33.3 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1654

Jembatan Sementara Cigombong Dinilai Asal-asalan

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Pembangunan jembatan sementara proyek dobel track atau jalur ganda rel kereta api (KA) di stasiun Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dinilai asal-asalan. Sebab, aspal  jembatan di jalur nasional yang menghubungkan Bogor-Sukabumi itu, sudah mulai habis dan bergelombang. Wawan, sopir angkutan umum trayek Cicurug-Bogor menuding pihak pelaksana pembangunan jembatan sementara Cigombong, mengerjakan secara asal-asalan. Sehingga, hampir semua aspal yang menjadi penguat sambungan jembatan habis dan tinggal kerikil.

 “Kalau pengerjaannya bagus, saya rasa aspal jembatan sementara ini tidak akan cepat rusak,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi aspal jembatan yang merupakan sebagai penguat sambungan sudah rusak, membuat semua pengendara merasa takut saat melintas jalur tersebut. “Bagaimana tidak takut, aspal di sambungan jembatan saja sudah habis dan tinggal kerikil saja,” papar Wawan.

Selain itu, lanjutnya, jembatan sementara Cigombong yang merupakan jalur nasional, menjadi lintasan setiap kendaraan industri dengan kapasitas besar. Bahkan, kata Wawan, hampir setiap menit kendaraan-kendaraan besar seperti, kendaraan pengangkut air, pasir maupun yang membawa hasil industri di wilayah Sukabumi, melintas dan menggunakan jembatan sementara tersebut.

“Walau pun sudah ada tol, tapi masih banyak kendaraan besar yang melintas jembatan itu. Jadi setiap kali melintas jembatan, terkadang yang melihat selalu takut kalau jembatannya ambruk,” paparnya.

Sementara, Deni, pengendara roda dua merasakan ketakutan yang sama. Dimana, setiap kali dilintasi kendaraan besar, jembatan sementara itu terasa goncangannya. “Saat kendaraan pengangkut air, truk pasir dan trailer melintas, goncangan jembatan sangat terasa sekali. Saya merasa takut jembatannya ambruk,” tukas pria mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio itu.

Dede Suhendar

Puluhan Catin di Ciawi Batal Laksanakan Resepsi Pernikahan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Puluhan pasangan calon pengantin (Catin) yang akan menggelar resepsi pernikahan pada Maret dan April 2020 di wilayah Ciawi, dipastikan batal dilaksanakan. Hal itu terjadi setelah adanya larangan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI demi mencegah penyebaran virus Corona pada layanan nikah di KUA.

Penghulu KUA Kecamatan Ciawi, Erlan Dusland Ahmad mengatakan, dari 33 Catin, 32 pasangan tetap menggelar akad di rumah masing-masing dan hanya satu Catin yang gagal menggelar akad maupun resepsi.  “Karena suaminya berasal dari Majalengka yang tidak boleh keluar akibat wabah Corona, makanya satu pasangan Catin batal,” ungkapnya kepada wartawan.

Selebihnya ia meneruskan, 32 Catin membatalkan resepsi pernikahan, namun tetap melaksanakan akad di rumah masing-masing. Imbauan ini berlaku mulai 23 Maret hingga 5 April 2020. Sebelumnya, pihak KUA telah berkoordinasi dengan Polsek Ciawi untuk mengimbau kepada warga yang akan menggelar resepsi pernikahan untuk menunda hal tersebut.

Selain itu, belum adanya edaran dari Dirjen Binmas Islam untuk menghentikan pelayanan pengawasan pencatatan nikah pada KUA kecamatan di seluruh wilayah Indonesia. “Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), sudah mengajukan ke Dirjen Binmas Islam untuk menghentikan sementara layanan pengawasan pencatatan nikah pada KUA kecamatan di seluruh wilayah Indonesia, sampai berakhirnya masa tanggap darurat covid-19,” tuturnya.

