32.1 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1653

Tajurhalang Tiga Hari Berturut-turut Lakukan Penyemprotan

0

Tajurhalang | Jurnal Inspirasi

Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Desa Tajurhalang, pemdes Tajurhalang langsung bergerak cepat dengan melakukan berbagai langkah. Penyemprotan disinfektan ke seluruh wilayah Desa Tajurhalang dimulai di tempat-tempat ibadah sarana umum dan sekaligus rumah warga.

Pemerintah Desa dibantu Babinkamtibmas dan Babinsa serta tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pemuda berjibaku bersama memerangi virus corona dengan cara menyemprotkan cairan desinfektan guna pencegahan penyebaran yang semakin luas, kami ingin warga Desa Tajurhalang bebas dari Coronavirus,” ungkap Kades Tajurhalang, Saipudin kepada Jurnal Bogor.

Himbawan kepada masyarakat juga selalu kita jalani untuk tetap dirumah jalani pola hidup sehat dengan selalu mencuci tangan,berjemur dan melakukan olah raga ringan serta berdoa sesuai agama masing- masing untuk kebaikan bersama.

Ditempat terpisah, Sekretaris Desa Tajurhalang Haris menambahkan, penyemprotan ini sudah kita jalani selama tiga hari berturut-turut karena memang Desa Tajurhalang ini sangat luas wilayahnya,sesuai intruksi pemerintah melalui Camat Tajurhalang.

“Keterlibatan warga dalam mensosialisasikan terkait virus Covid-19 sangat dibutuhkan, agar menekan angka terpapar virus ini tidak meluas dan bertambah banyak lagi,”pungkasnya.

Aga Alamanda

Pemdes Sukmajaya Lakukan Penyemprotan ke Rumah Warga

0

Tajurhalang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa adalah yang terdepan untuk memutus rantai penyebaran covid19 ,dengan menghimbau masyarakat melalui ketua lingkungan masing-masing agar masyarakat paham artinya tinggal dirumah, hal ditegaskan Fikri Ikhsani, sementara sosial distancing sesuai himbawan pemerintah pusat,yang bertujuan menekan angka positif warga yang terpapar virus corona karena keterbatasan ruang perawatan serta tenaga medis yang ada di Kabupaten Bogor.

“Dirumah akan lebih baik,biar pemerintah yang akan memikirkan nasib warganya dan mencari solusi terbaik untuk kebutuhan selama warga tinggal dirumah,” ungkap Camat Tajurhalang Fikri Ikhsani disela-sela kegiatan penyemprotan desinfektan diwilayah Desa Sukmajaya Kecamatan Tajurhalang, Senin (30/3).

Penyemprotan dibagi 4 tim dalam setiap lingkup RW dengan sasaran seluruh rumah ibadah,sekolah dan tempat yang biasa dikunjungi warga sekaligus rumah- rumah warga desa Sukmajaya. Sementara itu, kepala Desa Sukmajaya Ecef Surasman, menegaskan,penyemprotan ini akan kita lakukan dua hari kedepan dengan sangat teliti jangan sampai ada rumah warga yang terlewat.

Perihal anggaran untuk kegiatan ini kita serap dari Dana Desa perubahan APBDes tahun 2020,yang akan kita anggarkan melalui Padat Karya Tunai ( PKT) agar warga yang terdampak dan tidak bisa bekerja harian akan kita berdayakan untuk kegiatan sesuai arahan pemerintah pusat melalui pemerintah Kecamatan Tajurhalang dalam rangka penyemprotan desinfektan ini.

Aga Alamanda

Transaksi Online Diterapkan di Pasar Modern Sentul City

0

Sentul | Jurnal Inspirasi

Masifnya penyebaran covid-19, keberadaan pasar tradisional menjadi sorotan, Manajemen pasar modern di Kawasan Sentul City Kabupaten Bogor Jawa Barat memutuskan untuk menerapkan transaksi online, karena khawatir penularan virus Corona  atau COVID-19.

“Kami ingin pasar tetap jalan seperti biasa. Sebab, kalau pasar sampai berhenti beroperasi kasihan para pedagang dan juga kasihan para konsumennya,’’ ujar Direktur Pasar Bersih Sentul City, Magdalena Laksmana, Senin.

Menurutnya, transaksi online itu dengan cara membuatkan brosur digital berisi informasi nama dan nomor WhatsApp para pedagang berdasarkan kategori komoditas seperti sayuran, sembako, ikan basah air tawar, ikan basah laut, ayam, daging, dan lai-lain. Kemudian brosur digital itu dibagikan ke 8.000-an kepala keluarga yang tinggal di Kawasan Sentul City.

