemungkinan penambahan masih ada, karena sampai sekarang masih ada penginputan dan pengawalan ketat terhadap suara,” ungkapnya.

Kata Jatirin, keberhasilan PKB meraih kursi ketiga di dapil ‘neraka’ tak terlepas dari kerja keras kader PKB, para calon legislatif (caleg), simpatisan, dan Relawan For Jati, yang telah sekuat tenaga berkampanye demi memenangkan PKB.

Lebih lanjut, Jatirin menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengikuti proses penghitungan suara di tiap wilayah, sambil menunggu pengumuman resmi dari KPU.* Fredy Kristianto

UIKA Bogor Sambut Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2024

0

jurnalinspirasi.co.id – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menyelenggarakan acara Penyambutan Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 4 Tahun 2024 di Aula Gedung Prof. Dr. H. Abdullah Siddik, UIKA pada Rabu (21/02/2024). Terdapat 45 perguruan tinggi dari 18 provinsi yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di lingkungan UIKA Bogor.

Dr. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten yaitu Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU. memberikan sambutannya kepada peserta PMM Angkatan 4. Dia menyampaikan dan meyakini bahwa pilihan bertukar di kampus UIKA tidak akan merugi bagi mahasiswa dari PTN maupun PTS.

“Insya Allah adik-adik semuanya tadi saya lihat ada yang dari PTN dan PTS, tidak akan rugi, tidak salah memilih untuk menjadi mahasiswa yang bertukar di kampus UIKA,” ujar Samsuri, Rabu (21/02/2024).

“Pertama saya yakin kota Bogor yang kita kenal sebutan kota hujan, kota angkot. Tapi satu hal ini adalah kota yang sangat ramah, sejuk, dan UIKA termasuk salah satu yang menjadikan kota Bogor menjadi kota yang sejuk. Setidaknya sejuk hatinya, pikirannya, dan perkataannya,” lanjutnya.

Samsuri juga menyampaikan pesan penting kepada peserta PMM, bahwa harus menjadi contoh yang baik, tidak terlibat narkoba, dan tidak melakukan kekerasan seksual.

“Pertama harus menjadi orang yang memberikan contoh atau role model yang baik. Tidak boleh ada satu pun dari peserta pertukaran mahasiswa merdeka yang terlibat atau menyentuh atau mendekati narkoba, itu larangan keras. Rektor dan pendamping lapangan betul-betul dijaga,” tegas Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

“Kedua, ini program yang sangat baik. Maka tidak boleh ada kekerasan seksual. Jika itu terjadi, UIKA sudah mempunyai Satgas. Lebih berani menyampaikan,” ujarnya.

“Terakhir, setelah selesai dari UIKA dan kembali ke kampus masing-masing maka harus membawa oleh-oleh. Yang dimaksud oleh-oleh terbaik adalah cerita atau projek kesuksesan selama menjadi mahasiswa pertukaran di kampus UIKA,” tutupnya.

Samsuri berharap dengan adanya program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) terutama di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menjadi bermanfaat, hargai setiap perbedaan, dan bangun kebersamaan dengan sebaik-baiknya.

Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, yaitu Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si. dalam sambutannya berpesan kepada peserta PMM Angkatan 4 Tahun 2024 dalam acara tersebut.

“Kita harus pelihara kepercayaan ini sesuai dengan yang diharapkan oleh kementerian. Kepada PMM selamat menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman di Bogor,” ucap Rektor UIKA Bogor pada Rabu (21/02/2024).

Acara yang berslogan ‘NgaBogor ka UIKA Loba Batur Loba Dulur’ dengan arti Tinggal di UIKA Harus Banyak Teman dan Saudara. Rektor UIKA Bogor mengatakan bahwa menimba pengetahuan adalah pengalaman bertukar budaya dan bekerja sama.

Gilang Aditya yang diamanahkan menjadi Kepala Suku PMM Angkatan 4 UIKA Bogor asal STIKOM Tunas Bangsa Pematang Siantar Sumatera Utara, mengucapkan rasa terima kasih atas sambutan yang telah diberikan dari pihak Universitas Ibn Khaldun Bogor.

“Terima kasih kepada Bapak Rektor beserta jajaran dan bapak ibu dosen Universitas Ibn Khaldun Bogor yang telah bersedia menyambut dan menerima kami untuk belajar di lingkungan UIKA,” ujar Kepala Suku, Gilang Aditya pada Rabu (21/02/2024).

Selain penyambutan, acara tersebut dimeriahkan dengan penampilan kebudayaan oleh peserta PMM Angkatan 4 Tahun 2024 yang berasal dari masing-masing daerah dan kampus asalnya.