Ajuan itu dilaksanakan, sambung Erlan, baik di KUA maupun di luar KUA. “Saat ini pelayanan administrasi dan pencatatan nikah yang belum dihentikan,” tukasnya.

Dede Suhendar

Serka Agus Terjun Bantu Penyemprotan Disinfektan

0

Ciampea  | Jurnal Inspirasi

Ditengah wabah Covid 19, TNI-Polri tentu menjadi bagian garda terdapat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid 19. Selain membantu pemerintah melakukan sosialisasi, imbauan kepada masyarakat mereka pun terjun langsung melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan warga. Seperti Babinsa garda terdepan TNI di masyarakat ikut terjun melaksanakan penyemprotan bersama pemerintah desa.

Seperti halnya dilakukan Babinsa Desa Benteng, Koramil 2114/ Ciampea Serka Agus Sumariyanto bersama unsur pemerintah desa dan Babinmas terjun ke masyarakat menyemprot disinfektan, baik di lingkungan tempat tinggal warga, mushala, masjid, sekolah, posyandu dan sarana umum lainnya.

“Kita bersama -sama membantu pemerintah untuk menghentikan penyebaran Covid 19 dan menyadarkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan tidak bebergian keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak,”kata Agus.

Agus yang merupakan Banbinsa dari kesatuan baret merah Batalyon 14 itu selain dikenal tegas, juga ramah terhadap masyarakat, juga peduli terhadap sesama termasuk anak-anak. “Kami rangkul semuanya, baik dari anak anak hingga orang dewasa mengajak mereka untuk tetap waspada mematuhi ajuran atau imbauan dari pemerintah pusat agar penyebaran Covid 19 bisa terputus,” kata Agus.

Cepi Kurniawan

Perpanjang Latihan Mandiri, Dojo Unitex Disemprot Desinfektan

0

Bogor | Jurnal  Inspirasi  

Pengurus Cabang Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Bogor mengeluarkan Surat Edaran Nomor :022/PJSI-KOT.BGR/SE/III/2020 tentang perpanjangan masa latihan mandiri di rumah bagi atlet, Pelatih Pelatcab, atlet potensial daerah, dan pembinaan klub. Hal itu mengacu kepada Surat Edaran Walikota Bogor Nomor: 061/1169-umum tertanggal 24 Maret 2020, serta surat edaran KONI nomor 062/KONI.Kt.Bgr/SE/III/2020 tertanggal 24 Maret 2020 tentang perpanjangan masa berlatih secara mandiri bagi atlet.

Sekretaris Pengcab PJSI Kota Bogor, Yudi Wahyudi mengatakan, jika perpanjangan masa latihan mandiri di rumah bagi atlet, pelatih Pelatcab, atlet potensial daerah, dan pembinaan klub Pengcab PJSI Kota Bogor, seluruhnya berdasarkan surat edaran yang telah dikeluarkan Walikota Bogor, dan Ketua KONI Kota Bogor. Sehingga PJSI juga wajib untuk mengeluarkan surat edaran tersebut guna pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Mengacu pada dasar tersebut di atas, dan mempertimbangkan kondisi saat ini dimana makin meningkatnya masyarakat yang terpapar virus Covid-19, maka dengan itu Ketua Pengcab PJSI Kota Bogor, R An An Andri Hikmat memutuskan untuk memperpanjang masa latihan mandiri di rumah kepada atlet-pelatih Pelatcab Judo Kota Bogor, atlet-pelatih potensial daerah, dan atlet-pelatih pembinaan klub anggota PJSI Kota Bogor,” ujar Yudi Wahyudi, Senin (30/3).

Ia menjelaskan, jika perpanjangan masa latihan mandiri di rumah untuk seluruh kegiatan pembinaan dan pelatihan Pengcab PJSI Kota Bogor dan klub anggota PJSI Kota Bogor, ini terhitung sejak 30 Maret hingga 13 April 2020. Namun, terkait perpanjangan masa latihan mandiri di rumah mengintruksikan kepada para atlet, pelatih untuk menyusun pedoman, dan panduan latihan mandiri, dan para atlet agar tetap melaksanakan, serta melaporkan hasil latihan mandiri di rumah dengan mengikuti pedoman dan panduan latihan yang akan diberikan oleh pelatih.