“Alhamdulillah, secara teknis tidak ada masalah karena semua pedagang memiliki smartphone,” kata Magda.

Ia mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memotong mata rantai penularan COVID-19 di wilayah Kabupaten Bogor. Pasalnya, Kabupaten Bogor masuk dalam zona merah COVID-19.

Magda optimistis langkah tersebut dapat memutus mata rantai penularan COVID-19, serta akan mempercepat pemulihan kondisi tanpa harus menghentikan kegiatan perdagangan.

‘’Mudah-mudahan cara ini diikuti oleh pengelola pasar lain di Indonesia. Kita harus tetap menjaga ketersediaan kebutuhan pokok, tetapi juga harus berupaya menghentikan penyebaran virus corona,’’ pungkasnya.

Aga Alamanda |*

Gedung SD Al Azhar Syifa Budi Disemprot

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Merebaknya wabah Covid – 19 membawa hikmah bagi masyarakat, yakni munculnya kesadaran kolektif untuk membiasakan hidup sehat dengan membersihkan lingkungan sekitar. Sejak wabah virus tersebut masyarakat maupun lembaga swadaya melakukan penyemprotan disiinfektan, seperti yang dilakukan pengelola SD Al – Azhar Syifa Budi, Cibinong.

“Penyemprotan disinfektan ini, cara kami mensterilkan lingkungan sekolah dari bahaya Covid -19, sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada siswa yang akan belajar baik SD maupun SMP setelah masa belajar di rumah berakhir pertengahan April nanti,” kata Ketua Yayasan Al Azhar Syifa Budi Cibinong Indra Jatmiko, dalam keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor, Senin (30/03).

Meski gedung dan sudut-sudut ruangan kelas sudah disemprot disinfektan, namun Indra sudah mengintruksikan penjaga dan petugas kebersihan sekolah waspada dan selalu mencuci tangan, usai beraktivitas di lingkungan sekolah. “Penyebaran Covid -19 bisa dicegah, jika kita semua membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di semua tempat,” ujarnya.

Kepala SD Al – Azhar Syifa Budi Prastyo menambahkan, sejak aktivitas belajar mengajar di sekolah dipindahkan ke rumah, kebersihan lingkungan sekolah tetap dijaga dan dibersihkan. “Petugas yang membersihkan sekolah kita lengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker dan sarung tangan,” katanya.

Selain itu, di titik tertentu kata Prastyo, di simpan botol cairan pembersih tangan atau hand sanitizer. “Ini langkah yang kami lakukan untuk mencegah Covid -19 itu menyebar sekaligus memberikan perlindungan kepada petugas kebersihan sekolah,” tutupnya.

Mochamad Yusuf

Bantarsari Lakukan Local Lockdown

0

Kemang  | Jurnal Inspirasi

Ditengah mewabahnya Covid-19, Kabupaten Bogor bersiap menentukan kebijakan lokal lockdown karena masih menunggu pemerintah pusat. Namun sebuah desa di Kabupaten Bogor yakni Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur telah menentukan kebijakan lokal lockdown dengan memperketat warga yang ingin masuk ke wilayah desa tersebut. Selain memeriksa suhu tubuh, warga pun diberikan cairan handsanitizer, Senin (30/3).

“Kami perketat akses masuk  ke desa kami (Bantarsari), baik warga asli Bantarsari atau pun warga luar yang ingin masuk ke desa ini akan diperiksa suhu tubuhnya, jika ada yang lebih dari 37,5 akan disarankan untuk ke puskesmas diperiksa kesehatannya,” kata Kades Bantarsari Lukmanul Hakim kepada wartawan, Senin (30/3).

Lukman, sapaan Kades Bantarsari mengatakan, lokal lockdown itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 di wilayah Desa Bantarsari. “Alhamdulillah untuk yang ODP dan PDP dan yang positif tidak ada sejauh ini mudah mudahan tidak ada,”kata Lukman.

Dalam pemeriksaan itu selain pihak desa TNI-Polri dan pihak Puskemas setempat hadir sembari mensosialisasikan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan, tidak keluar rumah, dan selalu mencuci tangan. “Mudah – mudahan Covid 19 penyebaran bisa diminimalisir, kami pun sebelumnya telah melakukan penyemprotan disinfektan di masjid, sekolah, dan fasilitas umum lainya,” kata Lukman.