Acara ini dihadiri juga oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Maemunah Sa’diyah, M.Ag.; Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumberdaya, Hj. Leny Muniroh, S.E., M.Si.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Si., M.Pd.; Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi, dan Pengembangan, Dr. Budi Susetyo, Ir., M.Sc.; serta dekan, wakil dekan, dan dosen-dosen Univeristas Ibn Khaldun Bogor.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan salah satu dari 7 program dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yaitu di antaranya Kampus Mengajar, Magang MSIB, Studi Independen, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Wirausaha Merdeka, Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), dan Praktisi Mengajar.

(lia puspitasari/mg-uik)

Angin Puting Beliung Melanda Perbatasan Sumedang-Bandung, Sejumlah Bangunan Rusak Parah

0

jurnalinspirasi.co.id – Bencana angin puting beliung terjadi di perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, tepatnya di wilayah Rancaekek, Kecamatan Jatinangor, Rabu (21/2/24) sore.

Angin puting beliung tersebut menerjang kawasan industri. BPBD Sumedang mencatat 6 pabrik mengalami kerusakan yang cukup parah.

Selain itu, angin puting beliung juga merusak bangunan masjid yang mengalami kerusakan pada bagian atapnya. Sudah tercatat ada 3 masjid yang rusak di Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinagor, Sumedang.

Dikutip dari detiknews, Kamis (22/2/2024), awalnya detik-detik angin puting beliung menerjang kawasan Sumedang-Bandung viral lewat video amatir yang dibagikan oleh warga ke akun sosial media.

Dalam video amatir tersebut, terlihat benda-benda seperti atap berterbangan diatas. kemudian, terlihat sangat jelas pusaran angin puting beliung yang kehitaman berputar-putar di wilayah tersebut.

Saat ini aparat desa di Kabupaten Sumedang dan Bandung masih melakukan pendataan terkait bangunan yang terdampak akibat bencana angin puting beliung tersebut.

(aliya noermawati/mg-uik)

Keren ! Olah Sampah Visual Alat Peraga Kampanye Jadi Bahan Konstruksi

0

Alat Peraga Kampanye atau APK dari hasil penertiban di masa tenang atau waktu selesainya masa kampanye pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diolah menjadi bahan konstruksi di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R (reuse, reduce dan recycle) atau TPS 3R Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Pengolahan APK menjadi bahan kontruksi ini merupakan hasil diskusi Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Satgas Naturalisasi Ciliwung yang kemudian diuji coba oleh pengelola TPS 3R Mekarwangi beberapa waktu sebelum masuk masa tenang Pemilu 2024 atau masa selesainya kampanye.

Untuk melihat proses pengolahan sampah visual APK, Bima Arya ikut turun langsung menertibkan sampah visual APK di sejumlah ruas jalan di pusat kota dan langsung membawanya ke TPS 3R, Minggu (11/2/2024) lalu.

Sesampainya di lokasi, Bima Arya dibantu petugas dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Bapenda, Bakesbangpol, Satgas Naturalisasi Ciliwung menurunkan APK untuk dimasukan ke dalam ruang sortir.

“Ya, sampah visual APK tadi dibawa ke sini, dibersihkan lagi supaya tidak ada cincinnya (ring besi), supaya tidak ada bahan lain (kawat, paku, kayu dan bendera),” kata Bima Arya.

Setelah proses sortir selesai, APK dimasukan ke dalam karung. Selanjutnya dipindahkan secara estafet ke ruang utama pengolahan untuk dicacah menjadi biji atau serpihan plastik.

Namun, sebelum dimasukan ke dalam mesin pencacah, APK berbahan flexi seperti baliho atau banner lebih dulu dirobek secara manual menjadi ukuran lebih kecil, untuk memudahkan masuk dalam proses pencacahan.

Setelah dicacah, barulah APK dicampur dengan sampah plastik dan alumunium, yang juga sudah melalui proses pencacahan untuk selanjutnya masuk dalam mesin pencetakan bahan konstruksi jenis balok atau papan dan sebagainya.

“Jadi sekitar 30 persennya itu dari sampah visual dari APK, dari banner tadi. Kemudian diproses menjadi lumer menjadi seperti ini (bahan konstruksi jenis balok dan papan),” kata Bima Arya sambil menunjukan bahan konstruksi yang terbuat dari bahan sampah APK dan plastik.

Dari hitungan awal, bahan konstruksi berbahan dasar 30 persen sampah APK yang dicampur 70 persen sampah plastik dan alumunium jauh lebih kuat dibanding dengan olahan 100 persen sampah plastik dan alumunium tanpa campuran sampah APK.