“Dalam surat edaran itu, kita menghimbau kepada kepada seluruh pengurus, pelatih, atlet dan keluarga besar judo Kota Bogor, untuk mengikuti ketentuan, maklumat serta peraturan dari pemerintah pada masa pandemi wabah virus covid-19,” tegasnya.

Selain itu, tambah Yudi, tim pelatih juga telah melakukan penyemprotan di dojo Judo Unitex Tajur. Hal itu dilakan tentunya untuk tetap menjaga kebersihan pada lingkungan dojo selalu dalam keadaan yang aman dari pandemi wabah virus Covid-19. 

Asep Syahmid

Dispora Fokus Pembentukan Kontingen Popda

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi  

Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIII Jawa Barat 2020. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor tengah menyiapkan sejumlah atlet terbaiknya. Sedikitnya ada 370 atlet dan official yang akan dikirim untuk berlaga dipentas olahraga dua tahunan di ‘Tanah Pasunda’ pada 24 hingga 30 Agustus mendatang.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor Mustaqim mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan panitia kecil untuk terus berkoordinasi dan memastikan cabor yang akan diikut sertakan. Ia berharap sebelum masuk bulan puasa panita tersebut sudah terbentuk kerangka kontingen.

“Nanti kita awali dengan rapat besar dengan pengcab serta atlet binaan dari Dispora. Rapat tersebut, tujuannya untuk memastikan kesiapan dari Kontingen Popda Kabupaten Bogor, menuju Popda 2020,” ujar Mustakim, belum lama ini.

Mustaqim menjelaskan, dalam Popda Jawa Barat tahun 2020 kali ini, ada 24 cabor yang akan bertandingkan. Namun, sambung Mustakim dari 24 cabor tersebut, sedikitnya Dispora akan mengirim 20 cabor di antaranya pencak silat, taekwondo, tenis dan beberapa cabor lainnya. Mustaqim juga menargetkan menjadi juara umum dalam perhelatan dua tahunan tersebut.

“Dari 24 cabor kurang lebih 20 cabor kita akan kirim. Karena ada beberapa cabor yang memang kita unggulkan. Bahkan kita menargetkan juara umum di ajang Popda 2020 ini” papar Mustakim.

Dalam proses Training Camp yang akan diselenggarakan selama dua minggu sebelum pemberangkatan, tambah Mustakim, Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Kabupaten Bogor akan melibatkan KONI. “Tahapan seleksi kontingen itu melalui pengurus cabang, nanti kita akan kirim suratnya. Sehingga kita mendapatkan atlet terbaik,” pungkasnya.

Asep Syahmid

IPSI Siap Pertahankan Raihan Empat Emas

0

Cibinong | Jurnal  Inspirasi

Raihan empat medali emas  yang disabet tim Pencak Silat Kabupaten Bogor, dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat 2018 lalu, akan menjadi acuan bagi Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bogor, untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022, di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.

Bahkan, untuk mempertahankan raihan empat medali emas tersebut, IPSI Kabupaten Bogor, akan mengoptimalkan atlet binaannya untuk memperkuat Kontingen ‘Bumi Tegar Beriman’ di ajang Porprov 2022 mendatang. Hal itu dikatakan  Ketua IPSI Kabupaten Bogor, Muhammad Khairul.

“Pada Porda 2018 lalu, cabor pencak silat, berhasil mengamankan empat medali emas untuk Kontingan Kabupaten Bogor. Jadi, hasil tersebut, bakal jadi acuan IPSI dalam mempertahankan capaian empat medali emas di ajang Porprov 2022, dengan menurunkan atlet lokal binaan sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan program pembinaan IPSI Kabupaten Bogor berjalan dengan matang, proses regenerasi juga berjalan dengan baik. Jadi IPSI Kabupaten Bogor, sangat siap menghadapi Porprov 2022, dengan mengirimkan atlet-atlet lokal.