Kegiatan itu akan dilaksanakan selama 14 hari kedepan. “Sampai 14 hari petugas yang jaga dipintu masuk juga dilaksanakan bergantian,” pungkasnya.

Cepi Kurniawan

Demokrat Turun Langsung ke Masyarakat

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pasca Instruksi Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), jajaran Partai Demokrat seluruh Kabupaten Bogor, dengan arahan Ketua DPC H. Anton Sukartono Suratto langsung bergerak cepat melakukan aksi nyata dengan tagline “Demokrat Lawan Corona”. Hingga Senin (30/3) kemarin, aksi Demokrat Lawan Corona masih berlangsung.

“Sasaran utama kami dalam aksi ini ialah sarana ibadah serta fasilitas umum yang kami utamakan terlebih dahulu, setelah itu kami lanjutkan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga, hal ini kami lakukan dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 (corona virus) yang sedang marak di Indonesia,” ujar Anton saat dihubungi Jurnal Bogor, Senin (30/3).

Anggota DPR RI yang akrab disapa Kang Anton ini, mengatakan aksi nyata Demokrat Melawan Corona di Kabupaten Bogor, dilakukan oleh seluruh Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Demokrat, Jajaran pengurus DPC, kader, jajaran Ketua PAC, simpatisan dan para relawan yang tergabung dalam Demokrat Rescue Team, Paskhass Rescue, serta GARDA.

“Alhamdulillah kegiatan sudah kami lakukan mulai, Rabu (25/3), tercatat hingga Senin (30/3) sudah enam hari kami secara serentak melakukan aksi Demokrat awan corona yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor, kami sudah lakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker gratis di Kecamatan Cibinong, Gunung Putri, Cileungsi, Jasinga, Ciampea, Dramaga, Rancabungur, Caringin, dan Ciawi, dalam beberapa hari kedepan kami juga melalui satuan tugas Demokrat Rescue Team akan terus bergerak ke beberapa wilayah lainnya yang ada di Kabupaten Bogor,” terangnya.

Kang Anton berharap, kegiatan yang dilakukan partainya bisa membawa manfaat bagi masyarakat khususnya yang berada di Kabupaten Bogor. “Meski tidak banyak yang dapat kami lakukan dalam upaya pencegahan Covid-19, semoga ini bisa membawa manfaat terhadap masyarakat di tengah kondisi mereka dalam ketakutan, karena besar keinginan kami (Partai Demokrat) untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat dalam kondisi apapun,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita mengatakan terkait pandemi Corona yang sudah masuk Kabupaten Bogor, walaupun zona merah Corona sementara ini berada di 3 kecamatan yakni Cibinong, Gunungputri dan Bojonggede

“Kami DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, melalui satuan Tugas Demokrat Rescue Team yang terus bergerak melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, besar harapan kami ini dapat membantu dalam upaya pencegahan dan memutus peredaran Covid-19,  kami juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bogor, untuk patuh mengikuti protokol pencegahan Covid-19. Senantiasa menjaga kesehatan diri dan keluarga, dan tetap stay at home,” ungkapnya.

Politisi Partai Demokrat yang akrab di sapa Kang Dechan itu mengatakan, dengan social distance yang dilakukan secara bersama-sama jelas akan berdampak pada berhentinya penularan virus Corona.

“Maka dari itu dalam setiap kegiatan di lapangan kami selalu mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam upaya melawan Corona, dan memberikan sosialisi mulai dari bahaya Corona sampai dengan cara pencegahannya, selain itu kami juga memohon doanya, semoga kami yang sedang melakukan penyemprotan disinfektan, senantiasa diberikan kesehatan, agar kami dapat memenuhi banyaknya  permohonan penyemprotan disinfektan,” pintanya.

Gita Purnama

Kades Pantau Warga yang Baru Tiba dari Luar Kota

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Untuk mencegah penularan virus Corona (Covid-19) ke pelosok desa, pemerintahan desa kini terus melakukan pemantauan terhadap warganya yang baru tiba dari luar kota. Setelah mereka tiba ke kampungnya, pihak desa melakukan pendataan yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan suhu tubuh warga yang baru tiba tersebut. Untuk pemeriksaan suhu suhu tubuh, pihak desa berkoordinasi dengan puskesmas setempat.

“Tidak perlu panik atau sikap yang berlebihan. Namun, kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona itu perlu dilakukan. Kita kini sedang mengawasi dan mendata warga yang baru datang dari luar Kabupaten Bogor. Setelah  di wilayah kita, mereka akan diperiksa suhu tubuhnya. Tugas pemeriksaan, kita sudah berkoordinasi bersama puskesmas Kecamatan Cisarua. Hingga saat ini kondisi kesehatan masyarakat masih aman dan terkendali,” ujar Kepala Desa Citeko, H. Sahrudin.