“Ini yang pure (murni) hanya sampah plastik dan aluminium (Bima Arya menunjukan bahan konstruksi berbahan dasar sampah plastik dan alumunium). Kalau ini (menunjukan bahan konstruksi berbahan dasar campuran APK, sampah plastik dan sampah aluminium), yang dicampur dengan APK. Nah ini teksturnya lebih kasar, lebih kuat,” jelasnya.

Bahan kontruksi ini, selanjutnya akan digunakan untuk membuat kerangka atau pondasi sumur resapan yang di tanam di dalam tanah, untuk membangun sumur resapan di Kota Bekasi.

Ke depan, lanjut Bima Arya, balok dan kayu hasil produksi ini juga bisa dijadikan paving block atau dicetak langsung dari sampah plastik, alumunium dan APK menjadi paving block.

Keberadaan TPS 3R Mekarwangi yang ada sejak tahun lalu ini, merupakan kolaborasi mengolah sampah plastik, Pemkot Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkolaborasi dengan WWF, Plastic Smart Cities A Global city initiative to keep plastic out nature by 2030, Rekan Nusantara Foundation dan Sumpah Sampah dan Satgas Naturalisasi Ciliwung.

Dalam sehari, TPS 3R ini bisa mengolah 600 kilogram sampah plastik. Namun dalam pengolahan APK menjadi bahan konstruksi, dengan persentase 30 persen sampah APK dan 70 persen sampah plastik dan alumunium, TPS 3R ini bisa mengolah 400 kilogram sampah plastik dan 200 kilogram sampah APK untuk bisa menghasilkan bahan konstruksi.

Sekretaris Satgas Naturalisasi Sungai Ciliwung, Een Irawan Putra mengatakan, sejak awal dibangun TPS 3R Mekarwangi ini memang khusus untuk mengolah sampah non organik, low value atau rendah nilai seperti kemasan atau kresek dari sampah-sampah rumah tangga yang didampingi oleh Satgas Ciliwung.

“Hanya saja karena ada momentum pemilu ini dan sekarang masuk minggu tenang. Sebelumnya ada diskusi dengan pak wali apakah kita mampu mengolah APK ini di sini. Setelah kita uji coba berapa kali dan ternyata bisa,” katanya.

Untuk memproses satu balok atau papan dengan panjang kurang lebih satu hingga dua meter diperlukan bahan dasar sampah plastik dan aluminium sebanyak 5,5 kilogram dan sampah APK 1,5 kilogram sehingga material yang dibutuhkan sebanyak 7 kilogram.

“Proses produksinya dari mulai pencacahan sampai cetak itu memakan waktu 20 menit. Karena kan setiap hari plastik yang sudah dicacah itu ada. Jadi stok bahan baku setiap hari ada, jadi bisa langsung dikerjakan diproduksi,” katanya.

Meski demikian untuk memastikan mutu kualitas produk ini perlu ada tahap pengujian lebih lanjut.

Ke depan lanjut Een, akan dilakukan uji produk dari berbagai aspek untuk memastikan keamanan dan kelayakan produk.

“Sejauh ini masih kita produksi dan kita terus lihat kualitas dan kuantitasnya. Tapi tetap untuk memastikan dan detailnya harus diuji terlebih dahulu,” katanya.

Pengelola TPS 3R Mekarwangi, M. Irfan Hawari menambahkan, hingga Rabu (20/2) sampah APK yang sudah masuk kurang lebih ada 6-7 ton. Perhari pihaknya baru bisa mengolah sekitar 200 kilogram untuk bahan baku pembuatan beam ataupun kaso.

Terkait pengujian uji beban pihaknya sudah mengirimkan sampel ke Balai Uji Beban di Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Kami menguji beban produk dari sampah plastik dari kresek dan dari banner. Kami juga akan uji terkait mikroplastik atau dioksin yang ada di produk kami,” tuturnya.

Ini Profesi yang Rentan Stres, Salah Satunya Pekerjaan Wartawan

0

jurnalinspirasi.co.id – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, terdapat lebih dari 260 juta orang yang mengalami depresi di seluruh dunia. Jumlah ini terus meningkat, bahkan hingga lebih dari 18 persen setiap tahunnya.

Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan tingkat rasio depresi dan kecemasan mencapai 14 juta orang. Satu dari tujuh orang mengalami masalah kesehatan jiwa di tempat kerja.