“Selama ini, apa yang dilakukan IPSI Kabupaten Bogor sebenarnya sudah memenuhi harapan, dan keinginan Pemkab Bogor terkait optimalisasi talenta atlet lokal binaan semua cabang olahraga yang ada dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia  Kabupaten Bogor. Kedepan, sebelum Porprov digelar kami masih punya waktu untuk menyiapkan pesilat-pesilat andal,” pungkasnya. 

Asep Syahmid

Pertina Siapkan Petinju Untuk Tim PON Jabar

0

Cibinong | Jurnal  Inspirasi  

Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Bogor, tengah mempersiapkan atlet-atletnya untuk memperkuat tim tinju Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIII Papua 2020. Hal itu ditegaskan Ketua Harian Pertina Kabupaten Bogor, Wolter Rumsory, Senin (30/3).

“Sekarang ini kami sedang mempersiapkan atlet-atlet kami untuk memperkuat tim atlet Jawa Barat, di ajang PON 2020. Meski dalam masa tanggap darurat wabah virus Covid-19, namun program latihan tetap berjalan secara mandiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kalau persiapan yang dilakukan Pertina Kabupaten Bogor, yakni meningkatkan program latihan secara kontinyu kepada atlet, seperti yang terus diterapkan tim pelatih kepada para petinju. Baik itu, latihan kecepatan pukulan, fisik, maupun power. Tapi, untuk saat ini, program latihan masih diberlakukan secara mandiri dirumah masing-masing petinju.

“Sekarang ini para petinju terus digeber program latihannya. Mengingat, ini semua untuk prestasi tinju Jawa Barat di ajang PON 2020 mendatang,” tegasnya.

Untuk beberapa bulan kedepan, tambah Wolter belum ada event yang akan diikuti atlet. Karena masih dalam masa darurat Covid-19. Jadi, kata dia, mereka lebih banyak untuk fokus berlatih secara mandiri.  

Asep Syahmid

Agus Firmansyah Jaga Kondisi Fisik

0

Cibinong | Jurnal  Inspirasi

Atlet tarung derajat Kabupaten Bogor, Agus Firmansyah, yang akan membela tim tarung derajat Jawa Barat di kelas 49 -52 kilogram putra pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020, akan memaksimalkan program latihan secara mandiri, sebelum masa tanggap wabah virus Covid-19 berakhir.

“Saya akan memaksimalkan program latihan secara mandiri, sesuai dengan program latihan yang diberikan tim pelatih kepada saya selama menjalani latihan mandiri. Untuk saat ini, saya sedang menjaga kondisi fisik,” kata Agus Firmansyah, Senin (30/3).

Ia menjelaskan, jika program latihan mandiri selama masa darurat Covid-19 ini, tidak jadi penghalang untuk tidak berlatih. Justru sebaliknya, ini harus bisa jadi motivasi, supaya pada saat latihan bersama kembali digelar, kondisi fisik, teknik, maupun stamina dalam kondisi terbaik. Apalagi, ini juga tentunya untuk menjaga hasil Pra-PON 2019 lalu.

“Latihan mandiri ini harus jadi motivasi untuk bisa lebih baik lagi. Apalagi saya ingin meningkatkan hasil yang sudah saya raih di ajang Pra PON 2019 lalu, sehingga program latihan harus rutin dilakukan, supaya mampu meraih target medali medali emas,” tegasnya.