Sementara itu, langkah yang terus dilakukan untuk mencegah penyebaran covid 19, para Ketua RT selalu rutin melakukan penyemprotan di masing-masing lingkungannya. “Cairan untuk membasmi virus terus kita siapkan. Dan kita menugaskan kepada para Ketua RT untuk melakukan penyemprotan di masing masing wilayahnya,” imbuh H. Sahrudin.

Sementara yang terpantau di Kecamatan Cisarua dan Megamendung, aktivitas masyarakat masih normal.  Dua pasar tradisional, yakni pasar Cisarua dan pasar yang ada di Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung tetap berjalan. Hanya, kondisi pengunjungnya yang mengalami penurunan.

Hal ini karena adanya lockdown yang dilakukan oleh pemkab Bogor dengan melarang masuknya warga luar ke wilayah Puncak. Begitu juga hal yang sama dilakukan pemerintah Kabupaten Cianjur. Dengan kondisi ini, pantauan di lapangan, kondisi lalulintas di sepanjang jalan raya Puncak cukup lengang.

Dadang Supriatna

Kades Cicadas Akan Rancang Box Sterilisasi

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pencegahan Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Bogr hingga kini terus dilakulan oleh stake holder agar penyebaran virus tersebut tidak semakin meluas. Tak mau warganya menjadi korban, Kepala Desa Cicadas, Dian Hermawan melakukan pencegahan dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke setiap tempat fasilitas umum dan rumah ibadah dengan melibatkan unsur desa.

Tak hanya menyemprotkan cairan disinfektan, Dian Hermawan sedang merancang Box Sterilisasi yang nantinya akan ditempatkan di pintu masuk kantor desa. Box sterilisasi tersebut akan dikerjakan olehnya sendiri dengan mengandalkan skill yang dimilikinya. Hal itu dilakukannya lantaran harga untuk satu steril box saja sudah mencapai puluhan juta.

“Saya sudah mendesain untuk pembuatan boxnyai hasil karya saya sendiri. Soalnya untuk beli box keluar masih belum sanggup lantaran biayanya juga cukup mahal, dan untuk keuangan desa pun belum cair dari pemerintah,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk selanjutnya, saat ini pihaknya sudah membeli peralatan dalam pembuatan box yang nantinya akan digunakan untuk setiap warga yang akan melakukan pelayanan administrasi di Desa Cicadas sendiri. Jadi, setiap warga maupun staf desa yang akan masuk ke kantor desa akan di sterilkan terlebih dahulu oleh box tersebut.

“Lantaran terbentur biaya, jadi kita mending buat sendiri aja. Untuk pembuatannya tidak terlalu sulit karena saya sudah biasa membuat peralatan seperti itu, kita tinggal beli spare partnya aja setelah terkumpul baru nanti kita langsung rakit,” tambahnya.

Untuk cairan yang nanti akan digunakan di dalam box tersebut, Dian sudah berkomunikasi dengan perusahaan yang ada di wilayahnya yang memang membuat cairan kimia untuk membuatkan cairan sterilisasi yang tidak berbahaya bagi manusia. Karena pada umumnya cairan steril yang digunakan respon sterilnya tidak terlalu cepat bereaksi.

“Untuk cairan sterilisasinya saya sudah berkomunikasi dengan perusahaan untuk membantu kami membuatkan cairan steril yang aman dan bereaksi cepat membunuh virus, kita tinggal tunggu waktunya saja semoga box steril ini cepat selesai dan bisa digunakan,” katanya.

Dian berharap, dengan segala upaya pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya Desa Cicadas, virus yang saat ini sedang mewabah di Indonesia bisa segera selesai. “Harapan saya semoga ikhtiar yang kita lakukan ini bisa mencegah virus corona dan bahkan malah tidak ada sama sekali di Indonesia, agar masyarakat bisa nyaman dalam melakukan segala aktivitas tidak seperti saat ini merasa cemas dengan mewabahnya visrus Corona tersebut,” pungkasnya.

Nay Nur’ain

Pedagang Pasar Leuwiliang Kehilangan Omzet

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Ditengah merebaknya wabah virus Corona sangat berdampak pada para pedagang pasar tradisional Leuwiliang. Aktivitas di pasar itu tidak seperti biasanya mulai terlihat sepi. Sejumlah pedagang mengaku omzet jualan menurun karena kehilangan pembeli. Salah satunya Neneng Sarah (40), pedagang buah buahan di pasar tradisional Leuwiliang dia mengaku penjualannya menurun dari semenjak  awal tahun Januari 2020.” Bulan Februari pembeli mulai  rame lagi, meski hanya sebentar,” kata Neneng kepada Jurnal Bogor.