Adapun beberapa profesi yang rentan depresi, yaitu:

  1. Perawat atau Pengasuh

Merawat anak atau orang sakit adalah profesi yang rentan depresi. Survei tahun 2007 yang dilakukan oleh National Survey on Drug Use and Health (NSDUH) menyatakan, sebanyak 10,8 persen perawat atau pengasuh berusia 18–64 mengalami depresi.

Penyebabnya adalah persoalan tuntutan perawatan yang menguras emosi.

  1. Pekerja Kuliner

Orang yang bekerja di dunia kuliner, mulai dari koki hingga pelayan restoran, berisiko mengalami depresi. Hal ini terkait dengan masalah kepuasan pelanggan.

Faktanya, sekitar sepuluh persen kasus depresi di Amerika Serikat terjadi terhadap orang yang bekerja di bidang ini.

  1. Pekerja Kreatif

Sebagian besar penyebab depresi pada seniman atau pekerja kreatif lainnya adalah penghasilan dengan nominal yang tak tentu dari banyaknya waktu kerja yang dihabiskan. Sementara itu, tuntutan gaya hidup juga tinggi.

Profesi ini mengambil porsi 9,1 persen dari kasus depresi yang pernah terjadi, dan rata-rata penderitanya juga memiliki penyakit bipolar.

  1. Tentara atau Bidang Pelayanan Militer

Orang yang bekerja di bidang militer juga rentan depresi. Fakta menyebut, anggota militer seperti tentara memiliki risiko depresi sekitar 14 persen setelah ditugaskan.

Angka tersebut bisa lebih tinggi, karena mereka kesulitan mencari dukungan moral. Pasalnya, tentara bisa saja ditugaskan di daerah konflik, jauh dari keluarga, sering mengalami gangguan tidur, trauma dan lain-lain.

  1. Wartawan

Bekerja sebagai seorang Jurnalis terutama penyiar televisi juga rawan stress. Penyiar dituntut tampil sempurna dalam mengabarkan informasi tingkat stress pekerjaan ini mencapai 56,63%

Serupa dengan Jurnalis media cetak dan online dan tingkat stress mencapai 49,9%

(nay nur’ain)

Ustaz Das’ad Latif: Pilih Pemimpin Berdasarkan Kriteria Agama dan Kepemimpinan

0

jurnalinspirasi.co.id – Ustaz Das’ad Latif memberikan pandangan yang mendalam mengenai pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kriteria agama dan kepemimpinan yang benar.

Ustaz Das’ad Latif menekankan bahwa pemilihan pemimpin bukanlah perkara yang sepele. Dia mengajak untuk tidak hanya memilih berdasarkan popularitas, namun juga melihat kualitas dan integritas calon pemimpin tersebut.

Menurutnya, salah satu kriteria penting dalam memilih pemimpin adalah kecerdasan, bukan hanya kecerdasan intelektual namun juga kecerdasan emosional.

“Kemampuan berbicara yang baik juga menjadi faktor penting, karena pemimpin harus mampu mengomunikasikan visi dan gagasannya dengan jelas kepada masyarakat,” Ujarnya. Dikutip dalam Akun YouTube Ustadz Das’ad Latif, Rabu (21/2/2024).

Selain itu juga menggarisbawahi pentingnya amanah dalam kepemimpinan. “Pemimpin yang dipilih haruslah dapat dipercaya dan memiliki jejak rekam yang bersih, baik dalam urusan pribadi maupun publik,” ujarnya.

Dia juga menyoroti bahwa penggunaan gimmick atau pencitraan dalam kampanye politik sebaiknya dihindari, karena hal tersebut bisa mencerminkan ketidakjujuran dan munafik.

Ustaz Das’ad Latif mengingatkan bahwa dalam memilih pemimpin, kita harus mempertimbangkan kesejahteraan umat dan kepentingan bersama di atas segalanya. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Pesan dari Ustaz Das’ad Latif adalah agar masyarakat menjernihkan hati dan pikiran dalam memilih pemimpin, dan tidak terpengaruh oleh politik identitas atau popularitas semata.

“Pemimpin yang dipilih haruslah yang mampu menjaga agama, memperjuangkan keadilan, dan mensejahterakan rakyat,” ucapnya.

Dalam akhir ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif, menyerukan agar masyarakat menggunakan suratul Fatihah sebagai panduan dalam memilih pemimpin, serta memastikan bahwa pilihan yang dibuat sesuai dengan tuntunan agama dan nilai-nilai kebaikan.

Dengan demikian, diharapkan pemilihan pemimpin di masa depan akan lebih berkualitas dan mampu memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara.  

(ocha lubianti/mg-uik)