Agus menambahkan, kalau petarung-petarung yang bakal jadi lawan terberatnya dipertandingan kelas 49-52 kilogram nanti, tentunya petarung dari Bali, Jawa Timur, DKI Jakarta, ataupun patarung tuan rumah. “Jadi, selama menjalani program secara mandiri ini, tentunya harus bisa dimanfaatkan dengan baik, agar persiapan bisa lebih matang sebelum bergabung dengan tim tarung derajat Jawa Barat,” pungkasnya.

Asep Syahmid

Bogor Bersiap Lockdown

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Penyebaran Covid-19 yang makin hari makin mengkhawatirkan, khususnya di wilayah Bogor. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun bersiap untuk melakukan lockdown atau karantina wilayah. Berdasarkan data dari Pemkot Bogor pada Minggu (29/3), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 638. Dengan rincian 186 dinyatakan selesai dan 452 masih dalam pemantauan.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 47 orang. Enam di antaranya dinyatakan selesai, 32 masih diawasi dan sembilan meninggal dunia. Sedangkan untuk positif Covid-19, berjumlah delapan orang, dua meninggal dan enam masih diawasi.

Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa pihaknya bersiap menerapkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown lokal. Namun, sebelum hal tersebut diterapkan pihaknya bakal melakukan sinkronisasi dengan DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor. “Kalau DKI lockdown maka skenarionya adalah lockdown penuh. Tapi mesti tunggu perkembangan, karena kota dan kabupaten akan menyesuaikan DKI, sebab Jakarta adalah epicentrum Covid-19 dengan jumlah postif Corona mencapai 1.000 orang lebih,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (29/3).

Dedie menyatakan bahwa Senin (30/3), pihaknya segera berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, untuk meminta Gubernur DKI Jakarta duduk bareng membahas hal tersebut. “Lockdown memang kewenangan pusat, tapi tetap kita siapkan langkah dan skemanya seperti apa. Berdasarkan rapat dengan Bupati Bogor, mereka punya beberapa kendala lantaran wilayah yang begitu luas, sehingga akan rumit bagi mereka,” paparnya.

Pemkot, kata Dedie, telah menyiapkan skenario apabila lockdown penuh dilakukan. Pertama, dengan melakukan pemetaan zona-zona mana saja yang ditutup. “Harus dipikirkan menyeluruh lockdown seperti apa. Karena ada ring 1,2, 3 dan 4. Berdasarkan kesepakatan dengan bupati pelaksanaan lockdown mesti didahului Jakarta. Kami merasa karantina wilayah perlu dilakukan,” tuturnya.

Tetapi, kata dia, sebelum melakukan lockdown pemerintah mesti memikirkan aspek ekonomi, sosial dan keamanan, agar kehidupan masyarakat tetap berjalan normal. “Makanya hal ini akan dikoordinasikan dengan gubernur agar disampaikan ke pemerintah pusat. Kami berkeyakinan bahwa kebijakan lockdown bakal didukung masyarakat,” katanya.

Dedie menegaskan bahwa pemerintah harus membuat langkah pasti, apakah melakukan lockdown Jabodetabek atau seperti apa. “Kalau begini terus takkan ada kepastian, jumlah positif bertambah. Ekonomi tidak berjalan. Bila ada kepastian kan bisa dihitung berapa kerugian,” imbuhnya.

Saat ini, kata Dedie, ekonomi sudah tak berjalan, sebab di Kota Bogor saja sudah 20 hotel tutup. “Anak-anak sudah tak sekolah, program pemerintah tak berjalan. Nah, pertanyaan dari masyarakat adalah sampai kapan kondisi ini,” ucapnya.

Ia menuturkan, apabila lockdown dilakukan saat ini, maka Insya Allah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri seperti tahun lalu. “Kalau saya berpikir bahwa lockdown perlu dilakukan. Untuk stok pangan sendiri kita tak lepas dari dukungan Bulog,” katanya.