Dia mengaku adanya wabah virus Corona  pengunjung ke pasar juga semakin berkurang dan berdampak ke penghasilan pedagang yang turun drastis. “Apalagi semenjak diberlakukannya imbauan  pemerintah  berdiam diri di rumah, kedatangan pengunjung ke pasar juga semakin berkurang,” keluhnya.

Dia agak khawatir sekarang, karena sudah kelihatan sekali mulai sepi yang datang ke pasar, apalagi virus ini juga tidak tahu sampai kapan berakhir. Dia menerangkan, biasanya jelang bulan Ramadhan para pembeli sudah mulai berdatangan tatapi hingga saat ini masih juga sepi.” Mudah-mudahan permasalahan merebaknya virus Corona ini segera berlalu, sehingga perekonomian masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” harapnya.

Tak hanya Neneng, pedagang daging di wilayah pasar yang sama yakni, Bezo mengaku penjualannya juga terdampak Covid-19. Namun, menurut Bezo dampak penurunan terhadap omzetnya tidak terlalu tinggi, lantaran masih adanya pelanggan yang memesan untuk pedagang baso atau mie  soto.

“Penjualan turun sih, tapi kalau kami tidak terlalu, karena masih ada pesanan untuk konsumen diluar pasar,” ungkapnya.

Sementara Kepala PD Pasar Tohaga Leuwiliang, Aldino Novianto menyatakan, bahwa pandemi merebaknya musibah virus Corona secara global belakangan ini berdampak omzet pedagang pasar mengalami penurunan.” Hal ini terjadi semenjak cuaca ektrim Januari lalu, saat ini  diangka 15, 20 persen  konsumen tidak ke pasar Leuwiliang, apalagi semenjak  diterapkannya lockdown secara otomatis yang biasanya ke pasar jadi tidak,” ujar dia.

“Ketika para pedagang sudah menyiapin barang  dagangannya, tetapi konsumennya sepi dan tidak datang. Apalagi  sekarang sudah memasuki bulan Syaban tetapi kondisi pasar masih belum bagus,” tutupnya.

Arip Ekon

Jembatan Sementara Cigombong Dinilai Asal-asalan

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Pembangunan jembatan sementara proyek dobel track atau jalur ganda rel kereta api (KA) di stasiun Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dinilai asal-asalan. Sebab, aspal  jembatan di jalur nasional yang menghubungkan Bogor-Sukabumi itu, sudah mulai habis dan bergelombang. Wawan, sopir angkutan umum trayek Cicurug-Bogor menuding pihak pelaksana pembangunan jembatan sementara Cigombong, mengerjakan secara asal-asalan. Sehingga, hampir semua aspal yang menjadi penguat sambungan jembatan habis dan tinggal kerikil.

 “Kalau pengerjaannya bagus, saya rasa aspal jembatan sementara ini tidak akan cepat rusak,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi aspal jembatan yang merupakan sebagai penguat sambungan sudah rusak, membuat semua pengendara merasa takut saat melintas jalur tersebut. “Bagaimana tidak takut, aspal di sambungan jembatan saja sudah habis dan tinggal kerikil saja,” papar Wawan.

Selain itu, lanjutnya, jembatan sementara Cigombong yang merupakan jalur nasional, menjadi lintasan setiap kendaraan industri dengan kapasitas besar. Bahkan, kata Wawan, hampir setiap menit kendaraan-kendaraan besar seperti, kendaraan pengangkut air, pasir maupun yang membawa hasil industri di wilayah Sukabumi, melintas dan menggunakan jembatan sementara tersebut.

“Walau pun sudah ada tol, tapi masih banyak kendaraan besar yang melintas jembatan itu. Jadi setiap kali melintas jembatan, terkadang yang melihat selalu takut kalau jembatannya ambruk,” paparnya.

Sementara, Deni, pengendara roda dua merasakan ketakutan yang sama. Dimana, setiap kali dilintasi kendaraan besar, jembatan sementara itu terasa goncangannya. “Saat kendaraan pengangkut air, truk pasir dan trailer melintas, goncangan jembatan sangat terasa sekali. Saya merasa takut jembatannya ambruk,” tukas pria mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Mio itu.

Dede Suhendar