Lebih lanjut, kata Dedie, Dinas Perhubungan (Dishub) pada Senin (30/3) bakal melakulan simulasi lockdown dan membuat beberapa cek point, guna mengurangi pergerakan masyarakat yang tidak perlu. “Karena sejauh ini masyarakat masih menganggap bila situasinya masih biasa saja,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan insentif bagi tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 di Kota Hujan. “Untuk besaran jumlahnya masih dalam pembahasan,” ucapnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mengatakan bahwa kebijalam lockdown adalah langkah tepat untuk menghentikan penyebaran Covid-19, tentunya dengan bersinergi bersama Kabupaten Bogor dan DKI Jakarta. “Hanya mesti dipastikan tentang ketahanan pangan bagi warga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Karena dampak akan lebih terasa,” ucapnya.

Atas dasar itu, sebaiknya pemerintah mulai menyiapkan bagaimana pola bantuan yang akan diberikan bagi MBR. “Pendataan mesti dilakukan sejak saat ini. Kemudian sanksi bagi mereka yang nekat keluar rumah juga mesti dibuat. Jangan sampai nantinya membuat permasalahan baru,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Jurnal Bogor, terdapat dua skema local lockdown yang akan dilakukan. Pertama, akan dilakukan penyekatan arus lalu lintas di lima lokasi simpang menuju pusat kota.

Yakni, Simpang Baranangsiang menuju Tugu Kujang dan SSA. Selanjutnya,  Simpang Empang menuju BTM, Simpang Jembatan Merah dari Jalan Merdeka menuju Kapten Muslihat. Kemudian, Simpang Air Mancur menuju Jalan Jendral Sudirman ke SSA serta Simpang Pangrango menuju SSA.

Kedua, karantina selurh wilayah Kota Bogor dengan melakukan penyekatan di sembilan titik. Yakni, Simpang Baranangsiang menuju Tugu Kujang atau SSA. Kemudian Simpang Empang menuju BTM. Selanjutnya, Simpang Gunungbatu menuju Jalan Veteran. Lalu Simpang RSUD menuju Semeru, Simpang Air Mancur menuju Sudirman, Simpang BORR menuju Air Mancur, Simpang Marwan dari arah Pangrango, Simpang Ekalokasari menuju Baranangsiang. Lantas U-Turn Polsek Bogor Timur menuju Baranangsiang atau SSA.

Sebagai informasi, di Indonesia sudah ada beberapa wilayah yang melakukan lokal lockdown. Di antaranya Kalimantan Timur, Jaya Wijaya Papua, Tegal, Tasikmalaya dan Aceh.

Fredy Kristianto

Jabodetabek Bakal Ditutup

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Akses transportasi keluar masuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bogor (Jabodetabek) akan ditutup di tengah pandemik Covid-19. Rencana itu mulai diberlakukan pada Senin 30 Maret 2020 setelah ada keputusan dari pemerintah pusat.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani. Pihaknya juga sudah menyampaikan rencana penutupan tersebut kepada semua operator melalui Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda).

“Saya sudah sampaikan kepada semua operator melalui organda. Saya udah telpon, bahwa hasil rapat tadi kemungkinan besar persiapan ditutup untuk keluar masuk Jabodetabek,” ujarnya di Jakarta, Minggu (29/2)

Meski begitu, kata dia, pihaknya masih menunggu penetapan rencana itu oleh pemerintah pusat. Karena, kata dia, pemerintah pusat besok akan menggelar rapat terbas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Kalau hasil rapat terbatas sudah, ada keputusan presiden maka akan ditetapkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, akses yang ditutup ditujukan kepada kendaraan pribadi dan angkutan orang. “Kalau untuk logistik dan barang tidak atau dikecualikan,” ucapnya.

Adapun teknisnya masih disusun. Sedangkan yang menjadi ujung tombak penegakan aturan ada pada petugas lapangan seperti polisi dan TNI. “Untuk pintu pintu masuk Jabodetabek yang dikontrol oleh mereka. Baik di jalan tol maupun di jalan nasional yang keluar masuk Jabodetabek,” pungkasnya.

Asep Saepudin Sayyev |*